Showing posts with label Si Ken. Show all posts
Showing posts with label Si Ken. Show all posts

Banyak Kejutan dari Si Tiga Tahun

Akhir-akhir ini, aku sering mendapatkan surprise dari si kecil ken. Surprise tersebut berupa perkembangan kemampuannya yang begitu cepat. Seperti sudah hafal huruf abjad, kenal dengan angka 1-10 berikut versi nge-west nya, bisa menulis beberapa huruf abjad meksipun bentuknya masih blendot sana blendot sini, dan kenal dengan beberapa kata, terutama kata mobil dan susu. Mbok ya yang dikenali itu kata-kata 'Muma Cantik' gitu ya *uhuy.

Sebenernya, aku nggak nyangka sama sekali bahwa kemampuan ken akan berkembang secepat itu. Mengingat bahwa si ken yang merupakan tipe anak kinestetik benar benar susah diminta untuk duduk manis lalu memperhatikanku barang sebentar saja. Ogah diam lama lama mah dia. Maunya ya plecat plecet ke sana ke mari. Kalau ia duduk diam itu pun sambil pegang mainan. Tapi kesempatan tersebut tetap aku manfaatkan sebaik mungkin. Ken duduk duduk main, aku sibuk ngoceh huruf abjad. Dicuekin ken mah urusan belakangan. Aku berharap dengan begitu, minimal ken familiar dengan satu atau dua atau beberapa huruf abjad yang masuk ke memory ken.

Pernah aku sedikit memaksa ken agar mau memperhatikanku barang sebentar saja, tapi hasilnya, jeng jeng jeng, ken malah nangis histeris. Nggak berapa lama kemudian, emaknye ikut nyusul mbrebes mili lihat ekspresi sedih ken saat menangis *aku tak sanggup. Setelah kejadian tersebut aku tak mau memaksa ken lagi. Sudah kapok.

Pernah juga ada yang menyarankan untuk memberikan iming iming hadiah kalau ia mau belajar sebentar. Tapi, nggak ah. Aku nggak mau begitu. Banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Daripada begitu, mending aku cari lain saja. Susah susah dikit nggak apa apa lah yaaa.

Dari sekian banyak cara yang aku lakukan, ada satu cara yang menurutku cukup ampuh untuk membuat ken mendengarkan lalu lama lama mau mengikutiku menyebutkan aneka huruf abjad yakni cara bergerak sambil belajar. Maksudnya yaitu, saat kami jalan jalan naik motor atau saat aku menemani ken naik sepedanya keliling perumahan, aku selalu mengiringi perjalanan kami *aseg, dengan lagu huruf abjad. Alhamdulillah ken tak protes mendengar suaraku yang alakazam bin makgedubrak ini.Ia malah ikut menyanyi. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ken bisa hafal dengan huruf abjad yang aku nyanyikan. Yeayyy, Yippiieeee.

Alhamdulillah. Bener bener nggak nyangka Bahwa si ken yang handal di kinestetik ternyata juga bisa hafal abjad, angka, menulis, dan hafal model tulisan dari beberapa kata. Sehat selalu ya ken, dan tetap semangat untuk lebih baik dari ke hari. Yoyoyowwwww.

Cara Menghilangkan Kantuk Saat Menemani Si Kecil Bermain

Menghadapi Si 'Kinestetik' Ken tak jarang membuatku keok. Kapasitas energinya yang cukup besar benar benar mendukung aktivitasnya yang hampir tak ada jeda. Mencelat kesana kemari. Lompat lompat di kasur. Manjat meja tv, motor, bahkan manjat emaknye. Dikau kate emakmu ini pinaaanggg kali ya ken. Emakmu ini kan bagaikan gitar spanyol *huwek.

Jika diibaratkan baterai, Si Ken baterai energizer dan emaknye baterai yang habis dipanasin di atas genteng. Kerembuk kerembuk. Maklumlah yah. Kan tenaga emaknye sudah dipakek buat masak, bersih bersih rumah, dan konser di kamar mandi.

Tak jarang saat menemani si ken bermain aku didatangi teman dari lelah, namanya kantuk. Ngantuk teramat sangat. Rasanya ni mata seperti digandoli batu kali. Mbok ya sing gandol itu batu akik atau berlian gitu yak *hahaayyy.

Akan tetapi meskipun dilanda kantuk teramat sangat, aku berusaha untuk tidak terlelap. Aku tak boleh lengah mengawasi si ken yang aktifnya warbiyasak. Menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu aku memiliki jurus handal untuk menghalau kantuk saat tengah menemani si ken bermain.
1. Ikut bermain
Kalau ikut bermain begini kadang aku mencoba untuk memposisikan diri sebagai teman bermain si ken. Saat si ken menata puzle, aku juga ikut menata puzleku sendiri. Kadang kita malah lomba cepet-cepetan. Dan tau kan yang menang siapa ?. tentu saja si ken. Emaknye pura pura kalah aja.

Begitu juga saat main mobil-mobilan. Si ken bawa mobil, aku juga bawa mobilku sendiri. Kadang kami bermain adegan kebut kebutan sambil dubbing gitu. "waduh, sepertinya bensinnya habis, ayo kita isi dulu ken". Misalnya begitu.

Si emak ikut ken naek motor motoran

Kalau si ken nari, aku juga ikut nari. Main lompat lompat di kasur, aku juga kadang kadang ikut. Dengan ikut bermain maka kantuk pun akan hilang dengan sendirinya.

2. Sambil denger musik
Biasanya yang aku pakai musik kesukaan aku. Jadi bisa sambil nyanyi. Dan tentu saja bukan musik melow selow helloowww. Tapi musik yang full power. Semangat gitu. Alhamdulillah, saat aku mendengarkan musik kesukaanku, si ken nggak pernah protes. Makasih ya nak.

3. Sambil ngesosmed
Ini cuma ngesosmed aja, nggak pakek ngeblog apalagi blogwalking bisa bisa eikeh langsung bobok cantik atuh.

4. Bikin kopi pahit
Karena kopi biasa nggak terlalu manjur, jadi kadang aku bikin kopi hitam trus gulanya seiprit aja. Lumayan bikin melek sih. Pahit soalnya.

5. Sambil ngemil
Salah satu penyebab datangnya kantuk karena tenaga sudah hampir koid, trus laper trs perut minta diisi namun tak kunjung diisi. Jadi biar ngantuknya pergi, perutpun harus segera diisi. Camilan boleh, ditambah minum juga boleh, bayarnya belakangan. *lah, emangnya warung*.

6. Makan cabe
Ini saking ngantuk tak tertahankan, jadi ya nyeklus cabe aja. Pakek gorengan juga boleh, ditambah mie rebus rasa soto malah makin sip. Tapi kalau kelamaan langsung nyeklus cabe aja, dijamin langsung melek.

Ya begitulah beberapa jurusku menghalau ngantuk saat menemani si ken bermain. Kalau kalian punya jurus rahasia juga nggak saat menemani si kecil bermain ?. Apa ?. Jurus rahasia kalian makan beling ?. Wow..kalian memang zuper zekali. Dahsat. :D

Aneka Mainan dari Botol Kemasan

Aku lagi suka koleksi sesuatu nih.. sesuatu yang ada dihatimu..sesuatu yang ada dihatiku *malah menyonyo. Hehe. Iya aku lagi suka koleksi. Bukan koleksi tas, apalagi koleksi brondong manis *oh no*. Tapi koleksi botol kemasan minyak telon, bedak, sampho, sabun, dan lain sebagainya. What ?.. Koleksi botol. Ho oh. Botol plastik.

Hampir di seluruh sudut rumah, ada yang namanya botol plastik. Bertebaran dimana-mana. Dan jumlahnya pun terus bertambah. Sebagian botol plastik itu aku kasih ke tukang loak, dan sisanya aku jadikan sebagai mainan buat si ken.

Kalau botol bekas bedak, aku ubah jadi mobil-mobilan. Kemudian, botol minyak telon aku ubah jadi perahu kincir. Dan botol kemasan air mineral aku ubah jadi jam pasir ala ala syalala.

Alhamdulillah, ken mau memainkan mainan yang sangat amat sederhana ini. Seneng rasanya. Beneran. Terima kasih ya nak. Emakmu ini jadi brebes mili, hahayyyy.

Yang pengen bikin bikin juga. Memanfaatkan kembali barang yang tidak terpakai. Langsung cus dimari aja yak. Yuhuuuu, Terima kasiiihhh.

Membuat Perahu Kincir dari Botol Kemasan Minyak Telon
Membuat Jam Pasir Ala ala Ulala
Membuat Mobil-mobilan dari Botol Kemasan Bedak



Terlambat Bicara Bukan Berarti Nggak Bisa Bicara

Orang mah kadang suka asal kalau ngasih pendapat. Si Anu begini Si Itu begitu, tanpa tahu atau kenal betul dengan si anu atau si itu. Asal nyeplos aja. Kalau menghadapi orang model gitu memang butuh kesabaran extra. Soalnya kata-katanya itu looohh, bikin hati geremet geremet.

Iya, aku pernah bertemu dengan orang yang seperti itu dan perkataannya berhasil bikin aku pengen makan pete banyak banyak trus aku kasih orang itu jurus maut nafas nagaku, HAH HAH HAAAAHHHHH. Biar nyahok. Gimana nggak kezel, la wong si ken dibilang bisu, nggak bisa bisa ngomong. Hadeehhhh.

Sebagai emak penegak kebenaran *dengan kekuatan bulan akan menghukummu, aku berusaha menjelaskan kepada orang orang tersebut bahwa si ken tidak demikian, bukan tidak bisa ngomong, atau bisu. Si ken cuma terlambat bicara karena dia adalah tipe anak kinestetik.

Secara umum, ciri-ciri tipe pembelajar kinestetik itu seperti ini nih :
Suka menyentuh, merasakan, dan memegang sesuatu.
Rentang perhatian pendek.
Menyukai kegiatan yang membuatnya terus bergerak dan bekerja.
Lebih memilih untuk menunjukkan daripada menjelaskan sesuatu.
Mereka dapat mempelajari sesuatu dengan tangan secara lebih baik, suka mencoba segala sesuatu sendiri.

Kalau dilihat di point kedua, itulah salah satu alasannya mengapa si ken yang merupakan anak kinestetik terlambat bicara. Bukan karena emaknye kagak pernah ngajak ngobrol nih ?. Ow ow ow, tentu saja tidak. Mungkin kalau mulutku ini mesin, udah protol segala bautnya, saking seringnya berusaha ngajak si ken ngobrol, nyanyi, bacain cerita, menjelaskan ini itu saat jalan jalan, nonton tv, dan lain sebagainya. Tapi ya gitu, begitu buku cerita aku buka, tidak berapa lama kemudian, si ken sudah kabur. Begitu juga saat aku ajak ngobrol, si ken nampak nggak peduli sama sekali dan sibuk dengan showroom mobilnya. Cuek bebek dah pokoknya. Lain halnya kalau aku ajak main ayun ayunan, jungkat jungkit, renang, dan mencoba beberapa wahanan outbond, si ken semangat bukan main. Langsung berani dan bisa.

Tapi alhamdulillah, sekarang aku sudah nggak seperti ngomong sama tembok lagi soalnya si ken sudah mau ngobrol, ngomong ini itu, bahkan kalau ngomong seperti pakek nada. Lucu. Akhirnyaaaa. Kerja keras berbuah muanis. Semanis akyu *huwek.

Jadi sekarang, alhamdulillah, nggak ada lagi yang bilang ken bisu atau nggak bisa bicara. Tapi kalau masih ada yang bilang si ken begitu, beuugghh, siap siap aja nyisanak, bakal aku sihir jadi mak lampir *wuuss.

Referensi :
www.parenting.co.id

Baca juga :

Si Kecil Terlambat Bicara
Menyapih Si Kecil
Mengenalkan Gaya Hidup Sehat Untuk Si Kecil
Mengarahkan Hobi Anak Agar Gemar Membaca
Belajar Mengelompokkan Bentuk

Arti dan Cerita di Balik Nama Ken


Jauh sebelum aku melahirkan, aku sudah berencana memberikan nama untuk calon bayiku dengan nama Ken yang dalam bahasa Jepang, memiliki arti seorang anak laki-laki yang sehat kuat tangguh.

Keinginanku tersebut tidak muncul 'makbedundug' begitu saja. Tentu saja ada hal yang melatarbelakangi keinginanku itu yakni aku ingin di kehamilanku yang kedua, janin yang ada di dalam rahimku tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Aku tidak ingin kehilangan calon bayiku lagi seperti pada kehamilanku yang pertama. Iya, di kehamilan pertama, aku mengalami keguguran. Innalillahi wainna ilaihi roji'un.

Lalu kenapa nama nama bayi yang dipilih adalah ken ?. Sementara masih banyak nama lain yang juga bermakna sehat bukan ?. Iyup, benar sekali. Masih banyak nama lain yang memiliki makna sehat. Tapi lagi lagi, ada alasan di balik itu semua.

Apa alasannya ? Alasannya adalah sebab kandunganku lemah, bisa dibilang begitu. Dikehamilanku yang kedua, aku juga hampir kehilangan janinku kembali.   Aku mengalami pendarahan. Tapi alhamdulillah terselamatkan dengan bantuan penambahan hormon yang dimasukkan lewat vagina. Setelah kejadian itu, dokter memintaku untuk bedrest, tidak mengendarai motor atau bepergian jauh dulu, dan berhubungan suami istri. Untuk menghindari terjadinya pendarahan lagi.

Oleh sebab itulah aku ingin janin yang ada di rahimku, tidak hanya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat saja, melainkan juga ia harus kuat dan tangguh. Dan nama Ken memiliki makna demikian, sehat kuat dan tangguh. 

Alhamdulillah wa Syukurillah. Setelah sekian lama penantian, akhirnya lahirlah si kecil ken. Sesuai dengan harapan dan do'aku, dan sesuai dengan makna dari nama Ken, sehat kuat tangguh. Alhamdulillah. Si ken lahir dengan berat 4 kg dan panjang 50 cm. Sehat ginuk ginuk. 


9 hari kemudian, 'udel' atau pusar ken sudah putus yang berarti bahwa saatnya memberikan nama sekaligus tasyakuran. Jadi sebelum acara tasyakuran berlangsung, aku kembali berselancar di pantai mbah google terlebih dahulu. Untuk memastikan arti nama ken.

Luar biasa, alhamdulillah, aku pun tak henti-hentinya mengucapkan kata amin. Kenapa?. Karna ternyata nama ken memiliki banyak arti yang kesemua artinya memiliki makna yang apik.

Ken dalam bahasa inggris artinya pengetahuan atau orang yang suka dengan ilmu pengetahuan.







Sedangkan Ken menurut ahli sejarah negeri kita ini memiliki arti orang yang baik dan dihormati karena keahliannya, dan memaksimalkan potensi dirinya. Amin amin Ya Robbal 'alamin. 

Duhai Ken anakku sayang, semoga engkau selalu dalam lindunganNya ya nak, jadi anak sholeh, sehat kuat tangguh, juga pantang menyerah, penuh semangat, berpengetahuan dan memiliki keahlian. Amin.. 
***




Ken dan Mobil

Si Ken suka banget sama mobil mobilan. Sebagian besar mainannya pun mobil mobilan. Kalau ke toko mainan pasti yang dipilih langsung mobil mobilan. Begitu juga saat di bapak bakul mainan, si ken pasti memilih mobil mobilan, padahal nih, aku sudah nawarin si ken barbie loh, tapi tetep aja si ken milih mobil mobilan *yaiyalah, plis deh emak.

Sayangnya, kesukaannya akan mobil mobilan tersebut tak sebanding dengan cara si ken memainkannya. Beringas boooo'. Ada yang dilempar, ada yang diduduki, dan ada pula yang keinjek..keinjek aku, hehe. Tapi yaaa begitulah, namanya juga anak anak.

Oleh sebab itulah, hampir sebagian besar mobil mobilan si ken tak ada yang utuh. Ada yang rusak di bagian kepala, ada juga rusak rodanya, dan ada yang ringsek *yang ringsek karena diinjek dikau kali mak, hehe, iyah.

Akan tetapi meskipun rusak, masih tetap dimainin koq sama si ken *kecuali yang ringsek donk yak. Masih tetap di pajang di showroom mobilnya *aseg.

Aku, sebagai emaknya si ken, tentu saja merasa takjub dengan apa yang dilakukan si ken yang tetap menerima keadaan si mobil apa adanya *eyaak. Tetap memainkan mobil mobilannya meskipun sudah tak bisa melaju lagi karena rodanya hilang, atau bagian badannya yang hilang dan menyisaka bagian roda doank, atau sudah penyok karena ditumpak i alias diduduki si ken.

Alhamdulillah, seneng rasanya dengan perkembangan si ken. Perkembangan positif yang bisa dipertahankan dan mungkin bisa aku tingkatkan lagi. Dan satu hal lagi yang bikin aku menjadi happy salma *halah yaitu, isi dompet aman cyinn *teuteup., hehe.

Penghalau Nyamuk

Ada yang bergolongan darah O kah ?. Ada ?. Cieee selamat ya, kamu punya fans berat tuh. Karena hampir selalu ada dimanapun kamu berada. Penasaran ? aku kasih clue ya, awalnya N huruf akhirnya K. Yup, betul sekali. Nyamuk.

Ya, sudah bukan hal yang dianggap tabu lagi *halah, membicarakan soal kedekatan antara golongan darah O dan nyamuk. Karena itu adalah fakta. Bahwasanya nyamuk suka banget dengan yang bergolongan darah O. Suka dengan aroma khas yang terpancar dari tubuh si golongan darah O. Baik si O kecil, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Entah seperti apa aroma yang membuat nyamuk tergila gila. Aroma kecut kecut seger hingga pahit atau A' rhoma irama  ?.

Aku sebagai ibu dari si O kecil (Si Ken) dan istri dari si O dewasa (Si Ayah), sempat kewalahan menghalau serbuan nyamuk. Kalau si O dewasa mah aku nggak terlalu ambil pusing yak, mau nyamuk ngentup giginya pun tak masalah. Asal jangan ngentup kantong si ayah aja yak *tetep. Yang menjadi perhatian utamaku ya si O kecil alias si kecil Ken.


Demi menjaga kulit si ken yang sangat sensitif dengan gigitan nyamuk bahkan hanya dengan diserempet nyamuk saja kulit si ken bisa jadi bendol dan menghindari serbuan emak emak judger, aku pun berburu penghalau nyamuk buat si ken. Perburuanku tersebut meliputi :

1. Raket nyamuk
Biasanya yang pakai alat ini si Ayah. Aku nggak terlalu suka pakai alat ini. Kasihan. Mending diceblek aja. Hadeehh. Sayangnya alat ini tidak bisa bertahan lama. Baru pakai 3 bulan sudah koid. Mungkin karena murah kali ya. Ada harga ada rupa.

2. Semprotan nyamuk
Pernah juga pakai ini. Nggak lama. Soalnya suka sesak sama baunya. Tapi cukup ampuh sih. Begitu disemprot, beberapa saat kemudian nyamuk akan terbang dengan gaya bang jali bikin happy alias kliyengan.

3. Obat nyamuk elektrik
Hampir semua merk sudah aku coba. Ada yang ampuh tapi bikin sesak napas, ada yang baunya tidak bikin sesak tapi di-ece ece nyamuk, dan ada yang ampuh dan tidak bikin sesak asalkan ditaruh di tempat tertentu.

4. Lotion anti nyamuk
Ini cuma beberapa kali pakek. Si Ken nggak terlalu suka. Mungkin Si Ken nggak suka dengan sensasi lengket yang ia rasakan di kulitnya.

5. Oil anti nyamuk
Kalau pakai ini Si Ken mau, dan ampuh cukup lama. Asalkan nggak terhapus keringat atau air saja. Dan alhamdulillah kulit Si Ken juga cocok. Merknya My Baby, yang khusus anti nyamuk loh ya. Kadang Si Ayah juga ikut pakai ini, emak mertua juga. Dan ampuh.

Nah dari kelima penghalau nyamuk tersebut, sekarang hanya menyisakan dua saja yakni obat nyamuk elektrik dan oil anti nyamuk. Karena tidak terlalu banyak efek sampingnya dan cukup ampuh menghalau nyamuk.

Kalau kalian pakai jurus apa nih untuk menghalau nyamuk ?, ada yang pakai jurus alami nggak ?. Share di sini yuk, yuuuukkk. Makasiihh :)

Belek di Mata Si Kecil

Alhamdulillah, 12 November 2012 pukul 06.55 Wib, penantian panjang bertemu si kecil tuntaslah sudah. Ternyata e ternyata, tak seperti hasil prediksi usg dokter, 10 hari menjelang persalinan, yang menyatakan berat badan si kecil 3 kg lebih sedikit. Faktanya si kecil lahir dengan berat badan 4 kg pas. Alhamdulillah. Sehat.

Setelah 3 hari di rumah sakit, aku beserta ken akhirnya diperbolehkan untuk diangkut *barang kaleeee, alias diboyong pulang ke rumah.  Seneng donk ?. Seneng banget.

2 hari di rumah, ken baik baik saja. 3 hari kemudian, aku mendapati mata ken panen 'ketek' / kotoran mata. Saat itu aku dan suami belum terlalu khawatir. Kami bergantian membersihkan kotoran mata ken.
Namun, semakin bertambah hari, belek di mata ken tak kunjung pergi. Akhirnya aku memutuskan untuk membawa si ken ke dokter anak.

Sambil dokter memeriksa si ken, aku menyempatkan diri untuk bertanya kepada dokter. Salah satunya adalah alat yang digunakan untuk membersihkan belek di mata ken. Kata dokter, pakai tisu atau handuk yang lembut saja. Diusap pelan. Jangan sekali kali pakai tisue basah karena bahaya untuk mata si kecil.

Begitu mendengar kata tisue basah, tiba tiba ada petir yang menyambar, JEDIEEEERR. Setelah disambar petir aku teringat bahwa mata si ken pernah diusap pakai tisue basah oleh seseorang. Aku pikir dia sudah berpengalaman, jadi aku tak protes dengan apa yg dia lakukan. Dan ternyata.....aaakkkkk.
Tapi untung deh, si ken segera dibawa ke dokter, jadi tahu deh tindakan seharusnya yang dilakukan saat si kecil banjir belek di matanya.

Setelah mendapat obat tetes mata yang bernama Statrol, dengan aturan pakai 1 tetes di masing masing mata tiap pagi dan sore, kami langsung meluncur ke rumah, setelah mbayar dong tentunya.

Pengobatan dimulai dan alhamdulillah nggak berlangsung lama, karena 2 hari kemudian sepasang mata si kecil nampak berkilauan. Jernih. Tak ada belek dimana mana. Alhamdulillah.

***

Pelajaran dari kejadian ini adalah
1. Jangan membersihkan belek yang bernaung..*halah..di mata si kecil dengan tisu basah meskipun tisu basah tersebut khusus untuk bayi.

2. Dahulukan untuk konsultasi ke ahli. Bukan ke seseorang yang berpengalaman. Karena pengalaman atau sesuatu yang dialami seseorang belum tentu sama dengan yg dialami orang lain.

Kamus Absurd ala Ken

Cuma ingin mengabadikan sih... lucu soalnyah...eman kalau nggak disimpen..

Jadi inilah dia daftar kata yang diucapkan si kecil Ken, 30 Bulan, yg beberapa kali sukses bikin Aku dan suami gagal paham...ketawa ngakak kayal kayal...saling pandang suit suit...dan tak henti henti berucap alhamdulillah wa syukurillah...

Yuk ah cus....

Sana Nana

Sini Nini

Kakum Assalamu'alaikum

Babayyy  Dadah

Jan Adzan

Uja uja Hujan-hujan

Dudok Duduk

Tissa Pisang

Ruuuk Jeruk

Pelpel Apel

Tis Kates

Kunnang Kuning

Hisau Hijau

Kokat Coklat

Tutih Putih

Erah Merah

Biyu Biru

Itam Hitam

Uwuu Ungu

Peng Pink

Aoongg Kucing

Ayah Ayam

Bibyek Bebek

Wuwung Burung

Atu Satu

Uwa Dua

Iga Tiga

Empak Empat

Emah Lima

Nam Enam

Tucuuh Tujuh

Papan Delapan

Iyan Sembilan

Uluuhh Sepuluh

Nanam Makan

Mimek Minum

Syusyu Susu

Koppeh Kopi

Bobat Obat

Jaja Jajan

Pupuk Krupuk

Oti Roti

Emm..nak Enak

Bibes bisa pipis bisa bab

Emmah / Embak / Embah Muma a.k.a mama

Iyah / yayah / Ayak Ayah

Babak Bapak

Mak Emak

Bah Mbah

Datcuuukk Datuk

Ooo Om

Dita Dika

Gigih Gigi

Apa lagiii yaaa...
Lupa..
Entar2 dah diupdate lagi..
Lanjutin masak dulu ah..kayaknya udah mateng...
Yuk caoooo

Gaya Hidup Sehat untuk Anak

Karena nama adalah doa, maka Aku memutuskan untuk memberi nama Ken, yang bermakna sehat kuat dan tangguh, kepada janin yang ada di rahimku. Ya itulah harapanku. Berharap agar Aku tak kehilangan calon bayiku lagi. Berharap agar Ia tumbuh sehat sempurna di rahimku hingga saat proses persalinan dan sampai besar nanti.

Gayung bersambut. Usahaku berbuah manis. Ken tumbuh dan berkembang dengan baik. Ia memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Demam  hampir tak pernah mendatanginya, baik itu saat giginya mulai tumbuh satu-persatu, setelah imunisasi, maupun saat musim pancaroba. 


Mungkin melihat Ken yang selalu nampak sehat nan ceria, membuat orang-orang sekitar, sering menanyakan tentang Si kecil Ken. Susu yang diminum Ken, makannya doyan atau tidak, suka sayur buah atau tidak dan lain-lain. Maka Aku selaku Ibu Ken, dengan senang hati berbagi Gaya Hidup Sehat yang Aku kenalkan, terapkan dan kemudian dilakukan oleh Si Ken. Apa saja itu ?.

1. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Sebagai stay at home mom, tentu saja sebagian besar waktuku tercurahkan untuk mengurus si ken dan rumah. Serta membuat makanan sehat, juga camilan untuknya
.



2. Sarapan.
Untuk bekal tenaga Ken dalam melakukan aktivitasnya di pagi hari, Aku membiasakan Ken untuk sarapan roti yang di campur dengan susu hangat.



3. Minum air putih.
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari minum air putih. Tidak hanya untuk memperlancar aliran darah, membantu dalam proses pencernaan, dan lain sebagainya. Hal yang sederhana tapi memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.




4. Tidak makan makanan ringan serta tidak jajan sembarangan.
Sementara teman-teman bermain Ken sudah kenal dengan dunia makanan ringan, Ken masih asyik menyantap makanan buatanku, juga melahap habis potongan-potongan buah yang Aku berikan padanya.



5. Rajin olahraga
Salah satu olahraga yang paling disukai Ken adalah lari. Hal ini Ia lakukan setiap hari. Sekali saja Ken bolos melakukan kegiatan ini, Ia akan nampak lemas dan sulit tidur nyenyak.


6. Istirahat cukup
Beristirahat dengan cara duduk diam ?. Hampir tak pernah. Hanya bertahan beberapa menit saja. Setelah itu Ia beraksi lagi. Bagi Ken, tidur adalah istirahatnya yang paling sempurna.


7. Membersihkan anggota tubuh.
Ken yang suka main air tentu saja begitu semangat kalau diajak mandi. Membersihkan badan, rambut juga menggosok gigi.



8. Happy selalu.
Setiap hari, setiap waktu, ken hampir selalu nampak gembira dan bersemangat. Dimanapun Ia berada, Ia selalu mampu menemukan cara untuk membuat dirinya bahagia. 



Itulah beberapa point Gaya Hidup Sehat yang Aku kenalkan dan kemudian dilakukan oleh Ken hingga saat ini. Alhamdulillah.

Kami, Aku dan suami, sudah memutuskan untuk menjadi #HealthAgent untuk Si kecil Ken. Mempertahankan gaya hidup sehat yang sudah dilakukan oleh Ken. 

Kami juga berharap, keluarga, orang-orang sekitar Kami juga 'tertular' dan bisa melakukan hal yang sama. Menjadi #HealthAgent untuk anak juga keluarga mereka masing-masing. Mengenalkan dan menerapkan Gaya Hidup Sehat sejak anak usia dini.

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam Health Agent : "Sharing Inspiration"
Nutrifood.

Si Kecil Suka Mengeskplorasi dan Meniru Suara

Syukur alhamdulillah...
Si kecil Ken yang dulu sempat disangka orang2 terlambat perkembangannya dlm hal bicara dan sangkaan tersebut berhasil juga membuatku menyangka ken juga terlambat bicara, *maafken emakmu ya ken, sekarang sudah punya banyak kosakata. Yeayyyy. Hip hip horeeee.

Seneng. Banget. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa diungkapkan dengan segepok uang. Halah. Hehe.

Ia sudah mulai bernyanyi dengan lirik lagu sebenarnya. Tidak lagi pakai lirik ciptaannya yang berbahasa planet itu. Juga ngikutin adzan di tv meskipun masih salah2. Dan ngikutin kata-kata yang keluar dari mulut ku, dari ayahnya, tantenya, dan sekitarnya. Hadeehhh. *tepuk jidat ayah ken.

Seperti saat si tante memanggilnya dengan panggilan "Mas"
Maka dengan cepat si ken menjawab "Mas".

Saat aku memanggil namanya "Keeenn"
Ia pun menjawab "Keeenn".

Saat si ayah berdehem.
Si ken juga ikut berdehem.

Saat tetanggaku berkata "sini".
Si ken pun menjawab "nini".

Saat reno bersuara
Si ken juga berkata "aoonggg".

Saat si jago menyanyi
Si ken berucap "uyuuukkk".

Saat si kereta ber-tuuttt-tuuutttt
Si ken :"tuuuttt..tuuutt".

Motor dipanasin
"bem beeemm"

Saat Ambulan lewat
"wiyuwiyuwiyu".

Dan terakhir dan yang paling baru adalah saat aku berkata "ma cantik".
Maka si ken juga berkata "matik".
What ? Matic. Peda motor kali eikeh. *tepuk jidat yang baca. Hehe.

Mauku sih ken nggak begitu. Saat dipanggil, ia akan menjawab "ngge, dalem, atau iya". Saat reno mengeong, ken tidak ikut mengeong tapi berkata "kucing". Begitu. Itu mauku. Bukan mau Ken. Maunya ken ya begitu itu.

Tak apelah ya. Mungkin si ken lagi pengen bereksplorasi dengan aneka suara yang ia dengar. Bereksplorasi lalu menirunya.

Good job nak. Lanjutkan.
:D


Belajar Mengelompokkan Bentuk

Tau nggak ekspresi Ken waktu dibelikan mainan bongkar pasang sama ayahnya itu gimana ?.
Nggak peduli.
Cuek bebek.
Nggak disentuh
Nggak diapa-apain.

Aku, sebagai emaknya ken, ngerasa gimanaaa gitu. Eman. Tau gitu duit buat beli mainan mending buat belanja brambang, cabe, sayur, ayam, ikan, apalagi yaa ?. Abang sayurnya sekalian dah.

Nah daripada tu mainan terbengkalai, akhirnya dirikulah yang main. Dan si Ken, masih tak peduli.

Namun lama kelamaan sepertinya ketidakpedulian ken sedikit memudar.

Saat aku menyusun bentuk abstrak, ken tiba tiba datang dan mengambilnya lalu menaruhnya di lantai. Begitu terus. Berkali kali. Hingga akhirnya bentuk abstrak dari bongkar pasang tersebut berjajar memanjang

Terusss begitu.
Berapa lama yaaa...
Lupak..
Maklumin ya..
Udah tua..
Hehe

Hingga suatu hari, tak ku duga tak ku sangka kau mendua, halah. Tiba-tiba Ken mengubah cara memainkan bongkar pasangnya yakni dengan mengelompokkan mainan bongkar pasangnya sesuai dengan ukuran bentuk bongkar pasang tersebut.

Terkejut?. Ho oh. Perasaan eikeh belum pernah ngajarin si ken soal begitu begitu. Syukur alhamdulillah deh.

Untuk langkah selanjutnya, Aku akan mengasah keahlian baru Si Ken. Dimulai dari apa yaaaa...emmmm..
Dengdonk...
Hehe,,,
Lagi miskin ide nih..
Kalian ada ide nggak ?. Bagi donk. Ya ya ya..*kedipkedipmanja
Mau ?. Sippp...
Tengkiukiu yak :D


Review Clodi Enphilia

Ini clodi Ken yg paling cucok dan pas. Tampilannya rapi. Bahannya juga empuk. Dan harganya lumayan nyaman di kantong. 2012 harganya sekitar 50k sekian2.

Perawatannya jg cukup mudah, bisa dicuci pakai mesin cuci dan bisa dijemur di bawah sinar matahari langsung. O ya penampung pipisnya juga cepet kering. Soalnya tipis. Nggak tebal.

Lalu bisa nahan pipis brp lama ?.
Nggak tentu sih. Tergantung babynya juga. Ada yang pipisnya banyak, ada juga yang buanyak. Kalau ken, maksimal 2.5 jam. Minimal setengah jam. Loh ?. Iya, Ken pipis juga pup..hehe.

O ya, enphilia ini juga ada pelapisnya loh. Kalau nggak salah, bahannya dari fleece, lembuutt gitu. Nah pelapis yang diletakkan di atas bagian dalam clodi ini berfungsi agar saat si kecil pup, clodi tidak terkena secara langsung.

Sayangnya, ni clodi bener2 kepakek waktu usia ken 4/5 bulan. Kulit Ken yang sensitif bgd, bener2 tidak toleran dengan yang namanya lembab. Kalau ingin pakai ini, harus dilapisi dengan lapisan yang berbahan suede (lbh kering cuma teksturnya agak kasar). Tapi setelah kulit ken sudah agak tahan banting, clodi ini malah sering bgd dipakek. Andalan. :)






Ken, Runners Toddler

"Waktu hamil ngidam apa sih ? Koq Ken bisa jadi begitu?".

Ya kalimat tanya itulah yang cukup sering Aku dengar. Baik dari keluarga, teman, juga orang2 sekitar. Saat melihat Ken yang berlari kesana kemari. Hampir tanpa jeda. Dan tak berhenti meskipun keringat sudah meraja lela di tubuhnya. Walaupun sudah menggos menggos, Ken masih tetap berseliweran.

Ken memang suka berlari atau jalan kesana kemari. Mengelilingi taman keplaksari yang cukup luas, atau berjalan berkeliling perumahan sebanyak dua kali, benar2 tak jadi masalah baginya. Tak mau digendong dan tak mau duduk. Entahlah. Sepertinya Ia memiliki stok energi yang cukup banyak. Aku pasti kalah, jika harus berlomba dengan si kecil Ken. Berjalan sebentar keliling perumahan saja, rasanya sudah membuat betisku cenut cenut dan ingin segera duduk meluruskan kaki.

Aku sering kewalahan menuruti kehendak Ken. Sering keok sih. Tapiiii..Demi..Demi buah hati tercinta, Aku harus melupakan betis yang cenut cenut, ketiak yang mulai basah dan beraroma asoy, juga mengabaikan rasa tak pede. Tak pede sebab wajah sudah banjir peluh dan berubah warna bak kepiting rebus. Memerah. Semua itu harus dikesampingkan. Ya ya ya.

Tapiiii..semua itu tak masalah lah yah. Sebab yang terpenting adalah Si kecil Ken bahagia karena bisa beraksi sesuai dengan keinginannya. Berlari kesana kemari. Hinggap disana juga disini. Dan satu lagi. Hal ini Aku anggap sebagai ajang latihan buat Ken untuk ikut lomba lomba agustusan suatu nanti.

Pesanku padamu Nak. Jika nanti akhirnya Kau dapat ikut lomba agustusan. Jadilah juara sayang, dan bawakan emakmu ini hadiah hadiah itu, panci, wajan, ember, piring, gelas, atau sewur itu. Oke sayang ?. Sippp.


Si 30 Bulan yang Jago Menata

Nggak terasa, si ken sudah berusia 30 bulan alias 2.5 tahun. Itu tandanya....
Eikeh tambah tuwaaaaa....huaaaaa..*sroott..

Di usianya yang 30 bulan ini, ken sudah mahir menata-nata. Menata buah, sepatu, dan yang paling sering menata mobil-mobilannya. Kalau emaknye ken, mahir menata duit belanja..asoyy.

Seneng, dan bersyukur alhamdulillah. Allah masih dan tetap memberikan nikmat yang luar biasa kepada diriku yang sering kali mengeluh ini dan itu. Nikmat tiada tara dapat menyaksikan, menemani si kecil ken dalam melewati tahap demi tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Alhamdulillah.

Dan inilah beberapa buah karya dari tangan mungil si jagoan neon, Ken Muhammad Al Fatih.
Tereeeetttttt.....

Membuat Sarapan Extra Cepat untuk Si Kecil

Meskipun sudah bangun subuh, tapi masiiihhh aja keteteran ini itu, apalagi bikin sarapan. Kadang bikin, seringkali nggak. Ya iyalah la wong abis sholat tidur lageeee. Hehehe. Khilaf khilaf. Wkwkwkwk.

"Semangat diet OCD ya yah" kataku pada suami sambil nyengir saat ayah ken mau brgkat kerja. Alhmdulillah, ayah ken nggak pernah protes. Beruntungnyoooo.

Itu berlaku untuk ayah ken dan daku. Kalau sarapan untuk si ken tentu saja sudah siap. Tinggal begini begitu. Udah. Jadi deh. Sarapan unuk si kecil ken. Ya iya donk, sarapannya kayak begini inih... hehehe.

Apa Isi Kulkasmu ?

Kulkas. KuKul dipangKas kan ?. Bukan bukan. Lemari pendingin atau lemari es. Buat nyimpen nyimpen. Nyimpen buah, minuman, bumbu masak, dan nyimpen hati aku biar stay cool. Hehe.

Seharusnya isinya begitu. Seharusnya. Tapi hal itu tidak berlaku di kulkas daku. Karena isinya..............
Mobil mobilaaannnn.
Hadeeehhhh.

Daahhh..Penampung Pipis

Penampung pipis ?. Yup, penampung pipis. Untuk siapa?. Untuk si kecil dong. Masa' untuk emaknye. Kalau emaknye penampung duit. Hahaha.

Awal mula kenal sama penampung pipis ini ya saat masih bergelut di dunia perclodian. Tepatnya saat si kecil usia 3 bulan hingga 1.5 bulan. Namun setelah itu, dunia perclodian berganti dengan dunia pertrainingan. Apa sih ?. Maksudnya toilet training.

Karena sudah terlena dengan dunia perclodian yang membuat pengeluaran lebih hemat, dipuji suami, dan tentu saja lebih berotot sebab sering nyuci. Membuat Daku tergoda ingin mencoba training pants. Daku ?. Maksudnya mencobakan si kecil memakai training pants. Namun dikarenakan faktor ini itu * nunjuk dompet, alhasil niat membeli training pants untuk si kecil jd terkubur jauh jauh.

Daku pun memeras otak, kepala dan memeras baju, mencari ide untuk mengatasi masalah daku tersebut. Hingga akhirnya ide itu muncul seketika.wus. aha. Yup..membuat training pants sendiri. Dari katok yang didalamnya di letakkan suatu penampung pipis.
Cara membuat training pantsnya bisa diklik di sini.

Katok sudah didapat. Tinggal penampung pipisnya.

Mikir lagi. Akhirnya ketemu ide bikin penampung pipis dari alas ompol si ken yg udah nggak kepakek. Dan bet bet bet. Jahit sana jahit sini. Mencong sana mencong sini. Ketusuk di sana dan ketusuk di sini. Taraaa..penampung pipis untuk membuat training pants sudah jadi. Sekarang tinggal digabungkan. Jadi deh.
penampakan training pant
Performa, cie performa hehe. Performa penampung pipis made in dewe ini bisa dikatakan lumayan berfungsi dengan baik hingga si kecil lulus toilet training. Alhamdulillah, tepat diusia si kecil yg ke 24 bulan.

Nah berubung si kecil udah lulus toilet training jadi nggak perlu lagi deh yang namanya training pants. Yang dibutuhkan adalah celana biasa.

Beli lagi donk ?. Oh noooo. Tinggal dicopot aja penampung pipisnya, udah deh, si celana kembali seperti semula.

La trus penampung pipisnya buat apa donk ?. Ya dicuci trus disimpen rapi, buat si adek ken. Ups adek ?. Nanti nanti dulu lah ya. Hehe. Atau bisa jg dimanfaatkan utk yg lain. Rencananya sih pengen dialihfungsikan utk pembalut ya. Cuma ya gitu. Nggak sempet. Sibuk banget. Sibuk nonton drakor. Hehe.

Jadi purna sudah tugas si penampung pipis ini. Alhamdulillah, meskipun hanya terbuat dari alas ompol yang sudah tidak terpakai, tapi berhasil memberikan manfaat yang maksimal ya. Mengantarkan si kecil ken lulus toilet training, dan mengamankan dompet emaknye *syelalu syubidubiduuu.

Baiklah sekian dulu postingan ini ya. Kita ketemu di postingan yang lain. Yuk cao.

Mengenalkan Kegiatan Menggosok Gigi Pada Si Kecil Sejak Dini

Alhamdulillah, gigi Si Kecil Ken sudah menampakkan diri. Tak hanya satu. Bahkan dua sekaligus. Tak lama kemudian. Muncul 2 gigi lagi di bagian atas. Hingga usianya  18 bulan, geraham di gigi Ken sudah bermunculan.

Senang sekaligus khawatir. Khawatir ?. Iyup, betul sekali. Khawatir Daku tidak bisa menjaga gigi gigi Ken dengan baik. Oleh sebab itu, Daku mulai mengenalkan aktifitas menggosok gigi kepada si kecil Ken sejak dini. Iya, 18 bulan.

Bagaimana cara Daku mengenalkannya ?. Dengan memberikan contoh langsung kepada Ken mengenai kegiatan menggosok gigi.

Kesan pertama, begitu menggoda. Ken nampak sangat antusias. Ia memperhatikan sampai Daku selesai menggosok gigi. Daku pun berasa bak model, diperhatikan sedemikian rupa oleh Si Kecil Ken. Model apaan buk ?. Model sikat gigi pembasmi jigong yang bandel. Puas puas. Hiks *mewek.

Kesan kedua, juga begitu. Kesan ketiga, Ia malah mengikuti gerakan mulut Daku saat menggosok gigi.  Memiring-miringkan bibirnya, ke kanan juga ke kiri. Lucu sekali. Koq bs lucu begitu ya. Sementara Daku kalau bergaya memiringkan memonyong monyongkan bibir, malah dikira lagi mules sama Ayah Ken. Hadeehh.

Melihat 3 kesan yang ditunjukkan oleh Ken, Daku pun merasa inilah saatnya memberikan sebuah sikat gigi untuknya. Dan ternyata, berhasil. Berhasil mengalih fungsikan sikat yang seharusnya untuk gigi menjadi sikat untuk lantai kamar mandi. Dinding kamar mandi juga sandal khusus kamar mandi. Sikat gigi itu pun rusak seketika. Biasanya kerusakan yang paling parah diderita oleh korban (baca:sikat gigi) adalah bagian bulu bulu sikatnya. Tu bulu bulu yang sebelumnya lurus beubah jd mekrok.

Belum menyerah, Daku pun memberikannya sikat gigi lagi. Tapi ya begitu lagi. Bahkan sikat gigi Daku juga suami ikut jadi korban alih fungsi. Terus begitu, setiap kali ia melihat sikat gigi, Ia akan melakukan hal tersebut. 

Hingga suatu hari.Waktu itu Ia tengah buang air kecil sebelum tidur. Sementara menunggu si kecil pipis, Daku pun menyikat gigi. Selesai Daku menyikat gigi, dan Si Ken udh selesai pipis, seperti biasa, Ken selalu meminta sikat gigi Daku, dan ternyata Si Ken mengarahkan sikat gigi itu tepat mendarat di gigi-giginya. Tapi Daku tidak membiarkan itu terjadi. Kenapa ?. Ya iyalah, menghindari bergabungnya jigong kami. Ish.

Speechless. Benar-benar membuat Daku terkesima. Alhamdulillah. Setelah ini, tidak akan ada 'korban' yang berjatuhan lagi.


Beberapa hari kemudian, Ken pun akhirnya memiliki sikat gigi sendiri berdasarkan pilihan sendiri. Alhamdulillah. Akhirnya Ken bisa dan mau menyikat giginya sendiri.

Semangat sikat gigi yak....:D

Abaikan penampakan di belakang ken..

Boneka Jari Untuk Si Kecil

Seneng rasanya kan, kalau mendapat sesuatu yang kita inginkan, yang kita cari-cari ke seluruh penjuru negeri. Kejauhan?. Iya dah, seluruh penjuru kota tempat tinggal kita. Seneng kan? Seneeenngg ?. Awas lo kalau nggak seneng, eike cubit nih. Hehe.


Saya sempat mencari-cari yang namanya boneka jari. Mulai dari toko mainan. Baby shop. Pasar. Juga nggak ada. Yang ada boneka biasa sama boneka kembaran Saya, alias barbie. Untuk apa ?. Buat menarik perhatian Si Kecil. Loh ? Koq ?.

Dokri : Boneka Jari Sayur Mayur
Jadi begini ceritanya..hhhhhh...hhhhh...Kalau nyeritain hal ini rasanyaaaa, susaaahh. Sebab, di situ kadang Saya merasa bersalah. Hhhhh.


Waktu itu, Saya dilanda Demam. Bukan demam bieber. Bukan juga demam K-Pop. Tapi demam emak baru. Seperti apa ?. Ingin semuanya berjalan sempurna. Semuanya. Mulai dari mengurus rumah yang meliputi menyapu, mencuci piring, baju, popok si kecil, dan masih banyak lagi, trus menyiapkan makanan untuk suamijuga si kecil yang waktu itu masih MPASI, serta merawat Si Kecil yang meliputi menyusui, menyuapinya, menemani bermain, dan menidurkannya. Dan semua itu, Saya lakukan sendiri. Beuugghh..mantebb nggak. Sakti mandraguna dah. Suami ?. Ya kerja kan. Sore baru pulang.
Nah saat itu, Si Kecil yang sudah mulai bisa merangkak, sering menghilang tiba-tiba. Tiba-tiba di balik pintu, di balik pintu lemari, atau merayap di dinding. Emangnya cicak. Bukan dong?. Spiderman jreng. Pokoknya gitu deh, banyak tingkahnya. Hal ini tentu saja tak boleh lepas dari pengawasan Saya kan. Lalu bagaimana donk ?. Pekerjaan rumah bisa-bisa nggak selesai-selesai. Dan...

Ahaaa....Saya punya ide, yup, nonton tv saja. Dan berhasil. Si Kecil langsung anteng nonton acara khusus Bayi. Saya pun bisa melanjutkan pekerjaan rumah. Setelah selesai, baru Saya fokus ke Si Kecil.


Memang sangat amat membantu Saya, tapi ternyata dampak dari itu semua adalaaaahhhh..............


Si Kecil lebih tertarik liat tv dari pada Saya. Hiks. Tak terlalu peduli dengan sekitarnya. Mau dipanggil siapa kekk, kalau sudah nonton acara kesukaannya, dia nggak akan menoleh. Mau sampek jungkir balik, kayal-kayal pun, dia tak akan peduli. Dan satu lagi, Ia jadi bingung bahasa. Sebab, Saya lupa men-setting bahasa Inggris ke bahasa Indonesia di channel tv kesukaannya itu. Dong2 bener dah Saya. HHuuuuaaaaaaaaaaa.................


Segera sadar, Saya pun memilih menyampingkan pekerjaan rumah, dan  mulai mengurangi intensitas Si Kecil menonton tv dengan sering mengajaknya bermain. Dan untuk mengurangi bingung bahasa, Saya sering mengajaknya bernyanyi. Menyanyi biasa, dijamin, melihat pun Ia ogah apalagi mendengar, memperhatikan dan mengikuti. Sebab, suara Saya serak-serak jembret. Jadi Saya harus menyanyi sambil bergoyang geje ala emak-emak bergelambir. Dan hal itu berhasil membuat Saya menggos-menggos alias ngos-ngosan.


Saya pun mencari-cari solusi yang lain, paling tidak bisa mengurangi Saya bergoyang geje dan memiliki lebih banyak alternatif untuk menarik perhatian Si Kecil. Dan alternatif itu tertuju pada kegiatan mendongeng. 


Mendongeng biasa, ngomong sambil nunjukin gambar, tentu saja tidak berjalan maksimal. Setelah browsing2, ketemulah dengan trik mendongeng yang ajib salah satunya dengan menggunakan peraga. Misalnya boneka jari. 
Sebab itulah, Saya mencari boneka jari dimana-mana. Namun sayangnya tak kunjung ketemu. 
Hingga akhirnya, Saya terdampar di blog Mbak Irowati yang saat itu sedang mengadakan GA yang hadiahnya berupa boneka jari. 


Ikut ?. Pasti. Dan syukur Alhamdulillah, pucuk di cinta, ulam pun tiba. Saya masuk dalam daftar nama peserta yang berhasil mendapatkan hadiah berupa boneka jari.
Seneeennggg sekali. Mendapatkan apa yang selama ini dicari cari. Beuugghh. Saking senengnya sampek berasa seperti Katy perry. Hehe.

Dokri
Begitu boneka jari terpasang di jari jemari Saya, Si Kecil langsung menoleh tak berkedip alias mau memperhatikan Saya. 


Tak hanya mendongeng, Saya pun melakukan permainan kecil yakni melatih motorik kasar Si Kecil dengan seberapa cepat Ia dapat mencabut satu persatu boneka jari itu dari jari tangan Saya. Yang tentu saja tak mudah sebab jari tangan Saya jempol semua. Hahahaha.
Dokri

Jadi, ya begitulah cerita singkat tentang asal muasal berburu boneka jari hingga akhirnya Saya dapatkan dengan cara ikut Giveaway Lavender Grass Irowati dan ternyata memberikan dampak luar biasa bagi perkembangan si kecil. Hadiah Kecil Berarti Besar.

Tulisan Ini Diikutsertakan Dalam Kado Maret Susindra Craft

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Postingan Populer