Thursday, August 21, 2014

Dlod Berawah, Pantai Cantik Tersembunyi di Pulau Bali



Dlod Berawah

Ceritanya nih, aku dan prends dalam masa iddah wisuda. What? Iddah?. Sambil nunggu wisuda kita berencana untuk jalan-jalan. Mulailah acara undi-mengundi. Dan undian jatuh kepada deng deng deng..saya.
Aku merekomendasi perjalanan menggunakan travel. Namun  wankawan memilih untuk menggunakan transportasi kereta api. Kelas ekonomi. Lebih murah. Malang-Banyuwangi cuma @ Rp. 19000. Waktu itu. 2010.
“daripada abis di ongkos, mending duitnya kita simpen, trus nanti kita bisa pakek soping soping di bali” usul kusun. Yang lain manggut-manggut.
Waktu itu, musim liburan, alhasil gerbong kereta jadi padetrapet. Namun demi bali, mau tidak dapat tempat duduk kek, bau burket dimana-mana kek, tak jadi masalah. Yang penting baliiiiiiii.
Kami tiba di pelabuhan ketapang sekitar 11.30 malam. Sepi sekali. Kalau sendiri sih bakal ngeri. Berhubung beramai-ramai, jadi santai ajee.
Biaya kapal Ferry, @ Rp. 6500.

Saat itu angin menderu-deru. Alhasil arus air tak lagi mendayu-dayu. Tapi jep-ajep. Geleng-geleng. Miring kanan miring kiri. Kami yang memang sudah kelelahan setelah terhimpit tergencet kurang lebih selama 11 jam, juga perut belum terisi. Maka jadilah kami sekumpulan gadis berkerudung terhuyung-huyung. Karena mabuk laut. Hanya 3 dari kami yang berjumlah 10 orang, tak tertular mabuk laut.
Yang nggak mabuk laut, pose-pose dulu.


1 setengah jam- 2 jam kemudian. Kapal pun berlabuh.
Senengnya bukan main.
Pemandangan saat si Ferry hendak bersandar

Kami menuju terminal. Dewi fortuna bersama kami. Pukul 4 pagi sudah ada bis antar kota satu-satunya yang nangkring di situ. Biasanya jam-jam segitu, sepi dari yang namanya bis.
Terakhir naik angkot gilimanuk-negara @ Rp. 7000. Total perjalanan menuju Negara-Bali adalah sebesar @32500.
Was wes was wes.
Tibalah akhirnya.
Di rumah saya. Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana.
Kawan-kawanku menyegerakan diri untuk segera beristirahat. Ada yang merebahkan badan. Duduk sembari mengobrol ngalor ngidul. Juga membersihkan diri alias mandi. Saat itu ada  salah satu kawanku yang mengaku perutnya mules, tapi susah buang air besar. Pikirku mungkin itu efek dari kelelahan.
Terkapar


Setelah istirahat selama seharian.
“priiittttttttttttt..kumpul kumpuulllllll”
Kami berkumpul. Lalu kutawarkan beberapa tempat pariwisata di negara. Ada pantai rening, pebuahan (kuliner aneka seafood), bendungan bener, dan lain-lain. Dan akhirnya jalan-jalan sore itu diputuskan untuk berkunjung ke pantai Dlod Brawah.
Sungai ijoe gading, pemandangan saat akan menuju ke Dlod Berawah

Pantai ini terletak di desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Di sini terdapat Taman Rekreasi Tirta Samudra. Tiket masuknya pun murah meriah. Rp. 3000. Namun bukan itu tujuan kami. Sore itu, kami ingin menikmati senja yang kelabu.
Patung Selamat Datang
Pantai Dlod Brawah memiliki pantai yang cukup luas dengan pasir berwarna hitam. Lembut. Ombak cukup besar. Satu lagi, bersih.

Di tepi pantainya, banyak pohon-pohon besar berjajar rindang. Menambah keelokan pantai ini.

Langitnya yang kelabu tak berhasil menyendukan kalbu. Malah menggebu-gebu untuk bergaya ini itu.
Begini

Juga Begini.

Pantai cantik ini memang masih belum terjamah wisatawan luar. Hanya beberapa wisatawan lokal saja yang mengunjunginya, itupun hanya sekedar bermain air di Tirta Samudra. Sepi serasa milik sendiri. Jadi mau berpose model apa saja, tak masalah.
Pose ala model

Atau
Pose ala boneka barbie #eh

Pose hendak buang sesuatu #ih

Selesai sudah. Mahgrib pun hampir tiba. Kami pun memutuskan untuk segera pulang ke rumahku. Istirahat sambil berbenah mempersiapkan tenaga serta kebutuhan untuk perjalanan esok hari. Berkeliling bali dengan ongkos murah sekali.
 
Cuci kaki dulu sebelum pulang
O ya mengenai kawanku yang susah buang besar itu, ternyata sehari sebelum balik ke malang, ia masih susah buang air besar, perutnya terasa penuh. Padahal di rumahku, buah-buahan pun telah tersedia. Entah kenapa kawanku itu masih susah buang air besar.
Aku pernah mengalami hal yang sama seperti kawanku. Waktu jalan-jalan ke pantai-pantai di pulau madura juga saat jalan-jalan ke Wisata Bahari Lamongan. Perut mules, serasa ingin buang air besar tapi susah nian. Mau berfoto pun rasanya sungguh tak enak. Hhhhh. 

Andai saja dulu aku tahu bahwa itu merupakan gejala panas dalam, mungkin aku akan segera bertindak tak diam saja menunggu ‘pasti tiba waktunya’. Andai saja aku tahu, ada minuman alami ‘Liang Teh Cap Panda’ yang bisa segera mengatasi panas dalam. Mungkin aku dulu tak akan berpose aneh begini.
Saya, Pose paling aneh, di pantai Lombang Madura

saya, baju merah, berpose gak jelas, wbl lamongan

Demikian cerita mbolangku bersama wankawan. Yang berkunjung ke Bali, naik Ferry, jangan lupa berkunjung ke tempat ini ya.

Sumber :


1 comment:

  1. mampir ke : http://mlgcoffee.com/2014/08/10/malang-destinasi-pantai-eksotis-yang-perawan/
    NICE ARTIKEL

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)