Monday, September 29, 2014

Agar Dapur Tetap Mengepul





Percakapan tersebut hampir terjadi di sebagian besar rumah tangga di Indonesia. Berdasarkan temuan dari Global Adult Tobacco Survey (2011) yang menyatakan bahwa sebanyak 61,4 juta orang dewasa di Indonesia yang masih merokok. Dari data GATS tersebut, ditemukan sebanyak 67,4 persen pria dewasa di Indonesia adalah perokok

Yang lebih mengkhawatirkan, Abdillah, Peneliti Lembaga Demografi FEUI, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa survei yang dilakukan pada 2009 menunjukkan pengeluaran untuk rokok pada rumah tangga termiskin yang ada perokoknya menempati urutan kedua.
"Pengeluaran untuk rokok hanya lebih kecil dari pengeluaran untuk makanan," ujarnya.
Pengeluaran untuk rokok itu mengalahkan 23 jenis pengeluaran lainnya seperti daging, buah-buahan maupun pendidikan dan kesehatan.
Rokok itu sendiri, menurut kamus besar bahasa Indonesia, merupakan gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nipah, kertas). Sedangkan merokok adalah mengisap rokok.
 
Sumber


Saya sempat bertanya kepada beberapa perokok di tempat tinggal saya mengenai alasan mereka mengkonsumsi rokok.
Perokok A berkata :"sumpek, stres, hilang mbak". 
Perokok B berkata : "kalau nggak ngerokok, mulut rasanya pahit mbak"
Perokok C menjawab :"Saya kalau ngerokok ya pas nyangkruk (nongkrong) sama temen-temen aja mbak, kan nggak enak kalau kita nggak ikutan ngerokok mbk "
"Ooo berarti karna gengsi to?" Tanyaku lagi.
"Bukan mbak, kalau nyangkruk itu biasanya mbak, ada yang naruh rokok di depan saya, masak mau saya sia-sia in, la wong gratis e mbak"
*tepuk jidat.
Begitulah beberapa alasan yang mereka lontarkan.
Sebenarnya apa sih yang terkandung dalam sebatang rokok hingga membuat perokok A berpendapat seperti itu?.
Di dalam rokok terdapat kandungan yang bernama nikotin. Nikotin mempengaruhi keseimbangan kimia pada otak, khususnya dopamine dan norepinephrine, cairan kimia otak yang mengendalikan rasa bahagia dan rileks. Ketika efek nikotin mulai bekerja, maka level mood dan konsentrasi pun akan berubah. Para perokok merasakan bahwa efek tersebut terasa nikmat dan menyenangkan. Padahal sesungguhnya nikotin ini merupakan zat adiktif yang lebih berbahaya dari narkoba. Kenapa?. Ketika terjadi ketidakseimbangan kimia di otak akibat jumlah dopamin dan norepinephrine yang berlebiham, otak mencoba untuk menyeimbangkannya. Sistem pertahanan otomatis ini akan mengeluarkan semacam kimiawi “anti-nikotin”. Cairan kimia “anti-nikotin” ini membuat seseorang merasa depresi, mood menurun, dan tidak tenang ketika tidak merokok. Keadaan ini menyebabkan seseorang ingin menghisap rokok untuk kembali meningkatkan mood dan menjadi rileks kembali.

Tidak cukup sampai disitu, masih ada beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam satu batang rokok. Apa saja itu ?
  1. Benzene merupakan petrokimia yang diipakai untuk men-dry clean pakaian.
  2. Arsenik adalah logam yang bisa meracuni darah dengan mudah.
  3. Tar yang sifatnya karsinogenik timbul ketika rokok dibakar.
  4. Formaldehida merupakan bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan mayat.
  5. Aseton merupakan bahan kimia yang terdapat pada penghilang cat kuku.
  6. Karbon monoksida adalah gas beracun yang bisa menempel pada sel darah merah serta mengganggu pengangkutan oksigen dalam darah sehingga menimbulkan kerusakan pada paru-paru serta berpotensi menyebabkan penyakit koroner.
  7. Aroma amonia bisanya tercium pada pembersih toilet.
  8. Kadmium merupakan satu diantara logam-logam bahan untuk membuat baterai.
  9. Nitrogen oksida hasil polutan udara dari Pabrik dan mobil
  10. Kromium adalah logam yang terbukti mengakibatkan kanker.
  11. Naftalena adalah bahan kapur barus yang berfungsi untuk mengusir serangga ataupun tikus dari pakaian.
  12. Hidrogen Sianida merupakan racun paling cepat di dunia.
  13. Timbal juga merupakan karsinogen.
  14. Kumarin adalah zat adiktif organik pada bahan tambahan ]makanan yang sekarang sudah dilarang oleh standar dunia.

Sebagaimana kandungan rokok yang telah disebutkan di atas. Maka zat-zat tersebut tentu saja akan membawa dampak bagi si perokok sendiri. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Sebenarnya masih banyak lagi bahaya rokok bagi kesehatan si perokok aktif itu sendiri , seperti dapat menyebabkan berbagai penyakit yaitu :
1. Penyakit jantung dan pembuluh darah
2. Pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosiis
3. Putus haid awal
4. Bronkitis
5. Batuk
6. Penyakit ulser peptik
7. Enfisima
8. Otot lemah
9. Penyakit gusi
10. Kerusakan mata
11. Kanker perut
12. Kanker usus dan rahim
13. Kanker mulut
14. Kanker esofagus
15. Kanker payudara
16. Kanker paru-paru
17. dan lain sebagainya

Dampak dari merokok tak hanya berimbas pada kesehatan si perokok saja. Tetapi juga pada orang-orang yang menghirup asap rokok atau disebut dengan perokok pasif. Penyakit yang akan menyerang perokok pasif dalam jangka waktu tertentu adalah
1. Penyakit jantung
2. Kanker paru-paru
3. Kematian dini
4. Bayi mati mendadak
5. Gangguan pernapasan
6. Sistem imun anak

Menurut data dari American Lung Association, setiap tahun ada sekitar 3.400 korban meninggal karena kanker paru-paru dan 70.000 nyawa melayang akibat penyakit jantung dari para perokok pasif. Jadi untuk perokok pasif, jauhi asap rokok dari perokok aktif.

Merokok tak hanya berdampak negatif bagi kesehatan. Merokok juga berdampak pada ekonomi keluarga. Tentu saja. Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna, malah digunakan untuk menciptakan asap beracun (merokok).

Fakta menunjukan bahwa kalangan yang paling banyak merokok justru dari masyarakat berpenghasilan rendah. Sama halnya dengan fakta yang saya temukan di desa tempat tinggal saya yang mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Penghasilan mereka pun tak diperoleh setiap bulan melainkan tergantung dari masa tanam dan waktu panen.
Saat saya belanja di warung terkadang saya sering memperhatikan rokok yang mereka konsumsi. Memang harganya tak mahal, harga rokok paling mahal yang dikonsumsi mereka sekitar Rp. 10.000,-/bungkus – Rp.12000,-/bungkus, dan untuk harga eceran berkisar sekitar seribu untuk satu batang rokok hingga Rp. 2000,- untuk 3 batang rokok, tergantung merknya. 
Kontras dengan para istri. Saya juga sempat bertemu dengan istri-istri dari para perokok pelanggan warung tersebut. Tak jarang mereka terkadang berhutang kepada si pemilik warung. Dan untuk membayar hutangnya, para istri bekerja sambilan tentunya setelah selesai mengerjakan tugas rumahnya. Mereka biasanya bekerja menjahit tas, meronce, membuat keripik pisang, terkadang juga ikut menjadi buruh sawah dan lain sebagainya
Miris memang. Si istri bekerja sambilan. Bahkan ia juga menyisihkan rasa malu untuk berhutang ke warung demi dapur tetap mengepul, demi perut anak-anak dan suami. Sementara suami asyik mengepulkan asapnya sendiri.

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Indonesia menyatakan konsumsi Rokok perhari = 1 bungkus = Rp. 10.000,-
Konsumsi rokok perbulan = 30 bungkus = Rp. 300.000,-
Konsumsi rokok pertahun = 360 bungkus = Rp. 360.0000,-
Maka konsumsi rokok per 10 tahun = 3600 bungkus = Rp. 36.000.000 hampir sama dengan biaya haji (biaya haji saat ini saja 33,79 juta),  dana pendidikan sekolah anak, renovasi rumah dan masih banyak keuntungan lainnya yang dapat diperoleh perokok jika ia benar-benar berhenti merokok.
 
Sumber

Namun apabila perokok tidak segera berhenti merokok, maka ia tidak hanya kehilangan kesempatan untuk melakukan ibadah haji dan tidak dapat mempersiapkan masa depan pendidikan anaknya. Malahan, ia akan mengeluarkan biaya untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan karena aktifitas merokoknya. Menurut Depkes, total biaya kesehatan yang dibelanjakan rakyat Indonesia dalam setahun untuk penyakit yang dikaitkan dengan tembakau berjumlah Rp. 15.4 triliun untuk pelayanan rawat inap dan Rp. 3.1 triliun untuk pelayanan rawat jalan.

Begitu banyak kerugian yang diakibatkan dari aktifitas merokok. Baik dari segi kesehatan juga ekonomi keluarga. Andai saja para perokok tersebut menghentikan aktifitas merokoknya, tentu saja akan ada banyak keuntungan dibalik itu semua.
1. Tentu saja kesehatannya lebih terjaga.
2. Begitu juga kesehatan orang-orang disekitarnya. Terutama anak-anak dan istri.
3. Penghasilan lebih terjaga dan terarah. Uang yang biasanya digunakan untuk membeli rokok, kini bisa digunakan  untuk mempersiapkan pendidikan anak. Misalnya dengan tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Saat ini banyak lembaga keuangan yang memiliki program tabungan pendidikan dan ada juga program asuransi pendidikan sebagaimana yang dimiliki oleh Sun Life Financial memiliki produk dan layanan Scholar in Safe yang hadir untuk membantu orang tua dalam mempersiapkan dana untuk setiap jenjang pendidikan yang akan dilalui oleh buah hati. Dengan Scholar in Safe, para orang tua dapat memastikan senyum cerah buah hati karena sejak dini  telah mempersiapkan kebutuhan biaya pendidikannya. Selain itu juga, untuk memudahkan nasabah, Sun Life Financial juga melakukan kerjasama dengan beberapa bank. Sehingga nasabah tidak perlu bingung atau repot jika ingin menabung sekaligus mempersiapkan dana pendidikan anak atau mempersiapkan dana masa tua. Karena bisa dilakukan di satu tempat.

Sungguh banyak hal positif yang diperoleh dari menghentikan candu merokok. Oleh sebab itu, teruntuk para suami bersikaplah bijak bagi diri sendiri dan keluarga. Bukan hanya istri yang harus Melek Financial, suami juga harus melakukan hal yang sama. Sebagai bentuk gotong royong, bersama-sama membangun sebuah keluarga bahagia yang bijak dalam menggunakan penghasilan. Terakhir, sedikit pesan untuk para suami yang masih merokok.

Wahai suami yang suka merokok
Berhenti menghisap rokokmu
Matikan puntung rokokmu
Bijaklah menggunakan penghasilanmu
Dengan begitu, kau akan melihat anak-anakmu tumbuh dengan sehat, riang dan optimis menatap masa depannya.
Dengan begitu, istrimu akan bangga padamu, karena berhasil menahkodai bahtera rumah tangga dan berlabuh di dermaga sakinah mawaddah warohmah amin.
 
Sumber




Referensi :
http://www.sunlife.co.id/indonesia?vgnLocale=in_ID








24 comments:

  1. komiknya bagus mak, sukses buat lombanya.. kukira tadi iklan rokok hehe gagal fokus ternyata lomba Sunlife hihi..

    ReplyDelete
  2. Makasih mak, amin, sukses jg buat mak Susan ya, : )

    ReplyDelete
  3. Rokok dicaci tapi juga dicari ya. Daripada buat beli rokok mending buat bayar premi asuransi ya mak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul itu mak ika, masa depan lebih terjamin, insya Allah. makasih kunjungannya mak ika, : )

      Delete
  4. Hahaha... kartunnya itu jleeeebb banget. Bukan curcol kan mak? #eh
    Tapi memang yaa... rokok itu duuuuh bikin kezelll maksimal.
    Perusahaan rokok selalu berdalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dll, padahal in fact malah bikin masyarakat terperosok di jurang kemiskinan. Huh!
    Eniwei, saya ini mantan karyawan pabrik rokok loh. Alhamdulillah, udah tobat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. idem mak, kalau diperjalan trus nyium bau rokok, rasanyaaaaa,mabuk mabuk mabuk mabuuuk rokok *sambil nyanyidangdut.
      Makasih kunjungannya ya mak nurul : )

      Delete
  5. Mantaps! Daripada duit dibeliin rokok mending diinvestasikan atau dibuat jadi bayar premi asuransi. Kan jadi berguna...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1000 buat mak eka. Makasih kunjungannya mak : )

      Delete
  6. sukses untuk lombanya, Mak.

    suami saya perokok, tapi ya alasannya emang banyak pas disuruh berhenti. Saya sampe bosen :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, makasih do'anya ya mak. Kasih permen anti rokok mak, abis makan tu permen, trus kalau mau ngerokok, jadi eneg. Kata tv si gitu mak,hehe. Makasih kunjungannya ya mak : )

      Delete
  7. Waah kartunya keren banget maaak *gagalfokus*
    sukses ngontesnyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. makasih doa dan kunjungannya ya mak, : )

      Delete
  8. Setujuuuuu, mending duitnya buat asuransi yang jelas lebih bermanfaat.
    Rokok udah bikin sakit, uang dibakar pula :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp, betul itu mak. Makasih kunjungannya mak indah : )

      Delete
  9. Jleb..banget artikelnya..secara saya memang anti rokok namun sangat menyebalkan ketika memberitahu org yg merokok di tempat umum karna merasa tdk nyaman justru si perokok marah2

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, saya biasanya kalau nemu org ngerokok deket saya, langsung sy kibas-kibasin tu asep rokok, trus sy tutupin juga hidungnya, eeeehh yg punya asep malah nggak peduli..hadehhhh : (
      Makasih kunjungannya ya mak : )

      Delete
  10. Ilustrasine mantaabbbb...

    Sukses lombanya yaa aku malah belum bikin huhuhuhu

    ReplyDelete
  11. Miris Mak klo liat orang yang dari segi ekonomi keliatan (maaf) susah banget, tapi rokok ga pernah absen tiap hari, kan eman-eman, mending beli beras

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul itu mak heni, duit 400rb cm habis buat kebal kebul, capek deh, mending di tabung atau buat asuransi.

      Delete
  12. Kasian kitaa deh... jadi perokok pasif.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yupp, betul itu.jd perokok pasif lebih bahaya drpd perokok aktif,

      Delete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)