Showing posts with label Pelajaran Berharga. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran Berharga. Show all posts

Ibu Rumah Tangga yang “Nyambi” Wirausaha


Mombeb, setelah menikah dan menjadi ibu rumah tangga, aku memilih untuk melanjutkan mimpi. Namun aku sadar mimpiku ini memang tidak mudah untuk diraih. Mengingat ada beberapa hal yang sudah menjadi prioritas aku dan suami, serta keterbatasan ekonomi. Oleh sebab itu aku pun memutuskan untuk berwirausaha, lebih spesifik jualan daster.


Kios daster termurah di Jembrana Bali


Namun untuk menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga sembari berwirausaha bukan hal yang mudah. Oleh sebab itu, aku pun membutuhkan sesuatu hal yang dapat membuatku bekerja lebih efisien. Alhamdulillahnya nih, ada bala bantuan yang membuatku melakukan dua hal itu dengan baik, insyaAllah. Bantuan tersebut dari keluarga, partner usaha, hingga jasa pengiriman juga.

Oya, untuk jasa pengiriman, aku punya rekomendasi buat kamu, Mombeb. Jasa pengiriman ini membantuku bekerja jadi lebih efisien. Dan insyaAllah, jasa pengiriman ini juga dapat membantu kamu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga atau bahkan bisnis yang tengah kamu lakoni. Karena ya aku menggunakan jasa pengiriman ini nggak hanya untuk berwirausaha, kadang juga aku gunakan saat ada promo diskon besar-besaran di e-commerce gitu. Misalnya diskon popok, susu formula, dan sebagainya. Nah jasa pengiriman yang membantuku bekerja lebih efisien ini sebagai seorang ibu rumah tangga yang nyambi jualan adalah J&T Cargo.




Nah, selain membantu pekerjaan ibu rumah tangga yang berwirausaha menjadi lebih efisien, ada beberapa alasan lain yang membuatku memilih jasa pengiriman J&T Cargo.

5 Alasan J&T Cargo Menjadi Ekspedisi Andalan Ibu Rumah Tangga yang Nyambi Wirausaha

1. Harga lebih efisien sampai 50% mulai dari 5 kg saja

Seperti yang aku tuliskan di atas bahwa mengirimkan produk jualan dalam jumlah yang banyak tidak efisien jika menggunakan express terutama dalam hal ongkos kirim.

Mari kita bandingkan. Dilihat dari informasi perkiraan ongkos kirim dari Surabaya ke Jembrana Bali menggunakan jasa ekspedisi biasa dengan berat paket 5 kg maka biaya yang dikenakan berkisar Rp. 120.000,. sampai Rp. 240.000,. Sementara itu, kalau aku cek perkiraan ongkos kirim di aplikasi J&T Cargo dari Surabaya ke Jembrana Bali dengan berat paket 5 kg juga maka dikenakan biaya sekitar Rp. 84.000,.

 


Nah dari dua data tersebut, coba deh kamu hitung berapa selisihnya?

Yup, selisih biaya ongkir menggunakan jasa ekspedisi biasa dengan J&T cargo yakni Rp. 36.000,. sampai Rp. 156.000,. Selisihnya lumayan banyak yak.

Nah jika kita melakukan pengiriman paket dg berat 5 kg dan dengan tujuan yang sama sebanyak 10 kali dalam sebulan, maka kita bisa berhemat minimal Rp. 360.000,. dan maksimal Rp. 1.560.000 dalam sebulan. Jadi dengan mengandalkan J&T cargo dalam hal kirim-kirim produk yang kita jual, maka kita bisa menghemat pengeluaran bahkan sampai 50% mulai dari 5 kg saja.

2. Jangkauan J&T Cargo 98% Area di Indonesia

Salah satu alasan aku memilih J&T cargo ini karena dekat dengan rumah. Tinggal mak wer sampai deh. Aku bersyukur soal ini karena tempat tinggalku ini bisa dibilang hanya kota kecil dan cukup jauh dari kota besar Denpasar.

Tapi menurut informasi dari detik.com kalau J&T cargo ini sudah luas jangkauannya. Awalnya hanya ada 300 area kan. Lalu seiring berjalannya waktu, areanya makin bertambah. Sekarang J&T cargo sudah ada di 3000 area dan ini akan terus bertambah.

3. Waktu Pengiriman Tepat sesuai Rencana

Waktu adalah hal yang berharga, termasuk dalam berbisnis. Meskipun bisnis yang kami tekuni ini bisa dibilang kecil-kecilan tapi kami benar-benar ingin memberikan pelayanan yang maksimal salah satunya soal ketepatan waktu. Saat aku berada di posisi pembeli, aku tentu menginginkan barang yang aku pesan tiba di tujuan. Kalau pesananku terlambat datang tentu membuatku jadi overthinking tak karuan. Oleh sebab itu agar pembeli tidak mengalami hal itu akupun memilih pakai J&T cargo saja. Soalnya apa? Waktu pengirimannya tu tepat sesuai jadwal sesuai rencana.

4. Layanan Gratis Jemput Paket

Nah J&T cargo juga menyediakan layanan gratis jemput paket, loh. Hal ini jadi salah satu alasan kuatku makin yakin menjadikan J&T cargo sebagai ekspedisi andalan. Karena layanan ini secara langsung membantu memberikan layanan terbaik ke para pembeli.

5. Layanan Ez Track yang Sudah Terintegrasi dengan API

Mombeb, sejak ada e-commerce, dinamika bisnis pun makin terasa asyik karena ada banyak kemudahan yang ditawarkan di sana. Namun kemudahan itu tidak akan berarti jika tidak didukung oleh ekspedisi.

Nah J&T cargo paham betul akan hal itu. Layanan khusus e-commerce pun sudah disediakan dengan baik. Nama layanannya yakni Ez track.

Ez Track merupakan layanan kargo khusus untuk para pecinta e-commerce yang memungkinkan mereka untuk melakukan pemesanan, melihat biaya kirim, dan memeriksa status pengiriman secara terintegrasi dengan sistem koneksi API. Layanan ini juga dilengkapi dengan customer service yang siap sedia membantu serta laporan pengiriman yang rutin setiap minggunya.

Jadi seperti itulah 5 Alasan J&T Cargo Menjadi Ekspedisi Andalan UMKM

yakni memberikan harga yang lebih efisien bahkan sampai 50%, memiliki jangkauan yang luas, ketepatan waktu pengiriman, layanan gratis jemput paket, dan layanan Ez track yang terintegrasi API.

Nah buat kamu, Mombeb, yang juga tengah menjalankan bisnis dan tengah mencari ekspedisi yang bisa diandalkan. Saran dari aku, coba deh jadikan J&T cargo sebagai ekspedisi andalan di bisnis kamu juga. Semoga ini bisa membawa bisnis kamu ke level selanjutnya aamiin

Sekian dulu ya blogpost kali ini yang membahas soal usaha kecil-kecilanku dan adikku serta jasa ekspedisi andalan J&T cargo. Sebelum pamit, tak lupa aku selalu mendo'akan kamu, Semoga sehat dan happy selalu ya, kamu, Mombeb.

See yaaaaa....



3 Cara Ibu Rumah Tangga Mencari Biaya Lanjut Kuliah S2

Dear, Mombeb.

 

Menjadi ibu rumah tangga tak lantas segala mimpi yang dipunya harus dilenyapkan begitu saja. Ibu rumah tangga tetap bisa memperjuangkan mimpi yang dimiliki. Jika tidak bisa berlari, maka berjalan pelan pun tak masalah, selama langkah tertuju pada mimpi yang sudah terangkai begitu indah.

Mombeb, sebelum memutuskan menikah muda, aku mengajukan satu syarat ke calon suami yakni diizinkan untuk kuliah lagi nanti. Trus calon suami aku jawab begini:

"Oke, tapi S2 nya setelah 2 atau 3 tahun kita nikah ya".

Uyeah, aku setuju. Setelah itu, kami pun melangsungkan pernikahan.

2 tahun pun berlalu. Tak ada pembicaraan mengenai lanjut kuliah. Dugaanku mungkin karena aku sudah berhenti kerja dan fokus jadi ibu rumah tangga makanya suami tidak menawarkan untuk lanjut kuliah lagi.

 

Namun, rupanya, dugaanku salah besar, Mombeb. Karena di tahun ketiga ini, tepatnya pas malam hari gitu, (trus hujan serta petir menyambar-nyambar) dan si kecil sudah tidur, tiba-tiba mak lampir muncul   suami tanya begini ke aku.

"Jadi kuliah S2?" tanya suami

"Kirain lupa ee ternyata masih ingat, Alhamdulillah. Jadi donk tapi Ken (anak kami) gimana?"

"Nanti aku yang handle"

"Yes" sorakku sembari senyum sumringah.

Sungguh, saat itu, aku seneeeenggg banget rasanya. Diizinin kuliah S2 aja, aku sudah seneng bukan kepalang, loh Mombeb. Soalnya aku ini kan ibu rumah tangga yang mungkin beberapa orang ada yang menganggap untuk apa sih ibu rumah tangga lanjut kuliah S2?

Eee ternyata nggak hanya diizinkan kuliah, melainkan juga suami berkenan mau bantu momong si kecil selama aku kuliah. Rejeki nomplok kan ini ya? Yup, bagiku ini rejeki luar biasa, Mombeb.

"Cuma ada yang perlu muma tahu dulu" lanjut suami lagi.

"Apa apa?" Tanyaku penasaran

"Kalau muma kuliah sekarang mungkin aku bisa ngasih biaya SPP saja, itupun nggak full, sekitar 50% atau 70% saja, gitu"

JEDIER JEDIER JEDIER

Seketika girangku memudar.

"Jadi tahun depan aja ya muma lanjut kuliah S2. Tahun ini kita ngumpulin biaya dulu, gimana? Sembari nyiapin berkas-berkas pendaftaran kuliah juga." Saran suami.

Aku mengiyakan saran tersebut untuk fokus cari biaya sebelum mulai kuliah di tahun depan. Berikut beberapa usaha yang aku lakukan demi bisa lanjut kuliah S2.

 

Cara Ibu Rumah Tangga Mencari Biaya Lanjut Kuliah S2

 

  • Jualan                    

Mombeb, sebelum aku memutuskan untuk kuliah S2, aku sudah jualan pulsa. Alhamdulillah hasil dari jualan pulsa bisalah buat nambah-nambah isi dompet, gitu.

Selain jualan pulsa, aku juga jualan es batu dan makanan ringan. Untuk makanan ringannya aku kulak an atau ambil grosiran di pasar. Trus aku bungkus kecil-kecil. Setelah itu baru deh aku titipin ke warung-warung. Alhamdulillah ada beberapa warung yang mau aku titipin.

Baca juga: Gapai Mimpi Kuliah S1 dengan Berwirausaha

Nah, Mombeb, pembeliku ini cuma warung-warung di sekitar rumah. Jadi ya hasilnya nggak wah gitu.

Jika ditotal, waktu itu, penghasilanku dari jualan ini itu minimal dapat 200 ribu per bulan. Maksimal dapat 400 ribu. Tapi dapet penghasilan maksimal ini jarang banget, Mombeb. Hasil jualan ini tentunya belum cukup untuk biaya kuliah S2.

  • Admin kantor

Di dekat rumah ada kantor sarikat buruh. Kebetulan waktu itu butuh admin dan untungnya lagi kerjanya cuma pas para buruh libur kerja yakni hari sabtu dan minggu serta tanggal merah. Alhamdulillah, hasil dari jadi admin kantor ini lumayan banget, Mombeb. Sebulan 300 ribu.

Kalau dihitung-hitung 2 usaha yang aku lakukan ini baru cukup untuk bayar SPP satu semester saja. Itu pun masih kurang sejuta an lagi. Trus gimana? Apa aku cari uang tambahan dari internet aja ya? Ya mumpung ada paket internet rumah yang sudah dipasang suami.

  • Mencari Uang Tambahan via Daring

Ada berbagai pilihan usaha untuk mendapatkan uang tambahan dari internet, mulai dari jualan online sampai jadi influencer atau bahkan selebgram, selebtweet, dan selebblog.

Nah di antara pilihan tersebut ada dua usaha yang aku lakukan. Dan usaha yang aku lakukan ini, menurutku cocok banget untuk ibu rumah tangga terutama yang punya kemampuan menulis.

Monetisasi Blog dan Media Sosial

Begitu aku berhenti kerja karena kandungan lemah, suami sengaja menyediakan paket internet. Katanya biar nggak bosan selama di rumah. Alhamdulillahnya nih suami pilih paket internet yang memiliki jaringan prima. Jadi aku bisa melakukan berbagai macam aktivitas daring yang aku suka dan bermanfaat. Mulai dari aktivitas nulis blog, nonton film hingga nonton drakor.

Mombeb, dulu, niatku ngeblog, awalnya memang buat cari penghasilan tambahan tapi bukan buat kuliah lagi. Melainkan buat belanja-belanja happy. Namun, berhubung aku tak kunjung mendapatkan cuan dari blog walhasil aku mengubah niatku ngeblog yakni buat menyalurkan hobi nulis saja. Ini berlangsung sampai aku memutuskan untuk lanjut kuliah. Setelah itu yaaa niat ngeblog aku ubah lagi yakni menyalurkan hobi nulis sembari mencari biaya untuk lanjut kuliah lagi. Sejak saat itu, aku rajin sekali ikut lomba-lomba. Sayangnya, aku sering sekali kalah di lomba-lomba tersebut.

Fakta ini membuatku tidak menjadikan blog sebagai salah satu pintu rejeki untuk biaya kuliah. Lalu gimana biaya kuliahku? Kalau penghasilanku perbulan 500 ribuan, berarti dalam setahun ini, aku belum bisa mengumpulkan uang minimal buat bayar SPP.

Hhhhh....Ya weslah, ya sudah kalau gitu. Aku lanjut kuliah lagi kalau sudah punya tabungan minimal buat bayar SPP. Jadi aku memilih untuk pasrah saja soal waktu kuliah. Entah bisa lanjut kuliah tahun depan atau entah kapan tapi aku tetap berusaha cari cuan buat biaya kuliah.

Mombeb, dalam kondisi pasrah tersebut, entah gimana tiba-tiba aku dapat email yang isinya menawarkan kerjasama menuliskan review sebuah produk dengan benefit berupa uang tunai sebesar 200 ribu. Wow, nggak nyangka banget, satu tulisanku dihargai nominal yang segitu besar.

Setelah itu aku bergabung di beberapa agensi dan grup penulis lepas. Aku mulai merawat blogku seperti rajin update blog post, beli domain, memperhatikan soal DA, PA, DR, spam score dan sebagainya. Mengapa aku memerhatikan poin-poin ini? Karena seperti itulah syarat yang biasa diajukan oleh brand maupun agensi untuk bisa mendapatkan job nulis di blog.


Cuan dari Instagram, Twitter dan Facebook 

Mombeb, rupanya, dari sini, beberapa kali aku mendapatkan job terkait instagram, facebook, hingga twitter. Hasilnya juga lumayan banget. Berawal dari blog, aku bisa bertemu dengan pintu rejeki lainnya yakni media-media sosial yang ku punya. 

Alhamdulillah wa syukurillah, penghasilan dari blog dan media sosial ini bisa dibilang lumayan banget. Setelah aku hitung-hitung, akhirnya nih Mombeb, tabunganku cukup untuk bayar SPP 1 semester, jadi ya tetap harus berjuang lagi untuk biaya spp di semester berikutnya. Dan ya di tahun berikutnya, aku pun bisa lanjut kuliah S2 sembari tetap mencari biaya spp untuk semester berikutnya. Yihaaaaa

 

Mombeb, aku sering baca artikel tentang dahsyatnya cuan dari kerja secara daring. Tapi pas mengalami sendiri ya kaget aja gitu.

Sungguh, aku tidak menyangka kalau penghasilan dari kerja daring bisa diandalkan banget bahkan sampai aku lulus kuliah S2. Bermodalkan paket internet murah, aku bisa mendapatkan untung yang berlipat-lipat ganda.

Aku berterima kasih banget ke suami yang sudah menyediakan fasilitas internet di rumah. Yang semula bertujuan biar aku nggak bosan di rumah eee ternyata malah bisa aku manfaatkan untuk mencari uang tambahan lewat internet.

 

Jadi seperti itulah cara ibu rumah tangga mendapatkan biaya kuliah S2 ala aku. Ada tiga cara yang aku lakukan yakni jualan offline, jadi admin kantor, dan monetisasi blog serta aneka media sosial yang aku punya. Semoga ini bermanfaat buat para mombeb yang punya mimpi lanjut kuliah s2 namun terhalang biaya. Semangat yaaaa...

Nah, sekian dulu ya blogpost kali ini. 

See yaaaaa

Resolusi 2023 Sebagai Mom Bloger dan Pemimpi

 Dear, Mombeb

Alhamdulillah ya, bersyukur sekali, bisa tiba di 2023 ini dalam kondisi sehat lahir dan batin (insyaAllah). Karena 2 tahun lalu, nggak hanya aku bahkan sebagian besar manusia di dunia ini harus menghadapi covid-19 yang mengubah hidup secara signifikan. Aku berharap dan juga menaruh rasa optimis, semoga setelah kejadian yang berhasil memporak-porandakan nyaris di segala lini kehidupan manusia ini, bisa menjadikan hidup kita menjadi lebih bermakna, bermanfaat, dan insyaAllah menjadi lebih baik lagi. Aamiin ya Robbal'alamin. 

Resolusi 2023 sebagai seorang pemimpi

Mombeb, tahun 2023 sudah di depan mata. Ada rasa antusias yang menggelayut. Mengenai mimpiku dan suami yang mulai terwujud. Mimpi kami bukan mimpi yang wah bin luar biasa. Mimpi kami hanya ingin berbagi ilmu, pengetahuan serta pengalaman yang kami punya kepada orang-orang sekitar kami dengan harapan semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat untuk mereka. 

Sebenarnya, kami sudah melakukan ini sejak menikah; Bahkan suami sendiri, sudak melakukan aktivitas berbagi ilmu dan pengalaman ini sejak sebelum menikah. Saat itu, kami bernaung di sebuah lembaga sosial. Lalu, dua tahun lalu, aktiivtas ini jadi berhenti karena kami pindah tempat tinggal sehingga mau tidak mau kami pun harus keluar dari lembaga sosial tersebut.. 

Namun, rasa bahagia setiap kali melakukan aktiivtas berbagi saat itu, benar-benar membekas. Oleh sebab itu, di tempat tinggal kami yang baru ini, kami ingin melakukan hal yang sama. 

Nah, insyaAllah kami memulai mewujudkan program-program berbagi yang sudah kami rencanakan tahun lalu di tahun ini. Do'akan berhasil ya, Mombeb. aamiin.

Jadi bisa dibilang, mewujudkan mimpiku dan suami merupakan Resolusi tahun 2023 ini. Bahkan mungkin bisa jadi resolusi jangka panjang. 

Selain soal mimpi, ada hal lain yang menjadi resolusiku di tahun 2023 ini. 

Resolusi 2023 sebagai seorang mom bloger

Beberapa waktu lalu, menjelang akhir tahun 2022, aku melakukan sebuah refleksi sebagai seorang ibu. Nah hasil refleksiku tersebut akan aku jadikan sebagai resolusi 2023. 

Lalu apa resolusi 2023 sebagai seorang mom bloger. 

Karena aku sudah resign dari pekerjaanku karena memutuskan untuk fokus mewujudkan mimpi, insyaAllah aku akan mulai membersamai tumbuh kembang anak-anakku. Aku akan mulai memberikan stimulasi-stimulasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anakku serta menemukan bakat anakku yang kedua. Sembari melakukan itu, aku juga akan share di sini soal stimulasi-stimulasi yang kulakukan, insyaAllah.

Baca juga: Tahapan menemukan bakat anak sejak usia dini

Dah, cukup segitu deh resolusi 2023 ini, nggak mau nambah lagi. Karena dua hal itu saja menuruku membutuhkan fokus perhatian yang lebih. 

Mombeb, do'akan aku bisa mewujudkan resolusi tahun 2023 ini ya. Aku juga berdo'a untuk mombeb, semoga resolusi mombeb di tahun 2023 ini tercapai juga aamiin ya robbal'alamiin. 

Segitu dulu ya, ceritaku kali ini. 

InsyaAllah kita bertemu kembali di blogpost lainnya. 

Sehat dan bahagia selalu buat kamu, Mombeb. 

See yaaaa.  

Refleksi Diri di Akhir Tahun Sebagai Ibu

Dear, Mombeb.

Apa kabar? Aku do'akan agar mombeb selalu dalam kondisi sehat dan bahagia aamiin. 

Blogpost kali ini, akan aku jadikan sebagai refleksi diri di akhir tahun sebagai seorang ibu. Gunanya, sebagai pengingat dan sebagai bentuk ikhtiar agar aku tidak jatuh di lubang yang sama. 

Mombeb, hari ini adalah rabu terakhir di tahun 2022. Ya, rupanya, sudah di ujung tahun ya. Nggak terasa? Terasa donk. Hanya saja, rasa yang terasa bukan rasa sedih, lara, maupun nelangsa. Rasa yang terasa adalah rasa optimis, antusias, dan semangat yang membuncah tumpah ruah. Bagaimana semangat tidak membara, lawong di tahun ini, aku dan suami lagi berusaha mewujudkan mimpi kami yang kebetulan sama persis nan identik. 

refleksi akhir tahun sebagai seorang ibu

Di tengah keasyikan aku meniti mimpi, belakangan aku sadar, porsi perhatianku untuk anak-anak berkurang signifikan. Jika boleh dibandingkan antara momen saat anakku yang pertama di usia balita dan momen saat anak keduaku yang saat ini berada di usia balita juga, maka nampak begitu jelas. 

Baca juga: aneka macam permainan anak

Saat anak pertamaku berada di usia balita, aku begitu rajin menstimulasi kemampuannya. Bahkan aku sampai merelakan waktu tidur dan me time hanya untuk mencari referensi ide untuk menstimulasi kemampuan ken, anakku yang pertama. Dan alhamdulillah, usahaku ini menuai hasil yang membuatku bersyukur tiada tara. Hasilnya yakni aku menemukan bakat ken sejak usianya 3 tahun. Lalu di usia 4 tahun, aku menemukan bakatnya yang lain. 

Baca juga: Ibu juga bisa menemukan bakat anak sejak usia dini

Nah, saat anakku yang kedua ini berada di usia balita, aku tidak melakukan hal yang sama. Malah cenderung santai. Aku nyaris tidak pernah menstimulasi kemampuannya. Semua yang dibisai anakku yang kedua ini seperti terjadi dengan sendirinya, semacam sudah waktunya bisa, gitu. Di usianya ke-4 tahun ini, aku belum menemukan bakatnya. 

Hal ini terjadi karena kesalahanku yang tidak mampu memanajemen waktu. Waktuku, selama tahun 2022 ini, sebagian besar aku gunakan untuk mengejar mimpiku dan suami. Aku hanya menyisakan sedikit waktu untuk memperhatikan tumbuh kembang anak-anakku. Entahlah, rasanya, selama tahun 2022 itu, seringkali yang terlintas di pikiranku hanya, "Ayo kejar mimpimu, sedikit lagi, yuk, ayo lari, jangan berjalan santai lagi." 

Oleh sebab itu, di tahun 2023 besok, aku mau berusaha untuk membagi waktuku dengan baik, seberapa banyak untuk anak-anak dan seberapa banyak untuk lainnya. Cukuplah setahun, aku lalai dengan anak-anakku 

Do'akan aku ya, Mombeb. Do'akan aku bisa membagi waktu antara mengejar mimpi dan anak-anak.Terima kasih atas do'amu, Mombeb. Do'a yang baik akan kembali kepada yang mendo'akan. aamiin

See yaaa

Sampai jumpa di blogpost selanjutnya.

Salam, 

Aku. 


4 Kemudahan yang Ditawarkan Toyota Avanza Mobil Andalan Keluarga

 Hai, 

Menurut kamu, apa saja kemudahan yang ditawarkan Toyota Avanza Mobil Andalan Keluarga? Kalau menurut aku, begini.


Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih mobil. Apalagi mobil tersebut akan digunakan untuk mengantar keluarga pergi kemana saja. Ya harus super duper selektif kan, ya?


Aku dan keluarga pun demikian. Kami memiliki segambreng pertimbangan memilih mobil keluarga. Karena apa? Maunya kami, mobil keluarga yang kami pilih nantinya dapat menjadi andalan keluarga. 



Toyota avanza mobil andalan keluarga

Adapun hal-hal yang menjadi pertimbangan kami saat memilih mobil untuk keluarga, tepatnya di tahun 2015 lalu, yakni budget, hingga kemudahan yang ditawarkan saat menjadi pengguna mobil tersebut. 


Kemudahan yang Ditawarkan Toyota Avanza bagi Penggunanya


Lalu diantara banyaknya pilihan mobil keluarga, aku dan keluarga sepakat menjatuhkan pilihan ke Toyota Avanza sebagai mobil andalan keluarga. Adapun alasan kami adalah karena Avanza memiliki banyak tawaran kemudahan bagi penggunanya. 



1. Mempermudah Hemat Biaya Bahan Bakar


Mobil-mobil Toyota dikenal hemat bahan bakar, termasuk Avanza. Aku sepakat dengan ini. Toyota Avanza memang hemat bahan bakar. Karena hemat bahan bakar sehingga aku pun hanya mengeluarkan sedikit biaya untuk membeli bahan bakar. Jadi bisa dibilang Toyota Avanza mempermudah aku dalam hal menghemat biaya perjalanan. 


Aku dan keluarga pernah melakukan perjalanan jauh dari Jombang Jawa Timur ke Jembrana Bali. Jika dilihat dari data google maps, jarak tempuh perjalanan kami sekitar 406 KM. Nah saat itu kami mengeluarkan biaya membeli bahan bakar untuk perjalanan Jombang ke Bali (Jembrana) hanya sebesar 200 ribu. Itupun masih sisa 2 strip. 


Jadi kalau ada yang mau ke Bali pakai mobil, aku rekomendasikan deh pakai mobil Toyota Avanza. Hemat jayaaa. Jadi kuy lah ke Bali pakai Toyota Avanza. 


2. Mudah dijual dengan harga yang tinggi

Toyota Avanza dikenal sebagai mobil sejuta umat. Selain itu Avanza juga dikenal sebagai mobil andalan keluarga, mobil yang bandel dan beberapa keunggulan lainnya. Nah dengan banyaknya keunggulan tersebut wajar jika peminat mobil Toyota Avanza baik yang baru maupun bekas bisa dibilang masih tinggi. 


Akan tetapi meskipun mobil bekas Toyota Avanza ini mudah dijual karena banyak peminatnya. Harga jual mobil bekas Toyota Avanza ini masih tinggi, lho. Mantab kan? Yup, asyik bener. 


3. Tempat servis ada di mana-mana

Avanza telah hadir sejak tahun 2003. Jika dihitung maka usia Avanza saat ini yakni sekitar 19 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Avanza sering kali mendapatkan posisi pertama penjualan terbanyak baik mobil bekas maupun mobil baru. 


Peminat Toyota Avanza pun beragam. Tidak hanya berasal dari kota besar melainkan juga banyak dari kota-kota kecil hingga desa-desa. 


Untuk mempermudah pengguna, Auto2000 sebagai dealer resmi Toyota terbesar di Indonesia telah memiliki 126 cabang di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali (auto2000.co.id). Ini tidak hanya mempermudah pengguna Toyota, melainkan juga membuat pengguna merasakannya tenang sih ya. Karena mau ke mana pun, mau di manapun berada, tidak akan susah menemukan dealer resmi Toyota. 


4. Mudah mendapatkan suku cadang hingga aksesoris resmi Toyota

Baru-baru ini, Toyota menghadirkan e-commerce website resmi Toyota. Auto2000 namanya dengan alamat website Auto2000.co.id. Nah website ini untuk penjualan mobil, suku cadang, dan sebagainya. 


aksesoris mobil toyota

Sebagai pengguna Toyota, tentu saja, aku menyambut senang akan hadirnya e-commerce website resminya Toyota ini. Karena hal ini memberi kemudahan bagi aku dan juga pengguna mobil Toyota lainnya kalau ingin mencari suku cadang, membeli aksesoris mobil Toyota, atau bahkan kalau ingin membeli mobil Toyota, kami tinggal mencari dan membelinya di website e-commerce Toyota, Auto2000.


Wow banget ya? Yup. Apalagi Toyota juga mengklaim bahwa pelayanan di Auto2000 akan sama nyamannya seperti di dealer resmi Toyota. Dah, kalau kayak gini berarti segala yang terkait dengan mobil Toyota Avanza bisa diatasi hanya dengan jari jemari saja. Semudah itu.


Nah itulah 4 kemudahan yang ditawarkan untuk pengguna mobil Toyota. Dan ya, aku pun merasakan kemudahan itu semua selama menggunakan Toyota Avanza. Alhamdulillah.


Kemudahan yang Ditawarkan Toyota Avanza Mobil Andalan Keluarga

Oleh sebab itu, buat kamu yang mau membeli mobil untuk digunakan bersama keluarga, aku rekomendasikan untuk beli mobil Toyota Avanza. Karena mobil Avanza punya segambreng keunggulan dan kemudahan. 


Jadi seperti itulah pengalamanku selama memakai mobil Toyota Avanza. Semoga pengalamanku ini bisa memberi manfaat. Aamiin. 


See yaaaa di next post yak.

Insight dari Online Gathering Blogger Perempuan dan Let's Read dengan Tema Buku: Bekal Anak Bertumbuh

 

 


 

Tanggal 11 Mei 2021 kemarin, Aku merasa mendapatkan rejeki nomplok. Bukan, bukan rejeki berupa cuan melainkan rejeki berupa pengetahuan yang aku dapatkan dari ikut online gathering yang diadakan oleh Let’s Read dan Blogger Perempuan. Nah tema yang dikulik di online gathering tersebut yakni "Buku: Bekal Anak Bertumbuh".

 

Ada dua narasumber yang mengisi online gathering ini. Narasumber pertama dari Kak Elsa Agustine, social media content development dari The Asia Foundation Indonesia khususnya Let's Read. Lalu Narasumber kedua yakni pakar Read aloud sekaligus pendiri Komunitas Read aloud Indonesia, Ibu Roosie.

 

Tentang The Asia Foundation

 

Online gathering ini diawali oleh penjelasan dari Kak Elsa, terkait Let's Read. Namun sebelum memaparkan soal let's read, Kak Elsa mengenalkan The Asia Foundation dulu selaku pencipta Let's Read.

 


The Asia Foundation adalah sebuah yayasan International. The Asia Foundation ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1955. The Asia Foundation sudah mendonasikan sebanyak 3.5 juta eksemplar ke berbagai pulau di Indonesia. Sayangnya buku-buku itu dalam bentuk bahasa Inggris. Hal ini bisa jadi membuat siapapun terutama yang tidak mahir bahasa Inggris menjadi urung membacanya. Di samping itu, ada juga kendala lain seputar distribusi buku. Inilah salah satu hal yang melatarbelakangi The Asia Foundation untuk menghadirkan Let’s Read di negeri ini.

 

Tentang Let's Read

 

Lalu apa itu Let's Read?

Let’s Read adalah cerita bergambar digital. Cerita-cerita yang ada di Let’s Read diperuntukkan bagi anak yang masih duduk di jenjang PAUD (biasanya mulai dari usia 3 tahun) dan SD kelas rendah (biasanya mulai dari usia 6 atau 7 tahun sampai 8 atau 9 tahun).

 

Sebagai pengguna Let’s Read kurang lebih 2 tahun belakangan ini, aku sedikit banyak tahu soal Let's Read. Salah satunya yakni Let’s Read memiliki cerita bergambar yang begitu beragam. Ada berbagai macam bahasa yang tertuang di cerita-cerita let's read. Seperti kata Kak Elsa, bahwa cerita-cerita di Let’s Read ini diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Jadi kalau aku mau mengenalkan bahasa tertentu ke anakku, ya aku menggunakan cerita-cerita di Let’s Read ini.


Kak Elsa bilang buku-buku cerita bergambar di let's read ini bisa diakses melalui website atau aplikasi juga bisa. Untuk website let's read adalah https://reader.letsreadasia.org . Sedangkan untuk link aplikasi let's read adalah https://bit.ly/downloadLR3

 

Buku-buku di let's read ini bersifat gratis, boleh diperbanyak, boleh dibagi-bagikan trus kalau mau dijadikan konten juga boleh misalkan mau bikin konten mendongeng di akun youtube pakai buku di let's read juga boleh. Kata Kak Elsa, satu hal yang dilarang yakni memperjualbelikan buku-buku di let's read. 

 

Entah gimana, rasanya seneng banget waktu nyimak penjelasan Kak Elsa soal Let's Read terutama di part buku-buku di let's read boleh diperbanyak dan dibagi-bagikan. Seketika muncul rencana untuk bagi-bagi buku let's read ke teman bermain dan teman sekolah anakku. Dudududu, makasih banyak buat let's read. Aku do'akan semoga let's read makin gemilang, aamiin.


Tentang Read Aloud


Part kedua yang tak kalah menarik diisi oleh Ibu Roosieee, pakar Read aloud dan pendiri Reading Bugs atau komunitas Read aloud (Membaca Nyaring) Indonesia. Reading bugs atau komunitas Read aloud Indonesia sendiri berdiri tahun 2008. Lahirnya Reading Bugs (Komunitas Read Aloud) terinspirasi dari sebuah buku the read aloud hand book. Visi komunitas Read aloud yakni membuat anak Indonesia sebagai pembaca sepanjang hayat. Misi menjadikan read aloud sebagai budaya di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 


Kenapa mendirikan dan berusaha menyebarluaskan Komunitas Read Aloud? Ya agar banyak anak merasa senang membaca. Sehingga reading score negeri ini tidak lagi di posisi terbawah bahkan masuk 10 besar terbawah di dunia.

 

Oya, ada satu part favoritku di online gathering ini yakni saat Bu Roosie menunjukkan kepada peserta seperti apa aktivitas read aloud itu sendiri. Bu Roosie menunjukkan bagaimana memulai aktiivtas read aloud, kemudian bagaimana mengemas interaksi, intonasi membaca cerita dan sebagainya.

 

Asli, aku merasa beruntung banget. Bagaimana tidak, aku mendapatkan contoh aktivitas read aloud langsung dari pakarnya. Lalu kesanku waktu Bu Roosie mempraktikkan aktivitas read aloud itu, rasanya senang. Bisa gini ya, ternyata efeknya. Nggak nyangka, aktivitas read aloud bisa mengundang rasa senang begini. 


Manfaat Aktivitas Read Aloud

 

Jadi ada 3 unsur yang terlibat dalam read aloud, orang dewasa, anak dan buku. Nah, aktivitas Read aloud yang melibatkan 3 unsur ini, dapat memberikan manfaat berupa bisa menghadirkan keinginan anak untuk membaca. Kemudian juga bisa menghadirkan bonding antara yang dibacakan dan yang membacakan dan juga bisa memunculkan keterampilan dasar yang penting uang bisa digunakan anak pada saat mereka membaca misalnya menambah kosakata, anak jadi lebih ekspresif, mengenali apa itu membaca untuk kesenangan.

 

Kata Bu Roosie, akses terhadap buku harus diperkenalkan sedini mungkin ke anak. Sebab buku bisa menjadi cermin dan jendela bagi anak. Maksud buku sebagai cermin yakni anak bisa mengenali dirinya sendiri melalui buku. Lalu maksud buku adalah jendela bagi anak yakni buku dapat menambah pengetahuannya.

 

Sementara itu, read aloud juga berkaitan dengan proses menuangkan kemampuan literasi usia dini. Mengenai literasi usia dini dapat dilihat pada keterangan gambar di bawah ini.


 




Dari penjabaran Bu Roosie di atas, ternyata banyak banget dampak positif dari aktivitas Read aloud ini. Ada segambreng lebih deh kayaknya. Dah, kalau seperti ini, rasanya wajib dipraktekkan deh sama anak. Nggak maulah ya menyia-nyiakan pengetahuan yang sudah diperoleh di acara online gathering ini. Jadi kuylah, gaskeeuun. Etapi sebelum mengajak anak melakukan aktivitas read aloud, terlebih dahulu, harus tahu dan paham mengenai tahapan yang ada di dalam aktivitas read aloud.

 

Tahapan Read Aloud

 

Adapun 4 tahapan Read aloud yakni sebagai berikut:

 

1. Tahapan Persiapan

  • Mengetahui tahapan membaca anak: ada 7 jenjang pembaca buku.

  • Tujuan read aloud
  • Memilih buku

Pemilihan buku meliputi (konten/isi (sesuaikan dg perkembangan psikologis anak, nilai, sikap, pengetahuan, keterampilan), keterbacaan (apakah termasuk pra membaca, membaca dini, membaca awal, atau membaca lancar), kegrafikan (pra membaca: buku konsep, membaca dini: buku cerita bergambar dengan 90% ilustrasi atau big book, membaca awal: buku cerita bergambar dengan 70% ilustrasi, membaca lancar: buku cerita bergambar dengan 50% ilustrasi), genre (fabel klasik, fabel modern, fiksi realistik, buku non fiksi).




  • Pra Baca

Membaca buku yang akan digunakan dalam aktivitas read aloud dengan memperhatikan elemen cerita meliputi tokoh, setting, tema, alur, konflik (problem, solution)

 

2. Tahapan Sebelum Read aloud (Membaca Nyaring)

• Mulailah dengan percakapan pembuka

• Tunjukkan sampul buku yang akan dibaca, sebut judul pengarang, ilustrator.

• Gali pengetahuan umum anak dari covernya

• Mulai menyusuri ilustrasi sebelum mulai membaca

• Buat membaca semenarik mungkin

 

3. Tahapan Saat Read aloud (Membaca Nyaring)

• Bantu anak mendengar dan merasakan adanya cerita yang mengalir. Tetapi membaca nyaring ini bukan mendongeng. Karena kita tengah mencontohkan anak bagaimana membaca yang baik, membaca yang menyenangkan.

• Ajak anak terlibat dan jaga interaksi dengan anak

• Bangun dialog dengan anak menggunakan buku

• Ajak anak mengungkapkan secara lisan apa yang didengar atau dibacakan dan apa yang dipikirkan.

 

4. Tahap Setelah Read aloud (Membaca Nyaring)

• Minta anak-anak mengajukan pertanyaan

• Ajukan pertanyaan seandainya anak tidak bertanya

• Minta anak-anak bercerita kembali dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri, gunakan five finger retell: karakter, setting, awal mula, pertengahan cerita dan akhir cerita.

• Letakkan buku atau bacaan di tempat yang mudah dijangkau anak.

 

Selesai penjelasan dari Bu Roosie, maka acara dilanjutkan ke sesi tanya jawab dan ada kuis juga. Lalu diakhiri dengan sesi foto bareng. Asyik bener pokoknya mah acara online gathering ini.

 


Btw gimana-gimana? Banyak ya tahapan yang ada di dalam aktivitas read aloud? Iyup, tapi ini tidak bikin aku undur diri atau balik kanan. Ibaratnya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jadi nggak masalahlah yah dengan sederet tahapan Read Aloud. Mengingat hasil dari aktivitas read aloud ini sendiri bisa dibilang oke punya, anak jadi senang membaca, lalu lambat laun aktivitas ini bisa membuat anak pandai menarik hikmah di setiap cerita. Nah kan, hasilnya sekece ini, koq.

 

Mungkin di masa-masa awal praktek, rasanya rempong sumarempong takempong kempong kali ya. Tapi kalau sudah terbiasa, malah jadi enjoy. Ya, nggak sih? Ini aku lihat dari Bu Roosie saat beliau menunjukkan aktivitas read aloud itu gimana ke peserta online gathering. Nggak tersirat raut wajah rempong sama sekali, melainkan yang ada hanya ekspresi senang di wajah Bu Roosie.

 

Ah, mau cobalah, do'akan aku langsung bisa ya. Kamu juga jangan lupa mencoba aktivitas Read aloud ini berama anak ya. Semangat dan selamat mencoba untuk kita. Yihaaaa....

 



Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Postingan Populer