I Can So Are You

Rasanya senang sekali saat melihat lalu dapat menikmati air sebersih ini. Tidak hanya sedap dipandang mata, akan tetapi juga dapat mengundang ketenangan di jiwa. Tenang, tenang, dan tenang. Benar-benar dapat merelaksasi jiwa.

Kadang terlintas dibenak saya, berandai-andai, andaikan saja, air sebersih itu, juga dapat dijumpai di sungai yang berada di desa tempat tinggal saya. Pasti akan terasa menyenangkan. Namun faktanya air sungai yang melewati desa saya tidak sebersih air yang ada di foto tersebut. Tidak. Melainkan sebaliknya. Kotor, dan sampah dimana-mana.

Saya benar-benar merasa prihatin, dan menyayangkan kondisi sungai di desa saya yang nampak kotor dan tercemar tersebut. Dan ternyata, kondisi sungai yang seperti ini tidak hanya dapat dijumpai di desa tempat tinggal saya saja atau di beberapa tempat lainnya, melainkan sebagian besar sungai di Indonesia sudah berada dalam kondisi tercemar berat.


Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, 75% sungai di Indonesia sudah tercemar. Penyebab tercemarnya air sungai tersebut tentu saja karena limbah. Baik itu limbah industri maupun limbah domestik. Dan sumbangsih paling besar di antara dua limbah tersebut adalah limbah domestik. Tepatnya 60% sungai tercemar karena limbah domestik. Iya, limbah domestik seperti sampah kresek, plastik, pospak, dan lain sebagainya.


Jujur, saya sempat kaget dengan fakta tersebut, karena biasanya limbah yang mencemari sungai berasal dari limbah industri. Dan sekarang malah limbah domestik yang mendominasi. Kalau ada sungai yang tercemar karena limbah yang berasal dari sebuah industri maka sudah pasti industri tersebut harus mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya. Nah bagaimana kalau yang mencemari sungai berasal dari limbah domestik ?. Siapa yang harus dimintai pertanggung jawaban?. Siapa ?. Jawabannya adalah kita. Seluruh masyarakat Indonesia. 

Salah seorang tokoh lingkungan hidup Guru Besar FEUI Prof. Emil Salim dalam diskusi kelestarian air dan lingkungan yang diadakan oleh PT. Aqua Group mengatakan bahwa : "Kita semua adalah bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam melestarikan air dan lingkungan. Misalnya pemerinyah mengatur kebijakan, masyarakat merawat, akademisi menyediakan teknoogi manajemen lingkungan, media memotivasi gerakan pelestarian sedangkan lsm mengorganisir pemberdayaan masyarakat. Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab kepada satu pihak saja karena masalah air adalah masalah kita bersama ".

Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Prof. Emil bahwa masalah air adalah masalah kita bersama. Jadi ayo kita segera bertindak. Lakukan apa yang bisa kita lakukan kemudian memaksimalkannya. 

Sebagai seorang ibu rumah tangga, tentu saja saya tidak mau ketinggalan dengan misi ini. Saya akan melakukan apa yang bisa saya lakukan. Bukan hanya merawat kelestarian air dan lingkungan tapi saya juga melakukan beberapa improvisasi. 

Ide improvisasi ini sendiri saya peroleh saat membaca beberapa blogpost kawan-kawan blogger saat berkunjung ke pabrik Aqua. Tepatnya saat bulan Ramadhan tahun lalu. Di dalam blogpost tersebut tidak hanya membahas tentang proses produksi Aqua melainkan juga tentang program CSR Aqua yakni pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik Aqua. Pemberdayaan masyarakat tersebut berupa memberikan edukasi tentang bagaimana mengolah sampah menjadi barang berharga dan bisa digunakan kembali. Salut buat Aqua.



Terinspirasi dari hal tersebut, maka saya pun mencoba untuk mengolah sampah sendiri. Kalau sampah organik biasanya saya jadikan makanan ayam atau disimpan di sebuah tong untuk selanjutnya diproses menjadi pupuk organik. Sedangkan sampah an organik biasanya akan saya recycle. Jika ada yang tidak bisa saya recycle maka biasanya akan saya bawa ke tukang loak atau ke bank sampah yang ada di dekat tempat tinggal saya.

Sampah an organik yang paling banyak di rumah saya adalah plastik kresek, pakaian yang sudah tak layak pakai, dan bekas kemasan bedak minyak telon atau sampo. Untuk plastik kresek saya mengolahnya menjadi pot bunga beserta bunganya dan menjadi tali rapiah kw tapi tak kalah kuat dengan tali rapiah asli.




Kemudian pakaian yang sudah tak layak pakai (sebab robek sana sini) atau sudah tak muat, saya mengubahnya menjadi penampung pipis untuk popok celana si kecil, sarung celana, tas hobo, dan keset. 



Lalu bekas kemasan saya olah menjadi mainan buat si kecil ken. Mainan perahu kincir, jam pasir yang terbuat dari botol plastik dan beras yang telah diwarnai serta membuat mobil-mobilan dan lain sebagainya.




Itu baru improvisasi pertama. Nah sekarang berlanjut ke improvisasi kedua yakni dengan menggunakan barang hasil daur ulang dalam kegiatan sehari-hari. Baik saat di dalam rumah maupun di luar rumah. Sebagai bentuk sosialisasi sederhana hasil daur ulang yang saya buat kepada keluarga dan orang-orang sekitar saya.

Selanjutnya improvisasi yang terakhir yakni tebar dan berusaha menularkan semangat untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan kepada orang banyak lewat blog saya yang ini dan blog saya yang satunya lagi khusus membahas tentang mengolah sampah menjadi barang berguna. Dan tentu saja juga lewat facebook, twitter atau google+ dan sebentar lagi akan saya sebarkan juga lewat instagram. Jika ada yang bertanya mengapa memakai kata sebentar lagi ?. Maka dengan sedikit malu-malu saya akan menjawab karena saya baru punya instagram. Hehe.




Jadi hanya itulah yang bisa saya lakukan dan saya maksimalkan untuk ikut bersama-sama menjaga kelestarian air dan lingkungan. Sederhana memang. Tapi saya berharap, apa yang saya lakukan ini, bisa sedikit membantu mereka-mereka yang memilih untuk bertindak lebih besar dalam usaha menjaga kelestarian air dan lingkungan. Amin.

Nah bagaimana dengan kalian ?. Kalian mau turut serta menjalankan misi untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan juga kan ?. Jangan mau kalah sama ibu rumah tangga seperti saya ini donk yak.

So, tunggu apa lagi. Ayo kita beraksi kawan. Bergotong royong, bahu membahu dan bersama-sama menjaga kelestarian air dan lingkungan. Kerahkan dan maksimalkan kemampuan. Apa yang bisa dilakukan, lakukanlah dan maksimalkanlah. Karena ini, menjaga kelestarian air dan lingkungan ini adalah tanggung jawab kita bersama dan hanya bisa dilakukan bersama-sama. 

Referensi :
http://m.antaranews.com/berita/506102/emil-salim-menjaga-kelestarian-air-tanggung-jawab-bersama
http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/03/24/n2xa7z-75-persen-sungai-di-indonesia-tercemar-berat

Yoyoyow, Kejar Mimpi dan Go For It

Banyak giveaway dan lomba blog bertebaran dimana-mana yak. Saking banyaknya, hingga ada beberapa giveaway atau lomba blog yang gagal aku ikuti. Tapi kalau lomba blog yang satu ini, aku usahain ikut. Karena kalau nggak ikut, nanti malah begini :




Lomba blog emak gaoel yang berduet bareng smartfren kali ini, menurutku, temanya cukup sulit. Karena menyangkut perasaan dan masa lalu yang memalukan. Kalau kawan-kawan blogger memiliki niat ngeblog untuk berbagi atau mengisi waktu luang atau mengasah hobi, sementara aku ???. Hhhhhhh...*sodorin masker, nafas naga keluar. 

Jujur, niat awalku ngeblog memang untuk mencari seupil eh secuil berlian lewat lomba blog maupun giveaway. Oleh sebab itu, postingan di blog aku banyak berisi lomba-lomba. Tapi usahaku tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Jika dibuat perbandingan, 50 : 1. 50 kali zonk, 1 kali cihuy. Hal yang demikian ini, terkadang malah bikin aku berubah jadi maknyonyor alias nggak jelas.

Mungkin si ayah kasihan kali ya, jadi kalau aku kalah, si ayah akan mengajakku makan di warung. Saat ngewarung inilah si ayah mulai mengeluarkan kata-kata super marionya yang cukup berhasil mempengaruhiku. "Sudah, bukan rejeki, sekarang ubah niat, niatkan ngeblog untuk berbagi, banyak berbagi semoga rejeki menghampiri" kata si ayah. Aku diam saja. Lalu ayah berkata lagi "uang belanja mau ditambah juga ?". Aku tak berkata apa-apa, tapi kepalaku yang mengangguk semangat, hahaaayyy. Sejak saat itu, aku mantab meniatkan ngeblog ini sebagai sarana tempat aku berbagi.

Jadi sekarang kalau ditanya Apa yang Aku Kejar dari Ngeblog ?, maka jawabanku adalah dapat berbagi sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat untuk para penggemar *halah, untuk buanyaak orang. Dengan memiliki niat begini kalau kalah lomba maka otomatis perasaanku akan mengarah ke sini "eee yang penting sudah berbagi".

Dari berbagi, aku pengen bisa menginspirasi *eee..yaak. Boleh begitu kan ?. Terlalu pede yak ?. Aku pengen banget suatu saat nanti ada yang terinspirasi dengan apa yang tengah aku tekuni akhir-akhir ini, bukan ikut-ikut lomba, tapi mendaur ulang barang bekas menjadi sesuatu yang berguna dan bisa dipakai lagi. Khususnya untuk para ibu rumah tangga agar bisa turut andil dalam menjaga bumi tercinta ini *cieeee, dalem ni yeeey, uhuy.


Dan yang terakhir, aku berharap blog ini bisa mewujudkan cita-cita aku yang ingin menerbitkan buku. Mungkin buku tentang daur ulang atau buku fiksi tentang super hero yang berjudul Super Emak Jreng-jreng mungkin. Aku harap buku tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah untukku atau mungkin bisa untuk kegiatan daur ulang sampah. Hhhhh...membayangkannya saja rasanya semriwiiinggg. Tolong bantu diaminin yak, prok-prok-prok.



Kemudian soal aplikasi yang aku pakai saat ngeblog. Yaaa, ada dua cara yang aku gunakan untuk ngeblog. Lewat tablet dan pc. Kalau tabletnya lagi dipakai si ayah main game coc, berarti aku ngeblog pakek PC. Kalau lewat PC, aplikasi yang aku gunakan adalah :
1. Ms. Word
ini sudah pasti donk yak.
2. Ms. Publisher
kadang juga pakek ini. Memadukan gambar atau membuat infografis. Di Ms. publisher ini, kita bisa mengubah format tulisan menjadi gambar, bahkan bisa juga membuat gif.

ini contohnya

3. Google Chroome
Untuk browsing-browsing siauching haiyyaahh.


Kalau lewat tablet, aplikasi yang aku gunakan seperti
1. Gmail Nggak hanya untuk menerima notifikasi blog saja, atau kirim terima email, tapi aku juga memakai gmail untuk ngedraft tulisan buat blog.
2. Blogger
Sesuai dengan plafon eh platform yang aku pakai, blogspot. 

3. Picsart
Ini juga baru belajar. Terinspirasi dari postingan-postingan kece mami raffi. Sebelum ini pakek photo studio. Tapi dihapus si ken.

4. Toondo
aku juga kadang menyelipkan adegan-adegan kartun di postingan blog aku. Biar lebih bervariasi aja sih. Aplikasi ini juga cukup mudah yak. Hanya saja butuh jaringan internet yang mantab dan stabil seperti Smartfren 4GLite gitu.

ini contohnya
5. Aplikasi medsos, fb, twitter, G+.
Kurang lengkap rasanya, kalau ngeblog tanpa medsos. Seperti adam levine tanpa aku *ditoyor fans si adam.

Itu aja sih. Ya sudah kalau gitu. Semoga bermanfaat yak. So, mari tingkatkan semangat ngeblog. Wujudkan mimpi kita. Go For It dan yoyoyowwwww.

 

***

Go For It Blog Competition






Santri dan Keberagaman



Itu adalah foto aku waktu masih jadi santri. 12 tahun yang lalu *waduh ketahuan. Gimana ?. Unyu banget kan aku ? *sodorin kantong kresek. Iya, gini gini aku juga pernah jadi santri lho. Masih nggak percaya ? tanya aja sama Ustadz Maulana. Jama'aaahh..ooo.,jama'ah..Alhamdu..lillaaahh. .Hehe.

Ada banyak moment berharga yang terjadi saat aku masih jadi santri yang manis lucu imut bin amit amit. Ada manis juga pahit. Apapun itu, semua memberikan kesan dan kenangan mendalam hingga saat ini *aseg.

Saat nyantri, aku tak hanya belajar mengaji atau ilmu duniawi *aseglagi, tapi juga belajar tentang keberagaman. Beragam bahasa, budaya, sikap, sifat, dan pemikiran. Ada yang begini, ada yang begitu. Ada yang punya itu, ada yang punya ini. Ada yang berpendapat begini, ada juga yang begitu. Berwarna.

Selama 3 tahun aku menjadi santri. Alhamdulillah. Hampir tak pernah mengalami yang namanya perang dingin dikarenakan beda pemahaman, beda pendapat, atau beda adat budaya yang berlaku dan lain sebagainya. Terutama dengan teman asrama atau teman sekolah. Sesekali, ada sih sedikit percikan. Namun tidak terlalu berarti. Bagi kami, waktu itu, selama tidak melenceng saja dari ajaran Islam yang berlaku pada umumnya, tak masalah. Ajaran Islam yang berlaku pada umumnya itu seperti soal sholat wajib sebanyak 5 waktu dan lain sebagainya. Seperti itu.

Iya, kami benar benar menghargai yang namanya keberagaman. Tidak terlalu memusingkan beberapa perbedaan di antara kami. Kami lebih fokus kepada persoalan yang harus kami hadapi. Persoalan yang sama yang pasti dialami oleh para santri. Rindu orang tua, berusaha mandiri, bosan melanda, disapa sakit hingga kiriman tinggal sak ndulit.

Jika rindu datang dan bosan melanda, maka kami akan saling menghibur. Jika sakit, kami juga akan saling menjaga. Lalu jika kiriman sudah menipis maka kami akan saling berbagi. Indah bukan ?. Ho oh.

Jujur, rindu sekali dengan masa masa seperti itu. Rindu merasakan keberagaman yang serukun. Rindu melihat hal yang demikian terjadi di negeri ini.

Harapanku, di Hari Santri ini, bahkan di hari hari yang lain. Tidak ada lagi yang mengkotak kotakkan pemahaman hingga berujung pada perang dingin. Tidak ada lagi yang demikian. Semua memiliki pendapat masing masing dan tentu saja ada acuannya. Jadi berusahalah, sekuat tenaga, untuk berhenti menyalah nyalahkan sesuatu dan menganggap diri paling benar. Sudah. Berhenti ya.

Mari kita fokus ke masalah bersama. Soal negeri ini. Ya soal negeri ini. Sebelum negeri ini jatuh terpuruk. So, para santri, ayo, ayo kita bertindak !.














Arti dan Cerita di Balik Nama Ken


Jauh sebelum aku melahirkan, aku sudah berencana memberikan nama untuk calon bayiku dengan nama Ken yang dalam bahasa Jepang, memiliki arti seorang anak laki-laki yang sehat kuat tangguh.

Keinginanku tersebut tidak muncul 'makbedundug' begitu saja. Tentu saja ada hal yang melatarbelakangi keinginanku itu yakni aku ingin di kehamilanku yang kedua, janin yang ada di dalam rahimku tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Aku tidak ingin kehilangan calon bayiku lagi seperti pada kehamilanku yang pertama. Iya, di kehamilan pertama, aku mengalami keguguran. Innalillahi wainna ilaihi roji'un.

Lalu kenapa nama nama bayi yang dipilih adalah ken ?. Sementara masih banyak nama lain yang juga bermakna sehat bukan ?. Iyup, benar sekali. Masih banyak nama lain yang memiliki makna sehat. Tapi lagi lagi, ada alasan di balik itu semua.

Apa alasannya ? Alasannya adalah sebab kandunganku lemah, bisa dibilang begitu. Dikehamilanku yang kedua, aku juga hampir kehilangan janinku kembali.   Aku mengalami pendarahan. Tapi alhamdulillah terselamatkan dengan bantuan penambahan hormon yang dimasukkan lewat vagina. Setelah kejadian itu, dokter memintaku untuk bedrest, tidak mengendarai motor atau bepergian jauh dulu, dan berhubungan suami istri. Untuk menghindari terjadinya pendarahan lagi.

Oleh sebab itulah aku ingin janin yang ada di rahimku, tidak hanya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat saja, melainkan juga ia harus kuat dan tangguh. Dan nama Ken memiliki makna demikian, sehat kuat dan tangguh. 

Alhamdulillah wa Syukurillah. Setelah sekian lama penantian, akhirnya lahirlah si kecil ken. Sesuai dengan harapan dan do'aku, dan sesuai dengan makna dari nama Ken, sehat kuat tangguh. Alhamdulillah. Si ken lahir dengan berat 4 kg dan panjang 50 cm. Sehat ginuk ginuk. 


9 hari kemudian, 'udel' atau pusar ken sudah putus yang berarti bahwa saatnya memberikan nama sekaligus tasyakuran. Jadi sebelum acara tasyakuran berlangsung, aku kembali berselancar di pantai mbah google terlebih dahulu. Untuk memastikan arti nama ken.

Luar biasa, alhamdulillah, aku pun tak henti-hentinya mengucapkan kata amin. Kenapa?. Karna ternyata nama ken memiliki banyak arti yang kesemua artinya memiliki makna yang apik.

Ken dalam bahasa inggris artinya pengetahuan atau orang yang suka dengan ilmu pengetahuan.







Sedangkan Ken menurut ahli sejarah negeri kita ini memiliki arti orang yang baik dan dihormati karena keahliannya, dan memaksimalkan potensi dirinya. Amin amin Ya Robbal 'alamin. 

Duhai Ken anakku sayang, semoga engkau selalu dalam lindunganNya ya nak, jadi anak sholeh, sehat kuat tangguh, juga pantang menyerah, penuh semangat, berpengetahuan dan memiliki keahlian. Amin.. 
***




Self Reward ala Bukan IRT Biasa

Andai saja di baris profesi yang ada di KTP maupun SIM bisa ditulis begini "profesi : sailormoon *halah, maksudku bisa ditulis begini "Profesi : Bukan Ibu Rumah Tangga Biasa", pasti sudah aku tulis begitu. Sungguh. Bukan karena ingin tampil beda, meskipun iya sih, sedikit, tapi karena itulah yang tengah aku lakukan dan aku tekuni. Menjadi bukan ibu rumah tangga biasa.

Tepatnya, sejak si kecil ken lahir, aku membulatkan tekad untuk berusaha menjadi bukan ibu rumah tangga biasa. Seorang ibu rumah tangga yang tidak hanya mampu mengurus keluarga dan rumah, melainkan juga mampu out of the box *aseg.

Nah untuk menjadi bukan irt biasa, aku melakukan beberapa hal yang jarang dilakukan oleh para irt biasa. Khususnya irt yang tinggal di sekitar tempat tinggalku, antara lain sebagai berikut :

Berusaha memenuhi kebutuhan gizi si kecil dan suami.
Iya, aku benar benar mengusahakan hal ini lho. Terutama untuk si kecil. Menu menu masakan yang aku buat sebagian besar pasti mempertimbangkan gizi untuk si kecil. Seperti menu sayur bayam yang kaya akan vitamin dan mineral serta menu ceker ayam kampung yang memiliki kandungan kalsium di dalamnya. Begitu juga dengan camilan yang aku buat, tetap mempertimbangkan gizi untuk si kecil. Seperti camilan roti gulung pisang atau nugget wortel plus ayam.



Memperhatikan kesehatan si kecil dan suami.
Setelah memperhatikan gizi, kemudian aku mengajak suami untuk mengenalkan lalu membiasakan si kecil dengan gaya hidup sehat. Dan alhamdulillah suami menyambut ajakanku tersebut.


Gaya hidup sehat yang kami kenalkan kepada si kecil belum terlalu mendalam sih. Kami baru membiasakan si kecil untuk suka mengkonsumsi air putih, suka buah buahan, tidak mengkonsumsi makanan ringan, dan membiasakan sikat gigi.



Memperhatikan dan memberikan stimulus untuk tumbuh kembang si kecil.
Ini juga aku lakukan lho. Informasinya tentu saja bersumber dari buku pink posyandu atau buku kesehatan ibu dan anak, bidan posyandu, dan mbah google. Kalau informasi dari yang sudah berpengalaman sih menurutku kurang bisa dijadikan acuan ya. Karena pengalaman orang kan beda-beda.


Stimulus yang aku berikan juga macam-macam. Ada stimulus untuk melatih motorik si kecil, stimulus untuk melatih kecerdasan visualnya, kecerdasan spasial, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak stimulus yang aku berikan kepada si kecil, ada satu stimulus yang membuat aku sedikit kewalahan. Karena benar-benar butuh kesabaran. Stimulus itu adalah stimulus untuk melatih kecerdasan linguistik si kecil. Iya, si ken memang agak terlambat bicara.

Menjaga kebersihan si kecil dan rumah.
Jujur, melakukan hal ini susah banget. Karena begitu selesai aku bersihkan juga rapikan, dalam hitungan menit, sudah dihambur hamburkan si kecil lagi. Makbyor. Jadi, biasanya aku membersihkan rumah saat si kecil tidur siang dan malam.


Berusaha membantu keuangan rumah tangga.
Caranya adalah dengan berhemat. Ada beberapa penghematan yang aku lakukan. 
Pertama, menghemat pemakaian listrik. Selain mematikan listrik di siang hari, dan menggunakan listrik seperlunya di malam hari, aku juga tidak menyetrika baju lho. (baca : baju rapi tanpa disetrika). Kecuali untuk bahan kain tertentu. Kedua, menghemat air. Ketiga, memasak sendiri. Ke empat, daur ulang barang bekas agar bisa digunakan kembali. (baca : sarung bantal dari kaos bekas, keset dari kaos bekas, dll).


Membantu dan juga berbagi kepada keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat luas.
Aku juga berusaha bisa membantu orang-orang. Berusaha semampuku. Jika tidak mampu berbuat sesuatu, minimal aku bisa membantu mendo'akan agar mendapatkan solusi atau yang terbaik lah yah.


Begitu juga dengan berbagi. Berbagi sepunyanya. Punya rejeki makanan lebih, apalagi yang harus dilakukan kalau bukan untuk dibagi. Punya pemahaman lebih, apalagi yang harus dikerjakan kalau bukan untuk dibagi juga. Iya kan ?. Iya donk. Karena, berbagi itu indah. Jama'ah..oooo..jama'ah. Alhamdu..lillaaaaahhh. Hehe.

Mungkin terlihat mustahil bisa melakukan itu semua. Tapi bisa lho. Beneran. Ya meskipun harus dilalui dengan kerja keras. Meskipun harus berlumuran keringat karena harus mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Meskipun mata panda keluar sebab menyiapkan camilan atau alat bahan untuk menstimulus si kecil. Dan meskipun kalah cantik dari Suzy kekasih Lee Min Ho. Alhamdulillah dan insyaAllah aku berhasil menjadi bukan irt biasa. Yuhuuuuu *lalu berenang di empang.

Keberhasilan tersebut tentu saja tidak aku raih sendiri. Ada udang *ups, ada suami di balik keberhasilanku itu. Iya, suami menerima dan benar-benar mewujudkan self reward yang aku ajukan padanya. Bukan hanya satu tapi banyak, hahaaayyy.

Nah berikut ini daftar self reward yang aku ajukan ke suami dan disetujui *yeay :
1. Tidak memasak saat hari libur.
Ada dua pilihan untuk suami. Masak atau beli. Kalau suami memilih masak sendiri, maka menu masakan bebas. Tapi kalau beli, maka menu makanan yang dibeli harus sesuai dengan pilihanku *mantab.
Masak masaakkkk

2. Momong si ken di malam hari.
Bagi tugas momong. Aku mulai pagi hingga sore hari, sementara suami setelahnya. Bukan hanya menemani bermain, tapi juga segala sesuatu yang dilakukan ken, seperti menyuapinya, dan mengajak untuk melakukan ritual wajib sebelum tidur (sikat gigi, buang air kecil, cuci kaki dan tangan).


3. Jalan-jalan.
Biasanya, suami mengajak aku jalan-jalan di taman kota dekat rumah. Aku setuju donk, tapi ada syarat yang harus dipenuhi yaitu momong si ken.



4. Nonton acara televisi yang aku suka.
Si ken sudah tidur, aku bisa nonton tv donk dan bebas memilih mau nonton apa. Kecuali kalau ada pertandingan sepak bola. Alhamdulillah, suami oke-oke saja. Dia memilih untuk main game coc saja.

5. Beli pakaian yang aku suka *cihuy ulala.

Salah satunya ini, Jogger pants yang lagi ngetrend


Bagaimana ?. Asoy kan self reward yang aku dapatkan. Apalagi yang dibutuhkan irt selain istirahat, leyeh-leyeh, sambil baca buku, ngeblog, atau nonton drakor, bahkan jalan-jalan. Itu yang paling utama. Jika badan sudah segar kembali, pikiran fresh, maka berjuang untuk kemaslahatan keluarga pun sudah tak jadi masalah lagi. Akan tetapi, ada satu self reward yang tak ternilai harganya, saat melihat ini....

Ken dan Mobil

Si Ken suka banget sama mobil mobilan. Sebagian besar mainannya pun mobil mobilan. Kalau ke toko mainan pasti yang dipilih langsung mobil mobilan. Begitu juga saat di bapak bakul mainan, si ken pasti memilih mobil mobilan, padahal nih, aku sudah nawarin si ken barbie loh, tapi tetep aja si ken milih mobil mobilan *yaiyalah, plis deh emak.

Sayangnya, kesukaannya akan mobil mobilan tersebut tak sebanding dengan cara si ken memainkannya. Beringas boooo'. Ada yang dilempar, ada yang diduduki, dan ada pula yang keinjek..keinjek aku, hehe. Tapi yaaa begitulah, namanya juga anak anak.

Oleh sebab itulah, hampir sebagian besar mobil mobilan si ken tak ada yang utuh. Ada yang rusak di bagian kepala, ada juga rusak rodanya, dan ada yang ringsek *yang ringsek karena diinjek dikau kali mak, hehe, iyah.

Akan tetapi meskipun rusak, masih tetap dimainin koq sama si ken *kecuali yang ringsek donk yak. Masih tetap di pajang di showroom mobilnya *aseg.

Aku, sebagai emaknya si ken, tentu saja merasa takjub dengan apa yang dilakukan si ken yang tetap menerima keadaan si mobil apa adanya *eyaak. Tetap memainkan mobil mobilannya meskipun sudah tak bisa melaju lagi karena rodanya hilang, atau bagian badannya yang hilang dan menyisaka bagian roda doank, atau sudah penyok karena ditumpak i alias diduduki si ken.

Alhamdulillah, seneng rasanya dengan perkembangan si ken. Perkembangan positif yang bisa dipertahankan dan mungkin bisa aku tingkatkan lagi. Dan satu hal lagi yang bikin aku menjadi happy salma *halah yaitu, isi dompet aman cyinn *teuteup., hehe.

Jombang Car Free Night

Kalau malam minggu, biasanya kalian pada ngapain nih ?. Nonton tv di rumah, wisata kuliner, atau jalan jalan nih ?. Kalau aku plus anggota gank aloeveraku *gank apaan ituuuu, si ayah dan si ken, menghabiskan malam minggu kemarin di Jombang Car Free Night.

Awalnya aku pikir tidak ada yang istiiii..mewah di jombang car free night ini. Tapi setelah aku mendaki gunung melewati lembah *emangnya situ ninja hatori, hehe., maksudku setelah aku and my gank berjalan lebih jauh lagi, ternyata di situ ada panggung mini. Melihat panggung itu membuat aku ingiiinn...emmm..emmm.. ingin nyumbang lagu cyiinnn *lalu dilempar gombal.

Tak berapa lama kemudian, panggung yang tadinya kosong, tiba tiba makbetungul, muncul anak kecil imut imut di situ, dengan membawa stick di kedua tangannya. Rupanya si imut imut itu akan beraksi di panggung tersebut. Bermain drum booook. Jujur, melihat si imut imut menggebuk drumnya membuatku teringat dengan masa kecilku dulu yang juga seperti dia. Bedanya hanya, dia memukul drum, sedangkan aku memukul debog pisang. Tidak beda jauh kan ? *iyain ajah.



Jalan kaki berlanjut. Tak jauh dari panggung mini tempat bocah bocah beraksi, ada beberapa motor lawas yang parkir di situ berikut dengan para pemiliknya. Mereka duduk duduk santai bertemankan musik ala ala DJ. Yow yow yow.

Jalan sedikit lagi, ada mobil mobil lawas yang juga parkir di situ. Kemudian bergeser beberapa langkah, ada tenda tenda berjajar rapi. Sebagian sudah berpenghuni, sisanya masih kosong. Penghuni para tenda tersebut adalah umkm2 di Jombang. Di sekitar situ juga ada panggung yang lebih besar dari sebelumnya yang pada saat itu tengah menampilkan para remaja yang memiliki ketrampilan bernyanyi dan pandai memainkan aneka jenis musik. O ya satu lagi, di situ juga ada mobil samsat keliling looooh. Mantab kan.



Di Jombang car free night tersebut tidak hanya dipenuhi oleh para pejalan kaki saja, tapi juga ada para pecinta sepatu roda, skate board, dan sepeda angin. Ruame puwoool dah pokok e.



Sebagai salah satu warga Jombang, aku cukup senang menyambut kegiatan yang diadakan oleh pemkab dan jajarannya ini. Karena tak hanya sebagai salah satu tempat refreshing mengisi waktu bagi warga Jombang saja melainkan juga sebagai sarana mengenalkan dan menjajakan produk para umkm dan tempat untuk mengenalkan komunitas komunitas yang ada di Jombang. Kece. Harapanku semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut bahkan mungkin bisa dikemas dengan lebih kreatif dan inovatif lagi. amin.

NB : 
Jombang Car free night ini diadakan setiap 2 minggu sekali.
Jangan lupa bawa duit ya, karena aneka panganan tersebar dimana-mana. Yuhuuuu.

Penampilan Makin Keren Dengan Jogger Pants

Sebelumnya, aku pengen ngucapin selamat datang dulu ah buat penghuni baru lemariku yakni jogger pants. Akhirnya setelah...sekiiii..an laa..maaa..aa..aa.. aku menunggu, untuuuukk ejumpaaa denganmuuuu, toret toret dut *malah nyanyi. Hehe.

Iya, itu adalah fakta bahwa lemariku belum pernah ada celana ini  karena sebagian besar telah dikuasai oleh keluarga jinny oh jinny. Dari mulai skinny jeans, jeans ala elvis presley, jeans mbulak, jeans risliteng rusak sampai jeans bapak yang diwariskan ke aku juga ada *tepuk jidat. Sedangkan sisanya diisi oleh celana kulot, celana kain, celana aladin, dan celana kolor. Oleh sebab itu seneng banget rasanya punya varian celana baru di lemariku.

Selain suka karena ada celana varian baru di lemariku, aku juga jatuh hati pada pandangan pertama dengan celana ini.  Dan yang namanya jatuh hati, pasti ingin nempel terus kan ?. Nah seperti itulah  aku. Aku jadi lebih sering  memakai celana ini di berbagai macam aktivitasku. Seperti olahraga, jalan jalan santai, kopdar dengan blogger2 kece, dan bahkan pernah aku gunakan untuk kondangan. Sungguh. Kelihatan aneh donk ?, nggaaaak, sumprit dah. Jadi kelihatan tampil beda, unik dan bikin aku percaya diri *aseg.



Gimana ? Unik kan ? Ho oh. Keren kaann ? Ho oh, Cantik kan ? Siapa ? Ya akulah, masa' sun go kong. Ya, itulah si jogger pants. Unik, kece, mbois.

Nah kalau kalian penasaran sama ni celana, kalian bisa intip Lenolinon Shop, karena di situ ada berbagai macam celana jogger pants yang keren-keren. Salah satunya seperti celana jogger pants yang aku pakai itu.

Iya, jogger pants yang aku pakai itu produksi Lenolinon Shop. Bahannya oke dan nyaman. Selain unggul dalam segi bahan, ada keunggulan Lenolinon Shop yang lain lagi yakni kita bisa request ukuran celana, bisa memilih mau pakai ini atau itu, dan satu lagi pelayanannya cepat, bener bener anti buffering. Trus yang paling utama adalah terpercaya, no tipu tipu.So, tunggu apa lagi. Cus langsung berkunjung ke situ aja yak. Tak usah ragu apalagi malu malu. Cuss. 



Jangan Mencabut Bulu Ketiak

Manusia itu kadang suka begitu. Meskipun sudah tahu akan suatu informasi, tapi kadang masih tetep saja tidak percaya atau tidak peduli sebelum mengalaminya sendiri atau melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan salah satu manusia yang begitu adalah......eikeh cyiiinnn.

Iya, aku memang tahu informasi kalau membersihkan ketiak dengan cara mencabut bulu bulunya itu tidak benar. Karena bisa membuat pori pori kulit terbuka. Kalau sudah pori pori terbuka, maka kotoran akan gampang masuk. Makbleng gitu aja. Tapi informasi tersebut aku tanggapi dengan santai seperti di pantai. Aku tetap mencabuti bulu bulu ketiakku.

Penggundulan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Tepatnya sampai 1 bulan yang lalu. Akhirnya dengan mantab surantab aku memutuskan untuk berhenti menggunduli ketiakku setelah aku mengantar adek iparku ke dokter untuk memeriksakan benjolan di ketiaknya.

Kata bu dokter, benjolan yang ada di ketiak adekku itu seperti inflamasi. Inflamasi tersebut muncul karena ada sesuatu yang masuk ke dalam daerah ketiak melalui pori pori yang terbuka. Sesuatu tersebut bisa kotoran, kuman, bahkan bahan bahan kimia yang berasal dari produk produk untuk merawat ketiak.

Kalau benjolan yang ada di ketiak adekku itu muncul sejak ia pakai produk perawatan ketiak yang cara pakainya dioleskan ke kulit. Dimungkinkan bahan kimia yang ada di produk tersebut masuk melalui pori pori kulit yang sudah terbuka. Iya, adek iparku memiliki kebiasaan yang sama denganku, suka mencabuti bulu bulu ketiaknya. Duuuhhh, sereeemm.

Pesan bu dokter kepada adekku itu, selain harus disiplin mengkonsumsi obat, juga jangan menggunakan produk perawatan ketiak lagi. Apapun itu. Kalau ketiak bau, ya solusinya dengan mandi atau menghindari makanan yang dapat memicu bau badan. Begitcu.

Jadi, yang suka mencabut bulu ketiak, harap segera dihentikan yak. Karena berbahaya. Ojo' lali loh yooo.

Membuat Buku Mini Untuk Si Kecil

Beberapa tahun yang lalu, sebelum aku berperan sebagai Shehrazat dari Hongkong, bukan dari Turki, aku terkena yang namanya sindrom newmom. Parnoan, harus begini begini begitu, pakai teori parenting yang ini atau yang itu, dan selalu siwer saat mata menangkap sesuatu yang unik, lucu, dan bagus untuk pertumbuhan si kecil. Jika sudah siwer begitu, apalagi membaca keterangan "baik untuk tumbang si kecil", aku pasti kalaf, kemudian langsung beli beli dan beli.

Salah satu yang aku beli tanpa berpikir panjang kali lebar adalah buku bantal kumpulan do'a sehari-hari. Maksud aku membeli buku bantal tersebut adalah untuk memperkenalkan ken tentang do'a do'a sehari-hari sejak dini. Seberapa dini ?. Nah itu yang tidak aku pikirkan sama sekali. Aku membeli buku bantal tersebut saat Si Ken masih berusia 5/6 bln. Dodol banget kan ?.

Alhamdulillah, setelah terkena cambuk cemeti amarrosulinya sembara *emangnya emak lampir, kedodolan tersebut tidak berlangsung lama. Aku sadar bahwa belum waktunya Ken menggunakan buku bantal tersebut. Karena seharusnya buku yang digunakan Si Ken adalah buku yang berisi tentang gambar tumbuh tumbuhan dan hewan-hewan disekitarnya, anggota tubuh, dan alat alat rumah tangga disekitarnya juga.

Langkah selanjutnya adalah, aku segera membuat buku kecil untuk si ken. Bukan buku bantal. Tapi buku mini sederhana saja yang aku buat dari barang bekas. Cara membuatnya juga cukup mudah.

Pertama, siapkan bahan dan alat.
Kemasan kardus pewangi baju.
Kertas bekas
Tali hias berwarna emas
Gunting
Plong-plongan (alat untuk melubangi kertas)

Kedua, Cara membuat
Gunting kardus kemasan pewangi baju Gunting kertas bekas sesuai dengan kardus pewangi
Beri lubang kemasan kardus pewangi baju
Beri juga lubang kertas-kertas bekas yang sudah digunting dan sesuaikan lubang dengan lubang yang ada di kemasan kardus pewangi baju tersebut.
Satukan antara kertas bekas dengan kardus kemasan tersebut
Rapikan
Setelah itu masukkan tali hias berwarna emas ke dalam lubang lubang tersebut. Ikat di kedua ujungnya. Selesai

Buku mini untuk si kecil ken pun sudah jadi. Selanjutnya tinggal diisi saja. Karena ken lagi semangat mengenal huruf dan nama-nama buah, jadi buku tersebut aku isi dengan huruf abjad dan gambar buah buahan yang biasa ia konsumsi. Alhamdulillah. Buku tersebut diterima dengan baik oleh Si Kecil Ken. Yippiiiieeee *lalu joget sambal lado. 

Bapak Penjual Bola Plastik

Sebenarnya, minggu kemarin, aku punya rencana terselubung. Sembari mengantarkan sepasang pengantin yang tak lain adalah adek iparku ke tempat tinggal mereka, aku berencana untuk mengambil beberapa foto saat di perjalanan atau saat kami berhenti istirahat lalu makan siang. Foto foto itu nantinya akan kujadikan bahan ikut lomba blog yang diadakan blogger kece mbak Arin.

Kamera sudah kusiapkan. Bekal sudah beres. Beberapa orang dari rombongan pun sudah ku woro woro. Semuanya sudah oke. Tinggal eksekusi saja. Sayangnya rencana tersebut gagal terwujud.

Tentu saja bukan karena aku batal ikut mengantar atau karena aku mabuk perjalanan. Tapi karena sesuatu. Sesuatu yang begitu menyentuh. Terharu hingga buat aku tergugu begitu tiba kembali di rumah. Iya, akhirnya tangisku tumpah ruah di balik bantal.

Minggu pagi, sekitar pukul 9.30 WIB, kami berangkat dari rumah. Kami memilih lewat jalur alternatif. Karena lebih cepat dan jalan tersebut juga sudah cukup baik. Sebagian besar mulus beraspal. Kekurangannya hanya satu yakni sempit. Waktu itu memang lalu lintas jalan tersebut cukup ramai. Jadi si ayah yang duduk di balik kemudi memutuskan untuk alon alon saja.

Awalnya perjalanan cukup lancar dan penuh canda tawa, hingga di detik detik kami hampir mendahului bapak penjual bola plastik, tiba tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan mengambil banyak bagian jalan. Kemudian tak sampai 5 detik, hanya sekejap saja, kejadian itu terjadi. Dus Prek. Mobil menyerempet bapak penjual bola plastik untuk menghindari terjadinya tabrakan dengan motor yang melaju dengan kencang tersebut.

Menyadari hal itu, Si ayah lalu menepikan mobil, berhenti, lalu berlari menuju bapak penjual bola plastik. Dan bagaimana ekspresi bapak penjual bola plastik tersebut ?.
"ndak apa apa mas, cuma kaget thok" jawabnya sambil nampak sedikit menyunggingkan senyum lalu menyambut uluran tangan si ayah yang bermaksud untuk meminta maaf padanya.

Melihat kejadian tersebut rasanya seperti ini 'nyes'. Hati luluh. Seakan jatuh membumi. Sungguh aku tak menduga kalau ekspresi itu yang muncul dari beliau. Aku mengira ia malah akan membentak kami, marah dan segala macamnya, namun ternyata tidak begitu sama sekali. Subhanallah. Masih ada hati sebaik itu di zaman seperti ini.

Sepanjang perjalanan, baik saat menuju ke tempat tujuan hingga kembali lagi, pikiranku tak lepas dari sosok bapak penjual bola plastik tersebut. Aneka pertanyaan muncul dipikiranku. Ada terselip protes di dalamnya. Protes kepada Sang Maha segalanya. Mengapa begini mengapa begitu. Mengapa orang sebaik itu harus menjalani hidup seperti itu. Menjajakan bola plastik kemana mana dengan menggunakan motor butut dan rengkek kayu yang sudah tak apik lagi. Sementara yang 'begitu begitu', hidup berlimpah ruah harta, hanya duduk ongkang ongkang tak nampak bekerja keras apalagi bekerja baik. Mengapa begitu Ya Robb ?. Mengapa ?.

Entah di bagian ruang pikiran sebelah mana, tiba tiba muncul kalimat begini : " Mungkin hidup yang dijalani bapak penjual bola plastik itu yang menurut kita penuh dengan kekurangan terutama materi, adalah cara Allah melindungi beliau dari perbuatan yang tidak baik 'begitu begitu' ". Iya mungkin seperti itu. Itu adalah cara Allah melindungi beliau. InsyaAllah yang terbaik. Wallohua'lam.

Pelajaran yang aku peroleh dari kejadian tersebut adalah :
1. Harus lebih hati hati saat berkendara.
2. Jika dari jauh sudah terlihat ada kendaraan yang nampak ugal ugalan, ngebut ngebutan, lebih baik kita menjauh. Entah harus segera mendahuluinya, atau berjalan perlahan bahkan berhenti. Paling tidak hingga si ugal ugalan tersebut jauh atau melewati kita.
3. Masih ada orang dengan ekspresi yang keren bin baik di zaman seperti ini.
4. Sebagai refleksi, terutama untuk aku yang akhir akhir ini cukup sering khilaf. Mengeluhkan ini itu kepada Allah. Kenapa begini, koq begitu, kakoq kakoq saja, tanpa berusaha sekuat tenaga, melakukan sesuatu. Malah sering berdiam diri, bahkan sedikit geje (nggak jelas). Sementara si bapak penjual bola plastik, dengan hidup yang mungkin lebih tidak baik dari aku tapi tetap berusaha, berkeliling menjajakan bola plastik dagangannya ke warung warung di desa.

Subhanallah. Astgahfirullahal 'adzim. Walaahaulawala Quwwata illah billah hil 'aliyyil 'adzim.




Cerita Piknikku, Dulu, Sekarang, dan Nanti

Kalau alis mengkerut, bola mata ke kiri ke kanan, bibir lancip, itu adalah ekspresi wajahku saat sedang mengkalkulasi pengeluaran rumah tangga. Kemudian kalau bibir monyong 5 centi, dan di dahi seperti ada tulisan "jangan diganggu lagi galak" adalah ekspresiku saat jadi maknyonyor alias saat sedang pms. Trus kalau sorot mata tak berbinar *aseg, berjalan tak tegak, hilang gairah, males ngapa-ngapain itu adalah tanda kalau aku butuh yang namanya piknik. Yup, butuh piknik.

Si ayah sudah hafal betul dengan aneka ekspresiku dan cara menghadapinya. Kalau ekspresi yang pertama dihadapi si ayah dengan kalimat begini "nanti kalau duit belanjanya kurang bilang aja ya mah". Kemudian ekspresi wajah kedua dihadapi si ayah dengan tabah. Trus ekspresi ketiga dihadapi si ayah dengan mengabulkan keinginan tersiratku untuk pergi piknik *hurray. Ini pasti loh. Karena kalau si ayah nggak ngajak aku piknik, resikonya adalah aku bakal berubah jadi kak ros. Jadi, kalau sudah ekspresiku begitu, si ayah pasti mengajak aku piknik, karena piknik itu penting. Tidak hanya penting untukku, tapi juga untuk kemaslahatan bersama, hahayy.

Kegiatan piknik yang ayah rencanakan memang tidak wah. Hanya piknik di taman kota atau alun alun saja. Beralaskan rumput atau duduk di tempat yang sudah disediakan sambil melihat lalu lalang orang atau kendaraan. Bekal yang kami bawa pun hanya camilan seperti gorengan, pentol, atau roti plus air minum. Sederhana bukan ?. Tapi meskipun begitu, rasanya sudah seneng banget loh. Sayangnya moment bahagia nan tenang ini tak dapat berlangsung lama, karena si kecil ken.

Piknik di taman Keplak Sari dekat rumah

Ya,  Si Ken yang masuk dalam tipe anak kinestetik tak dapat duduk diam berlama-lama. Kami sering berbagi waktu untuk menemani si ken bereksplorasi. Jika si ayah lelah, maka aku yang sudah duduk daritadi harus mengambil alih tugas ayah menemani si ken. Selalu begitu. Jadi masa-masa indah menikmati piknik sederhana hanya berlangsung sekian menit saja *piknik macam apa itu. hiks.

Acara piknik berubah jadi lomba lari

lomba lari berlangsung seru, antara si ayah dengan si ken

Sebenarnya tak masalah sih meskipun bisa piknik beberapa menit saja. Tapiiiiii, kadang terselip keinginan untuk piknik seperti dulu. Saat piknik bersama sahabat sahabat aku waktu kuliah dulu. Seruuuu.

Dulu, aku dan sahabat sahabatku punya program piknik jangka pendek dan jangka panjang. Muculnya program tersebut sebagai salah satu cara untuk refreshing dan memberikan pengalaman baru yang tak terlupakan dengan saling berkunjung ke daerah tempat tinggal kami masing-masing.

Piknik jangka pendek akan dilakukan saat tanggal merah yang disusul dengan harpitnas, hari kejepit nasional. Kalau jangka panjang akan dilakukan saat libur semester ganjil. Sedangkan libur semester genap yang biasanya berlangsung lebih lama kami putuskan untuk pulang kampung saja.

Piknik jangka pendek kami adalah piknik ke tempat wisata yang ada di daerah kami masing masing dan tidak keluar provinsi. Kalau keluar provinsi akan masuk dalam piknik jangka panjang. Tujuan piknik jangka pendek kami adalah pacet Mojokerto, Wisata Bahari Lamongan, dan pantai-pantai di madura. Sedangkan jangka panjang akan pergi ke rumahku yakni Bali, dan rumah sahabatku yang lain yakni Lombok.

Yang membuat piknik ini seru adalah :
  • Kami memutuskan untuk memakai angkutan umum menuju ke rumah tujuan sahabat maupun ke lokasi piknik. 
  • Aktivitas yang kami lakukan saat piknik tak hanya sekedar jeprat jepret saja, melainkan diisi dengan berbagai macam hal. Seperti saling menyiram air terjun saat kami sedang di Pacet, atau berroller coaster ria saat di Jatim Park Lamongan, dan menikmati sensasi naik perahu saat di Madura.

Siapa yang mangap paling omboh ? eikeh cyiin

Tak ada Titanic, perahu pun jadi

Nekat main air, meski tidak membawa baju ganti

  • Kemudian saat kami lapar, kami memilih untuk tidak jajan di warung warung makan yang ada di lokasi piknik tersebut melainkan memilih untuk menyantap bekal yang dibawakan oleh orang tua sahabat kami. 
Cuekin kamera, buka bungkusan, lafaaarr

  • Terakhir bercengkrama, bercanda ria.
Udah kaya' foto model kan *preettt
Piknik seru yang aku lakukan bersama sahabat sahabatku itu tentu saja tidak semata-mata untuk mengisi waktu libur saja, tapi ada banyak manfaat juga yang kami peroleh.
1. Menguatkan ikatan persahabatan di antara kami.
2. Menjalin silaturahim dengan keluarga sahabat kami.
3. Refreshing.
4. Mengundang semangat untuk melakukan aktifitas kami di hari hari selanjutnya.
5. dan menciptakan memory indah yang mungkin nantinya akan selalu kami kenang bahkan kami ceritakan kepada pasangan atau anak cucu kami nanti.


Yup, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari piknik seru saat aku masih mahasiswa dulu. Oleh sebab itu bisa dibilang, piknik itu penting bagi mahasiswa.

Lalu bagaimana dengan kegiatan piknik sekian menit yang aku dan si ayah lakukan ?. Apakah memiliki manfaat juga ?. Tentu saja. Melihat senyum ceria si kecil ken sudah sangat membuat aku bahagia *aseg.

Tapi aku yakin suatu saat aku pasti bisa menikmati piknik seru seperti itu lagi. Bersama si ayah, juga si ken yang sudah bisa diajak kompromi. Dan pasti tak kalah seru juga kaya akan manfaat. Tidak lagi piknik di taman kota atau alun alun saja, tapi mungkin bisa piknik ke luar kota atau provinsi. Seperti piknik ke Bogor gitu. Iya, aku pengen banget liburan di Bogor. Lalu piknik seru di situ. Berdasarkan informasi yang aku dapat dari nonton tv dan baca-baca artikel travelling di mbah google, ada banyak lokasi wisata di Bogor. Hemmmm. Membayangkannya saja sudah bikin hati aku tumbuh bunga dimana-mana, seru dan asoy deh kayaknya.

Jadi ya begitulah cerita piknik sederhanaku bersama si ayah dan si kecil ken yang aktif bak bola bekel, dan cerita piknik seruku bersama sahabat-sahabat aku waktu kuliah dulu berikut dengan manfaat dari kegiatan piknik tersebut serta cerita tentang harapan aku untuk dapat melakukan piknik seru selanjutnya bersama si ayah dan si ken. Doakan terkabul yak. Terima kasih manteman dan inga'-inga', piknik itu penting ting *langsung hilang.

***

Pengalaman Pertama Bikin Donat Rasa Endolita Tekstur Sinyorita

Jadi, sejak Ken sekolah, aku mulai rajin lagi belajar masak. Tapi kali ini, yang aku pelajari, khusus bikin cemilan, jajanan buat bekal s...