Berbagi Berkah Rejeki Dengan Emak Uwak

Emak dan uwak. Emak adalah kakak ibuk, dan uwak adalah abang ipar ibuk. Mereka hanya hidup berdua. Belum dianugerahi keturunan oleh Sang Maha Pencipta hingga saat ini, saat mereka sudah lanjut usia. Usia emak kira-kira 68 tahun, dan uwak 78 tahun.

Dulu, emak pernah 1 kali hamil. Namun saat usia kandungan 6 bulan, si calon bayi meninggal.

Kehilangan tersebut, tidak membuat emak dan uwak patah arang. Kata ibuk, emak uwak sampai berobat kesana kemari. Ke dokter, ke alternatif juga. Mengangkat anak saudara. Dengan harapan anak yang mereka angkat bisa membuka jalan untuk mendapatkan momongan. Namun yang dharapkan tak datang-datang juga.
Uwak pernah berkata kepadaku bahwa beliau adalah penyebab mereka tidak memiliki keturunan. "Uwak yang kurang berusaha maksimal untuk mencari rejeki sehingga berobat juga tidak bisa maksimal". Subhanallah. Uwak. Beliau tak mengatakan bahwa ini sudah kehendak Allah. Beliau juga tidak mengatakan ini sudah nasib. Uwaakk uwak.

Ketidakhadiran buah hati di dalam kehidupan mereka, tidak membuat mereka lesu dalam menjalani hari-hari mereka. Uwak tetap mencari nafkah dengan membuka warung kecil-kecilan. Menjual minyak, air galon isi ulang, dan gas LPG. Sementara emak, tetap menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga. Emak juga suka datang ke pengajian-pengajian. Bahkan cukup sering. Selain itu, emak juga kadang ikut bantu-bantu uwak. Jaga warung kalau uwak sedang mengantar air galon atau LPG ke para konsumen.

Dulu uwak sempat mempekerjakan orang utk mengantar air galon ke pelanggan namun berubung warung uwak mulai sepi jadi beliau memilih mengantarkannya sendiri.

Tak jarang, di tengah jalan, saat hendak mengantar LPG, beliau berhenti sejenak. Sebab kaki beliau tiba-tiba kram lalu kaku. Saat sudah mulai reda, beliau baru melanjutkan perjalanannya lagi.
Mengetahui kondisi uwak yang begitu, saat pulang kampung kemarin, kami, Aku dan suami juga si kecil ken, pergi ke rumah emak dan uwak. Menyambangi juga meminta mereka untuk tidak melakukan hal yang biasa mereka lakukan yakni mengunjungi kami ke rumah ibuk. Biar saja kami yang datang ke rumah mereka. Sebab, jarak antara rumah mereka, dan rumah ibuk cukup jauh. Tak tega rasanya membiarkan mereka menyambangi kami dengan kondisi mereka yg sudah seperti itu.

Namun, meskipun begitu, mereka tetap saja menyambangi kami. Tiba tiba sudah terdengar saja suara motor tua mereka di depan rumah. "Nggak pa-pa, sekali-kali, la wong pelipur laranya kan di sini". Begitu kata uwak, lalu menyambut uluran tangan si kecil ken yg minta salim cium tangan.

Sempat tertegun mendengar perkataan uwak soal Pelipur Lara. Ya pelipur lara. Pelipur lara mereka ada di sini. Ada di sini. Begitu kata Uwak.

Jika memang begitu, maka aku bersyukur. Alhamdulillah.

Kami, memang belum dapat memberikan banyak manfaat kepada uwak dan emak. Kami hanya baru mampu berbagi sesuatu yang sederhana saja. Tapi saat mendengar kata kata uwak, rasanya seneng. Bahwa kehadiran kami, terutama si kecil ken dapat menjadi pelipur lara bagi mereka. Membuat mereka tersenyum lebar saat melihat si kecil ken beraksi.

Namun, di lubuk hati terdalam, kami, aku dan suami bercita-cita dapat berbagi berkah rejeki kami kepada orang-orang terdekat kami, terutama uwak juga emak. Sehingga uwak tak perlu kerja berat lagi demi sesuap nasi. Uwak tak perlu menguat-nguatkan badan lagi untuk mengangkat juga mengantarkan galon atau LPG ke para konsumen. Uwak benar benar dapat istirahat, sehingga kram dan rasa kaku di kaki maupun tangan tidak terlalu sering menyapa uwak.

Saat ini, kami tengah berusaha, semaksimal mungkin, juga berdoa, agar cita-cita kami dapat tercapai. Utk mendapatkan rejeki yg berkah tak hanya utk kami sendiri tapi juga untuk orang-orang terdekat kami, terutama emak juga uwak. Harapan dan doa kami, semoga Allah memberikan emak dan uwak kesehatan, panjang umur, sehingga kami memiliki kesempatan untuk berbagi berkah rejeki kepada emak dan uwak. Amin Ya Robbal'alamin.

***


"Blessful August Giveaways by indahnuria.com"



Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...