Solusi Jitu Halau Lemas dan Dehidrasi Saat Berpuasa

"Tidurnya orang puasa kan ibadaaahhh...".

Begitu kataku. Iya kata Aku. Kata ku kepada kawan kosku, atau bapak juga ibu, saat mereka memintaku untuk bangun lalu tidak pergi tidur lagi. Itu alasan ampuh. Begitu Aku mengucapkan kata-kata itu, mereka hening. Senyap. Ampuh kan ?. Hehehe.


Disamping bernilai ibadah, tujuanku tidur juga untuk menghemat energi. Agar tidak lemas, lesu, dan haus. Begitu. Namun ternyata, semua itu tidak benar. Termasuk alasan ampuhku itu.


Pernyataan tentang "Tidurnya orang puasa adalah ibadah" memang ada dalam sebuah hadits. Cuma, ternyata hadist itu palsu Kawan. Jadi tidurnya orang puasa adalah ibadah itu tidak bisa Aku jadikan sebagai alasan utama lagi. Sudah tidak ampuh cuy. Kalian tidak memakai alasan itu juga kan ?. Sippsipp. 

Yang tidak benar selanjutnya adalah tidur bisa menghemat energi. Iya ini tidak benar. Sebenarnya makan sahur yang telah kita lakukan tersebut cukup untuk bekal menjalankan aktivitas kita seharian. Namun saat kita memutuskan untuk memanjakan kantuk maka syaraf-syaraf kita mengantarkan berita tersebut ke otot-otot tubuh sehingga otot-otot tersebut mengkondisikan diri untuk rileks seperti saat tertidur. Hal inilah yang membuat badan menjadi lemas. Karena memanjakan kantuk dan memelihara tidur. Bahkan saat puasa baru berlangsung beberapa jam saja. Jadi bukan karena puasa badan terasa lemas, tapi karena terlalu memanjakan kantuk dan tidur berlama-lama.

Yang tidak benar lainnya adalah dengan tidur bisa menghindar dari rasa haus saat berpuasa. Terkadang, bangun tidur, rasa haus malah muncul misal saat tidur dengan mulut terbuka lebar yang mengakibatkan tenggorakan terasa kering bin garing,  atau bisa juga karena kehilangan cairan tubuh. Iya, meskipun tidur, kita juga bisa mengalami yang namanya insensible water loss. Yaitu kehilangan cairan tanpa disadari. 

Sejak mengetahui fakta tersebut, Aku tak lagi menghabiskan waktu puasa dengan hanya tidur saja. Tidak lagi. Aku memilih menghabiskan waktu puasa untuk beraktivitas dan memperbanyak ibadah...aseg. Soal lemas, maupun haus saat berpuasa sudah bukan masalah lagi buatku. Karena Aku sudah punya solusinya kawan agar puasa tetap bugar tak lemas dan tak haus dan tidak dehidrasi.

Pertama, memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Seperti kebutuhan protein, karbohidrat, vitamin, dan serat. Baik saat berbuka maupun makan sahur. Iya Aku juga memperhatikan menu makanan untuk sahur.  Tidak lagi hanya menu untuk berbuka yang Aku perhatikan. Tapi menu sahur juga. Karena sahur merupakan bekal untuk melakukan aktivitas selama kurang lebih 13 jam. 

Kedua, memilah memilih aktivitas. Seperti lebih banyak memilih aktivitas di dalam ruangan. Untuk menghindari hilangnya cairan tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.  Atau bisa juga dengan mengalihkan beberapa aktivitas yang biasanya dilakukan siang hari menjadi sore hari, atau malam hari atau bisa seusai sahur.  

Ketiga, cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama...aseg. Hehe. Kebutuhan cairan tubuh kita perhari adalah 8 gelas air putih atau setara dengan 2 liter air putih. Baik dalam kondisi tidak berpuasa maupun pada saat berpuasa. Iya, saat berpuasa pun kita tetap membutuhkan 8 gelas air tersebut. Tak boleh kurang. Jika kurang, peluang untuk datangnya dehidrasi sangat besar. Dan jika berlebihan, maka akan terasa tak nyaman, perut penuh, kembung, bolak balik ke belakang, mual bahkan bisa saja muntah.

Aku pernah begitu. Saking takut dilanda haus, saat sahur, Aku minum air putih banyak-banyak hingga detik-detik menuju imsak. Walhasil perutku terasa mblendung Kawan. Padahal sebenarnya, dengan 8 gelas air putih saja sudah bisa menjaga kita dari rasa haus apalagi dehidrasi. Dan pemenuhan cairan tersebut pun bisa dilakukan secara bertahap. Yaaaaa selama masa tidak berpuasa, yakni saat adzan maghrib berkumandang hingga sebelum adzan subuh bertalu-talu. Tidak langsung makbleng makbleng begitu.

Pembagiannya terserah kita sih. Tapi kalau Aku, demi untuk menghindari keteledoran yang timbul dari kata 'terserah' lebih baik Aku ikut formula kecenya Aqua aja. #AQUA242. Kalian udah tahu belum mengenai formula ini ?. Kalau belum nih Aku jentrengin infonya buat kalian kawan.

"#AQUA242 merupakan cara mudah untuk mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuh saat berpuasa. Caranya dengan minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas di saat sahur."

Kalau dirinci seperti ini :

  • 2 Gelas Air Putih saat berbuka : 
1 gelas untuk membatalkan puasa dan 1 gelas lagi setelah mengkonsumsi hidangan pembuka (belum makan besar).
  • 4 Gelas Air Putih malam hari   : 
1 gelas sebelum makan besar, 1 gelas setelah makan besar, 1 gelas setelah tarawih/tadarus Al Qur'an, dan 1 gelas menjelang tidur
  • 2 Gelas Air Putih : 
1 gelas air putih setelah bangun tidur, dan 1 gelas lagi setelah makan sahur.

 Bagaimana ? Kece kan formula #AQUA242 ?. Ho oh. Siipp. Jadi kalian pakai formula ini aja ya.

Sumber

Ingat, yang diminum adalah air putih, bukan air gula-gula apalagi air mata. Air Aqua juga boleh. Boleh banget. Karena e karena air yang diproduksi Aqua bukan air biasa melainkan air yang diambil dari mata air pegunungan yang kaya kandungan mineralnya. Selain itu proses produksi yang dilakukan Aqua dari awal hingga pengemasan juga benar-benar optimal sehingga air dari air mata air tersebut tetap terjaga kemurniannya, kandungannya, juga kualitasnya. Mantab kan ?.

Bagiku sih, kehadiran Aqua ini bukan sekedar mantab tapi solusi handal. Baik itu saat sedang buka bersama yang mana takjil bahkan air minumnya serba gula-gula, maupun saat ikut tadarus di musholla yang air minumnya juga mengandung gula-gula dan lain sebagainya.

Nah berkat beberapa solusi di atas, Aku sudah tak memakai cara tidur berlama-lama di siang hari demi mencegah datangnya lemas, lesu, haus, bahkan dehidrasi saat menjalankan ibadah puasa. Sudah tidak begitu lagi. Dan berkat solusi di atas juga, menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini terasa begitu menyenangkan dan penuh semangat. Yeah.

Eh kalian gimana nih ? Masih semangat seperti Aku kan?. Sippp. Yuk maksimalkan ibadah di hari-hari menjelang berakhirnya bulan suci ini. Dan semoga kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Amin.


Referensi
http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1190236045&=hadits-tidurnya-orang-puasa-adalah-ibadah.html
http://www.femina.co.id/isu.wanita/kesehatan/mengatasi.dehidrasi.dan.kulit.kering.ketika.puasa/005/005/9


Membuat Sapu Langit-langit rumah dengan Botol Plastik

Hhhhh..cepet banget yak, Ramadhan sudah mau pergi aja. Padahal "suguhan" baru seadanya, belum bisa yang wah. Ya sudahlah. Smoga nanti bisa berjumpa dengan Ramdhan kembali. Amin.

Btw kalian sudah mulai siap siap mau nyambut lebaran belum nih ?. Aku donk..belum. Mau nyiapin mudik dulu lah. Etapi sebelum mudik, aku sudah bersih bersih rumah kontrakanku loh. Terutama dari sarang laba laba. Iya sarang laba2 harus segera aku bersihkan karena mereka hampir menguasai rumah kontrakku. Hiaattt Ciat ciat ciaaattt. Wusshh.

Mengapa aku bilang sarang laba2 hampir mengintervensi rumah kontrakanku, karenaaaaa...aku nunggu kemunculan bapak sapu. Tapi yang ditunggu tunggu tak kunjung muncul. Walhasil sarang laba2 pun menjadi bersarang sarang.

Sebenarnya bisa sih membersihkan sarang sarang tersebut pakai sapu ijuk. Tapi nanti sapu ijuk jd kotor donk. Dicuci donk. Dijemur donk. Dikeringin. Nggak ah. Hemat tenaga cyin. Puasa. Halah bilang aha males. Ho oh.

Setelah bertapa di gua hantu, akhirnya ide pun muncul. Kenapa nggak bikin sapu langit langit rumah sendiri aja ?. Sippp. Mata langusng tertuju pada alat pel dan botol plastik. Langkah selanjutnya bagian bawah botol plastik itu dipisah, lalu badan botol plastik tersebut ditekan tekan hingga penyet kemudian disigar / dibelah2. Pembelahannya terserah ya. Mau membelah dua atau banyak juga boleh. Setelah dibelah belah, copot kepala alat pel dan ganti dengan kepala yang baru. Kira kira begini penampakannya. Taraaa...

Begitu sapu ini jadi, aku pun segera membersihkan sarang laba2 tersebut, seraya mengecek ada laba laba atau tidak di situ. Alhmdulillah, rumah kontrakan aku sudah bersih. Lega. Rasanya tidak enak jika meninggalkan rumah dalam keadaan porak poranda bak diterpa angin puyuh. Mungkin nanti pas kembalo lagi,  rumah juga tetap kotor berdebu. Tali paling tidak, nggak buruk buruk amat lah.

Jadi begitulah.

Trus trus gimana nih dengan kalian ?. Udah pada bebersih ? Bersih rumah atau membersihkan dompet ? Hehe. So selamat menjalankan ibada puasa ya, yuk tingkatkan ibadah sebelum ramadhan pergi menjauh. Yuhuuuuu.

Angpao Unik Untuk Para Tamu Kecilku

Nggak terasa ya bulan ramadhan sudah berkurang 16 hari. Sebentar lagi Ramadhan pergi, dan Idul Fitri akan datang menghampiri.Hhhhhhh...cepat sekali. Andai saja waktu bisa berputar kembali ke masa-masa waktu aku masih muda belia nan cantik mempesona. Preettt.

Biasanya, kalau sudah masuk pertengahan bulan Ramadhan ini, orang-orang sudah mulai:):):) mencicil persiapan untuk lebaran. Mulai dari kue-kue, membersihkan toples, pernak-pernik untuk menghias rumah, lalu baju lebaran buat si kecil, dan lain sebagainya. Kalian juga begitu kan ?. Sama donk. Aku juga. Yang ingin Aku persiapkan terlebih dahulu adalah angpao buat anggota keluargaku yang masih kecil imut dan lucu, juga tamu-tamu kecilku nanti. 

Kenapa harus mempersiapkan itu dulu ?. Mumpung ada ide cyin. Ide kece yang Aku dapat setelah berkunjung ke cermati.com. Tepatnya saat Aku terdampar di artikel yang membahas tentang 7 cara mengelola uang receh agar bermanfaat. 
Etapi..kalian sudah tahu cermati belum. Kalau belum niih aku jentrengin di sini yak.

"Cermati adalah Perusahan Start Up yang bergerak di bidang teknologi finansial Indonesia yang berbasis di Jakarta. Visi cermati adalah untuk menjadikan informasi finansial lebih mudah diakses dan lebih berguna bagi stiap orang dengan menggunakan platform teknologi. Dan Misinya adalah memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan kendali atas finansial mereka sendiri dan menghemat uang mereka dengan membuat keputusan finansial yang cermat". Seperti itu. Tuuuhh, cermati oke punya kan ?. Sipp.

Lanjut ngobrolin ide aku tadi ya, jadi ide itu muncul saat Aku membaca artikel tersebut, Aku tertarik dengan point ke-7 yakni uang receh untuk anak-anak. Yup Anak-anak. Receh untuk anak-anak. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepala hingga akhirnya TING. Ide muncul. Membuat Angpao lebaran yang berisi uang receh.

Dulu, waktu Aku masih imut dan lucu. Bruutt. Angpao lebaran nggak memakai uang kertas, tapi uang receh. Dan juga nggak pakai amplop. Tapi pakai telapak tangan yang dijadikan sebagai wadah saat tuan rumah mengulurkan uang recehnya. Dulu begitu. Sekarang ?. Mungkin masih Ada yang begitu tapi nggak banyak. Jadi dengan menggunakan uang receh untuk angpao lebaran nanti, Aku merasa seperti tengah bernostalgia lagi. Asoy dah.

Memang, biasanya sih, lebaran-lebaran kemarin, Aku memberikan angpao yang di dalamnya berisi uang kertas. Uang kertasnya pun bukan uang kertas biasa. Melainkan fresh dari bank cyin. Kaku bin anget bin bau duit banget. Nggak bau terasi atau demek atau lemes. Nggak. Jadi, duit biasa Aku tukar ke bank dengan duit baru. 

Lebaran kemarin-kemarin sih begitu. Tapi Aku ingin lebaran kali ini berbeda. Aku mau bikin resolusi untuk lebaran kali ini ya itu tadi angpao lebaran yang berisi uang receh dan berpenampilan unik. Nggak pakai duit kertas lagi. Melainkan pakai uang receh. Kebetulan juga uang receh Rp. 500,- cukup banyak di rumah. Hasil ngumpulin sisa uang belanja. Lumayan. Hemat booo'. Nggak mengotak-atik duit jatah untuk lebaran lagi. Sipp sipp. Juga nggak pakai amplop, tapi pakai kantong teh. Iyup, kantong teh. Kalian penasaran kaaannn ?. Cieeee..cieeee...yang penasaran. 

Ya udah deh, daripada nanti tumbuh jerawat penasaran di wajah kalian, kita langsung cus ke cara membuat angpao dari kantong teh di bawah ini aja ya. Yukkkkk mare mareeee.

Bahan :
1. Kantong teh
2. Kertas ucapan
3. Tali emas/ bisa pita / tali rapiah juga boleh asal jangan tali hatiku ajah...aseg
4. Uang receh
5. Gunting



Cara membuat :
Masukkan uang receh ke dalam kantong teh yang isinya sudah dikeluarkan. Lalu masukkan tali emas ke dalam lobang yang terdapat di kertas ucapan tersebut. Lalu di simpul mati. Dan selesai. Lumayan kannnn. 




Rencananya sih, angpao-angpao tersebut nantinya akan Aku masukkan ke dalam sebuah toples kaca. Jadi biar tamu-tamu kecilku nanti bisa mengambilnya sendiri sebanyak yang mereka mau.

Nah, itu tadi salah satu resolusi lebaranku nanti yang idenya Aku dapat dari artikel yang ada di cermati.com. Kalau kalian punya resolusi apa nih lebaran nanti. Cerita-cerita di sini yuk. Yuk yuk yuk. Atau jangan jangan kalian belum punya ide ya ?. Gampaaangg, kalian main ke cermati aja ya, pasti nanti kalian bertemu dengan ide ide kece khususnya soal finansial. Oke deh kalau begitu, daku tunggu cerita resolusi lebaran kalian yak. yuk mareeeeeee. 

Daur Ulang Roti Tawar jadi Tepung Roti

Sejak kapn yaa, ken mulai kenal dengan menu sarapan susu campur roti tawar ini ?. Emmm sepertinya sejak usianya satu tahun. Iya. Kayaknya sih pas itu memang. Tapi..tau ah..lufa..maklum kebanyakan mikirin tagihan.

Dan sekarang menu tersebut jd menu wajib sarapan buat ken. Aahhh..senngnyoo..jd tak perlu buru2, pagi2, nyiapin sarapan buat ken. Tinggal bikin susu, trs tenggelamin deh 2 lembar roti tawar ke kolam susu tersebut. Jadi deh. Asoy kan.

Asoy di tenaga, kurang asoy di kantong saya..hahaha. karena apa ?. Roti tawar yang ken mau, yg selalu dilahap habis sama ken, baik pakai susu atau tidak, ya itu, cuma sari roti. Selain itu "emooh", nggak mau.

Memang sih, tekstur roti..*aseg...tekstur roti sari roti memang lembut, rasanya jg gurih. Apalagi sari roti yg baru dateng, *sampek hafal jadwal update sariroti, beuugghh lembut bgd. Tapi seiring bertambahnya usia, rot tersebut perlahan mulai memadat. Atoz dikit joss.

Ya, kalau sudah mau mendekati tanggal kadaluarsa, roti2 tersebut akan mulai mengeras.

Aku dulu sering terjebak dalam soal kadaluarsa sari roti yang hanya berlangsung 4-3 hari sejak keluar dari minimarket. Hal tersebut seringkali membuat aku kehilangan roti2 tersebut. Iya. Sementaa roti masih banyak, tanggal kadaluarsah sudah tiba. Dan akhirnya berakhir di tong sampah.

Setiap kali aku melakukan hal itu, rasanya gimana gitu, sebab masih banyak orang2 di luar sana yang mungkin perutnya tengah melilit menahan lafar.

Aku pun berpikir keras, bertanya kepada sailormoon, juga wedding peace, kali aja mereka punya ide. Dan ternyata nggak, sailormoon sibuk menarik perhatian taksido bertopeng, sementara wedding peace sibuk bikin baju nikahan.

Akhirnya, setelah aku buang hajat, aku dapat ide, kenapa nggak bikin roti2 itu jadi taburan remah2 roti atau tepung roti kasar yang bisa dipakai untuk kulit luar nugget aja ya. Kenapa nggak ?. Tentu saja iya.

Caranya cukup mudah sih, cuma waktu bikinnya yang lama jreng.

1. Panaskan wajan teflon.
2. Potong roti jadi serpihan besar.
3. Pakai api kecil.
4. Letakkan di teflon.

5. Beberapa menit kemudian, akan didaptkan tekstur guaring poooll di bagian tepi tepi roti tersebut.

6. Bagian roti yang sudah kering banget itu, diperuputi, halah, diremukan, diremes2, agar dapat tekstur roti halus.

7. Setelah mengambil bagian roti yang kering, lalu letakkan lagi bagian roti yang masih lembab dan belum kering tersebut di atas teflon dg api kecil.

8. Begitu seterusnya sampai roti-roti tersebut berhasil kering.

Gimana ? Mudah kan ?. Tinggal makbet makbet jadi deh.

Sejak saat itu, nggak ada lagi yang namanya buang buang roti. Hiks.  Karena satu hari sebelum jatuh tanggal kadalursah, roti roti tersebut segera aku olah jdi begini.

Senengnyooo...roti nggak dibuang, malah jadi tepung roti, malah bisa jadi hemat, dan mantabss.

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Mengulas Berbagai Manfaat dan Penggunaan Popok Confidance

Jadi beberapa waktu yang lalu, emak curhat kalau belakangan ini beliau susah sekali berjalan terutama setelah tidur. Menurut dokter, hal in...