Aneka Masakan Menu Tradisional dan Kiat Memasaknya Agar Cepat Matang

Masyarakat Indonesia tentu tidak akan pernah kehabisan ide untuk menyajikan menu terbaik di rumah sebab aneka masakan khas siap dieksekusi sendiri. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki beragam kuliner khas sehingga bisa dijadikan sumber inspirasi dalam menyajikan menu di rumah.

Menyajikan menu istimewa tidak melulu menghadirkan menu dari bahan mahal, sebut saja seperti daging merah, seafood, dan lain sebagainya. Bahan murah dan seadanya jika diolah dengan benar akan menjadi masakan enak. Menu tradisional dari berbagai daerah di tanah air memang dikenal termasuk menu yang membuat siapa saja kerepotan di dapur.

Alasannya adalah: 
Pemakaian rempah yang cukup banyak dan ketika diracik pun tidak bisa sembarangan supaya enak.
Pemakaian daging yang butuh waktu lama untuk dijadikan empuk.
Kerap memakai santan sehingga ribet memarut kelapa dan mengambil santannya. Dan lain sebagainya.


Bagi siapa saja yang belum terbiasa mengolah menu-menu tradisional dijamin akan kelabakan, terlebih jika minim persiapan. Maka idealnya sebelum mengeksekusi salah satu menu tradisional untuk disantap keluarga sendiri usahakan sudah menyusun aneka persiapan. Ketika sudah paham bagaimana trik mengolah menu tradisional di dapur otomatis waktu memasak pun akan menjadi lebih singkat. Sisa waktu yang dimiliki bisa dipakai bebersih dapur atau istirahat sejenak sebelum tiba jam bersantap bersama keluarga.

Trik Agar Memasak Menu Tradisional Semakin Singkat.
Banyaknya langkah dalam mengolah satu diantara aneka masakan tradisional bisa membuat waktu berkutat di dapur sangat panjang. Maka jadikan lebih singkat dengan beberapa trik di bawah ini :

1.Jika memakai daging gunakan panci presto.
Daging merah seperti kambing ataupun sapi tentu memerlukan proses memasak yang lama, selain itu juga ada daging ayam kampung. Supaya tidak boros gas dan waktu di dapur lebih singkat gunakan panci presto. Panci satu ini dirancang memaksimalkan proses memasak makanan agar masak sempurna dan merata sehingga bisa dijadikan solusi.


2.Sediakan bumbu basah sendiri di kulkas.
Ada kalanya ketika memiliki waktu luang biasakan untuk dipakai membuat bumbu basah, paling tidak mencampur antara bawang merah, bawang putih, ditambah ketumbar ataupun kemiri. Keempat rempah ini kerap dipergunakan saat mengolah daging dan menjadi rempah khas untuk hampir semua masakan tradisional. Supaya cepat haluskan dengan blender memakai minyak bukan air, saat dibutuhkan tidak perlu lagi meracik bumbu tinggal ambil di kulkas.


3.Siapkan semua bahan di malam sebelumnya.
Menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan juga efektif mempersingkat waktu memasak di dapur untuk pembuatan menu tradisional. Akan tetapi pastikan memilih bahan berkualitas sebab bisa jadi supaya bisa disiapkan malam sebelum esok pagi diolah maka bahan tersebut dibeli sehari sebelum diolah. Anda bisa mulai mengiris daging yang akan digunakan, melaminasi daging ataupun ikan dengan bumbu selama semalam penuh, dan memotong aneka sayur sebagai bahan pelengkap, Besok paginya tinggal dimasak dan dijamin waktunya lebih pendek.


4.Merebus daging bisa dilakukan malam sebelumnya.
Sebelum mengolah menu tradisional yang cenderung ribet, maka pastikan sudah merebus daging yang akan diolah di malam sebelumnya. Mengingat proses merebusnya lama maka kita bisa meninggalkan daging di panci rebusan untuk aktifitas lain. Namun jangan sampai terlupa, sehingga besok paginya daging sudah agak lunak dan cepat masak. Gunakan daging berkualitas, belanja online bisa dijadikan pilihan untuk diantarkan dengan ojek online sehingga memasak aneka masakan tradisional lebih praktis.

7 Alat Masak Produk Home dan Living Bisa Membuat Masakan Ibu Seperti Masterchef

Mamis,

Aku mau membuat sebuah pengakuan nih.
Bahwa sebenarnya Aku itu tidak pandai memasak. Hiks.

Mamis, pernah masak ceker ayam nggak ? Bagian kuku cekernya Mamis hilangkan tho ? Nah aku nggak loh, Mamis. Aku nggak tahu dan nggak peka juga sih bahwa seharusnya kuku ceker harus dihilangkan. Bukan malah dibiarin utuh. Parah kan ?.

Trus, Mamis pernah bikin sayur dan lupa naruh garam ? Nah aku pernah begitu. Sering. Selain itu, aku juga hampir nggak pernah bikin masakan yang mengandalkan rempah-rempah. Karena pasti rasanya bukan malah enak. Tapi berasa jamu. Haiyaaahhhh.

Maka dari itu, aku berusaha banget biar bisa masak. Aku juga rajin memperkaya pengetahuan aku tentang mengolah bahan yang mau dimasak. Biar kejadian kuku ceker yang masih utuh itu tak terulang lagi.

Beberapa usaha yang aku lakukan adalah mengumpulkan resep masakan. Baik dari google, blogpost teman-teman blogger atau timeline fb. Yaaaaa....meskipun ujungnya hanya begini, simpan dulu lalu entah kapan praktiknya. Bhahaha.

Usahaku yang lain yakni nonton acara Masterchef, terutama Masterchef Australia. Aku suka dengan kompetisi masak yang satu ini. Mereka nggak pelit ilmu. Rajin banget ngasih tips dan trik memasak sesuatu. Lumayanlah yah, aku bisa dapat ilmu masak gratis. Yihaaaa.

Trus dipraktekin nggak ?
Pertanyaan yang sama juga diajukan oleh bapak bocah. 
Wkwkwkwk.
Dan jawabanku adalah...............
Iyalah. Tidak banyak sih. Cuma sakndulit.


Aku pernah praktik membuat es krim pakai trik dari Matt (salah satu juri di Masterchef). Aku juga pernah mengikuti cara Jess, peserta Masterchef, soal bagaimana membuat adonan untuk gorengan jadi crispy dan tidak terlalu berminyak. Dan aku juga pernah mencoba membuat serpihan daun kering yang juga terinspirasi dari peserta Masterchef. Dah guaya men deh pokoknya yak. Hahay.

Soal rasa, itu urusan sekian. Kalau nggak enak, aku makan sendiri. Kalau enak baru aku bagi ke suami dan si kecil.

Kadang, pengen gitu, bisa membuat makanan seperti Masterchef. Sehat, dan (sepertinya) enak. Tapi susah mah. Soalnya aku tidak punya alat masak yang sering dipakai di Masterchef. Kalau punya, mungkin aku bisa membuat masakan seperti Masterchef. Ya kan yakan ?.

Emang ngaruh ya alat masak sama masakan ?

Bagi aku sih, berpengaruh lah yah.  Contohnya nih, kue yang dibuat menggunakan mixer tentu berbeda dengan kue yang hanya dikocok pakai tangan. Trus, daging yang dimasak dengan presto jauh lebih enak dan empuk daripada daging yang dimasak dengan wajan biasa. Bener kan ? Iyup.

Lalu apa saja alat masak yang membuat masakan ibu atau kita sendiri seperti masakan Masterchef ?.

Ada 7 alat masak produk home dan living bisa membuat masakan ibu seperti Masterchef :
  
Pisau dapur
Sumber gambar : mataharimall

Di Masterchef, pisau memegang peran penting. Hasil irisan pisau menjadi bahan penilaian juri. Seperti bagaimana memfillet ikan, memotong daging, dan lain sebagainya.


Wajan anti lengket
Sumber gambar : matahari mall

Ini biasanya dipakai untuk membuat saus atau membuat tekstur pada daging. Setelah itu baru deh dimasukin oven.


Alat Penggiling Daging atau alat penggiling serbaguna
Sumber gambar : mataharimall

Alat ini juga ada di Masterchef. Dipakai untuk menghaluskan daging lalu dibuat menjadi meatball atau sosis.


Sering juga dipakai untuk menghaluskan bumbu. Dah, kalau ada ini mah, masak jadi lebih cepet yak. Secara ngulek kan lama, apalagi dengan kekuatan tangan lemah gemulai seperti aku ini. Halusnya lama. Ahay.

Ini alat masak yang paling dibutuhkan. Terutama saat idul adha tiba. Apalagi kalau bukan untuk menghaluskan daging lalu dibuat menjadi bakso.

Panci Presto
Sumber gambar : mataharimall

Kalau di sini, presto dipakai untuk menanak nasi dan membuat daging empuk. Sedangkan di Masterchef ini juga dipakai untuk membuat kaldu.


Oven
Sumber gambar : mataharimall

Sebelum nonton Masterchef, aku pikir oven hanya bisa dipakai untuk membuat kue kue loh. Katrok banget yoooo. Wkwkkwwk.  

Tapi ternyata di Masterchef malah digunakan untuk segala hal. Mulai dari membuat kue, memasak daging, membuat keripik dari kulit dan dari dedaunan, buah buahan, dan lain sebagainya. Cucok yes.

Alat pembuat es krim (Ice Cream Maker)
Sumber gambar : mataharimall

Alat ini bisa menghasilkan es krim dengan cepat banget. Cukup memasukkan adonan es krim ke alat tersebut trus tinggal tunggu puluhan menit. Selesai. Kualitas es krim tak kalah kece dari produsen es krim terkenal.


Freezer
Kalau aku biasanya memanfaatkan freezer untuk jualan es batu. Sementara di Masterchef ini dipakai untuk membuat granita, puding, dan sebagainya. Jomplang banget yak. Jauuuuhh. Wkwkwkwk.


Itulah beberapa alat masak yang dipakai oleh para peserta di Masterchef Australia. Dan dari 7 alat masak itu, aku baru punya............ 
Dua. 
Pisau sama wajan anti lengket. Wahahaha.


Tapi tapi....sekarang aku tengah giat nabung koq, Mamis. Demi apa coba ? Ya demi bisa membeli alat masak produk home dan living yang bisa membuat masakan ibu seperti Masterchef. Masakan aku bisa jadi lebih cucoklah yah.

Kalau Mamis, sudah punya alat masak apa aja nih ? Trus dari sekian alat masak produk home dan living itu, menurut Mamis, enaknya aku beli yang mana dulu nih selain pisau sama wajan anti lengket tentunya ? Bantuin aku mutusin ya, Mamis. Matur nuwuuunnnnn.

Cara Membuat Papan Tulis Putih (Whiteboard) dari Barang Bekas

Mamis,

Sebagai ibu, kadang kita dituntut untuk mampu melakukan kreasi ini itu, bereksperimen tentang ini atau itu, atau membuat terobosan begini atau begitu. Demi memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Nah, alhamdulillahnya nih, kita bisa menjalani tuntutan tersebut dengan baik. Lebih banyak berhasilnya daripada gagalnya kan Mamis ? Iyup.

Kreasi, eksperimen atau terobosan yang kita buat pun terkadang hasil dari pikiran kita sendiri, atau kadang juga berasal dari googling atau nonton youtube. Tanpa perlu kursus terlebih dahulu. Eee tau-taunya bisa aja mah.

Mungkin ini adalah salah satu anugerah yang Allah kasi buat kita. Dan harus kita gunakan sebaik mungkin. Terutama pada saat hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Seperti apa yang terjadi di keluarga kecil aku nih Mamis yang tengah dikunjungi cobaan bernama ekonomi.

Dah, siapa sangka hal ini bakal terjadi cepet banget kan Mamis. Secara nih, waktu awal nikah, aku sama suami tidak menemui kesulitan yang berarti soal ekonomi. Tanpa tanda-tanda, eee tau-tau di tahun kedua pernikahan, Allah ngasih kejutan ke kami. Jadi yaaaa, kudu diterima dan dijalani.

Nah, sejak saat itu, aku pun mulai terpacu untuk melakukan sesuatu atau membuat kreasi yang dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. Salah satunya memanfaatkan aneka barang bekas yang ada di rumah.

Lama kelamaan, ini menjadi kebiasaanku, dan sepertinya mulai mendarah daging. *haiyaaahh. Ketemu kardus bekas, botol air mineral bekas, dan barang bekas lainnya, berasa lihat emas berlian. Seneng banget dah pokoknya. Jadi kalau ada barang bekas apa gitu, ide bebikinan langsung muncul begitu saja.

Salah satunya ini nih, membuat papan tulis putih atau whiteboard buat si kecil. Padahal di rumah sudah ada papan tulis loh. Tapi entah kenapa tetep aja aku pengen membuat papan tulis putih dari barang bekas.

Bahannya mudah banget. Ada di sekitar kita. Seperti kardus bekas, double tip, kertas bekas, dan isolasi bening.

Cara membuat papan tulis putih ini juga pun amat sangat mudah. Mamis cuma perlu melumuri *halah, membalut kertas bekas dengan isolasi bening.

Pada saat membalut isolasi pada kertas bekas. Perhatian difokuskan pada bagian belakang kertas bekas. Yang masih berwarna putih los polos itu Mamis. Balut yang rapi. Usahakan jangan sampai ada yang gerunjal-gerunjal alias nggak rata. Setelah itu, tempelkan deh ke kardus bekas. Sudah deh. Jadi deh.

Cara menggunakannya sama seperti papan tulis beneran. Nulisnya pakai spidol boardmarker dan bisa dihapus juga.

Nah berikut penampakan papan tulis putih dari barang bekas.





Jangan Belajar Parenting

Jangan Belajar Parenting Kalau.... ~ Patut disyukuri bahwa sekarang kita hidup di zaman canggih seperti ini. Dimana informasi pun dapat begitu mudah kita dapatkan. Tinggal klak klik klak klik lalu JEBRET.

Parenting adalah satu informasi yang amat cepat bisa kita dapatkan. Iyup, ada begitu banyak artikel yang membahas tentang ini. Mulai dari artikel parenting yang dimulai sejak si kecil masih dalam kandungan hingga usia remaja.  Buanyak. Dan begitu beragam. Mengingat pakar parenting pun membludak.

Berbanding lurus. Kemudahan mendapatkan informasi parenting membuat sebagian orang juga mudah untuk mengiyakan bahkan ada juga yang langsung mempraktekkannya. Tanpa menimbang-nimbang terlebih dahulu. Apakah parenting dengan cara seperti ini cocok dipraktekkan untuk buah hati yang memiliki karakter seperti ini ? Dengan kondisi seperti ini, apakah bisa mengikuti parenting yang begini ? Dan sebagainya.

Penting untuk menyaring ilmu parenting yang diperoleh dengan mudah nan instan tersebut. Sebab bahasan-bahasan tulisan parenting tersebut cenderung bersifat umu,. Tidak mendetail. Tidak ada petunjuk jelas tentang kapan cara parenting yang itu bisa diterapkan kepada si kecil. Karakter anak yang seperti apa yang bisa dididik dengan cara parenting seperti ini dan sebagainya.

Mempraktekkan ilmu parenting jangan asal coba-coba, dirasa-rasa. Karena, ini tidak sama dengan mempraktekan resep masakan, yang bisa dicoba-coba, dirasa-rasa. Jika ada rasa yang tak nyaman di lidah tinggal ditambah bumbu ini atau itu. Sudah. Rasa pun akan berubah. Tidak sama. Membangun karakter anak itu tidak mudah, dan berlaku juga sebaliknya. Untuk mengubahnya juga tidak gampang. Maka jangan sampai kita salah membangun karakter anak kita hanya karena asal mencoba coba ilmu parenting yang kita baca dari google, medsos, atau mungkin dari blog ini. Yaaaakali aja ada yang baca soal parenting di blog ini. Hahayy.

Bukannya tidak boleh. Paling tidak bekali diri dengan pengetahuan tentang perkembangan anak juga. Baik itu perkembangan dalam segi kognitif, fisik, psikis anak. Kenali anak kita terlebih dahulu. Seperi apa karakter mereka, bagaimana gaya belajar mereka, apa kecerdasan dominan yang mereka miliki, dan apa yang perlu distimulus lagi. Ingat, setiap anak itu unik.

Dengan berbekal itu, maka kita bisa menyaring dengan baik mana ilmu parenting yang bisa kita praktekkan kepada buah hati kita. Dan dengan melakukan hal itu juga, alih-alih menerima penolakan dari buah hati, justru malah akan mempermudah kita saat mempraktekkannya. Tak lupa untuk selalu berharap, agar Allah menuntun kita dalam menjaga amanah yang DIA titipkan pada kita. Amin amin ya robbal'alamin.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...