Karena Mimpi Kuliah Lagi Tak Akan Kunjung Terwujud Jika Masih Mengejar Beasiswa Pemerintah

Siapa sih yang nggak pengen lanjut kuliah lagi ? Aku, yang berprofesi sbg ibu rumah tangga aja pengen. Apalagi bagi kamu dan kamu yang berkecimpung di dunia akademis, bisnis, hukum, dan sebagainya, pasti juga pengen tho? Kalau nggak pengen mah berarti kamuuu, ya memang nggak pengen. Nggak pengen karena sudah nyaman di posisi sekarang. Nggak pengen karena memang sudah kuliah sampek S3. Nggak pengen karena ingin fokus mencari jodoh, dan nggak pengen karena tidak ada biaya.

Nah yang paling sering aku dengar adalah nggak pengen karena nggak ada biaya. Atau pengen tapi nggak ada biaya. Itu tuh. Alasan itulah yang sering aku dengar.

Bagi yang memiliki alasan seperti itu, biasanya, satu-satunya cara adalah dengan berjuang mendapatkan beasiswa. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mendapatkan beasiswa pun sama seperti tips ini, Untuk Para Pejuang Beasiswa , atau tips yang bertebaran di google. Sama. Hasilnya ? Mungkin ada yang berhasil mendapatkan beasiswa tapi juga ada yang nggak dapat beasiswa yang diincar. Apalagi yang diincar beasiswa dalam negeri. Apalagi beasiswa yang diincar adalah beasiswa dari pemerintah. Apalagi beasiswa dari pemerintah tersebut dikhususkan untuk rakyat tidak mampu. Beuuugghh. Jangan terlalu berharap deh. Karena berakibat pada yang namanya gigit jari.

Mengapa begitu ? Ya memang begitu. Sudah jadi rahasia umumlah yah kalau segala hal yang berhubungan dengan rakyat terutama kaum marjinal pasti nggak bener. Begitu juga dengan beasiswa dari pemerintah yang katanya untuk rakyat yang berprestasi, yang katanya untuk rakyat yang tidak mampu, eeee nyatanya ? Prakteknya ? Tidak begitu.

Aku pernah tahu hal ini. Waktu aku masih jadi guru sekolah menengah. Eh bukan aku aja sih yang tahu, temen-temenku ngajar juga tahu koq. Bahwa penerima beasiswa dari pemerintah yang untuk rakyat berprestasi dan tidak mampu itu, sebagian berisi anak-anak oknum pns. Noh. Perih kan ? Sudah susah-payah berjuang, eee yang dapet malah yang sono.

Ada sih cara yang cukup ampuh untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Dan cara ini pun digunakan hampir di segala lini. Dimanapun berada. Dimanapun dunianya, pasti pakai cara ini. Apakah itu ? Minta bantuan orang dalam. Nah kalau sudah minta bantuan orang dalam maka harus menyiapkan 'mahar' yang biasanya berupa uang. Tuh. Ujung-ujungnya duit lagi kan? Lagi-lagi duit.

Memang sih, beasiswa dari pemerintah yang biasanya bekerja sama dengan kampus-kampus dalam negeri, amat menggiurkan. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Karena tidak perlu terpisah jarak yang sangat jauh dari keluarga. Tapi kalau harus menghadapi hal seperti di atas, rasanyaaaa nggak lah yah. Karena apa ?

Pertama : peluang untuk mendapat kan beasiswa dari pemerintah memang ada. Tapi kapan ? Mau sampai kapan berjuang dan menunggu. Bukannya menunggu itu hal yang paling nggak enak dan membosankan kan ?.

Kedua : bisa aja sih minta bantuan orang dalam. Tapi apa mau nanti ilmunya jadi nggak berkah ? Hayo ? Hiiiiii.

Kalau aku mah nggak ah. Nggak mau menunggu kesempatan dapat beasiswa itu datang menghampiri dan nggak mau juga nggak dapat berkah. Takuuuttt. Aku lebih memilih untuk membayar kuliah secara mandiri. Ini bukan berarti aku punya uang buat kuliah S2 ya ? Nggak. Nggak punya. Aku hutang. Alhamdulillah ada keluarga yang mau meminjamkan uang untuk aku gunakan kuliah S2 dan bisa aku cicil semampuku tanpa batas waktu dan tanpa bunga. Alhamdulillah banget.

Selain dapat pinjaman dari keluarga, aku juga sudah menyiapkan tabungan. Tabungan dari hasil menjual motor. Untuk apa ? Ya untuk jaga-jaga. Kalaupun tabungan ini tidak terpakai, maka nanti, setelah selesai kuliah, akan aku gunakan untuk membayar hutang.

Bagiku, investasi ilmu lebih penting dari motor. Harga motor terus turun dan juga ada masa ausnya, sementara ilmu ? Awet. Asal tidak terkena pikun atau amnesia saja.

Jadi nih, kamu, iya kamu, yang pengen kuliah tapi masih melangkah di situ-situ saja (berjuang mendapatkan beasiswa), sudah, sudahi saja. Ganti arah langkah. Bisa pakai cara aku. Atau cara kamu sendiri yang sesuai dengan kondisimu sendiri. Bulatkan tekad untuk bisa kuliah lagi dengan biaya sendiri.  Bukankah mandiri itu lebih enak ya ? Iyakan. Tidak terikat pada si pemberi beasiswa (dalam hal ini adalah pemerintah). Tidak ribet, karena harus mengurus ini itu, harus begini begitu. Tidak merasa dikejar-kejar target karena biasanya ada tugas (beban) yang diletakkan di pundak penerima beasiswa. Membentuk pribadi yang tangguh, kaya pengalaman, bisa merasakan itu, nikmatnya kuliah lagi dengan jerih payah sendiri dan lebih KEREN donk pastinya yak.

Pilih Dia, Laki-laki yang Disukai Orangtua atau Dia, Si Kekasih Hati ?

Hai

Kalian pernah terjebak dengan pilihan seperti itu nggak ? Aku pernah. Dan rasanyaaaaa...yo kudu ngguyu. Tapiiiii.,,yang paling utama yo aku nggak nyangka. Koq bisa-bisanya gitu aku yang tomboi bin nggak pernah dandan bin tampang biasa aja dan jarang banget bertingkah manis nan manja plus dari keluarga sederhana ini, jadi rambutan, eh rebutan. Apa coba yang diperebutkan ? Heran aku. Beneran. La wong aku juga bukan kembang desa koq.
Trs kembang pasir ?
Bukanlah, enak aja
Aku kan gadis biasa aja. Biasa banget. Biasaaaaa..ssaaaa..ssaaaa..

Asli, nggak pernah terlintas sedikitpun di pikiranku bahwa aku, suatu saat, akan mengalami hal ini, jadi rebutan seperti ini. Nggak pernah. La wong jadi jomblo aja lama. Masa jombloku baru berakhir saat aku berusia 20 tahun. Noh lama kan ? Mengapa bisa selama itu ? Mungkin pria yang menembakku itu, baru menyadari bahwa sesungguhnya aku adalah gadis yang amat mempesona. Hahayyyy.
#SebarKantongKresekBuatMuntah.

Pria yang membuatku mengakhiri masa jombloku itulah yang kemudian menjadi kekasih hati. Bukan berstatus pacar. Tapi kekasih hati. Bahkan sudah aku nobatkan menjadi kandidat utama calon suami. Karena dari 10 kriteria calon suami yang aku buat, 8 poin sudah ada padanya. Ia hanya belum lulus dari segi kemapanan dan restu orangtua.

Usut punya usut, ternyata, alasan orangtuaku belum memberi restu karena dia, si kekasih hatiku itu, belum mapan. Sudah. Itu saja.

Bagiku, wajar jika kemapanan menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi beliau beliau. Wajar. Orangtua mana sih yang nggak ingin masa depan si anak bahagia seutuhnya? Nggak ada kan ?.

Di satu sisi, aku sangat menjunjung tinggi 'keelokan pribadi, kecakapan ilmu pengetahuan, saling mengenal saling menerima dan punya banyak stok cinta  untukku' yang ada pada pada kekasih hatiku. Namun di sisi lain, aku juga memikirkan kemapanan dan restu orangtua.

So aku pun....
DILEMA.

Jika aku memilih kekasih hati untuk menjadi suami, maka aku akan terbentur dengan kemapanan dan restu orangtua. Kalau soal mapan, tidak terlalu masalah. Tapi bagaimana dengan restu orangtua ? Ridho ortu = Ridho Allah. Kalau melanggar restu orangtua, bisa jadi kami akan terbentur dengan ini atau itu.

Kemudian, jika aku memilih laki-laki yang disukai orangtua, maka bisa jadi aku terbentur dengan...entahlah..karena aku belum betul-betul mengenalnya.

Sama-sama menimbulkan benturan. Sama-sama..hhhhhh...
Asli. Dilema banget waktu itu.

Tak sanggup menopang dilema sendirian, aku memutuskan untuk mengatakan semua yang aku rasakan kepada kekasih hatiku.

Semula, aku pikir, mungkin ia akan marah, tak terima bahkan memutuskan hubungan, karena dengan lancangnya aku sudah membandingkan hubungan kami yang terjalin bertahun-tahun dengan hubunganku dengan seseorang yang baru berjalan 1 bulan. Tapi, ternyata, ia...

Tidak demikian. Ia malah memberikan jawaban seperti ini :
"Mas nggak akan nyerah".

Jawaban yang bikin aku klepek-klepek. Jawaban yang bikin aku berhenti...berhenti untuk dilema. Lalu mengganti rasa dilema dengan semangat berjuang mendapatkan restu orangtua.
#SingsingkanLenganBaju.

Alhmdulillh, setahun kemudian, restu orangtua berhasil kami dapatkan. Dan tentu saja, restu tersebut mengantarkan kami untuk memenuhi separuh iman kami, alias menikah.

Ehem

Jadi seperti itulah, #CeritaDelima aku yang terjadi saat aku masih gadis dulu. Semoga bermanfaat ya. Terutama bagi kalian yang tengah dilema dikarenakan bingung memilih antara dia atau dia. :)

***

Lomba Blog “DILEMA”

Momen Tak Terlupakan

Entah apa yang merasuki pikiranku kala itu, hingga aku berani-beraninya berpikir bahwa Allah begitu tega dengan keluarga kecilku. Teganya Ia membiarkan si cobaan berlama-lama di langkah kecil kami tanpa ada jeda bahagia barang sebentar saja kepada keluarga kecilku. Allah 'segitunyaaa' dengan kami.

Cobaan yang Allah berikan bs dibilang cobaan klasik. Smua keluarga pernah menghadapinya. Hanya saja, untuk cobaan ekonomi yang menerpa keluarga kecilku sudah berjalan lama. Hampir 4 tahun. Bahkan kami pernah sampai pada titik menjual barang-barang kami hanya untuk makan. Ya, untuk makan.

Untuk menghadapi lalu keluar dari cobaan tersebut, suami pun berusaha mencari nafkah dengan bekerja lebih keras dari sebelumnya. Sementara aku berusaha membantu semampuku, sebisaku. Dengan mengikuti lomba atau quiz atau mengirimkan tulisan ke media, lebih giat ibadah juga bersedekah ala kadarnya dan satu lagi berdo'a.

Mungkin, jika mukenah yang aku pakai bisa bicara, ia tak mau dipakai olehku lagi. Karena ia selalu basah dengan air mata setiap sholat (kadang juga kena umbel). Iya, aku memohon kepada Allah untuk segera mencabut cobaan ekonomi ini dari keluargaku. Atau jika memang tak hendak dicabut, aku meminta kepada Allah untuk diberikan jalan petunjuk mendapatkan rejeki yang berupa uang. Selalu begitu, isi doaku.

Lambat laun, aku merasa, do'aku tersebut tak kunjung dikabulkan Allah. Kami tetap terseok-seok. Usaha yang aku lakukan tak juga berbuah manis. Tak ada kabar baik dari perlombaan, atau kuis yang aku ikuti, juga kabar dari media. Kami tetap terseok-seok. Bahkan mulai diselingi dengan pertengkaran-pertengkaran kecil antara aku dan suami.

Lalu pada pertengkaran yang kesekian kalinya, pada perut yang terisi air demi menahan lapar, pada deras air mata untuk yang kesekian kalinya juga, akhirnya, aku menyimpulkan bahwa Allah benar-benar tega. Dan kesimpulan tersebut berakhir pada lantunan do'a di tiap usai sholatku, yang berisi kalimat seperti ini :

"Allah, hamba pasrah, hamba pasrah padaMu, hamba tak tahu, tak tahu lagi bagaimana caranya agar bisa bertahan bahkan keluar dari cobaan yang Engkau berikan. Pasrah. Terserah padaMu. Hamba pasrah."

Do'a yang semula berisi permintaan untuk segera dicabut dari cobaan, berubah menjadi kepasrahan. Iya, itulah yang terjadi. Aku memilih pasrah. Memasrahkan segala hasil usahaku kepada-Nya. Terserah padaNya mau memberikan hasil apa atas usahaku. Entah hasilnya berupa kekalahan lagi, atau pengembalian naskah lagi, sudah tak jadi masalah lagi bagiku. Sudah tidak membuatku baper lagi, sudah tidak membuatku berpikir koq seperti itu yang menang, koq bgini, koq begitu, dan sudah tidak membuatku protes lagi padaNya, protes karena aku merasa seharusnya aku mendapatkan hadiah uang itu karena aku membutuhkannya untuk bertahan hidup. Tidak. Aku sudah tidak begitu lagi. Karena sudah tidak berasa. Tidak terasa apa-apa. Terserah.

Dengan berpikir seperti itu, dengan kepasrahan begitu, entah bagaimana, entah dari mana asal muasalnya, rasanya menenangkan. Aku merasa lebih tenang dalam mejalani kehidupan yang bertemankan cobaan. Selangkah, dua langkah, terasa ringan, tidak ngoyo lagi, tenaaannng. Berlangkah-langkah terus melangkah, satu bulan terlewati dengan kepasrahan yang menenangkan, dua bulan, tiga bulan,..., mendekati Ramadhan, Ramadhan tiba, pertengahan Ramadhan dan lalu langkahku sampai pada masa ini :

"Assalamualaikum, mohon kirimkan foto untuk pemuatan naskah nuansa wanita. Silakan cek email utk keterangan lebih lanjut. Majalah Ummi".

Kemudian disusul dengan kabar baik selanjutnya, trus begitu, begitu terus. Sampai saat ini. Alhamdulillah wa syukurillah. Wa la haulawala quwwata illah billahil'aliyyil 'adzim.

Subhanallah, Allah benar-benar mengabulkan doa-doaku. Bahwasanya prasangkaku pada-Nya sungguh prasangka tertolol yang pernah ada. Allah bukannya tega. Allah bukannya tidak mengabulkan doa. Tapi Allah tahu segalaNya. Allah punya maksud tersendiri. Allah tahu waktu yang tepat untuk mengabulkan doa. Allah tahu. Allah Maha Tahu.

Oleh sebab itu, jika aku ditanya soal momen apa yang tak terlupakan maka jawabanku adalah momen dimana doa-doaku dikabulkan oleh Allah Swt. Terutama di momen pertengahan Ramadhan tahun ini. Karena dengan mengingat momen tersebut, membuatku tetap berprasangka baik pada Nya. Terutama saat cobaan lain datang menerpa keluarga kecilku.

***
Seperti itulah momen yang paling berkesan dan tak terlupakan bagiku. Momen yang berkesan lainnya adalah saat pertama kali mampir ke blog mbk Irawati Hamid. Langsung terkesima dengan tulisan mbk ira yang enak bgd dibaca. Beda jauh sama tulisanku mah. hahayyy. Bukan hanya tulisannya yg cakep, mbk ira juga suka bw dan pasti kunbal.

Nah berubung bulan ini bertepatan dengan ultah mbk Ira juga ultah blognya, jadi aku mau ngucapin Met milad ya mbk Irawati Hamid, Wish You All The Best Yak, bahagia selalu amin amin ya robbal'alamin.

***
Tulisan ini diikutkan dalam Irawati Hamid First Giveaway “Momen yang Paling Berkesan & Tak Terlupakan” 

Memilih Hadiah untuk Bayi yang Baru Lahir

Senang sekali rasanya bila ada sahabat, saudara, atau kerabat yang baru melahirkan. Mengunjungi bayi baru lahir sembari membawa hadiah pun menjadi salah satu kebiasaan yang lazim dilakukan. Kendati demikian, masih banyak orang yang merasa kebingungan memilihkan hadiah yang tepat untuk bayi baru lahir.

Sebenarnya kita tidak perlu bingung memilihkan hadiah. Ada banyak sekali variasi hadiah yang bisa menjadi buah tangan yang tepat. Beberapa ide hadiah berikut ini juga bisa menjadi referensi menarik bagi kita. Yuk simak dulu informasinya!

Satu Set Perlengkapan Kebutuhan Bayi
Kalau ingin membeli satu set perlengkapan bayi, kita bisa memesannya di MatahariMall. Set perlengkapan bayi terbaru di toko online yang satu ini memang dibanderol dengan harga terjangkau dan varian yang beragam. Tanpa perlu repot-repot berburu perlengkapan bayi di pusat perbelanjaan, kita tinggal memesan di MatahariMall dan melakukan konfirmasi pembayaran. Maka produk yang kita pesan akan segera dikiri ke rumah dalam waktu singkat.
Sumber gambar : MatahariMall

Membelikan Persediaan Celana Bayi
Bayi yang lahir di musim hujan tentu membutuhkan banyak persediaan popok dan celana bayi. Karena cuaca yang terus menerus hujan dikhawatirkan membuat pakaian bayi yang dicuci jadi sulit kering. Oleh sebab itu, kita bisa membelikan persediaan celana bayi ketika mengunjungi bayi yang lahir di musim hujan.

Memilih Pakaian Bayi dengan Ukuran Agak Besar
Pakaian bayi yang berukuran agak besar sangat bermanfaat bila nanti bayi sudah beranjak tumbuh. Sehingga hadiah pakaian bayi dari kita bisa digunakan dalam waktu lama. Bila sudah mengetahui jenis kelamin bayi, maka memilih pakaian bayi yang tepat tentu akan semakin mudah.

Hadiah Berupa Perhiasan Emas

Perhiasan emas untuk bayi biasanya berupa anting atau cincin. Memberikan hadiah berupa perhiasan emas tentu akan terkesan berkelas dan menarik. Bahkan kita pun bisa memberikannya secara patungan dengan beberapa teman. Pemberian hadiah berupa emas memiliki nilai ekonomis tinggi dan bisa dijual kembali di lain kesempatan.

Ternyata memilih hadiah untuk bayi baru lahir tidak sesulit yang kita bayangkan. Hanya perlu sedikit waktu untuk memperkirakan hadiah yang tepat. Sehingga hadiah yang kita berikan pun bermanfaat bagi sang bayi.

Saat Wanita Dihadapkan dengan Pilihan : Menjadi Istri, Ibu atau Mahasiswi

Hai

Apa jadinya jika seorang wanita, yang sudah menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga selama 6 tahun, kemudian kembali mengenyam bangku kuliah ? Jawabannya adalah Rahasia. Hehehe. Just kidding yes. Jawabannya adalah K E L A B A K A N.

Yup, itulah yang terjadi padaku. Aku lumayan kerepotan dengan aktivitasku yang baru kali ini. Yakni sebagai seorang mahasiswi di salah satu PTN di Surabaya. Menggos-menggos deh pokoknya.

Gimana nggak menggos-menggos alias ngos-ngosan, mengingat banyak yang harus aku lakukan dalam satu waktu. Seperti tetap berusaha untuk menjadi ibu yang baik, menjalankan kewajiban seorang istri, juga menjadi mahasiswi yang cakap.

Untuk melakukan 3 hal tersebut dalam satu waktu dan semuanya mendapatkan hasil yang maksimal bisa dibilang suatu hal yang mustahil ya. Pasti ada salah satu yang hasilnya di bawah standart. Pasti. Jadi selanjutnya, aku memutuskan untuk memilih salah satu dari 3 pilihan tersebut untuk tidak memiliki hasil yang maksimal. Dan pilihan itu jatuh kepada 'Menjalankan kewajiban sebagai seorang istri".

Loh, bukannya itu yang nomor satu yak ? Bukannya itu adalah tugas istri yang paling utama ? Tentu. Aku tahu itu. Trus kenapa harus memilih itu ? Ya karena sudah disetujui suami. Saat aku menanyakan hal tersebut kepada suami, jawaban suami adalah : “Santai aja muma, no problemo”.

Alhamdulillah, suami oke-oke aja atas pilihanku tersebut dan alhamdulillahnya lagi, suami juga Ridho untuk membantu tugasku menjadi ibu yang baik bagi si kecil ken. Tak jarang suami mengambil alih beberapa tugasku. Yakni menyiapkan camilan juga membuatkan mainan atau menstimulasi si kecil ken. Syukur alhamdulillah dah pokoknya. Tugas sebagai seorang istri bisa dikesampingkan, tugasku sebagai seorang ibu tetap berjalan dengan baik. So, tinggal melakoni profesi sebagai seorang mahasiswi.

Aku bersyukur karena suami menerima pilihanku tersebut. Pilihan untuk membuang beberapa list tugas yang biasanya aku lakukan sebagai seorang istri. Sebab, aku nggak bisa membayangkan jika suami tidak ridho dengan pilihanku tersebut. Sehingga membuatku harus menjalani peran sebagai seorang istri plus lengkap dengan tugas-tugasnya, kemudian menjadi seorang ibu juga seorang mahasiswi. Untuk menjadi seorang istri, dan ibu, tidak terlalu sulit. Karena dua hal itu, sudah aku lakoni hampir 6 tahun ini. Yang diperlukan hanya tenaga yang super power saja. Sementara untuk menjadi mahasiswi, tak hanya butuh tenaga yang super power saja. Tapi juga butuh ini dan itu yang tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Bagiku, melakoni profesi sebagai seorang mahasiswi bukanlah perkara mudah. 6 tahun tanpa mencolek sedikitpun ilmu yang dipelajari saat S1 dulu, tentu saja akan membuatku menjadi tertinggal. Aku membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk memanggil memory materi yang aku pelajari 6 tahun lalu. Dan aku juga harus berburu informasi terupdate tentang dunia pendidikan atau ilmu yang aku pelajari 6 tahun lalu. Sebab, 6 tahun bukanlah masa yang pendek. Pasti ada banyak sekali metamorfosa ilmu didalamnya. 

Nah untuk mengejar ketertinggalanku tersebut, aku memilih untuk menjadikan Super Internet Telkomsel sebagai kawanku berlari. Why internet ? Karena dengan internet, aku bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya. Akses mendapatkan informasi yang aku cari juga cepat. Tinggal ketik ini, keluar aneka macam pilihan deh. Kemudian Mengapa Telkomsel ? Tentu saja, karena jangkauan Super Internet Telkomsel amat luas. Sehingga tak ada hambatan berarti bagi aku nih saat aku berburu informasi.   
Kawanku berlari mengejar ketertinggalan
Sumber gambar : androidwaw



Jadi itulah sedikit cerita dari aku, saat aku dihadapkan dengan pilihan antara menjadi ibu, istri atau mahasiswi. Dan juga pilihan yang aku ambil. Semoga bermanfaat yak, terutama bagi ibu rumah tangga yang tengah menjalani hal yang sama denganku atau bagi irt yang juga ingin mencicipi bangku kuliah lagi. 

#EmakBackToSchool 

Sejuta Manfaat dari Online Shop Fashion

Hai

Meskipun pakaian dinas aku sehari-hari adalah daster.  Bukan berarti aku ketinggalan fashion donk ya. Jangan salah. Gini-gini, aku selalu update soal berita atau kabar di dunia fashion loh. Nggak percaya ? Tanya saja pada rumput yang bergoyang.
#Loh

Aku maklum sih kalau ada yang menilai bahwa aku ketinggalan fashion. Mengingat memang aku jarang banget berpenampilan fashionable. Hanya di acara-acara tertentu saja. Seperti kondangan atau jalan-jalan. Sehari-hari ya dasteran terus. Ke pasar pagi pakai daster dengan jaket sebagai outer. Trus nemenin si kecil main sepeda keliling kompleks juga pakai daster. Pergi ke posyandu juga pakai daster. Pokoknya daster daster daster.

Untuk menambah pengetahuan akan dunia fashion, aku sering menonton program-program tv yang membahas soal fashion. Lalu intip-intip majalah dan terakhir mantengin online shop fashion. Yup, aku juga memanfaatkan online shop fahion untuk update ilmu tentang dunia fashion loh.
 
Mapemall, salah satu tempat belanja
plus tempatku buat update info fashion


Alhamdulillah, usahaku untuk tahu lebih banyak soal dunia fashion lewat majalah, program tv hingga di online shop fashion ternyata membuahkan hasil. Bahkan beberapa waktu yang lalu aku mendapat pujian dari Aa' tercita alias suami. Bahwa sekarang aku mahir padu padan pakaian. Sudah nggak seperti dulu lagi. Yang mana antara atasan, bawahan, dan hijab sering 'bertabrakan' alias nggak nyambung antara satu dengan yang lainnya. Hahayyy.

Sebenarnya, online shop fashion tidak hanya aku manfaatkan sebagai tempat untuk nambah pengetahuan aku tentang dunia fashion saja. Melainkan ada beberapa manfaat lain yang aku rasakan dari hadirnya online shop fashion. Antara lain sebagai berikut :

1. Online Shop Fashion sebagai tempat berbelanja fashion.
Dimana lagi sih tempat yang tepat dan asyik buat belanja fashion, kalau bukan di online shop fashion. Iya donk ya. Karena di online shop fashion kita bisa fokus memilih-milih fashion yang kita inginkan.

2. Online shop fashion membantu untuk tampil unik dan berbeda.
Salah satu hal yang paling dihindari oleh wanita, terutama saat berada di sebuah acara, adalah memakai kostum yang sama dengan wanita lain. Oleh sebab itu, para wanita, termasuk aku nih, ingin dan berusaha tampil beda, unik, dan lain dari yang lain. Nah salah satu bentuk usaha yang bisa kita lakukan adalah dengan belanja pakaian di online shop fashion. Kalau perlu sekalian beli yang terbaru atau lagi trend. Dijamin tidak ada yang nyamain. Terutama bagi yang tinggal di luar kota besar seperti aku ini. Dimana perkembangan fashion amat lambat. 

3. Online shop fashion membantu untuk menjaga kantong agar tidak jebol.
Wanita terkenal sebagai ahli dalam mengelola keuangan. Ia akan mencari dan melakukan beberapa trik untuk membuat isi dompet kosong dan berisi angin. Nggak. Tidak akan begitu. Nah itu pula yang aku lakukan. Dalam rangka menghemat namun tetap bisa update fashion, biasanya aku suka mantau harga pakaian yang aku inginkan. Lalu tinggal menyisihkan uang belanja. Sedikit demi sedikit lama-lama kebeli deh pakaian yang aku inginkan di online shop fashion.

4. Online shop fashion membantu para wanita yang super sibuk.
Saat ini, hampir sebagian wanita tak memiliki banyak waktu luang untuk sekedar leyeh-leyeh, apalagi waktu untuk belanja fashion yang didamba. Karena apa ? wanita masa kini tak hanya berkutat alias stay di rumah saja. Melainkan juga ikut berkarir, atau berusaha menghasilkan pundi-pundi untuk membantu suami juga mewujudkan cita-cita si kecil. Nah hal inilah yang membuat para wanita tak sempat untuk update fashion. Walhasil jadi ketinggalan deh. Maka dari itu, kehadiran online shop fashion sangat membantu para wanita yang super sibuk namun ingin tetap update fashion.

5. Online shop fashion bisa membantu menambah penghasilan juga.
Masih berhubungan dengan poin ke-2 di atas. Penampilan yang unik dan berbeda kadang membuat orang-orang sekitar juga tertarik dan ingin memiliki yang kita kenakan juga. Nah ini bisa dijadikan peluang usaha donk ya. Kita tinggal beli baju lagi di online shop fashion, kemudian dijual lagi deh. Tuh nambah penghasilan kan ? ho oh.


Nah, itulah beberapa manfaat yang dapat kita rasakan dan peroleh dari online shop fashion. Banyak kan ? ho oh. Jadi yuk kita cus ke online shop fashion.

Toko Online, Solusi Bagi IRT Rempong

Hai
Dulu, aku (sebelum nikah) sempat punya pendapat gini nih :
"Pekerjaan yang paling enak bin santai adalah ibu rumah tangga. No rempong. No bangun pagi. Bisa Indehoi-an kapanpun. Bebas leyeh-leyeh".


Noh. Maknyonyor banget kan pendapatnya ? Ho oh. Etapi tapi itu dulu. Sebab sejak si ken lahir dan karena aku juga sudah merasakan sendiri menjadi seorang ibu rumah tangga (apalagi tanpa ART), pendapatku itu pun berubah lalu menghilang seketika.  Bahwa faktanya, jadi ibu rumah tangga itu, REMPONG banget cyiiinnnn.
#LambaikanTanganKeKamera.

Ada beberapa titik rempong yang aku lakukan setiap hari, dan pasti juga dialami oleh ibu-ibu rumah tangga lainnya. Antara lain :
1. Menentukan menu makanan untuk orang rumah
Aku cukup sering sih ngalamin ini. Bingung mau masak apa hari ini. Terlebih lagi harus nyiapin makanan untuk dua orang yang berbeda selera. Duuhhh, mumet-mumet dah. Hahaha.

2. Bersih-bersih rumah dan beberes rumah
Sudah jadi hal yang lumrah lah yah dan dipahami oleh semua orang bahwa kalau punya bocah pasti rumah bak kapal pecah. Iya kan ? Baru selesai bersih-bersih dan beberes rumah 2 menit yang lalu, eee nggak sampai 10 menit kemudian, pasti sudah berantakan lagi.

3. Pakaian kotor
Sama dengan bersih-bersih rumah, mencuci baju juga demikian. Baru saja selesai jemur baju, eee sudah ada penghuni baru di bak tempat meletakkan baju kotor. Oleh sebab itu, agar tumpukan baju kotor nggak melangit, aku mencuci baju dua hari sekali.

4. Menstimulus si kecil
Ini salah satu kewajiban ibu rumah tangga yakni menstimulasi tumbuh kembang si kecil. Jadi untuk melakukan tugas tersebut aku harus berburu ide dan paham betul dengan tahapan tumbuh kembang si kecil


Selain rempong, durasi pekerjaan menjadi ibu rumah tangga juga gila-gila an banget kan. Apalagi bagi yang punya baby. 24 jam non stop.

Nah, dengan kondisi seperti itu, membuatku hampir tak sempat dan tak ada waktu untuk pergi-pergi belanja. Belanja untuk kebutuhan sehari-hari aja kadang suami yang berangkat. Tapi  Kadang bareng aku juga sih, tapi ya gitu, kudu bareng si kecil juga. Tau sendiri kan kalau sudah pergi bareng bocah, pasti fokus perhatian tertuju ke bocah bukan ke daftar belanjaan. Hahayyy. Itu baru belanja untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk memenuhi hasratku sebagai seorang wanita yang juga ingin tampil gaya dan fresh. Duuhh mana sempaatttt. #PendamHasratDalam-dalam.

Tapi sekarang mah aku nggak perlu memendam hasrat untuk belanja (selain kebutuhan sehari-hari) terlalu lama. Karena sudah ketemu solusinya donk ya. Dan Solusinya adalah............taraaaa........
belanja online di Toko Online aja.


Yup, Toko Online adalah solusi jitu bagi ibu rumah tangga yang rempong seperti aku ini. Di Toko online, para ibu rumah tangga bisa belanja apa saja. Karena saat ini semua tersedia di Toko Online. Mau selalu tampil fresh, kita bisa cari toko online yang menjual produk-produk kosmetik dan perawatan untuk kulit. Kemudian kalau ingin tampil gaya, kita bisa berburu fashion ter-update di toko online juga dan lain sebagainya. Cukup dengan “klak klik klak klik“, selesai deh. Apa yang dibutuhkan dan diinginkan meluncur cantik deh ke rumah. Tanpa harus melewati atau mengesampingkan tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga.
Nah seperti itulah arti atau manfaat toko online bagi seorang ibu rumah tangga. Kalau kalian gimana ? Apa arti toko online bagi kalian ? Apa aja nih manfaat yang kalian rasakan dari hadirnya Toko Online ? Share dimari ya teman-teman. Makasiiihh. :)

Seluk-beluk Beli Barang Lewat COD

Setiap orang pasti membutuhkan barang tertentu dan hanya dengan menggunakan cara online, barang tersebut dapat diperoleh. Ada beberapa cara untuk bertransaksi atau melakukan beli barang dengan cara online yaitu :
  • COD  atau cash on delivery yang memungkinkan kita nih sebagai pembeli membayar langsung setelah mengetahui kondisi dan barang yang dibawa oleh penjual setelah sepakat untuk bertemu dan bertransaksi di suatu tempat.
  • Transfer : kita harus mencermati dengan teliti track record dari penjual dan bagaimana pendapat konsumen sebelumnya yang pernah berbelanja di tempat tersebut.
  • Rekening bersama atau jasa pihak ketiga yang menjadi perantara bagi penjual dan pembeli.
  • Website resmi yang dapat dipercaya hampir 100% untuk membeli berbagai produk.

Jika dibandingkan, transaksi dengan menggunakan cara COD lebih aman dibandingkan dengan cara yang lainnya, iya kan ? ho oh. Kita sebagai pembeli dapat menilai apakah penjual tersebut menipu atau tidak, terlebih jika barang yang ditawarkan tersebut memiliki harga yang murah. Jika barang tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau tidak sesuai dengan yang dideskripsikan oleh penjual kepada kita, maka kita berhak untuk menolak membeli produk tersebut atau meminta yang sesuai dengan yang ditawarkan sebelumnya.
 
sumber : google 
Namun, saat transaksi COD, dapat terjadi beberapa masalah, bagi si penjual maupun si pembeli. Beberapa kasus nyata yang terjadi terkait dengan jual beli barang dengan cara COD yaitu, pertama, ketika kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertemuan di waktu dan tempat yang telah ditentukan, dan ketika waktunya telah tiba dan penjual datang tepat waktu, pembeli justru susah untuk dihubungi dan tidak kunjung datang. Karena tidak adanya kepastian, akhirnya penjual pulang dengan tangan hampa.

Kedua adalah aksi gendam secara langsung. Penjual atau pembeli yang melakukan gendam kepihak yang bersangkutan. Misalnya ketika tiba di tempat yang telah disepakati namun ternyata setelah sadar, salah satu dari kedua belah pihak tersebut sadar jika uang ataupun barang yang akan dijualkepembeliraibdanhilang. Setelah disadari, pihak yang menjadi korban tersebut hanya dapat diam saja dan melapor ke pihak yang berwajib dan tidak memiliki keuntungan apapun.

Ada beberapa tips bagi kita-kita yang ingin melakukan transaksi lewat COD untuk membeli produk tertentu yaitu pertama, ketika kedua belah pihak mengajak untuk bertemu di suatu tempat yang akan dijanjikan sebagai tempat transaksi, maka sebaiknya Anda membawa minimal 1 orang teman sebagai jaga-jaga jika orang tersebut (penjual/pembeli) melakukan hal yang tidak diinginkan misalnya barang atauuang yang raib.

Tips lainnya untuk melakukan transaksi jual beli barang dengan cara COD agar tetap aman yaitu:
  • Jika kita merupakan seorang konsumen, maka, sebelum kita membeli produk tersebut, cek terlebih dahulu latar belakang dari penjual tersebut dan jangan mudah percaya pada testimonial. Ada baiknya jika kita juga menanyakan ke teman kita perihal penjual yang akan kita ajak untuk bertransaksi.
  • Apabila kita adalah seorang penjual, kita dapat memberikan opsi untuk pembeli agar melihat sendiri ke tempat kita sehingga pembeli dapat lebih percaya kepada kita.
  • Jangan terlalu percaya pada orang yang baru saja kita kenal karena mungkin saja orang tersebut berencana jahat kepada kita. Ingat pesan bang napi, waspadalah..waspadalah.
  • Jangan mudah dibujuk terlebih dengan penawaran dengan harga yang terlampau murah.
  • Sebaiknya minta garansi terlebih jika barang tersebut baru sehingga jika rusak, dapat ditukarkan atau diganti.

Pengalaman Pertama Bikin Donat Rasa Endolita Tekstur Sinyorita

Jadi, sejak Ken sekolah, aku mulai rajin lagi belajar masak. Tapi kali ini, yang aku pelajari, khusus bikin cemilan, jajanan buat bekal s...