Tuesday, December 23, 2014

Menjaga Emosi

Menjaga api. Tak semudah menyalakan api.
Begitu juga dengan menjaga emosi.
Terutama untuk seorang ibu rumah tangga.
Dengan aktifitas yang sama di setiap harinya. Berinteraksi dengan orang yang sama dengan berbagai macam keinginan, sifat, dan sikap.
Lelah sudah pasti, dan bosan pasti datang. Jika begitu, me time adalah solusinya. Lalu bagaimana dengan irt yang memiliki balita dan tak berasisten rumah tangga. Tentu saja tak ada waktu khusus. Tak ada me time. Waktu luang mereka hanya pada saat si kecil tertidur.
Lalu bagaimana dengan lelah dan bosan? Jika tak tertangani tentu akan mendatangkan emosi.
Baiklah, mungkin semua itu akan terobati dengan tingkah pola si kecil.
Tiba-tiba masalah ekonomi muncul, suami yang biasanya bekerja 7 hari dalam seminggu, kini harus bekerja 5 hari saja. Karna hilangnya satu pekerjaan yang merupakan sumber utama penghasilan. Pertanyaannya, masih sanggupkah membentengi diri dari emosi?.
Hhhhhhhh.
Pertahanan saya roboh seketika. Begitu sensitif. Temperamen. Ibarat embun di tepi daun. Akan jatuh ke tanah hanya dengan hembusan angin saja. Imbas terbesar adalah, keceriaan si kecil. Matanya sembap. Sering menangis. Karena saya. Astaghfirullah.
Puncaknya, saya menangis sejadi-jadinya di atas sajadah.
Sedikit lega. Hati dan pikiran lebih terbuka. Bahwa cobaan ekonomi ini bukan apa-apa dibanding dengan ibu penjual gorengan yang menjajakan dagangan dengan berjalan kaki atau kakek tua, pedagang asongan, keliling taman kota menjajakan dagangannya dengan kakinya yang pincang. Mereka tetap berusaha.
Saat suami tiba di rmh. Maaf pun segera keluar dari mulut saya. Dan apa kata beliau: "nggak usah khawatir ma, aku pasti berusaha sekuat tenaga, cukup perhatikan anak kita dan membuat rumah kembali ceria".
Subhanallah.
Menjaga emosi amatlah susah. Oleh sebab itu, bentengilah diri dengan  ibadah. Buka hati dan pikiran. Pekalah terhadap lingkungan sekitar dan yang paling utama adalah bersyukur.Jika emosi sudah terjaga, maka kesuksesan menjadi ibu rumah tangga, berada di depan mata.

Semoga bermanfaat.

7 comments:

  1. Beneeerr banget maaak... Allah tidak pernah menuntut kita untuk MENYELESAIKAN semua masalah. Kita cuma diminta SABAR dan SHOLAT *self-talk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak nurul, betul itu, sabar, sholat, sholat merupakan me time yg paling ampuh dah. tengkiu kunjungannya ya mama sidqi : )

      Delete
  2. Subhanallah, ucapan suami meneduhkan ya mak, semoga senantiasa mendukung satu sama lain

    ReplyDelete
  3. iay mbak menjaga emosi itu memang sulit tapi setidaknya kita ada usaha untuk senantiasa menjaga emosi :)

    ReplyDelete
  4. Mba, bener bgt, bersyukur itu kunci menjalani hidup ya.
    Byk syukur, byk nikmat.

    ReplyDelete
  5. iya mak ...menjaga emosi itu...susah :")
    saya aja susah :")

    ReplyDelete
  6. Saluuut Mbak, masih bisa menjaga hati dan emosi. Mari bertawakkal Mbak, percaya bahwa rencana Allah yang terbaik :)

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)