Menikmati Liburan Akhir Tahun 2015 di Bali Barat

Sudah tanggal segini aja yak. Sebentar lagi akan segera ganti bulan donk. Namun oleh karena sekarang adalah bulan Desember, maka kita tidak hanya akan menyambut bulan baru saja, tetapi juga Tahun Baru Masehi. Ya, tahun baru 2016 *tet toret toreeetttt*.

Biasanya, di detik-detik akhir tahun begini, sebagian besar orang sudah mempersiapkan acara masing-masing untuk menyambut tahun baru 2016 nanti. Misalnya seperti kumpul bareng temen-temen, mengadakan tasyakuran, liburan dan sebagainya. Yang jelas, apapun rencananya, semuanya bertujuan untuk menciptakan moment penutup yang indah dan berkesan di tahun 2015 ini.

Aku pun begitu. Juga ingin menutup tahun 2015 ini dengan sesuatu hal yang indah, berkesan, dan berbeza (baca: berbeda) dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi aku, si ayah, dan si ken pada liburan akhir tahun ini memilih untuk pulang kampung ke Bali dan mengisi masa-masa liburan kami dengan mengunjungi wisata-wisata yang ada di tempat tinggal kami, yakni di Kabupaten Jembrana Bali.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami tidak ingin lagi melewati masa-masa akhir tahun dengan terjebak macet saat mengunjungi wisata-wisata ternama itu. Tahu sendiri kan, kalau akhir tahun begini, Bali pasti diserbu oleh para turis dan wisatawan lokal. Rame banget cyiinn. Selain itu juga, aku ingin mengenalkan lebih dalam tempat tinggalku ini  kepada si ayah dan si kecil ken yang merupakan anggota baru keluarga Bali.

Lalu apa saja nih wisata lokal yang sudah kami kunjungi di liburan akhir tahun ini :

1. Pantai Baluk Rening

Pantai Baluk Rening
Wisata lokal pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Baluk Rening. Pantai ini terletak di Baluk dan berjarak sekitar 10 km dari kota Negara. Waktu kecil dulu, aku sering diajak main air di pantai ini. Kata bapak, air pantai ini dipercaya masyarakat sekitar mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.



2. Karang Sewu

Disambut oleh padang rumput
Pemandangan di sini cakep banget loh. Segerrr. Begitu masuk ke daerah ini, kita akan disambut dengan padang rumput yang luas. Masuk lebih dalam lagi, kita akan melihat teluk Gilimanuk yang cantik. Kalau air lautnya sedang surut, kita bisa berjalan kaki menuju ke bagian tengah teluk tersebut. Cakep.

Di depan situ namanya pulau menjangan



3. Dermaga Pengambengan

Dermaga Pengambengan
Wisata lokal selanjutnya adalah Dermaga Pengambengan yang merupakan tempat berlabuhnya perahu perahu penangkap ikan. Kalau ingin mencari ikan segar, kita bisa membelinya di sini langsung dari nelayannya. Di sini juga ada TPA dan beberapa pabrik ikan yang memproduksi sarden. O ya, pemandangan sunset di sini juga tak kalah cihuy loh.

4. Pebuahan

Sambil nunggu pesanan datang, leyeh-leyeh dulu
Ini adalah salah satu tempat wisata kuliner yang populer di Jembrana. Di bibir-bibir pantainya berjajar-jajar warung-warung makan yang menyediakan aneka olahan laut segar. Seperti ikan bakar, cumi krispy, ikan bumbu kuning, dan sebagainya. Yang membuat tempat ini istimewa adalah kita dapat menikmati ikan bakar dengan ditemani oleh deburan ombak serta semilir angin pantai. Dan juga dapat menikmati pemandangan laut lepas. Bagaimana dengan harganya ? Nyaman banget di kantong.

Ini + 5 es degan, only Rp. 175.000

Nge-degan duluu
5. Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

Maknyuuss
Kalau tempat kuliner yang satu ini pasti sudah banyak yang kenal yak. Ayam betutu ibu lina ini memiliki rasa yang nendang banget. Bumbunya meresap betul hingga ke tulang ayamnya. Daging ayamnya juga lembut banget. Dan satu lagi sambalnya, beuughhh, pedes benerrr. Mantab.

Itu baru sebagian kecil dari tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Jembrana Bali. Masih ada  pantai medewi, pantai rambut siwi, pantai dlod brawah, bendungan palasari, bendungan benel, museum Gilimanuk, pulau menjangan, penangkaran penyu perancak, bukit gelar, taman nasional Bali Barat dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata lainnya di Kabupaten Jembrana. PR mengenalkan Kabupaten Jembrana kepada si ayah dan si kecil ken masih banyak rupanya.

Mungkin belum bisa diselesaikan di liburan akhir tahun ini. Tapi di lain waktu aku akan melanjutkan perjalanan mengunjungi tempat-tempat wisata lokal yang ada di tempat tinggalku ini. Aku dokumentasikan lalu akan aku abadikan di sini, di blogku yang baru ber TLD ini. 

Yup, akhirnya setelah 1 setengah tahun lebih, aku memutuskan untuk men-TLD-kan *bahasa apa ituh* blogku ini juga. Keputusan tersebut muncul saat aku tak sengaja lewat di depan rumahmu *halah*, melihat tweet @Qwordsdotcom yang sedang mengadakan promo diskon dalam rangka merayakan hari sumpah pemuda. Tanpa babibubebo lagi aku pun segera meluncur ke Qwords.com. Karena aku nggak mau donk kehilangan promo diskon tersebut. Lumayan cyinn. Dapet potongan 15%. Yang semula harganya sekian jadi cuma Rp. 77.000 saja. Untuk 1 tahun pula. Terjangkau banget kaann ?.

Bagi yang pengen men-TLD-kan blognya, aku saranin banget nih, beli domain di Qwords.com aja. Ada banyak promo diskon di sana. Nggak cuma waktu hari sumpah pemuda itu aja, tapi hampir di setiap moment Qwords.com ngasih promo diskon yang oke punya. Sekarang pun di akhir tahun ini, Qwords.com juga ngasih promo diskon loohh.



Cara beli domain di Qwords.com pun cukup mudah. Tinggal ngikutin alurnya aja. Selesai. Atau bisa juga pakek infografis di bawah ini nih.


Selain karena rajinnya Qwords.com ngasih promo diskon, di sini juga keren banget loh pelayanannya. Responsif banget. Aku aja yang gaptek gini bisa mengubah blogspot menjadi domain .com sendiri. Tentu saja setelah ngerecokin adminnya dengan melayangkan surat cinta (baca: support ticket) kepada si admin Qwords.com. Hehe. Dan satu lagi nih, di sini juga ada program afiliasinya loh. Dengan mengikuti program afiliasi ini, kita bisa mendapatkan fee dari Qwords.com. Tertarik ?. Langsung cus ke sini.

Alhamdulillah, blogku yang baru ber-TLD ini juga ikut memberikan moment penutup tahun 2015 yang manis untukku yakni mendapat tawaran job review. Dududu..senengnyaaaa.

Fabiayyi alaaa irobbikuma tukadziban
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.


Alhamdulillah banget dah. Liburan akhir tahunku kali ini di Belahan Pulau Bali Bagian Barat, bener-bener menjadi momen penutup tahun 2015 yang amat indah dan berkesan. Kalau momen penutup tahun 2015 kalian apa nih ?. Share di sini yuk. Makasih :D.

***

Manfaat Ngeblog yang Aku Rasakan di Tahun 2015

Waktu rasanya cepet banget yak. Tau tau kita sudah di penghujung tahun aja nih. Perasaan baru beberapa bulan yang lalu deh melewati tahun baru dengan bibir domble gegara kebanyakan naruh cabe di kuah bakso. Eee sekarang tahun baru malah tinggal menghitung hari saja. Dududuuhhh..cepetnyooooo..

Sebenernya ya, nggak cepet cepet amat sih waktu berlalu. Nggak langsung wes bablas angine gitu juga koq, alias masih terasa. Masih terasa sensasinya. Terutama sensasi berbeda yang baru aku rasakan di tahun ini. Sensasi seru di dunia blogging. Keseruannya ituuu..bisa di bilang seperti naik roller coaster lah ya. Memicu adrenalin banget. Terutama saat ikutan lomba. Apalagi ikutnya waktu menjelang deadline. Beuuugghhh....

Selain dapat merasakan sensasi berbeda dari tahun tahun sebelumnya, di dunia ngeblog ini juga aku mendapatkan banyak hal positif loh.

1. Dapat banyak ilmu pengetahuan
Yup, dapat banyak ilmu. Mulai dari ilmu blogging, writing, parenting, tumbuh kembang anak, masak memasak, berbagai pengetahuan soal tempat wisata yang kece abis, dan sebagainya. Yang begini ini nih, membuat aku merasa tak kudet lagi. Ya paling tidak, aku, sebagai irt ini, tetep bisa nyambung lah ya kalau diajak berdiskusi atau mengobrol soal hal yang tidak berkaitan dengan urusan rumah tangga. Begitu.

2. Nambah temen
Aku bersyukur banget nih yah karena di awal awal ngeblog aku sudah bergabung dengan beberapa komunitas blogger. Seperti KEB, Warung Blogger dan Blogger Perempuan. Dari situ aku mendapatkan banyak teman maya yang ramah, welkam banget dan tak pelit ilmu serta tak medit materi. Enak.

3. Kenal dengan peluang karir baru
Jujur nih, aku baru kenal dengan blog menjelang akhir tahun 2014. Semula aku pikir blog ya cuma tempat curhat saja, tempat berbagi informasi dan salah satu syarat buat ikut lomba. Aku juga dulu belum tahu bahwa ngeblog bisa dijadikan sebagai karier yang menjanjikan dan cerah. Sweer tekewer kewer. Telat banget yak tahunya. *kaaasiihaaann ish ish ish iissshh.

4. Dapet bonus rejeki
Pernah nih, aku berekspektasi tinggi akan lomba yang aku ikuti. Yakin banget akan masuk jadi salah satu pemenang. Paling tidak pemenang hadiah hiburan.

Latar belakang dari ekspektasi tinggi tersebut adalah sebab aku merasa tulisan yang aku buat ini sudah maksimal. Saking maksimalnya sampek aku mengorbankan kesehatan demi bisa membuat tulisan yang cakep menurutku. Begitu juga dengan promosi tulisan untuk lomba tersebut, aku pun mempromosikannya semaksimal mungkin. Namun sayangnya, ekspektasi tersebut menghasilkan angka 0 besar alias tidak mendapatkan apa apa. Walhasil semangat pun ngedrop seketika. Oleh sebab itu, aku tak mau lagi memikirkan materi yang dapat aku raih dari dunia ngeblog. Bikin stress cyiinn. Aku menganggap materi atau rejeki yang aku dapatkan dari ngeblog adalah sebagai BONUS. Seperti yang dikatakan blogger kece, mami raffi, mak echaimuttenan, "nulis nulis aja dulu, jangan mikirin materi". *setujuuuu.

Itulah beberapa hal positif yang aku dapat dari ngeblog. Semoga tahun depan, aku masih bisa merasakan hal hal yang tersebut di atas. Bahkan aku berharap dan berusaha bisa lebih dari itu. amin.

Kesan Nonton Dangdut Academy Asia

Salah satu suasana di rumah yang paling aku rindukan adalah saat nonton tv bareng. Dusel tempat duduk, ngotot ngototan, eyel eyelan, hingga rebutan remote tv. Yang satu pengen nonton ini yang satu pengen yang itu. Ujung-ujungnya malah nggak ada yang bisa nonton apa yang dipengenin, gegara kemunculan alm. si mbah yang tiba tiba lalu mengambil remote tv dan nonton berita dengan wajah tanpa dosa alias cuek markowek. Hadeehh.

Momen itulah yang aku rindukan, jadi saat aku pulang kampung begini, aku pasti akan menghadirkan suasana seperti itu. Yaaa, memang sih nggak sama dengan yang dulu. Tapi lumayan lah yah sebagai penawar rasa rindu *aseg.

Memang sudah tidak sama. Dulu, yang suka rebutan remote adalah aku dan adek, kalau sekarang yang rebutan remote adalah adek dan ibuk. Iya ibuk. Apalagi kalau jarum pendek menuju angka 20.00 WITA. Beuugghh, bener bener kagak bisa diganggu gugat dah. Karena itu adalah jadwal ibuk nonton Dangdut Academy Asia di Indosiar.

Iya, ibuk suka dengan acara dangdut yang satu itu. Saking sukanya, ibuk sampek rela mengurangi waktu tidur malamnya untuk nonton acara dangdut tersebut sampai selesai. Sempat heran, koq sampek segitunyaaaa si ibuk sama Dangdut Academy Asia. Biasanya cuma sekedar nonton saja. Nggak pernah sampek ngikutin seperti ini.

Aku sendiri nggak tertarik blas nonton acara yang satu itu, Sebab pikirku, paling dangdut ya begitu begitu aja. Main cengkok main goyang. Entah ngecor atau ngebor. Mungkin bisa juga ditambah dengan ngecat, ngarit, nyangkul sekalian. Yaaaa, berubung nggak ada kesempatan memilih acara tv. Walhasil, mau tidak mau aku ikut nonton acara tv pilihan ibuk.

Saat nonton pertama kali, aku sempet protes sama ibuk. Yang kedua kalinya, aku gerundel nggak jelas. Yang ketiga kalinya, lumayanlah ya. Lumayan ngikutin. Itu pun nggak sepenuhnya. Aku baru memperhatikan acara tersebut yaaa pada saat para kontestan menyanyi saja. Lalu begitu kontestan selesai bernyanyi, aku kembali menemani si ken main.

Sebenernya dan menurutku nih, acara Dangdut Academy Asia ini tak kalah kece dengan Indonesian idol. Karena apa ?. Para peserta kontes benar benar memiliki kualitas suara yang oke. Cengkok cengkok yang mereka buat pun luar biasa. Keren. Salah dua peserta yang menurutku paling unggul dari awal aku nonton adalah Lesty dan Shiha. Ajib bener dah mereka.

Nah yang membuat acara ini hilang kekeceannya adalah cara penyajiannya yang kurang sip. Banyak nyelipin drama. Guyonan guyonan yang nggak jelas. Komentar yang mbuletisasi dan host yang buanyak sekali omongnya. Jujur, hal yang begini ini malah bikin cepet cepet pengen ganti channel. Lelah nonton yang begituan.

Harapanku sih, kalau acara ini tahun depan masih diadain lagi, semoga penyajiannya nggak begini lagi. Eman. Beneran. Kalau memang acara ini diadakan untuk mempopulerkan musik dangdut hingga terkenal di mata dunia, mbog ya tujuannya dimaksimalkan gitu. Difokuskan ke dangdutnya. Bukan ke dramanya. Eman. Talenta talenta sekece itu jadi tertutupi, jadi tidak mampu menarik perhatian, jadi males nonton, jadi tidak ingin nonton, jadi tidak ingin tahu, dan jadi tidak peduli karena bisa jadi disebabkan dengan selipan sajian hal hal yang nggak jelas banget. Eman bener dah. Semoga lebih baik lagi lah kedepannya, amin.

Kesan Baru Naik Kereta Api Kelas Ekonomi

Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga yak. Ya, apa lagi kalau bukaaannnnn...Liburan Akhir Tahuuuuunnnn. Yeayyyyy *tet..teret..teteteeettt*. Duuhh..hatiku jadi mejikuhibiniu. Seneng gitu. Dan lebih senengnya lagi, liburan akhir tahun ini bakalan jadi liburan panjang karena berbarengan dengan libur semester sekolah. Ulala beibeh. Nah maka dari itu, aku, si ayah dan si ken memutuskan untuk menghabiskan tahun 2015 ini di suatu tempat yang dikenal sebagai surga dunia kedua yakni di pulau dewata *eyak.

Ini adalah pertama kalinya bagi si ken juga si ayah akan melewati akhir tahun di pulau Bali. Jadi mereka antusias banget. Terlebih lagi si ayah. Kalau aku mah, sudah sering. Hampir tiap tahun malah. Cieee..sombong ni yeayyy ?. Nggak, nggak begitu. Gimana nggak tiap tahun melewati akhir tahun di pulau Bali cobak ?, La wong aku jualan kembang api keliling di situ. Hehe. Bukan, bukan begitu, lebih tepatnya aku orang situ. Aku lahir dan besar di pulau dewata Bali.

Liburan akhir tahun ini pun akan semakin terasa berkesan dengan alat transportasi yang kami pilih. Biasanya, kalau kami pulang kampung ke Bali, alat transportasi yang kami gunakan adalah bus malam. Namun pulang kampung kali ini kami memilih untuk naik kereta api.

Niat ini bukan hanya untuk mengenalkan kereta api pada si kecil ken aja sih, namun juga karena aku dan si ayah ingin bernostalgia dengan si raja jalan ini. Kami sudah lama tidak melakukan perjalanan dengan kereta api. Terutama yang kelas ekonomi. Mungkin sekitar 5 atau 6 tahun lah yah. Jadi kami ingin merasakan sensasi naik kereta api dan juga mengenalkan sensasi tersebut kepada si ken. Sempet dag dig dug juga sih. Ragu ragu plus khawatir. Jangan jangan si kecil ken tak suka dengan sensasi naik kereta api yang baru ia rasakan. Tau sendiri kan gimana sensasi naik kereta api ?. Terutama untuk kelas ekonomi ?. Pasti akan merasakan yang namanya berdesakan plus tersaji aroma yang nano nano bin alakazam itu.

Hari H tiba. Si ken nampak senang sekali. Seperti ketemu teman lamanya aja. Entah itu Thomas and friends atau Si Bob the train. Sementara aku, sudah abang biru. Khawatir cyiinn. Akan tetapi kekhawatiran tersebut tidak berlangsung lama karena terkesan dengan tampilan baru si kelas ekonomi. Tidak seperti 6 tahun yang lalu.

1. Tidak ada lagi yang namanya ketek basah karena gerah melanda. Sebab, di kelas ekonomi sudah full AC.
2. Tidak ada lagi berseliweran bau nano nano, asap rokok, bau badan, hingga bau wc, karena sudah ada pewangi otomatis di setiap gerbong.
3. Bahkan jika ada yang ketahuan merokok, petugas kereta api tak segan segan menegur hingga menjatuhkan sanksi berat berupa diturunkan di stasiun terdekat.
4. Tidak ada lagi pedagang asongan bertebaran di sekitar penumpang. Baik di jendela maupun di dalam gerbong.
5. Dan tidak ada sampah dimana mana karena petugas kebersihan akan beraksi hampir setiap 2 hingga 3 jam sekali. KECE.

Rencana bernostalgia berubah menjadi Surprise untuk kami. Kami memang tidak bisa merasakan sensasi naik kereta kelas ekonomi seperti dulu. Akan tetapi kami bisa merasakan Sensasi Baru yang tak kalah amazing. Takjub bener dah dengan kemajuan yang dilakukan oleh PT. KAI. Salut. 

Dengan kondisi seperti ini membuatku tak perlu khawatir bahwa si ken nanti tak akan betah berlama lama di kereta api. Dan memang benar begitu, si ken malah nampak menikmati sekali sensasi berbeda dan baru yang ia rasakan. Sip sip. Lain kali bisa dicoba lagi ya ken. :).

Aku Terima Kegagalan Resolusi 2015 Ini dengan....


Sebenarnya, inti dari resolusiku di tahun 2015 yang sebentar lagi akan berakhir ini adalah dapat menghadirkan rasa bangga di hati ibu dan bapak. Meskipun aku hanya sebagai ibu rumah tangga. Bukan sebagai seorang wanita karier sukses sebagaimana harapan bapak juga ibuk yang ditujukan padaku si anak pertama.

Sudah bukan hal yang dianggap tabu lagi dibicarakan *emangnya silet bahwasanya memegang status anak pertama itu, benar benar, tak semudah membalikkan telapak tangan. Berat. Lebih berat dari  berat badanmu ? *melengos. Iyah. Beraaattt. Karena, tugas si anak pertama tak hanya memberi contoh yang baik untuk adik-adiknya akan tetapi juga anak pertamalah yang diharapkan dapat merengkuh sukses, dan menjadi sosok yang dibanggakan keluarga. Dan dua hal itu, menurut bapak dan ibuk hanya bisa diraih dengan menjadi seorang wanita karier. Bukan sebagai ibu rumah tangga.

Sekilas ada ekspresi kecewa yang tertangkap di wajah bapak ibuk saat aku mengatakan hal itu. Lalu apa yang aku rasakan saat menangkap ekspresi seperti itu ?. Kalian tau ?. Rasanyaaaa...hhhhh...PERIH *aku tak sanggup. Kejadian itulah, yang berlangsung kira kira 1.5 tahun yang lalu, membuatku di awal tahun 2015, memantabkan hati untuk memburu prestasi demi mengobati rasa kecewa di hati bapak juga ibuk terhadap pilihanku. I will do it Yeaahhh.

Untuk mewujudkan resolusi tersebut, aku pun mengikuti buanyak perlombaan. Baik yang diadakan oleh brand ternama, sebuah lembaga maupun kawan kawan yang berkecimpung di dunia blogger. Sayangnya dari sekian buanyak lomba yang aku ikuti, hanya ada beberapa yang nyantol. Jika dibuat sebuah perbandingan, maka bisa ditulis seperi ini, 50 : 1. 50 ikut lomba, 1 kali jebret. Tentu saja yang 1 itu menjadi tak terlihat oleh bapak juga ibuk. Padahal, dapet 1 aja, bagiku, rasanya sudah seperti dikedipin aliando *ting.



Berdasarkan perbandingan tersebut, kalian pasti bisa menyimpulkan bahwa resolusiku di tahun 2015 ini bisa dibilang gagal. Failed. Menyedihkan bukan ? *sroott* *usap umbel pakek daster*.

Bukan hanya sedih. Lebih dari itu. Nih, bagian sini nih. Dompet maksudnya ?. Bukaaann. bukan ituuu. Tapi yang ini nih, Hati. Perih rasanya, saat merasa diri tak mampu membuat ibuk bapak bahagia nan bangga terhadapku.

Tapi..apalah daya. Tak ada kalung waktu hermione di leherku, juga tak ada mesin waktu doraemon di laci bumbu dapurku. Jadi yaaa...aku terima kegagalan ini dengan...... Linangan Air Liur, Ups, Air Mata maksudnya.

Setelah aku menerima kegagalanku itu dengan lapang dada, aku pun mulai bisa meraba raba apa penyebab utama kegagalanku tersebut. Dannnnn....Penyebabnya adalaaaaahhhhh...karena aku terlalu membabi buta, terlalu ambisius.

Lalu apakah resolusi tahun 2015 yang telah gagal ini akan dikandangkan begitu saja ? Ow..tentu tidaakk. Malah aku berniat untuk memasukkannya ke resolusiku di tahun 2016. Cuma, tidak memakai cara yang aku lakukan di tahun 2015 ini donk ya. Jurus Serudak Seruduk, ikut ini ikut itu, tanpa pertimbangan yang matang terlebih dahulu.



Iyup, ikut lomba pun harus dipertimbangkan matang matang. Begitu juga dengan mengirim karya ke media massa ini atau penerbit yang itu. Semua harus dipertimbangkan. Mana yang sekiranya lomba yang temanya aku kuasai, mana media massa atau penerbit yang cocok untuk karya yang aku buat, serta apakah aku happy mengerjakan itu semua ?. Jangan jangan malah jadi uring uringan bahkan malah jatuh sakit hanya karena ingin mengikuti lomba yang itu. Duuhh, aku nggak mau begitu lagi. Aku mau ikut lomba, buat karya, yang aku banget, yang aku happy ngerjainnya.

Aku harap, resolusiku yang gagal terwujud di tahun 2015 ini, dapat menjadi pelajaran, pengalaman, dan pengantar tercapainya resolusiku di tahun 2016 mendatang. Amin. Semoga, semoga, semoga aku bisa menghadirkan serta melihat raut bahagia nan bangga di wajah ibuk dan bapak. Amin. Mohon bantuan doanya ya teman teman *prok prok prok*. Yak, Makasih yaaaa. Kalian memang baek. :D

Giveaway Tinta Perak 


Definisi Cantik yang Katanya Aku Banget

Kalau kata Afgan, gadis yang berhasil mengalihkan dunianya adalah yang begini nih :

Baiknya putihnya bidadariku
Cantiknya hiasi hari-hariku

Nah kalau kata si ayah, gadis yang berhasil mengalihkan perhatiannya dari berita berita yang berkaitan dengan ham dan tenaga kerja adalah gadis yang begini nih :



*eyak.

Iya, kata si ayah, aku adalah satu satunya gadis yang berhasil membuat perasaan si ayah dagdigdug kembang kuncup lagi. Setelah sekian lama ia nggak merasakan perasaan itu. Karena terlalu fokus berorganisasi, demo, orasi, dan "hidup buruh".

Awalnya, aku tidak terlalu respect gitu mendengar pernyataan si ayah. Aku pikir itu hanya gombyal gombyal pacul saja. Tapi saat aku mengenalnya lebih jauh, penilaianku tersebut sirna begitu saja. Karena akhirnya aku tau, bahwa si ayah bukanlah tipe tipe cowok yang suka bilang "bapak kamu tukang ledeng ya ? atau tukang sayur ya ?", bukaan. Ia bukan tipe seperti itu.

Kenyataan tersebut tentu saja membuat hati aku berbunga bunga donk ya. Namun di antara bunga bunga tersebut, terselip sebuah tanya, apa yang membuat si ayah menaruh rasa kepadaku ?. Sementara di sekitarnya, banyak teman teman wanitanya, yang jauh lebih cantik dari aku. Why me ?. dan jawaban si ayah adalah.....

Karena kamu baik, sederhana, nggak neko neko, dan kelihatan lebih smart dari yang lain. *uhuuuyy*.

Jujur, aku sedikit keberatan dengan alasan tersebut. Kenapa harus ada kata 'kelihatan' sih. Mbog ya nggak usah pakek kata itu gitu loh.

Tapi, entah kenapa, rasanya belum cukup puas gitu mendengar alasan yang diungkapkan si ayah. Masa' sih dia kecantol sama aku gara gara sifatku doank, Masa' nggak ada unsur cantik atau unsur fisik gitu yang membuat ia kecantol sama aku ?. Ah daripada masa' masa' masa' lalu mateng trus gosong, aku memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada si ayah. Dan jawaban si ayah adalah.....

Iya, mas memilih kamu karena kamu cantik...cantik kepribadianmu. Pertimbangan soal penampilan luarmu, itu nomor sekian. *glodak*.
Bagi mas, cantik fisik itu hanya sekedar enak di pandang mata saja. Akan tetapi cantik sebenarnya adalah cantik yang dapat menentramkan jiwa, cantik yang dapat menghadirkan rasa nyaman, serta cantik yang dapat mengundang kebahagiaan. Begitu.

Lalu .....
Tanyaku lagi...

"kenapa nggak nyarik wanita yang cantik dua duanya ?. hem ?. kenapa akhirnya memilih aku yang hanya cantik kepribadiannya saja, tapi penampilan luarnya nomor sekian ? kenapa ? ".

Dan jawaban si ayah adalah .....

"capek nyari lagi, seadanya aja lah". *kejet kejet*.

Jadi ya begitulah cantik menurut si ayah. Salah satu kaum adam di muka bumi ini yang berpendapat bahwa cantik itu tidak melulu soal kulit putih, gitar spanyol, dan rambut lurus. Tidak. Namun cantik itu selalu soal kepribadian yang baik dan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi siapa saja yang berada di dekatnya. Cantik itu suka menolong. Cantik itu suka berbagi. Dan cantik itu dapat memberi manfaat untuk orang lain. Itulah definisi cantik yang aku banget menurut si ayah yang merupakan salah satu kaum adam di muka bumi ini. *bukan kaum ada yang paling sexy ? bukan* *oke fix, kita impas yah*.
***





Tulisan untuk Ibu dari Anak Pertama

Ibuku itu, orangnya cool. Nggak ekspresif. Waktu aku dapet peringkat 1 di SD, ekspresi ibu datar datar saja. Aku cemberut mbetutut bin ngambek juga ekspresi ibu biasa aja. Tampat makanku diludahin plus barang barangku dicuri sama temen sekelasku waktu SD juga ekspresi ibu biasa aja. Tau tau, besoknya ibu langsung nongol gitu aja di ruang guru.

Ibu juga hemat kata-kata. Hampir setiap hari kalimatnya itu itu aja. Dan yang paling sering itu kalau nggak "makan seadanya" yaaa "hati-hati". Ada sih kata yang lain, seperti "ayo". Kata itu keluar biasanya saat tengah malam aku bangunin ibu minta anter ke belakang. Tanpa babibubebo, ibu langsung bilang "ayo".

Ibu itu tegasnya polll. Kalau sudah begini ya begini. Nggak bakal bisa dibelokin jadi begitu. Aku pernah nyobak belokin aturan yang ibu buat. Eee malah dapet zonk alias mules. Aturan ibu yang aku langgar itu adalah setelah pulang sekolah, makan nasi dulu jangan makan yang lain. Nah itu aku balik jadi makan rujak manis dulu baru makan nasi. Makan nasi pun cuma sedikit karena perut sudah terisi rujak manis.

Ibu itu pemegang teguh budaya timur. Kalau ibu lihat aku memakai seragam smp nggak rapi gitu seperti lengan bajunya aku lipet dikit atau bajunya aku keluarin dikit biar keliatan gaul gitu, pasti langsung dikomentarin begini sama ibu "nggak usah berangkat sekolah kalok kayak gitu?".

Ibu itu....SEGALANYA. Iya segalanya.

Apa yang dulu terasa berat menurutku, karena harus begini begini dan tak boleh begitu begitu. Ternyata adalah yang terbaik untukku.

Apa yang dulu ibu terapkan padaku, soal kesederhanaan, soal disiplin terutama disiplin makan, menanamkan budaya timur padaku, mencontohkan sikap tegas kepadaku, serta mencontohkan untuk sedikit bicara dan lebih banyak bertindak, benar benar membantuku dalam menjalani hidup.

Dan apa yang telah ibu lakukan untukku, hhhhh, iya, semua itu, sedikitpun belum bisa aku membalasnya. Bahkan secuil pun belum bisa.

Sebagai anak pertama ibu dan bapak, aku benar benar belum bisa mempersembahkan apapun buat mereka. Terutama ibu. Aku belum bisa mewujudkan harapan yang diam-diam ibu gantungkan padaku, si anak pertama. Untuk menjadi seorang wanita karier yang sukses. Iya, itu belum bisa aku wujudkan. Karena atas kehendak suami juga pilihanku sendiri yang lebih memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga.

Pasti ibu tahu bahwa aku harus menuruti kehendak suami. Ibu paham akan hal itu. Oleh sebab itu, ia memilih memendam harapannya dalam dalam serta mungkin menahan rasa tak nyaman saat teman temannya sibuk membanggakan anak-anak mereka masing masing. Memikirkan hal itu, rasanyaaaa,....hhhhh....

Yang pasti, saat ini, keinginan untuk menghadirkan rasa bangga di hati ibu, masih tersimpan jelas di hati ini. Dan masih tetap aku usahakan. Aku tetap berkarier. Namun bukan berkarier sebagaimana sudut pandang yang berlaku pada umumnya, tapi berkarier dari sudut pandang yang lain dan tentu saja belum familiar di desa tanah kelahiranku.

Untuk saat ini, aku hanya bisa berdo'a, semoga Allah senantiasa menjaga ibu juga bapak dari hal hal yang tidak baik. Serta tetap terus berbakti kepada ibu juga bapak. Semoga usaha ini dapat segera menuai hasil sehingga aku bisa segera melihat raut wajah bahagia serta senyum penuh kebanggaan di wajah ibu. amin.

***
“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Sejuta Kisah Ibu"

Beli Tiket Kereta Api di Indomaret Dapet Teh Celup

Beli Tiket Kereta Api di Indomaret Dapet Teh Celup ~ Waktu kuliah dulu, aku tuh hobi banget ngelihatin kalender plus ngapalin tanggal merah. Iya, ngapalin tanggal merah. Apalagi kalau ada tanggal merah yang deket-deketan. Beuugghh. Bakal langsung nyatoltoltol dah di kepala. Aku kadang heran sendiri gitu, koq bisa bisanya urusan tanggal merah begini cepet banget nyantolnya. Mbog ya kalkulus atau matematika diskrit gitu yang cepet nempel di kepala. Hadeeehh.

Sekarang masih tetep gitu sih. Masih suka mantengin kalender. Apalagi akhir tahun begini. Tambah intens. Buat apa sih ?. Buat nentuin kapan saatnya berburu diskonan akhir tahun di mini market sekitar rumah plus nentuin kapan saat yang tepat untuk cus liburan akhir tahun. Dan akhir tahun 2015 ini aku and my gank (si ayah+si ken), memutuskan untuk liburan ke Bali. Ahayyy.. eikeh pulkam cyiinn. Senengnyoooo diriku auwooooo. *mamak mulai lufa diri*.

Sebenarnya rencana ini bukan rencana yang kami buat jauh jauh hari. Melainkan rencana yang spontanitas aja. Keluar begitu saja dari mulut si ayah. Kata si ayah, kebetulan, liburan tahun baru ini selain memang berbarengan dengan libur semester sekolah, juga berbarengan dengan libur di kampus. *sip, kalian kompak, tengkiu sekolah tengkiu kampus*.

Nah karena aku sudah hafal tanggal merah, aku pun ngusulin untuk berangkat sekitar tanggal 24 sore. Karena sebelum tgl 24 itu, si ayah masih ngampus.

Binggo. Si ayah setuju, aku pun langsung berburu tiket. Perburuan pertama tertuju pada agen bus gunung harta trayek Kediri - Denpasar dan hasilnya, di tanggal tanggal 18, 19, 20, 21, 22 dst... nggak ada tempat duduk di bagian depan. Sementara kami ingin dapat tempat duduk bagian depan. Selain karena tempat duduknya lebih luas, ken jadi lebih anteng karena bisa lihat pemandangan langsung.

Gagal naik bus, kami beralih ke....naik kereta api tut tut tuuutttt bruut. ups. sorry. hehe. Aku pun langsung cus ke akun PT. KAI, untuk nge-cek ada nggaknya kereta menuju banyuwangi yang mampir dulu di stasiun Jombang. Dan ulala beibeh. Ternyata ado cyiin. Tanpa tunggu nanti nanti, aku pun mengatakan perihal tersebut kepada si ayah. Ayah pun langsung mengiyakan untuk naik kereta api saja. Kata si ayah : "sekalian ngenalin ken sama kereta api". Mbog ya, kenalan sama siapa gitu, ee malah kenalan sama benda mati. Capek deh, *elunya aja mak yang kagak ngerti maksud si ayah*. Hehe. Ayah juga mengatakan, nanti sepulang sekolah ia akan segera membeli tiket di Indomaret. Biar nggak kehabisan.

Namun karena sepulang sekolah hujan turun deras banget, walhasil si ayah memutuskan untuk beli tiket waktu malam saja sekalian ngajak ken jalan jalan lihat lampu jalan. Emaknye ?. Ya ikut donk. Emaknye kan suka ngintil. Yuk.

Malam tiba, kami cus ke indomaret. Sebelum memesan, kami menanyakan ke si mbak indomaret terlebih dahulu tanggal keberangkatan kereta api yang masih lowong. Dan lagi lagi di tanggal 20, 21, 22, dst..sudah pada penuh. Yang masih lowong sekitar tanggal 18, 17, dst. Akhirnya, si ayah pun mengiyakan.

Proses pembelian tiket di indomaret ini aku rasa cukup mudah yah. Setelah memilih jadwal keberangkatan, si mbak pun akan melakukan pemesanan. Kami diminta untuk menunjukkan nomor ktp, dan nama sesuai ktp juga. Selesai. Gitu aja ?. Bayarnya ?. Serahkan sama...,dia dia dia. Alias si ayah.
O ya, kami juga dikenakan tambahan biaya sebesar Rp. 7.500,. Juga dapat bonus teh celup seharga Rp. 5.200,. Lumayan kan ?. Bisa buat ngeteh ngeteh cantik mah ini di kereta nanti. Sambil lihat pemandangan. Asoy deh kaya'nya *langsung bayangin*.

Jadi nih, yang tiba tiba punya hasrat ingin liburan akhir tahun seperi diriku nih, segera pesan tiket sekarang yak. Keburu kehabisan nanti. Buruaaannn.

Perjalanan Mendeteksi Kecerdasan Kinestetik Si Kecil

Perjalanan Mendeteksi Kecerdasan Kinestetik Si Kecil ~ Kalau dipikir-pikir, si kecil ken sudah menunjukkan kecerdasannya yang paling dominan sejak ia lahir. Kata perawat yang merawat ken selama aku masih dalam masa penyembuhan setelah caesar, saat dimandikan, digantikan bajunya dan sebagainya, si ken nggak bisa diem anteng gitu. Kaki tangan gerak gerak terus. Aku pikir mbak perawat tersebut yaa mungkin hanya sekedar memuji gitu *emangnya marcell*. Jadi aku nanggepinnya biasa aja. Manggut manggut aja.
Dan apa yang dikatakan si mbak perawat ternyata bener. Ken bener bener nggak bisa diem. Apalagi waktu dimandiin. Beuugghhh. Kayak jentik nyamuk. Plecat plecet gitu. Oleh sebab itu, urusan memandikan si kecil ken aku serahkan sepenuhnya kepada ahlinya yaitu si ayah. *Loh*.


Iya, si ayah lebih jago dan handal dalam urusan memandikan hingga menggendong si ken. Aku malah diajarin si ayah gimana cara gendong ken yang bener. Kebalik kan ?. Biasanya suami yang takut kalau gendong bayi, ee ini malah si istri yang takut. Hadeehhh. *wanita macam apa aku inih*.

Aku mulai berani memandikan si ken saat ia berusia 4 bulan. Meskipun ken sudah menunjukkan keaktifannya yang luar biasa, tetep aja aku nggak punya pikiran kalau apa yang ken tunjukkan tersebut adalah kecerdasannya yang paling dominan. Aku pikir bayi bayi yang lain juga begitu. Aktif seperti ken gitu.

Pikiran bahwa keaktifan si ken sama dengan bayi bayi lain terus aku pelihara. Dan mulai berubah saat aku dan si ken diajak si ayah silaturahim ke rumah temannya. Nah kebetulan temen si ayah memiliki anak laki laki yang seumuran ken. Dan, jeng jeng jeng, ternyata anak temen si ayah nggak se aktif ken. Si ken udah merangkak ke sana kemari, sementara anak temen si ayah cuma duduk manis sambil ngelihatin tingkah si ken. Dari sini pikiranku mulai terbuka bahwa keaktifan ken tidak sama dengan keaktifan bayi yang lain. Tapi tetep, aku belum sadar bahwa ini merupakan kecerdasan dominan si ken. Gemes kan, koq nggak sadar2 gitu yah. Iyak, aku memang payah. *hiks*.



Keaktifan ken semakin bertambah saat dia mulai bisa berjalan lalu berlari. Begitu handal berlari, ken malah nggak mau diajak jalan santai. Maunya lari terus. *lari dari si manda mandi kembang lek dis*. Sementara aku, yang ngikutin dia, sudah megap megap ngos ngosan. *kibas kibas bendera putih* *manda mandi kembang nyerah*.

Diajak ke kondangan juga begitu. Ada aja tingkahnya. Nggak mau duduk diem. Maunya ngiterin kursi para undangan. Dan walhasil, dandanan aku yang semula cihuy berubah jadi kayak badut. Bedak hilang kesapu keringat. Jadi blonteng blonteng. Semua itu terjadi karena aku ngikutin tuh bocah. Hari itu, aku gagal tampil keceeehh sodara sodaraaa.

Diajak kemana aja, pasti ken nggak bisa diem. Dan sudah banyak orang yang dibuat kewalahan oleh tingkah si ken. Jadi ken nggak pernah aku titipin ke siapa pun. Cukup aku saja yang merasakan kemaknyonyoran menghadapi tingkah si ken.

Keaktifan ken yang luar biasa ini sempat membuatku menduga bahwa ken adalah anak yang hiperaktif. Dugaanku ini tentu saja ada dasarnya karena dari sekian anak seumuran ken yang aku temui, rata rata, keaktifannya tidak seperti ken. Anak anak tersebut bergerak sebagaimana biasa. Orang tuanya jalan, si anak juga ikut jalan biasa. Orang tuanya duduk, si anak juga ikut duduk, atau kadang juga main ayunan di kaki orang tuanya. Sementara si ken, aku jalan, dia lari. Aku duduk, dia manjat kursi. Aku tiduran, dia malah jadiin aku kuda kudaan. Si ken pikir, emaknye ini kuda lumping kali yak?, bukaaan, yang bener emakmu ini kuda nil. Hadehh.



Tapi dugaanku itu langsung dibantah si ayah. Kata si ayah, ken bukan anak hiperaktif akan tetapi hanya aktif saja. Aku pun mengaminkan pernyataan si ayah tersebut. Meksipun begitu aku tetap memikirkan soal keaktifan ken ini. Gelisah cyiinn.

Kegelisahanku sedikit teralihkan, saat aku menyadari si ken belum mencapai satu tahapan perkembangannya yakni belum mulai bermain kosakata di usia 18 bulan.


Saat itulah aku mulai mencari dan menelesuri lalu mendaki gunung melewati lembah, halah, informasi soal 'apa penyebab anak terlambat bicara'. Dan salah satu penyebabnya adalah bisa karena si kecil merupakan anak kinestetik.

Yup, aku pikir begitu. Ken benar benar memenuhi tanda tanda anak kinestetik seperti :
Tidak bisa diam berlama-lama ? iyup, betul sekali.
Rentang perhatian pendek ?. Ho oh. Sulit rasanya menahan si ken untuk mau memperhatikan sebentar sajs apa yang sedang aku atau si ayah jelaskan.
Memiliki kapasitas energi yang tinggi ?. Iya, ken juga begitu. Aku sudah tepar, dia masih kayal kayal.
Memiliki ketrampilan olah tubuh yang baik ?. Ken ahli banget jungkir balik. Bahkan dalam posisi berlari lalu langsung jungkir balik pun dia bisa. Dia juga handal dalam memanjat. Suka ikutan nari breakdance dan sebagainya. Iyup, si ken anak kinestetik.


Andai saja aku sadar dari awal bahwa apa yang ditunjukkan ken melalui keaktifannya yang luar biasa itu merupakan tanda tanda kecerdasan dominan yang dimilikinya, mungkin aku tidak akan menganggap bahwa si ken adalah anak hiperaktif, aku juga tidak akan mengeluh saat si ken beraksi ini itu dan mungkin si ken juga tidak akan terlambat bicara plus tidak dianggap orang nggak bisa bicara karena aku bisa melatih kemampuan bicara si ken menggunakan kecerdasan kinestetik yang amat dikuasai dan disukainya itu.


Ya begitulah, namanya juga polisi india, si govinda selalu datang belakangan kan ?. Begitu juga dengan penyesalan, *halah*. Tapi aku nggak mau donk berlarut larut dalam penyesalan. Jadi aku pun segera memantabkan diri untuk meningkatkan dan mengarahkan kecerdasan kinestetik ken serta terus melatih dan meningkatkan kemampuan bicara ken. Pe Er masih banyak. Semangaaaatttt menatap masa depaaaan.

Deteksi Dini Kecerdasan Si Kecil

Deteksi Dini Kecerdasan Si Kecil ~ Sejak aku sadar bahwa salah satu perkembangan si kecil tidak sama dengan acuan tumbuh kembang anak pada umumnya yakni belum menguasai beberapa kata saat usianya menginjak 18 bulan, sejak saat itulah aku mulai rajin mencari informasi soal macam-macam tipe anak. Tujuan awal aku berburu informasi tersebut tentu saja untuk mencari penyebab mengapa si kecil ken belum juga mulai bermain kosa kata sebagaimana anak usia 18 bulan pada umumnya. Itulah tujuan awalku. Tujuan awal yang semakin menguat tatkala orang orang di sekitar mulai meragukan kemampuan bicara si kecil ken. (Baca : Terlambat Bicara Bukan Berarti Nggak Bisa Bicara ).

Dari sekian banyak orang yang meragukan kemampuan bicara si kecil ken, ada beberapa orang yang selalu meyakinkanku bahwa kemampuan si kecil ken sama dengan anak seusianya. Mereka mengatakan bahwa nanti, jika saatnya sudah tiba, pasti si kecil ken akan menunjukkan kemampuan bicaranya. Pernyataan orang orang positif tersebut tidak asal njeplak begitu saja donk ya, melainkan mereka membawa serta contoh contoh kasus serupa yang pernah mereka jumpai atau mereka alami sendiri. Tuh kan, Allah itu memang Maha Baik. Diantara orang orang beraura negatif yang ada di sekitarku, Dia ngasih segelintir orang positif yang senantiasa mendukungku. Alhamdulillah. Akan tetapi meskipun orang orang positif tersebut mengatakan demikian, aku tetap ingin dan berusaha untuk mengeluarkan kemampuan bicara si kecil ken.

Akhirnya pencarianku membawa hasil. Aku mendapat informasi dari mbah google bahwasanya tipe anak bisa dilihat dari kecerdasan yang paling menonjol yang dimiliki masing masing anak. Sementara menurut Howard sendiri, ada 9 kecerdasan yang dimiliki anak meliputi kecerdasan kinestetik, linguistik, logika matematika, musik, intrapersonal, interpersonal (sosial), visual spasial, moral, dan natural.

Kecerdasan kinestetik ditunjukkan dengan kemampuan si kecil dalam olah tubuh. Handal melakukan kegiatan yang membutuhkan kemampuan untuk menyeimbangkan tubuh, handal melakukan kegiatan yang membutuhkan keberanian, membutuhkan kekuatan energi, dan sebagainya. 

Kecerdasan linguistik ditunjukkan dengan keunggulannya dalam hal penggunaan kosa kata dan komunikatif. Cepat meniru dan cepat paham akan maksud dari kalimat yang ia dengar.

Kecerdasan logika matematika ditunjukkan dengan kemampuan si kecil dalam hal berhitung dan berpikir secara sistematis.

Kecerdasan musik dapat dilihat dari kelihaian anak bermain musik atau membuat lagu.

Kecerdasan intrapersonal dapat dinilai dari kemampuan anak dalam memahami keinginannya sendiri serta tahu tahapan apa yang harus dilakukan untuk mencapai keinginannya tersebut.

Kecerdasan interpersonal ditunjukkan dengan keahliannya dalam bersosialisasi. Ia juga sudah menunjukkan rada kepeduliannya kepada orang lain.

Kecerdasan visual spasial dapat dilihat dari kemampuan si kecil dalam menata, mengatur dan menyusun benda benda.

Kecerdasan moral ditunjukkan dengan kemampuannya dalam menggunakan nilai nilai dan norma norma dalam kehidupannya sehari hari.

Kecerdasan natural dapat dinilai dari ketertarikannya untuk lebih mengenal flora dan fauna.
Berdasarkan kecerdasan yang aku sebutkan di atas, akhirnya aku menemukan kecerdasan yang amat dikuasai si kecil ken yakni kecerdasan kinestetik, mengingat beberapa keahliannya dalam olah tubuh seperti jungkir balik, memanjat, serta berlari kencang.

Setelah mengetahui bahwa si ken masuk dalam tipe anak kinestetik, langkah selanjutnya adalah mendalami materi tersebut. Soal gaya belajar untuk anak kinestetik.

Oleh karena anak kinestetik suka dengan segala hal yang di dalamnya terdapat unsur gerakan. Tidak duduk atau berdiri diam terlalu lama. Maka gaya belajar yang cocok untuk anak kinestetik macam si ken adalah belajar sambil bergerak atau belajar dengan lebih banyak melakukan praktek. Praktek yang dimaksud di sini adalah praktek yang berupa permainan. Bukan praktek seperi di lab. gitu. Nah langkah selanjutnya adalah dengan membuat rencana rencana permainan apa saja, yang akan aku gunakan untuk menstimulus kemampuan ken berbicara atau meningkatkan kecerdasan linguistiknya.

Dengan mendeteksi kecerdasan si kecil ken sejak dini, maka manfaat yang dapat aku peroleh adalah aku jadi lebih tahu apa saja kecerdasan yang dikuasasi si kecil dan kecerdasan apa saja yang belum menonjol sepenuhnya. Kecerdasan yang sudah dikuasai si ken, bisa aku lebih tingkatkan lagi. Sementara yang belum, bisa aku stimulus lalu ditingkatkan juga. Tak hanya itu sih, aku jadi lebih tahu seperti apa metode belajar yang cocok untuk si kecil ke dan aku juga merasa parenting yang aku dan suami terapkan pada si kecil ken menjadi lebih jelas dan terarah. Dan masih banyak lagi deh manfaat lainnya. Akan bermanfaat terus hingga ia dewasa kelak. amin.

Jadi, buibuuu. Yuk kita deteksi kecerdasan si kecil sejak dini. Lalu kita kembangkan dan tingkatkan kecerdasan yang dimiliki oleh si kecil. Mumpung si kecil masih dalam masa golden age. Yoyoyowww, semangaaaattt. :D

Obat Diare untuk Ibu Hamil

Obat diare untuk ibu hamil ~ Diare. Satu kata ini berhasil bikin aku nempel banget sama yang namanya jamban. Terutama saat aku hamil dulu. Dari mulai awal kehamilan, si diare sudah menghiasi hari hari aku. Hanya saja waktu itu aku nggak terlalu sebel gitu dengan kehadiran si diare soalnya kedatangannya membawa kabar gembira. Sebuah kabar yang mengatakan bahwa diare yang aku alami saat itu merupakan tanda-tanda kehamilan *yeayy. Jadi waktu itu, aku biarkan saja diare menemaniku selama kurang lebih 1 minggu hingga akhirnya si diare menghilang dengan sendirinya.

Aku pikir diare hanya akan datang waktu awal awal kehamilanku saja. Nyatanya ?. Nggak. 6 bulan kemudian, saat keluarga tengah mengadakan acara 7 bulanan untuk aku dan calon bayiku, eee si diare tiba tiba datang lagi. Kali ini aku benar benar terganggu dengan kehadirannya. Bayangkan saja nih ya, pas acara 7 bulanan sedang berlangsung, aku nggak bisa fokus ngikutin acara tersebut. Aku malah bolak balik kamar mandi. Nyetor. Hadeehhh.

Karena nggak tahan, aku meminta si ayah untuk mencarikan daun jambu biji. Kenapa aku minta carikan itu dan nggak langsung minum obat diare saja ?. Karena beberapa petunjuk penggunaan obat diare yang aku lihat, pasti ada keterangan begini "tidak boleh dikonsumsi ibu hamil". Oleh sebab itulah aku memilih untuk mencoba menghentikan diare dengan obat-obatan alami saja.

Dapat. Tanpa babibubebo lagi, aku segera mengkonsumsi daun jambu biji tersebut. Loh nggak dicuci dulu ?. Tentu saja aku cuci terlebih dahulu donk daunnya. Emangnya eikeh kambing, langsung makan gitu aja. Sayangnya, cara tersebut tidak berhasil. Diare masih nggak mau pergi juga. Minum teh pahit juga sudah. Tapi nggak terlalu banyak sih. Soalnya takut bayi yang ada di dalam kandunganku terkena kafein yang ada di dalam teh. Trus obatin apa donk ?. Lagi-lagi, aku membiarkan si diare menemaniku kurang lebih selama 3 hari. Dan lagi lagi, ia akhirnya ia hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi, di kedatangannya yang ke-tiga kalinya, yakni saat aku tengah hamil tua dan dalam rentang masa hpl, si ayah tidak membiarkannya begitu saja. Ia memutuskan untuk segera mengajakku ke rumah sakit ibu dan anak. Aku pun menanyakan soal alasan ayah yang kali ini ngotot ingin mengajakku ke rumah sakit. Dan jawabannya adalah karena ia khawatir melihat kondisiku yang semakin lemas dan nampak kurus.

Tiba di rumah sakit. Saat itu dokter langsung menanyakan usia kehamilanku dan hpl. Setelah itu dokter mengatakan bahwa diare yang aku alami bisa menjadi tanda tanda aku akan melahirkan. Terulang lagi ternyata. Sama seperti saat masa awal kehamilan dulu.

Setelah itu, dokter langsung meminta bidan untuk memeriksa jalan lahir, dan hasilnya..ternyata..belum pembukaan. Lalu dokter menyuruhku untuk menimbang berat badan seraya menanyakan berat badatku bulan lalu. Kemudian beliau menuliskan sebuah resep obat untukku.

Aku dan si ayah pun segera menebus obat. Jujur, sempat terpana dengan obat diare yang diresepkan untukku. Yaaa, gimana nggak terpana kalau obat diare yang diberikan untukku adalah obat diare untuk anak dan balita. Hadeehhh. Atau jangan jangan, dokter tersebut mungkin mengira aku masih anak anak kali ya, secara wajah aku kan imut banget *huwek.

Alhamdulillah. obat diare untuk anak anak, yang merupakan suplemen makanan yang membantu memelihara pencernaan, tersebut cukup berhasil mengurangi kuantitasku bolak balik ketemu jamban. Jadi bisa dibilang, si diare tetap nempel aku hingga 3 hari setelah melahirkan. Bayangin deh, bisa bisanya nih saat saat kontraksi ee perut ikutan mules pengen segera disetor. Hadeeehhh.

Ya begitiulah, sekelumit, ciee sekelumit, hehe. Ya, sedikit cerita pengalamanku yang ditemani diare hampir di sepanjang masa kehamilanku. Semoga bermanfaat yak. Dan semoga yang sednag hamil nih, diberikan kesehatan serta kemudahan hingga saat melahirkan nanti. amin.
***
Mampir ke sini juga yak. Makasih. Yuhuuuu.

Lawan Korupsi dengan Menanamkan Karakter Anti Korupsi Sejak Usia Dini [Part 1]

Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi didirikan, masalah masalah korupsi nampaknya bukan malah berkurang, akan tetapi semakin bertambah. Bagaikan minum obat, hampir 3x sehari kita disajikan berita berita soal korupsi yang dilakukan oleh pejabat ini ataupun itu. Jujur, menonton berita seperti itu membuat hati merasa miris. Iya, di tengah tengah persoalan kesejahteraan rakyat yang belum belum tuntas, mereka begitu teganya melakukan tindak korupsi yang tak sedikit jumlahnya itu.

Tidak usah jauh-jauh, di lingkungan sekitar saja bisa kita temukan para pelaku korupsi. Mengingat penyakit yang satu ini tengah meraja lela dimana-mana. Aku sendiri pernah menemukannya dan sayangnya tidak bisa berbuat apa-apa karena dilarang oleh bapak. Sebab bapak tidak ingin apa yang beliau alami juga dirasakan oleh keluarga.

Lalu apa yang beliau alami ?. Beliau dikucilkan oleh semua teman di tempat kerjanya dan tidak berapa lama kemudian beliau dipindahtugaskan ke tempat lain. Apa yang beliau terima tersebut dikarenakan beliau menolak perintah atasan dan rekan kerja beliau untuk menandatangani sebuah nota belanja kosong namun sudah tertulis nominal Rp. 5.000.000,. di dalamnya. Begitu hebatnya dampak yang harus diterima bapak karena menolak untuk turut serta melakukan korupsi berjama'ah.

Kejadian tersebut membuatku terlecut untuk benar-benar melawan penyelewengan dana atau korupsi. Melawan sesuai dengan kemampuanku saat ini. Yakni melawan dengan cara membentengi keluarga, khususnya melindungi si kecil dari penyakit korupsi yang semakin meraja lela ini.

Cara yang paling utama untuk menjauhkan si kecil dari penyakit korupsi adalah dengan menanamkan karakter anti korupsi sejak dini. Penanaman karakter tersebut aku sesuaikan dengan tumbuh kembang anak usia 3 tahun. Yang mana pada usia tersebut merupakan masa-masa anak suka bereksplorasi. Jadi kami, aku dan suami, menanamkan sikap anti korupsi ini dengan tanpa menghalangi si ken bereksplorasi.

Sikap anti korupsi ini sendiri terbangun dari 10 karakter yakni jujur, peduli, tanggung jawab, disiplin, sederhana, adil, berani, mandiri, sabar dan kerja keras. Namun untuk saat ini aku dan suami, baru menanamkan dan menguatkan 4 karakter dulu kepada si kecil ken yakni sederhana, mandiri, bertanggung jawab dan berani.

1. Sederhana
Untuk menanamkan karakter ini, maka yang kami lakukan adalah dengan mencontohkan dan membiasakan ken akan beberapa hal yakni :

a. Tidak sering jajan di luar. 
Kami menyiapkan camilan buatan sendiri atau  menyediakan buah-buahan kesukaan ken di rumah. 



b. Mencontohkan ken untuk tidak membuang barang begitu saja. 
Dengan sengaja kami menunjukkan kepada ken bagaimana kami memperbaiki mainannya yang rusak namun masih bisa diperbaiki, juga memperbaiki beberapa alat elektronik yang juga masih bisa diperbaiki. Kami juga sengaja menunjukkan proses daur ulang barang yang tidak terpakai menjadi barang yang bisa digunakan kembali.



c. Mengajak ken melakukan beberapa kegiatan sederhana tapi bisa menjadi sangat menyenangkan. Seperti membuat permainan baru dengan memanfaatkan mainan ken yang lama dan sudah jarang dimainkan lagi oleh ken karena bosan.




Kami berharap, apa yang kami ajarkan ini, nantinya, dapat membuat ken tetap bisa menemukan keceriaan, menghadirkan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Serta terhindar dari sifat konsumtif bahkan rakus akan harta.

2. Mandiri
Pada umumnya, anak usia 3 tahun, sudah mampu melakukan beberapa hal secara mandiri. Seperti makan sendiri, minum, dan sebagainya.


Untuk melatih kemandirian si kecil tentu membutuhkan proses yang cukup lama. Tidak boleh tergesa-gesa. Apalagi memaksa. Karena nantinya malah akan membuat si kecil menjadi enggan mencoba kembali. Misalnya, ingin melatih si kecil bisa makan sendiri.

Langkah pertama yaitu dengan mencontohkan terlebih dahulu.
Kedua adalah tetap memberikan contoh sembari membiarkannya memegang sendok sendiri. 
Ketiga, berikan sendok dan mangkok sendiri, biarkan ia bereksplorasi sendiri sambil sekali-kali membantunya atau menunjukkan bagaimana cara mengambil makanan lalu mengarahkannya ke mulut.
Ke-empat. Berikan pujian setiap kali ia berhasil mengarahkan sendok yang berisi makanan ke mulutnya. Dan jika belum berhasil, beri ia semangat untuk mencoba lagi.



Seperti itulah tahapan tahapan yang kami lakukan untuk melatih kemandirian pada si kecil ken. Kami harap, dengan mengenalkan kemandirian pada si kecil sejak usia dini, nantinya, Ia bisa menjadi pribadi yang mandiri, ulet, pantang menyerah. 

3. Tanggung jawab
Bisakah ken, anak usia 3 tahun 1 bulan dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab ?. Bisa. Hanya tanggung jawab kecil saja. Seperti membereskan mainan, menutup spidol setelah dipakai, dan menghapus papan tulis yang sudah penuh coretan dan beberapa hal sederhana lainnya.



Salah satu cara yang kami gunakan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab si kecil ken adalah dengan mengajaknya berdialog. Ya, anak usia 3 tahun sudah bisa diajak berdialog. Dialog sederhana saja. Formula dialog yang kami gunakan adalah jika maka serta dilengkapi dengan contoh misalnya berupa barang yang dulu Ia sukai namun sudah rusak. 
Misalnya seperti saat kami ingin agar ken mau menutup spidol setelah Ia gunakan untuk menulis. Tahapan yang kami lakukan yakni :

Awalnya kami akan memberikan contoh kepada si ken bahwa setelah digunakan untuk menulis maka spidol harus segera ditutup. 
Hari-hari selanjutnya kami akan mengajak ken menulis bersama dan menutup spidol bersama.
Hari hari berikutnya, kami mulai menguji coba ken. Jika ia menutup spidol atas kesadarannya sendiri maka kami akan memberikan pujian dan tepuk tangan untuk ken. Jika sebaliknya, maka kami akan mengajaknya berdialog sembari membawa spidol yang sudah kering. Kalimat yang kami ucapkan seperti ini : "Ken, kalau spidolnya tidak ditutup, nanti spidolnya bisa seperti yang ini, rusak, tidak bisa kamu pakek untuk nulis lagi". 
Hari hari selanjutnya, kami menguji coba ken kembali dan alhamdulillah berhasil. Memang kadang si ken lupa, namun jika diingatkan dengan sigap ken akan segera menutup spidol yang telah ia pakai.




Harapan kami, dengan menanamkan rasa tanggung jawab sejak dini, ken akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan lebih bijak dalam membuat keputusan.

4. Berani
Anak usia 3 tahun sangat suka bereksplorasi. Suka mencoba ini maupun itu. Begitu juga dengan ken. Ken yang merupakan tipe anak kinestetik sangat suka mencoba suatu kegiatan yang dapat memicu adrenalinnya. Ia suka memanjat, tak takut ketinggian dan sebagainya. 




Sebagai orang tua, tentu kami harus menjaga Ken dari suatu hal yang membahayakannya. Namun hal tersebut tidak membuat kami serta merta melarangnya melakukan ini juga itu. Kami memilah dan memilih kegiatan mana yang memiliki resiko paling ringan dan bisa diajarkan lalu dilakukan ken. Dan untuk meminimalkan resiko, maka kami memilih untuk memandu ken. Mengajarinya bagaimana seharusnya melakukan kegiatan tersebut. Setelah itu, secara perlahan, kami mulai membiarkannya melakukan tahapan demi tahapan sendiri hingga akhirnya kami anggap ia bisa dan aman melakukan kegiatan tersebut sendiri. 



Harapan kami, dengan menanamkan keberanian sejak usia dini, ken akan tumbuh menjadi anak yang pemberani dan tak takut melakukan apapun atau siapapun selama apa yang ia lakukan benar.

Itulah beberapa langkah yang kami lakukan untuk menanamkan karakter sederhana, mandiri,tanggung jawab dan berani pada si kecil ken. Untuk karakter lainnya, seperti kejujuran, kerja keras, peduli, disiplin, sabar dan adil, kami baru bisa memberikan contoh saja kepadanya.

Kami harap apa yang kami contohkan, bisa terekam dengan baik di memory ken. Paham dengan apa yang kami contohkan. Hingga akhirnya Ia akan mengikuti apa yang kami contohkan dan terbiasa. Amin.

Ibu adalah sekolah pertama bagi Anak. Sementara lingkungan keluarga memiliki pengaruh sebanyak 70% dalam membentuk karakter atau tabiat anak. Jadi mari manfaatkan dua hal tersebut dengan baik dan semaksimal mungkin. Tanamkan nilai-nilai positif sejak dini pada si kecil. Salah satunya adalah sikap anti korupsi. Tanamkan lalu kuatkan pondasinya. Agar anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang baik, yang bermanfaat, bahkan bisa membuat masa depan negeri ini jauh lebih cerah. Amin.


Kata 'Biasa' di Balik Peristiwa Naas Metro Mini Ditabrak KRL

Aku pikir, kecelakaan naas yang dialami metro mini tersebut, yang terjadi pada minggu sore lalu, membuat orang orang lebih patuh akan rambu rambu lalu lintas dan tak menerobos pintu kereta api yang akan tertutup lagi. Namun ternyata tidak. Sayang sekali. Sungguh..TERR..LALUH.

Ya, kemarin aku sempat mantengin berita tragedi metro mini yang ditabrak krl ini. Dan salah satu berita tersebut membahas tentang hal di atas yakni masih banyak warga yang tetap melanggar atau menerobos palang pintu kereta api yang akan tertutup. Masih banyak juga yang menunggu kereta api lewat tepat di dekat rel kereta api dan sebagainya. Saat ditanya oleh reporter salah satu stasiun tv swasta perihal mengapa mereka tetap berani melakukan pelanggaran tersebut maka rata rata jawaban mereka adalah 'sudah biasa begini, nggak apa apa'. Mendengar jawaban tersebut, rasanya pengen noyor kepala tu orang. Gemes.

"nggak apa apa, sudah biasa kayak gini, nerobos pintu lintasan kereta api begini".
"nggak apa apa, sudah biasa nunggu kereta api lewat di sini, di dekat rel kereta api ini"
"nggak apa apa, sudah biasa tetap lewat meskipun sirene sudah menyala".
"nggak apa apa, sudah biasa.....
KETABRAK MAKSUD LOE.
hadeeehhhh.

Kita sering sekali terjebak dengan kata biasa. Dengan membubuhi kata biasa di beberapa aktivitas yang kita lakukan, seakan akan membuat kita merasa lebih percaya diri karena sudah biasa, merasa pasti mampu melakukan hal itu lagi karena sudah biasa serta merasa tak perlu menaruh rasa waspada atau berhati hati lagi karena sudah biasa dan tidak terjadi apa apa. Jika sudah begitu, maka akan membuat kita sedikit teledor, tidak mempertimbangkan resiko dan segala sesuatunya, serta tidak peka akan bahaya yang mungkin saja tengah mengintai kita.

Kata biasa ini seharusnya tidak membuat kita terlena,lupa, lalai, dan tak peduli. Apalagi sampai membuat apa yang seharusnya salah menjadi suatu hal yang nampaknya benar karena sudah biasa dilakukan. Entah kita sendiri yang melakukannya atau orang lain. Jangan begitu yak. Jangan sampek, kata biasa tersebut membuat kita tidak waspada bahkan membuat kita menjadi tidak peka dengan hikmah atau pelajaran yang bisa didapat dari kejadian kejadian yang terjadi di sekitar kita. Jangan.

Jadi, mari kita ambil pelajaran berharga dari kejadian tragis krl menabrak metro mini yang terjadi minggu sore lalu. Bahwa patuh akan rambu rambu lalu lintas yang berlaku akan menyelamatkan kita dari mara bahaya. Tidak ada ruginya lah ya menunggu kereta api lewat barang sebentar saja. Toh nggak sampek bikin pantat panas membara ulala kan ? gara gara nunggu tu kereta lewat. Satu hal lagi, ingat, jangan jadikan sesuatu yang salah menjadi nampak benar hanya karena sudah biasa dilakukan atau sudah biasa melihat hal yang demikian.

Semoga kejadian tragis ini adalah yang terakhir. Semoga jembatan layang (fly over) sebagai salah satu solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi di lintasan kereta api, dapat segera terwujud. amin.

Ikhtiar (Usaha) Agar Punya Anak Berjenis Kelamin Laki-laki

"Biasanya kalau saat hari H pernikahan datang bulan, itu cepet hamil, aku dulu gitu mbak".

Begitu kata buk eko, tetangga rumahku, yang saat itu bantu bantu beberes rumah setelah dipakai buat acara pernikahanku.

Aku pun hanya manggut manggut saja menanggapi ucapan buk eko. Tidak sampai dipikirkan sih apalagi terngiang-ngiang. Soalnya, waktu itu, aku belum berencana cepet cepet punya anak, meskipun si ayah pengen banget. Aku pengen ngelakuin yang seperti di novel novel yang aku baca itu tuh, atau beberapa film yang pernah aku lihat, kayaknya seru, pacaran setelah nikah. Kece gitu *halah.

Namun ternyata apa yang dikatakan buk eko benar benar terjadi. 1 bulan setelah pernikahan aku positif hamil. Jreng jreng jreng. Entah harus seneng atau kaget. Bingung. Sedangkan si ayah senyam senyum bahagia.

Sayangnya, kehamilanku tersebut hanya berumur 3 bulan saja. Karena blighted ovum. Jadi harus dikuret.

Sedih ?. Pasti donk. Malah menyalahkan diri sendiri. Karena aku ngerasa, tidak benar benar menjaga kehamilanku. Aku pikir, dulu, hamil itu ya seperti biasa saja. Tidak ada bedanya dengan saat belum hamil. Hanya beda fisik saja yakni di bagian perut. Jadi saat itu aku benar benar cuek dengan kehamilanku. Dan begitulah akhirnya... aku dapat teguran dari Yang Maha Segalanya.

Ada yang bilang *yg jelas bukan tong sam chong*, bahwa pengalaman itu adalah guru terbaik. Oleh sebab itu sejak kejadian tersebut, aku berusaha untuk benar benar serius menjadi calon ibu. Aku mulai berburu informasi soal kehamilan. Mulai dari soal bagaimana cara memulihkan rahim setelah kuret, cara menyuburkan tanaman, eh, kandungan, hingga cara agar mendapat bayi berjenis kelamin laki-laki.

Segitunyaaa ?. iyak segitunya yak. Mbok ya ngalir gitu aja loh. Sedapetnya aja. Awalnya sih begitu. Dikasih amanah lagi aja sudah syukur alhamdulillah. Tapi nggak ada salahnya kan mencoba. Minongko usaha. Hasilnya ya tetap di tangan Allah Swt. Betul begitu ibukibuk ?. hehe.

Usaha yang pertama kali aku lakukan tentu saja nganu, halah, berusaha menyuburkan kandungan lagi. Agar nanti saat dikasih amanah lagi, rahim sudah membaik, kuat, aman dan nyaman buat janin.

Usaha yang ke-dua adalah kedua belah pihak, halah, aku juga si ayah harus mengkonsumsi makanan bergizi. Nah karena ikhtiar ingin mendapatkan bayi laki-laki, jadi aku harus mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori, seperti daging, ikan, telur, pisang, dan lain sebagainya.

Usaha ke-tiga adalah berhubungan suami istri tepat pada waktunya. Saat mendekati masa subur atau pada saat masa subur. Mengapa demikian ?. Kromosom Y (kromosom laki-laki) memiliki gerakan yang sangat cepat namun mudah mati saat berada di daerah asam. Sementara kromosom X lambat bergerak tapi mampu bertahan hidup di daerah asam. Jadi, jika melakukan hubungan suami istri jauh hari sebelum masa subur, kemungkinan kromosom Y dapat membuahi sel telur tidak terlalu besar.Maka sebaiknya hubungan suami istri dilakukan pada saat masa subur saja. La sebelum sebelumnya nggak boleh ?. Usahakan nggak dulu lah yah. 'Puasa' aja dulu hingga masa subur tiba. Karena begitu kromosom Y masuk maka ia bisa segera membuahi sel telur tanpa harus berlama lama di daerah asam untuk menunggu sel telur muncul.

Usaha ke-empat adalah posisi saat berhubungan suami istri dan setelahnya. Posisi yang dipakai adalah posisi klasik dan setelahnya harus miring ke kanan. Ditambah bantal juga boleh. Letakkan di bagian panggul. Hal ini beguna untuk mempermudah perjalanan kromosom Y menuju sel telur.

Usaha ke-lima adalah sedekah. Sudah sering mendengar tentang keajaiban sedekah kan ? yang salah satunya adalah sedekah dapat mewujudkan cita cita dan mimpi kita. Sudah donk yak ?. Sippp. Jadi perbanyak sedekah dan mudah mudahan dapat mengabulkan do'a.

Usaha ke-enam adalah do'a. Ikhtiar tanpa do'a atau do'a tanpa ikhtiar bagaikan sayur tanpa garam.

Usaha ke-tujuh adalah tawakal kepada-Nya. Ya, setelah berusaha semaksimal mungkin yang disertai dengan ibadah plus do'a, langkah selanjutnya adalah pasrahkan kepadaNya. Tawakkal. Apapun keputusanNya, adalah yang terbaik buat kita. setuju ibuk ibuk ?. :D

Jadi ya begitulah tahapan tahapan yang aku dan si ayah lakukan dalam ikhtiar/usaha untuk mendapatkan bayi berjenis kelamin laki-laki. Dan alhamdulillah dikabulkan olehNya.

Akhir kata, billahitaufiq wal hidayah, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaaaaaatuh *malah ceramah*. Hehe. Semoga bermanfaat yak. Yuk cao.

***

Baca ini juga boleh. Boleh bangeeetttt. Yuhuuuu.

Hamil dan Asma
Menghitung Gerakan Janin Saat Trimester Ketiga
Membaca Ayat-ayat Al Quran Saat Hamil
Overdosis Rumput Siti Fatimah
Cara Mudah Mengetahui Masa Subur 
Tips Cepat Hamil Setelah Kuret

Banyak Kejutan dari Si Tiga Tahun

Akhir-akhir ini, aku sering mendapatkan surprise dari si kecil ken. Surprise tersebut berupa perkembangan kemampuannya yang begitu cepat. Seperti sudah hafal huruf abjad, kenal dengan angka 1-10 berikut versi nge-west nya, bisa menulis beberapa huruf abjad meksipun bentuknya masih blendot sana blendot sini, dan kenal dengan beberapa kata, terutama kata mobil dan susu. Mbok ya yang dikenali itu kata-kata 'Muma Cantik' gitu ya *uhuy.

Sebenernya, aku nggak nyangka sama sekali bahwa kemampuan ken akan berkembang secepat itu. Mengingat bahwa si ken yang merupakan tipe anak kinestetik benar benar susah diminta untuk duduk manis lalu memperhatikanku barang sebentar saja. Ogah diam lama lama mah dia. Maunya ya plecat plecet ke sana ke mari. Kalau ia duduk diam itu pun sambil pegang mainan. Tapi kesempatan tersebut tetap aku manfaatkan sebaik mungkin. Ken duduk duduk main, aku sibuk ngoceh huruf abjad. Dicuekin ken mah urusan belakangan. Aku berharap dengan begitu, minimal ken familiar dengan satu atau dua atau beberapa huruf abjad yang masuk ke memory ken.

Pernah aku sedikit memaksa ken agar mau memperhatikanku barang sebentar saja, tapi hasilnya, jeng jeng jeng, ken malah nangis histeris. Nggak berapa lama kemudian, emaknye ikut nyusul mbrebes mili lihat ekspresi sedih ken saat menangis *aku tak sanggup. Setelah kejadian tersebut aku tak mau memaksa ken lagi. Sudah kapok.

Pernah juga ada yang menyarankan untuk memberikan iming iming hadiah kalau ia mau belajar sebentar. Tapi, nggak ah. Aku nggak mau begitu. Banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Daripada begitu, mending aku cari lain saja. Susah susah dikit nggak apa apa lah yaaa.

Dari sekian banyak cara yang aku lakukan, ada satu cara yang menurutku cukup ampuh untuk membuat ken mendengarkan lalu lama lama mau mengikutiku menyebutkan aneka huruf abjad yakni cara bergerak sambil belajar. Maksudnya yaitu, saat kami jalan jalan naik motor atau saat aku menemani ken naik sepedanya keliling perumahan, aku selalu mengiringi perjalanan kami *aseg, dengan lagu huruf abjad. Alhamdulillah ken tak protes mendengar suaraku yang alakazam bin makgedubrak ini.Ia malah ikut menyanyi. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ken bisa hafal dengan huruf abjad yang aku nyanyikan. Yeayyy, Yippiieeee.

Alhamdulillah. Bener bener nggak nyangka Bahwa si ken yang handal di kinestetik ternyata juga bisa hafal abjad, angka, menulis, dan hafal model tulisan dari beberapa kata. Sehat selalu ya ken, dan tetap semangat untuk lebih baik dari ke hari. Yoyoyowwwww.

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Mengulas Berbagai Manfaat dan Penggunaan Popok Confidance

Jadi beberapa waktu yang lalu, emak curhat kalau belakangan ini beliau susah sekali berjalan terutama setelah tidur. Menurut dokter, hal in...