Kehabisan Pulsa Disaat Yang Tidak Tepat

Sebagai anak rantau, libur semester adalah hari yang aku tunggu tunggu. Dengan datangnya libur semester, saat pulang kampung pun tiba. Bisa melepas rindu kepada keluarga, nonton tv sepuasnya, bisa tidur berlama-lama, dan satu lagi perbaikan gizi eikeh donk ya..ahaaayyyy. Maklum, di tanah rantau aku jarang makan yang bergizi, lebih sering makan beling *emang kuda lumping, maksudnya makan yang instan, terutama mie.

Oleh sebab itu aku sangat antusias menyambut libur semester. Akan tetapi sayangnya rasa antusiasku ini tidak aku imbangi dengan prepare sebaik mungkin. Berbekal tas ransel yang hanya berisi laptop, hp beserta chargernya, headset, dompet, air mineral, aku berangkat pulang ke Bali. Dandanan pun begitu saja. Hanya celana, kaos oblong, jilbab instan, sandal jepit. Bagiku saat itu yang penting segera berburu tiket bus malam yang terjangkau dan memiliki fasilitas yang baik *maunyaaa, lalu berangkat, dan tiba di rumah.

Pukul 02.00 WITA, aku menginjakkan kaki di Bali, tepatnya di depan hotel Jimbarwana Jembrana. Aku pun segera merogoh ransel untuk mengambil hp. Menghubungi bapak. Minta jemput. Karena tak ada transportasi di jam segitu. Kemudian tombol hijau kupencet, kudekatkan hp di telinga dan tak perlu menunggu lama, terdengarlah suara 'maaf pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini'. Glodak. Seketika itu, bayangan kasur serta guling kesayangan menjadi hilang begitu saja. Hadeeehhh.

Salah siapa tidak melakukan persiapan terlebih dahulu hem ?. Salah diri sendiri donk ya. Dan resikonya adalah aku harus berjalan sendirian, di tengah malam buta, sepi, ke pangkalan ojek yang jaraknya lumayan jauh sambil berharap ada tukang ojek 'beneran' di situ. Tak cukup sampai di situ, mulut pun tak berhenti melantunkan do'a yang kata orang tua dulu ampuh menghalau dari kejaran anjing liar. Sebab saat itu, beberapa kali aku berpapasan dengan anjing liar yang melihatku dengan tatapan setajam silet. Sereemmm.

20 menit kemudian, aku tiba di pangkalan ojek. Syukur alhamdulillah ada dua ojek yang standby di situ. Dan senengnya lagi, kaki pak ojek itu 'napak' di tanah. Hehe. Setelah melakukan tawar menawar harga yang dimenangkan oleh pak ojek dan aku juga tak keberatan, melihat pekerjaan yang mereka lakukan di tengah malam buta begini, kami lalu meluncur ke rumah. Sepanjang perjalanan, kembali, aku terbayang bayang kasur serta bantal guling kesayangan.

Tiba di rumah, aku segera menggedor pintu, namun tak ada yang menjawab. Ku gedor lagi, sedikt lebih keras, tetap tak nampak tanda-tanda kehidupan. Aku pernah mengalami hal ini dan solusinya adalah miscall-miscall orang rumah. Tapi karena pulsa ku koid *syukurin*, aku pun hanya bisa ....... menggedor pintu saja. Dan beberapa menit kemudian tanda-tanda kehidupan pun muncul. Lampu menyala. Pintu terbuka diikuti dengan suara berat yang berkata "Koq nggak nelpon bapak ?". Hadeehhh.

Ingin rasanya menjawab pertanyaan bapak, tapi lelah sudah menggunung jadi aku memilih untuk segera membersihkan badan, lalu terjun bebas di kasur kesayangan.

Hhhhh. Perjalanan yang biasanya berjalan mulus dan lancar jaya, jadi penuh rasa-rasa. Ada lelah, ada takut dikejar anjing, takut ketemu hantu, nggak enak blas. Gara-gara kehabisan pulsa elektrik.

Setelah kejadian itu, kalau mau pulang kampung, aku selalu melakukan persiapan terlebih dahulu seperti :
  1. Beli pulsa elektrik. Belinya dimana ?. Tentu saja di tempat yang menjual pulsa murah donk pastinya. Karena sebagai mahasiswa rantau harus memegang teguh asas hemat hemat dan hemat. 
  2. Baterai hp harus full 
  3. Air mineral
  4. Camilan
  5. Uang pas
  6. Minyak kayu putih
  7. Jaket dan lain sebagainya.
Nah, kalau kalian pernah mengalami hal seperti aku nggak ?. Kehabisan pulsa di saat kondisi dan waktu yang tidak tepat begitu ?. Atau mungkin saat travelliing, misalnya travelling ke Jakarta. Tiba-tiba kehabisan pulsa. Eh tapi kalau kehabisan pulsa di Jakarta gampang donk ya. Secara tu kota nggak sama dengan daerahku, hampir nggak pernah sepi dan pasti tempat yang menjual pulsa murah Jakarta atau pulsa elektrik Jakarta juga banyak kan ?. Bagaimana ? Pernah mengalami hal seperti itu ?. Cerita-cerita di sini yuk. Yuk yak yuuukkk.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...