Skip to main content
#MemesonaItu

Ber-'unyeng-unyeng' atau user-user dua

My Little star ken suka sekali yang namanya jalan-jalan naek motor. Kalau sudah naek motor, dia suka membuka telapak tangannya lebar-lebar seraya dibentangkan. Senang merasakan angin yang menerpa kulit telapak tangannya. dia pun tidak mau mengenakan topi. Ken lebih suka membiarkan rambutnya disapu angin hingga berkibar 'kiwir-kiwir'.
Kami, ken, ayah ken, dan aku, biasanya suka nongkrong di taman kota, alun-alun, taman kecil di pasar buah, dan nongkrong di warung kopi langganan ayah.
Nah di tempat-tempat tersebut tak jarang kami bertemu dengan beberapa orang yang kami kenal. Dan yang pertama kali mereka lakukan saat melihat ken adalah menjiwitt pipinya (duuhh kasian my little star). Setelah menjiwit, mereka menggendong ken. Atau mengikuti ken berlarian kesana kemari. Tak lama kemudian, saat mereka mengetahui ken beruseran dua, mereka sontak berkata:
"wah user-userannya dua" atau ada lagi yang berkomentar seperti ini "unyeng-unyenge loro rek, pinter nggolek iwak" atau "user-useran dua, banyak tingkahnya, kudu kuat ni bpk m ibuknya".
Ken memang memiliki useran atau unyeng-unyeng dua. Sama denganku. Namun sama sekali tak pernah terpikir olehku akan komentar-komentar orang mengenai user-useran anakku.
Setelah bertanya pada suami, ternyata kalau di sini (Jawa Timur), mitosnya itu, kalau anak ber-user-useran dua itu nakal atau pinter mancing ikan.
Heeemmmm...itulah budaya.
Mungkin bukan nakal ya, tapi lebih banyak tingkah. Bagiku tak masalah, dan memang di usia balita, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga membuat dia lebih banyak tingkah demi menjawab keingintahuannya itu. Tak peduli, balita tersebut beruseran satu, dua, tiga, empat, lima, enam....atau sepuluh (ehh ada gk ya sebanyak itu???!!!). Yang susah menurutku memiliki anak yang beruseran dua adalah menata rambutnya.
Sudah itu saja.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menghaluskan Daging Tanpa Mesin

Idul Adha. Daging dimana-mana. Bingung mau dimasak apa. Akhirnya dibikin bakso saja.
Yup, meluncurlah kami, daku dan suami, ke pasar, bukan hendaak berkeliling keliling pasar, tp hendak menggiling daging kurban jadi adonan. Di rumah, tinggal dibentuk bulat bulat plus bikin kuaahnya saja.

Tiba di tempat giling daging. Beugghhh. Harum semerbak nan memblenek. Yah namanya jg tempat penggilingan daging. Jadi ya gitu ituh.

Kami memilih tempat yang sudah direkomendasikan tukang bakso langganan kami. Di tempat itu, kita bisa request mau adonan yg begini atau yg begitu. Kami sih memilih yg begini aja. Kan buat dikonsumsi keluarga.

Kami harus mengantri, karena banyak yg seperti kami. Bingung mau dimasak apa lagi tuh daging sapi.
Masa menunggu, membuat daku bergumam: "koq gitu?".
Kenapa ?.
Kebersihan tempat bisa dikatakan lumayan lah daripada sebelah2nya. Yg bikin perasaan jadi gimanaaa gitu, karenaaaaaa. Yg handle adonan itu lohhh, laki laki berkaos singlet. Kalau ada yg netes dari ce…

4 Merek Panci Presto Terbaik

Satu atau dua hari sebelum lebaran biasanya para ibu rumah tangga, seperti kita-kita nih, sudah mulai mempersiapkan beraneka macam hidangan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat donk ya. Nah untuk menghasilkan opor ayam yang empuk, kita pasti membutuhkan yang namanya panci pressure cooker (presto). Dengan menggunakan panci presto ketika merebus ayam, daging akan cepat matang dan empuk dalam waktu yang singkat. Selain itu penggunaan gas juga akan lebih hemat dan makanan akan menjadi lebih sehat karena gizi yang terkandung dalam ayam akan tetap terjaga. Berikut adalah daftar empat merek panci presto terbaik yang bisa kita dapatkan di online shop banyak diskon MatahariMall.
1. Airlux Panci Presto PC7216 Panci presto berkapasitas 16 liter ini bisa memasak makanan 3-10 kali lebih cepat daripada panci yang biasa kita gunakan. Panci ini dilengkapi dengan safety valve dan safety cover lock yakni lubang pembuangan uap atau udara yang berfungsi sebagai pengaman pada saat panci presto diguna…

Aneka Pilihan Atasan untuk Celana Kulot.

Siapa di sini yang lebih suka memakai celana daripada rok ?, hayooo ngakuuuu *sambil ngacung paling tinggi. Yup, aku begitu. Lebih suka memakai celana daripada rok. Membuat aku lebih mudah bergerak. Entah itu naik motor, memanjat pohon mangga, atau berlari saat dikejar-kejar Aliando, Varel, Rasya dan Al Ghozali *lalu dinyonyorin fans mereka.
Memang, sejak SD hingga SMA, aku sudah terbiasa memakai rok. Namun sepertinya saat-saat itu aku sering mendzalimi rok-rok sekolahku. Robek sana sini cyin. Bagian depan maupun belakang juga bagian kanan dan kiri. Robek. Entah karena jahitan roknya yang kurang rapi nan kuat atau karena langkah kakiku yang beringas. Entahlah.
Begitu lulus SMA, aku benar-benar menyimpan rok-rok ku. Jadi saat kuliah aku jarang memakai bawahan rok. Lebih sering memakai celana jeans, celana aladin, dan celana kulot. Hal yang demikian tersebut berlangsung sampai sekarang, saat aku sudah menjadi seorang ibu yang imut dan lucu juga gemesin *huwek. Ditambah lagi dengan akti…