Katakan 'TIDAK' Pada Narkoba

Aku tersentak dengan kabar yang disampaikan oleh bapak mertuaku. Bahwa penjual kopi, yang lokasi warung kopinya tak jauh dari rumah mertua, baru saja digrebek oleh polisi. 

Waktu itu, hal yang pertama aku pikirkan saat mendengar kabar itu adalah koq bisa-bisanya narkoba sampai di desa, tempat tinggal mertuaku. Sebuah desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Dan desa yang tak ada gaya hidup hedonisme di dalamnya. Lalu koq bisa-bisanya narkoba sampai di sini ? Apa yang membuat pengedar 'tertarik' ? Jangan-jangan, saat ini, desa masuk dalam target pengedar narkoba ? Jangan sampek deh. Jangan. Nau'dzubillah. Tapi memang sepertinya begitu. Di berita narkoba terbaru Okezone yang aku baca, memang peredaran narkoba sudah sampai di kota-kota kecil. Duuhhh. 

Jujur, sebagai seorang istri juga ibu, aku khawatir dengan berita tersebut. Khawatir banget. Secara berita tersebut menandakan bahwa di sini, di kota santri ini, sudah ada yang namanya narkoba. Sudah ada yang mengedarkannya. Berarti sudah ada yang mengkonsumsinya. Entah dari lingkungan sosial yang mana. Pokoknya mah harus aware. Tau sendiri kan, kalau peredaran narkoba itu cepet banget dan nggak tanggung-tanggung, juga nggak pandang bulu. Siapa saja, pejabat atau rakyat, kaya atau miskin, tua maupun muda, masuk dalam list sasaran penjualan narkoba.

Mungkin bagi para penggunanya, narkoba bukan hal yang membahayakan. Narkoba malah menawarkan kebahagiaan. Tapi mungkin, para pengguna narkoba tidak tahu atau tahu namun tidak peduli, bahwa dibalik kebahagiaan yang ditawarkan ada formula pencabut nyawa yang akan beraksi sewaktu-waktu.

Namun bagi ku, bahkan bagi negeri ini, narkoba dianggap sebagai musuh bersama yang harus segera diberantas. Jangan sampai deh narkoba melenggang santai di negeri ini. Terutama menguasai para pemuda negeri ini. Karena jika hal tersebut terjadi, maka negeri ini berpeluang menuju jurang yang dalam. Bukannya malah maju. Tapi malah jatuh terpuruk.

Maka dari itu, aku sangat mengapresiasi kerja keras BNN juga pihak kepolisan, dalam membasmi pengedar dan memusnahkan narkoba. Sepak terjang BNN dan kepolisian yang selama ini aku ikuti lewat membaca berita narkoba terbaru Okezone tak diragukan lagi. Super duper dan top markotop.

Satu harap dan doaku. Semoga peredaran narkoba di negeri ini segera bisa dihentikan. Amin Ya Robbal'alamin.

Sumber gambar : Okezone

5 comments:

  1. DI daerah dekat kosan saya, daerah Makassar penjualan narkoba sangat marak dan terang2an, sudah diketahui masyarakat tapi jrang ditindaklanjuti..

    Salam kenal ya mbak, kunjungan perdana nih

    ReplyDelete
  2. Salam kenal mbak. Disini juga banyak yang make mbak..semua kalangan ...bener2 masalah besar..

    ReplyDelete
  3. Dalam urusan ini kita harus tegas ya, Mbak. Semoga seluruh keluarga dilindungi oleh Allah Swt. dari Narkoba ini.

    ReplyDelete
  4. Di kampung saya aja sudah ada panti rehabilitasi narkoba dampingan BNN, Mbak. Itu tandanya kita memang harus waspada karena narkoba sudah sampai ke desa2.

    Pernah jadi bagian blogger sepuluh ribu halaman nya BNN, saat itu pengetahuan saya terkait narkoba bertambah. Dan jadi tahu, anak kecil/sekolah itu sasaran utama para bandar.

    Hati2dan waspada ya... Salam dari Cianjur

    ReplyDelete
  5. Sedih kalau ada yang kena narkoba, susah ilangnya kan ya :( Semoga Allah menjaga keluarga kita dari hal2 demikian.

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Pengalaman Pertama Bikin Donat Rasa Endolita Tekstur Sinyorita

Jadi, sejak Ken sekolah, aku mulai rajin lagi belajar masak. Tapi kali ini, yang aku pelajari, khusus bikin cemilan, jajanan buat bekal s...