Gaya Hidup Sehat untuk Anak

Karena nama adalah doa, maka Aku memutuskan untuk memberi nama Ken, yang bermakna sehat kuat dan tangguh, kepada janin yang ada di rahimku. Ya itulah harapanku. Berharap agar Aku tak kehilangan calon bayiku lagi. Berharap agar Ia tumbuh sehat sempurna di rahimku hingga saat proses persalinan dan sampai besar nanti.

Gayung bersambut. Usahaku berbuah manis. Ken tumbuh dan berkembang dengan baik. Ia memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Demam  hampir tak pernah mendatanginya, baik itu saat giginya mulai tumbuh satu-persatu, setelah imunisasi, maupun saat musim pancaroba. 


Mungkin melihat Ken yang selalu nampak sehat nan ceria, membuat orang-orang sekitar, sering menanyakan tentang Si kecil Ken. Susu yang diminum Ken, makannya doyan atau tidak, suka sayur buah atau tidak dan lain-lain. Maka Aku selaku Ibu Ken, dengan senang hati berbagi Gaya Hidup Sehat yang Aku kenalkan, terapkan dan kemudian dilakukan oleh Si Ken. Apa saja itu ?.

1. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Sebagai stay at home mom, tentu saja sebagian besar waktuku tercurahkan untuk mengurus si ken dan rumah. Serta membuat makanan sehat, juga camilan untuknya
.



2. Sarapan.
Untuk bekal tenaga Ken dalam melakukan aktivitasnya di pagi hari, Aku membiasakan Ken untuk sarapan roti yang di campur dengan susu hangat.



3. Minum air putih.
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari minum air putih. Tidak hanya untuk memperlancar aliran darah, membantu dalam proses pencernaan, dan lain sebagainya. Hal yang sederhana tapi memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.




4. Tidak makan makanan ringan serta tidak jajan sembarangan.
Sementara teman-teman bermain Ken sudah kenal dengan dunia makanan ringan, Ken masih asyik menyantap makanan buatanku, juga melahap habis potongan-potongan buah yang Aku berikan padanya.



5. Rajin olahraga
Salah satu olahraga yang paling disukai Ken adalah lari. Hal ini Ia lakukan setiap hari. Sekali saja Ken bolos melakukan kegiatan ini, Ia akan nampak lemas dan sulit tidur nyenyak.


6. Istirahat cukup
Beristirahat dengan cara duduk diam ?. Hampir tak pernah. Hanya bertahan beberapa menit saja. Setelah itu Ia beraksi lagi. Bagi Ken, tidur adalah istirahatnya yang paling sempurna.


7. Membersihkan anggota tubuh.
Ken yang suka main air tentu saja begitu semangat kalau diajak mandi. Membersihkan badan, rambut juga menggosok gigi.



8. Happy selalu.
Setiap hari, setiap waktu, ken hampir selalu nampak gembira dan bersemangat. Dimanapun Ia berada, Ia selalu mampu menemukan cara untuk membuat dirinya bahagia. 



Itulah beberapa point Gaya Hidup Sehat yang Aku kenalkan dan kemudian dilakukan oleh Ken hingga saat ini. Alhamdulillah.

Kami, Aku dan suami, sudah memutuskan untuk menjadi #HealthAgent untuk Si kecil Ken. Mempertahankan gaya hidup sehat yang sudah dilakukan oleh Ken. 

Kami juga berharap, keluarga, orang-orang sekitar Kami juga 'tertular' dan bisa melakukan hal yang sama. Menjadi #HealthAgent untuk anak juga keluarga mereka masing-masing. Mengenalkan dan menerapkan Gaya Hidup Sehat sejak anak usia dini.

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam Health Agent : "Sharing Inspiration"
Nutrifood.

Si Kecil Suka Mengeskplorasi dan Meniru Suara

Syukur alhamdulillah...
Si kecil Ken yang dulu sempat disangka orang2 terlambat perkembangannya dlm hal bicara dan sangkaan tersebut berhasil juga membuatku menyangka ken juga terlambat bicara, *maafken emakmu ya ken, sekarang sudah punya banyak kosakata. Yeayyyy. Hip hip horeeee.

Seneng. Banget. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa diungkapkan dengan segepok uang. Halah. Hehe.

Ia sudah mulai bernyanyi dengan lirik lagu sebenarnya. Tidak lagi pakai lirik ciptaannya yang berbahasa planet itu. Juga ngikutin adzan di tv meskipun masih salah2. Dan ngikutin kata-kata yang keluar dari mulut ku, dari ayahnya, tantenya, dan sekitarnya. Hadeehhh. *tepuk jidat ayah ken.

Seperti saat si tante memanggilnya dengan panggilan "Mas"
Maka dengan cepat si ken menjawab "Mas".

Saat aku memanggil namanya "Keeenn"
Ia pun menjawab "Keeenn".

Saat si ayah berdehem.
Si ken juga ikut berdehem.

Saat tetanggaku berkata "sini".
Si ken pun menjawab "nini".

Saat reno bersuara
Si ken juga berkata "aoonggg".

Saat si jago menyanyi
Si ken berucap "uyuuukkk".

Saat si kereta ber-tuuttt-tuuutttt
Si ken :"tuuuttt..tuuutt".

Motor dipanasin
"bem beeemm"

Saat Ambulan lewat
"wiyuwiyuwiyu".

Dan terakhir dan yang paling baru adalah saat aku berkata "ma cantik".
Maka si ken juga berkata "matik".
What ? Matic. Peda motor kali eikeh. *tepuk jidat yang baca. Hehe.

Mauku sih ken nggak begitu. Saat dipanggil, ia akan menjawab "ngge, dalem, atau iya". Saat reno mengeong, ken tidak ikut mengeong tapi berkata "kucing". Begitu. Itu mauku. Bukan mau Ken. Maunya ken ya begitu itu.

Tak apelah ya. Mungkin si ken lagi pengen bereksplorasi dengan aneka suara yang ia dengar. Bereksplorasi lalu menirunya.

Good job nak. Lanjutkan.
:D


Memilih Kaos yang Nyaman

Ada berapakah jumlah kaos di lemari baju kalian ?. Satu dua atau ratusan ?. hehehe.

Trus mana nih yang sering kalian pakai ?. Yang polos, bermotif, atau yang ada tulisannya. 'Aku cakep banget', atau yang ada gambar sang idola, atau yang ada cap bibir aku atau yg paling nyaman?. Yg mana ?.
Apa ?. Tergantung ?. Mati donk.

Kalau Aku sih pilih yang paling nyaman, selanjutnya desain kaos, lalu duit, lalu bingung, beli atau tidak. Wkwkwkwk.

Bagiku, nyaman itu yang paling utama. Kalau kamu milih kaos berdasarkan apa nih ?. Apa ? Sama seperti Akuh. Cieee kita sehati ni yey. Tos dulu dah.

Eit tapi tunggu dulu, nyaman versiku sama nggak nih dengan nyaman versi kamyu kamyu. Cek ricek yuk. Ini nyaman versi Aku :

1. Bahan kaosnya adem atau nggak.
Biasanya cara Aku ngecek tu kaos adem atau nggak dengan cara tempelin di leher. Kalau ada sensasi seger-seger adem banget saat menyentuh kulit sampek dingin bgd berarti yang nempel di leher itu es batu. Hehe,

2. Ukuran kaos.
Aku lebih suka kebesaran daripada kekecilan. Ya iyalah. Hehehe. Carilah ukuran kaos yang pas sama badan. Nggak kebesaran nggak juga kekecilan apalagi sampek udel bodongnya keliatan. Ish ish ish. Malu sama kucing meong-meong meong.

3. Halus nan lembut.
Sensasi kalau kulit menyentuh sesuatu yang lembut rasanya seneng gitu ya. Enak di elus-elus. Halusss lembuttt.

4. Nggak kaku.
Pernah ding punya kaos kaku. Bahannya memang lumayan halus. Lumayan adem tapi kaku. Nggak mengikuti gerakan tubuh. Jegogrog gitu.

5. Bagian leher kaos nggak bikin leher jadi nggak nyaman bahkan bikin gatel.
Bagian leher kaos ini juga penting loh. Pilih bahan leher kaos yang adem dan nggak tebal.   

6. Nggak ada brudul atau serabut-serabut kaos yang muncul.
Kalau ada brudulnya, dipikir-pikir dulu deh sebelum memutuskan untuk membeli tu kaos. Sebab apa ?. Brudul-brudul kecil yang muncul di kaos, setelah kamu bayar, trus kamu bawa pulang, lalu kamu cuci, begitu kering brudulnya nambah. Brudul di kaos ibarat panu.

7. Jahitan kaosnya.
Yup, ini juga harus diperhatikan. Pilih jahitan kaos yang rapi. Rapet dan nggak ada yang terlepas..

Nah itulah nyaman versi Aku. Gimana ?. Kalian juga gitu kan ?. Sippp, tos tinju dulu. Atau ada yang beda ?. Boleh deh sharing di sini. Ditunggu yak. Yuhuuuuuu.

Hamil dan Asma

Tidak ada satu orang pun yang ingin berlama-lama jatuh sakit. Juga tidak ada satu orang pun yang ingin dikejar-kejar penyakit. Tidak ada yang ingin begitu. Termasuk Aku.

Pemicu datangnya asma.
Sudah sejak lama penyakit ini bermukim di tubuhku. Sejak kecil. Ia begitu betah. Seperti tak hendak pergi. Berbagai macam cara sudah kami (bapak, ibuk, dan Aku) coba. Dari mulai pengobatan medis, alternatif dan tradisional. Namun tak juga membuat Ia pergi. Hingga akhirnya, kami mendengar ucapan lain dari yang lain, yakni dari salah satu dokter khusus penyakit dalam yang mengatakan bahwa asma tidak bisa benar-benar menghilang. Ia hanya bisa dihindari. Hindari pemicu datangnya asma seperti : 

Debu, asap, bulu, pengap lembap, udara yang terlalu dingin, terlalu lelah, strees, dan lain sebagainya. 
Dan satu lagi pesan beliau, "Obat harus dibawa kemanapun pergi".
Asma memang bukan penyakit berbahaya tapi bisa jadi berbahaya jika tidak ditangani segera. 


Selalu membawa obat asma
Sejak saat itu, Ibuk selalu menyediakan obat asma di rumah. Untuk jaga-jaga. Begitu juga saat Aku mulai merantau, si obat selalu Aku bawa kemanapun pergi. Tentunya bukan pergi satu dua jam. Tapi pergi yang berhari-hari.

Di masa-masa itu, Aku sempat mendengar beberapa orang yang mengatakan bahwa si asma akan hilang total saat sudah menikah. Dan tentu saja....................Itu semua tidak terjadi. Setelah Aku menikah, asma masih suka datang menyambangi paru-paruku. 

Menikah sudah. Keinginan selanjutnya sudah pasti adalah memiliki keturunan. Iya itu adalah salah satu dambaan bagi pasangan yang sudah menikah. Dan alhamdulillah, di usia pernikahanku yang ke-6 bulan, Aku mendapati dua garis merah di test pack yang Aku pegang. Yes, I am pregnant.

Senang. Amat sangat. Sebab ini adalah kabar gembira yang kami berdua tunggu-tunggu setelah peristiwa duka yang menghampiri kami di 3 bulan sebelumnya. Saat kami kehilangan calon buah hati sebab keguguran.
Rasa senang yang hinggap di hati, perlahan beranjak pergi dan berubah menjadi kekhawatiran. Khawatir kalau si asma datang dan akhirnya Aku harus minum obat lagi lalu akan mengenai si calon buah hati. Sebenarnya Aku punya obat yang memiliki efek samping yg begitu kecil yakni obat semprot. Tapi tidak terlalu berpengaruh. Hanya butiran-butiran pil itu yang mampu dengan segera menormalkan nafasku lagi.

Bahaya yang diakibatkan asma bagi ibu hamil.
Semula Aku hanya menganggap si asma hanya membawa satu bahaya untuk calon buah hatiku yakni kemungkinan terkena obat-obatan yang Aku konsumsi saat asma kambuh. Namun ternyata, setelah Aku berselancar di dunia maya, Aku menemukan beberapa bahaya yang diakibatkan oleh asma terutama untuk ibu hamil.
  • Gangguan oksigen untuk bayi.
  • Morning sickness.
  • Perdarahan vagina.
  • Tekanan darah tinggi 
  • Penghambatan pertumbuhan janin.
  • Kesulitan dalam persalinan.
  • Mengalami kelahiran prematur 
  • Mempengaruhi berat badan bayi setelah lahir.

Kekhawatiran semakin bertambah, akhirnya suami mengajakku berkunjung ke dokter obsgyn untuk menanyakan hal tersebut. Dan beliau pun mengiyakan. 

Cara menghindari datangnya asma selama masa kehamilan.
Tambah khawatir ?. Tentu saja. Tapi Aku tak boleh memelihara perasaan itu lama-lama. Khawatir yang berlebih malah bisa mengundang stres. Jika begitu, maka stres akan datang bersama dengan asma. Jadi, untuk menghalau asma agar tak mengganggu kehamilanku, Aku pun melakukan beberapa hal yakni :

1. Konsultasi ke dokter
Konsultasi yang kulakukan tak hanya sekedar menanyakan bahaya dan macam-macam pemicu asma. Tetapi juga untuk menanyakan obat asma yang aku konsumsi, apakah berbahaya bagi janin atau tidak. Asupan makanan serta beberapa hal yang harus aku lakukan.

2. Konsumsi makanan sehat dengan rasa yang standart. 
Terutama tidak terlalu dingin juga tidak pedas dan tidak asam.

3. Memilah memilih kegiatan yang dilakukan.
Oleh karena di kehamilanku yang kedua ini, aku hampir mengalami keguguran lagi, maka dari itu suami meninggalkan pekerjaanku lalu tinggal di rumah saja. Meskipun hanya di rumah saja, Aku tetap memilih kegiatan yang Aku lakukan. Aku tak lagi mengerjakan semua pekerjaan rumah. Tugasku utama hanya bersih-bersih rumah. Selain itu suami yang handle. Cucian ia bawa ke laundry kadang juga ia cuci sendiri. Begitu juga dengan masak memasak.
Aku betul-betul melakukan tugasku itu. Membersihkan debu, menyapu, juga mengepel. Olahraga sekaligus membuat rumah terhindar dari debu. Bebas debu bebas asma.

4. Melatih pernafasan di pagi hari.
Aku selalu melakukan ini dan semakin rutin saat di trimester ketiga. Sebab di trimester ketiga nafasku mulai terasa sesak tapi tidak sampai berbunyi 'ngiikkk'. Jadi dengan melatih pernafasan Aku berharap asma tidak benar-benar datang. Cukup sesak sebentar saja. Jangan sampai mengi. Kata dokter, wajar jika itu terjadi. Tubuh janin yang semakin besar membuat rahim sedikit ke atas. Hal itu akan sedikit menekan paru-paru sehingga nafas terasa sesak.

5. Posisi tidur yang nyaman.
Ini juga Aku atur loh. Posisi yang nyaman menurutku adalah dengan meninggikan bantal di kepala juga menaruh bantal di kakiku. Alhamdulillah, Aku yang hari-hari sebelum hamil sering kambuh saat tidur malam, menjadi tak pernah kambuh lagi.

6. Berpikir positif.
Untuk menghindari terisinya pikiran-pikiran negatif di otak, Aku berusaha mengisi penuh otakku dengan pikiran positif. Selain itu juga Aku menghindari beberapa hal yang sekiranya membuat perasaanku tak enak. Misalnya dalam memilih program televisi. Aku lebih memilih menikmati informasi ttg dunia fauna juga alam semesta di NGC. Beberapa acara komedi, musik, dan film. Aku menghindari sinetron, gosip, juga berita.
Dan alhamdulillah, selama hamil, stres, berpikir begatif, tak pernah menyambangi otak lalu hatiku. Aman.

7. Perbanyak ibadah.
Iya, memperbanyak ibadah. Ada rasa tenang juga nyaman yang hadir saat melakukan ibadah. Entah saat berdzikir, sholat, mengaji, dll. Semuanya. Adeeeemmm.Menurutku ibadah adalah penghalau stres yang paling ampuh.


Alhamdulillah. 7 hal yang kulakukan selama hamil tersebut berhasil mengusir jauh-jauh si asma dariku. Juga jauh dari calon buah hatiku.Obat asma utuh tak tersentuh. Alhamdulillah.

Buat para calon ibu yang mengalami hal sepertiku, tak usah khawatir kawan. Apalagi sampai khawatir berlebihan. Daripada begitu, mending segera bertindak, meraba-raba apa saja pemicu-pemicu datangnya asma, lalu bagaimana cara menghalau si pemicu asma, atau bisa segera konsultasi dengan dokter atau bisa juga dengan melakukan hal-hal yang Aku lakukan di atas. Dengan syarat, jika si pemicu datangnya asma sama denganku. 

Satu lagi, tetap semangat. Pantang menyerah. Demi calon buah hati tercinta. 

Referensi :
http://bidanku.com/menjaga-kesehatan-ibu-hamil-yang-menderita-asma
http://m.vemale.com/kesehatan/24481-resiko-akibat-penyakit-asma-saat-hamil.html 

Kebaya Warisan Ibuk

Ada yang pernah ngelungsurin atau ngewarisin suatu benda ke seseorang nggak ?. Entah itu adik, saudara, sepupu, teman, anak tetangga, anak orang, anak jin, atau anakonda. Pasti pernah kan?. Aku juga. Yang sering dapet lungsuranku aih, ya siapa lagi kalau bukan adek.

Dulu, aku memang sering ngelungsurin barang, baju2 aku ke adikku satu-satunya. Tapi sejak aku kuliah, kebiasaan itu berubah. Jadi berbalik arah. Aku yang malah sering mendapat lungsuran dari adekku. Hiks. Tau nggak itu tandanya apa...
Si adek lebih gede lebih tinggi dari eikeh...huaaaa...

Tapi tak apelaaahhh. Lungsurannya jg masih cakep cakep. Korea korea gt dah. Lumayaaannn daripada lumanyun. Hehe.

Kalau ngelungsurin atau ngewarisin, dilungsurin/ diwarisin barang2 ke yang seumuran, atau yang umurnya nggak beda jauh mungkin sudah biasa ya. Nah kalau ngelungsurin barang ke anak mungkin bukan hal yang biasa. Sebab selisih zaman udah jauh banget. Zaman si ortu bgini zaman si anak begini.

Tapi bisa jadi sih si anak mau makek warisan barang/ benda milik orang tuanya. Asal sesuai seleranya, atau tren yg terulang, atau dipermak-permak.

Aku juga pernah sih minta ibuk ngelungsurin /ngewarisin baju kebayak mantennya ke aku. Sedikit maksa sih. Soalnya ibuk maunya aku pakek kebayak baru.
"masak mau nikah pakek kebayak lungsuran" begitu kata beliau.
Dan kataku.
"Hemat buk, duit untuk beli kebayak, bisa ditabung buat naik haji".
Glodak.

Akhirnya, ibuk pun memberikan tu kebayak buat aku seraya godek godek kepala. Dengan sigap aku mengambilnya. Masuk ke kamar. Ambil gunting. Bongkar.

Ya aku me-renovasi kebayak ibuk yang semula modelnya kutu baru menjadi cardigan. Sayangnya tu kebayak sekarang sudah bukan jadi miliku lagi....tapi milik dia dia diaaaa...
Ya siapa lagi kalau bukan si adek. Dia sukak katanya.
Hiks.

Kalau kalian pernah dapet lungsuran/warisan benda atau barang milik ortu nggak ? Benda apa donk ?. Langsung dipakek atau dipermak?. Jd tambah cakep nggak ?. Share yuk....


Belajar Mengelompokkan Bentuk

Tau nggak ekspresi Ken waktu dibelikan mainan bongkar pasang sama ayahnya itu gimana ?.
Nggak peduli.
Cuek bebek.
Nggak disentuh
Nggak diapa-apain.

Aku, sebagai emaknya ken, ngerasa gimanaaa gitu. Eman. Tau gitu duit buat beli mainan mending buat belanja brambang, cabe, sayur, ayam, ikan, apalagi yaa ?. Abang sayurnya sekalian dah.

Nah daripada tu mainan terbengkalai, akhirnya dirikulah yang main. Dan si Ken, masih tak peduli.

Namun lama kelamaan sepertinya ketidakpedulian ken sedikit memudar.

Saat aku menyusun bentuk abstrak, ken tiba tiba datang dan mengambilnya lalu menaruhnya di lantai. Begitu terus. Berkali kali. Hingga akhirnya bentuk abstrak dari bongkar pasang tersebut berjajar memanjang

Terusss begitu.
Berapa lama yaaa...
Lupak..
Maklumin ya..
Udah tua..
Hehe

Hingga suatu hari, tak ku duga tak ku sangka kau mendua, halah. Tiba-tiba Ken mengubah cara memainkan bongkar pasangnya yakni dengan mengelompokkan mainan bongkar pasangnya sesuai dengan ukuran bentuk bongkar pasang tersebut.

Terkejut?. Ho oh. Perasaan eikeh belum pernah ngajarin si ken soal begitu begitu. Syukur alhamdulillah deh.

Untuk langkah selanjutnya, Aku akan mengasah keahlian baru Si Ken. Dimulai dari apa yaaaa...emmmm..
Dengdonk...
Hehe,,,
Lagi miskin ide nih..
Kalian ada ide nggak ?. Bagi donk. Ya ya ya..*kedipkedipmanja
Mau ?. Sippp...
Tengkiukiu yak :D


Review Clodi Enphilia

Ini clodi Ken yg paling cucok dan pas. Tampilannya rapi. Bahannya juga empuk. Dan harganya lumayan nyaman di kantong. 2012 harganya sekitar 50k sekian2.

Perawatannya jg cukup mudah, bisa dicuci pakai mesin cuci dan bisa dijemur di bawah sinar matahari langsung. O ya penampung pipisnya juga cepet kering. Soalnya tipis. Nggak tebal.

Lalu bisa nahan pipis brp lama ?.
Nggak tentu sih. Tergantung babynya juga. Ada yang pipisnya banyak, ada juga yang buanyak. Kalau ken, maksimal 2.5 jam. Minimal setengah jam. Loh ?. Iya, Ken pipis juga pup..hehe.

O ya, enphilia ini juga ada pelapisnya loh. Kalau nggak salah, bahannya dari fleece, lembuutt gitu. Nah pelapis yang diletakkan di atas bagian dalam clodi ini berfungsi agar saat si kecil pup, clodi tidak terkena secara langsung.

Sayangnya, ni clodi bener2 kepakek waktu usia ken 4/5 bulan. Kulit Ken yang sensitif bgd, bener2 tidak toleran dengan yang namanya lembab. Kalau ingin pakai ini, harus dilapisi dengan lapisan yang berbahan suede (lbh kering cuma teksturnya agak kasar). Tapi setelah kulit ken sudah agak tahan banting, clodi ini malah sering bgd dipakek. Andalan. :)






Ken, Runners Toddler

"Waktu hamil ngidam apa sih ? Koq Ken bisa jadi begitu?".

Ya kalimat tanya itulah yang cukup sering Aku dengar. Baik dari keluarga, teman, juga orang2 sekitar. Saat melihat Ken yang berlari kesana kemari. Hampir tanpa jeda. Dan tak berhenti meskipun keringat sudah meraja lela di tubuhnya. Walaupun sudah menggos menggos, Ken masih tetap berseliweran.

Ken memang suka berlari atau jalan kesana kemari. Mengelilingi taman keplaksari yang cukup luas, atau berjalan berkeliling perumahan sebanyak dua kali, benar2 tak jadi masalah baginya. Tak mau digendong dan tak mau duduk. Entahlah. Sepertinya Ia memiliki stok energi yang cukup banyak. Aku pasti kalah, jika harus berlomba dengan si kecil Ken. Berjalan sebentar keliling perumahan saja, rasanya sudah membuat betisku cenut cenut dan ingin segera duduk meluruskan kaki.

Aku sering kewalahan menuruti kehendak Ken. Sering keok sih. Tapiiii..Demi..Demi buah hati tercinta, Aku harus melupakan betis yang cenut cenut, ketiak yang mulai basah dan beraroma asoy, juga mengabaikan rasa tak pede. Tak pede sebab wajah sudah banjir peluh dan berubah warna bak kepiting rebus. Memerah. Semua itu harus dikesampingkan. Ya ya ya.

Tapiiii..semua itu tak masalah lah yah. Sebab yang terpenting adalah Si kecil Ken bahagia karena bisa beraksi sesuai dengan keinginannya. Berlari kesana kemari. Hinggap disana juga disini. Dan satu lagi. Hal ini Aku anggap sebagai ajang latihan buat Ken untuk ikut lomba lomba agustusan suatu nanti.

Pesanku padamu Nak. Jika nanti akhirnya Kau dapat ikut lomba agustusan. Jadilah juara sayang, dan bawakan emakmu ini hadiah hadiah itu, panci, wajan, ember, piring, gelas, atau sewur itu. Oke sayang ?. Sippp.


Si 30 Bulan yang Jago Menata

Nggak terasa, si ken sudah berusia 30 bulan alias 2.5 tahun. Itu tandanya....
Eikeh tambah tuwaaaaa....huaaaaa..*sroott..

Di usianya yang 30 bulan ini, ken sudah mahir menata-nata. Menata buah, sepatu, dan yang paling sering menata mobil-mobilannya. Kalau emaknye ken, mahir menata duit belanja..asoyy.

Seneng, dan bersyukur alhamdulillah. Allah masih dan tetap memberikan nikmat yang luar biasa kepada diriku yang sering kali mengeluh ini dan itu. Nikmat tiada tara dapat menyaksikan, menemani si kecil ken dalam melewati tahap demi tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Alhamdulillah.

Dan inilah beberapa buah karya dari tangan mungil si jagoan neon, Ken Muhammad Al Fatih.
Tereeeetttttt.....

Membuat Sarapan Extra Cepat untuk Si Kecil

Meskipun sudah bangun subuh, tapi masiiihhh aja keteteran ini itu, apalagi bikin sarapan. Kadang bikin, seringkali nggak. Ya iyalah la wong abis sholat tidur lageeee. Hehehe. Khilaf khilaf. Wkwkwkwk.

"Semangat diet OCD ya yah" kataku pada suami sambil nyengir saat ayah ken mau brgkat kerja. Alhmdulillah, ayah ken nggak pernah protes. Beruntungnyoooo.

Itu berlaku untuk ayah ken dan daku. Kalau sarapan untuk si ken tentu saja sudah siap. Tinggal begini begitu. Udah. Jadi deh. Sarapan unuk si kecil ken. Ya iya donk, sarapannya kayak begini inih... hehehe.

Move On ala Emak

Akhir-akhir ini, daku sering mengalami yang namanya kuc kuc kuciwa alias kecewa. Dengan dia, dia, dia. Dia yg mengaku teman eee ternyata lawan yang nyangsang di selimut.

"Sudah, seharusnya aku kan yang begitu, koq malah sampean yg begitu. Biarkan saja, kita sabar aja dulu sambil pelan pelan mempersiapkan langkah selanjutnya" begitu kata si aa'.

Dan memang benar, seharusnya si aa' yang kecewa, sebab dia dia dia adalah temen si aa'. Tapi daku sebagai sailormoon istri dari taksedo bertopeng si aa' keren, tentu saja wajar merasa kecewa bin tak terima dg apa yg dia dia dia lakukan kepada si aa'. Namun berubung suami sudah berkata begitu, jafi baiklah aku memuuskan unuk segera move on.

What ?. Move on ?. Kaya'abg aja.
Eit jangan salah, move on itu berlaku untuk semua lo. Hanya mungkin beda tindakan move on nya saja juga kasus yang melatar belakanginya..aseg.

Nah kalau move on ala emak seperti daku ini, biasanya melakukan beberapa hal seperti di bawah ini :

Shoping
Tak dapat dipungkiri sih, kalau kegiatan ini memang bisa bikin happy loh. Seneng. Kalau udah seneng, pasti bisa bikin si emak aka aku cepet move on.

Nyalon
Sama. Ini juga bikin sensasi bahagia. Siapa yang tidak suka melihat penampilan baru nan kinclong di kaca. Pasti suka kan ?. Sippp. Move on pun akan segera berhasil.

Jalan-jalan
Sebagian besar emak memang suka melakukan hal ini. Melihat pemandangan yang keren seraya menghabiskan waktu bersama keluarga dan diakhiri dengan wisata kuliner pasti akan membuat si emak bahagia dan sukses move on.

Etapi nggak hanya itu loh, ada juga move on ala emak yang sedang dilanda tanggal tua. Kaya' begini nih :

Bersih-bersih rumah.
Ada lo yang begini. Rasa kesel dialihkan kepada kegiatan bersih bersih. Bukan bersih bersih biasa. Bersih bersih hebat sih. Juga ganas. Menyapu yang biasanya slow berubah menjadi mak weng weng. Begitu juga dengan membersihkan keset. Biasanya hanya bug bug berubah menjadi gedebag gedebug. Kadang juga disertai dengan kicauan merdu yang khas yang disebut dengan ngomel.

Kalau sudah begini, disarankan bagi penghuni yang lain untuk tidak menjawab apalagi ngeyel. Diiyain aja. Nggak usah dijawab berlebih. Kalau dijawab berlebih malah jadinya makin lebiiiiihhhh.

Jadi jangan diambil hati. Biarkan saja. Yang pentingkan si emak move on, dan rumah juga jadi bersih.

Nyuci baju
Ini ampuh juga loh. Daku sering begini. Kalau lagi kesel, daku arahkan kekesalanku pada baju baju kotor itu.
Kucek kucek wet wet. Peres peres res res. Bilas bilas. Kibas kibas jemur.

Nyetrika
Aku sendiri jarang melakukan ini sih kalau lagi pengen move on. Kecuali kalau pengen move oj malam malam, baru aku menjadikan ini sebagai salah satu pengaluran move on.

Bikin makanan yang pedes endeess
Yup, bikin sambel akhirat. Minimal pakai cabe 15 biji. Dijamin, perasaan buruk langsung pergi. Move on pasti berhasil. Sebab sudah beralih kepada si bibir yag sepertinya jontor memerah sebab kepedesan dan perut yang nantinya akan memulas. Wkwkwkwk.

Nonton tv atau vcd atau youtube
Kalau aku biasanya nonton yang lucu lucu. Sebab menurutku kalau sudah tertawa, otot otot rasa pun akan segera pulih. Move on deehhh.

Denger musik sambil menyanyi menyonyo
Kadang juga sambil joget nggak jelas sih. Ini lumayan cepet juga loh untuk bisa segera bisa move on.

Baca buku
Ini juga aku memilih membaca buku yang jenaka. Ada unsur kelucuannya. Seperti aku gitu, imut dan lucu. Pret.
Kalau tidak ada, ya baca buku motivasi.

Curhat ke temen
Jarang sih aku begini. Semenjak nikah. Tapi masih curhat sih, cuma ya aku pilah pilah aja. Nggak seperti dulu, curhat yang cenderung bablas angine.

Nangis
Kalau yang di atas belum juga berhasil membuat move on, menangis adalah pilihan terakhir.
Ya begitulah wanita, rasanya legaaa gitu kalau sudah habis nangis. Apalagi kalau nangisnya di atas sajadah panjang dan mengenakan mukena putih. Beuugghhh. Adem gitu rasanya.
Ini salah satu cara move on yang sering aku lakukan. Nangis. Ngadu kepada-Nya. Setelah itu lega dan mukena pun basah. Entah hanya basah sebab air mata saja atau umbel juga. Hahaha.

Jadi ya begitulah. Mive on ala emak macam aku. Kalau move on versi kalian gimana ?. Sama juga nggak ?. Apa ? Nggak ?. Ya udah deh, sharing di sini yak. Siapa tau kalau itu itu nggak berhasil, aku bisa pakai cara move on versi kalian. Monggooooo. :D.









Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Mengulas Berbagai Manfaat dan Penggunaan Popok Confidance

Jadi beberapa waktu yang lalu, emak curhat kalau belakangan ini beliau susah sekali berjalan terutama setelah tidur. Menurut dokter, hal in...