Tuesday, October 20, 2015

Self Reward ala Bukan IRT Biasa

Andai saja di baris profesi yang ada di KTP maupun SIM bisa ditulis begini "profesi : sailormoon *halah, maksudku bisa ditulis begini "Profesi : Bukan Ibu Rumah Tangga Biasa", pasti sudah aku tulis begitu. Sungguh. Bukan karena ingin tampil beda, meskipun iya sih, sedikit, tapi karena itulah yang tengah aku lakukan dan aku tekuni. Menjadi bukan ibu rumah tangga biasa.

Tepatnya, sejak si kecil ken lahir, aku membulatkan tekad untuk berusaha menjadi bukan ibu rumah tangga biasa. Seorang ibu rumah tangga yang tidak hanya mampu mengurus keluarga dan rumah, melainkan juga mampu out of the box *aseg.

Nah untuk menjadi bukan irt biasa, aku melakukan beberapa hal yang jarang dilakukan oleh para irt biasa. Khususnya irt yang tinggal di sekitar tempat tinggalku, antara lain sebagai berikut :

Berusaha memenuhi kebutuhan gizi si kecil dan suami.
Iya, aku benar benar mengusahakan hal ini lho. Terutama untuk si kecil. Menu menu masakan yang aku buat sebagian besar pasti mempertimbangkan gizi untuk si kecil. Seperti menu sayur bayam yang kaya akan vitamin dan mineral serta menu ceker ayam kampung yang memiliki kandungan kalsium di dalamnya. Begitu juga dengan camilan yang aku buat, tetap mempertimbangkan gizi untuk si kecil. Seperti camilan roti gulung pisang atau nugget wortel plus ayam.



Memperhatikan kesehatan si kecil dan suami.
Setelah memperhatikan gizi, kemudian aku mengajak suami untuk mengenalkan lalu membiasakan si kecil dengan gaya hidup sehat. Dan alhamdulillah suami menyambut ajakanku tersebut.


Gaya hidup sehat yang kami kenalkan kepada si kecil belum terlalu mendalam sih. Kami baru membiasakan si kecil untuk suka mengkonsumsi air putih, suka buah buahan, tidak mengkonsumsi makanan ringan, dan membiasakan sikat gigi.



Memperhatikan dan memberikan stimulus untuk tumbuh kembang si kecil.
Ini juga aku lakukan lho. Informasinya tentu saja bersumber dari buku pink posyandu atau buku kesehatan ibu dan anak, bidan posyandu, dan mbah google. Kalau informasi dari yang sudah berpengalaman sih menurutku kurang bisa dijadikan acuan ya. Karena pengalaman orang kan beda-beda.


Stimulus yang aku berikan juga macam-macam. Ada stimulus untuk melatih motorik si kecil, stimulus untuk melatih kecerdasan visualnya, kecerdasan spasial, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak stimulus yang aku berikan kepada si kecil, ada satu stimulus yang membuat aku sedikit kewalahan. Karena benar-benar butuh kesabaran. Stimulus itu adalah stimulus untuk melatih kecerdasan linguistik si kecil. Iya, si ken memang agak terlambat bicara.

Menjaga kebersihan si kecil dan rumah.
Jujur, melakukan hal ini susah banget. Karena begitu selesai aku bersihkan juga rapikan, dalam hitungan menit, sudah dihambur hamburkan si kecil lagi. Makbyor. Jadi, biasanya aku membersihkan rumah saat si kecil tidur siang dan malam.


Berusaha membantu keuangan rumah tangga.
Caranya adalah dengan berhemat. Ada beberapa penghematan yang aku lakukan. 
Pertama, menghemat pemakaian listrik. Selain mematikan listrik di siang hari, dan menggunakan listrik seperlunya di malam hari, aku juga tidak menyetrika baju lho. (baca : baju rapi tanpa disetrika). Kecuali untuk bahan kain tertentu. Kedua, menghemat air. Ketiga, memasak sendiri. Ke empat, daur ulang barang bekas agar bisa digunakan kembali. (baca : sarung bantal dari kaos bekas, keset dari kaos bekas, dll).


Membantu dan juga berbagi kepada keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat luas.
Aku juga berusaha bisa membantu orang-orang. Berusaha semampuku. Jika tidak mampu berbuat sesuatu, minimal aku bisa membantu mendo'akan agar mendapatkan solusi atau yang terbaik lah yah.


Begitu juga dengan berbagi. Berbagi sepunyanya. Punya rejeki makanan lebih, apalagi yang harus dilakukan kalau bukan untuk dibagi. Punya pemahaman lebih, apalagi yang harus dikerjakan kalau bukan untuk dibagi juga. Iya kan ?. Iya donk. Karena, berbagi itu indah. Jama'ah..oooo..jama'ah. Alhamdu..lillaaaaahhh. Hehe.

Mungkin terlihat mustahil bisa melakukan itu semua. Tapi bisa lho. Beneran. Ya meskipun harus dilalui dengan kerja keras. Meskipun harus berlumuran keringat karena harus mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Meskipun mata panda keluar sebab menyiapkan camilan atau alat bahan untuk menstimulus si kecil. Dan meskipun kalah cantik dari Suzy kekasih Lee Min Ho. Alhamdulillah dan insyaAllah aku berhasil menjadi bukan irt biasa. Yuhuuuuu *lalu berenang di empang.

Keberhasilan tersebut tentu saja tidak aku raih sendiri. Ada udang *ups, ada suami di balik keberhasilanku itu. Iya, suami menerima dan benar-benar mewujudkan self reward yang aku ajukan padanya. Bukan hanya satu tapi banyak, hahaaayyy.

Nah berikut ini daftar self reward yang aku ajukan ke suami dan disetujui *yeay :
1. Tidak memasak saat hari libur.
Ada dua pilihan untuk suami. Masak atau beli. Kalau suami memilih masak sendiri, maka menu masakan bebas. Tapi kalau beli, maka menu makanan yang dibeli harus sesuai dengan pilihanku *mantab.
Masak masaakkkk

2. Momong si ken di malam hari.
Bagi tugas momong. Aku mulai pagi hingga sore hari, sementara suami setelahnya. Bukan hanya menemani bermain, tapi juga segala sesuatu yang dilakukan ken, seperti menyuapinya, dan mengajak untuk melakukan ritual wajib sebelum tidur (sikat gigi, buang air kecil, cuci kaki dan tangan).


3. Jalan-jalan.
Biasanya, suami mengajak aku jalan-jalan di taman kota dekat rumah. Aku setuju donk, tapi ada syarat yang harus dipenuhi yaitu momong si ken.



4. Nonton acara televisi yang aku suka.
Si ken sudah tidur, aku bisa nonton tv donk dan bebas memilih mau nonton apa. Kecuali kalau ada pertandingan sepak bola. Alhamdulillah, suami oke-oke saja. Dia memilih untuk main game coc saja.

5. Beli pakaian yang aku suka *cihuy ulala.

Salah satunya ini, Jogger pants yang lagi ngetrend


Bagaimana ?. Asoy kan self reward yang aku dapatkan. Apalagi yang dibutuhkan irt selain istirahat, leyeh-leyeh, sambil baca buku, ngeblog, atau nonton drakor, bahkan jalan-jalan. Itu yang paling utama. Jika badan sudah segar kembali, pikiran fresh, maka berjuang untuk kemaslahatan keluarga pun sudah tak jadi masalah lagi. Akan tetapi, ada satu self reward yang tak ternilai harganya, saat melihat ini....

20 comments:

  1. Luar biasa seorang istri n ibu y mak, semua dilakukan utk kebaikan suami n anak :)

    ReplyDelete
  2. Berusaha ikhlas menjalani pekerjaan sehari-hari ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh..berusaha memaksimalkan ikhlas dah pokoknya ya mak leyla

      Delete
  3. klo dah besar pasti anaknya bangga sama mamanya baca ini...top bukan irt biasa..

    ReplyDelete
  4. siip mak, aku juga mau niru ah...minta reward ke suami:)

    ReplyDelete
  5. Hihihi rewardku sejauh ini diperbolehkan membeli barang apa pun yang kumau dengan uang bulananku dari suami :p jadiiii di luar uang belanja sehari-hari, tiap bulan aku dapat uang jajan hahaha ^^
    self rewardnya bakalan nambah setelah kelahiran anak kami si kayaknya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaakkk..mbak dwee lg hamil yak, wah wah..selamat yak, sehat en lancar pas lahiran nanti, amiiiinn :)

      Delete
  6. self reward bagi seorang ibu yang ternilai harganya pastilah saat melihat anaknya sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik yah mbak, rasa capeknya langsung hilang dan berganti dengan kebahagiaan :)

    salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh..betxuuulll..
      salam kenal jg mbk irawati :)

      Delete
  7. Perjuangan seorang ibu... Hemm... Suka Mak bacanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm ehm..jd maluk, makasih mak diah :)

      Delete
  8. boleh dicoba nih kalau punya anak,dimulai dari kebiasaan yang kecil..minum air putih^^

    ReplyDelete
  9. pemenuhan gizi sehat itu memang penting mbak, sejak anak kecil harus dibiasakan makan sayuran...
    kalau lihat anak sehat pastinya bahagia ya... :)

    ReplyDelete
  10. Eh kok pinter banget, sudah bisa gosok gigi sendiri sekecil itu :))

    ReplyDelete
  11. Hihi, kalau rewardnya shoping mau banget, mak. Walau akhirnya dompet jebol. *eh :D

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)