Tentang UN

Ujian nasional....
Dulu, kalau denger kata-kata ujian nasional kepala langsung puyeng, kecantikan hilang seketika, pucet, ndredeg, dan lain sebagainya.

Sebab apa ?. Penasaran sama soal2nya. Kira2 yg dipelajari dan dikuasai pada keluar nggak ya. Jangan2 soalnya malah sulit2 bikin perut melilit. Bisa gaswat kalau begitu. Dan begitu soal sudah di depan mata. Mak deg. Otak segera melaksanakan tugasnya. Memetakan mana saja soal yang dikerjakan terlebih dahulu, sebab mudah, dan mana yang harus dipikirkan dua kali dan mana juga soal yg akhirnya harus berujung pasrah, hitung kancing atau nunggu barter. Halah. Yg trakhir jgn ditiru yak. Hehe.

Waktu daku sekolah dulu sih nggak ada yg namanya bocoran. Murni hasil sendiri dan .......

Apaan itu titik2?. Rahasia. Ish pasti dapet contekan ?. Nggak lah. Barter barter. Namanya barter kan nggak banyak, satu dua aja. Halah. Sama aja. Hehe.

Pengennya sih ngerjakan sendiri. Tapi apalah daya. Otak dipaksa kerja maksimal. Nggak hanya ilmu umum, ilmu agama juga, baca kitab, nahwu, dan berbagai hafalan alquran dan hadits. Halah alasan. Iya sih.hehe.

Oke balik lagi nih ke UN yang katanya sekarang sudah bukan menjadi garis finish penentu kelulusan siswa. Standing applause bwt pak menteri. Sip markosip. Salah satu harapan beliau adalah, dg diubahnya garis finis kelulusan siswa, diharapkan tidak adanya lagi kecurangan2 dlm pelaksanaan UN. Amin.

Mudah mudahan begitu. Tapi sebenarnya, curang dan nggak curang tegantung dari individu itu sendiri atau kelompok. Tidak menutup kemungkinan kecurangan masih saja terjadi, mengingat masyarakat Indonesia masih menganggap nilai-nilai cantik sebagai ukuran paling utama keberhasilan siswa, guru dan sekolah.

Tapi semoga saja kecurangan itu tidak terjadi. Semoga aturan baru dari pak menteri anis ini, memberikan hasil maksimal sesuai dengan harapan harapan yang tersimpan di balik keputusan ini.  Semoga dunia pendidikan di negeri tercinta ini, menjadi lebih baik lagi. Amin.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...