Skip to main content

FF-Bersembunyi di lubang semut hingga terbang dengan awan kintan goku, semua karna Skripsi.

Akhirnya mendekati garis finish juga. Setelah 4 tahun menikmati bangku sarjana. Yang berasa nano nano.
Semester 8 ini, aku fokuskan untuk menggarap skripsi. Biar lekas wisuda trus nikah. What? Nikah? Ame siape bukk????.
Sayangnya keinginanku untuk segera menyelesaikan skripsi terhambat dengan dua dosen pembimbingku. Dosen utama sedang menempuh s3 di luar kota. Dosen kedua, kritisnya luar biasa. Kata-katanya pedas. Kebanyakan makan cabe kali tu orang.

Hampir setiap selesai konsultasi dengan beliau, rasanya ingin sembunyi di lubang semut. Numpang nangis di situ.
“haaaaa...ada raksasa...ada raksasaaaaa...selamatkan diriiiiiii” seru salah satu semut pekerja yang bertubuh kurus kerempeng. Seketika itu sarang semut langsung porak poranda karna kehadiranku tentunya. Kali ini, aku tak peduli. Karena hatiku begitu kelu, sebab pak dosen tak kunjung menanda tangani skripsikuu. Payah.
“semuanya tenaaangggggggg” semut yang bertubuh tambun mengomando. Hiruk pikuk berubah jadi senyap.
“Harap tenang, raksasa ini tidak membahayakan” lanjutnya.
“koq tahu?” tanya semut yang bermata belo.
“karena ia telah meraksasakan hatiku”
Glodak
“maksudku, aku tadi memberanikan diri untuk menyerang, saat ku gigit, ia hanya berkata ‘AW’ tanpa berusaha membunuhku”
Ooooooooooo..ckckksiciitiickkjjiciiititiii...titiuitititutituiu....
Aku tak mengerti dengan komentar para semut tersebut. Pokoknya rame aja.
Aku lirik mereka, mereka mulai mendekatiku, memperhatikanku dari ujung rambut hingga kaki. Ku biarkan saja.
“eh kenapa itu wajahnya koq benjol-benjol merah ya..beda sama kita..muluuss” gumam semut yang berwarna pink cerah sedang mengomentari jerawatku yang tengah mateng-matengnya.
“eh tapi perutnya sama sexy kaya’ kita ya..”kata semut yang berjambul ala syahrini. Aku mengelus perutku yang ‘jemblung’. Nggak di sono nggak di sini sama wae.
“itu tuh, ada apa itu di ujung jarinya, warna ijo muda campur putih, ada ijo lumutnya dikit, trus basah gitu, apa itu ya? Pernak-pernik kuku kah itu?” Ucap semut berponi ala jupe. Ia memperhatikan jari kelingkingku yang baru kugunakan untuk mengupil. Rupanya, upil itu masih nyangkut di kuku.
“ih aneh ya”
“iya nih”
....................
....................
“minggir minggir” perintah semut yang mengomando tadi. Kali ini ia memakai kostum mirip hansip.
“wahai raksasaaaa...ada perlu apa kau kesini???” tanyanya. Karena ditanya, aku pun menjawab. Ku seka air mataku, dan kujilat air hidungku. Slrupp.
“numpang nagis doank, masbuloh?”jawabku
“ehhh ditanya malah nyolot, gue gigit lo, baru tau rasa” katanya.
“nggak berasa kali”tantangku.
Aku melihat si hansip yang hitam berubah menjadi hiiiii..iiittaaammm. Maksudku, menakutkan. Sadar akan bahaya aku pun berteriak.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”
Para semut menutup telinga seraya memejamkan mata. Mereka seperti sedang kesakitan mendengar suaraku. Eh emang suaraku seburuk itu??????. tau ah.
Aku secepat mungkin melarikan diri. Dan selamat.
Aku kembali.
Seketika itu, ponselku berbunyi. Ada pesan masuk, dan rupanya dari dosen utama yang menyatakan bahwa: “saya sedang di luar kota, 2 hari lagi saya ke kampus”.
Membaca isi pesan tersebut. Rasanya tulangku langsung lunglai. Tak dapat berdiri tegak. Bagaikan invertebrata. Tak bertulang belakang. Ingin menangis. Namun kubuang itu jauh-jauh. Aku segera memanggil awan kintan milik goku.
“suwiwittt..awan kintaaaannnnnnnn”
Cuussssss
Secepat kilat awan kintan muncul di depanku.
“yuk berangkat ciinn” kataku.
Si kintan sedikit oleng saat aku naik di atasnya. Wah sepertinya aku harus segera diet. Awan kintan yang tadinya terbang secepat kilat. Kini hanya ‘klinak-klinuk-mak petpeett-mak mampett’ lamaaaa sekali. Bahkan beberapa kali, tersalip oleh burung pipit.
“woiii..elu siapa? Burung juga kah? Spesies baru ya?” kata si pipit menghampiriku.
Aku tak peduli. Aku sibuk memegangi rok ku yang tersibak terkena angin. ‘aw..aw..’.
“eehhh di cuekin..gue beri lu ya”
CRET...
Si pipit mendaratkan ‘sesuatu’ tepat dikepalaku. Aku tak dapat mengelak, si kintan slow bingit.
Lewat burung lagi, begitu lagi. Crat cret crat cret. Hadeeehhh.
Akhirnya sampai juga.
“maaf bu, saya butuh tanda tangan ibu segera, 3 hari lagi penutupan pendaftaran ujian skripsi” kataku yang berdiri di depan dosen utamaku.
“mandi dulu sana, bau”
MAKDIENG
Kejet-Kejet

Comments

  1. Hahaha.... ada-ada saja nih ceritanya. tapi asyik dan absurd sih.... semoga sukses ngontesnya ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Popular posts from this blog

Cara Menghaluskan Daging Tanpa Mesin

Idul Adha. Daging dimana-mana. Bingung mau dimasak apa. Akhirnya dibikin bakso saja.
Yup, meluncurlah kami, daku dan suami, ke pasar, bukan hendaak berkeliling keliling pasar, tp hendak menggiling daging kurban jadi adonan. Di rumah, tinggal dibentuk bulat bulat plus bikin kuaahnya saja.

Tiba di tempat giling daging. Beugghhh. Harum semerbak nan memblenek. Yah namanya jg tempat penggilingan daging. Jadi ya gitu ituh.

Kami memilih tempat yang sudah direkomendasikan tukang bakso langganan kami. Di tempat itu, kita bisa request mau adonan yg begini atau yg begitu. Kami sih memilih yg begini aja. Kan buat dikonsumsi keluarga.

Kami harus mengantri, karena banyak yg seperti kami. Bingung mau dimasak apa lagi tuh daging sapi.
Masa menunggu, membuat daku bergumam: "koq gitu?".
Kenapa ?.
Kebersihan tempat bisa dikatakan lumayan lah daripada sebelah2nya. Yg bikin perasaan jadi gimanaaa gitu, karenaaaaaa. Yg handle adonan itu lohhh, laki laki berkaos singlet. Kalau ada yg netes dari ce…

Aneka Pilihan Atasan untuk Celana Kulot.

Siapa di sini yang lebih suka memakai celana daripada rok ?, hayooo ngakuuuu *sambil ngacung paling tinggi. Yup, aku begitu. Lebih suka memakai celana daripada rok. Membuat aku lebih mudah bergerak. Entah itu naik motor, memanjat pohon mangga, atau berlari saat dikejar-kejar Aliando, Varel, Rasya dan Al Ghozali *lalu dinyonyorin fans mereka.
Memang, sejak SD hingga SMA, aku sudah terbiasa memakai rok. Namun sepertinya saat-saat itu aku sering mendzalimi rok-rok sekolahku. Robek sana sini cyin. Bagian depan maupun belakang juga bagian kanan dan kiri. Robek. Entah karena jahitan roknya yang kurang rapi nan kuat atau karena langkah kakiku yang beringas. Entahlah.
Begitu lulus SMA, aku benar-benar menyimpan rok-rok ku. Jadi saat kuliah aku jarang memakai bawahan rok. Lebih sering memakai celana jeans, celana aladin, dan celana kulot. Hal yang demikian tersebut berlangsung sampai sekarang, saat aku sudah menjadi seorang ibu yang imut dan lucu juga gemesin *huwek. Ditambah lagi dengan akti…

4 Merek Panci Presto Terbaik

Satu atau dua hari sebelum lebaran biasanya para ibu rumah tangga, seperti kita-kita nih, sudah mulai mempersiapkan beraneka macam hidangan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat donk ya. Nah untuk menghasilkan opor ayam yang empuk, kita pasti membutuhkan yang namanya panci pressure cooker (presto). Dengan menggunakan panci presto ketika merebus ayam, daging akan cepat matang dan empuk dalam waktu yang singkat. Selain itu penggunaan gas juga akan lebih hemat dan makanan akan menjadi lebih sehat karena gizi yang terkandung dalam ayam akan tetap terjaga. Berikut adalah daftar empat merek panci presto terbaik yang bisa kita dapatkan di online shop banyak diskon MatahariMall.
1. Airlux Panci Presto PC7216 Panci presto berkapasitas 16 liter ini bisa memasak makanan 3-10 kali lebih cepat daripada panci yang biasa kita gunakan. Panci ini dilengkapi dengan safety valve dan safety cover lock yakni lubang pembuangan uap atau udara yang berfungsi sebagai pengaman pada saat panci presto diguna…