Monday, December 21, 2015

Aku Terima Kegagalan Resolusi 2015 Ini dengan....


Sebenarnya, inti dari resolusiku di tahun 2015 yang sebentar lagi akan berakhir ini adalah dapat menghadirkan rasa bangga di hati ibu dan bapak. Meskipun aku hanya sebagai ibu rumah tangga. Bukan sebagai seorang wanita karier sukses sebagaimana harapan bapak juga ibuk yang ditujukan padaku si anak pertama.

Sudah bukan hal yang dianggap tabu lagi dibicarakan *emangnya silet bahwasanya memegang status anak pertama itu, benar benar, tak semudah membalikkan telapak tangan. Berat. Lebih berat dari  berat badanmu ? *melengos. Iyah. Beraaattt. Karena, tugas si anak pertama tak hanya memberi contoh yang baik untuk adik-adiknya akan tetapi juga anak pertamalah yang diharapkan dapat merengkuh sukses, dan menjadi sosok yang dibanggakan keluarga. Dan dua hal itu, menurut bapak dan ibuk hanya bisa diraih dengan menjadi seorang wanita karier. Bukan sebagai ibu rumah tangga.

Sekilas ada ekspresi kecewa yang tertangkap di wajah bapak ibuk saat aku mengatakan hal itu. Lalu apa yang aku rasakan saat menangkap ekspresi seperti itu ?. Kalian tau ?. Rasanyaaaa...hhhhh...PERIH *aku tak sanggup. Kejadian itulah, yang berlangsung kira kira 1.5 tahun yang lalu, membuatku di awal tahun 2015, memantabkan hati untuk memburu prestasi demi mengobati rasa kecewa di hati bapak juga ibuk terhadap pilihanku. I will do it Yeaahhh.

Untuk mewujudkan resolusi tersebut, aku pun mengikuti buanyak perlombaan. Baik yang diadakan oleh brand ternama, sebuah lembaga maupun kawan kawan yang berkecimpung di dunia blogger. Sayangnya dari sekian buanyak lomba yang aku ikuti, hanya ada beberapa yang nyantol. Jika dibuat sebuah perbandingan, maka bisa ditulis seperi ini, 50 : 1. 50 ikut lomba, 1 kali jebret. Tentu saja yang 1 itu menjadi tak terlihat oleh bapak juga ibuk. Padahal, dapet 1 aja, bagiku, rasanya sudah seperti dikedipin aliando *ting.



Berdasarkan perbandingan tersebut, kalian pasti bisa menyimpulkan bahwa resolusiku di tahun 2015 ini bisa dibilang gagal. Failed. Menyedihkan bukan ? *sroott* *usap umbel pakek daster*.

Bukan hanya sedih. Lebih dari itu. Nih, bagian sini nih. Dompet maksudnya ?. Bukaaann. bukan ituuu. Tapi yang ini nih, Hati. Perih rasanya, saat merasa diri tak mampu membuat ibuk bapak bahagia nan bangga terhadapku.

Tapi..apalah daya. Tak ada kalung waktu hermione di leherku, juga tak ada mesin waktu doraemon di laci bumbu dapurku. Jadi yaaa...aku terima kegagalan ini dengan...... Linangan Air Liur, Ups, Air Mata maksudnya.

Setelah aku menerima kegagalanku itu dengan lapang dada, aku pun mulai bisa meraba raba apa penyebab utama kegagalanku tersebut. Dannnnn....Penyebabnya adalaaaaahhhhh...karena aku terlalu membabi buta, terlalu ambisius.

Lalu apakah resolusi tahun 2015 yang telah gagal ini akan dikandangkan begitu saja ? Ow..tentu tidaakk. Malah aku berniat untuk memasukkannya ke resolusiku di tahun 2016. Cuma, tidak memakai cara yang aku lakukan di tahun 2015 ini donk ya. Jurus Serudak Seruduk, ikut ini ikut itu, tanpa pertimbangan yang matang terlebih dahulu.



Iyup, ikut lomba pun harus dipertimbangkan matang matang. Begitu juga dengan mengirim karya ke media massa ini atau penerbit yang itu. Semua harus dipertimbangkan. Mana yang sekiranya lomba yang temanya aku kuasai, mana media massa atau penerbit yang cocok untuk karya yang aku buat, serta apakah aku happy mengerjakan itu semua ?. Jangan jangan malah jadi uring uringan bahkan malah jatuh sakit hanya karena ingin mengikuti lomba yang itu. Duuhh, aku nggak mau begitu lagi. Aku mau ikut lomba, buat karya, yang aku banget, yang aku happy ngerjainnya.

Aku harap, resolusiku yang gagal terwujud di tahun 2015 ini, dapat menjadi pelajaran, pengalaman, dan pengantar tercapainya resolusiku di tahun 2016 mendatang. Amin. Semoga, semoga, semoga aku bisa menghadirkan serta melihat raut bahagia nan bangga di wajah ibuk dan bapak. Amin. Mohon bantuan doanya ya teman teman *prok prok prok*. Yak, Makasih yaaaa. Kalian memang baek. :D



62 comments:

  1. Semangat ya mbak, yang penting tetap nulis dan berkarya :)

    ReplyDelete
  2. aku suka dengan bucketlist mbak Inda, karena sekilas juga menunjukkan pasion yang sama. Soal Google adsense udah berkali2 jatuh bangun. Coba nanti kembali semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wktu msih gratisan sih dierima mbk, tp bgtu aku mau upgrare, eee ditolak, hiks,
      mungkin lain kali..
      yup, coba nanti lagi, semangaaattt :D

      Delete
  3. Membaca ini seperti melihat diriku sendiri.
    Tak satupun lomba blog yang bisa mencuri hati juri.
    Berbeda dengan lomba media sosial twitter dan FB
    Rezekiku hadir melalui pintu ini
    Aniwei, tetap semangat ya bunda
    Mungkin kita harus "lebih" lagi berusaha
    Semangka kakaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kash mbak rosanna..
      iyup ttp semangaattt :D

      Delete
  4. Tetap semangat ya. Memang benar, harus dipilih yg sesuai dg kita.

    ReplyDelete
  5. ketawa-ketiwi sendiri saya bacanya... senasib.. tapi saya ngga mau di ungkapin.. dinikmatin sendiri aja...
    jadi ingat liriknya base jam beberapa tahun lalu.. Buang semua mimpi percuma.. hadapkan diri pada kenyataan.. katakan bahwa.. AKU adalah AKU :) .. #eh jadi ketahuan saya angkatan berapa yak ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. cieeee yg ketahuan angkatan brpaaa.. :D

      Delete
  6. semangaaaad Mbak piiit.. *ini Dek Niya (adik e Mbak aul) sesekali klo pas senggang Dek Niya baca" tulisane Mbak pit, alhamdulillah beberapa menghibur, menginspirasi n memotivasi.. smangad mbak pit, jd apapun yg penting slalu bermanfaat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dek niaaa..rindunyoooooo...
      btw slmt ats pernikahannya ya dek nia, smoga jd keluarga yg sakinah mawaddah warohmah yak..amiinn..

      en makasih ats transfer energi semngatnya yak :)

      Delete
  7. fokus ke satu aja, mba. nanti hasilnya pasti bagus dan bisa panen. yang penting konsisten.

    ReplyDelete
  8. SEMANGAAT kaka...yuk ah muvon. kayak my latest post about SMART resolution, mungkin cara kita menuliskannya saja yang agak keliru

    ReplyDelete
  9. Amiiin... semoga semakin membaik di tahun 2016 nanti

    ReplyDelete
  10. ko resolusi nya sama yah,,,, :) nasibnya juga sama :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. smoga thn dpn lbh cerah ya mas broo..amiinn :D

      Delete
  11. Yang penting tetap nulis mbak... hehe..
    gue juga jarang ngikutin lomba-lomba macam GA...
    tapi kalau temanya gue banget dan masuk di kategori blog ya udah gue hajar hehehe...

    ReplyDelete
  12. tetap semangat Mbak :)
    semoga di tahun 2016 nanti segala keinginannya bisa terwujud, aminn..

    ReplyDelete
  13. Meski pun belum tercapai harus tetep semangat mba. Semua kan berasal dari pengalaman :D

    ReplyDelete
  14. Semangat, Mbak. Resolusiku 2015 juga ada yang enggak kecapai. Semoga bisa lolos sensor di 2016. Go go go!

    ReplyDelete
  15. Hai Mbak, sama dong resolusiku juga banyak yang failed, tapi tetep semnagat membuat resolusi 2016...heheee. SEMANGAT

    ReplyDelete
  16. Semoga di tahun 2016 resolusinya tercapai semua ya mak :)

    ReplyDelete
  17. aku kasi applause dulu dengan semua cita cita mb inda, mantaaabbb...aku nih kudu dipompa semangatnya, akhir akhir ini mulai tergerak untuk nulis yang bermanfaaat, ga sekedar ngejaring pembaca short term, tapi juga long term (yang nyasar ke blog) hahahahaii

    ReplyDelete
  18. Bahkan resolusi yg gagal pun ada GA nya ya.. luar biasa memang dunia blogger ini banyak tema2 yg keren.. ku doain semua cita2nya thn 2016 terwujud ya

    ReplyDelete
  19. mirip keinginan kita mbak, cuma aku simpan dalam hati saja, hihihi. Smg tahun 2016 ini ada yang kesampaian ya salah satuanya mbak, hehehe

    ReplyDelete
  20. Aamiin..
    Sama kayak aku ya verarti anak pertama, tooooss!!

    Hehehhe smg impian2nya dpt terwujud Mba di thn 2016.

    ReplyDelete
  21. Gk pa2 mbak. Msh ada thn depan...
    Ttp smngat dan jgn berhenti berkarya...

    ReplyDelete
  22. Ayoooo Mbak, mari berjuang di 2016 utk menjadi jawara GA #eehh.

    Klo saya ikut GA itu yang benar2 sy suka jd nulisnya jg enak wlo kadang hrus pake begadang apalagi sekarang nunggu Si Bayi tidur lelap dulu baru emaknya bisa me time, xixixix

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Klo saya nih Mbak, lebih baik mencoba berkali-kali. Mengenai gagal atau berhasil itu urusan belakangan. Itu bonus atas kerja keras kita. Setelah itu letting go (ikhlas, pasrah, lupakan). terus buat karya lagi. Lagi. dan lagi.

    Hati2 dengan ambisius. Saya dlu berkali2 gagal karena terlalu melekat dengan ambisi. Ketika gagal, kecewa berat. Makanya letting go itu penting.

    Klo mau kirim ke penerbit atau media. Sesuaikan tema dari media tersebut. Yakinkan juga diri Mbak Inda apakah mengusai tema tersebut. Have fun-lah ketika mengerjakan sesuatu. Energi positifnya lebih besar. Klo energi positif besar, seberat apapun tulisan/kaya yang akan dibuat bukanlah menjadi beban. Justru menjadi tantangan.

    Ayokkk mbak semangat 2016. Break the habit! :D

    Salam Arinta. Makasih sebelumnya telah mampir di blog saya.
    semoga menang GA-nya. Amin

    ReplyDelete
  25. Semangat ya, Mbak! Ndak usah menang dulu tujuannya, yang penting berkarya aja udah alhamdulillah daripada ndak ngapa-ngapain dan sibuk omongin orang sana-sini ehehehe sukses ya, Mbak!

    ReplyDelete
  26. Salut untuk yang selalu semangat membuat resolusi. :)

    ReplyDelete
  27. Untuk resolusi 2016 lebih adem bacanya, menang itu dianggap sebagai bonus dari apa yang sudah dilakukan, sing hepi yaa mbak..keep on spirit! :D

    ReplyDelete
  28. Aamiin, semoga di 2016 lebih banyak yang bisa dicapai. :)

    ReplyDelete
  29. Menurutku, ini sebuah keberanian yang layak diacungi jempol. Melakukan evaluasi terhadap diri sendiri itu tidak mudah mba.
    Semangat

    ReplyDelete
  30. semangat mbak , selama masih ada umur.. jangan menyeraaah cayoo!
    btw salam kenaal

    ReplyDelete
  31. Wah sama mbak..
    ane juga ada kegagalan di adsense :-)
    tapo no problem.. ngeblog itu bukan masalah adsense, adsense itu hanya bonus . #kalauSaya Hehehe

    ReplyDelete
  32. semoga tahun 2016 semakin sukses, ya :)

    ReplyDelete
  33. wah semangatnya berasa menular kemari nih, aku jg sempet loyo.. ayo semangat semangat, good luck ya :-)

    ReplyDelete
  34. Wah mau kirim ke media juga ya Hieiehie. Mau nda kirim artikel ke koran kami di Pontianak Post (Group Jawa Pos News Network)? Jika tertarik kirim naskahnya ya. Panjang tulisan 4-5, Ukuran A4, FOnt Times New Roman. Kirim via email. Scan KTP dan juga nomor rekening mu. Details kontak ya

    ReplyDelete
  35. Semangat mbak, yakin 2016 berlimpah rejeki :)
    Aku juga suka tulis "kudu menang lomba" di resolusi, tapi belakangan jadi dilonggarin jadi "berpartisipasi di lomba blog" hahahahaha....

    ReplyDelete
  36. Menurut saya sih ini awal kemenangan tetep ngeblog dan pantang menyerah, merdeka!!

    ReplyDelete
  37. Sama mba ..sy jg ada resolusi yg gagal d thn kemarin

    ReplyDelete
  38. Yup .. pengalaman adalah guru yang terbaik.
    Sebenarnya gak gagal juga sih Mbak. Wajar lho kalau ikut2 lomba, banyakan kalahnya daripada menangnya (saya pun demikian hhihi). Sebagian besar orang begitu. Mungkin mereka yang super beruntung saja yang banyakan menangnya daripada kalahnya.

    Yuuk, perbaiki terusss *sambil menyemabgati diri sendiri*

    ReplyDelete
  39. Gw ngak perna punya resolusi, hidup dinikmati aja sambil terus bersyukur dengan apa yg Tuhan beri :-)

    ReplyDelete
  40. Smangat merjuangin resolusinyaaaa, saya juga

    ReplyDelete
  41. Iyo mbak. Mengerti rasanya. Aku juga sering membaca kekecewaan di muka ibu krn anaknya berhenti jd karyawan, dan jadi ibu rumah tangga.Dulu pernah bgt pede bisa lolos jd abdi negara...tp ya gitu..mimpinya terhempas. Sekarang...mengalir aja mbak...yang penting berusaha..

    ReplyDelete
  42. resolusi saya juga banyak yang gagal mbak khususnya tetap konsisten untuk tetap aktif ngeblog :(

    ReplyDelete
  43. Cemunguuudh! Masih banyak kesempatan ;)

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)