Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Milestone Tumbuh Kembang Si Kecil Tahun 2016

TING
Hai
Bentar lagi kita hitung mundur nih yak. 2016 akan berganti menjadi 2017. Cepet. Nggak kerasa. Tau tau 6 ganti 7, tau tau umur nambah aja, tau tau jadi tambah tua. Busyet dah. *Anti aging mana ? mana anti aging ?. Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan sebelum 2016 berakhir. Salah satunya yaitu mencatat milestone tumbuh kembang si kecil ken (3-4 tahun). Bocah alakazam mak dinuk dinuk.
Alhamdulillah. Tahun ini, tumbuh kembang si ken bisa dibilang cukup pesat ya. Menurut teori eyang Howard Gardner sama mbah Piaget sih emang begitu. Masa-masa si ken ini merupakan golden age. Masa-masa cespleng-cesplengnya bocah. Jago meniru. Idenya makin banyak. Rasa ingin tahunya makin membara. Sepanas bara negara api. Halah. Pokoknya mah perkembangannya cepet banget. Set set set.
Dari sekian banyak perkembangan si bocah yang suka nyuruh aku berubah jadi Satria Bima X ini, ada 3 hal yang paling dominan dan paling menonjol. *Lalu inget lemak di perut. Menonjol menggumpal gumpal.
1. Perkemban…

[Kriya di Jombang] Gazebo Murah Di Jombang

Hai Demi menciptakan rumah yang bak surga, atau yang disebut dengan baiti jannati, kita, terutama buibu, akan mengusahakan berbagai macam hal. Mulai dari berusaha menghadirkan suasana keluarga yang hangat di rumah. Lalu mendesain interior rumah yang apik. Atau membuat eksterior yang indah dan nyaman. Seperti membuat taman yang berisikan Gazebo dan aneka macam tanaman dan lain sebagainya.
Nah, berbicara mengenai gazebo nih. Saat ini, gazebo bisa dibilang sedang booming ya. Kalau dulu, kita hanya bisa menemukan gazebo di tempat-tempat wisata, atau di resort-resort. Sekarang, kita bisa menemukan gazebo di restoran, kafe-kafe, rumah makan, kampus, dan di rumah tetangga, rumah salah satu anggota keluarga, rumah kolega, rumah teman, dan lain-lain. Yang jelas bukan rumah mantan loh yah. Itu masa lalu. ahayyyy.
Hal ini tentu amat wajar yak. Mengingat gazebo tak hanya berfungsi sebagai tempat leyeh-leyeh, duduk-duduk menikmati suasana. Akan tetapi juga gazebo memberi warna estetika yang uni…

Resolusi 2017 yang Lahir dari Refleksi Tahun 2016 dan 2015

Alhamdulillah wa syukurillah. Syukur tiada tara. Atas segala nikmat yang Allah berikan kepadaku. Nikmat yang luar biasa. Nikmat yang lebih nikmat dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah.
Salah satu nikmat itu adalah berupa tercapainya resolusi tahun 2016 yang aku buat. Resolusi yang juga tercipta dari refleksi tahun 2015.
Sekilas cerita tentang resolusi dan refleksi tahun 2015.
Tahun 2015 ini bisa dibilang tahun yang berat ya. Karena ada banyak cobaan yang datang berseliweran. Sementara itu, target-target tahun yang lalu-lalu juga seakan menagih kepastian. So tahun 2015 lalu benar-benar, berat.

Salah satu cobaan yang terberat adalah cobaan dalam hal ekonomi. Ekonomi kami memang sedang jatuh kala itu. Puasa yang seharusnya diniatkan untuk murni ibadah. Aku malah menjadikannya sebagai solusi demi menjaga agar dapur tetap mengepul. Demi kebutuhan si kecil tetap terpenuhi. Tak masalah lah yah. Toh nanti jika ada yang bertanya soal kenapa aku keliatan lebih kurus. Aku tinggal njawab "L…

20 Foto Kreatif Bayi di Atas Kasur! Nomor 18 Greget!

Hai hai sobat Finspi.
Kasur merupakan salah satu tempat ternyaman bagi seorang bayi. Karena nih seperti kita tahu, seorang bayi dapat menghabiskan waktu 18 jam hanya untuk tidur. Terlepas dari hal itu, kasur merupakan tempat paling empuk dan nyaman untuk digunakan bermain oleh siapa saja. Termasuk kita-kita nih. Iya kan ?.
Dulu, waktu kecil, pasti kalian sering bermain di kasur bukan ? Tos dulu kita, sama. Hahayyy. Aku juga dulu suka bermain di kasur. Bermain sama Adek. Mulai dari bermain lempar guling, saling menggelitik, atau bermain petak umpet di balik selimut. Tidak hanya seru, tapi juga nyaman. Secara nih, mainnya di kasur. Jadi kan empuk gitu.  
Nah, kali ini Finspi Asia membahas hal-hal keren yang berhubungan dengan bayi dan kasur. Hal tersebut dimulai saat sang orang tua memanipulasi gaya tidur si anak di kasur. Meski hanya di atas kasur dan bermodalkan alat-alat seadanya, namun karya ini SANGAT LUAR BIASAlho!.

Bagaimana tidak, karya-karya di bawah ini sangat menakjubkan dan ten…

Tips Melipat Baju Untuk Ecomom

Hai Ecomom.. Melipat baju buat sebagian orang mungkin kedengaran seperti pekerjaan sepele. Tapi, buat ibu-ibu kayak kita nih yang setiap hari ketemu sama lipatan baju pasti tau gimana rasanya melipat baju yang memakan waktu cukup lama.
Kalian pernah gak sih merasa kesal waktu sedang melipat baju? Kalo iya, mungkin kita harus toast hehe.. Karena aku juga merasakan hal yang sama. Dulu aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk melipat baju satu ember. Hehehe. Mungkin metode melipat baju yang aku gunakan terlalu ribet dan memakan waktu lama.
Tapi sekarang gak gitu lagi, karena aku sudah menemukan cara melipat baju yang lebih cepat dan efisien donk yaaa, dan hanya butuh waktu 5 detik saja. Disini aku ada beberapa trik untuk melipat baju dengan cepat dan tepat. Siapa tau bermanfaat buat para ecomom yang lain. Yuk disimak bareng2.
1.  Melipat dengan alat pelipat baju
Cara melipat baju ini menggunakan alat pelipat. Alat pelipat ini bisa kita dapatkan di toko-toko online, atau kalau ecomom …

Bakpia Pathok, Bakpia Paling Enak di Dunia

Bakpia Pathok, Bakpia Paling Enak di Dunia - "Turuti ae lo le, ben anakmu ora ngileran (turuti saja nak, biar anak kamu nggak sering ngiler nanti)" kata emak mertua kepada suami.  "La wong cuma Bakpia Pathok rasa kacang ijo ae lo le, gak angel to ? gak aneh-aneh. Turuti ae (Cuma bakpia pathok rasa kacang hijau saja kan ? tidak susah kan ? Tidak aneh juga kan ? Jadi turuti saja)" lanjut emak mertua.  "Ngge mak, mboten angel, mboten aneh-aneh, tapi adoh e ora uman (Tidak mak, tidak susah, tidak aneh, cuma jauh sekali)" jawab suami.  "La ndek ndi to? (Dimana ?)". "Jogja".
Toweweweng
Kejadian itu terjadi saat aku hamil dulu. Waktu itu aku ngidam Bakpia Phatok Rasa Kacang Hijau yang ada di Jogja. Pengen banget. Saking pengennya, sampek terbayang-bayang trus bagaimana enaknya rasa Bakpia Pathok Jogja. Kacang hijaunya benar-benar terasa. Teksturnya lembut. Kulit luar bakpianya krispy. Proporsi antara kulit dan isian kacang hijaunya juga pas. T…

Bapak Kurir JNE

Alhamdulillah, hari ini, aku bisa pulang ke rumah lebih awal. Sebab dosen yang mengisi jam terakhir, berhalangan hadir. Happy donk yak ? Iyelaahhh. Secara kan, aku bisa segera ketemu dan main sama si kecil dan nggak bakal kehujanan. Soalnya, langit kelabu sedari perginya subuh.
Seperti biasa, aku pulang ke rumah dengan mengendarai angkutan umum bernama bis. Sambil menunggu bis berangkat yang berarti harus menunggu penumpang penuh dulu alais nge-tem. Kulayangkan pandangan ke luar. Nampak orang-orang berlarian seraya menundukkan kepala. Ada juga yang menutup kepala dengan tas atau tangan mereka. Emmm... hujan sudah turun rupanya.
Hujan menderas. Pelataran parkir bis yang semula ramai, kini hanya menyisakan segelintir orang saja. Mereka adalah orang-orang yang mencari rejeki. Mereka tetap bekerja meski hujan tak menunjukkan tanda-tanda reda. Ah mereka, mereka mengingatkanku pada seseorang. Seseorang yang tak kalah gigih dari mereka. Dan orang itu adalah si bapak kurir JNE.
Sudah berla…

5 Fakta Bendera Merah Putih yang Belum Semua Orang Tahu

Sejak kita lahir dan mulai mengenal warna, orang tua kita sudah mengenalkan warna bendera kebanggaan negeri kita. Saat di bangku sekolah pun, guru-guru kita tak pernah menyerah menanamkan nilai-nilai sang Merah Putih. Bendera yang menjadi lambang dan simbol perjuangan tanpa akhir dari para pejuang di masa lalu. Bendera Merah Putih adalah bukti bahwa tumpahan darah dan tetesan air mata pejuang kita tidak percuma. Bendera yang kita kenal saat ini merupakan hasil dari pemikiran mendalam dari para pendiri negeri ini.
Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada saat pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Dahulu sebutan Sang Saka Merah Putih hanya ditujukan kepada bendera pusaka, namun saat ini sebutan tersebut sudah dapat digunakan untuk pemakaian bendera secara umum. Makna filosofis dari warna bendera kita ini adalah keberanian (merah) dan kesucian (putih).  Melambangkan raga dan jiwa manusia yang saling menyempurnakan dan melengkapi satu sama lain unt…

Trus Si Kecil Gimana ?

Selain gundah gulanain sangu buat sekolah lagi, ada lagi yang bikin hati aku menggundah merana nan nestapa *halah. Ya apalagi kalau bukan soal anak yes. Soal si kecil ken. Siapa nanti yang momong? Siapa yang jagain tu bocah kinestetik. Siapa ?. Secara ya, tu bocah dari ngoek udah sama saya. Nemplok. Tak terpisahkan *ahay. Eikeh mandi, buang air kecil, buang air besar pun si ken (kadang) ngikut. Ada yang usul buat titipin ken ke penitipan anak ?
Oke kan tuh. Cumaaaaa...di sini lagi semerbaknya *halah, lagi santer-santernya gitu berita tentang sebuah penitipan anak yang ngasih ctm ke anak. Jadi saran ini aku taruh dulu di pojokan. Usul kedua, nyekolahin si ken.
Ini juga boleh, dan langsung aku coba ke si ken. Hasilnya, dengdong, si ken nggak mau masuk kelas alias main meluluk. Jadi saran ini juga aku taruh dipojokan. Usul ketiga, titipin ke mertua.
Sebelum ngomong ttg titip menitip ini, mertua aku sudah lebih dulu mengibarkan bendera putih. Mertua sering kewalahan dengan tingkat si ken…

Gundah Gulana Sekolah Lagi (Part 2)

Pengumuman keluar.
JEBRET
Diterima
JEBRET
Seneng donk ?
Nggak tau. Nggak tau seperti apa sebenernya perasaanku. Antara seneng sama takut. Seneng ya karena kerja keras bikin portofolio selama dua bulanan berbuah manis. Takut. Takut nggak bisa budal kuliah karena nggak punya sangu alias uang saku. Suami sudah bolak balik sih ngasih tau kalau insyaAllah ada jalan rejeki buat sangu sekolah. Tapi emang istrinya kepala trampolin. Jadi mendal. :(So sama seperti sebelum-sebelumnya. Aku masih nebar tulisan kemana-mana. Agak ngoyo sih. Hasilnya ? nih hansaplast nempel di kepala. Hahay. #Mbah2ModeOn.Nah karena mulai pusing, ngerasa nggak tau harus ngelakuin apa lagi, dan sudah mendekati jadwal mulai masuk sekolah, sementara uang saku belum terkumpul juga, akhirnya aku memutuskan untuk merapat padaNya. Perbanyak ibadah dan do'a. Do'a yang sebagian besar isinya Memohon ditunjukkan jalan untuk mendapatkan rejeki buat sangu sekolah. Iya, langsung to the point. Minta kemudahan dapet rejeki b…

Gundah Gulana Sekolah Lagi (Part 1)

Gundah gulali, masih tersimpan di hati. Bulan mei, aku pun budal ndaftar sekolah lagi. Sempat terselip pernyataan di hati, apapun hasilnya, pasti aku terima. Lulus boleh, nggak lulus juga nggak masalah. Nggak masalah banget. Beneran.Waktu itu, yang mendominasi perasaanku adalah perasaan nggak diterima, nggak lulus. Mengingat portofolioku, si ibu rumah tangga yang sudah hampir 7 tahun tidak mengecup dunia akademik ini, bisa dibilang jauh banget dari sempurna, dan aku pikir pasti kalah kece dari yang freshgraduate. La tapi gimana nanti kalau diterima ? transport buat biaya dan lain-lain gimana ? pusyiang saiya, haiyaahhh.Sambil mencari cara untuk dapet krincing krincing recehan. Aku makin semangat nebar tulisan di sana sini. Ikut lomba ini itu, ndaftar job review lan placement delele. Dan terakhir, do'a donk, minta solusi dari Yang Maha Segalanya. 2 bulan kemudian, pengumuman mahasiswa yang diterima di kampus yang aku tuju keluar. Aku nggak berani. Nggak berani lihat pengumuman. Asl…

Nyicil Rumah atau Sekolah Lagi

Nyicil rumah atau sekolah lagi ?.
Gitu amat pilihannya yak. Hahaha. Iya, gitu amat yak. Mbok ya, pilihannya itu kayak di iklan yang itu tuh, Kuliah atau nikah ? kan tsakep. *uhuy*Jauuuuhhhhhh, sebelum kera sakti terbebas dari gunung lima jari, aku sudah memikirkan hal ini. Enaknya nyicil rumah atau sekolah lagi. Jujur, waktu itu, hati aku lebih condong ke nyicil rumah. Rumah subsidi gitu yah. Kan cicilannya nyaman banget di kantong. Jadi biar mapan gitu. Nggak jadi kontraktor lagi. Pindah sana sini lagi. Menetap. Sementara kalau sekolah lagi, nggak hanya mikir spp, tapi juga transport dan biaya lain-lain. Meskipun cuma 2 tahun, tapi biaya yang diperlukan langsung mak tiung alias melambung. Namun sayangnya suami and the gank (keluarga), dukung aku sekolah lagi.
"Rumah bisa nanti-nanti, sekolah lagi aja dulu, nanti biayanya kita usaha sama-sama, insyaAllah ada jalan" begitu kata suami. Sebuah pernyataan yang membuatku mengurung keinginanku karena Suami lebih ridho sama ridho …

Pelajaran yang Dapat Aku Ambil dari Sebuah Perdebatan

Akhirnya, aku putuskan perdebatan yang terjadi di akun facebook ku dengan, BLOKIR. Hahayyy. Karena aku sadar bahwa perdebatan itu menuju ke arah yang nggak jelas. Aku mbahas itu, eee orang itu malah mbahas itu. Bahkan makin melebar. Dan buntutnya mengarah ke-ngejudge eikeh cyiinnn. Selain itu juga, aku sudah minta untuk mengakhiri perdebatan yang maknyonyor itu, ee tu orang malah nongol terus. Duuhhh ampuh dah. Lelah saya mah. Beneran. Lelah jelasinnya. Karena percuma. Tu orang sudah pakai kacamata kuda soalnya. Jadi nggak bisa melihat kanan dan kiri. Gitu. So blokir adalah langkah yang tepat. Yuhuuuu. Perdebatan tersebut dimulai saat orang itu tidak terima dengan komentarku tentang MUI. Kata orang itu, aku nggak pantes komentar seperti itu. Karena aku bukan ulama, bukan siapa-siapa. Jujur, mendapat komentar tersebut membuatku.... SEDIH cyiiinnn. Terlebih lagi saat orang itu mulai mengkotak-kotakan Islam. Duuuhhh, nggak hanya sedih, bahkan juga prihatin, daaannn ngeri. Hhhhh....semoga…