Asyiknya Mencuci Tanpa Deterjen

Asyiknya Mencuci Tanpa Deterjen dengan Ecowash Laundry Ball ~ Dari segambreng pekerjaan rumah tangga yang harus aku lakukan nih, ada satu pekerjaan yang paling aku suka. Yaitu, goler goler di kasur *halah. Nggak bukan itu. Pekerjaan rumah tangga yang paling aku suka adalaaahhhh MENCUCI. Yeayyyy *mulai lebayyyy.

Alasanku suka mencuci adalah karena mencuci berhubungan dengan air, nah kalau air paling cocok bekerja di bidang ngerawat kuda nil *apa sih iniih*, hehe. Iya kalau berhubungan sama air kan rasanya seger bin nggak bikin gerah. Selain itu, mencuci juga bisa membuatku seperti sedang bermain peran sebagai bajak laut. Macam jack sparrow gitu yang suka memburu harta karun. Bedanya kalau si jack nyari harta karunnya di samudra sementara aku di kantong baju si ayah *ahayyyy.

Dua alasan itulah yang membuat aku selalu tersenyum manis nan indah mempesona. Layaknya bidadari yang kecemplung empang. Saat melihat baju baju kotor yang menggunung tinggi, tinggi sekali itu. Entah kenapa bisa setinggi itu. Padahal aku nyuci baju sudah setiap 2 atau 3 hari sekali loh. Belum sampek seminggu. Pernah juga sih aku nyuci 1 minggu sekali dan berhasil membuat teras rumah aku jadi seperti area jual baju bekas.

Setelah itu, nggak lagi lagi deh nyuci seminggu sekali kecuali kalau kulit jari jariku ini mulai nggelodoki alias terkelupas dan gatal. Hal tersebut biasanya disebabkan karena kulitku terlalu sering terpapar deterjen. Baik itu saat berusaha menghilangkan noda membandel di baju atau bolot membandel yang biasanya ada di kerah baju, pergelangan lengan baju dan beberapa bagian lainnya.

Inilah penghalang tumbuh suburnya cintaku pada kegiatan mencuci ini *uhuy. Yang membuat kegiatan mencuci jadi tidak asyik lagi. Andai saja kulit jari-jariku ini nggak seperti itu. Pasti aku sudah buka usaha laundry baju *eyak. hehe.

Tapi alhamdulillah. Penghalang cintaku pada aktivitas mencuci tak berlangsung lama. Sebab aku sudah punya solusinya nih. Nah solusinya adalah Nggak Usah Pakai Deterjen. Loh.

Sekarang aku nyuci baju nggak selalu pakai deterjen, tapi lebih sering pakai Laundry Ball. Apa itu laundry ball ?. Ecowash Laundry ball ini adalah bola pencuci pengganti deterjen hasil inovasi baru yang diproduksi dengan menggunakan teknologi canggih dan modern bersertifikasi standar internasional di Eropa. Terbuat dari bebatuan mineral alami berkualitas tinggi. Nah butiran keramik mineral alam tersebut memiliki kemampuan merubah pH air seperti sifat deterjen yang mampu membersihkan noda dan mencuci pakaian. Sekian dan terima kasih. hehe.



Mencuci menggunakan Ecowash laundry ball ini nggak hanya membuat kegiatanku mencuci baju orang orang rumah menjadi lebih asyik. Akan tetapi juga banyak manfaatnya. Seriusan.

Pertama
Aman untuk kulit apabila bersentuhan secara langsung sekalipun. Terutama kulit yang sensitif atau alergi-an seperti aku ini. Karena, di lembaran yang aku baca, ada keterangan yang mengatakan bahwa laundry ball tidak mengandung residu maupun bahan kimia berbahaya.

Kedua
Ini cocok banget dipakai untuk mencuci pakaian bayi dan anak anak juga cloth diapers. Karena ya itu tadi. No residu No bahan kimia berbahaya.


Ketiga
Karena no bahan kimia jadi bisa dikatakan laundry ball ini ramah lingkungan. Tidak merusak ekosistem air. So bisa ikut GO GREEN donk yak. Sipsip.


Ke-empat
Meskipun laundry ball ini tidak ada bahan kimianya, tapi tetap ampuh menghilangkan bau tak sedap di pakaian. Celana si ken yang pesing saja bisa hilang loh baunya. Beneran. Dan meskipun pakaian dijemur tidak terkena matahari langsung, bau pakaian juga tidak apek. Selain itu juga, waktu aku kelupaan nge-rendam baju nih, ternyata rendamannya tidak bau sama sekali. Padahal kan biasanya kalau nge-rendam baju terlalu lama bisa bikin rendamannya bau kan ?.

Nggak apek, meskipun dijemur di sini


Ke-lima
Sekali lagi nih, meskipun nggak ada bahan kimianya, tapi hasil cucian tetap bersih koq. Kalau ada kotoran atau noda membandel bisa digosok pakai Stick Penghilang Noda. Dan.... ting.. kotoran di kerah baju si ayah pun jadi hilang.

Before


After

Ke-enam
Mencuci pakai laundry ball ini sama sekali nggak ada busa sabunnya loh. Jadi cukup satu kali bilas aja selesai dah.


Ke-tujuh
Karena satu kali bilas, berarti kita bisa hemat air, hemat listrik (kalau pakai mesin cuci), dan hemat tenaga.


Ke-delapan
Menurut lembaran tentang laundry ball ini, bola pencuci pengganti deterjen ini bisa digunakan hingga 1000x cuci loh. Asalkan digunakan sebagaimana aturan pakai yang ada di lembaran tersebut. Berarti dengan begini, pengeluaran untuk membeli deterjen bisa dicoret *aseg.


Ke-Sembilan
Karena hemat air, hemat listrik, mengurangi pengeluaran untuk membeli deterjen, berarti bisa dibilang dengan laundry ball ini kita bisa hemat biaya juga. Duuhhh senengnyaaa *saya suka saya suka. hehe.


Ke-Sepuluh
Laundry ball ini bisa dipakai untuk segala jenis mesin cuci. Juga bisa digunakan secara manual alias mencuci menggunakan tangan. Cara memakainya juga sangat mudah dan praktis. Sudah aku praktekin. Kira kira tahapannya seperti di bawah ini nih :


Mencuci dengan Mesin Cuci Menggunakan Ecowash Laundry Ball
● Masukkan pakaian dan laundry ball ke dalam mesin cuci.



● Utk memaksimalkan daya cuci, rendam pakaian bersama Ecowash laundry ball selama kurang lebih 30 menit.
● Setting mesin cuci seperti biasa.
● Pencet 'start', tunggu hingga proses membilas dan mengeringkan selesai.



● Angkat pakaian lalu jemur, sementara si Ecowash laundry ball disimpan di tempat yang kering.


Mencuci Secara Manual (dengan Tangan) Menggunakan Ecowash Laundry Ball
● Letakkan pakaian dan laundry ball ke dalam bak yang sudah terisi air.



● Supaya hasil lebih maksimal, rendam pakaian bersama laundry ball selama  kurang lebih 30 menit.
● Aduk dan putar pakaian di dalam bak selama beberapa menit. Mengaduknya jangan seperti ngaduk kuah kare ayam ya, tapi adukannya penuh tenaga sampai bajunya ikut begerak berputar. Yaaa seperti adukan mesin cuci gitu.
● Kucek lalu bilas pakaian.
● Peras pakaian lalu di jemur dan simpan laundry ball di tempat yang kering.


Gimana ?. Cara menggunakan Ecowash Laundry Ball  ini benar benar mudah dan praktis bukan ?. Manfaatnya juga bejibun. Dan yang paling penting kulit aku jadi aman nih. Tidak khawatir akan terkelupas dan gatal lagi. Mencuci jadi makin asyik, happy dan full semangat. Mau setumpuk kek, dua tumpuk baju kotor kek, atau tiga tumpuk, hajaaarrr. Nggak jadi masalah.

Ah senengnyooooo. Jadi beneran pengen buka usaha laundry baju aja nih daku *eyak. Ada yang mau laundry ?. Jom kirim ke sini yak. :D

Tanda-tanda Si Kecil Memiliki Kecerdasan Bermusik

Dulu, waktu hamil si ken, aku lumayan sering nih ngasih dia suara suara musik klasik gitu. Untuk apa ?. Ya biar keren aja sih. *glodak. Selain dengerin musik klasik, si ken juga aku perdengarkan suara merduku *brut. Baik saat konser di kamar mandi, atau ngaji al qur'an seusai sholat. Niatku melakukan itu cuma agar si ken yang waktu itu masih di dalam kandunganku kenal betul dengan suara emaknya. Itu aja sih. Mengenai musik klasik yang katanya bisa meningkatkan kecerdasan janin atau juga mengenai memperdengarkan ayat suci al quran yang juga dapat mencerdaskan janin, aku nggak terlalu mikirin.

Begitu si kecil ken lahir nih, dua hal itu juga masih aku lakukan. Sampek kapan ? sampek aku tak sanggup dengan semua ini *halah, sampek si ken mulai pandai menunjukkan aneka macam ekspresi. Ya sejak saat itu, aku semakin bersemangat memperkenalkan si ken berbagai macam suara, musik, maupun lagu. Hingga lama kelamaan musik klasik pun tergeser sepenuhnya dari chart ampuh musik ken *ahayyyy. Kalok ngaji ngaji mah masih tetep sampek sekarang.

Lama-kelamaan, beberapa lagu yang aku kenalkan kepada si ken mulai menghilang juga. Dan berganti dengan beberapa musik selera si ken yang sepertinya mengikuti seleraku. Kalau aku denger atau nonton video musik yang menurutku enak, si ken tiba tiba ikut nimbrung. Menghentikan sebentar akvitasnya lalu ikut nonton juga. Seperti saat aku menonton video klip, taylor swift-shake it off. Si ken yang tadinya lompat lompatan di tempat tidur, langsung menghentikan aktivitasnya, lalu berlari menuju ruang tengah kemudian berdiri di depan tv sambil menggoyang goyangkan kakinya.

Lalu lebih lama dari lama kelamaan, kondisi tersebut berubah. Malah sepertinya si ken yang menunjukkan padaku beberapa musik yang enak didengar.

Pernah suatu hari nih, si ayah yang pulang dari ngampus ingin menunjukkan beberapa lagu milik Jannina's Music yang ia download dan menurutnya enak kepadaku. Namun waktu itu aku sedang menuruti yang namanya panggilan alam. Jadi yaaa nggak ada yang nonton. Pikirku begitu. Eee dilalah begitu aku selesai ke belakag dan lalu menuju ke depan tv, ternyata sudah ada si ken duduk di depan tv. Nggak tolah toleh. Fokus. Penasaran dengan apa yang membuat si ken fokus, aku pun ikutan memperhatikan dan memfokuskan telinga aku kepada lagu yang tengah di dengar si ken. Dan ulalaaaa, eikeh suka juga cyiiinnn. Kejadian ini pun berlangsung beberapa kali, dan nggak selalu jatuhnya aku bakal suka dengan apa yang disukai ken. Berdasarkan hal ini aku jadi tau bahwa si ken sudah punya selera musik sendiri dan tak selalu sama dengan seleraku.



Semula, aku pikir keahlian si ken dalam memilih lagu disebabkan karena aku dan si ayah yang suka memperdengarkan musik khusus untuknya, atau musik kesukaan kami. Namun setelah beberapa kejadian yang satu ini membuatku berhenti berpikir bahwa keahlian si ken tersebut karena kami. Kejadian tersebut antara lain yaitu :

● Si ken mampu mengiringi lagu yang aku nyanyikan. Tentu saja bukan lagu 'I know you so well, girl i need you' atau lagu 'cintaku kepadamu...apalah, sayangku kepadamu...apalah'. Bukaaann. Tetapi lagu anak anak kesukaannya. 'A is aple..A..A..Aple' gituh. Nah si ken berhasil membuat hentakan dari toples, yang ia anggap seperti drum, sesuai dengan jeda yang aku buat.

● Si ken memang kurang unggul dalam linguistik, bahkan ia pernah mengalami yang namanya terlambat memulai bicara, jadi ia tak terlalu bisa cepat menangkap lalu meniru kata atau kalimat dari lirik lagu anak yang ia dengar. Meskipun begitu, si ken tetap suka ikut bernyanyi loh. Kadang masih bubling tapi seringkali lirik lagunya ia ganti dengan kosa kata yang ia kuasai seperti nama nama warna atau nama nama hewan hingga huruf abjad

● Si ken juga amat tertarik dengan aneka macam alat musik. Bahkan alat musik sederhana yang dipakai para pengamen pun membuat ia terpana loh.

● Si ken juga cukup bisa membedakan mana suara piano, bagaimana suara drum dan gitar. Ia hanya masih sedikit kurang tepat dalam hal membedakan mana suara flut dan seruling. Juga mana suara biola dan mana suara selo. Emaknye ?. Ajep ajep aje yak. hehe.

Berdasarkan hal tersebut di atas membuatku berpikir bahwa si ken begitu bukan karena kami. Melainkan karena potensi yang ia miliki sendiri. Kami hanya merangsang potensi tersebut. Itupun hanya memperdengarkannya lagu lagu anak atau beberapa lagu kesukaan kami. Kami tidak pernah mencontohkannya untuk mengubah lirik lagu atau bagaimana membuat hentakan sesuai dengan jeda lagu yang dinyanyikan. Tidak pernah. Akan tetapi meskipun sudah yakin, rasanya kurang afdol gitu kalau tidak menengok mbah google lebih dulu.

"Menurut Howard Gardner, kecerdasan bermusik mencakup kepekaan dan penguasaan terhadap nada, irama, pola-pola ritme, tempo, instrument, dan ekspresi musik, hingga seseorang dapat bermain musik dan menikmati musik".

Jadi bisa dikatakan bahwa si ken memiliki kecerdasan bermusik. Yaaa meskipun baru beberapa point saja sih yang ia tunjukkan dan ia kuasai. Alhamdulillah lah yah, sesuatu.

Kedepannya, kami sepakat untuk membantu si ken mengembangkan kecerdasan musik yang ia miliki. Mungkin langkah awalnya dengan mengikutkannya kursus musik untuk anak anak. Tidak lagi kursus sama emaknye yang suaranya maknyonyor bin makgedubrak. hehe.

Nah kalau kalian gimana ?. Sama dengan si ken atau sama dengan...
Saya. hehe.

Cara Praktis Membimbing Anak untuk Giat Menabung

Senangnya melihat pertumbuhan si buah hati dari hari ke hari yak. Sebagai orangtua, kita tentu ingin memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anak kita. Namun memperhatikan anak bukan sekadar memenuhi kebutuhannya saja lho. Ada pula pelajaran hidup berharga yang patut kita tanamkan sedini mungkin. Salah satunya adalah cara menabung.

Jika kita sudah memperkenalkan cara menabung pada anak sejak dini, niscaya nih antinya anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas mengelola keuangan. Tidak perlu bingung mencari cara untuk mengajarkan si kecil menabung, kita tinggal melakukan beberapa hal sederhana berikut ini :

Memberikan Uang Jajan Secukupnya.
Jika orangtua sudah memberikan uang jajan harian untuk si kecil, maka tanamkan pemahaman bahwa ia tidak bisa membeli sesuatu yang harganya lebih mahal dari uang jajan hariannya. Jadi, sesuatu yang harganya cukup mahal hanya dapat diperoleh dengan cara giat menabung. Kita, orangtua bisa membantu anak si kecilmemilah mana barang yang harus dibeli dan mana yang tidak walaupun si kecil menggunakan uang tabungannya sendiri.


Belikan Celengan untuk Si Kecil

Sumber gambar
Ada banyak pilihan celengan berbentuk lucu yang bisa kita berikan kepada si kecil. Berikan celengan tersebut sembari mengajarkannya untuk rajin menyisihkan uang jajannya. Ketika uang di dalam celengan sudah banyak, kebutuhan-kebutuhan sekolah si kecil pun bisa dipenuhi dari uang tabungan tersebut. Buah hati kita pasti akan bangga jika dapat membeli sesuatu dari hasil tabungannya sendiri.


Ajarkan Anak untuk Berbelanja Secara Hemat
Sesekali tidak ada salahnya untuk mengajak buah hati kita menjelajahi situs MatahariMall. Karena MatahariMall tempat belanja online terbesar yang menyiapkan aneka kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan anak secara lengkap. Si kecil bisa belajar berhemat secara modern dengan memilih barang-barang yang harganya terjangkau ketika berbelanja online.


Mengajak Si Kecil Membuka Tabungan Di Bank
Beberapa tahun ini sudah banyak bank yang menyediakan program tabungan khusus anak. Dengan biaya saldo minimal yang tidak terlalu besar serta bebas biasa administrasi, si kecil pun akan memahami kalau menyimpan uang di bank adalah pilihan yang tepat dan aman. Kumpulkan sisa uang jajan hingga memenuhi celengan kemudian gunakan uang di celengan tersebut untuk saldo awal tabungan si kecil.


Ternyata tidak sulit kan mengajarkan si kecil untuk menabung sejak dini?.Dengan sedikit ketelatenan dan perhatian, memiliki buah hati yang cermat mengelola keuangan tak lagi sekadar jadi impian.

KEB BERKARYA : Ibarat Pelangi, Berbeda Namun Tetap Indah Mempesona

Dulu, sebelum bersatu (menjadi power rangers) atau bergabung di KEB, aku pikir KEB itu adalah kumpulan ibu-ibu rumah tangga yang suka ngeblog. Jadi sebab merasa sama dalam hal kesukaan maupun profesi, aku pun memutuskan untuk bergabung ke KEB. Mendaftar, lalu memenuhi syarat ketentuan yang berlaku di KEB trus diapprove deh sama mama maira atau makte Sary Melati.

Lambat laun *aseg, akhirnya aku tau bahwa KEB bukan hanya kumpulan ibu-ibu rumah tangga yang suka ngeblog saja. Melainkan KEB adalah sebuah wadah yang di dalamnya berisi rupa rupa perasaan, pikiran, kesukaan, kebiasaan, kegundahan, kegalauan para wanita. Mau cari yang model gimana ?. Pasti ada di KEB. Mau cari yang suka mbahas soal kecantikan ?. Ada. Cari yang suka travelling ? juga ada. Atau cari yang seperti Dian sastro juga ada ?. *Nunjuk diri sendiri  *lalu ditoyor rame-rame. Hehe.

Biasanya, sebuah komunitas itu terdiri dari orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama. Dengan begitu komunitas pun akan berusia cukup lama. Sebab adem ayem tentrem. Karena merasa sudah satu hobi. Satu kesukaan. Maupun satu pikiran. Selain itu juga yang dibahas di komunitas tersebut tak pernah jauh banget dari apa yang sama sama disukai. Jadi aman. Aman dari yang namanya kres-kres pecah kongsi.

Lain halnya dengan KEB. KEB memang terdiri dari para wanita yang memiliki kesukaan yang sama yakni ngeblog, akan tetapi di KEB tidak melulu membahas soal ngeblog. Semua anggotanya bebas mau share apapun asalkan tidak mengandung si sara dan berbau forno. Mau share tulisan soal parenting, monggo. Share curahan hati juga silahkan. Share menu masakan plus masakannya sekalian juga boleh banget *hahayyyy. Apalagi share soal ilmu ngeblog hingga dapetin duit dari ngeblog, beuughhh, pasti bakal diserbu. Boleh dishare, boleh dikomentarin dan boleh ngajukan pertanyaan juga kepada si empunya tulisan. Beneran. Anggota KEB pada royal koq sama ilmu. Nggak pelit informasi. Mau tanya apa pasti dijawab tentu saja sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Share yang beraneka ragam tersebut tentu saja ada yang menimbulkan pro dan kontra. Seperti misalnya share soal ibu bekerja atau ibu rumah tangga. Kalau di luar, bahasan tersebut masih cukup mampu memicu mom war. Tapi kalau di KEB nggak. Dua wanita yang mbahassoal itu (satunya soal ibu bekerja dan satunya lagi soal ibu rumah tangga) malah saling berpelukan ala teletubbies gitu. Atau jangan-jangan mereka berdua itu, si emak annisa steviani dan emak istiana sutanti, memang jelmaan teletubbies kali yak ?. Mari kita tanyakan langsung ke mereka berdua. Hehe.

Pro dan kontra itu pasti selalu ada. Dimanapun pasti kita ketemu sama yang namanya perbedaan. Tapi ya tergantung masing-masing menyikapinya gimana. Kalau aku sendiri nih, misalnya ketemu sama tulisan salah satu atau salah dua anggota KEB yang nggak sreg di hati, biasanya aku memilih untuk jadi silent reader aja. Kadang juga ketidak-sreg-anku itu aku tuangkan juga di blog. Kalau sudah begitu, ya harus siap-siap aja mendapat komentar yang unik. Resiko lah yah. Trus selanjutnya apa ?. Ya udah. Nggak perlu di simpan di hati donk ah. Apalagi berbalas nyinyir. Lanjutin ngeblog aja. Lanjutin berkarya. Kalau semangat ngeblog hilang, lalu keluar dari suatu komunitas blogger gara-gara ada yang kontra sama kita, beuugghh, dijamin bakal rugi. Bisa hilang kesempatan dapet ilmu ini itu secara gratis. Bisa hilang juga ladang amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat kepada kawan-kawan blogger dan yang lainnya. Dan bisa hilang juga peluang untuk menghasilkan pundi-pundi dari dunia blogging ini.

Ah rasanya, kawan-kawan blogger, terutama para emak blogger, sudah paham betul akan hal itu. Makanya KEB tetep adem ayem tentrem dan langgeng sampai saat ini, di usianya yang sudah menginjak 4 tahun ini. Pro dan kontra pun sudah jadi hal yang biasa. Sama sekali nggak membuat para emak blogger berhenti berkarya. Menelurkan tulisan yang oke punya. Menabur manfaat serta dapat menuai hasil yang begitu manis rasanya (baca : punya banyak teman atau kantong jadi tebal, hihihi) amin.

Di ultah KEB kali ini, aku ingin melakukan dua hal. Yang pertama adalah ingin mengucapkan terima kasih kepada para founder KEB yang sudah berpeluh-peluh membentuk komunitas se-kece ini. Terima kasih juga buat para makmin yang sudah siap sedia menghandle emak-emak rempong seperti eikeh ini. Dan terima kasih juga buat kawan-kawan emak blogger yang senantiasa menyulut semangatku untuk terus ngeblog makin membara *tsah.

Harapan plus doa aku untuk KEB adalah semoga KEB makin mengudara *tsah. Terus menebarkan energi positif kepada para wanita di seluruh penjuru negeri ini bahkan hingga ke luar negeri. Serta terus menjadi inspirasi. Khususnya inspirasi untuk negeri ini. Bahwa, meskipun dalam perbedaan, tapi tetap berkarya untuk perubahan. Ibarat pelangi yang memiliki warna berbeda-beda, mejikihibiniu. Berbeda tapi tetap mampu menyajikan pemandangan yang indah dan mempesona. 


Bermain Membuat Rumah Boneka

Kalian sudah nonton film toy story 3 kan ?. Itu tu yang ada adegan barbie ketemu dengan ken. Kalian lihat rumah si ken, beuugghh, kece ya rumahnya. Rasanya aku pengen nginep di situ. Sayangnya yang ditawarin si ken cuma si barbie aja. Sementara, aku, mrs. Potato Head nggak ditawarin si ken sama sekali. Eikeh Syedih. *halah. Hehe.



Seneng banget rasanya melihat rumah boneka seperti itu. Keren. Pasti seneng banget deh ya yang bisa punya rumah boneka seperti itu. Pasti donk. La wong aku dulu punya rumah boneka dari kardus saja rasanya sudah senang banget. Iya, waktu aku kecil dulu tuh, aku suka main boneka dari kertas sama kakak sepupu aku. Untuk membuat permainan ini lebih seru, kami pun membuat rumah untuk  boneka kertas kami. Tentu saja rumah bonekanya tidak seperti rumah barbie atau ken. La wong bahan bahan yang kami gunakan untuk membuat rumah boneka tersebut hanya aneka kardus kardus bekas wadah pasta gigi,bekas bungkus rokok, hingga kardus bekas korek api. 

Bahan bahan tersebut kami kumpulkan satu persatu. Kadang kami mendapatkannya berserakan di depan warung klontong. Atau kadang juga kami menemukannya di jalan jalan saat kami tengah bermain. Pokoknya mah dulu kalau lihat kardus bekas rasanya kayak makan coki coki se-renteng gitu. Seneng banget.

Kalau sudah banyak, kardus-kardus tersebut akan kami atur, berjajar-jajar, membentuk kotak atau persegi panjang besar. Nah di dalam kotak tersebut akan ada kotak-kotak kecil lagi yang akan menjadi kamar tidur, kamar mandi, ruang nonton tv, tempat pesta dan lain sebagainya. Komplit dah. Hehe.

Kurang lebih seperti ini rumah boneka kertas yg aku buat dulu

Kalau sudah main ini, aku dan kakak sepupu aku suka lupa waktu dah. Saking asyiknya. Kadang kalau kami sudah suka banget sama rumah yang kami buat, rasanya eman gitu mau dibongkar. Tapi tetap harus kami bongkar, kalau nggak, bisa dimarahin ibuk. 

Sederhana namun tetap menyenangkan. Kalau sekarang mah mau membuat rumah atau bangunan apa gitu sudah nggak pakai kardus bekas lagi melainkan pakai lego beneran atau lego kw. Kaya' si ken nih, membuat bentuk bentuk bangun ruang pakek lego kw. Hihihi. Tentu saja yang seperti ini lebih cakep, lebih keren, lebih variatif, dan pasti akan membuat anak menjadi lebih kreatif. Tapi nih kalau dipikir-pikir, rumah boneka yang aku buat pakek kardus itu hampir sama dengan sketsa desain desain para arsitek. Ya nggak ?. Cuma ya lebih kece-an punya mereka donk. Jauh. Daripada punya anak desa bin anak kebon yang manis kinyis kinyis seperti aku ini. Hehe.

Membangun rumah versi anak masa kini

***

Makin Percaya Diri dengan Florita Hijab

Kalau disuruh milih nih, antara hijab bermotif atau polos, pasti aku pilih yang polos. Alasannya adalah ?. Karena aku adalah gadis yang polos (ceile gadis katanya) hehe. Alasan yang sebenarnya karena aku nggak PD pakek yang bermotif motif gitu. Takut jatuhnya malah kelihatan jelek dan aku juga lemah dalam hal mix and match.

Kadang aku suka pengen gitu kalau lihat orang pakek hijab bermotif. Apalagi bikin orang tersebut makin kelihatan lebih anggun nan syantik. Tapi apalah daya, rasa tidak percaya diri ini masih begitu membuncah *aseg.

Hingga akhirnya sebuah paket dari Florita Hijab tiba di rumah. Paket yang isinya dua hijab bermotif. Motifnya ciamik dan kece kece pula. Hal ini membuat hati aku berdesir, siiirrrr. Hijab secihuy ini masa' mau aku gantungin aja. Emaannnn. Jadi ya, wajib hukumnya untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri yang sudah terlalu lama mengendap di jiwa ini *eyak.

Sebenarnya sudah jauh jauh hari, si ayah menyarankan aku untuk sedikit megimprovisasikan penampilan. Terutama soal hijab, Nggak melulu pakai yang polos plus berwarna gelap pula.
"Nggak kelihatan kayak mamah muda, malah kayak mamah dedeh" begitu komentar si ayah. Tapi dasar akunya yang maknyonyor, komentar si ayah aku anggap angin lewat saja. Makpesssss *itu angin lewat atau buang angin, hehe. Nah sekarang baru deh nih mata terbuka lebar gegara lihat motif ciamik Florita Hijab.

Akan tetapi, berubung aku sempat dihantui rasa tidak percaya diri, walhasil aku pun berselancar dulu di pantai google. Untuk mencari aneka gaya hijab yang bisa diaplikasikan dengan hijab ini. Maklumlah yah. Hijab aku sebagian besar yaaa kalau nggak segi empat ya bergo.

Selancar selancar selancar ketemu deh. Langkah selanjutnya tentu saja mempraktekannya. Betbetbetbet. Hasilnya...taraaaaaaa...

Kece kan. Kata si ayah sih cakep. Dududuuuhh. mendapat komentar gitu bikin aku melambung cyiiiiinn. Dan makin percaya diri tentunya. Yeayyyy... akhirnya setelah sekian lama menganut gaya hijab lawas, sekarang mulai bisa tampil sedikit trendy deh. Tampil beda dari hari hari biasanya.

Florita hijab ini, selain motifnya syantiek...syantiiieeekkk, bahan kainnya juga adem loh. Jadi nggak perlu khawatir kulit kepala bakal kepanasan deh yah. Selain itu juga, bahan kainnya halus di tangan. Lembut.

Nah kalau suka hijab polos atau yang bermotif nih ?.

Tak Cukup Hanya Dengan Fogging

Tiba-tiba, dari arah depan, nampak asap bergumul cukup pekat. Anak anak kecil berlarian saat asap tersebut mulai mendekat. Begitu juga dengan orang dewasa. Sementara aku yang berada cukup jauh, cukup bergidik melihat gumpalan asap tersebut.

Di tengah asap pekat tersebut, muncul sesosok yang bentuknya cukup aneh. Bagian muka berbentuk moncong panjang, sementara sisi kiri di bagian bawah nampak sesuatu yang panjang dan mirip dengan belalai gajah. Lamat lamat sosok itu pun muncul yang ternyata adalah petugas fogging. Aaaakkkkk..Kabooorrrrr. Selamatkan makanan *syelalu. hehe.

Iya, minggu kemarin, area rumah kontrakan aku mendapat giliran disambangi fogging. Cukup kaget sih. Karena tidak ada informasi yang jelas mengenai kapan kapannya pelaksanaan fogging. Jadi, wajar lah yah kalau aku jadi histeris syantik *pret, melihat petugas fogging yang datang tiba tiba mak bedundug gitu.

Sebenarnya aku kurang gimana gitu dengan pem-foggingan ini. Kurang sreg aja. Tapi ya mau gimana lagi, harus ikut suara terbanyak donk yak.

Fogging memang merupakan salah satu cara untuk memberantas nyamuk terutama nyamuk aides aigepty yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Cara ini begitu populer di mata masyarakat. Karena fogging dianggap lebih ampuh dalam memberantas nyamuk dibanding dengan cara yang lain. Jadi banyak yang mengaggao bahwa jika sudah difogging maka tempat tinggal akan aman dan tak perlu repot bersih bersih lagi atau memasang obat nyamuk lagi.

Hal tersebut memang benar. Namun sampai kapankah efek fogging tersebut bekerja ?. Efek fogging hanya bekerja sampai dua hari  dan hanya memberantas nyamuk-nyamuk dewasa serta cakupan areanya pun hanya sekitar radius 100 meter saja. Jadi tidak menutup kemungkinan, setelah efek fogging hilang, nyamuk akan kembali bermukim di tempat yang sudah di fogging tersebut.

Selain itu juga, pemberantasan nyamuk dengan fogging ini terkadang tidak dilakukan secara maksimal. Misalnya, fogging tidak dilakukan pada masa-masanya nyamuk berkembang biak yakni pada pukul 06.00-10.00. Kemudian, banyak tempat-tempat bermukimnya nyamuk seperti saluran limbah rumah tangga yang ada di depan rumah ditutup permanent oleh si pemilik rumah. Sementara area-area di dalam rumah yang berpotensi menjadi tempat bermukimnya nyamuk malah hanya mencicipi asap fogging saja karena si pemiliki rumah menutup rumahnya rapat-rapat untuk menghalau asap fogging. Kalau seperti ini apakah fogging mampu memberantas nyamuk aides aigepty.

Jawabannya adalah tidak. Tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila memberantas nyamuk tidak hanya mengandalkan fogging saja, akan tetapi juga harus diiringi dengan melakukan gotong royong secara rutin membersihkan saluran limbah rumah tangga serta menggencarkan aksi 3M, menguras, mengubur, menutup. Apabila hal ini benar-benar kita lakukan, maka kita tidak lagi membutuhkan fogging. Dengan begitu, kita bisa aman dari terpapar asap fogging dan serbuan nyamuk aides aigepty.

Ending #LoveStory Of Maya

Tapi untung saja hanya ada mama di rumah. Pyuuuhh... Saya pun memanggil mama. Tanpa basa basi, begitu melihat mama, pria itu memperkenalkan dirinya sebagai teman saya. Ia juga mengatakan tujuannya kesini  kepada mama yakni untuk mengantarkan saya pulang. Setelah itu, ia pun berpamitan kepada mama dan saya. Nah sementara mama asyik memperhatikan kepergian pria itu, saya bergegas kabur menuju kamar untuk menghindari pertanyaan dari mama dan, tentu saja untuk merenungi kejadian yang berlangsung begitu cepat hari ini. kejadian yang berhasil membuat hati saya kembali berdesir dan berdendang cepat. degdeg..degdeg..degdeg..

Jujur, saya senang sekali mendapat perlakuan mengesankan seperti itu. Merasa istimewa dan merasa dihargai serta dihormati betul olehnya. Jarang kan bisa bertemu dengan pribadi seperti ini. Langka. Inilah salah satu penyebab hati saya makin berdendang kencang bak bunyi jam lonceng masjid, NONG NONG NONG, saat menghabiskan waktu bersamanya. 

Ah, saya tidak boleh terhanyut lebih lama dalam ke-nong-nongan ini *halah. Saya harus menanyakan kepadanya apa maksud perbuatan yang ia lakukan selama ini kepada saya ?. Takut dibilang kegeeran itu urusan belakangan. Yang penting harus jelas.

Hari hari berlalu. Ia kembali menghilang. Tak juga menghubungi saya atau menemui saya. Ingin sebenarnya saya yang menghubunginya lebih dulu. Namun karena jaim saya lebih besar dari sanggulnya bunda yati pesek, jadi saya urung melakukannya. Meskipun saya ini geeran tapi rasa jaim tetap harus dipertahankan. Hidup jaim bwahahaha. 

Dan akhirnya, yang saya tunggu tunggu datang juga, pria itu tiba-tiba muncul di depan rumah saya. Seneng donk ?. Sudah pasti. Tapi misi tetap harus dijalankan.

"Maaf ya, beberapa hari ini aku nggak ngasih kabar ke kamu karena aku harus pergi ke suatu tempat, tempat peristirahatan terakhir orang yang berharga bagiku" ungkapnya. Ekspresi wajahnya pun nampak sendu. Melihat ekspresi begitu membuat saya mengurungkan niat untuk menanyakan perihal apa maksud perlakuannya itu kepada saya. Dan memilih untuk mendengarkan kisah pilunya. Sebab ditinggalkan oleh papinya.

"Tujuanku pergi ke tempat tersebut adalah untuk meminta izin dan restunya atas keinginanku untuk menikahi seseorang yang istimewa di hatiku" ungkapnya lagi seraya menatap saya lembut. Sementara saya, meleleh dibuatnya.

"Selesai aku mengatakan hal itu, angin berdesir begitu lembut. Bagiku, itu adalah pertanda bahwa dia menyetujui keinginanku ini. Keinginan untuk menikah tahun ini. Pasti begitu. Karena seseorang yang istimewa dihatiku ini memiliki pribadi yang sama dengannya, tatapan mata yang sama, senyum yang sama, hampir semuanya sama". Tatapannya semakin lekat memandang saya. Senang tapi juga sedikit merasa aneh. Masak sih senyum, tatapan mata, bahkan hampir semua diri saya, sama dengan almarhum papinya. Masak gitu ?. Saya tampan donk jadinya. Ah mungkin maksudnya saya adalah papinya versi wanita. aaarrggghhh...makin nggak jelassss. tau ah.

"Setelah mendapatkan restu darinya, aku lalu mengutarakan keinginanku kepada papi dan mami serta anggota keluargaku yang lain dan mereka segera menyetujuinya, terlebih lagi saat mereka tahu bahwa kaulah gadis yang akan mereka lamar untukku" katanya lagi. Dan saya ? terharuuuuu. Tapi tapi tadi dia bilang minta izin ke papinya juga kan ?. Berarti bukan papinya yang meninggal donk ?. Aduuhh..dodol amat sih saya, papinya masih ada gitu, eee dikira sudah tiada.

"Kamu adalah gadis yang berhasil membuat hari hariku menyenangkan kembali sejak mia pergi meninggalkanku untuk selamanya menjelang hari pertunangan kami ". 
Ooooo..jadi makam yang ia kunjungi adalah makam tunangannya dulu toh. 
Kirain...


"Kamu berhasil membuat aku terpana pada pandangan pertama. Terpana karena kamu begitu mirip dengan mia".
Deg.
Perasaan saya mulai tidak enak.

"Tatapan matamu, senyummu, sama dengan mia".
Makin tak enak.
"Bahkan kepribadianmu pun, juga baik seperti mia".
Semakin bertambah tak enak
"Oleh sebab itu, aku ingin sekali mempercepat peresmian hubungan kita, sebab aku tak ingin kehilangan miaku untuk yang kedua kalinya".
"Maaf, aku..... "
"Ada apa may ?"
"Aku mules. Sudah diujung tanduk nih. Sebentar lagi mau keluar, eh aduh..sepertinya sudah ada yang keluar nih. aduh. udah kamu pulang aja ya" ucap saya seraya memasang wajah mringis dan bertingkah layaknya orang yang sedang kebelet buang air besar. Pakek pegang pantat ?. tentu saja. Sengaja. Biar dia ilfeel dan berhenti menaruh rasa pada saya. Hiiiii..takut.
***

Keripik Jamur Tiram Alfian

Siapa sih yang nggak suka sama jamur ?. Apalagi jamur kuning. Itu mah janur mak. Hehe.

Aku sendiri suka banget sama jamur. Dulu waktu masih jadi kembang pasir eh kembang kampus *pret, aku sering beli lalapan jamur buatan ibu jamur (nggak tahu nama asli ibu penjualnya). Entah itu untuk sarapan, atau makan siang, hingga makan malam. Nggak bosen ?. Nggak lah. Enak sih selain itu juga nyaman buanget harganya di kantong mahasiswa (ini alasan utama sih, hahayyy).

Kadang, kalau ada tugas nggarap statistik yang jatuhnya pasti bakal begadang, aku pasti nyiapin camilan jamur crispy ini nih. Tapi itu kalau aku lagi begadang sendiri. Kalau rame rame mah cemilannya nggak jamur crispy, tapi mie instan yang dikremes. Kenapa begitu ?. Karenaaaa, rasa gurih gurih enak si jamur crispy nggak bakal terasa di lidah. Keburu ludes cyiinn. Maklumlah yah, anak kos, pemakan segala. Nggragas bin beringas, *nunjuk diri sendiri. hehe.

Kalau sekarang, masih tetep suka. Cuma jarang bikin. Jarang banget malah. Soalnya ibu penjual sayur jarang bawa jamur. Biasanya ibu sayur cuma bawa diri sendiri *yaiyalah. hehe. Jadi wajarlah ya kalau aku kadang kangen gitu sama panganan yang berbahan jamur.

Alhamdulillah nih, kerinduan aku akan panganan yang berbahan jamur terobati juga. Yup, beberapa hari yang lalu Keripik Jamur Tiram Alfian mendarat di tangan aku. Yeayyy. Secara otomatis, langsung aja deh nih tangan ambil gunting trus buru buru buka bungkus Keripik Jamur Tiram Alfian yang dikemas dengan apik. Sret. Rancak bana. Langsung hap hap hap, sikaaattt, tandas (begini jadinya saat doyan dan lapar jadi satu, hehe).

Rasanya gimana ?. Enak donk ya. Kebetulan yang aku cicipin ini rasa balado. Dan rasa baladonya tentu saja terasa dilidah. Kriuk juga. Sedep dah.

Dan sekarang, sisa tinggak 1 bungkus. Rencananya mau aku pakek nanti sore. Kayaknya bakal hujan nih (dulunya pernah jadi pawang hujan, uhuy). Kan enak tuh. Menikmati hujan sambil nyemil Keripik Jamur Tiram Alfian. Kalau kalian suka jamur juga kan ?.

Kontrol Kondisi Kesehatan Si Kecil Setelah Kejang



3 hari setelah keluar dari rumah sakit, aku dan si ayah berencana untuk kontrol kesehatan si kecil ken ke dokter wahyu, spesialis anak. Namun karena hari itu merupakan hari siwelatri umat hindu selama 2 hari, maka rencana itu pun urung kami laksanakan. Lalu kami alihkan ke tanggal 11 Januari saja.

11 Januari datang juga. Kira kira pukul 19.30 WITA kami tiba di tempat praktek dr. Wahyu. Setelah mengambil nomor antrian, si ken diminta untuk berdiri di alat penimbang berat badan. Begitu si ken naik, si jarum pun bergerak menuju angka 15.5 kg. Alhamdulillah. Berat badan si ken kembali seperti semula. Seperti sebelum opname. Lalu dilanjutkan dengan mengukur suhu tubuh si ken. Alhamdulillah lagi, suhu tubuh si ken masuk dalam kisaran normal yakni 36 derajat celcius. Setelah itu, ....... si ken kabur. Loh. Minta pulang. Mungkin si ken masih keinget masa masa di rumah sakit kemarin. Ketemu jarum suntik, ketemu termometer, disuntik, diinfus, dan ketemu tampang emaknye yang abstrak. huhuhu. Mungkin begitu. Tapi berkat rayuan maut si ayah, si ken pun mau masuk ke dalam ruang periksa saat gilirannya tiba. Sebelum gilirannya tiba ?. Si ken keleleran di luar, nggak mau masuk.

Lagi lagi, di ruang periksa, si ken menolak tiduran di kasur sebentar untuk diperiksa. Jadi si ken diperiksa dalam posisi duduk. Itupun masih protes juga saat dr. Wahyu menempelkan stetoskop ke perut si ken. Hadeeehh.
"Sehat" begitu kata dr. Wahyu. Alhamdulillah.
Setelah itu, kami pun secara bergantian menanyakan daftar pertanyaan yang sudah kami siapkan di rumah.

Kami : "Di surat pengantar tersebut, ada keterangan bahwa suhu tubuh si ken saat kejang adalah 38.6 derajat celcius. Kenapa bisa begitu ya dokter ?. Biasanya kan, kejang baru datang saat suhu tubuh si kecil mencapai 40, 41 derajat celcius ?".
dr. Wahyu : "Setiap anak mempunyai ambang batas yang berbeda. Ada yang rendah ada yang tinggi. Kalau adek ken, memiliki ambang batas yang rendah yakni 38 derajat celcius. Jadi kalau di lain waktu, saat adek ken demam dan suhu tubuhnya 38 derajat celcius, maka berikan ia sirup anti kejang dan penurun panas. Sudah punya sirup anti kejang kan ?".
Kami mengangguk kompak.

Kami : "Jadi nggak apa apa ya dokter, dikasih anti kejang dan penurun panas berbarengan ?".
dr. Wahyu : "nggak apa apa, kan beda".

Kami : "Lalu pemberian obat anti kejang itu kapan dokter ?".
dr. Wahyu :"yang dikasih lewat pantat itu ?".
Kami mengangguk.
dr. Wahyu : "Kalau itu dikasih saat si kecil kejang, dimasukkan lewat pantat. Ini untuk mencegah kejang berlangsung lama. Karena kalau kejang berlangsung lama, maka semakin banyak sel sel saraf yang rusak dan bisa mengakibatkan sesuatu hal yang buruk, seperti cacat. Begitu ".

Kami : "Itu obat kejang yang dimasukkan lewat pantat itu yang dipakek yang mana dokter ?. karena si ken punya dua, ada yang 5 mg dan 10 mg ?".
dr. Wahyu : "Emmmm tadi berat badan adek kena, 15.5 kg ya, berarti kasih kira kira 7.5 mg saja. Jadi yang 10 mg itu, dibuang sedikit baru dimasukkan ke pantat. Setelah kejangnya berhenti, tetap harus dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk menghindari kejang berulang".

Kami : "Selain obat penurun panas, sirup anti kejang, dan obat kalau sudah kejang, apalagi yang perlu kami persiapkan di rumah dokter ?".
dr. Wahyu : "Termometer" kata dokter wahyu sembari tersenyum. Aku nyengir. Si ayah datar.

Kami : "Kalau KDS ini apa dokter ?".
dr. Wahyu : "Kejang demam sedikit. Jadi nih begitu adek kena demam, jangan ditunda-tunda untuk ngasih obat penurun panas lalu dikomprea dengan air hangat".

Kami : "Kalau faringitis akut ini apa dokter ?".
dr. Wahyu : "Radang tenggorokan, ini pemicu si kecil demam lalu kejang. Jangan dikasih terlalu banyak makan ciki ciki, coklat, dan sebagainya. Konsumsi air putih dan makanan yang bergizi. Apalagi saat cuaca panas ekstrim begini".
Kami mengangguk lagi. Sementara si ken, asyik memainkan mobil kecilnya di kasur tempat memeriksa pasien.
dr. Wahyu : "Tidak ada keluhan lagi ?".

Kami : "Masih ada dokter, pilek, kami kasih sirup yang biasanya kami kash ke ken sepertinya tidak berpengaruh apa apa dokter".
dr. Wahyu : "La bapak ibu kemarin waktu masih di rumah sakit bilang ke saya kalau biasa pakek obat iti, jadi ya saya resepkan obat itu. Nah sekarang saya resepkan puyer saja ya".

Kami : "Berarti ini, si ken sudah bisa kami ajak balik ke jawa ya dokter ?".
dr. Wahyu : "Ooo, bukan orang sini ?".

Kami : "iya, ke sini cuma liburan di rumah orang tua saja dokter".
dr. Wahyu : "Ooooo...begitu" kata dr. Wahyu dengan logat balinya yang kental.
dr. Wahyu : "Jadi kalau nanti nanti adek ken kejang, tapi mudah-mudahan nggak lagi, mudah-mudahan ini yang terakhir, saat membawa adek ken ke dokter atau rumah sakit, bapak ibu harus bilang kalau adek ken punya riwayat kejang, gitu ya".

Kami mengangguk lagi.

dr. Wahyu : "Ini saya resepkan sirup untuk daya tahan tubuh juga. Mudah mudahan adek ken sehat terus. Ingat ya pak buk, usahakan adek ken tidak kejang lagi sampai usia 5-6 tahun. Perhatikan asupan makanannya, dan siapkan termometer serta penurun panas dan diezepam untuk mencegah datangnya kejang lagi".

Kami mengangguk lagi. Setelah si ken berpamitan kepada dr. Wahyu dengan melakukan Hi-5 alias tos, kami pun lalu beranjak untuk menebus obat yang diresepkan dokter wahyu. Kemudian, cus, pulang ke rumah, Untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa balik ke Jawa.

Semoga, kejang yang dialami si ken ini, adalah yang pertama dan terakhir. Semangat menjaga kesehatan si kecil ken semakin menggebu. Semoga dimudahkan dan diridhoi oleh-Nya. amin.

Hasil Uji Laboratorium Sample Darah Si Kecil yang Mengalami Kejang



Alhamdulillah, malam itu, sekitar pukul 12.00 WITA malam, kondisi si ken mulai berangsur angsur membaik, seorang perawat meminta aku atau si ayah untuk mengantarkan sample darah ken ke ruang laboratorium rumah sakit. Entah kapan perawat tersebut mengambil darah si ken. Mungkin waktu aku belum tiba ke rumah sakit. Ya mungkin begitu. Karena saat aku datang, aku tak melihat perawat mengambil sample darah ken. Yang aku lihat adalah, para perawat berusaha memasang infus kepada si kecil ken.

Karena posisi si ayah tengah merangkul si ken, oleh sebab itu aku memutuskan untuk aku saja yang membawa sample darah ken ke ruang laboratorium rumah sakit. Jujur, saat itu ada rasa takut nyasar yang menyelinap di hati ini *halah. Sebab ini adalah kali pertama aku ke rumah sakit tanah kelahiranku ini. 
Masak sih ?. Ho oh. La biasanya kalau berobat kemana ?. Ke dukun *abaikan.

Untuk menghindari yang namanya kesasar, apalagi sampai kesasar ke ruang jenazah di tengah malam begitu *hiiiiiiii, aku bertanya sebaik mungkin kepada si perawat setelah itu melihat denah rumah sakit tersebut. Dan ulala, sukses, aku sukses ke ruang laboratorium rumah sakit tanpa kesasar yeayyyy.

Sehari berlalu, hasil lab. juga belum menampakkan hidungnya di depan kami. Jadi aku berinisiatif menanyakan hal tersebut kepada salah satu perawat yang tengah mengganti infus si kecil ken.
Kata beliau :"Biasanya sehari sudah selesai tapi kalau belum dapat kabar juga, berarti belum selesai. Maklumin ya bu pak, rumah sakit beberapa hari ini rame sekali". 

Hari kedua, sempat ingat. Lalu lufa. Hari ketiga, benar benar tidak ingat. Sebab saking senangnya mendengar kabar baik dari Dokter Komang Wahyu, spesialis anak, yang menyatakan bahwa si ken sudah bisa pulang ke rumah *hurraaayyy. Alhamdulillah.

Setelah menyelesaikan administrasi, aku diberikan sebuah surat pengantar untuk kontrol kondisi kesehatan si ken. Awal mulanya aku tak terlalu memperhatikan surat tersebut. Namun setelah tiba di rumah aku baru ngeh bahwa di dalam surat tersebut ada hasil uji lab. sample darah si ken.Hasilnya adalah step yang dialami ken tersebut tergolong ke dalam KDS dan pemicunya adalah faringitis akut.

Karena aku terlalu penasaran dengan KDS ini maka aku pun mencari informasi tersebut di google. KDS adalah singkatan dari kejang demam sedikit. Dan menurutku sih ini benar. Karena sebelum kejang, si ken sempat demam. Demamnya pun muncul kira kira sekitar jam 9 malam, itupun hanya panas di bagian kepala saja. Sementara bagian bagian sensitif lainnya, seperti ketiak, lipatan lutut, dan leher hanya anget anget kuku saja. Dan siapa sangka kalau dengan demam yang seperti itu, si ken kejang tepat satu setengah jam kemudian. Jadi inilah yang menurutku maksud dari kejang demam sedikit.

Untuk faringitis akut ini bisa dibilang radang tenggorokan. Kalau untuk yang satu ini, aku akui, bener bener luput dari perhatian aku. Aku tidak melihat sama sekali bahwa si ken menderita radang tenggorakan. Dodol kan aku ? ho oh *hiks. Nggak peka banget. Seharusnya, dengan cuaca panas se ekstrim itu, hal hal yang seperti ini harus bisa segera aku deteksi. Ini malah....aaarrggghhhh...maafkan muma ya ken. Janji nggak akan terulang lagi. amin.

Dua hal yang aku sebut di atas tadi, meskipun aku sudah mendapatkan jawabannya dari google, tetap akan aku masukkan dalam daftar pertanyaanku saat akan mengontrol kondisi kesehatan si ken ke dokter wahyu. Harus begitu lah yah. Iyup.

O ya, ada satu hal lagi di surat pengantar tersebut yang membuat anggapanku selama ini salah. Bahwa aku pikir, selalu, anak akan mengalami kejang apabila suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celcius ke atas. Nyatanya si ken tidak demikian. Dengan suhu 38,6 derajat celcius saja, si ken sudah mengalami yang namanya kejang. Semoga tidak terjadi lagi ya ken. Ini adalah yang pertama dan terakhir. Sehat selalu ya nak ya, amin.

***

Baca Juga :

Kronologi Saat Si Kecil Terserang Step / Kejang



Aku kaget betul saat itu. Si ken yang sedang tidur dipangkuanku sebab ia sedang tidak enak badan (demam), tiba tiba bangun lalu memposisikan tubuhnya seperti saat aku menjadi kuda kudaan buat dia. Ia liukkan badannya. Melengkung.

Tak pernah melihat tingkah begitu saat si ken bangun tidur membuatku memanggil si ayah. Sementara si ayah begitu melihat tingkah ken begitu. Langsung menggendong si ken seraya berteriak minta tolong kepada bapak lalu berteriak teriak lagi seraya memanggil manggil nama si ken.

Melihat si ayah panik, aku langsung mendekati si ken. Dan kudapati si ken kejang di dalam gendongan ayah. Bola matanya sudah naik ke atas. Lalu beberapa saat kemudian, si ken nampak lunglai, namun gigi giginya masih saling beradu lalu mengatup. Mungkin karena si ayah tak ingin gigi gigi tersebut melukai bibir atau lidah si ken, jadi si ayah memasukkan jarinya ke dalam mulut si ken dan gigi gigi kecil si ken pun mulai mendarat di jari si ayah. Sementara aku, apa yang aku lakukan?. Menggila. Terlebih lagi saat melihat si kecil ken tak sadarkan diri. Aku menggila makin parah.

Aku pun berteriak teriak, menyebut Sang Khalik dan berganti meneriakkan nama bapak, meminta beliau untuk segera bertindak cepat. Segera mengejar ayah ken yang sudah berlari keluar rumah sembari menggendong ken yang sudah tidak sadarkan diri. Sayangnya, kunci motor sulit sekali ditemukan. Teriakanku pun semakin menjadi jadi. Dan berhasil membuat para tetangga terbangun dari tidur nyenyak mereka.

Akhirnya kunci motor yang dicari cari pun ketemu. Bapak segera men-starter motor lalu tancap gas menyusul si ayah yang sudah berlari keluar rumah sembari menggendong ken. Para tetangga pun mulai mengerumuni rumah, menanyakan apa yang sedang terjadi. Dan...aku tak bisa memberikan jawaban kepada mereka, karena aku kembali berlarian ke dalam rumah. Mengambil smartphone lalu menghubungi abang sepupu dan memintanya untuk mengantarkanku ke tempat ken dibawa yakni rsu negara.

Tiba di rumah sakit, Ya Allah, wajah ken nampak pucat sekali. Bibirnya bergetar dan memutih. Ia menggigil sejadi jadinya. Suara tangis pun tak terdengar sama sekali, hanya air di matanya yang sebelah kiri mengalir perlahan. Kami berkali kali memanggil namanya, namun ken tak merespon. 

Ya Allah...
Andai saja bisa digantikan. Ingin rasanya sakit yang dirasakan ken aku ambil alih semua. Nyawa pun rela kuberikan untuk si ken.


Dan kira kira sekitar 30 menit kemudian, Alhamdulillah wa syukurillah. Rona wajah si ken mulai berubah. Mulai berwarna. Tidak pucat pasi. Ia pun berhenti menggigil dan juga mulai menangis.

Senang sekali atas perubahan yang terjadi pada si ken. Suara tangisnya pun terdengar sangat amat merdu di telingaku. Alhamdulillah. Ken mulai sadar.

Aku usap perlahan air mata yang jatuh dari kedua matanya. Dan sesekali mengusap air mata yang membanjiri kedua mataku. Serta sesekali mengarahkan tanganku ke mulut saat suara sesenggukanku terdengar keras. Sementara si ayah, hanya melihat wajah si ken, membelai rambut si ken dengan tangan kanannya dan mengelus punggung tangan ken dengan tangan kirinya. Air matanya, ia biarkan jatuh bebas begitu saja.

Tak ada yang berbicara saat itu. Kami hanya fokus melihat dan memperhatikan si kecil ken. Namun hati kami, seakan terhubung dan bersepakat untuk menjaga amanah yang dititipkan Allah kepada kami sebaik dan semaksimal mungkin. Lebih dari saat ini. Kesalahan yang telah kami lakukan, tidak akan terulang. InsyaAllah. Semoga Allah meridhoi niat kami ini amin.

Pelajaran Berharga di Awal Tahun 2016

Sejak kami berada di kapal penyebrangan menuju pulau Bali. Kami sudah merasa ada yang tak beres dengan si cuaca. Biasanya saat menyebrang pasti kami akan disapa bahkan diterpa oleh hembusan angin laut. Namun penyebrangan kali itu kami merasa tak ada angin sama sekali. Puanas puuooll.

Tak hanya kami yang merasakan hal tersebut. Penumpang lain pun juga merasakan hal yang sama. Keringat membasahi wajah dan badan mereka yang ditunjukkan dengan keplehnya daerah bagian ketiak, bagian leher dan punggung mereka.

Si gembul ken juga tak beda jauh dari mereka. Ndromos kotos kotos. Jadi si ayah memutuskan untuk membuka kaosnya dan menyisakan kaos dalam serta celana panjang saja. Karena kalau dibiarkan ia mengenakan baju saat cuaca tengah hot hot nya, ia malah akan masuk angin. Jadi bisa dibilang sejak si ken mau menginjakkan kaki di pulau Bali, si ken sudah berkaos dalam saja.

Baca juga : Menikmati liburan akhir tahun di Bali Barat

Hari-hari selanjutnya pun begitu, kemana mana si ken selalu berkaos dalam. Jalan jalan ke beberapa wisata yang ada di sini, di bali barat sini, ia pun mengenakan kaos dalam saja. Di rumah juga gitu. Karena cuaca bener bener tak bersahabat. Ekstrim cyiinnn. Panas banget. Di pulau jawa banjir dimana mana sementara di sini nyaris tak pernah turun hujan. Mendung pun hanya lewat saja. Mbog ya ngopi ngopi dulu gitu sambil makan menjes atau ote ote, eee malah werrrrr lewat gitu aja tu awan kelabu.

Melihat si ken yang berhari hari hanya mengenakan kaos dalam saja, membuat beberapa orang termasuk orang tua aku, sedikit wanti wanti dengan hal tersebut. "awas masuk angin lho" begitulah kata mereka. Tapi aku tak menggubris wanta dan wanti tersebut. Karena aku merasa tau dan paham betul dengan si kecil.

Baca juga : Teguran Untukku, Si Pengguna Kalimat 'I Know My Son'.

Alhamdulillah apa yang dikhawatirkan orang orang akan keadaan si ken yang bisa masuk angin karena hanya mengenakan kaos dalam saja, tidak terjadi. Aku juga yakin hal itu juga tidak akan terjadi, sebab biasanya kalau ken dipaksa memakai baju saat panas menyergap, si ken malah akan masuk angin.

Ia memang beda. Tak seperti anak anak lainnya yang bisa masuk angin kalau hanya berkaos dalam saja. Selain itu juga, yang membuatku merasa yakin si ken tak akan kenapa kenapa hanya berkaos dalam saja adalah sebab ken memiliki daya tahan tubuh yang super. Saat anak anak sekitar rumah banyak yang sakit, alhamdulillah ken tetap sehat. Selesai imunisasi pun begitu. Hampir tak pernah demam. Sehat wal'afiat.

Pernah sih ken sakit, tapi nggak pernah berlangsung lama. Kalau demam, paling ya sehari semalam. Setelah itu tinggal pemulihan saja.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa aku tak terlalu gimanaaa gitu saat aku memegang kepala si ken dan merasakan sedikit sensasi panas di dahinya. Matanya berkaca-kaca dan kelihatan tak bertenaga.

Ya, tepatnya minggu malam kemarin si ken menunjukkan tanda tanda akan demam. Demam biasa. Aku pikir begitu. Aku pikir 'eeee bentar lagi pasti sembuh'. Aku pikir ken akan baik baik saja. Namun ternyata....
si ken yang tadinya tidur anteng dipangkuanku, tiba tiba terbangun lalu KEJANG bin STEP.

Setiap mengingat kejadian itu, rasanya hati MENCELOS. Nyesel. Nyesel karena terlalu meremehkan demamnya si ken. Demam yang diawali dengan masuk angin. Dan si masuk angin ini datang karena si ken mengenakan kaos dalam saat jalan jalan sore bersama aku dan si ayah naik motor. Dodol banget kan ?. Iyak. Akibat terlalu percaya dengan anti bodi ken. Dan lupa dengan cuaca ekstrim musim pancaroba yang tengah terjadi di sini. Cuaca ekstrim yang siap memporak porandakan anti bodi. Terutama anti bodi yang dimiliki anak-anak yang sedang dalam masa suka bereksplorasi seperti si ken ini. Serta tak menggubris wanta wanti yang diucapkan orang orang sekitarku. Hhhhh. Dasar emak2 dodol. *nunjuk diri sendiri.

Pelajaran yang dapat aku ambil dari kejadian ini adalah :
● Meskipun ken termasuk tipe anak yang menter bin jarang sakit, aku harus tetap waspada.
● Nggak selalu, berkaos dalam bisa mengobati gerah. Malah berpeluang mendatangkan sakit apalagi saat cuaca ekstrim datang melanda.
● Gubrislah *halah. Perhatikan perkataan orang. Jangan langsung dibuang, tapi dipilah dan dipilih terlebih dahulu.

Teguran Untukku, Si Pengguna Kalimat 'I Know My Son'

Karena aku bersama si ken begitu lama, setiap hari, setiap waktu, nyaris tanpa pernah meninggalkannya, membuat aku merasa sangat memahami dan mengerti si kecil ken. Bahkan sampai beberapa hal kecil yang menyangkut per-wc an seperti ini :

■ Kalau ia memegang bagian vitalnya, itu tandanya ia ingin pipis cuma males karena masih asyik dengan aktivitas yang ia lakukan.

■ Kalau alisnya sudah dinaik-naikkan ke atas saat menonton tv, itu tandanya si ken sudah mulai mengantuk. Cuma dibetah-betahin melek demi nonton pocoyo atau bob the train.

■ Kalau ia sering minta anter pipis ke kamar mandi tapi sampai di kamar mandi ia hanya jongkok saja setelah itu minta dicebokin. Itu tandanya si ken pengen buang air besar tapi masih belum 'untup-untup' alias belum di ujung tanduk.

Oleh sebab itu, kalau ada orang yang ngasih saran begini begitu, nasehat ini itu tentang si kecil ken, aku selalu mengatakan 'i know my son' atau tak merespon dan tak menggubris itu semua. Lalu membuang saran dan perkataan perkataan tersebut jauh jauh tanpa dipertimbangkan lagi. Aku lebih tahu anakku, si kecil ken. Aku juga tahu bagaimana mengatasi kerikil kerikil kecil yang berhubungan dengan si kecil ken. Aku tau aku tau aku tau. Apapun itu kecuali masa depannya karena aku tidak seperti mama laurent, aku hanya mama lemon. *hiyaaaaah.

Terus begitu. Begitu terus sampai beberapa hari yang lalu. Saat aku mendapat teguran. Teguran yang maha dahsyat. Yang berhasil membuat aku seperti orang gila. Teriak teriak sambil berlarian ke sana ke mari. Memanggil manggil nama Ken, meneriaki bapak agar segera menyusul ayah ken yang sudah berlari keluar rumah sambil menggendong ken yang sudah tidak sadarkan diri sebab STEP.

Ya Allah.

Saat dalam perjalanan menyusul si ayah dan bapak yang membawa ken ke IGD Rumah Sakit Negara. Aku tak henti henti mengucap istighfar. Memohon ampun kepadaNya. Sebab sudah terlalu angkuh. Menganggap diri paling tau tentang si kecil ken. Tak hirau dengan perkataan perkataan orang sekitarku yang mungkin saja salah satu atau salah dua perkataan tersebut memang benar adanya atau bisa jadi ucapan ucapan orang tersebut adalah sinyal pesan yang dikirimkan Allah untukku lewat perantara mereka. Bisa jadi begitu kan ?. Bisa banget.

Sayangnya aku tak hirau dengan sinyal sinyal yang dikirimkan padaku hingga akhirnya DIA yang menegurku dengan STEP yang dialami si ken. Bahwa tak boleh menganggap diri paling wah. Bahwa jangan sekali kali berjalan di muka bumi dengan begitu angkuh, dan bahwa jangan menganggap diri lebih tau segalanya. Karena DIA-lah yang Maha Segalanya. DIA tau betul makhluk ciptaan-Nya. Termasuk Aku juga si ken.

Tahun Baru Header Blog Juga Baru

Welcome 2016. Selamat Datang ye *ulurin tangan cipika cipiki* *uye*. Semoga kau, 2016, dan aku, bisa jadi bestfriend yang cucok setahun ini yak. Amin.

Nah dalam rangka menyambut kedatangan si 2016 ini, aku bikin sesuatu yang ada di hatimu *halah, aku bikin sesuatu yang baru di blog aku ini. Apakah itu ?. Tebak doonkkkk. Yang berhasil nebak akan aku nobatkan sebagai Penggemar Setiaku. *lalu balik kanan semua* *kaboorrrrr*. Hehe.

Sesuatu yang baru di blog aku ini adalah just Header Blog. Ya itu saja. Yang lainnya masih tetap sama. Label label juga. Menu menunya juga tetap sama. Tapi nggak menutup kemungkinan sih semua yang aku sebutin tadi bakal aku ubah. Cuma untuk mengubah itu itu itu harus dipikirkan mateng mateng. Biar nggak keluar jalur tema. Nggak sekedar bikin bikin publish, Nggak kayak budi baper lek dis yang jepret jepret uplot gituh. Nggak.

Pembuatan header blog ini juga nggak sembarangan loh. Aku harus pergi ke barat dulu *emangnya situ sun go kong ?*, lebih tepatnya jalan jalan ke tempat wisata yang ada di bali barat ini untuk mencari gambar yang pas dan mewakili tema blog aku 'motherhood' ini.

Dari sekian banyak fotoku yang cakep cakep *pret. Aku memilih foto yang di atas itu. Foto tersebut seakan mendeskripsikan bahwa Si ibu tengah menemani si jagoan neonnya memperhatikan deburan ombak yang terpecah oleh tumpukan batu besar. Di sela sela waktu tersebut, ibu menyisipkan pengetahuan juga beberapa nasihat tentang hidup. Terlepas dari apakah si jagoan neon paham atau tidak, yang jelas nasehat nasehat positif harus diberikan sejak dini kepada si kecil.

Sementara itu, pemandangan laut lepas itu menggambarkan masa depan yang tidak bisa dilihat sekarang. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan rangkaian masa depan yang sudah direncanakan, maka kita harus berhati-hati, menikmati prosesnya seraya mengamati sisi laut bagian mana yang arusnya cukup bersahabat untuk dilalui. Hal ini ditunjukkan dengan si anak dan si ibu yang duduk berteduh di atas bebatuan seraya melihat ke arah laut lepas.
Seperti itulah kiranya deskripsi dari foto tersebut. Gimana menurut kalian ?. paskan ?. Dipas pasin aja deh ya, hehe.

Bikin Header Blog ini juga cukup mudah. Terutama buat mamak gaptek seperti aku ini nih. Nggak pakek photoshop, coreldraw, dsbg. Tapi pakai Picsart aja. Caranya :

Masuk ke hatimu dulu *halah, masuk ke picsart dulu ---> Pilih Draw ---> Pilih template ---> Pilih FB apa gituuu ---> klik Oke ---> Silahkan berkreasi dah. Ditambah foto monggo, dikasih kalimat kalimat kece juga bisa, disisipin sticker picsart yang oye oye itu juga oke.

Hasilnya ? jeng jeng jeng jeeenggg. Lumayan lah yah. Daripada lumanyun. hehe.

Aku berharap, semoga dengan header blog yang baru ini, bisa mengundang semangat baru lagi, semangat yang masih fresh dan masih anget anget kuku di tahun 2016 ini, dan dunia blogging ini. Buang jauh jauh sedih juga kecewa masa lalu. Ambil hikmah juga pelajarannya saja. Jadikan bekal untuk menapaki tahun 2016 ini *aseg. Dan Go go go semangaatttt :D.

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Mengulas Berbagai Manfaat dan Penggunaan Popok Confidance

Jadi beberapa waktu yang lalu, emak curhat kalau belakangan ini beliau susah sekali berjalan terutama setelah tidur. Menurut dokter, hal in...