Wednesday, November 12, 2014

My Dear Diare

“Genggam batu aja, nanti ilang-ilang sendiri”’
Apanya? Batunya?

Pernah denger yang kayak gitu nggak?. Kalau diperjalanan trus tiba-tiba perut ules atau ebelet pipis, kita disuruh menggenggam batu kecil kuat-kuat. Nanti mules atau kebelet pipisnya bisa hilang.
Pernah nggak ?
Ih saya pernah loh kaya’ gitu, swear tekewer kewer dah. Dua batu pula. Tangan kanan dan tagan kiri. Waktu itu perjalanan dari bali menuju Jombang. Tak cukup tangan saja yang membawa batu, kantung baju juga saya isi dengan beberapa bau kecil. Jaga-jaga, kalau batu yang di tangan hilang. Nah loh?. Parah kan?.

Hampir 5 hari sejak saya berada di Bali, kian hari diare saya semakin menjadi. Karena ibuk tak tega, akhirnya ibuk memaksa saya untuk pergi ke dokter. Saya sebenarnya malas, karena saya pikir hanya sakit begini saja, paling sebentar lagi juga sembuh. Namun karena permintaan ibuk, saya akhirnya berangkat juga ke dokter.

Tiba di sana, saya harus antri terlebih dahulu. Sebelum masuk ke ruang dokter, juru tulis pun menanyakan keluhan-keluhan saya. Setelah itu juru tulis berkata :
“mbak sudah haidh belum bulan ini?”
Ah dipanggil ‘mbak’ membuat saya tersipu-sipu *hahayyy.
Saya pun menggeleng.
“nanti kalau telat, mbaknya kesini lagi ya, ada kemungkinan mbaknya hamil, nanti urusannya sama saya” begitu kata mbak juru tulis yang ternyata seorang ibu bidan, ada amd.keb di papan namanya.
Saya mengangguk.
Seneng sih. Tapi begitu keluar dari ruang dokter. Tanda tanya besar muncul di kepala.
“Koq dokternya ndak bilang gitu juga ya ???”
Daripada tanda tanya saya semakin besar maka begitu sampai di rumah saya pun langsung bertanya ke mbah gugel.
Klik klik klik. Ketemu. Dan inilah jawaban dari mbah gugel.
Salah satu tanda kehamilan adalah perut kembung dan sakit. 
Selama masa awal kehamilan, hormon pada tubuh mengalami perubahan. Hal ini menyebabkan perut terasa kembung dan terkadang disertai dengan rasa sakit/sedikit nyeri di bagian perut bawah. Gejala atau tanda ini biasanya hanya ditemukan dua atau tiga minggu setelah proses pembuahan. Terkadang di awal-awal kehamilan si calon ibu tak jarang mengalami diare, karena perubahan kondisi perut.

Penjelasan dari mbah gugel memang sudah detail. Tapi hati masih ragu sebelum benar-benar melihat dua garis merah dulu. Baiklah saya akan sabar menunggu waktu haidh tiba. Toh kurang 5 hari lagi. Setelah itu baru saya akan cek and ricek dengan test pack.

3 hari kemudian diare saya berhenti. Lalu berganti dengan be to the ser alias beser (boalk balik pipis ke kamar mandi). Alhasil selama menunggu bis malam menuju Jombang datang, saya pun harus bolak-balik ke kamar mandi. Waktu itu saya masih belum ‘ngeh’ kalau sering pipis itu merupakan salah satu tanda hamil. Karena biasanya kalau hendak berpergian, saya dilanda grogi perjalanan. Sering pipis lah, tiba-tiba mual, atau pusing, atau panas dingin. Nah saya kira saat itu, saya hanya mengalami nervous perjalanan saja.

Namanya ibuk, pasti khawatir dengan anaknya yang berangkat ke jombang sendirian. Ibuk sempat menyarankan agar saya membatalkan keberangkatan saya saja dan meminta suami untuk datang ke Bali menjemput saya.

“ndak apa-apa buk, sudah biasa, toh dulu kuliah juga wara-wiri sendiri” ujar saya. Dengan berat hati, ibuk mengiyakan.
Karena detik-detik akan berangkat saya masih sering bolak balik ke kamar mandi ditambah dengan rasa mules yang tiba-tiba datang lagi maka adek saya menyarankan saya untuk membawa kerikil.
Awal mulanya tentu saya menolak tawaran adek saya yang memang tak serius itu. Tapi setelah dipikir-pikir apa salahnya dicoba. Siapa tau manjur.

Aduuhh bener dah, waktu itu otak bener-bener nggak bisa berpikir jernih. Sudah grogi perjalanan, mules, beser, sendirin lagi.

Lalu bagaimana efek dari si kerikil yang saya bawa?.  Em em em...nggak ngefek apa-apa. Saya tetep bolak balik ke toilet bis. Begitu juga saat bis berhenti di rumah makan. Waktu saya banyak habis di kamar mandi. Bahkan saat bis akan melanjutkan perjalanan, saya masih indehoy di kamar mandi. Walhasil seluruh penumpang bis menunggu saya. Hahaha.

Tiba di Jombang saya segera mencoba test pack yang tersedia di lemari *koleksi test pack.  Karena hari itu merupakan hari pertama saya telat datang bulan.
Betbetbet.

Muncul tanda dua garis merah. Tapi masih samar. Mungkin karena baru telat satu hari.
Namun sore harinya suami mengajak saya pergi ke dokter kandungan yang menangani saya pada kehamilan yang pertama.

“iya mbak, masih baru, 2 mingguan”
Ungkapan doker tersebut membuat saya tersenyum lebar. Begitu pula dengan suami. Usahanya untuk membujuk saya pergi ke dokter, ternyata membuahkan kabar gembira. Mungkin karena suami tidak ingin musibah yang terjadi pada kehamilan saya yang pertama teruang kembali.
“koq cepet mbak?, biasanya 5 bulan setelah kuretase baru bisa hamil lagi” tanya dokter saat kami akan berpamitan.
“usaha donk dokter”
Tingting.

6 bulan beralu, diare muncul lagi. Bahkan 7 hari akan melahirkan, diare kembali datang. Alhasil disela-sela kontraksi, saya pun harus pergi ke kamar mandi.  Awal mulanya saya bisa berjalan saat hendak menuju kamar mandi. Namun seiring dengan meningkatnya rasa sakit karena kontraksi, maka untuk menuju ke kamar mandi saya harus ‘ngesot’.

Akibat 7 hari diare, membuat berat badan saya turun  4 kg,dan tubuh saya pun lemas. Akhirnya setelah hampir 24 jam kontraksi, suami setuju dengan saran dokter untuk melakukan operasi caesar.  Sebenarnya, dari awal dokter sudah menyarankan untuk operasi, dikarenakan saya asmawati, punya penyakit asma, yang setiap saat dapat kambuh.

Alhamdulillah, tepat pukul 06.55 WIB, senin 12 November, si ken bertemu dengan ayahnya.
2 hari setelah melahirkan, saat selang infus dan selang kateter saya dicabut, saya kedatangan tamu yang selama ini setia menemani saya dari awal kehamilan hingga detik-detik melahirkan. Ya siapa lagi kalau bukan, Diare.  

***

Mampir ke sini juga ya. Makasih. Yuhuuuu.

6 comments:

  1. Hihi...ceritanya tentang diare ...tapi nyeritainnya kocak..jd ikut ketawa2 maaf ya. memang si dia..re ini paling sebel deh kalo udah kena ke anak2. sembuhnya lama bisa berminggu2..pakaian bersih abis. alhamdulillah dah lama anak2 ngga kena ini, jangan sampai deh...

    ReplyDelete
  2. aku kira tadi gara2 diari lgsung caesar ternayata punya asma,makasih mak sharingnya ^^

    ReplyDelete
  3. Diarenya setia banget yo Mba... kalau genggam batu pernah denger tuuuh , hihi itu waktu aku kecil

    ReplyDelete
  4. Mak diarenya setia banget ya, he..........

    ReplyDelete
  5. Waduh, saya juga pernah disuru genggam batu hihihi

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)