Tuesday, July 1, 2014

Bukan Jatuh Biasa Ha..Ha..Haaa

Silly moment ya?..Ah tema giveaway Mak Nunu El Fasa dan Mak HM Zwan membuat aku teringat dengan kejadian yang berlangsung pada tahun 2003-2006.

Saat itu, aku masih manis kinyis-kinyis. Aku sekolah sekaligus mondok di salah satu pondok pesantren modern di jombang jawa timur. Sejak jam 7 pagi hingga 4 sore, aku berkutat di sekolah. Sisanya full kegiatan di pondok. Mulai maghrib hingga 8 malam, ngaji kitab kuning. Istirahat. Lalu subuhnya, ngaji qur’an. Begitu hampir setiap hari.
Rasa jenuh terkadang hinggap. Malas ikut ngaji kitab, tertidur saat ngaji qur’an, bahkan pura-pura sakit agar tak ikut dua-duanya. Hhh..tak patuttt.
Namun suatu hari, datanglah ustadz baru. Masih muda. Ganteng pula. Kehadiran ustadz ganteng ini membuat para santri semangat mengaji kitab. Termasuk daku.
1 bulan berlalu. Semangat ngaji masih menggebu-gebu dan saat itu tepat giliranku serta anis piket menyiapkan perlengkapan ngaji plus unjukan/teh hangat buat ustadz.
Dikarenakan suatu hal, maka aku juga anis tergesa-gesa membuat teh  sebab 5 menit lagi ustadz tiba. Dengan langkah dipercepat, anis membawa teh hangat ke meja ustadz. Alhamdulillah belum terlambat.
“wadow kitabnya beloommm” ujarnya seraya menpuk jidat. Aku segera balik badan. Setengah berlari. Bahkan saat turun tangga pun, kecepatan langkah kakiku tak kukurangi. Hingga tiba-tiba lampu mati. Gelap dan....
GUBRAK.
Lampu hidup.
“Loh pit..ngapain kamu leyeh-leyeh di situ?” tanya anis sambil menahan tawa.
“jatoh dodol..sshhh..aduuuhhh” jawabku. Tawa anis meledak. Lama pula. Hingga akhirnya tawa itu pun berhenti. Aku yang tadinya sibuk memijat-mijat kaki yang cenut-cenut karena terkilir, kini menatap anis dan anis pun menatapku seraya menaik turunkan alisnya. Seakan memberi isyarat. Namun aku tak paham.
“kesel ngguyu?”tanyaku. Namun kali ini anis nyengir seraya menundukkan kepalanya ke arahku.
“Apa sih nis?”tanyaku lagi.

“ngapain ini duduk-duduk di sini? Ayo ke musholla, ngaji”suara berat itu membuat aku terkejut. Spontan aku menoleh ke asal suara dan tepat di belakangku berdirilah ustadz ganteng.
injeh ustadz..niki masih bersih-bersih anak tangga”jawabku asal. Lalu aku mengusap-usap anak tangga dengan tanganku.
‘aduuhh...mati aku’ gumamku dalam hati.
“bersih-bersih koq pakek tangan, ambil sapu sana. Selesai bersih-bersih langsung ngaji” kata ustadz. Ia lalu berjalan meninggalkanku yang malu bukan main. Sudah jatuh, bikin alasan begitu pula.
Setelah ustadz menghilang dari pandangan, akhirnya anis membantuku juga.
“bersih-bersih anak tangga ustadz...jawabanmuuu pit...bikin aku kudu ke kamar mandi aja, mules” kata anis sambil menahan tawa.
“aku bingung mau jawab apa...ah udah ah..jangan bilang siapa-siapa ya..maluuu”pintaku. Anis masih tersenyum bahagia. Sejak kejadian itu, si ustadz kenal daku dan anis.

1 tahun kemudian.
Ustadz ganteng nikah. Patah hatilah para santri. Termasuk daku.
Kami diundang di acara pernikahan ustadz. Karena jauh, kami sepakat untuk menyewa kendaraan menuju rumah ustadz. Sepanjang perjalanan, kami ditemani hujan yang cukup deras lalu menjadi gerimis saat tiba di rumah ustadz.
Aku dan anis berjalan paling depan. Kami berdua begitu semangat. Sejak kejadian waktu itu, kami akrab dengan ustadz. Ustadz serta istri sudah menunggu di depan pintu. Aku mempercepat langkah.
“assalamu’alaikum” ucapku saat akan menginjakkan kaki di teras rumah ustadz.
“wa’...” jawaban salam ustadz jadi tergantung. Karena mendengar suara.
GUBRAK
“aduuuuhhhh......” aku mengelus pantatku yang sakit karena terpeleset. Saking semangat, aku tak memperhatikan ada sedikit genangan air hujan di situ.
“selalu...senengnya ndlosor tiduran dimana-mana”kata anis sambil membantuku berdiri tentu saja disertai tawa. Begitu juga dengan kawan-kawan yang lain serta para tamu. Karena saat berdiri aku sempat melihat wajah-wajah mereka tersenyum melihatku.
‘hadeeeehhhhh...maluuuu’gumamku dalam hati.
“nggak apa-apa, orang yang jatuh di acara pernikahan itu tandanya akan dapet rejeki” kata si ustadz. Tidak nyambung memang, tapi aku hargai itu. Beliau berusaha menghiburku. Namun tentu saja gagal.
“nih...3 bungkusan buat kamu bawa pulang” si ustadz memberikan 3 kotak nasi beserta jajannya kepadaku. Mungkin ini maksud dari ‘akan dapat rejeki’.
‘hhhhh...duhai ustadz..andai saja kau tahu isi hatiku...bahwa aku benar-benar maluuuuuuu’

1 tahun kemudian.
Aku lulus sekolah juga mondok. Aku, anis serta kawan-kawan sekamar bersepakat untuk mengadakan acara perpisahan dengan jalan-jalan di mall terdekat. Tentu saja Mall Surabaya.
Waktu itu, kali pertama aku ke mall. Maka jadilah aku orang terkatrok di antara kawan-kawanku itu.
“loh kita mau naik itu?”tanyaku seraya menunjuk ke arah tangga berjalan alias ekskalator.
“iyalah..la wong kita mau ke bisokop”jawab dian.
“tangga nggak ada ya?”tanyaku.
“nggak ada..sini bareng aku” ajak susi seraya menggandeng lenganku.
“nanti aku kasih aba-aba ya...dihitungan ketiga kita langkahkan kaki kita bareng-bareng” lanjut susi.
“nih aku praktekkin” kata anis. Di susul mum. Lalu dian.
“oke..siap-siap ya..satu...”
“eh bentar sus,,,nunggu sepi dulu yaa..malu akuu”pintaku. Susi setuju.
 ..................
“nah sudah sepi..ayo..siap-siap ya..sa..tuu..du..a...tiga..ayo”
GUBRAK.
Jatuh lagi dengan sukses. Hhhhhhhhhh.


Ket:
1. leyeh-leyeh : duduk-duduk santai
2. ndlosor       : tidur-tiduran

10 comments:

  1. salam kenaaal mak...duuh..kok kayaknya hobi jatuh ya :)...aku juga kok sebenernya hehehe...btw, sukses GAnya yaa...cheers..

    ReplyDelete
    Replies
    1. liat ada yg koment dipostingan. rasanya suenengg poolll mak indah..#hadehhh ketahuan katrok dah..hehe,
      salam kenal jg mak...iya kali y mak, hobiii..tengkyu bwt do'anya mak indah..

      Delete
  2. mak..haha ngakak ngkik nih. yuuk main ke rumahku tapi nggak usah pake jatuh ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh-boleh..kpan yaaa???hehe..tengkyu mak ida ats kunjungannya di blog ane..do'akan ya, daku bs sekeren mak ida..: )

      Delete
  3. Hihi kayaknya perlu pakai pegangan biar gak jatuh mulu mbak. Hehhe

    Makasih ya mbak sudah ikutan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..kembali kasih mak nunu..tema giveaway nya mak nunu memang 'sesuatu'..berhasil membuat saya ngguya-ngguyu mengenang masa lalu... : )

      Delete
  4. hehehe...hobi jatuh atau gimana ya mak hehe

    Terdaftar!!!
    Terima kasih sudah mengikuti GA Silly Moment
    salam^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saking cerobohnya jd ya begitu itu mak HM Zwan, jatoh jatoh teruss, kalok jatoh (bangunnya) crhistina sih keren, jatuhnya saya???alamaakkk bikin maluu...#tutup wajah.
      Tengkyu mak HM Zwan ats kata "terdaftar"nya...#sambil komat kamit berdo'a berharap dpet hadiahnya...hehe

      Delete
  5. eh.;. baru sekarang aku ketemu dengan ustadzah yang blogger... keren nih ustadzah.. assalamu'alaikum.. hehehe

    antum mondok di jombang mana? tebuireng, tambak beras,atau....
    semoga menang GA nya ya.. cerita khas anak santriwati.. ngakak abis.. salam kenal ya dariku blogger kediri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daku dulu mondok di Darul Ulum mas bro..Oki doki salam kenal juga : )

      Delete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)