Showing posts with label Terkini. Show all posts
Showing posts with label Terkini. Show all posts

Kesan Pertama 2017 : Aku Tak Lagi Mendapat Peran Sebagai Suatu Benda

Welcome 2017.
Apa kabar kalian hari ini ? Di minggu pertama Tahun 2017 ? Mantab surantab to ? Tetep cucok kan ? Sipppp. Alhamdu..lillaaahhhh...

Ngomongin soal kesan pertama di tahun 2017 yuk. Udah ada yang ngerasain sesuatu nggak di awal tahun ini atau ngalamin kejadian spesial gitu ?. Sebuah rasa atau kejadian yang bikin kalian merasa optimis akan tahun 2017 ini ? Sudah kah ? Apa nih apa ? Cerita doonnkk ? Atau aku dulu nih yang cerita. Oke, capcus cin. :D

Alhamdulillah, awal tahun 2017 ini, aku sudah merasakan kesan pertama yang mengundang rasa optimis akan tahun ini. Terutama dalam hal tumbuh kembang si kecil ken.

Kesan pertama itu bukan hal yang luar biasa sih. Bukan kejadian seperti tiba-tiba si ken ngasih bunga gitu atau si ken bilang "i love you muma", atau bilang "Muma ndang mandi, baunya kecut selenting-selenting". Bukan.
Apalagi kejadian yang terakhir, tentu saja bukan, karena itu adalah kata-kata sayang dari suami tercinta. *aseg*. 

Jadi kejadian yang aku maksud adalah kejadian yang terjadi saat aku diajak bermain peran oleh si kecil ken. Aku yang dulunya selalu diberikan peran sebagai benda mati seperti perosotan, ayunan, bahkan trampolin, sekarang sudah meningkat menjadi berperan sebagai makhluk hidup. Super hero pula. Yang dikenal dengan nama Satria Bima X.

Iya, peranku sekarang bukan lagi jadi benda mati. Si ken memberikanku peran menjadi Satria Bima X di skenario yang ia buat.

Harapanku, semoga peranku meningkat lagi, nggak lagi jadi Satria Bima X. tapi jadi sailormoon lah, atau jadi dian sastro juga boleh, boleeehhh, boleh banget. Wkwkwkwkwk.

Atas hal ini. Atas kesan pertama yang begini ini. Di awal tahun 2017 ini. Aku opstimis, tumbuh kembang si ken akan meningkat pesat di sepanjang tahun 2017 ini. InsyaAllah. Amin.

Nah, kalau kalian gimana ? kesan pertama 2017 versi kalian seperti apa nih ? monggo dishare dimari yak. Matur nuwun.


Resolusi 2017 yang Lahir dari Refleksi Tahun 2016 dan 2015

Alhamdulillah wa syukurillah. Syukur tiada tara. Atas segala nikmat yang Allah berikan kepadaku. Nikmat yang luar biasa. Nikmat yang lebih nikmat dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah.

Salah satu nikmat itu adalah berupa tercapainya resolusi tahun 2016 yang aku buat. Resolusi yang juga tercipta dari refleksi tahun 2015.

Sekilas cerita tentang resolusi dan refleksi tahun 2015.

Tahun 2015 ini bisa dibilang tahun yang berat ya. Karena ada banyak cobaan yang datang berseliweran. Sementara itu, target-target tahun yang lalu-lalu juga seakan menagih kepastian. So tahun 2015 lalu benar-benar, berat.


Salah satu cobaan yang terberat adalah cobaan dalam hal ekonomi. Ekonomi kami memang sedang jatuh kala itu. Puasa yang seharusnya diniatkan untuk murni ibadah. Aku malah menjadikannya sebagai solusi demi menjaga agar dapur tetap mengepul. Demi kebutuhan si kecil tetap terpenuhi. Tak masalah lah yah. Toh nanti jika ada yang bertanya soal kenapa aku keliatan lebih kurus. Aku tinggal njawab "Lagi diet". Beres.


Berbagai macam usaha, kami lakukan. Suami pun bekerja lebih keras. Sementara aku ? juga ikut berusaha. Melakukan hal yang aku bisa yakni menulis. Maka dengan mantab aku pun memfokuskan resolusi 2015 sebagai tahun untuk menghasilkan uang dari menulis, demi terbebas dari persoalan ekonomi. Namun sayang, resolusi yang aku buat tersebut ternyata mutlak gagal. Aku tidak berhasil mendapatkan uang dari kegiatan menulis yang aku lakukan.
Resolusi 2015 yang gagal

Dari kegagalan resolusi 2015 tersebut, aku menguatkan diri untuk melakukan refleksi. Mengapa perlu menguatkan diri ? Susah. Karena susah sekali menenangkan rasa gagal di tengah cobaan berat yang datang melanda. Bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Jadi seperti itulah sekilas cerita tentang resolusi dan refleksi tahun 2015 yang melahirkan resolusi 2016.

Resolusi 2016
Resolusi 2015 yang sudah direvisi
dan aku jadikan resolusi 2016

Alhamdulillah, resolusi 2016 ku ini tercapai semua. Bahkan lebih dari yang aku harapkan. Bahkan hutang target tahun-tahun sebelumnya yakni ingin menghadirkan rasa bangga di hati kedua orang, juga bisa terwujud tahun ini. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Refleksi 2016

Sebagian besar resolusi tahun 2016 memang fokus pada kegiatan menulis, juga dunia blogging. Alhamdulillah semua tercapai. Sayangnya, aku sering lupa-lupa ingat akan hal ini.

Seharusnya tidak boleh begitu bukan ? Tidak boleh begitu. Hanya karena sedang dilanda cobaan baru. Lalu aku lupa dengan nikmat yang telah Allah berikan. Astaghfirullah.
Bentuk teguran Allah yang berhasil serta merta membuatku sadar
dan paham bagaimana seharusnya 

Tapi, Allah memang Maha Penyayang. Aku yang lupa akan nikmatNya ini, tidak langsung diberikan azab olehNya dan naudzubillah. Allah memilih untuk mengingatkanku terlebih dahulu. Lewat apa ?
Melalui kesehatan si kecil. sang belahan jiwa. Iya, si kecil sakit disebabkan virus tipus.

Sehat. Nikmat yang paling dasar bukan ? dan cara yang tepat untuk menegurku. Syukron Ya Rob. Sudah mengingatkan. Sudah menyadarkan. Bahwa seharusnya aku bersyukur, harus lebih memperbanyak bersyukur daripada mengeluhkan, menangisi, menestapai cobaan baru yang datang melanda.

Resolusi 2017

Nah, berbekal dari refleksi tahun 2016 ini juga resolusi 2016 yang amat sederhana dan tidak ada point yang bersifat menekan. Maka untuk #Resolusiku2017 ini, aku putuskan untuk hanya menaruh 2 point saja di dalamnya. Apakah itu ? Menjadi pribadi yang tak pernah lupa untuk bersyukur dan menjadi pribadi yang lebih sabar.

Karena, menurutku, dengan mesyukuri segala nikmat yang telah aku rasakan, terutama nikmat-nikmat yang paling dasar, tidak akan membuatku terlalu nelangsa saat sedang mengalami sebuah cobaan. Sementara dengan menjadi pribadi yang sabar, akan membuatku mampu bertahan di tengah cobaan baru yang datang.

Selain itu, aku juga akan tetap berusaha untuk mengatasi cobaan yang datang. Berusaha semampuku. Sekuatku. Sebisaku.

Aku yakin dan percaya bahwa tak ada hasil yang mengingkari usaha. Bahwa aku yakin, Allah akan ngasih kemudahan, Allah akan ngasih bantuan. Ngutip slogan blogger kece nan ngehits mbk echa : "Allah Mboten Sare". Iya aku percaya itu.

Resolusi yang sederhana sebenarnya. Tapi nggak mudah. Apalagi di tengah cobaan yang sedang aku alami. Oleh sebab itu, ada beberapa ikhtiar yang akan aku lakukan demi tercapainya #Resolusiku2017 ini
  • Minta diingatkan suami
  • Lebih peka akan kehadiran sosok-sosok inspiratif yang ada disekitar aku. Mereka-mereka yang tetap tangguh meskipun sedang mengalami cobaan. 
  • Perbanyak ibadah dan lebih mendekatkan diri kepadaNya.
  • Minta doa dan dukungan dari orang tua dan orang-orang terdekat.
  • Terakhir, mohon bantuan doa dari kalian donk ya teman-teman, prok prok prok. Doakan resolusi tahun 2017 yang aku buat ini, tercapai dengan gemilang. amin amin ya robbal'alamin. Terimakasih banyak, dan doa sebaliknya untuk kalian. Amin. :)

Jadi seperti itulah #Resolusiku2017 yang lahir dari refleksi tahun 2016 juga tahun 2015. Semoga dapat memberi manfaat. Amin.
***


5 Fakta Bendera Merah Putih yang Belum Semua Orang Tahu

Sumber gambar : national geographic

Sejak kita lahir dan mulai mengenal warna, orang tua kita sudah mengenalkan warna bendera kebanggaan negeri kita. Saat di bangku sekolah pun, guru-guru kita tak pernah menyerah menanamkan nilai-nilai sang Merah Putih. Bendera yang menjadi lambang dan simbol perjuangan tanpa akhir dari para pejuang di masa lalu. Bendera Merah Putih adalah bukti bahwa tumpahan darah dan tetesan air mata pejuang kita tidak percuma. Bendera yang kita kenal saat ini merupakan hasil dari pemikiran mendalam dari para pendiri negeri ini.

Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada saat pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Dahulu sebutan Sang Saka Merah Putih hanya ditujukan kepada bendera pusaka, namun saat ini sebutan tersebut sudah dapat digunakan untuk pemakaian bendera secara umum. Makna filosofis dari warna bendera kita ini adalah keberanian (merah) dan kesucian (putih).  Melambangkan raga dan jiwa manusia yang saling menyempurnakan dan melengkapi satu sama lain untuk menjadikan Indonesia negara terbaik di dunia.


Bagi kita yang bukan pelaku sejarah, tentu banyak fakta yang tidak kita tahu berkaitandengan Sang Saka Merah Putih. Dan berikut adalah 5 fakta yang belum semua orang tahu mengenai bendera Merah Putih:
  • Jahitan tangan.
Bendera pusaka kita adalah murni hasil karya tangan Ibu Negara pertama kita Ibu Fatmawati. Kerabat dekat dari Ibu Fatmawati menceritakan bahwa Ibu Fatmawati menyatukan 2 bahan kain merah dan putih hanya dengan benang dan jarum jahit saja.
  • Menjahit tengah malam.
Ibu Fatmawati menjahit bendera pusaka dalam keadaan yang amat sulit. Ibu Fatmawati menjahit bendera tersebut setelah kepulangan Presiden Soekarno dari Rengansdengklok pada tanggal 15 Agustus 1945 tengah malam, lalu menyiapkan proklamasi untuk tanggal 17 Agustus 1945.
  • Bahan wol.
Bendera pusaka yang dikibarkanpertama kali pada 17 Agustus 1945 berbahan dasar kain wol. Bahan kain tersebut merupakan hadiah dari seorang petinggi militer Inggris kepada keluarga Ibu Fatmawati. Bengkulu, daerah asal Ibu Fatmawati, merupakan daerah kekuasaan Inggris hingga akhirnya ditukar dengan Singapura oleh Belanda pada awal abad 19.
  • 32 tahun berkibar.
Bendera pusaka karya Ibu Fatmawati dikibarkan hanya selama 32 tahun, itu pun hanya pada upacara kemerdekaan di Istana Negara. Karena kondisi bendera pusaka yang semakin tidak memungkinkan, maka pada tahun 1969 Pemerintah memutuskan untuk tidak mengibarkan bendera pusaka dan tugasnya hanya mendampingi bendera replika ketika pengibaran.
  • Sobek pada beberapa bagian.
Saat ini, bendera pusaka memiliki beberapa bagian yang sobek. Pada ujung merah terdapat robekan sebesar 15x47 cm, sedangkan pada bagian putih sobek sebesar 12x42 cm. Dan pada beberapa bagian berlubang yang dikarenakan serangga dan jamur.

Sang Saka Merah Putih merupakan lambang negara, sehingga penggunaan dan perlakuannya pun diatur oleh negara dalam undang-undang dan peraturan. Seperti bahan yang digunakan untuk membuat bendera haruslah bahan yang tidak luntur dan dengan ukuran yang sudah ditentukan. Pengibaran dilakukan sejak matahari terbit hingga terbenam, atau dalam keadaan tertentu dilakukan pada malam hari.

Tentu saja sebagai lambang yang mewakili ratusan juta warga negara Indonesia, bendera Merah Putih patut mendapat penghormatan yang setinggi-tingginya, di junjung dengan sebaik-baiknya. Segala bentuk penghinaan terhadap bendera berarti merendahkan bangsa yang besar ini, dan kita sebagai bangsa patutlah membela nya hingga tetes darah penghabisan. Merdeka!

5 Alasan Tidak Mengikutkan Anak Ke Sekolah AUD

Saat ini, menyekolahkan si kecil di sekolah anak usia dini tengah menjadi tren bagi para orang tua. Hal ini tidak lagi terjadi di kota, melainkan juga di desa-desa. Pelakunya bukan lagi para ibu bekerja, melainkan juga dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Bukan hanya ekonomi menengah ke atas, akan tetapi juga dilakukan oleh hampir seluruh tingkatan kelas ekonomi. Sebab saat ini sudah ada sekolah anak usia dini yang biayanya cukup terjangkau.

Kenyataan ini bisa dikatakan sebagai adanya peningkatan kesadaran para orangtua untuk memberi pendidikan kepada anak-anaknya sedini mungkin. Sebuah kenyataan yang menghembuskan angin segar di dunia pendidikan. Angin segar yang membawa rasa optimis bahwa pendidikan di negeri ini akan melesat maju. Standing applause untuk para orangtua saat ini.

Sekilas memang tren ini nampak bernilai positif. Dan iya. Memang bernilai positif. Akan tetapi tidak berlaku mutlak. Maksudnya jangan jadikan menyekolahkan anak di sekolah usia dini ini menjadi satu-satunya cara untuk memberikan pendidikan kepada anak.

Persepsi demikian sepertinya sudah menjalar di masyarakat. Begitu melihat anak usia dini maka pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan bermunculan. Antara lain : "Sudah sekolah ?", "Sekolah di mana ?", "Sudah diajarin apa saja di sekolah ?", "Wah pinternya sudah bisa nulis, pasti nanti jadi juara kelas", "Koq baru bangun ? nggak sekolah yah ?", dan satu lagi : "Koq nggak sekolah ? Si budi, si andi, sudah sekolah semua".

Padahal menyekolahkan anak di sekolah usia dini bukan satu-satunya cara memberi pendidikan kepada anak. Masih ada cara lainnya. Salah satunya dengan cara belajar di rumah atau yang lebih di kenal dengan nama homeschooling.

Selama ini, orangtua yang memilih homeschooling untuk anaknya dianggap karena ragu dengan lembaga pendidikan yang ada. Tidak selalu begitu. Ada juga orangtua yang memilih homeschooling untuk anaknya dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Merupakan Anak dengan Kecerdasan Kinestetik

Menurut Howard Gardner, ada 9 kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Yakni kecerdasan linguistik, kinestetik, visual spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, natural, logika matematika dan kecerdasan moral. Nah di antara sekian banyak macam kecerdasan tersebut, ada satu kecerdasan yang sering dianggap miring. Dan itu adalah kecerdasan kinestetik.

Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan kinestetik adalah anak yang mahir dalam melakukan olah tubuh. Tidak bisa duduk diam terlalu lama. Suka bereksplorasi dan sebagainya. Oleh sebab itu, anak dengan tipe ini sedikit susah untuk diajak duduk diam di dalam kelas untuk mengikuti kegiatan belajar. Dan tidak menutup kemungkinan hasil belajar si kecil selama belajar di sekolah tidak terlalu terlihat signifikan.

Kalau bertemu dengan siswa seperti ini maka guru harus mendampingi si anak kinestetik ini atau bisa memberikan aktivitas khusus untuknya (yang berhubungan dengan materi belajar yang sedang dipelajari bersama). Demi agar tetap terciptanya kondisi kelas yang kondusif untuk anak-anak lainnya. Sementara si anak kinestetik bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Jadi anak usia dini dengan kecerdasan kinestetik yang dominan lebih baik untuk homeschooling dulu. Belajar di rumah sambil bermain dan bereksplorasi.

2. Merupakan Anak dengan Otak Kanan Dominan

Menurut Rogger Sperry, seorang ahli neuropsikolog, fungsi otak manusia dibagi menjadi dua bagian yakni otak kanan dan otak kiri. Masing-masing bagian ini memiliki fungsi yang spesial. Tanpa tergantung satu dengan yang lainnya. Cara kerjanya juga berbeda.

Otak kiri bekerja secara seri. Berurutan. Sementara otak kanan bekerja secara paralel. Melompat-lompat.

Cara belajar anak dengan otak kanan dominan adalah lebih suka belajar dengan tidak terikat waktu. Kadang ia suka belajar di pagi hari, kadang juga sore hari. Setelah mandi atau setelah makan.

Jadi anak usia dini yang seperti ini lebih baik melakukan homeschooling terlebih dahulu. Belajar di rumah. Sambil bermain. Terserah kapan waktunya. Jika anak belajar dengan perasaan senang, maka hasilnya pun akan memuaskan.

3. Si Ibu Bisa

Point ketiga ini tergantung dari kemampuan ibu. Karena tidak semua ibu mampu mendidik si kecil. Baik itu disebabkan karena pengetahuan yang masih minim dengan dunia anak. Atau bisa juga karena tak punya cukup waktu. Sebab bekerja.

Jadi jika ibu memilih homeschooling untuk anak. Maka ibu tak hanya harus punya cukup waktu. Namun juga harus memperkaya ilmu pengetahuan tentang dunia anak.

4. Materi

Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Termasuk pendidikan. Namun biasanya, untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak membutuhkan materi yang tidak sedikit.

Misalnya ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak dengan kecerdasan kinestetik. Maka sekolah yang cocok untuk anak kinestetik adalah sekolah yang lebih banyak melakukan praktikum atau sekolah alam. Sekolah yang seperti ini pasti memerlukan biaya yang lumayan.

Jadi jika belum mampu materi untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Maka solusinya adalah homeschooling terlebih dahulu. Melakukan praktikum-praktikum dengan alat sederhana atau bisa memanfaatkan barang bekas yang ada. Bukan malah mengikutkan anak ke sekolah anak usia dini yang apa adanya. Apalagi sekolah tersebut kurang cocok dengan kecerdasan yang dimiliki anak.

5. Anak Belum Meminta atau Berkeingan Untuk Sekolah

Jadi sebelum mengikutkan anak ke sekolah usia dini. Alangkah baiknya jika orangtua mempertimbangkannya terlebih dahulu. Demi mendapatkan yang terbaik untuk anak.

Yuk Membentengi Si Kecil dari Virus Polio

Dari awal bulan maret. Hampir sepanjang jalan yang aku lalui pasti bertemu dengan kalimat "Bebas Polio" atau "Pekan Imunisasi Nasional Polio" dan sebagainya. Ada yang ditancepin di pohon #YangIniTakPatut, ada yang di tembok, dan ada yang dipasang di pintu masuk komplek perumahan. Macem-macem. Yang pasti nggak ada yang dipasang di tenda birunya teh desy ratnasari. Hehe.

Di stasiun tv ada. Dunia maya juga ada. Media sosial juga rame. Grup bbm mbahas itu. Grup WA juga. Dapet sms dari adek juga gitu isinya. Ibuk telpon juga nanyain itu. Pokoknya tiada hari tanpa mbahas pekan imunisasi nasional polio. Hal ini, secara tidak langsung, membuat aku yang tadinya menanggapi adanya pin polio dengan selo selo aja. Menjadi sangat menanti-nanti kedatangannya. Oleh sebab itu, saat aku mendapat undangan PIN Polio dari posyandu perumahan, rasanya seneng banget loh. Lebih seneng dari melihat jarum timbangan berat badan mundur 2 langkah.Tinggal 3 langkah aja daku jadi uut permatasari deh *uhuy.



Sebenarnya, maksud dari diadakannya PIN Polio ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dari virus polio. Nah  virus polio ini akan menyerang susunan saraf pusat si korban. Sehingga mengakibatkan si korban menderita lumpuh layu akut. Tanda-tandanya adalah dimulai dengan gejala demam, nyeri otot, dan kelumpuhan pada minggu pertama sakit. Bahkan bisa saja mengakibatkan kelumpuhan otot pernagasan apabila polio tidak segera ditangani. Jadi bisa dibilang imunisasi polio ini kudu wajib diberikan pada si kecil.

Hari H tiba. Sempat khawatir si ken bakal bangun siang banget dan posyandu pun keburu tutup trus batal dapet nasi bungkus *eh. Tapi alhamdulillah, jam 7 pagi si ken sudah mengerjap-ngerjapkan matanya. Lalu memamerkan senyuman indahnya seraya membuka ketiaknya lebar lebar. Dan bau kecut pun menyebar ke penjuru kamar. Wusss. Wussss. Wuusss #BauFavoritAku. Hahaha. 

Jam 8, si ken sudah mandi, sudah ganteng, lebih ganteng dari leonardo dicaprio, dan siap berangkat ke posyandu *ciecieee.  Dengan gagah berani, si ken berjalan menuju posyandu. Dan saking semangatnya, emaknye pun ditinggalkan begitu saja. Maklumin ya ken. Emakmu yang bergelambir ini memang sedikit susah kalau diajak jalan cepet. lol.

Dengan gagah berani pergi  ke posyandu
Tiba di teras mushola perumahan yang disulap jadi posyandu, si ken bukan malah berhenti. Eee malah ngeluyur pergi. Jalan terus nggak mau belok. Nggak mau ke posyandu. Beneran nggak mau. Iyak si ken memang menolak kalau setiap aku ajak ke posyandu. Gegara pernah ditimbang pakek timbangan gantung tradisional gitu deh. Tradisional banget yak posyandunya ? Iyak. Tapi sekarang udah punya timbangan digital koq. Alhamdulillah. Kemajuan. Sayangnya moment itu membekas banget di hati samsul bahri *halah, maksudnya di hati sanubari si ken. 

Oleh karena kesan tak enak itulah waktu imunisasi polio kemarin si ken malah mewek. Padahal waktu imunisasi suntik di RSIA si ken nggak mewek sama sekali loh. Eee ini imunisasi tetes aja udah ihik ihik. Ihik ihik nya panjang bener pula. Sampek dibagiin nasi bungkus pun dia masih begitu.  Dan baru benar-benar berhenti waktu jari-jarinya aku tempelin ke tinta biru. 

memandangi tinta biru di jempol sambil berkata : "yeaaahh aku bebas virus polio"
Alhamdulillah. Si ken sudah dapat imunisasi polio. Dengan begitu, si ken bebas dari yang namanya virus polio yang biasanha bersemayam di kotoran manusia. Senengnyooooo. Emakmu lega ken. Legaaaa. Meskipun begitu, tetep harus jaga kesehatan ya nak.

Nah buat para emak yang punya balita. Jangan lupa nge-PIN polio yak. Selain untuk membentengi anak dari serangan virus polio, ikut nge-PIN juga bikin dompet aman #Tetep. Dan satu lagi nih, dengan nge-PIN kita juga bisa dapet nasi bungkus dari posyandu. Lumayan banget kan. Rejeki nomplok. Jadi jangan lupa ya maks. Sampek 15 Maret loh ya. Inga' inga' ting.

Pemuda di Dalam Quote Bung Karno

"Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" ~ Bung Karno.

Sepintas, quote milik bapak soekarno tersebut nampak begitu sangat amat manis. Terutama di mata para pemuda negeri ini. Sebab quote tersebut berhasil membuat sebagian pemuda jadi gede rasa alias ge er. Merasa gimanaaa gitu. Merasa keren dan bangga menjadi seorang pemuda. Betul begitu ?. Iya, sebab aku pernah merasa begitu. Tapi rasa itu cuma seuprit. Nggak banyak koq. Beneran. Sebab lambat laun *aseg, aku pun paham bahwa kata pemuda yang ada di quote Bung Karno tersebut bisa dibilang masih ambigu. Pemuda yang bagaimana yang bisa mengguncang dunia ?. pemuda yang sebesar gajah sehingga dapat mengguncang dunia dalam makna sesungguhnya. Atau pemuda macam anak alay yang mampu mengguncang dunia hiburan. Pemuda yang bagaimana ?.

Menilisik beberapa peristiwa pada masa masa merebut kemerdekaan. Saat itu terdapat beberapa pemuda yang bisa dibilang mampu mengguncang dunia. Salah satunya adalah Bung Tomo. Bung Tomo adalah pelecut semangat arek arek suroboyo pada peristiwa bersejarah dan berdarah pada tanggal 10 November tersebut. Yang mana peristiwa tersebut berhasil mengguncang dunia. Membuat dunia melihat Indonesia. Berbekal semangat api membara serta bambu runcing dan senjata seadanya, arek arek suroboyo berhasil memenangkan peperangan tersebut. Mengalahkan pasukan yang berpengalaman dan bersenjata.

Berdasarkan hal itu, bisa dikatakan bahwa sepertinya pemuda yang dimaksud dalam quote Bung Karno adalah pemuda yang seperti Bung Tomo yang memiliki keinginan kuat untuk perubahan ke arah yang lebih baik yakni kemerdekaan. Juga memiliki skill yang luar biasa tentunya. Seperti itu. Iya. Jadi quote tersebut tidak ditujukan dan berlaku untuk semua pemuda di negeri ini. Lalu adakah saat ini pemuda negeri ini yang masuk dalam kriteria 'pemuda' di quote bung karno tersebut ?. Ada. Tentu saja ada. Malah banyak sekali.

Hari jum'at kemarin, aku nonton acara kick andy. Saat itu tema yang dibahas adalah soal kontroversi ahok. Alasanku nonton memang karena tertarik dengan sosok ahok. Namun pada akhirnya, bukan sosok ahok yang membuatku terkesan, akan tetapi 'Teman Ahok' lah yang berhasil meninggalkan kesan tersendiri di dalam hati. Mengapa demikian ?.

Sebelumnya, 'Teman Ahok' ini merupakan kumpulan orang orang yang mendukung ahok. Lebih spesifik lagi yaitu mendukung ahok untuk kembali menjadi Gubernur DKI menggunakan jalur independent. Dan dukungan ini tidak main main loh, Bukan sekedar asal mendukung saja. Melainkan juga ada action-nya. Action-nya juga tak main main alias total alias dikerjakan dengan sungguh sungguh, Mulai dari mengenalkan 'Teman Ahok' ke warga Jakarta. Menyebarkan formulir 'Teman Ahok'. Mengumpulkan data mereka yang berupa formulir serta foto copy KTP dan sebagainya. Banyak. Mereka juga membuat booth booth teman ahok yang sudah tersebar ke 150 daerah yang ada di Jakarta. Soal dana, mereka mendapatkannya dari hasil jualan kaos, dan beberapa marchandise bertemakan teman ahok.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Mereka berhasil mengumpulkan sekitar 600.000 sekian warga Jakarta yang mendukung ahok untuk mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur DKI lewat jalur independet. Agar tidak ditunggangi oleh kepentingan politik.

Mendengar keterangan dari salah satu pengurus 'Teman Ahok' membuat ahok sempat menunjukkan raut wajah kaget. Tidak menyangka. Kata ahok, jika dukungan mencapai 1 juta ia akan benar benar menggunakan jalur independent.

Salut dengan kesungguhan, keseriusan, kekreatifan ide, yang dimiliki oleh para Teman Ahok yang ternyata berisi para anak muda usia 25 dan 25 tahun ke bawah. Keren. Kalian keren.

Menurutku, mereka, masuk dalam kriteria 'Pemuda' dalam quote Bung Karno tersebut. Sebab mereka adalah orang orang yang berkeinginan kuat untuk meraih perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Mereka juga memiliki skill yang luar biasa. Berkomitmen. Kerja keras. Pantang menyerah. Salut banget.

Makin kesini, aku optimis, negeri ini, suatu saat nanti akan menjadi lebih baik lagi. Semoga. Amin.

KEB BERKARYA : Ibarat Pelangi, Berbeda Namun Tetap Indah Mempesona

Dulu, sebelum bersatu (menjadi power rangers) atau bergabung di KEB, aku pikir KEB itu adalah kumpulan ibu-ibu rumah tangga yang suka ngeblog. Jadi sebab merasa sama dalam hal kesukaan maupun profesi, aku pun memutuskan untuk bergabung ke KEB. Mendaftar, lalu memenuhi syarat ketentuan yang berlaku di KEB trus diapprove deh sama mama maira atau makte Sary Melati.

Lambat laun *aseg, akhirnya aku tau bahwa KEB bukan hanya kumpulan ibu-ibu rumah tangga yang suka ngeblog saja. Melainkan KEB adalah sebuah wadah yang di dalamnya berisi rupa rupa perasaan, pikiran, kesukaan, kebiasaan, kegundahan, kegalauan para wanita. Mau cari yang model gimana ?. Pasti ada di KEB. Mau cari yang suka mbahas soal kecantikan ?. Ada. Cari yang suka travelling ? juga ada. Atau cari yang seperti Dian sastro juga ada ?. *Nunjuk diri sendiri  *lalu ditoyor rame-rame. Hehe.

Biasanya, sebuah komunitas itu terdiri dari orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama. Dengan begitu komunitas pun akan berusia cukup lama. Sebab adem ayem tentrem. Karena merasa sudah satu hobi. Satu kesukaan. Maupun satu pikiran. Selain itu juga yang dibahas di komunitas tersebut tak pernah jauh banget dari apa yang sama sama disukai. Jadi aman. Aman dari yang namanya kres-kres pecah kongsi.

Lain halnya dengan KEB. KEB memang terdiri dari para wanita yang memiliki kesukaan yang sama yakni ngeblog, akan tetapi di KEB tidak melulu membahas soal ngeblog. Semua anggotanya bebas mau share apapun asalkan tidak mengandung si sara dan berbau forno. Mau share tulisan soal parenting, monggo. Share curahan hati juga silahkan. Share menu masakan plus masakannya sekalian juga boleh banget *hahayyyy. Apalagi share soal ilmu ngeblog hingga dapetin duit dari ngeblog, beuughhh, pasti bakal diserbu. Boleh dishare, boleh dikomentarin dan boleh ngajukan pertanyaan juga kepada si empunya tulisan. Beneran. Anggota KEB pada royal koq sama ilmu. Nggak pelit informasi. Mau tanya apa pasti dijawab tentu saja sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Share yang beraneka ragam tersebut tentu saja ada yang menimbulkan pro dan kontra. Seperti misalnya share soal ibu bekerja atau ibu rumah tangga. Kalau di luar, bahasan tersebut masih cukup mampu memicu mom war. Tapi kalau di KEB nggak. Dua wanita yang mbahassoal itu (satunya soal ibu bekerja dan satunya lagi soal ibu rumah tangga) malah saling berpelukan ala teletubbies gitu. Atau jangan-jangan mereka berdua itu, si emak annisa steviani dan emak istiana sutanti, memang jelmaan teletubbies kali yak ?. Mari kita tanyakan langsung ke mereka berdua. Hehe.

Pro dan kontra itu pasti selalu ada. Dimanapun pasti kita ketemu sama yang namanya perbedaan. Tapi ya tergantung masing-masing menyikapinya gimana. Kalau aku sendiri nih, misalnya ketemu sama tulisan salah satu atau salah dua anggota KEB yang nggak sreg di hati, biasanya aku memilih untuk jadi silent reader aja. Kadang juga ketidak-sreg-anku itu aku tuangkan juga di blog. Kalau sudah begitu, ya harus siap-siap aja mendapat komentar yang unik. Resiko lah yah. Trus selanjutnya apa ?. Ya udah. Nggak perlu di simpan di hati donk ah. Apalagi berbalas nyinyir. Lanjutin ngeblog aja. Lanjutin berkarya. Kalau semangat ngeblog hilang, lalu keluar dari suatu komunitas blogger gara-gara ada yang kontra sama kita, beuugghh, dijamin bakal rugi. Bisa hilang kesempatan dapet ilmu ini itu secara gratis. Bisa hilang juga ladang amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat kepada kawan-kawan blogger dan yang lainnya. Dan bisa hilang juga peluang untuk menghasilkan pundi-pundi dari dunia blogging ini.

Ah rasanya, kawan-kawan blogger, terutama para emak blogger, sudah paham betul akan hal itu. Makanya KEB tetep adem ayem tentrem dan langgeng sampai saat ini, di usianya yang sudah menginjak 4 tahun ini. Pro dan kontra pun sudah jadi hal yang biasa. Sama sekali nggak membuat para emak blogger berhenti berkarya. Menelurkan tulisan yang oke punya. Menabur manfaat serta dapat menuai hasil yang begitu manis rasanya (baca : punya banyak teman atau kantong jadi tebal, hihihi) amin.

Di ultah KEB kali ini, aku ingin melakukan dua hal. Yang pertama adalah ingin mengucapkan terima kasih kepada para founder KEB yang sudah berpeluh-peluh membentuk komunitas se-kece ini. Terima kasih juga buat para makmin yang sudah siap sedia menghandle emak-emak rempong seperti eikeh ini. Dan terima kasih juga buat kawan-kawan emak blogger yang senantiasa menyulut semangatku untuk terus ngeblog makin membara *tsah.

Harapan plus doa aku untuk KEB adalah semoga KEB makin mengudara *tsah. Terus menebarkan energi positif kepada para wanita di seluruh penjuru negeri ini bahkan hingga ke luar negeri. Serta terus menjadi inspirasi. Khususnya inspirasi untuk negeri ini. Bahwa, meskipun dalam perbedaan, tapi tetap berkarya untuk perubahan. Ibarat pelangi yang memiliki warna berbeda-beda, mejikihibiniu. Berbeda tapi tetap mampu menyajikan pemandangan yang indah dan mempesona. 


Tak Cukup Hanya Dengan Fogging

Tiba-tiba, dari arah depan, nampak asap bergumul cukup pekat. Anak anak kecil berlarian saat asap tersebut mulai mendekat. Begitu juga dengan orang dewasa. Sementara aku yang berada cukup jauh, cukup bergidik melihat gumpalan asap tersebut.

Di tengah asap pekat tersebut, muncul sesosok yang bentuknya cukup aneh. Bagian muka berbentuk moncong panjang, sementara sisi kiri di bagian bawah nampak sesuatu yang panjang dan mirip dengan belalai gajah. Lamat lamat sosok itu pun muncul yang ternyata adalah petugas fogging. Aaaakkkkk..Kabooorrrrr. Selamatkan makanan *syelalu. hehe.

Iya, minggu kemarin, area rumah kontrakan aku mendapat giliran disambangi fogging. Cukup kaget sih. Karena tidak ada informasi yang jelas mengenai kapan kapannya pelaksanaan fogging. Jadi, wajar lah yah kalau aku jadi histeris syantik *pret, melihat petugas fogging yang datang tiba tiba mak bedundug gitu.

Sebenarnya aku kurang gimana gitu dengan pem-foggingan ini. Kurang sreg aja. Tapi ya mau gimana lagi, harus ikut suara terbanyak donk yak.

Fogging memang merupakan salah satu cara untuk memberantas nyamuk terutama nyamuk aides aigepty yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Cara ini begitu populer di mata masyarakat. Karena fogging dianggap lebih ampuh dalam memberantas nyamuk dibanding dengan cara yang lain. Jadi banyak yang mengaggao bahwa jika sudah difogging maka tempat tinggal akan aman dan tak perlu repot bersih bersih lagi atau memasang obat nyamuk lagi.

Hal tersebut memang benar. Namun sampai kapankah efek fogging tersebut bekerja ?. Efek fogging hanya bekerja sampai dua hari  dan hanya memberantas nyamuk-nyamuk dewasa serta cakupan areanya pun hanya sekitar radius 100 meter saja. Jadi tidak menutup kemungkinan, setelah efek fogging hilang, nyamuk akan kembali bermukim di tempat yang sudah di fogging tersebut.

Selain itu juga, pemberantasan nyamuk dengan fogging ini terkadang tidak dilakukan secara maksimal. Misalnya, fogging tidak dilakukan pada masa-masanya nyamuk berkembang biak yakni pada pukul 06.00-10.00. Kemudian, banyak tempat-tempat bermukimnya nyamuk seperti saluran limbah rumah tangga yang ada di depan rumah ditutup permanent oleh si pemilik rumah. Sementara area-area di dalam rumah yang berpotensi menjadi tempat bermukimnya nyamuk malah hanya mencicipi asap fogging saja karena si pemiliki rumah menutup rumahnya rapat-rapat untuk menghalau asap fogging. Kalau seperti ini apakah fogging mampu memberantas nyamuk aides aigepty.

Jawabannya adalah tidak. Tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila memberantas nyamuk tidak hanya mengandalkan fogging saja, akan tetapi juga harus diiringi dengan melakukan gotong royong secara rutin membersihkan saluran limbah rumah tangga serta menggencarkan aksi 3M, menguras, mengubur, menutup. Apabila hal ini benar-benar kita lakukan, maka kita tidak lagi membutuhkan fogging. Dengan begitu, kita bisa aman dari terpapar asap fogging dan serbuan nyamuk aides aigepty.

Tahun Baru Header Blog Juga Baru

Welcome 2016. Selamat Datang ye *ulurin tangan cipika cipiki* *uye*. Semoga kau, 2016, dan aku, bisa jadi bestfriend yang cucok setahun ini yak. Amin.

Nah dalam rangka menyambut kedatangan si 2016 ini, aku bikin sesuatu yang ada di hatimu *halah, aku bikin sesuatu yang baru di blog aku ini. Apakah itu ?. Tebak doonkkkk. Yang berhasil nebak akan aku nobatkan sebagai Penggemar Setiaku. *lalu balik kanan semua* *kaboorrrrr*. Hehe.

Sesuatu yang baru di blog aku ini adalah just Header Blog. Ya itu saja. Yang lainnya masih tetap sama. Label label juga. Menu menunya juga tetap sama. Tapi nggak menutup kemungkinan sih semua yang aku sebutin tadi bakal aku ubah. Cuma untuk mengubah itu itu itu harus dipikirkan mateng mateng. Biar nggak keluar jalur tema. Nggak sekedar bikin bikin publish, Nggak kayak budi baper lek dis yang jepret jepret uplot gituh. Nggak.

Pembuatan header blog ini juga nggak sembarangan loh. Aku harus pergi ke barat dulu *emangnya situ sun go kong ?*, lebih tepatnya jalan jalan ke tempat wisata yang ada di bali barat ini untuk mencari gambar yang pas dan mewakili tema blog aku 'motherhood' ini.

Dari sekian banyak fotoku yang cakep cakep *pret. Aku memilih foto yang di atas itu. Foto tersebut seakan mendeskripsikan bahwa Si ibu tengah menemani si jagoan neonnya memperhatikan deburan ombak yang terpecah oleh tumpukan batu besar. Di sela sela waktu tersebut, ibu menyisipkan pengetahuan juga beberapa nasihat tentang hidup. Terlepas dari apakah si jagoan neon paham atau tidak, yang jelas nasehat nasehat positif harus diberikan sejak dini kepada si kecil.

Sementara itu, pemandangan laut lepas itu menggambarkan masa depan yang tidak bisa dilihat sekarang. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan rangkaian masa depan yang sudah direncanakan, maka kita harus berhati-hati, menikmati prosesnya seraya mengamati sisi laut bagian mana yang arusnya cukup bersahabat untuk dilalui. Hal ini ditunjukkan dengan si anak dan si ibu yang duduk berteduh di atas bebatuan seraya melihat ke arah laut lepas.
Seperti itulah kiranya deskripsi dari foto tersebut. Gimana menurut kalian ?. paskan ?. Dipas pasin aja deh ya, hehe.

Bikin Header Blog ini juga cukup mudah. Terutama buat mamak gaptek seperti aku ini nih. Nggak pakek photoshop, coreldraw, dsbg. Tapi pakai Picsart aja. Caranya :

Masuk ke hatimu dulu *halah, masuk ke picsart dulu ---> Pilih Draw ---> Pilih template ---> Pilih FB apa gituuu ---> klik Oke ---> Silahkan berkreasi dah. Ditambah foto monggo, dikasih kalimat kalimat kece juga bisa, disisipin sticker picsart yang oye oye itu juga oke.

Hasilnya ? jeng jeng jeng jeeenggg. Lumayan lah yah. Daripada lumanyun. hehe.

Aku berharap, semoga dengan header blog yang baru ini, bisa mengundang semangat baru lagi, semangat yang masih fresh dan masih anget anget kuku di tahun 2016 ini, dan dunia blogging ini. Buang jauh jauh sedih juga kecewa masa lalu. Ambil hikmah juga pelajarannya saja. Jadikan bekal untuk menapaki tahun 2016 ini *aseg. Dan Go go go semangaatttt :D.

Menikmati Liburan Akhir Tahun 2015 di Bali Barat

Sudah tanggal segini aja yak. Sebentar lagi akan segera ganti bulan donk. Namun oleh karena sekarang adalah bulan Desember, maka kita tidak hanya akan menyambut bulan baru saja, tetapi juga Tahun Baru Masehi. Ya, tahun baru 2016 *tet toret toreeetttt*.

Biasanya, di detik-detik akhir tahun begini, sebagian besar orang sudah mempersiapkan acara masing-masing untuk menyambut tahun baru 2016 nanti. Misalnya seperti kumpul bareng temen-temen, mengadakan tasyakuran, liburan dan sebagainya. Yang jelas, apapun rencananya, semuanya bertujuan untuk menciptakan moment penutup yang indah dan berkesan di tahun 2015 ini.

Aku pun begitu. Juga ingin menutup tahun 2015 ini dengan sesuatu hal yang indah, berkesan, dan berbeza (baca: berbeda) dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi aku, si ayah, dan si ken pada liburan akhir tahun ini memilih untuk pulang kampung ke Bali dan mengisi masa-masa liburan kami dengan mengunjungi wisata-wisata yang ada di tempat tinggal kami, yakni di Kabupaten Jembrana Bali.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami tidak ingin lagi melewati masa-masa akhir tahun dengan terjebak macet saat mengunjungi wisata-wisata ternama itu. Tahu sendiri kan, kalau akhir tahun begini, Bali pasti diserbu oleh para turis dan wisatawan lokal. Rame banget cyiinn. Selain itu juga, aku ingin mengenalkan lebih dalam tempat tinggalku ini  kepada si ayah dan si kecil ken yang merupakan anggota baru keluarga Bali.

Lalu apa saja nih wisata lokal yang sudah kami kunjungi di liburan akhir tahun ini :

1. Pantai Baluk Rening

Pantai Baluk Rening
Wisata lokal pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Baluk Rening. Pantai ini terletak di Baluk dan berjarak sekitar 10 km dari kota Negara. Waktu kecil dulu, aku sering diajak main air di pantai ini. Kata bapak, air pantai ini dipercaya masyarakat sekitar mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.



2. Karang Sewu

Disambut oleh padang rumput
Pemandangan di sini cakep banget loh. Segerrr. Begitu masuk ke daerah ini, kita akan disambut dengan padang rumput yang luas. Masuk lebih dalam lagi, kita akan melihat teluk Gilimanuk yang cantik. Kalau air lautnya sedang surut, kita bisa berjalan kaki menuju ke bagian tengah teluk tersebut. Cakep.

Di depan situ namanya pulau menjangan



3. Dermaga Pengambengan

Dermaga Pengambengan
Wisata lokal selanjutnya adalah Dermaga Pengambengan yang merupakan tempat berlabuhnya perahu perahu penangkap ikan. Kalau ingin mencari ikan segar, kita bisa membelinya di sini langsung dari nelayannya. Di sini juga ada TPA dan beberapa pabrik ikan yang memproduksi sarden. O ya, pemandangan sunset di sini juga tak kalah cihuy loh.

4. Pebuahan

Sambil nunggu pesanan datang, leyeh-leyeh dulu
Ini adalah salah satu tempat wisata kuliner yang populer di Jembrana. Di bibir-bibir pantainya berjajar-jajar warung-warung makan yang menyediakan aneka olahan laut segar. Seperti ikan bakar, cumi krispy, ikan bumbu kuning, dan sebagainya. Yang membuat tempat ini istimewa adalah kita dapat menikmati ikan bakar dengan ditemani oleh deburan ombak serta semilir angin pantai. Dan juga dapat menikmati pemandangan laut lepas. Bagaimana dengan harganya ? Nyaman banget di kantong.

Ini + 5 es degan, only Rp. 175.000

Nge-degan duluu
5. Ayam Betutu Ibu Lina Gilimanuk

Maknyuuss
Kalau tempat kuliner yang satu ini pasti sudah banyak yang kenal yak. Ayam betutu ibu lina ini memiliki rasa yang nendang banget. Bumbunya meresap betul hingga ke tulang ayamnya. Daging ayamnya juga lembut banget. Dan satu lagi sambalnya, beuughhh, pedes benerrr. Mantab.

Itu baru sebagian kecil dari tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Jembrana Bali. Masih ada  pantai medewi, pantai rambut siwi, pantai dlod brawah, bendungan palasari, bendungan benel, museum Gilimanuk, pulau menjangan, penangkaran penyu perancak, bukit gelar, taman nasional Bali Barat dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata lainnya di Kabupaten Jembrana. PR mengenalkan Kabupaten Jembrana kepada si ayah dan si kecil ken masih banyak rupanya.

Mungkin belum bisa diselesaikan di liburan akhir tahun ini. Tapi di lain waktu aku akan melanjutkan perjalanan mengunjungi tempat-tempat wisata lokal yang ada di tempat tinggalku ini. Aku dokumentasikan lalu akan aku abadikan di sini, di blogku yang baru ber TLD ini. 

Yup, akhirnya setelah 1 setengah tahun lebih, aku memutuskan untuk men-TLD-kan *bahasa apa ituh* blogku ini juga. Keputusan tersebut muncul saat aku tak sengaja lewat di depan rumahmu *halah*, melihat tweet @Qwordsdotcom yang sedang mengadakan promo diskon dalam rangka merayakan hari sumpah pemuda. Tanpa babibubebo lagi aku pun segera meluncur ke Qwords.com. Karena aku nggak mau donk kehilangan promo diskon tersebut. Lumayan cyinn. Dapet potongan 15%. Yang semula harganya sekian jadi cuma Rp. 77.000 saja. Untuk 1 tahun pula. Terjangkau banget kaann ?.

Bagi yang pengen men-TLD-kan blognya, aku saranin banget nih, beli domain di Qwords.com aja. Ada banyak promo diskon di sana. Nggak cuma waktu hari sumpah pemuda itu aja, tapi hampir di setiap moment Qwords.com ngasih promo diskon yang oke punya. Sekarang pun di akhir tahun ini, Qwords.com juga ngasih promo diskon loohh.



Cara beli domain di Qwords.com pun cukup mudah. Tinggal ngikutin alurnya aja. Selesai. Atau bisa juga pakek infografis di bawah ini nih.


Selain karena rajinnya Qwords.com ngasih promo diskon, di sini juga keren banget loh pelayanannya. Responsif banget. Aku aja yang gaptek gini bisa mengubah blogspot menjadi domain .com sendiri. Tentu saja setelah ngerecokin adminnya dengan melayangkan surat cinta (baca: support ticket) kepada si admin Qwords.com. Hehe. Dan satu lagi nih, di sini juga ada program afiliasinya loh. Dengan mengikuti program afiliasi ini, kita bisa mendapatkan fee dari Qwords.com. Tertarik ?. Langsung cus ke sini.

Alhamdulillah, blogku yang baru ber-TLD ini juga ikut memberikan moment penutup tahun 2015 yang manis untukku yakni mendapat tawaran job review. Dududu..senengnyaaaa.

Fabiayyi alaaa irobbikuma tukadziban
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.


Alhamdulillah banget dah. Liburan akhir tahunku kali ini di Belahan Pulau Bali Bagian Barat, bener-bener menjadi momen penutup tahun 2015 yang amat indah dan berkesan. Kalau momen penutup tahun 2015 kalian apa nih ?. Share di sini yuk. Makasih :D.

***

Manfaat Ngeblog yang Aku Rasakan di Tahun 2015

Waktu rasanya cepet banget yak. Tau tau kita sudah di penghujung tahun aja nih. Perasaan baru beberapa bulan yang lalu deh melewati tahun baru dengan bibir domble gegara kebanyakan naruh cabe di kuah bakso. Eee sekarang tahun baru malah tinggal menghitung hari saja. Dududuuhhh..cepetnyooooo..

Sebenernya ya, nggak cepet cepet amat sih waktu berlalu. Nggak langsung wes bablas angine gitu juga koq, alias masih terasa. Masih terasa sensasinya. Terutama sensasi berbeda yang baru aku rasakan di tahun ini. Sensasi seru di dunia blogging. Keseruannya ituuu..bisa di bilang seperti naik roller coaster lah ya. Memicu adrenalin banget. Terutama saat ikutan lomba. Apalagi ikutnya waktu menjelang deadline. Beuuugghhh....

Selain dapat merasakan sensasi berbeda dari tahun tahun sebelumnya, di dunia ngeblog ini juga aku mendapatkan banyak hal positif loh.

1. Dapat banyak ilmu pengetahuan
Yup, dapat banyak ilmu. Mulai dari ilmu blogging, writing, parenting, tumbuh kembang anak, masak memasak, berbagai pengetahuan soal tempat wisata yang kece abis, dan sebagainya. Yang begini ini nih, membuat aku merasa tak kudet lagi. Ya paling tidak, aku, sebagai irt ini, tetep bisa nyambung lah ya kalau diajak berdiskusi atau mengobrol soal hal yang tidak berkaitan dengan urusan rumah tangga. Begitu.

2. Nambah temen
Aku bersyukur banget nih yah karena di awal awal ngeblog aku sudah bergabung dengan beberapa komunitas blogger. Seperti KEB, Warung Blogger dan Blogger Perempuan. Dari situ aku mendapatkan banyak teman maya yang ramah, welkam banget dan tak pelit ilmu serta tak medit materi. Enak.

3. Kenal dengan peluang karir baru
Jujur nih, aku baru kenal dengan blog menjelang akhir tahun 2014. Semula aku pikir blog ya cuma tempat curhat saja, tempat berbagi informasi dan salah satu syarat buat ikut lomba. Aku juga dulu belum tahu bahwa ngeblog bisa dijadikan sebagai karier yang menjanjikan dan cerah. Sweer tekewer kewer. Telat banget yak tahunya. *kaaasiihaaann ish ish ish iissshh.

4. Dapet bonus rejeki
Pernah nih, aku berekspektasi tinggi akan lomba yang aku ikuti. Yakin banget akan masuk jadi salah satu pemenang. Paling tidak pemenang hadiah hiburan.

Latar belakang dari ekspektasi tinggi tersebut adalah sebab aku merasa tulisan yang aku buat ini sudah maksimal. Saking maksimalnya sampek aku mengorbankan kesehatan demi bisa membuat tulisan yang cakep menurutku. Begitu juga dengan promosi tulisan untuk lomba tersebut, aku pun mempromosikannya semaksimal mungkin. Namun sayangnya, ekspektasi tersebut menghasilkan angka 0 besar alias tidak mendapatkan apa apa. Walhasil semangat pun ngedrop seketika. Oleh sebab itu, aku tak mau lagi memikirkan materi yang dapat aku raih dari dunia ngeblog. Bikin stress cyiinn. Aku menganggap materi atau rejeki yang aku dapatkan dari ngeblog adalah sebagai BONUS. Seperti yang dikatakan blogger kece, mami raffi, mak echaimuttenan, "nulis nulis aja dulu, jangan mikirin materi". *setujuuuu.

Itulah beberapa hal positif yang aku dapat dari ngeblog. Semoga tahun depan, aku masih bisa merasakan hal hal yang tersebut di atas. Bahkan aku berharap dan berusaha bisa lebih dari itu. amin.

Kesan Nonton Dangdut Academy Asia

Salah satu suasana di rumah yang paling aku rindukan adalah saat nonton tv bareng. Dusel tempat duduk, ngotot ngototan, eyel eyelan, hingga rebutan remote tv. Yang satu pengen nonton ini yang satu pengen yang itu. Ujung-ujungnya malah nggak ada yang bisa nonton apa yang dipengenin, gegara kemunculan alm. si mbah yang tiba tiba lalu mengambil remote tv dan nonton berita dengan wajah tanpa dosa alias cuek markowek. Hadeehh.

Momen itulah yang aku rindukan, jadi saat aku pulang kampung begini, aku pasti akan menghadirkan suasana seperti itu. Yaaa, memang sih nggak sama dengan yang dulu. Tapi lumayan lah yah sebagai penawar rasa rindu *aseg.

Memang sudah tidak sama. Dulu, yang suka rebutan remote adalah aku dan adek, kalau sekarang yang rebutan remote adalah adek dan ibuk. Iya ibuk. Apalagi kalau jarum pendek menuju angka 20.00 WITA. Beuugghh, bener bener kagak bisa diganggu gugat dah. Karena itu adalah jadwal ibuk nonton Dangdut Academy Asia di Indosiar.

Iya, ibuk suka dengan acara dangdut yang satu itu. Saking sukanya, ibuk sampek rela mengurangi waktu tidur malamnya untuk nonton acara dangdut tersebut sampai selesai. Sempat heran, koq sampek segitunyaaaa si ibuk sama Dangdut Academy Asia. Biasanya cuma sekedar nonton saja. Nggak pernah sampek ngikutin seperti ini.

Aku sendiri nggak tertarik blas nonton acara yang satu itu, Sebab pikirku, paling dangdut ya begitu begitu aja. Main cengkok main goyang. Entah ngecor atau ngebor. Mungkin bisa juga ditambah dengan ngecat, ngarit, nyangkul sekalian. Yaaaa, berubung nggak ada kesempatan memilih acara tv. Walhasil, mau tidak mau aku ikut nonton acara tv pilihan ibuk.

Saat nonton pertama kali, aku sempet protes sama ibuk. Yang kedua kalinya, aku gerundel nggak jelas. Yang ketiga kalinya, lumayanlah ya. Lumayan ngikutin. Itu pun nggak sepenuhnya. Aku baru memperhatikan acara tersebut yaaa pada saat para kontestan menyanyi saja. Lalu begitu kontestan selesai bernyanyi, aku kembali menemani si ken main.

Sebenernya dan menurutku nih, acara Dangdut Academy Asia ini tak kalah kece dengan Indonesian idol. Karena apa ?. Para peserta kontes benar benar memiliki kualitas suara yang oke. Cengkok cengkok yang mereka buat pun luar biasa. Keren. Salah dua peserta yang menurutku paling unggul dari awal aku nonton adalah Lesty dan Shiha. Ajib bener dah mereka.

Nah yang membuat acara ini hilang kekeceannya adalah cara penyajiannya yang kurang sip. Banyak nyelipin drama. Guyonan guyonan yang nggak jelas. Komentar yang mbuletisasi dan host yang buanyak sekali omongnya. Jujur, hal yang begini ini malah bikin cepet cepet pengen ganti channel. Lelah nonton yang begituan.

Harapanku sih, kalau acara ini tahun depan masih diadain lagi, semoga penyajiannya nggak begini lagi. Eman. Beneran. Kalau memang acara ini diadakan untuk mempopulerkan musik dangdut hingga terkenal di mata dunia, mbog ya tujuannya dimaksimalkan gitu. Difokuskan ke dangdutnya. Bukan ke dramanya. Eman. Talenta talenta sekece itu jadi tertutupi, jadi tidak mampu menarik perhatian, jadi males nonton, jadi tidak ingin nonton, jadi tidak ingin tahu, dan jadi tidak peduli karena bisa jadi disebabkan dengan selipan sajian hal hal yang nggak jelas banget. Eman bener dah. Semoga lebih baik lagi lah kedepannya, amin.

Aku Terima Kegagalan Resolusi 2015 Ini dengan....


Sebenarnya, inti dari resolusiku di tahun 2015 yang sebentar lagi akan berakhir ini adalah dapat menghadirkan rasa bangga di hati ibu dan bapak. Meskipun aku hanya sebagai ibu rumah tangga. Bukan sebagai seorang wanita karier sukses sebagaimana harapan bapak juga ibuk yang ditujukan padaku si anak pertama.

Sudah bukan hal yang dianggap tabu lagi dibicarakan *emangnya silet bahwasanya memegang status anak pertama itu, benar benar, tak semudah membalikkan telapak tangan. Berat. Lebih berat dari  berat badanmu ? *melengos. Iyah. Beraaattt. Karena, tugas si anak pertama tak hanya memberi contoh yang baik untuk adik-adiknya akan tetapi juga anak pertamalah yang diharapkan dapat merengkuh sukses, dan menjadi sosok yang dibanggakan keluarga. Dan dua hal itu, menurut bapak dan ibuk hanya bisa diraih dengan menjadi seorang wanita karier. Bukan sebagai ibu rumah tangga.

Sekilas ada ekspresi kecewa yang tertangkap di wajah bapak ibuk saat aku mengatakan hal itu. Lalu apa yang aku rasakan saat menangkap ekspresi seperti itu ?. Kalian tau ?. Rasanyaaaa...hhhhh...PERIH *aku tak sanggup. Kejadian itulah, yang berlangsung kira kira 1.5 tahun yang lalu, membuatku di awal tahun 2015, memantabkan hati untuk memburu prestasi demi mengobati rasa kecewa di hati bapak juga ibuk terhadap pilihanku. I will do it Yeaahhh.

Untuk mewujudkan resolusi tersebut, aku pun mengikuti buanyak perlombaan. Baik yang diadakan oleh brand ternama, sebuah lembaga maupun kawan kawan yang berkecimpung di dunia blogger. Sayangnya dari sekian buanyak lomba yang aku ikuti, hanya ada beberapa yang nyantol. Jika dibuat sebuah perbandingan, maka bisa ditulis seperi ini, 50 : 1. 50 ikut lomba, 1 kali jebret. Tentu saja yang 1 itu menjadi tak terlihat oleh bapak juga ibuk. Padahal, dapet 1 aja, bagiku, rasanya sudah seperti dikedipin aliando *ting.



Berdasarkan perbandingan tersebut, kalian pasti bisa menyimpulkan bahwa resolusiku di tahun 2015 ini bisa dibilang gagal. Failed. Menyedihkan bukan ? *sroott* *usap umbel pakek daster*.

Bukan hanya sedih. Lebih dari itu. Nih, bagian sini nih. Dompet maksudnya ?. Bukaaann. bukan ituuu. Tapi yang ini nih, Hati. Perih rasanya, saat merasa diri tak mampu membuat ibuk bapak bahagia nan bangga terhadapku.

Tapi..apalah daya. Tak ada kalung waktu hermione di leherku, juga tak ada mesin waktu doraemon di laci bumbu dapurku. Jadi yaaa...aku terima kegagalan ini dengan...... Linangan Air Liur, Ups, Air Mata maksudnya.

Setelah aku menerima kegagalanku itu dengan lapang dada, aku pun mulai bisa meraba raba apa penyebab utama kegagalanku tersebut. Dannnnn....Penyebabnya adalaaaaahhhhh...karena aku terlalu membabi buta, terlalu ambisius.

Lalu apakah resolusi tahun 2015 yang telah gagal ini akan dikandangkan begitu saja ? Ow..tentu tidaakk. Malah aku berniat untuk memasukkannya ke resolusiku di tahun 2016. Cuma, tidak memakai cara yang aku lakukan di tahun 2015 ini donk ya. Jurus Serudak Seruduk, ikut ini ikut itu, tanpa pertimbangan yang matang terlebih dahulu.



Iyup, ikut lomba pun harus dipertimbangkan matang matang. Begitu juga dengan mengirim karya ke media massa ini atau penerbit yang itu. Semua harus dipertimbangkan. Mana yang sekiranya lomba yang temanya aku kuasai, mana media massa atau penerbit yang cocok untuk karya yang aku buat, serta apakah aku happy mengerjakan itu semua ?. Jangan jangan malah jadi uring uringan bahkan malah jatuh sakit hanya karena ingin mengikuti lomba yang itu. Duuhh, aku nggak mau begitu lagi. Aku mau ikut lomba, buat karya, yang aku banget, yang aku happy ngerjainnya.

Aku harap, resolusiku yang gagal terwujud di tahun 2015 ini, dapat menjadi pelajaran, pengalaman, dan pengantar tercapainya resolusiku di tahun 2016 mendatang. Amin. Semoga, semoga, semoga aku bisa menghadirkan serta melihat raut bahagia nan bangga di wajah ibuk dan bapak. Amin. Mohon bantuan doanya ya teman teman *prok prok prok*. Yak, Makasih yaaaa. Kalian memang baek. :D

Giveaway Tinta Perak 


Tulisan untuk Ibu dari Anak Pertama

Ibuku itu, orangnya cool. Nggak ekspresif. Waktu aku dapet peringkat 1 di SD, ekspresi ibu datar datar saja. Aku cemberut mbetutut bin ngambek juga ekspresi ibu biasa aja. Tampat makanku diludahin plus barang barangku dicuri sama temen sekelasku waktu SD juga ekspresi ibu biasa aja. Tau tau, besoknya ibu langsung nongol gitu aja di ruang guru.

Ibu juga hemat kata-kata. Hampir setiap hari kalimatnya itu itu aja. Dan yang paling sering itu kalau nggak "makan seadanya" yaaa "hati-hati". Ada sih kata yang lain, seperti "ayo". Kata itu keluar biasanya saat tengah malam aku bangunin ibu minta anter ke belakang. Tanpa babibubebo, ibu langsung bilang "ayo".

Ibu itu tegasnya polll. Kalau sudah begini ya begini. Nggak bakal bisa dibelokin jadi begitu. Aku pernah nyobak belokin aturan yang ibu buat. Eee malah dapet zonk alias mules. Aturan ibu yang aku langgar itu adalah setelah pulang sekolah, makan nasi dulu jangan makan yang lain. Nah itu aku balik jadi makan rujak manis dulu baru makan nasi. Makan nasi pun cuma sedikit karena perut sudah terisi rujak manis.

Ibu itu pemegang teguh budaya timur. Kalau ibu lihat aku memakai seragam smp nggak rapi gitu seperti lengan bajunya aku lipet dikit atau bajunya aku keluarin dikit biar keliatan gaul gitu, pasti langsung dikomentarin begini sama ibu "nggak usah berangkat sekolah kalok kayak gitu?".

Ibu itu....SEGALANYA. Iya segalanya.

Apa yang dulu terasa berat menurutku, karena harus begini begini dan tak boleh begitu begitu. Ternyata adalah yang terbaik untukku.

Apa yang dulu ibu terapkan padaku, soal kesederhanaan, soal disiplin terutama disiplin makan, menanamkan budaya timur padaku, mencontohkan sikap tegas kepadaku, serta mencontohkan untuk sedikit bicara dan lebih banyak bertindak, benar benar membantuku dalam menjalani hidup.

Dan apa yang telah ibu lakukan untukku, hhhhh, iya, semua itu, sedikitpun belum bisa aku membalasnya. Bahkan secuil pun belum bisa.

Sebagai anak pertama ibu dan bapak, aku benar benar belum bisa mempersembahkan apapun buat mereka. Terutama ibu. Aku belum bisa mewujudkan harapan yang diam-diam ibu gantungkan padaku, si anak pertama. Untuk menjadi seorang wanita karier yang sukses. Iya, itu belum bisa aku wujudkan. Karena atas kehendak suami juga pilihanku sendiri yang lebih memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga.

Pasti ibu tahu bahwa aku harus menuruti kehendak suami. Ibu paham akan hal itu. Oleh sebab itu, ia memilih memendam harapannya dalam dalam serta mungkin menahan rasa tak nyaman saat teman temannya sibuk membanggakan anak-anak mereka masing masing. Memikirkan hal itu, rasanyaaaa,....hhhhh....

Yang pasti, saat ini, keinginan untuk menghadirkan rasa bangga di hati ibu, masih tersimpan jelas di hati ini. Dan masih tetap aku usahakan. Aku tetap berkarier. Namun bukan berkarier sebagaimana sudut pandang yang berlaku pada umumnya, tapi berkarier dari sudut pandang yang lain dan tentu saja belum familiar di desa tanah kelahiranku.

Untuk saat ini, aku hanya bisa berdo'a, semoga Allah senantiasa menjaga ibu juga bapak dari hal hal yang tidak baik. Serta tetap terus berbakti kepada ibu juga bapak. Semoga usaha ini dapat segera menuai hasil sehingga aku bisa segera melihat raut wajah bahagia serta senyum penuh kebanggaan di wajah ibu. amin.

***
“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Sejuta Kisah Ibu"

Beli Tiket Kereta Api di Indomaret Dapet Teh Celup

Beli Tiket Kereta Api di Indomaret Dapet Teh Celup ~ Waktu kuliah dulu, aku tuh hobi banget ngelihatin kalender plus ngapalin tanggal merah. Iya, ngapalin tanggal merah. Apalagi kalau ada tanggal merah yang deket-deketan. Beuugghh. Bakal langsung nyatoltoltol dah di kepala. Aku kadang heran sendiri gitu, koq bisa bisanya urusan tanggal merah begini cepet banget nyantolnya. Mbog ya kalkulus atau matematika diskrit gitu yang cepet nempel di kepala. Hadeeehh.

Sekarang masih tetep gitu sih. Masih suka mantengin kalender. Apalagi akhir tahun begini. Tambah intens. Buat apa sih ?. Buat nentuin kapan saatnya berburu diskonan akhir tahun di mini market sekitar rumah plus nentuin kapan saat yang tepat untuk cus liburan akhir tahun. Dan akhir tahun 2015 ini aku and my gank (si ayah+si ken), memutuskan untuk liburan ke Bali. Ahayyy.. eikeh pulkam cyiinn. Senengnyoooo diriku auwooooo. *mamak mulai lufa diri*.

Sebenarnya rencana ini bukan rencana yang kami buat jauh jauh hari. Melainkan rencana yang spontanitas aja. Keluar begitu saja dari mulut si ayah. Kata si ayah, kebetulan, liburan tahun baru ini selain memang berbarengan dengan libur semester sekolah, juga berbarengan dengan libur di kampus. *sip, kalian kompak, tengkiu sekolah tengkiu kampus*.

Nah karena aku sudah hafal tanggal merah, aku pun ngusulin untuk berangkat sekitar tanggal 24 sore. Karena sebelum tgl 24 itu, si ayah masih ngampus.

Binggo. Si ayah setuju, aku pun langsung berburu tiket. Perburuan pertama tertuju pada agen bus gunung harta trayek Kediri - Denpasar dan hasilnya, di tanggal tanggal 18, 19, 20, 21, 22 dst... nggak ada tempat duduk di bagian depan. Sementara kami ingin dapat tempat duduk bagian depan. Selain karena tempat duduknya lebih luas, ken jadi lebih anteng karena bisa lihat pemandangan langsung.

Gagal naik bus, kami beralih ke....naik kereta api tut tut tuuutttt bruut. ups. sorry. hehe. Aku pun langsung cus ke akun PT. KAI, untuk nge-cek ada nggaknya kereta menuju banyuwangi yang mampir dulu di stasiun Jombang. Dan ulala beibeh. Ternyata ado cyiin. Tanpa tunggu nanti nanti, aku pun mengatakan perihal tersebut kepada si ayah. Ayah pun langsung mengiyakan untuk naik kereta api saja. Kata si ayah : "sekalian ngenalin ken sama kereta api". Mbog ya, kenalan sama siapa gitu, ee malah kenalan sama benda mati. Capek deh, *elunya aja mak yang kagak ngerti maksud si ayah*. Hehe. Ayah juga mengatakan, nanti sepulang sekolah ia akan segera membeli tiket di Indomaret. Biar nggak kehabisan.

Namun karena sepulang sekolah hujan turun deras banget, walhasil si ayah memutuskan untuk beli tiket waktu malam saja sekalian ngajak ken jalan jalan lihat lampu jalan. Emaknye ?. Ya ikut donk. Emaknye kan suka ngintil. Yuk.

Malam tiba, kami cus ke indomaret. Sebelum memesan, kami menanyakan ke si mbak indomaret terlebih dahulu tanggal keberangkatan kereta api yang masih lowong. Dan lagi lagi di tanggal 20, 21, 22, dst..sudah pada penuh. Yang masih lowong sekitar tanggal 18, 17, dst. Akhirnya, si ayah pun mengiyakan.

Proses pembelian tiket di indomaret ini aku rasa cukup mudah yah. Setelah memilih jadwal keberangkatan, si mbak pun akan melakukan pemesanan. Kami diminta untuk menunjukkan nomor ktp, dan nama sesuai ktp juga. Selesai. Gitu aja ?. Bayarnya ?. Serahkan sama...,dia dia dia. Alias si ayah.
O ya, kami juga dikenakan tambahan biaya sebesar Rp. 7.500,. Juga dapat bonus teh celup seharga Rp. 5.200,. Lumayan kan ?. Bisa buat ngeteh ngeteh cantik mah ini di kereta nanti. Sambil lihat pemandangan. Asoy deh kaya'nya *langsung bayangin*.

Jadi nih, yang tiba tiba punya hasrat ingin liburan akhir tahun seperi diriku nih, segera pesan tiket sekarang yak. Keburu kehabisan nanti. Buruaaannn.

Kata 'Biasa' di Balik Peristiwa Naas Metro Mini Ditabrak KRL

Aku pikir, kecelakaan naas yang dialami metro mini tersebut, yang terjadi pada minggu sore lalu, membuat orang orang lebih patuh akan rambu rambu lalu lintas dan tak menerobos pintu kereta api yang akan tertutup lagi. Namun ternyata tidak. Sayang sekali. Sungguh..TERR..LALUH.

Ya, kemarin aku sempat mantengin berita tragedi metro mini yang ditabrak krl ini. Dan salah satu berita tersebut membahas tentang hal di atas yakni masih banyak warga yang tetap melanggar atau menerobos palang pintu kereta api yang akan tertutup. Masih banyak juga yang menunggu kereta api lewat tepat di dekat rel kereta api dan sebagainya. Saat ditanya oleh reporter salah satu stasiun tv swasta perihal mengapa mereka tetap berani melakukan pelanggaran tersebut maka rata rata jawaban mereka adalah 'sudah biasa begini, nggak apa apa'. Mendengar jawaban tersebut, rasanya pengen noyor kepala tu orang. Gemes.

"nggak apa apa, sudah biasa kayak gini, nerobos pintu lintasan kereta api begini".
"nggak apa apa, sudah biasa nunggu kereta api lewat di sini, di dekat rel kereta api ini"
"nggak apa apa, sudah biasa tetap lewat meskipun sirene sudah menyala".
"nggak apa apa, sudah biasa.....
KETABRAK MAKSUD LOE.
hadeeehhhh.

Kita sering sekali terjebak dengan kata biasa. Dengan membubuhi kata biasa di beberapa aktivitas yang kita lakukan, seakan akan membuat kita merasa lebih percaya diri karena sudah biasa, merasa pasti mampu melakukan hal itu lagi karena sudah biasa serta merasa tak perlu menaruh rasa waspada atau berhati hati lagi karena sudah biasa dan tidak terjadi apa apa. Jika sudah begitu, maka akan membuat kita sedikit teledor, tidak mempertimbangkan resiko dan segala sesuatunya, serta tidak peka akan bahaya yang mungkin saja tengah mengintai kita.

Kata biasa ini seharusnya tidak membuat kita terlena,lupa, lalai, dan tak peduli. Apalagi sampai membuat apa yang seharusnya salah menjadi suatu hal yang nampaknya benar karena sudah biasa dilakukan. Entah kita sendiri yang melakukannya atau orang lain. Jangan begitu yak. Jangan sampek, kata biasa tersebut membuat kita tidak waspada bahkan membuat kita menjadi tidak peka dengan hikmah atau pelajaran yang bisa didapat dari kejadian kejadian yang terjadi di sekitar kita. Jangan.

Jadi, mari kita ambil pelajaran berharga dari kejadian tragis krl menabrak metro mini yang terjadi minggu sore lalu. Bahwa patuh akan rambu rambu lalu lintas yang berlaku akan menyelamatkan kita dari mara bahaya. Tidak ada ruginya lah ya menunggu kereta api lewat barang sebentar saja. Toh nggak sampek bikin pantat panas membara ulala kan ? gara gara nunggu tu kereta lewat. Satu hal lagi, ingat, jangan jadikan sesuatu yang salah menjadi nampak benar hanya karena sudah biasa dilakukan atau sudah biasa melihat hal yang demikian.

Semoga kejadian tragis ini adalah yang terakhir. Semoga jembatan layang (fly over) sebagai salah satu solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi di lintasan kereta api, dapat segera terwujud. amin.

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Postingan Populer