Sunday, April 3, 2016

4 Alat Tempur Ibu Saat Beraktivitas di Dapur

Dapur adalah salah satu tempat dinas bagi seorang ibu. Di tempat inilah, seorang ibu menciptakan formula rasa yang sesuai dengan selera keluarga. Serta meracik asupan gizi yang diperlukan oleh orang-orang yang dicinta.

Hal seperti ini bisa dibilang tidak mudah. Terlebih lagi jika selera anggota keluarga berbeda-beda. Yang satu suka ini tapi tidak suka itu. Sementara lainnya suka rasa itu namun tidak suka yang ini. Tidak mudah bukan ? Ho oh. Terutama untuk ibu macam aku ini. Yang baru memulai PDKT dengan kegiatan di dapur setelah nikah. Trus sebelum nikah ngapain aja neng ? Manjat pohon bang.

Selain tidak mudah, kadang aku juga ngerasa bahwa kegiatan masak ini seperti fear factor saja. Misalnya nih saat sedang asyik-asyik goreng (sambil dangdutan) eee tiba-tiba diserang tembakan minyak panas yang ada di wajan. Sontak hal tersebut membuat aku ngacir donk. Dan mendekat lagi saat tembakan tersebut sudah reda. Hasilnya ? Wakwaw. Gosong cyin.

Fear factor berikutnya adalah saat LPG bocor dan baunya tersebar di dalam rumah. Atau saat harus menghaluskan seberunjung bumbu dapur yang mayoritas isinya cabe merah. Dan lain sebagainya.

Meskipun terasa tidak mudah dan kadang seperti tengah ikutan acara fear factor saja. Kegiatan masak memasak di dapur harus terus berlanjut. Maka dari itu, aku menyiapkan beberapa benda (alat tempur) di dapur agar kegiatan masak memasak berjalan lancar.

Alat Tempur Pertama : Tutup panci
Aku memakai ini saat aku tengah menggoreng ikan atau ayam. Dengan tutup panci ini, aku aman dari tembakan membabi buta minyak panas di wajan. Kegiatan menggoreng jadi lancar, aman, nyaman, dan hasilnya pun maksimal. Ikan atau ayam berwarna keemasan. Cucok.

Kedua : Blender
Kalau alat ini biasanya aku pakai saat ingin menghaluskan bumbu yang didominasi oleh cabe merah. Tau sendiri kan kalau memegang cabe merah akan membuat tangan terasa panas. Aku nggak mau donk begitu. Selain itu karena ada balita di rumah (Si ken). Yang mana sewaktu-waktu si ken membutuhkan tanganku untuk melakukan ini itu. Seperti menyuapinya makan.

Ketiga : Karet gelang dan karet LPG 3 Kg
Meskipun kecil tapi kehadirannya berarti loh. Karet gelang bisa dipakai untuk mengamankan bumbu bumbu dapur yang bungkusnya sudah terbuka. Selain itu juga, karet gelang ini bisa dipakai untuk mengencangkan regulator LPG.

Karet LPG juga penting loh. Buat jaga-jaga kalau karet yang ada di dalam LPG memuai. Soalnya beberapa kali aku menemukan karet LPG yang memuai. Karet LPG yang memuai bisa menyebabkan keluarnya gas LPG.

Keempat : Lap/ baju bekas / Serbet
Aku menyediakan 2 lap. Yang satu untuk jampel atau mengamankan tangan saat memegang wajan dan panci panas. Dan lap yang satunya untuk membersihkan untuk membersihkan meja masak. Selain dua hal itu, kadang juga aku pakai untuk mengamankan LPG yang bocor dan nggak bisa diatasi dengan karet gelang atau karet LPG lagi. Caranya, basahi lap, letakkan tabung LPG di luar rumah lalu tutup dengan. Lap basah tersebut. Dan tunggu bantuan datang.

Alhamdulillah, berkat 4 benda tersebut membuat aku berhasil menyiapkan hidangan buat si ayah juga si kecil ken. Alhamdulillah. Kalau dipikir-pikir, kondisiku ini mirip dengan apa yang dialami Kapten Yu Shi Jin di Uruk yang tak jauh dari tembakan dan ledakan. Bedanya, kalau kapten Yu Shi Jin tidak bisa hidup tanpa dr. Kang Mo Yeon. Sementara aku tak bisa jauh dari tutup panci, karet gelang, blender dan baju bekas. Mirip kan aku dengan kapten yu shi jin ?. #abaikan #EmakIniSedangTerkenaVirusDescendantOfTheSun.

Kalau kalian pernah mengalami fear factor di dapur nggak ? Fear factor seperti apa nih ? Trus cara kalian ngatasinnya gimana ? Seperti Kapten Yu atau dr. Song ? #MulaiLagi. Share di sini yak. Monggoooo.

15 comments:

  1. blender Mbak Inda, itu andalan saya untuk menghaluskan bumbu-bumbuan soalnya saya sukanya yang praktis dan gak kuat ngulek..

    ReplyDelete
  2. Kalo aku daster yg udah jelek, eman kalo yg bagus, soale ntar sekalian buat lap...hahaha

    ReplyDelete
  3. aku sampe sekarang belum bisa pasang gas lpg :v
    trus lap buatku paling penting, biar masak e bersih ga nyiprat2, kotor langsung lap dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. samaaaaaa aku apalagi >.<
      terima beressss aja hihihi

      dan kupikir itu tutup panci buat apaaan??? ternyataaaa ciyaaaaat "minyak goreng hempaskaaan!" hihihii

      Delete
  4. wakakkkakak beneer bangeet alat tempur ituuh perluu bangeet

    nah..nah..sama mak cucuth aku paling takut pasang gas lpg

    ReplyDelete
  5. Blenderku rusak dipake ngegiling biji kopi sama suami huhuhu akhirnya sobat sejati sekarang adalah cobek dan ulekan. Cobain lagi mba Inda ngulek manual biar otot tangan terlatih sapa tau bisa berotot kayak agung hercules hehehe

    ReplyDelete
  6. Hehehe, saya kalo menggoreng, apalagi kalau minyak suka meletus-letus (apa sih istilah tepatnya), biasanya saya suka menjauh-jauh, oooo... senjatanya pake tutup panci ya :) Hehe..., makasih banyak ya, Mbak, saya jadi tahu :)

    ReplyDelete
  7. Itu juga alat tempurku Muma...Toss
    aku udah bisa pasang gas lpg sendiri lho..kalo nunggu suami mah, kapan matengnya masakankuu :D

    ReplyDelete
  8. Kalo aku senjata ampuhnya itu loh sarung tangan tebal yang biasanya buat ngangkat alat masak yang masih panas. Itu berguna banget, soalnya ga perlu bawa-bawa serbet lagi dan kalo goreng sesuatu yang nyiprat, tangan kita terlindungi.

    ReplyDelete
  9. Hihihihi... Samaaaaa... :) Tapi selain senjata saya siap obat juga mbak, terutama buat mengatasi kena minyak panas... :D sedia Bioplacenton mbak... bukan iklan ini lhoooo hehehe... Salam kenal ya mbak...

    ReplyDelete
  10. alat tempur ku serbet sama sodet aja mbak, soale masaknya ya itu2 aja

    ReplyDelete
  11. tambah satu lagi mbak, tisu untuk lap muka, pastinya lelah kan, hehe

    ReplyDelete
  12. Kok ngak ada sutil buat goreng ????

    ReplyDelete
  13. Baca tulisan, Mbak, jadi keinget belum punya blender >.<

    ReplyDelete
  14. Meski sepele, serbet itu berguna banget, aku nih bolak balik musti kehilangan serbet gegara uda terlanjur dekil trus main masukin ke kantong sampah uhuuu

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)