#BeraniLebih Hemat

Hemat itu bukan pelit. Hemat itu melakukan sesuatu sesuai dengan kebutuhan. Sementara pelit membutuhkan sesuatu tapi tak juga diwujudkan.

Hemat itu pintar. Pintar memetakan apa saja yang benar benar dibutuhkan. Pintar mengatur keuangan. Pintar mencari solusi. Pintar menahan nafsu duniawi.

Hemat itu sehat. Sehat jasmani. Misalnya ingin menghemat bbm. Jika tempat tujuan tidak terlalu jauh, maka perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda angin atau bisa juga dengan jalan kaki. Kegiatan itu sama dengan olahraga kan. Sementara olahraga akan menghadirkan yang namanya sehat jasmani. Apakah hanya jasmani saja ?. Tentu tidak. Rohani juga bisa sehat loh. Dengan menghemat, kita bisa menghindar dari si hutang kan ?. Jadi nggak akan ngalamin perasaan deg deg jediar sebab dikejar-kejar lintah darat. Kalau sudah terhindar dari hutang piutang, maka rohani pun akan merasa tenang dan tentu saja sehat.

Hemat itu kreatif juga inovatif. Loh koq bisa ?. Iya donk. Misalnya nih ya, ingin hemat listrik, maka muncullah ide untuk melakukan gerakan tanpa setrika. Lalu ingin menghemat pengeluaran maka muncullah ide untuk membuat popok sendiri untuk si kecil. Hemat bbm, muncullah ide membuat motor yang bahan bakarnya berupa LPG. Dan lain-lain.

Hemat itu keren. Pasti. Melakukan sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan orang lain tentu saja keren. Selain itu juga, si hemat yang dapat mengundang sehat jasmani dan rohani akan memancarkan aura positif dalam diri kita, yang akan membuat kita nampak keren. Aseg.

Hemat itu beken. Siapa sangka, kalau gerakan tanpa setrika yang dipopulerkan salah satu emak blogger, Dwi Indah Lestari, berhasil mengantarkannya ke sebuah radio ternama di Malang Jawa Timur. Hanya karena ingin hemat dan menularkan virus hemat listrik, Emak Dwi bisa jadi beken. Jadi kalau ingin beken nih, maka populerkanlah gaya hidup hemat. Sip jos.

Hemat itu pahala. Pahala yang diperoleh dari keberhasilan melawan si mubadzir alias pemborosan.

Hemat itu menyelamatkan bumi kita. Pasti donk. Hemat energi kan ? Yo'i. Dengan menghemat listrik, hemat bbm, hemat air, dapat menyelamatkan bumi kita.

Tuh, banyak kan hal-hal positif yang dapat kita peroleh hanya dengan menerapkan gaya hidup hemat. Paket komplit lah ya. Sehat, keren, beken, dapat pahala, trus bisa menyelamatkan bumi pula. Jadi tunggu apa lagi. Jangan berpikir satu juta kali loh ya untuk memutuskan hidup hemat atau tidak. Jangan ya. Mungkin awalnya terasa susah, tapi dengan kemauan yang kuat, semangat berhemat, insyaAllah lama-lama nggak akan terasa susah. Malah suatu saat nanti kita bisa memetik buah manis dari 'pohon' hemat ini.

Saya pun sudah memetik buah dari si hemat ini. Salah satunya adalah pujian dari suami atas keberhasilan Saya  menghemat pengeluaran operasional rumah dengan cara membuat sendiri popok untuk si kecil. Awalnya memang susah. Banyak menghabiskan tenaga untuk membersihkan popok si kecil. Tapi keinginan untuk berhemat begitu tinggi, saya pun terus melakoni hal itu dan ternyata berhasil. Manis bener loh buah dari si hemat.

Jadi bagaimana ? Sudah siapkah melakukan langkah #BeraniLebih Hemat ? Apa ? Sudah dari dulu ?. Sipppp. Boleh deh sharing di sini. Bagi yang belum, bisa dimulai dari sekarang ya. Oke ?. Oki doki. :D

***

Fb : Inda Fitri
Twitter : @mumaken

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi tulisan pendek #beranilebih.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...