Friday, April 18, 2014

Membuat Training Pants Sendiri

Ken's training pants

Training Pants menurut pemahaman saya, adalah celana dalam anak yang dipakai saat anak sedang melakukan toilet training atau latihan pipis dan pup pada tempatnya.
Celana dalam ini memiliki fungsi untuk memberi kesan basah sehingga anak merasa tidak nyaman. Kenapa demikian? anak yang sudah terbiasa menggunakan pospak atau popok sekali pakai mungkin akan merasa nyaman setelah pipis di pospak karena hanya beberapa menit setelah pipis, pospak akan kembali kering. Sedangkan dengan menggunakan Training Pants, si kecil mungkin akan merasa begini:
"ah pipis ah". cuuuurrrrr...pipislah dia.
Beberapa menit kemudian.
"Loh..koq masih basah ya, ah nanti juga kering"..nana..tata..dada..si kecil kembali asyik dengan kegiatannya.
Beberapa dari beberapa menit kemudian.
"aduh koq gak kering-kering juga...iihhh gatel". Nah setelah itu, si kecil merasa tak nyaman lalu minta celananya diganti. 
Fungsi yang kedua. Tentunya sangat membantu si emak. Why?. Jelas, si emak tidak akan bolak-balik mengepel saat si kecil sedang di-toilet ttraining. Jika emak tidak bolak balik mengepel, maka si emak pun tidak akan mudah lelah, sehingga tenaganya bisa ia curahkan untuk memperhatikan si kecil.  
'Halahh..bilang aja si emak males'
'he'em'..Nyengirr.
Fungsi ketiga. Mencegah terjadinya kecelakan bagi si kecil. Maksudnya terpeleset. Biasanya, si kecil setelah pipis akan langsung melangkah meninggalkan posisi dimana ia pipis tadi. Jika si emak lengah sedikit saja, maka tidak menutup kemungkinan bagi si kecil menginjak genangan air pipisnya yang dapat mengakibatkan si kecil terpeleset. Nah dengan menggunakan training pants si kecil dapat terhindar dari hal yang demikian.
Fungai ke-empat, ke-lima, dan seturusnya, silahkan dipikirkan sendiri. Hehehe.
Itu merupakan beberapa fungsi utama dari training pants.
Oke cukup sudah basa basinya. Kenapa? ya biar tidak basi dong.
Berdasarkan 3 fungsi utama di atas, maka saya memutuskan bahwa training pants masuk dalam kebutuhan wajib bagi si kecil. 
Saya pun mulai berburu info tentang harga training pants. Dan ternyata...busyet bener harganyaaa. Mahal. Halah bilang aja pelit. Bukan pelit. Tapi Hemat, sebagaimana naluri emak-emak. 
Saya berpikir keras. berpikir dan berpikir. Akhirnya..tara...saya akan memutuskan untuk membuat training pants sendiri buat si kecil, Ken. Ide ini muncul saat saya sedang mengenakan Pemb*l*u*.
Segere saya memburu celana dalam. Dapat. 4 pcs dengan harga 10.000. Hasil tawar menawar antara pedagang dan suami. Hidup Ayah Keeeennn !!!!!.
Kemudian saya menyiapkan bahan selanjtnya, alas ompol ken yang tak terpakai. Ketemu. 
Okke..bahan sudah siap. Sisingkan lengan baju dan mulai berakseee. 
Langkah Pertama
gmbr 1. Celana dalam, alas ompol yang tak terpakai, gunting, jarum (gak keliatan), benang, yang terakhir tekad bajah..hah..hah..hah.    

Langkah Ke-dua
Alas ompol dilipat-lipat seperti ini.
gmbr 2. penampakan alas ompol 


Langkah Ke-tiga
Pinggiran alas ompol di jahit, agar nampak rapi. O ya permukaan alas ompol yang lebih halus diletakkan di luar agar si kecil nyaman saat alas ompol tersebut bersentuhan dengan kulitnya. Setelah pinggiran di jahit kemudian di satukan dengan celana dalam. Disarankan menjahit dengan mesih jahit saja, karna menjahit dengan tangan terkadang membuat jari jemari tercoblos, tertusuk jarum. Hiks..Pengalaman sendiri.
Dan jadinya begini
gmbr 3.1. Celana dalam nampak dari dalam

gmbr 3.2 Celana dalam nampak dari luar dengan posisi terbalik. Hadehhh..tukang fotonya payah. Tunjuk diri sendiri.



Langkah ke-4
Silahkan dicobakan ke model. Maksudnya si kecil. Jika si kecil keliatan nyaman, dan lipatan alas ompol yang dijadikan penahan pipis sudah benar-benar berfungsi. Maka hal ini bisa dijadikan acuan untuk menjahit celana training pants berikutnya.

Hhhhh..dengan keringat mengucur-ngucur, jari-jari yang tercubles-cubles, akhirnya ken punya training pants sendiri. Hanya dengan modal 20.000 untuk 8 celana, dengan alas ompol yang sudah tidak terpakai, dan semangat berkobar-kobar si emak ken, ken sudah punya 8 training pants. 
Dan sekarang Alhamdulillah, sebelum waktunya ken di toilet training, saya dapat memperkenalkan training pants lebih awal pada di ken. Memeperkenalkan terlebih dahulu, lalu berikutnya, berikutnya, dan berikutnya. No memaksa. amin siipp.

Untuk emak-emak, ayo monggo dicoba, benar-benar membantu loohhh. 
Yuk..Semangaaaattttttttt.



9 comments:

  1. Emak-emak memang bisa jadi super duper kreatif kalau demi anak ;)

    ReplyDelete
  2. Wah jadi irit ya maak, idenya keren bisa dipake ntar pas Hana toilet training. Btw cocok nih buat ikutan GA saya Mak Irits hehe

    ReplyDelete
  3. keren mak! (baca: irit mak, sumpeh bisa ditiru! :D)

    ReplyDelete
  4. Idenya boleh juga nih... Yang jelas si anak pahanya tak akan gatal2 karena alergi memakai pampers... Lagipula bisa menghemat uang... Coba bayangkan berapa harga sebuah pampers, lumayan mahal kan? Kalau anak kena alergi pada pahanya kudu berobat pula ke dokter...nah tambah banyak lagi uang keluar... Jadi emak2 yang punya balita dan anak kecil memang kudu kreatif ya Mak...

    ReplyDelete
  5. keren Mak
    bisa dicoba neh, thanks
    saya masih maju mundur TT anak saya hehe

    ReplyDelete
  6. sangat kreatif nih tutorial membuat celana training

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)