Saturday, September 20, 2014

Kehilangan Cowok Matre, Tak Masalah Bagi Aye

Heemmm GA mak Argalitha benar-benar menguras es mosi. Melihat hati yang pernah retak dari kaca spion. Tapi nggak apa-apa deh. Demi pulsa. Ups maksud saya, demi berbagi cerita, berbagi pengalaman, dan berbagi pelajaran hidup.
Sedikit flashback.
Saya setuju dengan lirik lagu alm. Chrisye bahwa tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah.
Pertama kali saya mengenal cinta-cintaan mungkin saat smp kali ya dan mulai berani menjalin hubungan saat lulus SMA.
Kami menjalin hubungan cukup lama. Hampir 3 tahun. Ada marah, ada cemburu, ada rindu. Saat itu saya merasa dia adalah jodoh saya. Hati saya sdh begitu mantap. Tak lirik sana lirik sini. Padahal ssaat itu juga ada pria lain yang mendekati saya, dan pria itu adalah pria yang saya puja saat kelas 1 - 2 SMA. Tapi sedikitpun hati tak beralih dari cem-ceman saya itu. Haihai mungkin ini namanya cinta monyet yang buta, tai kucing rasa coklat. Iyaks.
Mendekati tahun ketiga kami menjalin hubungan. Tiba-tiba cem-ceman saya itu menghilang. Hp dimatikan. Saya coba menghubungi teman-temannya, pun tak ada yang tau keberadaannya.
2 minggu kemudian, cem-ceman saya itu menelpon saya, mengabarkan bahwa 2 hari lagi dia akan menikah. Seketika itu, saya merasa seperti tersambar petir. Cetarrrr..tarrrr..taaarrrrr.
Semangat langsung menghilang dari badan. Tapi itu tidak berlangsung lama.
Fainnama'al 'usri yusro...innama'al 'usri yusro...
Fainnama'al 'usri yusro.. innama'al 'usru yusro...
Sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan...bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. (Al-Insyirah:6-7)
Kemudahan apa yang saya peroleh :
1. Allah mempermudah saya menemukan 7 sahabat yang luar biasa. Hilang satu tumbuh 7.


2. Allah mempermudah saya menyelesaikan pendidikan sarjana.
Masih ada lagi, Allah memberikan bonus kepada saya yakni mengirimkan seorang pria baik untuk menjadi suami saya #ehm ehm..colek si Aa' Ginuk-ginuk.

Beberapa bulan setelah pernikahan cem-ceman saya itu, saya mendapat kabar bahwa cem-ceman saya itu menikah dengan gadis kaya. Mendengar kabar itu barulah saya sadar bahwa cem-ceman saya itu adalah cowok matre. Makan jarang bayar. Bensin saya yang beli dan pulsa pun selalu saya kirim. Bahkan uang saya yang ia pinjam dan katanya akan ia kembalikan, akhirnya raib begitu saja.

Saya bersyukur. Allah benar-benar menyelamatkan saya dari cowok matre.
Cowok matre..ke kali aje jadi santapan ikan lele. Hus hus.

Kalau dipikir-pikir sekarang, jadi terheran-heran sama diri sendiri. Koq bisa jatuh hati sama cowok model gitu. Hhhhhh. Ya sudahlah ya, yang penting sekarang sudah ada pangeran berkuda, si Aa’ Anteng.

Kata Mak Argalitha : " Jangan ratapi kehilanganmu, karena semua adalah semu ".


Sekian cerita kehilangan saya dan terima kasih.




6 comments:

  1. hiyaaa... cem-ceman katanya :D
    Itu si Aa' ginuk2 ya? hihihihi... bisaaa aja^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak arga, itu si aa'ginuk-ginuk lan anteng, hehe

      Delete
  2. kalo cerita ini sih kehilangan yg membawa berkah dong ya... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak santi, berkah banget nget nget : )

      Delete
  3. Aku sering ketemu cowok matre. dan untungnya ga jadian sama dia hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. untung deh mak gk jadian sm cowok matre, bener-bener menguras kantong, recehan pun ludes, hehehe

      Delete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)