Wujudkan Mimpi Sekolah Lagi Meski Terhambat Biaya

#BukaInspirasi : Wujudkan Mimpi Sekolah Lagi Meskipun Terhambat Biaya. 


Beruntung. Definisi kata beruntung itu macam-macam. Ada yang bilang, beruntung itu, adalah gampang dapat jodoh yang sesuai dengan keinginan.
Trus ada juga yang bilang kalau beruntung itu, adalah mudah dapat kerja yang bikin nyaman dan jadi jutawan. Bahkan ada juga yang bilang gini, kalau beruntung itu, adalah orang yang makannya banyak tapi nggak gendut-gendut. *lah. Banyak kan ? Yup, tergantung sudut pandang masing-masing orang sih ya. Tapi kalau bagi aku, beruntung itu, adalah bertemu dengan orang-orang yang inspiratif. Karena bertemu dengan mereka, akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tangguh bahkan mampu membuat kita optimis untuk meraih mimpi-mimpi kita. Kehadiran mereka, #BukaInspirasi .

Aku sendiri sudah pernah merasakan efek samping dari bertemu dengan sosok yang inspiratif. Berkat cerita hidup juga dukungannya, aku bersemangat untuk meraih mimpi aku yang ingin lanjut kuliah. 

Jujur, sebelum bertemu dengan sosok inspiratif tersebut. Aku menganggap mimpiku itu ketinggian alias nggak mungkin bisa aku raih. Alasannya karena betapa mahalnya biaya kuliah S2. Mau minta ke orangtua, rasanya, nggak mungkin mengingat mereka juga masih harus membiayai sekolah adekku juga beberapa sepupuku. Kalau mau biaya sendiri juga nggak mungkin bisa. Karena waktu itu aku yang masih freshgraduate hanya berprofesi sebagai guru honorer dan guru les yang mana gaji perbulannya, kalau digabungkan, hanya sebesar 500 ribu rupiah. Kalau jalur beasiswa gimana ? Bisakan ? Sudah dicoba ? Sudah. Jadi, waktu itu, aku giat berburu soal informasi beasiswa, beberapa kali juga aku sudah mencoba, namun sebanyak kali itu juga aku gagal. Dengan kondisi seperti ini, aku pun memilih untuk memendam mimpi. Hingga akhirnya aku bertemu dengan sosok inspiratif itu. 

Sosok inspiratif itu bercerita kalau dulu bahkan ia tak berani bermimpi kuliah karena kondisi ekonomi keluarganya.
"Bisa makan sehari-hari saja sudah syukur alhamdulillah" katanya. 
Dengan kondisi ekonomi keluarga seperti itu, membuat ia tidak memikirkan soal lanjut kuliah setelah lulus SMK. Bahkan tak terlintas sedikitpun. Yang ada dipikirannya hanyalah gimana caranya dapat pekerjaan dengan gaji lumayan sehingga bisa membantu orangtua dan membiayai adek-adeknya sekolah. 
Setelah ia berhasil membantu ekonomi keluarga dan ekonomi keluarga juga sudah membaik, keinginan untuk kuliah itu belum juga mampir dipikirannya. 
"Mungkin karena sudah terlalu asyik kerja, jadi nggak mikir itu" katanya. 

Hingga pada suatu hari, ia bertemu dengan pamannya. Entah gimana, waktu itu pamannya membahas soal kuliah-kuliah gitu, padahal sebelumnya, saat mereka bertemu, tidak pernah membahas soal itu. Dari pertemuan yang berbeda itu, ada satu kalimat dari pamannya yang paling 'ngena' baginya "Kuliah o, Le. Ilmu iku isok ngarahno awakmu neng masa depan sing luwih apik". (Kuliah, Nak. Ilmu itu bisa membawamu ke masa depan yang lebih bagus).

Berbekal nasehat dari pamannya ia pun memutuskan untuk nekat daftar kuliah. Kenapa nekat ? 
"Karena waktu itu, aku nggak punya tabungan sama sekali. Ditambah lagi aku terkena PHK. Tapi untung saja masih ada motor, jadi uang hasil jual motor aku pakai buat registrasi kuliah".  

La trus SPP dan kebutuhan lainnya gimana ?

"Waktu itu, solusi yang ada dipikiran aku cuma jualan kecil-kecilan, seperti jualan kopi, mie rebus, gorengan dan sebagainya. Jadi paginya aku kuliah, trus sore sampai malam aku jualan kopi". 

Seperti ini kiranya, gerobak untuk jualan kopi.

Katanya, hasil dari jualan kopi dan teman-temannya itu, bisa ia pakai bayar spp dan kebutuhannya selama kuliah. Dan sekarang ia pun sudah berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Timur serta aktif di beberapa gerakan hukum dan ham. 

"Jadi, jangan buang mimpi kuliah lagi meskipun kepentok biaya. Karena yakin wes, pasti ada jalan rejeki bagi yang tholabul 'ilmi, bagi yang mencari ilmu".  

Terinspirasi cerita dari sosok inspiratif tersebut serta dan tentu dukungan penuh dari sosok inspiratif itu yang tak lain adalah suamiku sendiri, aku pun memberanikan diri untuk membuka mimpiku dulu. Sebuah mimpi ingin sekolah lagi, mimpi ingin melanjutkan S2. Dan alhamdulillah, saat ini, tengah aku lakoni. Ya, sekarang, aku adalah mahasiswa pascasarjana di salah satu kampus negeri di Surabaya. 

Aku membenarkan apa yang dikatakan oleh sosok inspiratif yang adalah suamiku itu, bahwa selalu ada jalan rejeki bagi para pencari ilmu, karena apa ? Sejauh ini, alhamdulillah, ada beberapa cara atau jalan rejeki yang bisa aku (dan pak suami) usahakan untuk mengumpulkan pundi-pundi buat membayar SPP S2 dan kebutuhan lainnya selama aku kuliah. Jalan rejeki itu berupa jualan daster ke orang-orang sekitar aku. Beli dasternya di e-commerce seperti Bukalapak biar dapat harga murah apalagi kalau waktu momen tertentu seperti Hari Kemerdekaan, beeuughh Bukalapak menawarkan Promo dan Diskon Hari Kemerdekaan Indonesia yang pasti membuat pedagang kecil seperti aku ini bahagia. Karena bisa dapat untung banyak dari jual daster. 

Sebenarnya, ada hal lain yang belum sempat aku lakukan saat jualan daster ini. Yakni ingin membuka lapak di Bukalapak. Kenapa di Bukalapak ? Karena, dari pengalaman orang-orang yang buka lapak di Bukalapak, ada banyak keuntungan dan kemudahan membuka lapak di Bukalapak. Di samping itu juga, Bukalapak peduli dengan para pelapak. Kepedulian ini berupa membentuk Komunitas Bukalapak. Komunitas ini bertujuan untuk membantu para pelapak untuk semakin berkembang dan sukses di Bukalapak.

Selain itu, Aku juga membuka usaha kedai kopi bareng pak suami. Trus, aku juga me-monetize blog dan medsos aku. Alhamdulillah, hasil dari monetize ini bisa aku pakai untuk memenuhi kebutuhan selama kuliah seperti biaya transport, uang saku, buat beli buku, tugas dan sebagainya. 

Bersih-bersih kedai sebelum pembeli datang
Oya ada satu momen yang lumayan sering aku alami tapi kalau dipikir-pikir seperti tidak masuk akal gitu. Nah momen tersebut terjadi, biasanya, saat uang untuk membayar spp belum cukup. Saat begini, entah gimana, kedai kopi tiba-tiba jadi ramai, serta tawaran atau pemberitahuan dari teman-teman blogger tentang job untuk blogger atau ngebuzzer di medsos juga banyak, ditambah lagi fee yang ditawarkan cukup bikin aku sujud syukur dan berkali-kali bilang alhamdulillah. Nggak cukup sampai di situ, bahkan pernah ada yang rela meminjamkan uangnya untuk aku pakai bayar spp tanpa bunga tentunya. 
Kedai kopi lagi di-booking

Dah, kalau ingat dengan momen di atas, rasanya, kudu mbrebes mili. Terharu. Ada saja jalan rejeki yang dibuka Allah untuk aku baik lewat pembeli di kedai kopi, dukungan dari orang-orang sekitar aku, hingga dukungan dari teman-teman di dunia maya yakni para teman-teman blogger. Terima kasih untuk kalian semua dan doakan semoga aku bisa segera menggapai mimpi aku lulus S2. Aamiin. 

Jadi, bagi Kamu, yang juga punya mimpi seperti aku, ingin menuntut ilmu setinggi mungkin namun masih pikir-pikir karena kondisi ekonomi atau terhalang biaya. Jangan menyerah dengan mimpi itu, ya. Berusahalah untuk mewujudkannya. Usaha sekuat tenaga, dan kerja keras tentunya. InsyaAllah ada saja jalan rejeki bagi yang tholabul'ilmi. Yakini itu. 

Akhir kata, semoga share pengalaman ini dapat menjadi Inspirasi atau dapat mem- #BukaInspirasi dan memberikan banyak manfaat terutama dapat menguatkan tekad para pemimpi yang ingin sekolah lagi. Aamiin.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar


Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ?

Nggak tahu, soal ini, aku malah baru tau minggu lalu. Waktu ikut acara parenting di sekolahnya si ken. Duh, kudet yak eikeh *hahay. 

Sebelum tahu soal ini, aku pikir yaa aktivitas coret-coret, mewarnai, hingga menggambar ini cuma melatih motorik si ken saja. Sama satu lagi dink, bahwa ini juga aktivitas yang ampuh bikin si kecil ken anteng. *hahay. Si ken yang tipe anak kinestetik, nggak bisa diem bak bola bekel mencelat sana sini bikin yang momong ndredeg deg deg deg, bisa anteng banget, begitu aku berikan crayon atau spidol. Ditambah lagi, si ken mendapatkan kebebasan untuk mencoret-coret tembok rumah. Beuugghh, bakal anteng berjam-jam dah tu bocah. 

Nah, di kelas parenting yang aku ikuti itu dijelaskan bahwa orangtua bisa melihat kesiapan anak belajar membaca dan menulis dari gambar yang dibuat oleh anak. Adapun contoh bentuk-bentuk gambar yang dapat membuat orangtua melihat kesiapan anak adalah sebagai berikut :


Di gambar yang pertama dan kedua, menurut narasumber yang seorang psikolog dan konsen dalam bidang ilmu parenting juga, menunjukkan bahwa  anak belum siap mulai belajar membaca dan menulis. Pada dua gambar ini, anak masih melatih kemampuan motorik halusnya terlebih dahulu.


Gambar ketiga, yang merupakan gambar  beberapa buah garis yang nyaris lurus menunjukkan bahwa anak sudah mulai bisa diajarkan mengenal huruf. Lebih baik  diawali dengan mengenalkan huruf vokal. A I U E O. Baik lewat tulisan maupun pelafalannya.


Gambar keempat menunjukkan anak sudah mulai melibatkan huruf dalam gambar yang ia buat. Apabila anak sudah membuat gambar seperti ini, maka kita bisa mengajaknya untuk mengeksplorasi huruf abjad dan mengenalkan kata atau nama dari suatu benda atau yang ada disekitarnya. Baik melalui tulisan atau pelafalan.

Gambar kelima menunjukkan anak memasukkan kata dalam gambar yang ia buat. Ini bisa dijadikan sebagai tanda bagi kita untuk memperbanyak kosa kata baik dalam lafal maupun tulisan.


Gambar keenam menunjukkan anak mulai membuat atau meniru kata-kata yang pernah atau telah ia ketahui. 

Si ken sendiri alhamdulillah, setelah aku perhatikan beberapa hasil gambarnya, sudah pernah membuat gambar-gambar seperti yang ada di atas. 

Untuk gambar yang pertama itu sendiri, si ken sudah membuatnya saat ia sudah mahir menggunakan spidol, kira-kira sekitar usia 13 bulan lebih. Dan sekarang alhamdulillah wa syukurillah si ken sudah bisa membaca kata-kata yang sederhana. 

Jadi seperti itu kiranya, contoh-contoh gambar yang menunjukkan kesiapan anak belajar menulis dan membaca. Nah, kalau putra/putrinya Mamis sudah pernah bikin gambar yang mana nih. Selamat mengamati yak, Mamis. 

Kesan Pertama Ikut Kelas Parenting di Sekolah Si Kecil

Hola,
Mamis, 
Aku mau cerita. 

Jadi tanggal 4 Agustus kemarin, aku dapat undangan dari sekolah si kecil ken untuk hadir di kelas parenting. Ini, adalah kali pertama aku dapat undangan seperti ini di tempat tinggal aku loh. Yang paling sering mah, dapet undangan manten alias undangan nikahan *hahay. Oleh sebab itu, aku excited nih sama undangan ini.

Setelah selesai nyuci baju plus beres-beres rumah, tanpa masak terlebih dahulu karena ndak kober bin nggak cukup waktunya. Aku langsung encus meluncur ke sekolah si ken diantar ojek kesayangan dan terlove yakni bapak si ken. Sayangnya, begitu aku nyampek lokasi, acara kelas parentingnya sudah dimulai. Tapi untungnya, pembahasannya belum jauh-jauh amat, karena baru mbahas slide 1. 


Oya aku belum nyebutin tema kelas parentingnya yak ? Dah, sampai lupa. Jadi nih, tema kelas parenting di sekolah si ken ini tentang "Lebih Jauh Tentang ABC dan Menulis Namaku".

Materi parenting ini disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah. Cara penyampaiannya enak dan mudah dipahami. Tak lupa beliau juga menyelipkan guyonan-guyonan sederhana tapi berhasil bikin pundak walimurid naik turun saking lucunya. Tapi diantara itu semua, yang paling aku tunggu-tunggu adalah share beliau tentang pengalaman parenting beliau sebagai ibu, juga pendidik. 

Seperti umumnya kelas parenting yang sering aku baca dari tulisan teman-teman blogger, seperti itu juga kelas parenting ini dikemas yakni terdiri dari sesi penyampaian materi dari narasumber trus sesi tanya jawab deh. Etapi, tadi ada ice breaking juga sih. Main-main bentaran ala anak TK gitu. Goyang-goyang jari, dan tangan trus hentak-hentak kaki. Aku sempat memperhatikan ekpresi walimurid pada saat melakukan ini. Lucu-lucu dan pada happy semua. Hihihi. 

Mungkin karena temanya oke, dan penyampaian materinya juga enak, walhasil nggak terasa kalau acara sudah sampai di sesi tanya jawab. Sayangnya, sesi ini hanya dibuka satu sesi tanya jawab aja. Padahal yang tanya banyak, termasuk aku. Jadi aku nggak kebagian nanyak-nanyak deh. Huhuhu. 

Nah, hasil dari kelas parenting kemarin nih, ada beberapa poin yang berhasil aku catat. Aku jentrengin dimari yak. Semoga nggak ada yang kelewat. 

  1. Kenali karakter anak.
  2. Setiap anak memiliki potensi & tahap perkembangan masing-masing.
  3. Penting melatih motorik halus & kasar anak. 
  4. Stimulus motorik halus berkaitan dengan kemampuan menulis dan membaca anak.
  5. Anak belajar maksimal saat ia merasa berada di zona nyamannya. 
  6. Tahap perkembangan keaksaraan anak dilihat dari hasil gambar yang dibuat anak. 

Lalu bagaimana nih kesan pertama ikut kelas parenting ? Senang pastinya. Karena aku dapat tambahan ilmu, informasi baru, dan juga yang tak kalah penting adalah DIINGATKAN. Diingatkan soal bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk si kecil, diingatkan soal tingkah pola kita yang terkadang tanpa kita sadari ternyata tidak baik untuk si kecil, dan diingatkan juga untuk selalu ikhtiar menjadi orangtua yang baik untuk si kecil. 

Oya sebelum pulang, bareng si kecil ken tentunya, aku sempat tanya ke panitia acara. Katanya sih, bulan depan bakal ada kelas parenting lagi. Yeayyy... alhamdulillah. Mudah-mudahan aku bisa ikut lagi. Lumayan kan, dapat ilmu gratis dan insyaAllah berguna buat kehidupan sehari-hari. 


Jadi gitu deh, cerita kali ini. Kita ketemu di lain cerita lagi ya, Mamis. Yuk mari monggo. 

Punya Anak Kinestetik Itu, Seru.

Dulu, jauuuuhhhh sebelum nikah, aku pernah nyeletuk dalam hati tentang kelak, kalau punya anak, pengin gitu punya anak yang karakternya anteng, nggak kayal-kayal, dan pinter ngomong atau linguistiknya cakep. Keinginan ini muncul setelah beberapa kali melihat bocah-bocah yang punya tingkah pola ajaib bin aktif banget seperti kelereng gelundung sana gelinding sini, munyer-munyer, lari-lari segala macem. Aku, selaku yang ngelihat, sampek pusing jadinya madam. 

Eeee siapa sangka beberapa waktu setelah nyeletuk begitu. Allah nitipin aku dan suami amanah seorang bayi kecil yang seiring masa tumbuh kembangnya semakin menunjukkan karakter kalau ia adalah tipe anak kinestetik alias aktif banget. Berbeda dari karakter yang sempat aku celetukkan dulu. (CELETUKAN)

Trus ?
Lu kecewa gitu, Mak ?

Enggaklah. 
La wong biar dititipin amanah sama Allah saja, aku dan suami kudu ikhtiar ini itu. Masa' mau kecewa. Kufur nikmat donk aye, Kakak. Naudzubillah. 

Trus gimana donk perasaan dikau waktu tahu fakta tentang itu ?
Ya nggak gimana-gimana. Cuma jadi bertanya-tanya gitu dalam hati. "Koq bisa ya dulu nyeletuk kayak gitu ?". (Mikir sambil garuk-garuk kepala karena...hetombe).
Dan makin kesini...
Pertanyaan itu jadi berkembang lagi "Koq bisa ya dulu nyeletuk kayak gitu ? Padahal seru dan menantang banget punya anak yang memiliki karakter aktif alias kinestetik gitu". 

Nah loh. 
Apa donk jawabannya ? 
Entahlah, mungkin, aku nyeletuk kayak gitu, karena dulu aku belum paham ya soal anak dan sebagainya, dan belum ngalamin juga jadi seorang ibu, jadi ya nyeletuknya aneh-aneh gitu dan satu lagi, karena stereotip di masyarakat yang sering menilai bahwa anak yang tingkahnya banyak bin nggak bisa diem bin aktif adalah anak nakal. 

Padahal, kalau ngerti soal karakter anak, pasti paham bahwa anak dengan karakter linguistik dan visual itu sama koq dengan kinestetik. Sama-sama anak nakal dalam arti positif alias banyak akal. 
Kalau anak linguistik, mengekspresikan ide-ide yang ada dipikirannya dengan lisan. 
Kalau anak visual, mengeskpresikan ide-idenya melalui gambar. 
Sedangkan anak kinestetik, mengeskpresikan ide-idenya dengan gerakan dan tingkah pola. 

Selain itu juga, menstimulus anak kinestetik itu, seru bin menantang banget. Karena apa ? Gaya belajar anak kinestetik yaaa kinestetik, dengan gerakan, ia lebih mudah memahami sesuatu jika melibatkan motorik mereka. Nah untuk menstimulus anak dengan gaya belajar ini, butuh media belajar donk pastinya. Namun, media-media belajar yang ada, terutama di kota-kota kecil, lebih banyak diperuntukkan untuk anak-anak linguistik maupun visual. Walhasil, orangtua sebagai sekolah pertama bagi anak, harus berusaha bikin sendiri donk ya. 


Soal bebikinan media belajar buat anak kinestetik ini memang butuh effort tapi nggak apa-apa, hasilnya oke punya koq. Sumprit dah. Lagipula, bebikinan begini, juga melatih daya kreativitas diri sendiri loh. Mantablah. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Yihiiii. 



Jadi, selama ini, selama aku jadi ibu dari anak kinestetik, rasanya seneng banget. Malah bersyukur sama Allah. Kehadiran si ken yang kinestetik bikin aku jadi buanyak belajar, banyak happy, dan banyak gerak. *hahay. Alhamdulillah. 

Nah bagi mamis yang punya anak kinestetik, semangat yak, banyakin makan biar bertenaga ngikutin tingkah pola bocah. 😄😄

Seharusnya, Seorang Ibu Percaya dengan Kemampuan Anaknya

 

Sejak Mei lalu si ken sudah mulai sekolah. Alhamdulillah, sejauh ini lancar jaya. Bahkan bisa dibilang nyaris tanpa drama. Aku bersyukur banget. 

Padahal, sebelum-sebelum si ken mulai sekolah, pikiranku sudah macem-macem gitu. Dan berikut isi pikiran macem-macem aku tentang si ken yang sekolah : 
1. Aku takut si ken nggak betah di sekolah. Karena, biasanya, kalau belajar di rumah, pakai metode bermain sambil belajar yang tentunya lebih banyak porsi waktu buat mainnya daripada belajar. Sementara di sekolah, lebih banyak porsi belajarnya daripada bermain. 
2. Khawatir si ken nggak bisa ngikutin eh lebih tepatnya tidak mau mengikuti kegiatan di sekolah. Secara, kalau di rumah, si ken bebas memilih mau belajar apa. 
3. Takut si ken nggak berani menyampaikan apa yang dia inginkan kepada orang yang baru ia kenal. Dalam hal ini, temannya atau bahkan ke gurunya. Misalnya, nggak bilang kalau dia lapar, nggak bilang kalau dia ingin pipis, nggak bilang kalau dia nggak bisa, dia nggak mau dan sebagainya. 
4. Khawatir si ken nggak bisa berbaur karena si ken masih kurang dalam hal linguistik. 

Itulah daftar kekhawatiranku kepada si ken yang mau sekolah. Hal ini berhasil bikin aku baper sendiri bin mumet dewe. Aku juga dilanda yang namanya deg-degan tingkat dewa. Bolak balik ke sekolah, udah kayak ingus diidung, waea wiri rumah sekolah bocah, selama beberapa hari, cuma buat ngelihatin si ken, yang nyatanya.....
baik baik saja. 

Sebenarnya, dari hari pertama sekolah, si ken sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa apa yang aku pikirkan, aku khawatirkan tentangnya itu salah. Soalnya, waktu pertama sekolah, si ken sudah tidak memintaku menunggunya. Aku malah disuruh pulang. Dan saat tiba waktu pulang, si ken malah tidak mau pulang langsung. Ia minta izin buat main di arena bermain yang ada di sekolahnya dengan ibu gurunya lalu kemudian bilang ke aku. 

Namun, entah gimana aku nggak peka dengan tanda tersebut. Mungkin, aku, saking dikuasai rasa kekhawatiran kali ya, jadi bikin aku mehong gitu. *payah dah. 

Hari keempat, alhamdulillah akhirnya aku bisa ngobrol dengan Ibu guru kelas Ken dan menanyakan seperti apa si ken di kelas. 

Kata bu guru :
"Ken bisa mengikuti kegiatan di kelas dengan baik". 
 
"Kadang jalan-jalan di kelas, atau berdiri-diri di kursi, tapi bisa diberitahu".

"Kalau lapar, ingin buang air kecil, bahkan ingin main, tidak mau mengikuti kegiatan di kelas, tidak bisa melakukan sesuatu, Ken selalu bilang". 

Aku senang dengan apa yang diinformasikan oleh Ibu guru kelasnya Ken. Namun yang paling aku suka dan cukup kaget juga, waktu Ibu guru mengatakan soal si ken yang selalu bilang apa yang ia inginkan. Nggak nyangka si ken bakal seekspresif, nggak malu-malu dan seberani itu dengan orang yang baru dikenalnya. Nggak nyangka si ken bakal setangguh itu. *aku terharu.

Memang sih, di rumah, aku dan suami membiasakan si ken untuk bebas mengungkapkan keinginannya, pendapatnya dan apa yang ia rasakan. Tapi nggak nyangka, si ken bakal menerapkan hal ini dengan orang yang baru ia kenal bahkan sebelum aku bilangin terlebih dahulu. 

Sejak pertemuanku dengan Ibu guru, rasa kekhawatiranku akan si ken yang sekolah pun berkurang drastis. Lebih tepatnya, berusaha untuk mengerem rasa khawatir aku yang tumpeh-tumpeh ini sembari mencoba untuk percaya akan kemampuan si kecil ken. 

Koq nggak dari dulu-dulu Mak ? Kan nggak perlu bolak balik rumah sekolah si ken kayak setrika an *hahay. 

Buat bocah. 

Maafin mamakmu yang lebay mode on yak. Peace love and gaul. 😄

Pakai Selotip Tembaga. Menambal Panci Berlubang Jadi Lebih Asyik dan Mudah


Hai Mam,

Kamu, apa kabarnya nih ? Aku doain semoga energi positif melingkupimu amiin. 
Berasa kayak Roy Kiyoshi ni eikeh. wkwkwk. 

Oya, lebaran kemarin, hidangan yang Kamu bikin apa aja nih ? Opor ? Sambal goreng hati ampela ? Rendang ? Bakso ? Apa Mams ? Jangan-jangan bikin semuanya nih. Sipp. Tahun depan kalok bikin lagi, kasih tau yak. Daku mau mintak *hahay. 

Kalau aku, hidangan lebaran kemarin, bikin bakso kare, Mam. Bakso pakek kuah kare. 

Waktu itu, aku sempet nggak yakin, "Orang rumah pada doyan nggak ya ?". Karena nggak yakin jadi aku pasang kuda-kuda nih, kondisikan perut untuk menampung berporsi-porsi bakso kare. Segitunyaaaa ya Mam. Hahaha

Etapi siapa sangka cobak, orang rumah, ternyata pada doyan sama bakso kare buatan aku. Yihaaa. 

Alhamdulillah aku seneng donk, Mam. Apalagi di balik bakso kare yang ludes disantap orang rumah, ada drama yang terjadi. Drama apa cobak ? Drakor (drama korea) atau drawan (drama taiwan) atau dratron (drama sinetron made in negeri tercinta ? Dah, bukan itu semua. 

Kali ini, drama sebelum masak atau pas masak yang aku alami lain dari biasanya. Bukan lagi drama karena LPG yang tiba-tiba habis atau LPG yang tiba-tiba ngeces alias ngembes atau drama soal bumbu yang mau dipakai habis. Tapi drama karena panci yang mau aku pakai ternyata...corbocor. 

Sebenernya ada sih panci yang lain, tapi panci yang entu buat bikin-bikin aer panas, buat nyeduh kopi, teh atau susu bocah. Jadi aku nggak mau pakai panci yang khususon itu. La trus gimana ? 

Sempet sih mintak tolong suami buat beliin panci baru demi bisa mengakhiri drama sebelum masak yang aku alami dan biar bisa segera masak hidangan buat lebaran. Tapi sayangnya, toko-toko pada tutup. Ada sih yang bukak tapi mehong alias mahal banget, Mam. Perbandingannya lumayan banyak dari toko grosir langganan aku *yaiyalah...hehe. 

Trus gimana ?
Enggak tahu...
Udah keburu laper. Maklum waktu itu bikinnya pas menjelang tenaga mau habis sementara waktu buka puasa masih lama wkwkwkwkwkwk. 

"Gini aja, Ma. Gimana kalau Ayah tambal aja panci Muma yang berlubang ?" Celetuk suami. 
"Emang bisa ?"
"Bisa"
"Mbok ya bilang dari tadi gitu kalau Ayah tahu cara nambal panci yang berlubang" kataku mulai sewot karena laper
"Yaaa kan muma nggak nanyak". 
Hadehh. 
Denger jawaban suami, rasanya, aku pengin makan beling. 

Setelah suami bilang tahu cara menambal panci yang berlubang, doi pun langsung cus meluncur keluar rumah. Nggak lama, trus doi muncul dengan benda kecil tipis ditangannya. Kata suami, nama bahan yang dipakai untuk menambal panci ini, Selotip Tembaga. Belinya di Warung Kelontong 1000 rupiah dapet 4 lembar. 

Selotip tembaga

"Sini, Ayah tunjukin cara menambal panci yang berlubang biar besok bisa nambal sendiri nggak drama lagi" kata suami sambil nyengir. 

"Iya gimana, kalau gampang sekalian deh aku mau buka jasa penambalan panci. Nanti ayah yang promosiin keliling yak" gantian aku yang nyengir. 

Setelah cengir-cengiran, Aku pun segera memberikan panci yang berlubang ke suami. Tentu panci dalam keadaan bersih sudah dicuci. 

Cara Menambal Sendiri Panci yang Berlubang 

Yang pertama suami lakukan adalah membersihkan panci yang berlubang tersebut pakai pembersih cuci piring yang dari kawat lentur itu. Tujuannya, agar nggak ada bagian yang gerunjal-gerunjal saat ditambal. Jadi bagian panci diperhalus dulu. 

Kedua, amati bagian mana yang berlubang. 

Ketiga, gunting Selotip Tembaga untuk menambal panci dengan ukuran yang lebih besar dari lubang. 

Keempat, buka tutup Selotip Tembaga yang ada dibahan untuk menambal panci lalu rekatkan di bagian panci yang berlubang. 

Selesai. 
Jadi deh. 
Panci pun siap dipakai lagi. 

Bocor nggak ?
Nggak alhamdulillah aman. 
Taraaaaa...ini penampakan panci berselotip



Gimana, mudah, murah, dan praktis bukan cara menambal sendiri panci yang berlubang ? Gampanglah yah. Kita-kita juga bisa mah kalau kayak gini. Lalu aku pun terinspirasi beneran pengen bukak jasa penambalan panci. *hahay. 

Inilah Beberapa Alasan Mengapa Prancis Bisa Berpotensi Menjadi Pesaing yang Serius dan Bagi Pendukung, Jangan Lupa Cari Tempat Jual Bendera Prancis Biar Lebih Greget


Piala Dunia 2018 sedang berlangsung. Bahkan saat ini sudah masuk ke babak perempat final. Para penggemar bola sendiri, salah satunya aku nih, sudah sangat semangat untuk menantikan babak perempat final pertandingan Piala Dunia. Pasti bakal seru banget. La wong kemarin-kemarin, di babak penyisihan 16 besar aja, rasanya udah seru-seru cihuy gitu.

Sebagai penggemar bola, terutama di ajang pertandingan Piala Dunia ini, tentu punya jagoan donk ya. Semua penggemar bola juga demikian tho ? Iyup. Nah di antara negara-negara yang masuk 32 besar Piala Dunia, Prancis adalah salah satu negara yang diunggulkan. Wajar sih, secara performa Prancis  kece abis. Di samping itu juga, Prancis sendiri pernah menjadi Juara Piala Dunia tahun 1998.   Nah untuk menunjukkan dukungan terhadap negara Prancis, para pendukungnya pun mulai mencari penjual bendera Prancis demi bisa dukung Timnas idolanya.

Tak hanya bendera Prancis, namun berbagai macam merchandise tim yang satu ini pun banyak diburu di situs belanja online. Kalau melihat perkembangan sepak bola Prancis sendiri memang tak bisa dianggap remeh. Potensi dan kekuatan tim Les Blues ini memang tak bisa dipandang sebelah mata saja karena sudah beberapa kali menjadi finalis di berbagai laga, meski memang belum juara. Namun di tahun 2000 lalu, Prancis mampu menangkan Euro.

Inilah beberapa alasan lainnya mengapa Prancis bisa berpotensi untuk jadi pesaing serius dan bahkan kemungkinan juga bisa jadi pemenang untuk Piala Dunia 2018 ini:

1.        Penjaga gawang sudah berpengalaman
Hampir semua pemain Timnas Prancis memang hebat di segala posisinya secara merata. Namun untuk yang paling menonjol belakangan ini adalah nama Hugo Lloris dimana menjadi kiper terbaik yang ada Liga Premier Inggris. Hugo mencatatkan sebanyak 73 cleansheet untuk 203 penampilannya.

2.        Pertahanan kokoh
Bela Prancis saat Piala Dunia dengan membawa benderanya. Harga jual bendera Prancis di situs belanja online pun tak mahal. Anda akan kian mantap membela Timnas Prancis lantaran memang barisan pertahanannya yang kuat. Salah satunya ada Umtiti dimana pemain yang berusia 24 tahun ini sukses untuk membawa Barca membawa pulang juara La Liga di musim ini. Masih ada pemain lainnya misalnya Presnel Kimpembe, Raphael Varane, hingga Laurent Koscielny.

3.        Gelandang dinamis
Untuk formasi yang akan dimainkan oleh Prancis yakni formasi 4-3-3 dimana untuk 3 pemain gelandang yang ada di tengah wajib punya kemampuan menyerang dan juga bertahan. Namun tenang karena Prancis memiliki N'Golo Kante dimana dirinya pernah terpilih menjadi Pemain Liga Premier yang terbaik ketika mampu bawa Leicester City juara saat itu.
sumber : sidomi.com

4.        Pemain sayap lincah
Penjaga gawang, pertahanan sampai gelandang, semuanya sudah oke. Namun jangan lupa barisan sayap dari Timnas Perancis. Barisan sayap ini akan bantu striker utama untuk bisa capai gol. Beberapa nama yang populer misalnya Kylian Mbappe, Ousmane Dembele dan masih banyak lagi. Ada juga Anthony Martial yang juga sangat bersinar.

5.        Striker tajam
Alasan lain juga yang menjadikan Prancis berpotensi untuk bisa memenangkan Piala Dunia 2018 ini adalah karena barisan striker yang dimiliki pun sangat tajam. Sebut saja beberapa nama seperti Antoine Griezmann yang sudah telah mencetak 19 gol untuk Atletico Madrid. Ada juga Oliver Giroud yang baru pindah ke Chelsea yang telah menunjukkan diri. Jangan lupa juga jika Prancis punya nama Karim Benzema yang juga berperan besar untuk Real Madrid.

Dengan skuad yang bisa dibilang sempurna di semua lini posisinya, maka tak heran jika Prancis bisa berpotensi besar untuk maju jadi juara. Bagi para pembela Prancis, maka bisa juga dengan membeli di tempat-tempat yang jual bendera Prancis karena dengan melakukan hal ini, dukungan kepada tim idola  bisa lebih terasa.

Streaming Pertandingan Prancis Piala Dunia 2018


Kiprah Prancis di Piala Dunia 2018 memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski membawa tim dengan usia yang masih belia, namun performa mereka selalu memukau dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Sebagai pendukung Prancis sejati, enggak cukup rasanya kalau pendukungnya hanya memiliki jersey bola, syal, ataupun bendera Prancis. Pastinya juga harus selalu mengikuti pertandingan dari tim ayam jantan. Sebaiknya beli paket piala dunia dari Bukalapak dan Klix TV. Supaya bisa menonton Antoine Griezmann dan kawan-kawan beraksi.

Harga paket streaming piala dunia Bukalapak enggak mahal kok. Hanya empat puluh sembilan ribu rupiah sudah bisa langsung nonton piala dunia dalam resolusi HD dari smartphone dan tablet. Asyiknya lagi, juga bisa melakukan streaming menggunakan akses wifi! So tunggu apalagi? Kalau kamu salah satu penggemar bin pendukung Prancis, segera ya, buka aplikasi Bukalapak dari handphonemu dan beli paket streaming piala dunia Bukalapak.


Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

21 Hari Kembali Muda Tanpa Ditunda Pakai Age Revival Theraskin

Mombeb, sejak aku menjadi guru, aku amat peduli dengan penampilan mulai dari wajah hingga pakaian. Sebab penampilan merupakan salah satu car...