Agar Dapur Tetap Mengepul





Percakapan tersebut hampir terjadi di sebagian besar rumah tangga di Indonesia. Berdasarkan temuan dari Global Adult Tobacco Survey (2011) yang menyatakan bahwa sebanyak 61,4 juta orang dewasa di Indonesia yang masih merokok. Dari data GATS tersebut, ditemukan sebanyak 67,4 persen pria dewasa di Indonesia adalah perokok

Yang lebih mengkhawatirkan, Abdillah, Peneliti Lembaga Demografi FEUI, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa survei yang dilakukan pada 2009 menunjukkan pengeluaran untuk rokok pada rumah tangga termiskin yang ada perokoknya menempati urutan kedua.
"Pengeluaran untuk rokok hanya lebih kecil dari pengeluaran untuk makanan," ujarnya.
Pengeluaran untuk rokok itu mengalahkan 23 jenis pengeluaran lainnya seperti daging, buah-buahan maupun pendidikan dan kesehatan.
Rokok itu sendiri, menurut kamus besar bahasa Indonesia, merupakan gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nipah, kertas). Sedangkan merokok adalah mengisap rokok.
 
Sumber


Saya sempat bertanya kepada beberapa perokok di tempat tinggal saya mengenai alasan mereka mengkonsumsi rokok.
Perokok A berkata :"sumpek, stres, hilang mbak". 
Perokok B berkata : "kalau nggak ngerokok, mulut rasanya pahit mbak"
Perokok C menjawab :"Saya kalau ngerokok ya pas nyangkruk (nongkrong) sama temen-temen aja mbak, kan nggak enak kalau kita nggak ikutan ngerokok mbk "
"Ooo berarti karna gengsi to?" Tanyaku lagi.
"Bukan mbak, kalau nyangkruk itu biasanya mbak, ada yang naruh rokok di depan saya, masak mau saya sia-sia in, la wong gratis e mbak"
*tepuk jidat.
Begitulah beberapa alasan yang mereka lontarkan.
Sebenarnya apa sih yang terkandung dalam sebatang rokok hingga membuat perokok A berpendapat seperti itu?.
Di dalam rokok terdapat kandungan yang bernama nikotin. Nikotin mempengaruhi keseimbangan kimia pada otak, khususnya dopamine dan norepinephrine, cairan kimia otak yang mengendalikan rasa bahagia dan rileks. Ketika efek nikotin mulai bekerja, maka level mood dan konsentrasi pun akan berubah. Para perokok merasakan bahwa efek tersebut terasa nikmat dan menyenangkan. Padahal sesungguhnya nikotin ini merupakan zat adiktif yang lebih berbahaya dari narkoba. Kenapa?. Ketika terjadi ketidakseimbangan kimia di otak akibat jumlah dopamin dan norepinephrine yang berlebiham, otak mencoba untuk menyeimbangkannya. Sistem pertahanan otomatis ini akan mengeluarkan semacam kimiawi “anti-nikotin”. Cairan kimia “anti-nikotin” ini membuat seseorang merasa depresi, mood menurun, dan tidak tenang ketika tidak merokok. Keadaan ini menyebabkan seseorang ingin menghisap rokok untuk kembali meningkatkan mood dan menjadi rileks kembali.

Tidak cukup sampai disitu, masih ada beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam satu batang rokok. Apa saja itu ?
  1. Benzene merupakan petrokimia yang diipakai untuk men-dry clean pakaian.
  2. Arsenik adalah logam yang bisa meracuni darah dengan mudah.
  3. Tar yang sifatnya karsinogenik timbul ketika rokok dibakar.
  4. Formaldehida merupakan bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan mayat.
  5. Aseton merupakan bahan kimia yang terdapat pada penghilang cat kuku.
  6. Karbon monoksida adalah gas beracun yang bisa menempel pada sel darah merah serta mengganggu pengangkutan oksigen dalam darah sehingga menimbulkan kerusakan pada paru-paru serta berpotensi menyebabkan penyakit koroner.
  7. Aroma amonia bisanya tercium pada pembersih toilet.
  8. Kadmium merupakan satu diantara logam-logam bahan untuk membuat baterai.
  9. Nitrogen oksida hasil polutan udara dari Pabrik dan mobil
  10. Kromium adalah logam yang terbukti mengakibatkan kanker.
  11. Naftalena adalah bahan kapur barus yang berfungsi untuk mengusir serangga ataupun tikus dari pakaian.
  12. Hidrogen Sianida merupakan racun paling cepat di dunia.
  13. Timbal juga merupakan karsinogen.
  14. Kumarin adalah zat adiktif organik pada bahan tambahan ]makanan yang sekarang sudah dilarang oleh standar dunia.

Sebagaimana kandungan rokok yang telah disebutkan di atas. Maka zat-zat tersebut tentu saja akan membawa dampak bagi si perokok sendiri. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Sebenarnya masih banyak lagi bahaya rokok bagi kesehatan si perokok aktif itu sendiri , seperti dapat menyebabkan berbagai penyakit yaitu :
1. Penyakit jantung dan pembuluh darah
2. Pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosiis
3. Putus haid awal
4. Bronkitis
5. Batuk
6. Penyakit ulser peptik
7. Enfisima
8. Otot lemah
9. Penyakit gusi
10. Kerusakan mata
11. Kanker perut
12. Kanker usus dan rahim
13. Kanker mulut
14. Kanker esofagus
15. Kanker payudara
16. Kanker paru-paru
17. dan lain sebagainya

Dampak dari merokok tak hanya berimbas pada kesehatan si perokok saja. Tetapi juga pada orang-orang yang menghirup asap rokok atau disebut dengan perokok pasif. Penyakit yang akan menyerang perokok pasif dalam jangka waktu tertentu adalah
1. Penyakit jantung
2. Kanker paru-paru
3. Kematian dini
4. Bayi mati mendadak
5. Gangguan pernapasan
6. Sistem imun anak

Menurut data dari American Lung Association, setiap tahun ada sekitar 3.400 korban meninggal karena kanker paru-paru dan 70.000 nyawa melayang akibat penyakit jantung dari para perokok pasif. Jadi untuk perokok pasif, jauhi asap rokok dari perokok aktif.

Merokok tak hanya berdampak negatif bagi kesehatan. Merokok juga berdampak pada ekonomi keluarga. Tentu saja. Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna, malah digunakan untuk menciptakan asap beracun (merokok).

Fakta menunjukan bahwa kalangan yang paling banyak merokok justru dari masyarakat berpenghasilan rendah. Sama halnya dengan fakta yang saya temukan di desa tempat tinggal saya yang mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Penghasilan mereka pun tak diperoleh setiap bulan melainkan tergantung dari masa tanam dan waktu panen.
Saat saya belanja di warung terkadang saya sering memperhatikan rokok yang mereka konsumsi. Memang harganya tak mahal, harga rokok paling mahal yang dikonsumsi mereka sekitar Rp. 10.000,-/bungkus – Rp.12000,-/bungkus, dan untuk harga eceran berkisar sekitar seribu untuk satu batang rokok hingga Rp. 2000,- untuk 3 batang rokok, tergantung merknya. 
Kontras dengan para istri. Saya juga sempat bertemu dengan istri-istri dari para perokok pelanggan warung tersebut. Tak jarang mereka terkadang berhutang kepada si pemilik warung. Dan untuk membayar hutangnya, para istri bekerja sambilan tentunya setelah selesai mengerjakan tugas rumahnya. Mereka biasanya bekerja menjahit tas, meronce, membuat keripik pisang, terkadang juga ikut menjadi buruh sawah dan lain sebagainya
Miris memang. Si istri bekerja sambilan. Bahkan ia juga menyisihkan rasa malu untuk berhutang ke warung demi dapur tetap mengepul, demi perut anak-anak dan suami. Sementara suami asyik mengepulkan asapnya sendiri.

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Indonesia menyatakan konsumsi Rokok perhari = 1 bungkus = Rp. 10.000,-
Konsumsi rokok perbulan = 30 bungkus = Rp. 300.000,-
Konsumsi rokok pertahun = 360 bungkus = Rp. 360.0000,-
Maka konsumsi rokok per 10 tahun = 3600 bungkus = Rp. 36.000.000 hampir sama dengan biaya haji (biaya haji saat ini saja 33,79 juta),  dana pendidikan sekolah anak, renovasi rumah dan masih banyak keuntungan lainnya yang dapat diperoleh perokok jika ia benar-benar berhenti merokok.
 
Sumber

Namun apabila perokok tidak segera berhenti merokok, maka ia tidak hanya kehilangan kesempatan untuk melakukan ibadah haji dan tidak dapat mempersiapkan masa depan pendidikan anaknya. Malahan, ia akan mengeluarkan biaya untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan karena aktifitas merokoknya. Menurut Depkes, total biaya kesehatan yang dibelanjakan rakyat Indonesia dalam setahun untuk penyakit yang dikaitkan dengan tembakau berjumlah Rp. 15.4 triliun untuk pelayanan rawat inap dan Rp. 3.1 triliun untuk pelayanan rawat jalan.

Begitu banyak kerugian yang diakibatkan dari aktifitas merokok. Baik dari segi kesehatan juga ekonomi keluarga. Andai saja para perokok tersebut menghentikan aktifitas merokoknya, tentu saja akan ada banyak keuntungan dibalik itu semua.
1. Tentu saja kesehatannya lebih terjaga.
2. Begitu juga kesehatan orang-orang disekitarnya. Terutama anak-anak dan istri.
3. Penghasilan lebih terjaga dan terarah. Uang yang biasanya digunakan untuk membeli rokok, kini bisa digunakan  untuk mempersiapkan pendidikan anak. Misalnya dengan tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Saat ini banyak lembaga keuangan yang memiliki program tabungan pendidikan dan ada juga program asuransi pendidikan sebagaimana yang dimiliki oleh Sun Life Financial memiliki produk dan layanan Scholar in Safe yang hadir untuk membantu orang tua dalam mempersiapkan dana untuk setiap jenjang pendidikan yang akan dilalui oleh buah hati. Dengan Scholar in Safe, para orang tua dapat memastikan senyum cerah buah hati karena sejak dini  telah mempersiapkan kebutuhan biaya pendidikannya. Selain itu juga, untuk memudahkan nasabah, Sun Life Financial juga melakukan kerjasama dengan beberapa bank. Sehingga nasabah tidak perlu bingung atau repot jika ingin menabung sekaligus mempersiapkan dana pendidikan anak atau mempersiapkan dana masa tua. Karena bisa dilakukan di satu tempat.

Sungguh banyak hal positif yang diperoleh dari menghentikan candu merokok. Oleh sebab itu, teruntuk para suami bersikaplah bijak bagi diri sendiri dan keluarga. Bukan hanya istri yang harus Melek Financial, suami juga harus melakukan hal yang sama. Sebagai bentuk gotong royong, bersama-sama membangun sebuah keluarga bahagia yang bijak dalam menggunakan penghasilan. Terakhir, sedikit pesan untuk para suami yang masih merokok.

Wahai suami yang suka merokok
Berhenti menghisap rokokmu
Matikan puntung rokokmu
Bijaklah menggunakan penghasilanmu
Dengan begitu, kau akan melihat anak-anakmu tumbuh dengan sehat, riang dan optimis menatap masa depannya.
Dengan begitu, istrimu akan bangga padamu, karena berhasil menahkodai bahtera rumah tangga dan berlabuh di dermaga sakinah mawaddah warohmah amin.
 
Sumber




Referensi :
http://www.sunlife.co.id/indonesia?vgnLocale=in_ID








1000 Manfaat dari Gemar Menabung Sejak Dini



Hai Aku Ken. Anak dari Ayah Hakim dan Ibu Pipit. Usiaku 22 bulan. Aku adalah anak yang aktif loh. Aku suka berlari-lari kesana kemari. Naik turun meja kursi, dan suka mewarnai terutama mewarnai dinding, meja, kaosku, juga baju ibuku. Kata ibu, aku adalah anak yang tidak bisa diam. Memang benar itu. Begitu banyak yang ingin kulakukan dan ingin ku coba. Hanya saja, terkadang, ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan ibu. Seperti masuk kulkas. Karena kata ibuku, berbahaya.
Aku pernah mendapati wajah ibu yang sepertinya tengah kelelahan. Tapi ia paksakan untuk menemaniku bermain.
Tak hanya ibu yang lelah. Aku juga lelah loh. Hanya saja, lelahku tak nampak karena tertutupi dengan keingintahuanku yang tinggi. Tapi kalau aku sudah lelah sekali, tak ada lagi yang bisa ditutupi, karena badanku akan memanas layaknya api.
Untuk mengatasi hal itu. Ibu berinisiatif untuk membuatkan aku mainan yang sekiranya bisa mengurangi aktifitasku  yang menghabiskan banyak tenaga. Salah satunya adalah bermain memasukkan koin uang di lubang kecil. Pertama kali, aku sedikit kesusahan. Memasukkan uang logam ke lubang kecil tersebut. Namun ibu dengan sabar dan telaten mengajarkan aku. Hingga akhirnya pun aku bisa dan bahkan lancar memasukkan uang logam ke lubang kecil tersebut. Permainan ini membuat aku duduk diam dan fokus. Ibu berhasil membuatku duduk manis.
Terkadang, saat aku melakukan permainan ini, ibu menemaniku dengan mendendangkan lagu
bing beng bang
yok kita ke bank
bang bing bung
yok kita nabung
tang ting tung hey
jangan di hitung
tau tau nanti kita dapat untung’
Aku lalu menoleh ke ibu. Ingin mengatakan :"cukup bu cukup, suara ibu fals, bikin konsentrasiku hilang". Tapi apalah daya, aku belum pandai bicara. Alhasil ibu tak menggubris tatapanku. Beliau malah asyik bernyanyi lagi. Hadeehhhhh.
Kata ibu, permainanku ini, selain untuk melatih konsentrasiku dan  melatih motorikku, permainan ini juga merupakan trik ibu untuk memperkenalkanku dengan kegiatan menabung.
Apa itu menabung?.  Kata ibu yang bersumber dari kamus Bahasa Indonesia berarti menyimpan uang (dicelengan, pos, bank, dan sebagainya). Sedangkan menabung dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk dikumpulkan sebagai cadangan di hari depan. Kalau aku menyimpan uangku di celengan.
Ibu juga bercerita kepada ku, kalau mbah kakung dan mbah putri dulu juga mengajarkan ibu untuk gemar menabung sejak dini. Karena manfaatnya banyak sekali. Apa saja itu?.

Kata ibu, menabung melatih kita untuk pandai berhemat. Selain itu, menabung juga dapat mematangkan emosi kita. Koq bisa?. Kematangan emosi itu adalah suatu kondisi emosional seseorang dalam mencapai tingkat kedewasaan. Nah dengan menabung kita terlatih untuk tidak menghabiskan uang hanya sekedar menuruti nafsu, melainkan kita mnggunakan uang berdasarkan hal yang paling kita butuhkan. Menabung juga melatih analisis berpikir kita, untuk menentukan mana hal yang paling dibutuhkan dan mana yang belum terlalu dibutuhkan serta mana yang tidak dibutuhkan. Dua hal itu merupakan latihan untuk mematangkan emosional. Aku menoleh lagi kepada ibu, kali ini tatapan ku mengisyaratkan bahwa apa lagi manfaat menabung. Ibuku seakan paham dengan maksudku. Beliau pun berkata : "menabung juga membuat kita lebih produktif, kreatif dan inovatif lo le".
Aku mengangguk setuju. Ibuku yang memang suka berhemat ini, menurutku juga cukup kreatif. Beliau membuatkanku popok kain sebagai pengganti popok sekali pakai. Jadi uang untuk membeli popok sekali pakai bisa masuk ke tabungan selain itu juga mengurangi sampah pospak yang sulit didaur ulang. Beliau juga membuat sarung bantal cantik dari kaos ayah yang sudah tidak terpakai tapi masih bagus. Apalagi ya?. O iya ibu juga membuat sarung celana untukku dari kain sarung ayah yang sudah tidak dipakai ayah, karena robek. Dua jempol manisku untuk ibu.


Manfaat selanjutnya kata ibuku, menabung juga bisa dijadikan sebagai simpanan untuk antisipasi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diduga. Kemudian menabung bisa dijadikan sebagai bekal untuk masa depan. Misalnya, ibu dan ayah bercita-cita ingin menyekolahkanku ke luar negeri. Tentunya cita-cita tersebut membutuhkan banyak biaya. Jadi ibu dan ayah harus mulai menabung sejak aku di usia dini. Menabung untuk pendidikanku.
Saat ini banyak lembaga keuangan yang memiliki program tabungan pendidikan dan ada juga program asuransi pendidikan sebagaimana yang dimiliki oleh Sun Life Financial memiliki produk dan layanan Scholar in Safe yang hadir untuk membantu orang tua dalam mempersiapkan dana untuk setiap jenjang pendidikan yang akan dilalui oleh buah hati. Dengan Scholar in Safe, para orang tua dapat memastikan senyum cerah buah hati karena sejak dini  telah mempersiapkan kebutuhan biaya pendidikannya. Selain itu juga, untuk memudahkan nasabah, Sun Life Financial jugamelakukan kerjasama dengan beberapa bank. Sehingga nasabah tidak perlu bingung atau repot jika ingin menabung sekaligus mempersiapkan dana pendidikan anak atau mempersiapkan dana masa tua. Karena bisa dilakukan di satu tempat.

Aku tepuk tangan mendengarkan penjelasan ibu tentang manfaat menabung untuk diri sendiri dan keluarga.
"Eits masih ada lagi lo le manfaat menabung" kata ibu tiba-tiba. Membuatku menghentikan tepuk tanganku.
"Jika rakyat Indonesia gemar menabung, maka negara kita juga akan makmur"
Aku menatap ibu dengan sangat serius, karena ini membahas hal yang cukup serius, tentang kemakmuran negara Indonesia.
"Pak SBY, pernah bilang gini le, jika ada 40 juta orang menabung, jika masing-masing katakanlah atau rata-rata Rp. 100.000, maka ada tambahan tabungan dalam negeri 4 trilyun rupiah. Kalau terus bertambah tabungannya rata-rata 1 juta rupiah, maka di negara kita, ada tambahan tabungan domestik 40 trilyun, tentu itu sangat bermanfaat untuk kepentingan perekonomian, penyaluran kredit, termasuk kredit-kredit untuk rakyat kecil untuk usaha kecil. Nah begitu kata pak Presiden kita di acara gerakan indonesia menabung".
Wah, ternyata hanya dengan gemar menabung, Indonesia kita bisa makmur, hutang negara juga bisa luntur, kemiskinan hancur.
Begitu dahsyat manfaat menabung, apalagi jika dimulai sejak dini. Menanamkan gemar menabung sedini mungkin. Jadi tunggu apa lagi teman-teman, yuk kita menabung sejak usia dini.









Sumber referensi :




Mak Irit Versus Me


Mak irit hemat dikala sahur. Saya hemat saat buka puasa juga sahurnya. Gimana caranya?numpang di rumah tetangga. Hahaha. Kidding.

Kalau soal hemat irit no pelit, itu mah saya banget. Hampir sama dengan Mak irit. Saya malah dapet gratisan buka puasa plus sahurnya. Dan ini berlangsung nggak cuma sehari loh. Asoy dah.
Dimanakah saya mendapat santapan gratis buka puasa serta sahurnya?. Jreng jreng..di rumah mertua. Hahaha.
Saya beruntung, alhamdulillah, punya mertua dan adik-adik ipar yang baek. Dan yang paling utama adalah beruntung saya punya Si kecil Ken. Kehadirannya banyak menaburkan benih-benih gratisan buat emak dan bapaknya. Hahaha. Alhamdulillah.
Hampir setiap hari, kami, ditawari berbuka puasa di rumah mertua. Jarak rumah mertua dengan rumah kami memang tidak terlalu jauh. Sekitar 20 menit lah.
“Mbak, Nggak buka di rumah?” begitu sms adek ipar saya. Secepat kilat saya membalas.
“Oke meluncur”.
Dua hari kemudian.
“mbak ken ajak maen kesini, sekalian buka puasa disini” sms adek ipar. Saya pun segera membalas sms tersebut. Suami mah oke-oke saja.
Keesokannya lagi.
“mbak, ajak ken terawih di sini donk” sms si adek ipar.
“oke, nanti sebelum maghrib meluncur ke situ” balasku. Hatiku berbunga-bunga.
Trus begitu.
Tapi meskipun saya suka gratisan, saya juga masih punya rasa malu lah ya. Masa’ numpang buka puasa terus.
Sms masuk lagi.
“mbak, emak masak banyak nih, nggak ke rumah”. Kali ini saya nggak langsung membalas pesan tersebut. Jaim dikit donk. Hehe. Dengan posisi tangan tetap memegang hp. Saya menunggu waktu berlalu sekitar 30 menit saja.
Jari-jari tangan sdh siap mengetik kata "okee". 30 menit kemudian. Kata 'okee' pun terkirim. Kami meluncur lagi ke situ.
Menjelang H-10 hari raya. Kami semakin sering diajak buka puasa di rumah mertua. Mungkin karena kami, saya, ken dan suami akan mudik ke Bali. Saat pulang, buntelan lauk untuk sahur pun sudah nangkring di motor kami.
2 hari sebelum kami berangkat mudik. Saya mengajak ayah ken untuk membeli 6 bungkus bakso untuk dibawa ke rumah mertua. 4 untuk mertua dan adik-adik ipar. Dan dua lagi untuk kami.
Jika dihitung2, tentu saja harga 4 bungkus bakso tetap kalah dengan buka puasa dan sahur gratis hampir setiap hari di rumah mertua. Masih tetap hemat bin irit kan
. Hahaha.
Eh sekian dulu deh cerita saya mengamankan uang belanja.  Kalau nggak direm sekarang. Bisa kebablasan nih. Malu donk eikeh jadinya.



Kehilangan Cowok Matre, Tak Masalah Bagi Aye

Heemmm GA mak Argalitha benar-benar menguras es mosi. Melihat hati yang pernah retak dari kaca spion. Tapi nggak apa-apa deh. Demi pulsa. Ups maksud saya, demi berbagi cerita, berbagi pengalaman, dan berbagi pelajaran hidup.
Sedikit flashback.
Saya setuju dengan lirik lagu alm. Chrisye bahwa tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah.
Pertama kali saya mengenal cinta-cintaan mungkin saat smp kali ya dan mulai berani menjalin hubungan saat lulus SMA.
Kami menjalin hubungan cukup lama. Hampir 3 tahun. Ada marah, ada cemburu, ada rindu. Saat itu saya merasa dia adalah jodoh saya. Hati saya sdh begitu mantap. Tak lirik sana lirik sini. Padahal ssaat itu juga ada pria lain yang mendekati saya, dan pria itu adalah pria yang saya puja saat kelas 1 - 2 SMA. Tapi sedikitpun hati tak beralih dari cem-ceman saya itu. Haihai mungkin ini namanya cinta monyet yang buta, tai kucing rasa coklat. Iyaks.
Mendekati tahun ketiga kami menjalin hubungan. Tiba-tiba cem-ceman saya itu menghilang. Hp dimatikan. Saya coba menghubungi teman-temannya, pun tak ada yang tau keberadaannya.
2 minggu kemudian, cem-ceman saya itu menelpon saya, mengabarkan bahwa 2 hari lagi dia akan menikah. Seketika itu, saya merasa seperti tersambar petir. Cetarrrr..tarrrr..taaarrrrr.
Semangat langsung menghilang dari badan. Tapi itu tidak berlangsung lama.
Fainnama'al 'usri yusro...innama'al 'usri yusro...
Fainnama'al 'usri yusro.. innama'al 'usru yusro...
Sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan...bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. (Al-Insyirah:6-7)
Kemudahan apa yang saya peroleh :
1. Allah mempermudah saya menemukan 7 sahabat yang luar biasa. Hilang satu tumbuh 7.


2. Allah mempermudah saya menyelesaikan pendidikan sarjana.
Masih ada lagi, Allah memberikan bonus kepada saya yakni mengirimkan seorang pria baik untuk menjadi suami saya #ehm ehm..colek si Aa' Ginuk-ginuk.

Beberapa bulan setelah pernikahan cem-ceman saya itu, saya mendapat kabar bahwa cem-ceman saya itu menikah dengan gadis kaya. Mendengar kabar itu barulah saya sadar bahwa cem-ceman saya itu adalah cowok matre. Makan jarang bayar. Bensin saya yang beli dan pulsa pun selalu saya kirim. Bahkan uang saya yang ia pinjam dan katanya akan ia kembalikan, akhirnya raib begitu saja.

Saya bersyukur. Allah benar-benar menyelamatkan saya dari cowok matre.
Cowok matre..ke kali aje jadi santapan ikan lele. Hus hus.

Kalau dipikir-pikir sekarang, jadi terheran-heran sama diri sendiri. Koq bisa jatuh hati sama cowok model gitu. Hhhhhh. Ya sudahlah ya, yang penting sekarang sudah ada pangeran berkuda, si Aa’ Anteng.

Kata Mak Argalitha : " Jangan ratapi kehilanganmu, karena semua adalah semu ".


Sekian cerita kehilangan saya dan terima kasih.




Silaturahmi Berbuah Dua Garis Merah

Satu bulan setelah akad nikah. Saya telat datang bulan. Saya test, dan saya hamil. Senang sekaligus bersyukur. Begitu menikah saya sudah dititipkan janin oleh Allah SWT.

Sayangnya, titipan itu tak bertahan lama. 2 bulan kemudian, saya harus dikuret. Karena terjadi pendarahan terus menerus. Sedih sekali. Saking sedihnya, saya mengurung diri di rumah. Menghindar dari mendengar ucapan orang-orang yang menyatakan bahwa mereka turut bersedih atas apa yang saya alami. Kenapa menghindar? Karena ucapan-ucapan tersebut tidak berpengaruh apa-apa buat saya, malah membuat saya lebih down. Mungkin orang-orang mengucapkan perasaan simpati mereka dengan penuh ketulusan. Tapi entah kenapa, saat itu saya tidak bisa berpikir jernih.

Satu bulan setelah kuret, saya mulai bangkit. Tentu saja dengan dukungan penuh dari suami serta keluarga. Saya mulai rajin minum vitamin untuk menyuburkan kandungan dan mempersiapkan rahim agar segera bisa ditempati si calon buah hati lagi. Berusaha dan tak pernah berhenti berdo’a. Mengharapkan Allah segera memberikan kepercayaan lagi kepada kami, saya dan suami.

Satu bulan berlalu. Bulan itu masih datang. Dua bulan berlalu bulan itu juga masih hadir malah tepat pada waktunya.

Nah pada bulan kedua, tepatnya tanggal 12 Februari 2012. Saya pergi silaturahmi ke rumah salah satu kawan semasa kuliah. Sekaligus reuni temen-temen satu kontrakan dulu. Waktu itu ada kawan saya yang tengah hamil. Hal ini sempat membuat nuansa hati saya berubah suram. Saya berpikir mungkin jika saya tidak keguguran, kehamilan saya akan sama dengan kawan saya itu. Namun saya berusaha untuk tetap terlihat menikmati acara silaturrahmi tersebut. Menahan tangis sekuat tenaga.

Kami saling berbagi cerita dan canda tawa tentunya. Dan tibalah giliran saya yang bercerita, kawan-kawan serius menyimak. Lalu cerita saya tersebut diakhiri dengan do'a agar saya cepat hamil lagi.
Dan alhamdulillah
Terkabul.

Satu bulan setelah acara silaturrahmi plus reuni tersebut, saya dapat dua garis merah, yang berarti saya hamil. Saya pun segera salto.Ups. Maksud saya segera mengabarkan kabar gembira ini ke keluarga dan kawan-kawan tercinta. Do'apun terucap dari mereka semua. Alhamdulillah kehamilan saya yang kedua berjalan lancar. Hingga tepat di tanggal 12 Nopember 2012 lahirlah putra pertama saya, Ken Al Fatih. Alhamdulillah wa Syukurillah. : )




"Karena Hp Bapak, Membuat aku tahu yang seharusnya tak boleh ku tahu"

Sumber

Lebaran kemarin saya mudik ke Bali. Cukup lama sekitar 25 hari. Tertunda karena my mom terkena musibah. Kakinya terkilir yang membuatnya tak dapat berjalan.
Terkilir sehabis ngajar di sekolah.
Usia ibuk yang sudah cukup tua membuatnya sedikit ceroboh. Sering terjatuh. Meskipun begitu ia masih begitu semangat mengajar murid-muridnya.
Yak, ibuk saya ini adalah seorang guru SD. Ditugaskan kepala sekolah untuk mengajar siswa kelas 1 dan 2.
Saya pernah beberapa kali ikut ibuk ke sekolah. Sering saya jumpai murid-murid ibuk yang masih sering ngompol, atau yang mogok nulis, atau yang nggak boleh jauh sama emaknya alhasil emaknya ikut duduk di dalam kelas, atau yang sukanya tiduran di lantai, bahkan ada juga yang masih bawa botol 'dot' susu.
Kalau saya jadi ibuk, mungkin udah kabur.
Tingkah pola murid-murid, terutama murid kelas 1 SD, benar-benar menguji kesabaran, ketelatenan.
Begitulah sekilas info tentang murid-murid ibuk saya.
Yang akan saya bahas di sini adalah cerita ibuk saya.
Saat istirahat, ibuk jarang sekali berada di kantor. Ia menghabiskan waktu istirahatnya di dalam kelas, karena murid-muridnya butuh pengawasan ekstra. Atau terkadang juga ia duduk-duduk di kantin sekolah. Lagi-lagi untuk mengawasi murid-murid.
Kali ini cerita ibu begitu mengejutkan saya. Beliau berkata : "tadi mbak, waktu ibuk di kantin, ibuk denger si 'anu', salah satu murid ibuk di kelas 2 mbak, bicara jorok, horno-horno gitu, langsung aja ibuk panggil, ibuk tanya, tau horno-horno itu dari mana, dari siapa?"
"Trus jawabannya gimana buk?" tanyaku antusias
"dari hp bapaknya"
"trus gimana buk?"
"ya besok bapaknya ibuk suruh ke sekolah"
"iya buk, perlu ditindaklanjuti sesegera mungkin buk"
Me, ibuk tercinta, sepupu. 


Di sekolah sudah full pengawasan, malah di rumah kecolongan.Saya terkejut betul mendengar cerita ibuk.
Andai saja hal itu luput dari pengawasan ibuk saya selaku guru si anak. Andai saja si orang tua, terutama si bapak pemilik hp, tidak peduli dengan akibat yang akan dialami anaknya yang mungkin saja, kelak dapat berpengaruh ke masa depan si anak. Atau bahkan si bapak tidak menggubris surat panggilan dari sekolah. Bagaimana jadinya si anak tadi. Dia masih begitu murni untuk dimasuki hal-hal yang seharusnya tidak boleh ia ketahui.Anak seusia itu, seharusnya bermain, belajar.
Anak kecil yang menonton video P*rn* akan berakibat fatal. Menurut Mark B Kastleman, psikolog khusus penanganan bagi korban pornografi:
• Anak dan remaja memiliki mental model porno atau perpustakaan porno yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja
• Menyebakan kerusakan otak permanen: Visual Crack Cocain/Erototoksin)
• Anak yang belum baligh bisa menjadi pecandu pornografi seumur hidup sehingga iman akan rusak dan terkikis.
• 5 bagian otak bisa rusak : Orbito frontal midfrontal, Insula hippocampus temporal, Nucleus accumbers patumen, Cingalute dan Cerebellum.

Memang benar bahwasanya rumah, sekolah, dan lingkungan menentukan masa depan anak. Ke tiga faktor tersebut harus saling bekerja sama dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya pandai, tapi juga bermoral.


Sumber referensi :
http://posyandu.org/penegakan-hukum-a-keadilan-bagi-anak-indonesia-terhadap-peredaran-materi-pornografi-ariel-peterpan.html

Sekolah Hutan, Sekolah Pantai, Sekolah Gunung, adalah Sekolah-sekolah Impian Saya

Sekilas tentang sekolah saya.
Saya bersekolah di Madrasah aliyah negeri darul ulum rejoso peterongan jombang. Sekolah plus mondok. Kata bapak :”Ilmu umum dapet, ilmu agama juga dapet”. Ini adalah sekolah saya yang jaraknya paling jauh dari rumah. Butuh waktu kurang lebih 10 jam dengan naik bis malam untuk mencapai rumah saya yang terletak di Negara Jembrana Bali.
Banyak hal yang saya peroleh dari ‘sekolah merantau’ ini. Para guru yang menyenangkan membuat saya menguasai beberapa materi ilmu umum dan agama. Selain itu, aya juga banyak kawan. Kawan dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menambah pengetahuan saya tentang berbagai bahasa daerah, tingkah pola, tradisi, juga tempat wisata khususnya di sekitar jawa timur. Saya sering diajak kawan-kawan kalau mereka pulang kampung. Lumayan dapat pemandu wisata gratis, tempat tinggal gratis, makan gratis, dan jalan-jalan gratis. Alhamdulillah. Dan yang paling utama saya lebih mandiri. Mengatasi masalah sendiri. Baik masalah mengatur uang bulanan dari orang tua. Masalah dengan sesama teman, dan lain sebagainya.
Setelah lulus, saya ingin merantau lagi ke Jakarta. Ingin lanjut ke bidang seni. Tapi kata bapak saya :
“jurusan IPA koq mau ke Seni, nih liat nilai rapor kamu, MTK Fisika Kimia semuanya bagus-bagus, lagipula jauh, jawa timur saja sudah jauhnya kayak gitu, apalagi jakarta, bagaimana bapak bisa nyambangi kamu (mengunjungi)”.
Okelah, akhirnya saya ikut saran bapak untuk masuk jurusan MTK di salah satu PTN di Jawa Timur.
Keputusan bapak tentunya membawa efek samping buat saya. Saya rajin kuliah dan saya paham dengan materi kuliah. Tapi itu semua hanya sekedar saja. Tidak ada niat untuk mengeksplorasi ilmu MTK lebih dalam. Alhasil IPK saya pun hanya cukup di kata “memuaskan”.



Berbekal dengan pengalaman saya tersebut. Saya bermimpi untuk memiliki atau adalah sekolah di daerah-daerah yang menjadi tempat anak-anak di daerah tersebut untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
Misalnya. Sekolah Pantai, Siswa-siswanya ya anak-anak yang tinggal di sekitar pantai. Di sekolah tersebut, akan ditanamkan mengenai cinta kepada lingkungan tempat tinggal mereka, mengenai akhlak yang baik dan beberapa hal dasar lainnya. Ini untuk pendidikan anak usia dini. Selanjutnya sekolah akan memetakan bakat dan minat para siswa. Siswa yang berbakat di bidang tata boga akan dibantu dan diarahkan untuk membuat inovasi-inovasi masakan dengan cita rasa lokal hingga internasional. Lalu siswa yang berbakat di bidang sains, akan dibantu dan diarahkan untuk menemukan ide-ide kreatif yang bersumber pada pengetahuan yang mereka pelajari. Yang mana ide kreatif tersebut dapat digunakan untuk para warga. Seperti membuat alat untuk mengubah air asin menjadi air bersih. Tentunya alat tersebut dapat terwujud dengan bantuan siswa yang berbakat di bidang teknisi. Kemudian yang suka main air, akan diarahkan untuk menjadi atlet renang, surfer atau polisi pantai yang bertugas menjaga pantai berikut dengan kelestarian di dalam pantai tersebut. Seperti makhluk hidup, juga terumbu-terumbu karang. Jadi tidak ada lagi nelayan yang menggunakan bom ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tidak ada lagi yang merusak mencuri terumbu karang dan lain sebagainya.
Sumber

Siswa yang berminat di bidang kesehatan, akan diberikan ilmu seputar kesehatan. Sehingga siswa tersebut akan membantu mengkampanyekan hidup sehat dan bersih. Dan apabila sudah jadi ahli mereka dapat membantu ibu-ibu yang melahirkan, nelayan yang terluka, dan anak-anak kecil yang demam atau diare. Paling tidak, mereka bisa melakukan tindakan awal penyelamatan. Siswa yang berbakat di bidang seni, akan dibantu dan diarahkan untuk menghasilkan karya-karya seni luar biasa. Siswa yang pandai di bidang bahasa, ilmu komunikasi, dan sosial, akan dibantu mengembangkan keahliannya. Sehingga apabila mereka sudah menjadi ahli nanti, dapat membantu pemerintah daerah untuk mempromosikan wisata di tempat tinggal mereka. Siswa yang suka IT, akan dibimbing untuk mengetahui lebih dalam tentang IT. Jika sudah ahli nanti, dapat bekerja sama dengan siswa ahli komunikasi, bahasa, dan ilmu sosial dalam rangka mempromosikan wisata pantai yang berlokasi di tempat tinggal mereka hingga ke manca negara. Dengan begitu, daerah tersebut akan maju dalam segi ekonomi. Di susul dengan pendidikan dan kesehatan. Tanpa menunggu, mengharap-harap bantuan ini itu dari pemerintah pusat. Lebih mandiri.
Intinya adalah, Sekolah yang beradaptasi dengan Karakteristik Lingkungan. Sekolah tahu apa yang paling dibutuhkan lingkungan tersebut, dan bagaimana memajukan lingkungan tersebut. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga berdasarkan hal itulah, para siswa akan dididik, dibimbing, diarahkan. 

Sumber
Andai saja sekolah itu benar –benar ada, tak hanya sekolah pantai, sekolah hutan, sekolah sawah, sekolah kebun, dan lain sebagainya. Mungkin Indonesia akan memiliki ratusan anak muda yang ahli dibidangnya, yang berkomitmen untuk memajukan tempat tinggalnya, dan bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggalnya. Luar biasa.
Itu mimpi saya. Juga suami (Setelah saya provokasi). Dan saat ini menjadi misi keluarga saya. Siapa saja yang membaca tulisan saya ini, saya mohon bantuan do’anya. Semoga Allah mewujudkan mimpi saya untuk kemajuan bangsa indonesia ini. Entah mimpi itu, nantinya, diwujudkan oleh Allah melalui perantara saya, pemerintah, atau para pembaca. Siapa saja. Demi Indonesia yang Lebih Baik. Semangaaatttttt !!!.
  
 Terima kasih kepada mak Arin Murtiyarini, yang sudah membuat tema GA yang begitu menarik. 





Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Mengulas Berbagai Manfaat dan Penggunaan Popok Confidance

Jadi beberapa waktu yang lalu, emak curhat kalau belakangan ini beliau susah sekali berjalan terutama setelah tidur. Menurut dokter, hal in...