Skip to main content

Pilih Dia, Laki-laki yang Disukai Orangtua atau Dia, Si Kekasih Hati ?

Hai

Kalian pernah terjebak dengan pilihan seperti itu nggak ? Aku pernah. Dan rasanyaaaaa...yo kudu ngguyu. Tapiiiii.,,yang paling utama yo aku nggak nyangka. Koq bisa-bisanya gitu aku yang tomboi bin nggak pernah dandan bin tampang biasa aja dan jarang banget bertingkah manis nan manja plus dari keluarga sederhana ini, jadi rambutan, eh rebutan. Apa coba yang diperebutkan ? Heran aku. Beneran. La wong aku juga bukan kembang desa koq.
Trs kembang pasir ?
Bukanlah, enak aja
Aku kan gadis biasa aja. Biasa banget. Biasaaaaa..ssaaaa..ssaaaa..

Asli, nggak pernah terlintas sedikitpun di pikiranku bahwa aku, suatu saat, akan mengalami hal ini, jadi rebutan seperti ini. Nggak pernah. La wong jadi jomblo aja lama. Masa jombloku baru berakhir saat aku berusia 20 tahun. Noh lama kan ? Mengapa bisa selama itu ? Mungkin pria yang menembakku itu, baru menyadari bahwa sesungguhnya aku adalah gadis yang amat mempesona. Hahayyyy.
#SebarKantongKresekBuatMuntah.

Pria yang membuatku mengakhiri masa jombloku itulah yang kemudian menjadi kekasih hati. Bukan berstatus pacar. Tapi kekasih hati. Bahkan sudah aku nobatkan menjadi kandidat utama calon suami. Karena dari 10 kriteria calon suami yang aku buat, 8 poin sudah ada padanya. Ia hanya belum lulus dari segi kemapanan dan restu orangtua.

Usut punya usut, ternyata, alasan orangtuaku belum memberi restu karena dia, si kekasih hatiku itu, belum mapan. Sudah. Itu saja.

Bagiku, wajar jika kemapanan menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi beliau beliau. Wajar. Orangtua mana sih yang nggak ingin masa depan si anak bahagia seutuhnya? Nggak ada kan ?.

Di satu sisi, aku sangat menjunjung tinggi 'keelokan pribadi, kecakapan ilmu pengetahuan, saling mengenal saling menerima dan punya banyak stok cinta  untukku' yang ada pada pada kekasih hatiku. Namun di sisi lain, aku juga memikirkan kemapanan dan restu orangtua.

So aku pun....
DILEMA.

Jika aku memilih kekasih hati untuk menjadi suami, maka aku akan terbentur dengan kemapanan dan restu orangtua. Kalau soal mapan, tidak terlalu masalah. Tapi bagaimana dengan restu orangtua ? Ridho ortu = Ridho Allah. Kalau melanggar restu orangtua, bisa jadi kami akan terbentur dengan ini atau itu.

Kemudian, jika aku memilih laki-laki yang disukai orangtua, maka bisa jadi aku terbentur dengan...entahlah..karena aku belum betul-betul mengenalnya.

Sama-sama menimbulkan benturan. Sama-sama..hhhhhh...
Asli. Dilema banget waktu itu.

Tak sanggup menopang dilema sendirian, aku memutuskan untuk mengatakan semua yang aku rasakan kepada kekasih hatiku.

Semula, aku pikir, mungkin ia akan marah, tak terima bahkan memutuskan hubungan, karena dengan lancangnya aku sudah membandingkan hubungan kami yang terjalin bertahun-tahun dengan hubunganku dengan seseorang yang baru berjalan 1 bulan. Tapi, ternyata, ia...

Tidak demikian. Ia malah memberikan jawaban seperti ini :
"Mas nggak akan nyerah".

Jawaban yang bikin aku klepek-klepek. Jawaban yang bikin aku berhenti...berhenti untuk dilema. Lalu mengganti rasa dilema dengan semangat berjuang mendapatkan restu orangtua.
#SingsingkanLenganBaju.

Alhmdulillh, setahun kemudian, restu orangtua berhasil kami dapatkan. Dan tentu saja, restu tersebut mengantarkan kami untuk memenuhi separuh iman kami, alias menikah.

Ehem

Jadi seperti itulah, #CeritaDelima aku yang terjadi saat aku masih gadis dulu. Semoga bermanfaat ya. Terutama bagi kalian yang tengah dilema dikarenakan bingung memilih antara dia atau dia. :)

***

Lomba Blog “DILEMA”

Comments

  1. Awal baca sudah langsung ngakak..atas kresek mana atas kresek...Hahaha....

    Yaelah, ternyata kita ini sama yaa mak Ken. Sama2 tomboi, ga suka dandan dan apa adanya. Semoga hoki menulisnya juga sama yaaak....*ngimpi kalee nulis aja masih males-malesan. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tas kresek kok typo atas ya...Hahaha...

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. aku ngakak bagian kembang pasir mba wkkwkwk #salfok jdi inget kucingku dirumah :p
    Btw i feel u Mak Ken aku pun pernah dilema begitu alhamdulillah bkn materi yang jadi tolok ukur bagiku pribadi tapi kenyamanan *eaaa yo semua kita nyanyi bareng kesempurnaan cinta Rizky* :D

    ReplyDelete
  3. apa aja tuh mak 10 poinnya, jadi penasaran..keren loh ada ceklisnya, makanya jadi rebutan deh hihi

    ReplyDelete
  4. Alamak.. bener bakal dilema banget ya kalau sudah urusan restu orang tua.. Dududu..

    ReplyDelete
  5. Pelajaran penting bagi laki-laki: pokoknya aku tidak akan menyerah :)

    ReplyDelete
  6. Dilema parah ya kalau yang namanya urusan restu. Aku dulu kebentur restu juga mbak..tapi kahirnya turun juga setelah 11 thn dating dengan orang yang sama :)

    ReplyDelete
  7. Serius Mbak, dulu mau dijodohin? ._.

    Aku gak kebayang soalnya. Kalok aku di posisi Mbak, mungkin uda aku bikin ilfeel abis abisan tuh cowok! Bwekekekkk :p

    ReplyDelete
  8. Dilema oh dilema. Kayak aku sekarang, dilema mau pulang ngoyos atau menetap di sekolah sampai hujan reda. *derita anak kos

    ReplyDelete
  9. Kalo temen kantorku orangtuanya kekeuh jodohin dia, tapi alhamdulillahnya sekarang dia bahagia sama suami pilihan orangtuanya itu mbak, hehehe

    Salam,
    Asya

    ReplyDelete

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Popular posts from this blog

Cara Menghaluskan Daging Tanpa Mesin

Idul Adha. Daging dimana-mana. Bingung mau dimasak apa. Akhirnya dibikin bakso saja.
Yup, meluncurlah kami, daku dan suami, ke pasar, bukan hendaak berkeliling keliling pasar, tp hendak menggiling daging kurban jadi adonan. Di rumah, tinggal dibentuk bulat bulat plus bikin kuaahnya saja.

Tiba di tempat giling daging. Beugghhh. Harum semerbak nan memblenek. Yah namanya jg tempat penggilingan daging. Jadi ya gitu ituh.

Kami memilih tempat yang sudah direkomendasikan tukang bakso langganan kami. Di tempat itu, kita bisa request mau adonan yg begini atau yg begitu. Kami sih memilih yg begini aja. Kan buat dikonsumsi keluarga.

Kami harus mengantri, karena banyak yg seperti kami. Bingung mau dimasak apa lagi tuh daging sapi.
Masa menunggu, membuat daku bergumam: "koq gitu?".
Kenapa ?.
Kebersihan tempat bisa dikatakan lumayan lah daripada sebelah2nya. Yg bikin perasaan jadi gimanaaa gitu, karenaaaaaa. Yg handle adonan itu lohhh, laki laki berkaos singlet. Kalau ada yg netes dari ce…

4 Merek Panci Presto Terbaik

Satu atau dua hari sebelum lebaran biasanya para ibu rumah tangga, seperti kita-kita nih, sudah mulai mempersiapkan beraneka macam hidangan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat donk ya. Nah untuk menghasilkan opor ayam yang empuk, kita pasti membutuhkan yang namanya panci pressure cooker (presto). Dengan menggunakan panci presto ketika merebus ayam, daging akan cepat matang dan empuk dalam waktu yang singkat. Selain itu penggunaan gas juga akan lebih hemat dan makanan akan menjadi lebih sehat karena gizi yang terkandung dalam ayam akan tetap terjaga. Berikut adalah daftar empat merek panci presto terbaik yang bisa kita dapatkan di online shop banyak diskon MatahariMall.
1. Airlux Panci Presto PC7216 Panci presto berkapasitas 16 liter ini bisa memasak makanan 3-10 kali lebih cepat daripada panci yang biasa kita gunakan. Panci ini dilengkapi dengan safety valve dan safety cover lock yakni lubang pembuangan uap atau udara yang berfungsi sebagai pengaman pada saat panci presto diguna…

20 Foto Kreatif Bayi di Atas Kasur! Nomor 18 Greget!

Hai hai sobat Finspi.
Kasur merupakan salah satu tempat ternyaman bagi seorang bayi. Karena nih seperti kita tahu, seorang bayi dapat menghabiskan waktu 18 jam hanya untuk tidur. Terlepas dari hal itu, kasur merupakan tempat paling empuk dan nyaman untuk digunakan bermain oleh siapa saja. Termasuk kita-kita nih. Iya kan ?.
Dulu, waktu kecil, pasti kalian sering bermain di kasur bukan ? Tos dulu kita, sama. Hahayyy. Aku juga dulu suka bermain di kasur. Bermain sama Adek. Mulai dari bermain lempar guling, saling menggelitik, atau bermain petak umpet di balik selimut. Tidak hanya seru, tapi juga nyaman. Secara nih, mainnya di kasur. Jadi kan empuk gitu.  
Nah, kali ini Finspi Asia membahas hal-hal keren yang berhubungan dengan bayi dan kasur. Hal tersebut dimulai saat sang orang tua memanipulasi gaya tidur si anak di kasur. Meski hanya di atas kasur dan bermodalkan alat-alat seadanya, namun karya ini SANGAT LUAR BIASAlho!.

Bagaimana tidak, karya-karya di bawah ini sangat menakjubkan dan ten…