Monday, October 5, 2015

Cerita Piknikku, Dulu, Sekarang, dan Nanti

Kalau alis mengkerut, bola mata ke kiri ke kanan, bibir lancip, itu adalah ekspresi wajahku saat sedang mengkalkulasi pengeluaran rumah tangga. Kemudian kalau bibir monyong 5 centi, dan di dahi seperti ada tulisan "jangan diganggu lagi galak" adalah ekspresiku saat jadi maknyonyor alias saat sedang pms. Trus kalau sorot mata tak berbinar *aseg, berjalan tak tegak, hilang gairah, males ngapa-ngapain itu adalah tanda kalau aku butuh yang namanya piknik. Yup, butuh piknik.

Si ayah sudah hafal betul dengan aneka ekspresiku dan cara menghadapinya. Kalau ekspresi yang pertama dihadapi si ayah dengan kalimat begini "nanti kalau duit belanjanya kurang bilang aja ya mah". Kemudian ekspresi wajah kedua dihadapi si ayah dengan tabah. Trus ekspresi ketiga dihadapi si ayah dengan mengabulkan keinginan tersiratku untuk pergi piknik *hurray. Ini pasti loh. Karena kalau si ayah nggak ngajak aku piknik, resikonya adalah aku bakal berubah jadi kak ros. Jadi, kalau sudah ekspresiku begitu, si ayah pasti mengajak aku piknik, karena piknik itu penting. Tidak hanya penting untukku, tapi juga untuk kemaslahatan bersama, hahayy.

Kegiatan piknik yang ayah rencanakan memang tidak wah. Hanya piknik di taman kota atau alun alun saja. Beralaskan rumput atau duduk di tempat yang sudah disediakan sambil melihat lalu lalang orang atau kendaraan. Bekal yang kami bawa pun hanya camilan seperti gorengan, pentol, atau roti plus air minum. Sederhana bukan ?. Tapi meskipun begitu, rasanya sudah seneng banget loh. Sayangnya moment bahagia nan tenang ini tak dapat berlangsung lama, karena si kecil ken.

Piknik di taman Keplak Sari dekat rumah

Ya,  Si Ken yang masuk dalam tipe anak kinestetik tak dapat duduk diam berlama-lama. Kami sering berbagi waktu untuk menemani si ken bereksplorasi. Jika si ayah lelah, maka aku yang sudah duduk daritadi harus mengambil alih tugas ayah menemani si ken. Selalu begitu. Jadi masa-masa indah menikmati piknik sederhana hanya berlangsung sekian menit saja *piknik macam apa itu. hiks.

Acara piknik berubah jadi lomba lari

lomba lari berlangsung seru, antara si ayah dengan si ken

Sebenarnya tak masalah sih meskipun bisa piknik beberapa menit saja. Tapiiiiii, kadang terselip keinginan untuk piknik seperti dulu. Saat piknik bersama sahabat sahabat aku waktu kuliah dulu. Seruuuu.

Dulu, aku dan sahabat sahabatku punya program piknik jangka pendek dan jangka panjang. Muculnya program tersebut sebagai salah satu cara untuk refreshing dan memberikan pengalaman baru yang tak terlupakan dengan saling berkunjung ke daerah tempat tinggal kami masing-masing.

Piknik jangka pendek akan dilakukan saat tanggal merah yang disusul dengan harpitnas, hari kejepit nasional. Kalau jangka panjang akan dilakukan saat libur semester ganjil. Sedangkan libur semester genap yang biasanya berlangsung lebih lama kami putuskan untuk pulang kampung saja.

Piknik jangka pendek kami adalah piknik ke tempat wisata yang ada di daerah kami masing masing dan tidak keluar provinsi. Kalau keluar provinsi akan masuk dalam piknik jangka panjang. Tujuan piknik jangka pendek kami adalah pacet Mojokerto, Wisata Bahari Lamongan, dan pantai-pantai di madura. Sedangkan jangka panjang akan pergi ke rumahku yakni Bali, dan rumah sahabatku yang lain yakni Lombok.

Yang membuat piknik ini seru adalah :
  • Kami memutuskan untuk memakai angkutan umum menuju ke rumah tujuan sahabat maupun ke lokasi piknik. 
  • Aktivitas yang kami lakukan saat piknik tak hanya sekedar jeprat jepret saja, melainkan diisi dengan berbagai macam hal. Seperti saling menyiram air terjun saat kami sedang di Pacet, atau berroller coaster ria saat di Jatim Park Lamongan, dan menikmati sensasi naik perahu saat di Madura.

Siapa yang mangap paling omboh ? eikeh cyiin

Tak ada Titanic, perahu pun jadi

Nekat main air, meski tidak membawa baju ganti

  • Kemudian saat kami lapar, kami memilih untuk tidak jajan di warung warung makan yang ada di lokasi piknik tersebut melainkan memilih untuk menyantap bekal yang dibawakan oleh orang tua sahabat kami. 
Cuekin kamera, buka bungkusan, lafaaarr

  • Terakhir bercengkrama, bercanda ria.
Udah kaya' foto model kan *preettt
Piknik seru yang aku lakukan bersama sahabat sahabatku itu tentu saja tidak semata-mata untuk mengisi waktu libur saja, tapi ada banyak manfaat juga yang kami peroleh.
1. Menguatkan ikatan persahabatan di antara kami.
2. Menjalin silaturahim dengan keluarga sahabat kami.
3. Refreshing.
4. Mengundang semangat untuk melakukan aktifitas kami di hari hari selanjutnya.
5. dan menciptakan memory indah yang mungkin nantinya akan selalu kami kenang bahkan kami ceritakan kepada pasangan atau anak cucu kami nanti.


Yup, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari piknik seru saat aku masih mahasiswa dulu. Oleh sebab itu bisa dibilang, piknik itu penting bagi mahasiswa.

Lalu bagaimana dengan kegiatan piknik sekian menit yang aku dan si ayah lakukan ?. Apakah memiliki manfaat juga ?. Tentu saja. Melihat senyum ceria si kecil ken sudah sangat membuat aku bahagia *aseg.

Tapi aku yakin suatu saat aku pasti bisa menikmati piknik seru seperti itu lagi. Bersama si ayah, juga si ken yang sudah bisa diajak kompromi. Dan pasti tak kalah seru juga kaya akan manfaat. Tidak lagi piknik di taman kota atau alun alun saja, tapi mungkin bisa piknik ke luar kota atau provinsi. Seperti piknik ke Bogor gitu. Iya, aku pengen banget liburan di Bogor. Lalu piknik seru di situ. Berdasarkan informasi yang aku dapat dari nonton tv dan baca-baca artikel travelling di mbah google, ada banyak lokasi wisata di Bogor. Hemmmm. Membayangkannya saja sudah bikin hati aku tumbuh bunga dimana-mana, seru dan asoy deh kayaknya.

Jadi ya begitulah cerita piknik sederhanaku bersama si ayah dan si kecil ken yang aktif bak bola bekel, dan cerita piknik seruku bersama sahabat-sahabat aku waktu kuliah dulu berikut dengan manfaat dari kegiatan piknik tersebut serta cerita tentang harapan aku untuk dapat melakukan piknik seru selanjutnya bersama si ayah dan si ken. Doakan terkabul yak. Terima kasih manteman dan inga'-inga', piknik itu penting ting *langsung hilang.

***

17 comments:

  1. Maak...bola bekelmu tak pek e...yo...hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. gmn kalok yg dipek emaknya aja mak alias aku, kn gak kalah imyut *huwek

      Delete
  2. Aihh.. seru kalau ketemu temen-temen yang suka "jalan" gitu ya.. Kalau sendiri gak asik.. teman-teman saya gak berjiwa petualang seperti saya *Dora kali ah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak ir, seru mah kalau bareng temen, :)

      Delete
  3. Seruuuu!
    Embyeerrr mak, piknik itu penting pake bingits!

    ReplyDelete
  4. Piknik tak harus berbiaya tinggi yang penting hepi
    Saya sering lewat Keplaksari tetapi belum pernah mampir
    Salam mesra dari desa

    ReplyDelete
  5. Piknik bisa di sekitar rumah sendiri kok. Aku awalnya juga begitu hehehe :)

    ReplyDelete
  6. Anakku juga palig suka piknik di rerumputan mbak. Soalnya bisa main bola sepuasnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru jg sih mbk piknik di rerumputan, cm kadg2 ada rasa was was, takut ada tengue *apa bhs indonesianya yaj .?

      Delete
  7. piknik di rremputuan emak asik ...gelar tikar trus makan hehehe

    ReplyDelete
  8. aku ga tau piknik huhuhuhu
    piknik mana piknik

    kalau cuma deket2 seh sering kayak main ditaman atau lapangan xD
    dan ibue foto-foto :v

    ReplyDelete
  9. Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.

    ReplyDelete
  10. salahnya kalau nggak ada uang mau piknikpun males hehehe

    ReplyDelete
  11. Memang picnic it nutrisi bagi kesehatan jiwa kits.hhehehe

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)