Monday, August 29, 2016

Terima Emak Apa Adanya

Dear Ken
Anak muma tersayang.

Sudah hampir 5 tahun yak kebersamaan kita. Dari dalam perut sampai sekarang. Alhamdulillah. Semoga Allah memanjangkan serta memberikan usia yang berkah buat kita sekeluarga ya nak. Amin. Amin banget Ya Allah. Plis plis plis. Kabulin Ngge. Amin.
*Emak mulai lebay*
Hehe


Dear Ken
Anak muma tersayang

Dulu nak, waktu muma masih gadis kinyis-kinyis. Di dalam hati muma sudah terpatri sebuah keinginan untuk menjadi SuperMom, ibu yang serba bisa, yang jago masak, yang ngamalin betul ilmu parenting, yang nggak percaya sama mitos-mitosan dan 'kata orang tua dulu', yang lembut, yang anggun, yang sempurna lah yah. Kalau diibaratkan seperti ibu peri gitu. Haha. Ya gitu deh. Dan itu muma praktekin betul loh waktu muma baru jadi ibuk. Ya jadi ibuk kamu.

Dear Ken 
Anak muma tersayang

Lambat laun ken, keinginan muma untuk jadi ibu yang sempurna, perlahan mulai goyah. Idealisme pun juga ikut maju mundur kena. Karena apa ? muma mulai lelah.
*Emak macam apa ini*
Lelah fisik tak masalah. Yang jadi masalah adalah saat jiwa mulai kelelahan.

Dear Ken
Anak muma tersayang

Mungkin nanti ken paham, apa yang muma maksud ya. Bahwa memiliki idealisme sih oke-oke aja. Asal jangan sampai menjadi pribadi yang kaku. Nah muma dulu sempat seperti itu. Kaku. Bagi muma apa yang muma lakukan bener dan nggak boleh dibantah. Contohnya seperti soal popok. Kamu dulu nggak pakai pospak loh ken. Karna apa ? ya karena idealismenya muma, demi menjaga kulitmu, menjaga lingkungan, menjaga pengeluaran. Waktu itu, ayah mu memberi saran ke muma. Sarannya seperti ini nih :"Pagi sampek sore, nggak apa2 pakek popin, malemnya pakek in pospak aja, biar ndak capek, biar bisa istirahat". 

Dan bagaimana tanggapan muma :"Nggak koq, aku nggak capek". Tentunya disertai dengan perasaan gerundel.


Noh bisa begitu coba jawaban muma. Tanpa berusaha memahami maksud ayahmu terlebih dahulu. Dan ini tidak terjadi satu dua kali saja. Nah kalau sudah begitu, jadi kaku begitu, siapa korbannya cobak. Ya perasaan muma sendiri kan. Juga ayahmu (mungkin). Dan mungkin bisa jadi kamu merasakannya juga.

Bayangkan coba, muma jadi seperti ini saat kamu beranjak remaja hingga dewasa nanti. Nggak boleh ini, nggak boleh itu, harus begini, harus begitu, dan itu semua harus kamu turuti karena muma merasa muma tahu yang terbaik untukmu. Tuh bayangin cobak. Pasti nggak enak kan?.

Jadi yaaaa muma memutuskan untuk menghentikan keinginan muma untuk menjadi SuperMom. Dan memilih menjadi superman..halah..maksudnya memilih menjadi seorang ibu. Iya. Just Mom.

Dear Ken
Anak muma tersayang


Maafin muma ya nak, karena muma kadang bangun kesiangan. Jadi hanya bisa nyiapin sarapan yang begitu aja.

Maafin muma ya nak, karena muma kadang suka bertingkah alay. Ikut kamu main. Heboh sendiri waktu main ayunan dan lain-lain.

Maafin muma ya nak, karena kadang suka jorok, ngentut pas nemenin kamu main, pas kamu tidur, bahkan bajumu pernah kenak iler muma. Maafin ya, nggak tahan dan nggak sengaja. Muma juga maafin kamu koq yang kadang (nggak sengaja) kentut di depan muma. Kita piss ya nak.

Maafin muma lagi ya nak, karena muma nggak pinter masak. Jadi menu masakan sama camilannya cuma itu lagi itu lagi.

Maafin muma banget ya nak, karena muma kadang suka ngragas, alias ikut ngicipin makananmu, bahkan pernah ngabisin juga ding. Duh maafin ya.

Maafin muma banget nget nget ya nak, karena kadang muma berubah jadi makjontor alias mecucu bin cemberut bin pasang wajah jelek di depan kamu. Terutama kalau muma sedang pms. Maafin ya nak.

Dan maaf maaf maaf, atas khilaf yang tidak sengaja muma lakukan. Maaffff banget.

Dear Ken
Anak muma tersayang

Yang pasti, muma akan selalu berusaha memberikan dan melakukan yang terbaik untukmu nak. Pasti. Bukan dengan menjadi SuperMom. Bukan begitu lagi. Melainkan menjadi ibu. Ibu yang memiliki tak hingga stok kehangatan, ibu yang bisa diajak seru-seruan (asal jangan yang bikin jantungan), ibu yang bisa diajak bertukar pikiran, ibu yang bisa menjadi teman, sahabat, bahkan mungkin bisa menjadi partner bisnis. Bisa jadi kan ? kali aja nanti muma jago masak. aminin yak.

Jadi, terima muma apa adanya ya ken ? Ah muma tau deh jawabannya. Pasti iya kan ? Sipppp. Makasih ya nak.

Nah sebagai tanda terima kasih muma, muma kirimin deh, 1000 cinta buatmu. *eyak* .
♥♥♥........1000 x
:D
***

Tulisan ini dibuat untuk menanggapi tulisan Mak Noni Rosliyani (Grup 4 - KEB Collaborative) dengan Tema Menjadi Ibu yang Tidak Sempurna. Tulisan mak Noni bisa dibaca di sini ya, Belajar Menjadi Tidak sempurna.

11 comments:

  1. Replies
    1. aku jd bayangin, si ken baca ini nanti, gmn ekspresinya yak, tanggepannya gimana yak, tehau juga gk yak, jgn2 malah komen "pret". hehe
      makasih kunjungannya ya mbk inna

      Delete
  2. Idealisme terkalahkan oelh jiwa yang semakin rapuh. Cita-cita dan keinginan begitu luas, tapi apa daya. Waktu memakan tulang rusuk dan menggerus kulit. Tapi selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cakep bgd sih kata2nya mas bro, siipsip
      makasih kunjungannya yak

      Delete
  3. Dear Muma, mau Muma gimanapun pasti Ken terima sama seperti Muma mau gimanapun Ken pasti menerima dg tulus *berpelukan* #mewakili Ken hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, mbk herva bissak aja dah,
      smoga smoga tanggepan si ken nanti begitu, aminin ah, amiiinmn :)

      Delete
  4. Membaca tulisan Mba Inda ini seketika membuatku sadar bahwa kadang sayapun melakukan hal yang sama pada Wahyu :(

    ReplyDelete
  5. Super mom memang melelahkan dan kadang membebani...
    Mending jadi ibu yang bahagia ajaaa...

    Happy mommy, happy children :)

    Bahagia terus yaaaaah muma Ken!

    ReplyDelete
  6. Muma udah jadi ibu peri kok bagi akuhhhh..eh bagi ken dinh

    Huhu, jadi terhura, semoga kalo dah gede si dedek ken baca ini jdi lebih tau lagi makna cinta seorang ibu

    ReplyDelete
  7. Gak ada manusia yang sempurna. Termasuk menjadi ibu yang sempurna, rasanya susah banget. Kadang malah buat stres sendiri. Jadi mendingan berikan saja yang terbaik buat buah hati. Anak senang, bunda pun riang ^_^

    ReplyDelete
  8. Hmm, curhat yg membuat saya merenung mak. Sangat realistis. Makasih ya sharenya.

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)