Do'a Ketika Mendekati Waktu Datangnya Haidh di Bulan Ramadhan

Wanita itu punya hari-hari istimewa. Yang mana jika hari itu tiba, wanita akan berubah. Ada yang tetap berhasil menjadi diri sendiri, ada yang berubah jadi pemain iklan diare (mringis terus, megang perut, karena dilepen), dan ada pula yang berubah menjadi kak ros 'setajam silet' atau kak ros 'upin ipin'. Nah kalau aku berubah jadi maknyonyor aja. Hahaha. Dilepen, emosi tidak karuan, wajah nampak kucel, semua itu adalah teman setia para wanita saat didatangi hari istimewa atau yang familiar di sebut dengan haidh.

Datangnya hari haidh tiap wanita itu berbeda-beda. Ada yang datangnya suka-suka (haidh tidak teratur). Dan ada juga yang datang sesuai jadwal yakni 1 bulan sekali, 2 bulan sekali, bahkan juga ada yang 6 bulan sekali.
What ?! 6 bulan sekali ?.

Iyup, 6 bulan sekali. Temenku dulu ada yang begitu. Haidh setiap 6 bulan sekali. Kata temenku itu, ia jarang bolong puasa Ramadhan karena haidh. Bisa dihitung jari malah. Duuuhhh enaknyoooo. Ia nggak bakal sering dilanda rasa sumargalau donk kalau haidh mau datang. Nggak kayak aku nih. Dikit-dikit galau. Dikit-dikit gejong alias gak jelas. Apalagi bulan puasa begini. 'Kegejonganku' semakin menjadi.

Salah satunya yaitu do'a yang aku panjatkan di beberapa hari menjelang haidh tiba. Apa do'anya cobak ?.

"Mudah-mudahan si haidh datang malam hari aja, habis tarawih gitu, atau pas makan sahur. Mudah-mudahan haidh nggak datang pas dzuhur, atau ashar, bahkan di detik-detik adzan maghrib. Jangan sampek deh pas masuk waktu maghrib. Jangaaannn. Amiiinnnnnn" begitulah do'a yang aku panjatkan. Nggak jelas kan ? hahahaha.

Asli, rasanya didatengi haidh pas detik-detik menjelang buka puasa itu nggak enak. Kayak orang lagi seru-serunya nonton bola, trus pas si jagoan mau masukin ke gawang lawan, tiba-tiba lampu mati. Noh. Makgedubrak banget kan. Seharusnya semangat menjalankan puasa di hari itu ditutup dengan sesuatu yang manis. Eee malah ditutup dengan si haidh. Utang puasa mulai dihitung waktu itu.

Dulu, demi berusaha mensukseskan do'aku tersebut, aku melakukan satu usaha yakni nggak pergi ke kamar mandi di detik-detik menjelang maghrib. Biar nggak tahu kalau si haidh datang, meskipun ia sudah menunjukkan kemunculannya. Kan katanya kalau tidak tahu, tidak apa-apa. Aku dulu berpikir seperti itu. Lah sekarang gimana ? masih begitu ? Ya Nggaklah yah. Plis deh. Itu mah pendapat waktu masih abegong. Karena tahu itu nggak hanya sebatas tahu secara nyata, tapi merasa juga. Sedangkan datang tidaknya haid juga bisa dirasakan. Jadi pendapatku waktu masih abegong dulu bener-bener nggak jelas. Wkwkwkwk.

Tapi alhamdulillah, Ramadhan ini do'a ku di atas terkabul. Si haidh nggak mendatangiku di siang hari, ashar, atau detik detik menjelang buka. Tapi datang pas makan sahur. Cucok kan.

Nah kalian pernah ngalamin hal itu nggak ? si haidh datang menjelang dtik-detik buka puasa ?. Cerita cerita yuk, pasti seru nih cerita kalian.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...