Monday, January 18, 2016

Tak Cukup Hanya Dengan Fogging

Tiba-tiba, dari arah depan, nampak asap bergumul cukup pekat. Anak anak kecil berlarian saat asap tersebut mulai mendekat. Begitu juga dengan orang dewasa. Sementara aku yang berada cukup jauh, cukup bergidik melihat gumpalan asap tersebut.

Di tengah asap pekat tersebut, muncul sesosok yang bentuknya cukup aneh. Bagian muka berbentuk moncong panjang, sementara sisi kiri di bagian bawah nampak sesuatu yang panjang dan mirip dengan belalai gajah. Lamat lamat sosok itu pun muncul yang ternyata adalah petugas fogging. Aaaakkkkk..Kabooorrrrr. Selamatkan makanan *syelalu. hehe.

Iya, minggu kemarin, area rumah kontrakan aku mendapat giliran disambangi fogging. Cukup kaget sih. Karena tidak ada informasi yang jelas mengenai kapan kapannya pelaksanaan fogging. Jadi, wajar lah yah kalau aku jadi histeris syantik *pret, melihat petugas fogging yang datang tiba tiba mak bedundug gitu.

Sebenarnya aku kurang gimana gitu dengan pem-foggingan ini. Kurang sreg aja. Tapi ya mau gimana lagi, harus ikut suara terbanyak donk yak.

Fogging memang merupakan salah satu cara untuk memberantas nyamuk terutama nyamuk aides aigepty yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Cara ini begitu populer di mata masyarakat. Karena fogging dianggap lebih ampuh dalam memberantas nyamuk dibanding dengan cara yang lain. Jadi banyak yang mengaggao bahwa jika sudah difogging maka tempat tinggal akan aman dan tak perlu repot bersih bersih lagi atau memasang obat nyamuk lagi.

Hal tersebut memang benar. Namun sampai kapankah efek fogging tersebut bekerja ?. Efek fogging hanya bekerja sampai dua hari  dan hanya memberantas nyamuk-nyamuk dewasa serta cakupan areanya pun hanya sekitar radius 100 meter saja. Jadi tidak menutup kemungkinan, setelah efek fogging hilang, nyamuk akan kembali bermukim di tempat yang sudah di fogging tersebut.

Selain itu juga, pemberantasan nyamuk dengan fogging ini terkadang tidak dilakukan secara maksimal. Misalnya, fogging tidak dilakukan pada masa-masanya nyamuk berkembang biak yakni pada pukul 06.00-10.00. Kemudian, banyak tempat-tempat bermukimnya nyamuk seperti saluran limbah rumah tangga yang ada di depan rumah ditutup permanent oleh si pemilik rumah. Sementara area-area di dalam rumah yang berpotensi menjadi tempat bermukimnya nyamuk malah hanya mencicipi asap fogging saja karena si pemiliki rumah menutup rumahnya rapat-rapat untuk menghalau asap fogging. Kalau seperti ini apakah fogging mampu memberantas nyamuk aides aigepty.

Jawabannya adalah tidak. Tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila memberantas nyamuk tidak hanya mengandalkan fogging saja, akan tetapi juga harus diiringi dengan melakukan gotong royong secara rutin membersihkan saluran limbah rumah tangga serta menggencarkan aksi 3M, menguras, mengubur, menutup. Apabila hal ini benar-benar kita lakukan, maka kita tidak lagi membutuhkan fogging. Dengan begitu, kita bisa aman dari terpapar asap fogging dan serbuan nyamuk aides aigepty.

21 comments:

  1. Aku kalau ada fogging pasti ngomel2 karena aku punya sakit sesak napas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak lus, aku jg gt, makanya kalok ada fogging kudu kabur aja dah

      Delete
  2. Biasanya kalau ada foging kita suka dikasih tau dulu tuh, dari seminggu sebelumnya dan mau di asap jam berapa.

    Biasanya sih, kita suka pada keluar rumah aja, biar gak ikutan ngisep asapnya juga...

    ReplyDelete
  3. hati2 sudah musim hujan ya, tetap jaga kebersihan lingkungan

    ReplyDelete
  4. Saya juga kurang sreg Mak soal fogging ini. Suka gelagepan sih ngadepin asapnya itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk kabur sama aku, kabur dari problematika kehidupan *eh, kabur dr kepungan asap maksud eikeh :)

      Delete
  5. gerakan 3M "menguras, mengubur, menutup" memang tindakan tepat untuk mengusir nyamuk yah Mbak :)

    ReplyDelete
  6. bener banget.. manalah daerah tempat tinggal saya termasuk yag kasus DB-nya tertinggi di setiap bulan Desember-Januari :((( sepertinya perilaku warga yang harus diubah, bukan ngandelin fogging melulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. smiga kasus db di daerah dikau sgera tratasi ya mbak, amin

      Delete
  7. waduuh fogging malah bikin rempong niih. apalagi klo pake acara mendadak..
    makanan harus diamankan, jemuran dll
    habis fogging, baunya lama gak hilang2
    lantaipun jd licin..'tp jujur gak lihat efek siginifikannya sih.
    memang harus bersih2 teartur senidri sih yaa

    ReplyDelete
  8. kudu waspada ya mb inda, nyamuk siang hari ini yang bikin guatelllnya ngegemesin hihi

    ReplyDelete
  9. Sangat betul mba, fogging salahsatu pencegahannya saja :D

    ReplyDelete
  10. Lingkungan juga mesti bersih, percuma di fogging kalo rumah berantakan jadi sarang nyamuk

    ReplyDelete
  11. betul mba. apalagi kalau foggingnya nggak menyeluruh. Nyamuk dari got malah bubarr naik semua.

    ReplyDelete
  12. Wah, Mbak bahkan tahu kapan mereka berkembangbiak. Hehe

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)