Monday, September 1, 2014

"Karena Hp Bapak, Membuat aku tahu yang seharusnya tak boleh ku tahu"

Sumber

Lebaran kemarin saya mudik ke Bali. Cukup lama sekitar 25 hari. Tertunda karena my mom terkena musibah. Kakinya terkilir yang membuatnya tak dapat berjalan.
Terkilir sehabis ngajar di sekolah.
Usia ibuk yang sudah cukup tua membuatnya sedikit ceroboh. Sering terjatuh. Meskipun begitu ia masih begitu semangat mengajar murid-muridnya.
Yak, ibuk saya ini adalah seorang guru SD. Ditugaskan kepala sekolah untuk mengajar siswa kelas 1 dan 2.
Saya pernah beberapa kali ikut ibuk ke sekolah. Sering saya jumpai murid-murid ibuk yang masih sering ngompol, atau yang mogok nulis, atau yang nggak boleh jauh sama emaknya alhasil emaknya ikut duduk di dalam kelas, atau yang sukanya tiduran di lantai, bahkan ada juga yang masih bawa botol 'dot' susu.
Kalau saya jadi ibuk, mungkin udah kabur.
Tingkah pola murid-murid, terutama murid kelas 1 SD, benar-benar menguji kesabaran, ketelatenan.
Begitulah sekilas info tentang murid-murid ibuk saya.
Yang akan saya bahas di sini adalah cerita ibuk saya.
Saat istirahat, ibuk jarang sekali berada di kantor. Ia menghabiskan waktu istirahatnya di dalam kelas, karena murid-muridnya butuh pengawasan ekstra. Atau terkadang juga ia duduk-duduk di kantin sekolah. Lagi-lagi untuk mengawasi murid-murid.
Kali ini cerita ibu begitu mengejutkan saya. Beliau berkata : "tadi mbak, waktu ibuk di kantin, ibuk denger si 'anu', salah satu murid ibuk di kelas 2 mbak, bicara jorok, horno-horno gitu, langsung aja ibuk panggil, ibuk tanya, tau horno-horno itu dari mana, dari siapa?"
"Trus jawabannya gimana buk?" tanyaku antusias
"dari hp bapaknya"
"trus gimana buk?"
"ya besok bapaknya ibuk suruh ke sekolah"
"iya buk, perlu ditindaklanjuti sesegera mungkin buk"
Me, ibuk tercinta, sepupu. 


Di sekolah sudah full pengawasan, malah di rumah kecolongan.Saya terkejut betul mendengar cerita ibuk.
Andai saja hal itu luput dari pengawasan ibuk saya selaku guru si anak. Andai saja si orang tua, terutama si bapak pemilik hp, tidak peduli dengan akibat yang akan dialami anaknya yang mungkin saja, kelak dapat berpengaruh ke masa depan si anak. Atau bahkan si bapak tidak menggubris surat panggilan dari sekolah. Bagaimana jadinya si anak tadi. Dia masih begitu murni untuk dimasuki hal-hal yang seharusnya tidak boleh ia ketahui.Anak seusia itu, seharusnya bermain, belajar.
Anak kecil yang menonton video P*rn* akan berakibat fatal. Menurut Mark B Kastleman, psikolog khusus penanganan bagi korban pornografi:
• Anak dan remaja memiliki mental model porno atau perpustakaan porno yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja
• Menyebakan kerusakan otak permanen: Visual Crack Cocain/Erototoksin)
• Anak yang belum baligh bisa menjadi pecandu pornografi seumur hidup sehingga iman akan rusak dan terkikis.
• 5 bagian otak bisa rusak : Orbito frontal midfrontal, Insula hippocampus temporal, Nucleus accumbers patumen, Cingalute dan Cerebellum.

Memang benar bahwasanya rumah, sekolah, dan lingkungan menentukan masa depan anak. Ke tiga faktor tersebut harus saling bekerja sama dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya pandai, tapi juga bermoral.


Sumber referensi :
http://posyandu.org/penegakan-hukum-a-keadilan-bagi-anak-indonesia-terhadap-peredaran-materi-pornografi-ariel-peterpan.html

1 comment:

  1. tapi cowok memang kayaknya susah dilepaskan sama hal seperti ini ya? *sigh

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)