Happy November Rain

Beberapa waktu yang lalu, rasanya rindu sekali dengan suara rintik air hujan. Dengan aroma tanah saat tersentuh hujan dan kesegaran yang datang setelahnya. Rindu sekali.

Namun di balik rasa rindu tersebut, terselip rasa sedih. Sedih karena tak bisa menikmati rintik air hujan. Sebab biasanya, saat hujan tiba kami harus melakukan sesuatu. Membawa dan meletakkan ember di sana dan di situ juga harus mengeringkan lantai yang itu juga yang ini. Karena apa ?. Bocor dimana-mana cyiinnn. Dan bocor yang paling parah adalah bagian teras rumah. Yeayyyy *Loh.

Iya, bukan seperti bocor lagi melainkan seperti air terjun. Grojog Grojog Byor. Kalau melihat grojogan begitu, Si Ken langsung pengen mandi di situ. Dikira shower kali yak. Hadeehh. Jadi kalau hujan turun kami tak bisa memandangi hujan di teras rumah melainkan hanya di dalam rumah saja.


Alhamdulillah sebelum bulan November datang, akhirnya ibu pemilik rumah kontrakan yang kami tinggali ini bersedia memperbaiki bagian teras. Yipppiiee. Seneng. Jadi hujan kali ini, tidak seperti yang lalu, kami bisa menikmatinya di teras rumah. Sembari ngeteh dan ngobrol santai. Dan Si Ken bisa merasakan air hujan yang jatuh langsung ke telapak tangannya. Bahagia itu sederhana bukan ?.


Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...