Thursday, December 4, 2014

Aturan Main Iklan Rokok


Apa yang diharapkan dari aturan main iklan rokok yang dibuat pemerintah melalui Permenkes No 28 Tahun 2013. Apa?. Berharap jumlah perokok berkurang?. Atau agar rokok tak menjamah generasi muda?. Atau apa?. Semua itu tidak akan terjadi, jika aturan mainnya semudah mengedipkan mata.

Aturan main tersebut hanya berisi tentang beberapa batasan saja dan terkesan tidak memberatkan. Padahal tujuan dari aturan tersebut adalah untuk mengendalikan dampak iklan rokok terhadap generasi muda.

Beberapa aturan main iklan rokok untuk penyiaran televisi meliputi :
1. Iklan rokok di televisi hanya boleh tayang pukul 21.30 sampai 05.00.
2. Iklan juga tidak boleh menampilkan wujud rokok.
3. Mencantumkan nama produk sebagai rokok.
4. Menyarankan rokok.
5. Menggunakan kalimat menyesatkan.
6. Menampilkan anak, remaja, wanita hamil, atau tokoh kartun.
7. Iklan rokok juga harus mencantumkan 18+ sebagai usia yang pantas untuk merokok
8. dan lain sebagainya.

Bagaimana aturan main di atas?. Terkesan biasa saja kan ?. Padahal televisi merupakan sarana informasi yang paling dekat dengan masyarakat. Tua muda. Pria wanita. Tak dapat lepas dengan yang namanya televisi. Jika ingin memberikan pengaruh terhadap masyarakat, maka televisi adalah sarana yang paling pas dan sip.

Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, Hery Chariansyah, mengatakan mayoritas anak menjadi perokok lantaran terpengaruh iklan di televisi.
"Iklan rokok begitu massif melakukan promosi di media penyiaran yang bertujuan menjerat anak menjadi perokok pemula," kata Hery dalam diskusi di kantor Yayasan Kanker Indonesia, Kamis, 4 Juli 2013.

Akhir 2012 lalu, Komisi Nasional Perlindungan Anak telah melakukan penelitian dampak iklan rokok di televisi terhadap minat anak untuk merokok. Dari 10 ribu anak usia Sekolah Menengah Pertama di 10 kota ditemukan bahwa 93 persen anak mengetahui dan tertarik iklan rokok di media televisi. Sebanyak 34 persen dari 10 ribu anak mengaku merokok karena tertarik saat acara musik.
Tingginya pengaruh media televisi dan radio terhadap minat anak merokok ini, menurut Hery, harus segera dihentikan. "Membiarkan iklan rokok patut disebut tindakan menjual generasi muda pada industri rokok."

Iklan rokok dalam siaran televisi memang sudah memenuhi beberapa aturan main tersebut. Tak menampilkan wujud rokok. Tidak menyarankan merokok. Tidak menampilkan anak, remaja, dll.

Iklan rokok juga berbeda dari iklan-iklan lainnya. Iklan lain sibuk promosi produk, menunjukkan kelebihan, bisa ini, bisa itu, agar ini, agar itu. Iklan rokok hanya menyajikan kesenangan dan keseruan (iklan rokok genk ijoe), dan beberapa pesan moral (ex : iklan rokok jin, wani piro) dan lain sebagainya. Semua iklan tersebut di kemas dengan begitu aduhay.  Menghibur dan mengesankan. Berkesan dengan tulisan penutup iklan tersebut yang tak lain merupakan merk dari rokok itu sendiri. terkadang ada juga beberapa kalimat penutup yang memunculkan perspektif berbeda bagi yang membacanya. Seperti : “Pria punya selera” atau “selera Indonesia” dan lain sebagainya.

Sebenarnya tanpa iklan pun rokok tetap mengudara di langit indonesia. Toh jika pemerintah melarang iklan rokok tayang di televisi, tidak akan mengurangi popularitas dari rokok tersebut. Tetap dicari, tetap diminati. Tapi tidak mungkinlah yah pemerintah akan melakukan hal tersebut. Karena produsen rokok memiliki hak untuk promosi.

Hhhhh. Berbicara tentang rokok memang tak ada habisnya. Awet. Sebagaimana asap rokok yang menyatu di udara.  Udara pun tak akan habis. Yang habis adalah penghirupnya.

Saya sebagai salah satu gadis, ups wanita yang tidak suka dan tidak mau menjadi perokok pasif berharap semoga para perokok aktif dapat bersikap lebih bijak. Paling tidak, untuk tidak berbagi asap rokok. Tidak mengundang malaikat izrail.








Referensi :
http://www.tempo.co/read/news/2013/07/04/173493688/Mayoritas-Anak-Merokok-Karena-Terpengaruh-Iklan--


7 comments:

  1. Perokok aktif tidak akan berhenti merokok kalau tidak ada kesadaran. Oleh sebab itu untuk mengurangi perokok, pemerintah harus berani menutup pabrik rokok demi generasi muda indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju sekaleeee. mdh2an dengan naiknya harga bbm, mmbuat perokok aktif sadar. mana yg jadi prioritas utama. Sipp.

      Delete
  2. Wah, aku suka banget lho Mak sama iklan-iklan rokok. Lucu, unik, dan kreatif! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu mak. itu dah makna sejatinya rokok. happy, fun, dan santaaaiiiiiii.
      gk mikir kanan kiri. pokoknya ngebuulllll. hadehhhhh

      Delete
  3. Iklan rokok itu kreatif, apalagi yg menceritakan alam indonesia itu :-)

    ReplyDelete
  4. Waaah ada GA ttg rokok jg ternyata.... sukses ya Mak ^_^
    Perokok teh makhluk teregois yg pernah sy liat hehe..

    ReplyDelete
  5. Sampai jam 5 pagi aja? Kalo di Kendari jam 6, Papua jam 7...anak-anak udah pada bangunlah..jadi kemungkinan besar untuk nyimak iklan juga makin besar, belum lagi iklan yang berbaris di jalan-jalan itu.. :(

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)