Skip to main content

3 Hawa Nafsu yang Harus Dihadapi Ibu yang Memiliki Balita

Secara sederhana puasa itu berarti menahan hawa nafsu. Berupa nafsu makan, minum, marah, dendam, mencuri, korupsi dan sebagainya. Sekilas memang nampak mudah. Hanya 'menahan' saja. Tapi apabila kata menahan ditemani dengan hawa nafsu, beuuggghh, nyonyor nyonyor dah. Sebab tidak akan terasa mudah. Apalagi untuk orang yang sudah terbiasa berkubang dengan hawa nafsu macam aku ini. Eit tunggu dulu, aku berkubang bukan di hawa nafsu bagian dendam, mencuri, apalagi korupsi. Melainkan berkubang di hawa nafsu yang mungkin juga dialami oleh ibu-ibu lain yang memiliki balita seperti aku ini. Apakah ituuuuuu ?.

1. Nafsu makan
Entah dari mana asalnya, semenjak punya anak, nafsu makanku rasanya begitu menggelora *aseg*. Padahal dulu nih waktu masih gadis kinyis-kinyis *pret*, aku tu nggak akan makan kalau nggak sampek lapar banget. La sekarang ? Apa saja aku embat. Hahaha. Kalau si ken nggak mau ngabisin makanannya, aku yang ngabisin. Kalau si ayah nggak habis juga, aku yang ngabisin. Kalau makananku yang nggak habis ? eemmmm... itu merupakan suatu hal yang mustahil. Hahahaha.

Memiliki kebiasaan seperti ini, yang terlahir dari nafsu makan yang membara *halah*, tentu saja berdampak di bulan suci Ramadhan ini. Apalagi bagi ibu yang memiliki balita.

Masuk di usia balita memang anak sudah memiliki banyak kemampuan Salah satunya adalah mampu makan sendiri. Si kecil ken juga sudah bisa makan sendiri. Tapi ya gitu, makannya lamaaaaaakkkkk dan blonteng-blonteng. Selain itu, ia juga tidak akan mau makan sendiri kalau bukan makanan kesukaannya.  Kalau sudah begini, mau nggak mau, si mamak harus turun tangan donk yak. Meskipun aku sedang puasa. Meskipun nantinya aku bakal nelen ludah. Bahkan bisa berkali-kali nelen ludah kalau menu makanan si ken adalah menu kesukaanku juga. Bahahaha.

Nyebut mak nyebut. Tahan nafsu makan mak. Puasa puasa.
Eh iya
Astaghfirullahal'adzim.

2. Nafsu minum
Tak dapat dipungkiri, puasa zaman sekarang lebih susah daripada puasa di zaman dulu. Terutama apabila dilihat dari suasana alamnya. Mulai dari cuaca, udara, angin, dan sebagainya.

Kalau dulu, zaman aku masih kecil mungil imut dan lucu *glodak*, suasana alamnya enak banget. Cuaca bersahabat dan nggak pernah bertindak ekstrim seperti sekarang. Bentar panas, bentar hujan. Selain itu juga zaman dulu, udara masih seger. Stok angin juga banyak. Karena masih banyak pohon dimana-mana. Seger semriwing. Jadi terhindar banget dari yang namanya kepanasan. Kalau sekarang ? beuuuggghhhh, fanas. Bahkan bersembunyi di dalam rumah pun, tak mampu mengusir hawa panas. Kalau sudah kepanasan, maka selanjutnya yang akan hadir adalah ngelak i sasi alias haus banget.

Selain karena panas yang bikin haus, ada lagi hal yang bisa banget menghadirkan haus. Yakni nemenin si balita main, nyanyi, joget-joget. Hhhhhhh. Sudah rasanya panas, eee disuruh ikut nyanyi sambil joget pula. Itu kan bikin hot hot pop banget rasanya. Mengundang hasrat (nafsu) untuk minum. Hadeeehhh. Kalau sudah begini mah aku hanya bisa tiduran di lantai sambil ngelihatin teko yang penuh terisi air. *Glek*.

Nyebut mak nyebut. Tahan nafsu minum. Puasa puasa.
Iya iya
Astaghfirullahal'adzim.

3. Nafsu ngomel
Hampir sebagian besar wanita punya bakat ini. Yang membedakan hanya kadarnya saja. Ada yang ngomel hanya sepatah dua patah kata saja, dan ada juga yang sampai menggunakan ribuan kata. Tetet towet tetet towet duar duar.

Sebagai seorang ibu yang memiliki balita, ada beberapa hal yang bisa memicu munculnya bakat terpendamku tersebut. Seperti saat si kecil menhambur-hamburkan mainannya lagi, padahal sudah aku tata rapi. Atau saat si kecil membagi-bagikan makanannya ke semut, padahal aku sudah membersihkan lantai hingga mengepel lantai demi menghindari semut datang, dan sebagainya.

Nah untuk mengerem hasrat ngomelku tersebut, aku menanamkan betul pemahaman soal ini, bahwa namanya juga balita. Yang mana pada usia tersebut memang masa-masa bagi mereka untuk bermain dan bereskplorasi. Jadi ya berbekal pemahaman itu, kalau si ken begitu di hari-hari biasa, aku memilih untuk  membiarkannya saja. Nanti kalau sudah selesai baru aku bersihkan lagi. Toh tenaga juga masih full. Tenaga habis tinggal diisi nasi sepiring aja.

La kalau bulan Ramadhan gimana, kan kudu hemat tenaga tuh, tenaga habis nggak bisa dicharge langsung kan ?. Sama. Aku biarkan saja. Nanti kalau sudah buka puasa, baru aku bersihkan. Kalau ada semut ? yaaa disapu bagian yang ada semutnya aja. Dan satu lagi memperbanyak istighfar.

Cieeee...sudah sadar nih ceritanye. Cieeeeee.
Iyah, sadar.
Jama'aaahhh oooo jama'ah
alhamdu...lillaaaahhh.

Yup, cukup 3 hawa nafsu saja yang harus dihadapi oleh ibu yang memiliki balita seperti aku ini. Kalau kalian gimana ? Hawa nafsu apa yang paling sering kalian alami dan yang harus kalian hadapi ?. Share dimari yak. Sekalian solusi ngadepinnya juga boleh. Matur nuwun :D

Comments

  1. Saya ketawa bagian nafsu ngomel. Kayaknya kalau udah menikah kebutuhan wanita akan mengomel meningkat yak. Soal dulu mah cuek aja apa kata orang. Giliran udah punya suami dan anak. Ngomel mulai jadi kebutuhan :D

    ReplyDelete
  2. Wkwkwkk..kena banget..sebagai ibu anak emapat..Yang suka ngabisin makanan anak-anak,kalo nafsu makan masih bisa sih di tahan, haus yang berat, kalao ngomel istighfar aja di banyakin.

    ReplyDelete
  3. aihh ini ini diriku banget :D
    tambahin mak: nafsu belanja untuk menghilangkan stress, hihihi

    ReplyDelete
  4. Nafsu tidur agak kurang atau nambah juga, Jeng?
    Bukannya bawaannya nganuk mulu
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  5. Nafsu yang ketiga yang susah di tahan nih mak hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Popular posts from this blog

Cara Menghaluskan Daging Tanpa Mesin

Idul Adha. Daging dimana-mana. Bingung mau dimasak apa. Akhirnya dibikin bakso saja.
Yup, meluncurlah kami, daku dan suami, ke pasar, bukan hendaak berkeliling keliling pasar, tp hendak menggiling daging kurban jadi adonan. Di rumah, tinggal dibentuk bulat bulat plus bikin kuaahnya saja.

Tiba di tempat giling daging. Beugghhh. Harum semerbak nan memblenek. Yah namanya jg tempat penggilingan daging. Jadi ya gitu ituh.

Kami memilih tempat yang sudah direkomendasikan tukang bakso langganan kami. Di tempat itu, kita bisa request mau adonan yg begini atau yg begitu. Kami sih memilih yg begini aja. Kan buat dikonsumsi keluarga.

Kami harus mengantri, karena banyak yg seperti kami. Bingung mau dimasak apa lagi tuh daging sapi.
Masa menunggu, membuat daku bergumam: "koq gitu?".
Kenapa ?.
Kebersihan tempat bisa dikatakan lumayan lah daripada sebelah2nya. Yg bikin perasaan jadi gimanaaa gitu, karenaaaaaa. Yg handle adonan itu lohhh, laki laki berkaos singlet. Kalau ada yg netes dari ce…

4 Merek Panci Presto Terbaik

Satu atau dua hari sebelum lebaran biasanya para ibu rumah tangga, seperti kita-kita nih, sudah mulai mempersiapkan beraneka macam hidangan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat donk ya. Nah untuk menghasilkan opor ayam yang empuk, kita pasti membutuhkan yang namanya panci pressure cooker (presto). Dengan menggunakan panci presto ketika merebus ayam, daging akan cepat matang dan empuk dalam waktu yang singkat. Selain itu penggunaan gas juga akan lebih hemat dan makanan akan menjadi lebih sehat karena gizi yang terkandung dalam ayam akan tetap terjaga. Berikut adalah daftar empat merek panci presto terbaik yang bisa kita dapatkan di online shop banyak diskon MatahariMall.
1. Airlux Panci Presto PC7216 Panci presto berkapasitas 16 liter ini bisa memasak makanan 3-10 kali lebih cepat daripada panci yang biasa kita gunakan. Panci ini dilengkapi dengan safety valve dan safety cover lock yakni lubang pembuangan uap atau udara yang berfungsi sebagai pengaman pada saat panci presto diguna…

Pengalamanku Menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Bulan Ramadhan selalu jatuh di musim kemarau. Dimana matahari benderang sepanjang haru. Hawa panas yang dibawa serta oleh matahari, mampu menerebos benteng-benteng pertahanan (rumah) manusia. Semilir angin yang tercipta dari kipas-kipas rotan yang digerakkan oleh tangan, naik dan turun, tak mampu mengusir hawa panas yang datang. Bahkan kipas bertenaga mesin pun tak daapt mengusirnya. Suasana seperti ini, tak ayal, mampu membuat membuat stok cairan tubuh seseorang yang sedang berpuasa menjadi semakin cepat berkurang. Sedikit demi sedikit.
Hilangnya cairan tubuh ini tentu saja berdampak pada kesehatan. Terutama bagi orang yang sedang berpuasa. Karena cairan yang hilang tidak dapat segera diganti.
Nah salah satu tanda bahwa dehidrasi tengah menghampiri kita adalah dapat dilihat atau dirasakan secara langsung dari kondisi kulit kita masinng-masing. Misalnya untuk jenis kulit kering ditandai dengan kulit terasa kakum bahkan mudah terkelupas dan bers…