Manfaat Belajar Crafting

IAwal mula bertemu dengan si kece crafting adalah pada saat daku masih SD. Tepatnya, saat dku menjadi murid kelas 4. Craftingnya pun termasuk sederhana. Sekelas anak SD lah ya.

Crafting pertama yaitu membuat bunga dari sedotan. Daunnya jg dari sedotan. Sederhana, tapi hasilnya menawan mata. Sayang waktu itu, dunia belum senarsis sekarang. Jd tak ado dokumentasi. Hiks.
Crafting kedua membuat bunga mawar dari pita, dengan kawat tipis sebagai tangkainya. Ini juga cakep loh.
Crafting ketiga membuat kristik.
Crafting ke empat memodifikasi kardus bekas menjadi tas kecil, atau kotak tempat menyimpan pensil, dan sebagainya.

Crafting ketiga dan keempat ini berhasil membuat daku terlihat seperti cewek sesungguhnya. Lah biasanya ?. Cowok nggak jadi. Yah begitulah kata temen-temen cowok di sekolah daku. Mungkin pendapat mereka didasari dari kesukaanku yg sering main di kali sekolah. Atau main anak ular sawah. Atau manjat pohon ceres sekolah. Atau karena suaraku yg ngebass seperti pria. Tau ah. Gelap.  Waktu itu, dikatain begitu mah, daku nyantai aja alias nggak ngefek.

Ibuk juga sempat heran campur senang. Karena daku jadi anteng di rumah gegara mengerjakan tugas crafting dari sekolah. Biasanya sih, manjat pohon jambu di kebon datok, atau gelantungan di daun pohon pisang yg udah kering sampek pohon pisangnya jadi bengkok gara gara nggak kuat nahan berat badanku. Atau main patil lele. Main pasar pasaran. Masak-masakan. Dll. Banyak dah pokoknya. Pokoknya abis tidur siang, daku langsung menghilang dari dalam rumah *cling.

Nah, dari ulasan di atas, maka manfaat crafting untuk daku, tipe anak yg suka keleleran, adalah membuat daku lebih anteng di rumah. Dengan begitu ibuk tidak perlu mencariku keliling kampung atau menanyai kawan kawannku tentang keberadaanku.

Selain dari manfaat yang tersebut di atas, daku juga merasakan mendapat beberapa manfaat yg lain saat belajar crafting waktu SD dulu. Pertama, melatih saya dalam hal konsentrasi juga ketelitian. Kedua, melatih kesabaran. Ketiga, mengasah kreatifitas dan berinovasi.

Sayangnya, setelah lulus SD, saya hampir tidak pernah belajar crafting lagi. Padahal saya baru saja menemukan keseruan, keasyikan, dan kebahagiaan saat melihat karya buatan sendiri sudah jadi.

Meskipun begitu, manfaat crafting sederhana yg saya pelajari, masih terasa hingga saat ini. Apakah itu? Kreatif dan inovatif.

Seorang ibu mau tidak mau harus memiliki unsur kreatif dan inovatif. Nah salah satu inovasi yang saya lakukan adalah membuat training pants sendiri untuk si kecil, yang alhamdulillah training pants tersebut berhasil mengantarkan si kecil lulus toilet training.

Sebenarnya, jauh di lubuk hati yang terdalam *aseg, masih ada keinginan untuk belajar crafting lagi. Seperti membuat bunga yang nantinya bisa saya gunakan untuk mempercantik rumah.

Pernah sih iseng2 bikin. Liat tutorial yang ada di mbah google. Dan tentu saja berhasil, berhasil terlihat abstrak. Nggak seperti contoh. Mungkin kalau ada contoh langsung, tak hanya tutorial saja, belajar crafting pun bisa lebih mudah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Sweetze dan Susindra Craft. Tak hanya memberikan tutorial saja, tapi juga lengkap dengan bentuk serta bahan yang digunakan. Ah semoga saja, saya dapet yg begitu. Hehe. Amin

Ya begitulah awal mula saya bertemu dengan si crafting yang memberikan manfaat luar biasa kepada saya hingga saat ini.

Sekian dulu yah. Semoga bermanfaat dan dadaaaaahhhh.

Cara Mengetahui Kesiapan Anak Menulis dan Membaca dari Gambar

Tahukah Kamu, Mam. Bahwa kesiapan anak menulis dan membaca dapat dilihat dari gambar yang si kecil buat ? Nggak tahu, soal ini, aku ma...