Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

I Can So Are You

Rasanya senang sekali saat melihat lalu dapat menikmati air sebersih ini. Tidak hanya sedap dipandang mata, akan tetapi juga dapat mengundang ketenangan di jiwa. Tenang, tenang, dan tenang. Benar-benar dapat merelaksasi jiwa.
Kadang terlintas dibenak saya, berandai-andai, andaikan saja, air sebersih itu, juga dapat dijumpai di sungai yang berada di desa tempat tinggal saya. Pasti akan terasa menyenangkan. Namun faktanya air sungai yang melewati desa saya tidak sebersih air yang ada di foto tersebut. Tidak. Melainkan sebaliknya. Kotor, dan sampah dimana-mana.
Saya benar-benar merasa prihatin, dan menyayangkan kondisi sungai di desa saya yang nampak kotor dan tercemar tersebut. Dan ternyata, kondisi sungai yang seperti ini tidak hanya dapat dijumpai di desa tempat tinggal saya saja atau di beberapa tempat lainnya, melainkan sebagian besar sungai di Indonesia sudah berada dalam kondisi tercemar berat.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, 75% sungai di Indonesia suda…

Yoyoyow, Kejar Mimpi dan Go For It

Banyak giveaway dan lomba blog bertebaran dimana-mana yak. Saking banyaknya, hingga ada beberapa giveaway atau lomba blog yang gagal aku ikuti. Tapi kalau lomba blog yang satu ini, aku usahain ikut. Karena kalau nggak ikut, nanti malah begini :



Lomba blog emak gaoel yang berduet bareng smartfren kali ini, menurutku, temanya cukup sulit. Karena menyangkut perasaan dan masa lalu yang memalukan. Kalau kawan-kawan blogger memiliki niat ngeblog untuk berbagi atau mengisi waktu luang atau mengasah hobi, sementara aku ???. Hhhhhhh...*sodorin masker, nafas naga keluar. 
Jujur, niat awalku ngeblog memang untuk mencari seupil eh secuil berlian lewat lomba blog maupun giveaway. Oleh sebab itu, postingan di blog aku banyak berisi lomba-lomba. Tapi usahaku tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Jika dibuat perbandingan, 50 : 1. 50 kali zonk, 1 kali cihuy. Hal yang demikian ini, terkadang malah bikin aku berubah jadi maknyonyor alias nggak jelas.
Mungkin si ayah kasihan kali ya, jadi kalau…

Santri dan Keberagaman

Itu adalah foto aku waktu masih jadi santri. 12 tahun yang lalu *waduh ketahuan. Gimana ?. Unyu banget kan aku ? *sodorin kantong kresek. Iya, gini gini aku juga pernah jadi santri lho. Masih nggak percaya ? tanya aja sama Ustadz Maulana. Jama'aaahh..ooo.,jama'ah..Alhamdu..lillaaahh. .Hehe.
Ada banyak moment berharga yang terjadi saat aku masih jadi santri yang manis lucu imut bin amit amit. Ada manis juga pahit. Apapun itu, semua memberikan kesan dan kenangan mendalam hingga saat ini *aseg.
Saat nyantri, aku tak hanya belajar mengaji atau ilmu duniawi *aseglagi, tapi juga belajar tentang keberagaman. Beragam bahasa, budaya, sikap, sifat, dan pemikiran. Ada yang begini, ada yang begitu. Ada yang punya itu, ada yang punya ini. Ada yang berpendapat begini, ada juga yang begitu. Berwarna.
Selama 3 tahun aku menjadi santri. Alhamdulillah. Hampir tak pernah mengalami yang namanya perang dingin dikarenakan beda pemahaman, beda pendapat, atau beda adat budaya yang berlaku dan lain…

Arti dan Cerita di Balik Nama Ken

Jauh sebelum aku melahirkan, aku sudah berencana memberikan nama untuk calon bayiku dengan nama Ken yang dalam bahasa Jepang, memiliki arti seorang anak laki-laki yang sehat kuat tangguh.
Keinginanku tersebut tidak muncul 'makbedundug' begitu saja. Tentu saja ada hal yang melatarbelakangi keinginanku itu yakni aku ingin di kehamilanku yang kedua, janin yang ada di dalam rahimku tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Aku tidak ingin kehilangan calon bayiku lagi seperti pada kehamilanku yang pertama. Iya, di kehamilan pertama, aku mengalami keguguran. Innalillahi wainna ilaihi roji'un.
Lalu kenapa nama nama bayi yang dipilih adalah ken ?. Sementara masih banyak nama lain yang juga bermakna sehat bukan ?. Iyup, benar sekali. Masih banyak nama lain yang memiliki makna sehat. Tapi lagi lagi, ada alasan di balik itu semua.
Apa alasannya ? Alasannya adalah sebab kandunganku lemah, bisa dibilang begitu. Dikehamilanku yang kedua, aku juga hampir kehilangan janinku kembali.  …

Self Reward ala Bukan IRT Biasa

Andai saja di baris profesi yang ada di KTP maupun SIM bisa ditulis begini "profesi : sailormoon *halah, maksudku bisa ditulis begini "Profesi : Bukan Ibu Rumah Tangga Biasa", pasti sudah aku tulis begitu. Sungguh. Bukan karena ingin tampil beda, meskipun iya sih, sedikit, tapi karena itulah yang tengah aku lakukan dan aku tekuni. Menjadi bukan ibu rumah tangga biasa.
Tepatnya, sejak si kecil ken lahir, aku membulatkan tekad untuk berusaha menjadi bukan ibu rumah tangga biasa. Seorang ibu rumah tangga yang tidak hanya mampu mengurus keluarga dan rumah, melainkan juga mampu out of the box *aseg.
Nah untuk menjadi bukan irt biasa, aku melakukan beberapa hal yang jarang dilakukan oleh para irt biasa. Khususnya irt yang tinggal di sekitar tempat tinggalku, antara lain sebagai berikut :
Berusaha memenuhi kebutuhan gizi si kecil dan suami. Iya, aku benar benar mengusahakan hal ini lho. Terutama untuk si kecil. Menu menu masakan yang aku buat sebagian besar pasti mempertimban…

Ken dan Mobil

Si Ken suka banget sama mobil mobilan. Sebagian besar mainannya pun mobil mobilan. Kalau ke toko mainan pasti yang dipilih langsung mobil mobilan. Begitu juga saat di bapak bakul mainan, si ken pasti memilih mobil mobilan, padahal nih, aku sudah nawarin si ken barbie loh, tapi tetep aja si ken milih mobil mobilan *yaiyalah, plis deh emak.Sayangnya, kesukaannya akan mobil mobilan tersebut tak sebanding dengan cara si ken memainkannya. Beringas boooo'. Ada yang dilempar, ada yang diduduki, dan ada pula yang keinjek..keinjek aku, hehe. Tapi yaaa begitulah, namanya juga anak anak. Oleh sebab itulah, hampir sebagian besar mobil mobilan si ken tak ada yang utuh. Ada yang rusak di bagian kepala, ada juga rusak rodanya, dan ada yang ringsek *yang ringsek karena diinjek dikau kali mak, hehe, iyah.Akan tetapi meskipun rusak, masih tetap dimainin koq sama si ken *kecuali yang ringsek donk yak. Masih tetap di pajang di showroom mobilnya *aseg. Aku, sebagai emaknya si ken, tentu saja merasa ta…

Jombang Car Free Night

Kalau malam minggu, biasanya kalian pada ngapain nih ?. Nonton tv di rumah, wisata kuliner, atau jalan jalan nih ?. Kalau aku plus anggota gank aloeveraku *gank apaan ituuuu, si ayah dan si ken, menghabiskan malam minggu kemarin di Jombang Car Free Night.
Awalnya aku pikir tidak ada yang istiiii..mewah di jombang car free night ini. Tapi setelah aku mendaki gunung melewati lembah *emangnya situ ninja hatori, hehe., maksudku setelah aku and my gank berjalan lebih jauh lagi, ternyata di situ ada panggung mini. Melihat panggung itu membuat aku ingiiinn...emmm..emmm.. ingin nyumbang lagu cyiinnn *lalu dilempar gombal.
Tak berapa lama kemudian, panggung yang tadinya kosong, tiba tiba makbetungul, muncul anak kecil imut imut di situ, dengan membawa stick di kedua tangannya. Rupanya si imut imut itu akan beraksi di panggung tersebut. Bermain drum booook. Jujur, melihat si imut imut menggebuk drumnya membuatku teringat dengan masa kecilku dulu yang juga seperti dia. Bedanya hanya, dia memuk…

Penampilan Makin Keren Dengan Jogger Pants

Sebelumnya, aku pengen ngucapin selamat datang dulu ah buat penghuni baru lemariku yakni jogger pants. Akhirnya setelah...sekiiii..an laa..maaa..aa..aa.. aku menunggu, untuuuukk ejumpaaa denganmuuuu, toret toret dut *malah nyanyi. Hehe.
Iya, itu adalah fakta bahwa lemariku belum pernah ada celana ini  karena sebagian besar telah dikuasai oleh keluarga jinny oh jinny. Dari mulai skinny jeans, jeans ala elvis presley, jeans mbulak, jeans risliteng rusak sampai jeans bapak yang diwariskan ke aku juga ada *tepuk jidat. Sedangkan sisanya diisi oleh celana kulot, celana kain, celana aladin, dan celana kolor. Oleh sebab itu seneng banget rasanya punya varian celana baru di lemariku.
Selain suka karena ada celana varian baru di lemariku, aku juga jatuh hati pada pandangan pertama dengan celana ini.  Dan yang namanya jatuh hati, pasti ingin nempel terus kan ?. Nah seperti itulah  aku. Aku jadi lebih sering  memakai celana ini di berbagai macam aktivitasku. Seperti olahraga, jalan jalan santai…

Jangan Mencabut Bulu Ketiak

Manusia itu kadang suka begitu. Meskipun sudah tahu akan suatu informasi, tapi kadang masih tetep saja tidak percaya atau tidak peduli sebelum mengalaminya sendiri atau melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan salah satu manusia yang begitu adalah......eikeh cyiiinnn.Iya, aku memang tahu informasi kalau membersihkan ketiak dengan cara mencabut bulu bulunya itu tidak benar. Karena bisa membuat pori pori kulit terbuka. Kalau sudah pori pori terbuka, maka kotoran akan gampang masuk. Makbleng gitu aja. Tapi informasi tersebut aku tanggapi dengan santai seperti di pantai. Aku tetap mencabuti bulu bulu ketiakku. Penggundulan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Tepatnya sampai 1 bulan yang lalu. Akhirnya dengan mantab surantab aku memutuskan untuk berhenti menggunduli ketiakku setelah aku mengantar adek iparku ke dokter untuk memeriksakan benjolan di ketiaknya.Kata bu dokter, benjolan yang ada di ketiak adekku itu seperti inflamasi. Inflamasi tersebut muncul karena ada sesuatu yang masu…

Membuat Buku Mini Untuk Si Kecil

Beberapa tahun yang lalu, sebelum aku berperan sebagai Shehrazat dari Hongkong, bukan dari Turki, aku terkena yang namanya sindrom newmom. Parnoan, harus begini begini begitu, pakai teori parenting yang ini atau yang itu, dan selalu siwer saat mata menangkap sesuatu yang unik, lucu, dan bagus untuk pertumbuhan si kecil. Jika sudah siwer begitu, apalagi membaca keterangan "baik untuk tumbang si kecil", aku pasti kalaf, kemudian langsung beli beli dan beli.Salah satu yang aku beli tanpa berpikir panjang kali lebar adalah buku bantal kumpulan do'a sehari-hari. Maksud aku membeli buku bantal tersebut adalah untuk memperkenalkan ken tentang do'a do'a sehari-hari sejak dini. Seberapa dini ?. Nah itu yang tidak aku pikirkan sama sekali. Aku membeli buku bantal tersebut saat Si Ken masih berusia 5/6 bln. Dodol banget kan ?.Alhamdulillah, setelah terkena cambuk cemeti amarrosulinya sembara *emangnya emak lampir, kedodolan tersebut tidak berlangsung lama. Aku sadar bahwa b…

Bapak Penjual Bola Plastik

Sebenarnya, minggu kemarin, aku punya rencana terselubung. Sembari mengantarkan sepasang pengantin yang tak lain adalah adek iparku ke tempat tinggal mereka, aku berencana untuk mengambil beberapa foto saat di perjalanan atau saat kami berhenti istirahat lalu makan siang. Foto foto itu nantinya akan kujadikan bahan ikut lomba blog yang diadakan blogger kece mbak Arin. Kamera sudah kusiapkan. Bekal sudah beres. Beberapa orang dari rombongan pun sudah ku woro woro. Semuanya sudah oke. Tinggal eksekusi saja. Sayangnya rencana tersebut gagal terwujud.Tentu saja bukan karena aku batal ikut mengantar atau karena aku mabuk perjalanan. Tapi karena sesuatu. Sesuatu yang begitu menyentuh. Terharu hingga buat aku tergugu begitu tiba kembali di rumah. Iya, akhirnya tangisku tumpah ruah di balik bantal. Minggu pagi, sekitar pukul 9.30 WIB, kami berangkat dari rumah. Kami memilih lewat jalur alternatif. Karena lebih cepat dan jalan tersebut juga sudah cukup baik. Sebagian besar mulus beraspal. Keku…

Cerita Piknikku, Dulu, Sekarang, dan Nanti

Kalau alis mengkerut, bola mata ke kiri ke kanan, bibir lancip, itu adalah ekspresi wajahku saat sedang mengkalkulasi pengeluaran rumah tangga. Kemudian kalau bibir monyong 5 centi, dan di dahi seperti ada tulisan "jangan diganggu lagi galak" adalah ekspresiku saat jadi maknyonyor alias saat sedang pms. Trus kalau sorot mata tak berbinar *aseg, berjalan tak tegak, hilang gairah, males ngapa-ngapain itu adalah tanda kalau aku butuh yang namanya piknik. Yup, butuh piknik.
Si ayah sudah hafal betul dengan aneka ekspresiku dan cara menghadapinya. Kalau ekspresi yang pertama dihadapi si ayah dengan kalimat begini "nanti kalau duit belanjanya kurang bilang aja ya mah". Kemudian ekspresi wajah kedua dihadapi si ayah dengan tabah. Trus ekspresi ketiga dihadapi si ayah dengan mengabulkan keinginan tersiratku untuk pergi piknik *hurray. Ini pasti loh. Karena kalau si ayah nggak ngajak aku piknik, resikonya adalah aku bakal berubah jadi kak ros. Jadi, kalau sudah ekspresiku …