Skip to main content
#MemesonaItu

Katakan 'TIDAK' Pada Narkoba

Aku tersentak dengan kabar yang disampaikan oleh bapak mertuaku. Bahwa penjual kopi, yang lokasi warung kopinya tak jauh dari rumah mertua, baru saja digrebek oleh polisi. 

Waktu itu, hal yang pertama aku pikirkan saat mendengar kabar itu adalah koq bisa-bisanya narkoba sampai di desa, tempat tinggal mertuaku. Sebuah desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Dan desa yang tak ada gaya hidup hedonisme di dalamnya. Lalu koq bisa-bisanya narkoba sampai di sini ? Apa yang membuat pengedar 'tertarik' ? Jangan-jangan, saat ini, desa masuk dalam target pengedar narkoba ? Jangan sampek deh. Jangan. Nau'dzubillah. Tapi memang sepertinya begitu. Di berita narkoba terbaru Okezone yang aku baca, memang peredaran narkoba sudah sampai di kota-kota kecil. Duuhhh. 

Jujur, sebagai seorang istri juga ibu, aku khawatir dengan berita tersebut. Khawatir banget. Secara berita tersebut menandakan bahwa di sini, di kota santri ini, sudah ada yang namanya narkoba. Sudah ada yang mengedarkannya. Berarti sudah ada yang mengkonsumsinya. Entah dari lingkungan sosial yang mana. Pokoknya mah harus aware. Tau sendiri kan, kalau peredaran narkoba itu cepet banget dan nggak tanggung-tanggung, juga nggak pandang bulu. Siapa saja, pejabat atau rakyat, kaya atau miskin, tua maupun muda, masuk dalam list sasaran penjualan narkoba.

Mungkin bagi para penggunanya, narkoba bukan hal yang membahayakan. Narkoba malah menawarkan kebahagiaan. Tapi mungkin, para pengguna narkoba tidak tahu atau tahu namun tidak peduli, bahwa dibalik kebahagiaan yang ditawarkan ada formula pencabut nyawa yang akan beraksi sewaktu-waktu.

Namun bagi ku, bahkan bagi negeri ini, narkoba dianggap sebagai musuh bersama yang harus segera diberantas. Jangan sampai deh narkoba melenggang santai di negeri ini. Terutama menguasai para pemuda negeri ini. Karena jika hal tersebut terjadi, maka negeri ini berpeluang menuju jurang yang dalam. Bukannya malah maju. Tapi malah jatuh terpuruk.

Maka dari itu, aku sangat mengapresiasi kerja keras BNN juga pihak kepolisan, dalam membasmi pengedar dan memusnahkan narkoba. Sepak terjang BNN dan kepolisian yang selama ini aku ikuti lewat membaca berita narkoba terbaru Okezone tak diragukan lagi. Super duper dan top markotop.

Satu harap dan doaku. Semoga peredaran narkoba di negeri ini segera bisa dihentikan. Amin Ya Robbal'alamin.

Sumber gambar : Okezone

Comments

  1. DI daerah dekat kosan saya, daerah Makassar penjualan narkoba sangat marak dan terang2an, sudah diketahui masyarakat tapi jrang ditindaklanjuti..

    Salam kenal ya mbak, kunjungan perdana nih

    ReplyDelete
  2. Salam kenal mbak. Disini juga banyak yang make mbak..semua kalangan ...bener2 masalah besar..

    ReplyDelete
  3. Dalam urusan ini kita harus tegas ya, Mbak. Semoga seluruh keluarga dilindungi oleh Allah Swt. dari Narkoba ini.

    ReplyDelete
  4. Di kampung saya aja sudah ada panti rehabilitasi narkoba dampingan BNN, Mbak. Itu tandanya kita memang harus waspada karena narkoba sudah sampai ke desa2.

    Pernah jadi bagian blogger sepuluh ribu halaman nya BNN, saat itu pengetahuan saya terkait narkoba bertambah. Dan jadi tahu, anak kecil/sekolah itu sasaran utama para bandar.

    Hati2dan waspada ya... Salam dari Cianjur

    ReplyDelete
  5. Sedih kalau ada yang kena narkoba, susah ilangnya kan ya :( Semoga Allah menjaga keluarga kita dari hal2 demikian.

    ReplyDelete

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Popular posts from this blog

Cara Menghaluskan Daging Tanpa Mesin

Idul Adha. Daging dimana-mana. Bingung mau dimasak apa. Akhirnya dibikin bakso saja.
Yup, meluncurlah kami, daku dan suami, ke pasar, bukan hendaak berkeliling keliling pasar, tp hendak menggiling daging kurban jadi adonan. Di rumah, tinggal dibentuk bulat bulat plus bikin kuaahnya saja.

Tiba di tempat giling daging. Beugghhh. Harum semerbak nan memblenek. Yah namanya jg tempat penggilingan daging. Jadi ya gitu ituh.

Kami memilih tempat yang sudah direkomendasikan tukang bakso langganan kami. Di tempat itu, kita bisa request mau adonan yg begini atau yg begitu. Kami sih memilih yg begini aja. Kan buat dikonsumsi keluarga.

Kami harus mengantri, karena banyak yg seperti kami. Bingung mau dimasak apa lagi tuh daging sapi.
Masa menunggu, membuat daku bergumam: "koq gitu?".
Kenapa ?.
Kebersihan tempat bisa dikatakan lumayan lah daripada sebelah2nya. Yg bikin perasaan jadi gimanaaa gitu, karenaaaaaa. Yg handle adonan itu lohhh, laki laki berkaos singlet. Kalau ada yg netes dari ce…

4 Merek Panci Presto Terbaik

Satu atau dua hari sebelum lebaran biasanya para ibu rumah tangga, seperti kita-kita nih, sudah mulai mempersiapkan beraneka macam hidangan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat donk ya. Nah untuk menghasilkan opor ayam yang empuk, kita pasti membutuhkan yang namanya panci pressure cooker (presto). Dengan menggunakan panci presto ketika merebus ayam, daging akan cepat matang dan empuk dalam waktu yang singkat. Selain itu penggunaan gas juga akan lebih hemat dan makanan akan menjadi lebih sehat karena gizi yang terkandung dalam ayam akan tetap terjaga. Berikut adalah daftar empat merek panci presto terbaik yang bisa kita dapatkan di online shop banyak diskon MatahariMall.
1. Airlux Panci Presto PC7216 Panci presto berkapasitas 16 liter ini bisa memasak makanan 3-10 kali lebih cepat daripada panci yang biasa kita gunakan. Panci ini dilengkapi dengan safety valve dan safety cover lock yakni lubang pembuangan uap atau udara yang berfungsi sebagai pengaman pada saat panci presto diguna…

Aneka Pilihan Atasan untuk Celana Kulot.

Siapa di sini yang lebih suka memakai celana daripada rok ?, hayooo ngakuuuu *sambil ngacung paling tinggi. Yup, aku begitu. Lebih suka memakai celana daripada rok. Membuat aku lebih mudah bergerak. Entah itu naik motor, memanjat pohon mangga, atau berlari saat dikejar-kejar Aliando, Varel, Rasya dan Al Ghozali *lalu dinyonyorin fans mereka.
Memang, sejak SD hingga SMA, aku sudah terbiasa memakai rok. Namun sepertinya saat-saat itu aku sering mendzalimi rok-rok sekolahku. Robek sana sini cyin. Bagian depan maupun belakang juga bagian kanan dan kiri. Robek. Entah karena jahitan roknya yang kurang rapi nan kuat atau karena langkah kakiku yang beringas. Entahlah.
Begitu lulus SMA, aku benar-benar menyimpan rok-rok ku. Jadi saat kuliah aku jarang memakai bawahan rok. Lebih sering memakai celana jeans, celana aladin, dan celana kulot. Hal yang demikian tersebut berlangsung sampai sekarang, saat aku sudah menjadi seorang ibu yang imut dan lucu juga gemesin *huwek. Ditambah lagi dengan akti…