Menjadi Ibu yang Makin Kreatif dengan ASUS E202


Hai Mamis,

Ibu.
Ibu adalah sekolah pertama bagi putra putrinya. Ibulah yang mengajarkan keterampilan dasar. Ibu yang menstimulus kecerdasan. Serta ibu yang menanamkan kepribadian. Iya, Ibu.


Tentu tugas ini tidak mudah. Mengingat dunia anak-anak sendiri merupakan dunia bermain. Yang mana bermain itu sendiri merupakan bagian dari dunia kreativitas. Jadi untuk dapat melakukan tugas di atas, ibu pun harus menggunakan kreativitas juga. Dengan begitu, akan lebih  mudah menarik perhatian anak-anak, dan juga memberikan kemudahan bagi anak-anak sendiri dalam mempelajari atau memahami sesuatu yang dipelajari.

Aku, pun tengah berada dalam mode ini. Tengah berusaha untuk mengajarkan, mendidik, menstimulus si kecil menggunakan kreativitas. Seperti membuat kreasi aneka macam mainan untuk si kecil, memberikan contoh yang beraneka ragam, dan sebagainya. Alhmdulillah, dengan menggunakan kreativitas untuk menstimulus dan mengajarkan ini itu kepada si kecil, perkembangan si kecil mengalami peningkatan. 

Beberapa kreasi mainan yang aku buat utk si kecil

Namun, belakangan ini aku merasa, bahwa tak cukup menjalankan tugas tersebut dengan menggunakan kreativitas berupa membuat mainan saja. Karena, tak selamanya tho, anak-anak berada dalam dunia bermain dan bermain. Ada masanya nanti, mereka tertarik belajar sebab teknologi bukan tertarik untuk belajar sebab mainan lagi.

Maka, aku memutuskan untuk mengasah kreativitas. Demi menjadi ibu yang lebih kreatif. Terutama kreatif dalam hal teknologi. Secara, saat ini, zaman serba teknologi kan ? Ho oh.


Sebenarnya, aku sudah mulai mencicil hal ini, jauh-jauh hari. Mulai dari belajar membuat desain undangan pernikahan yang sederhana sekali, mengedit foto, membuat background sederhana untuk blog aku sendiri serta mencoba menggambar sketsa menggunakan aplikasi. Namun, hal ini belum maksimal. Sebab aku masih menggunakan tablet untuk belajar ini. Terlebih lagi, kadang, tanganku terasa kram saat tengah asyik berkreasi. Hiks. Jadi agar bisa lebih maksimal, maka aku ingin menjadikan notebook ASUS E202 sebagai partner andal untuk membantuku mengasah kreativitas.

Belajar menggambar pakai aplikasi pics art

Baru bisa bikin ini

Mengapa notebook ASUS E202 ? Koq nggak yang lain gitu ?.

Jawabannya adalah, karena apa yang aku butuhkan ada di notebook ASUS E202.

Aku butuh notebook yang Mudah Dibawa Kemana-mana alias PRAKTIS.

Sudah setahun belakangan ini, profesiku bertambah. Tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, melainkan juga sebagai mahasiswa.


Dengan profesi baru ini, tentu aku harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Misalkan ada waktu luang di saat aku sedang berada di kampus, saat aku berada diperjalanan menuju atau pulang dari kampus, atau saat aku berada di rumah, maka akan aku manfaatkan untuk belajar. Termasuk mengasah kreativitas aku dalam menggunakan teknologi. Oleh sebab itu aku membutuhkan notebook yang mudah dibawa kemana-mana alias praktis. Dan kriteria ini dipenuhi oleh notebook ASUS E202.


Bodi ASUS E202 lebih kecil dari kertas A4 dengan berat 1.2 kg dan memiliki dimensi dimensi 29.7 x 19.4 x 2.14 cm. Namun meskipun kecil dan ringan, ASUS E202 dilengkapi dengan beberapa  keunggulan.  

Pertama, ASUS E202 memiliki layar yang ideal yakni sebesar 11.6 inc. Ukuran ini cocok untuk orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi. Seperti aku yang merangkap jd ibu juga mahasiswa.

Kedua, meskipun hanya berukuran A4, namun layar ASUS E202 dilengkapi dengan resolusi HD (1366 x 7683) yang membuat penggunanya dapat melihat, misal konten multimedia, dengan kualitas yang baik. 

Ketiga, tak lupa ASUS E202 juga memiliki dua buah speaker dengan kualitas suara yang jernih dan kencang. Sehingga tidak membutuhkan lagi yang namanya speaker tambahan.


Aku butuh notebook dengan Daya Tahan Baterai yang Tahan Lama.

Mengikuti bagian yang di atas tadi, yang mana aku bisa berkreasi dimanapun aku berada, maka notebook yang aku butuhkan harus memiliki kemampuan baterai yang alakazam. Dan ini dipenuhi lagi oleh notebook ASUS E202.


ASUS E202 menggunakan prosesor Intel Hemat Daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam. Uwow bamget. 8 jam cyiinn. Kalau begini mah, tak ada rasa khawatir baterai bakal habis. Terutama saat sedang berkreasi dan berada di tempat yang tidak ada colokan ((COLOKAN)) listriknya. Selain itu juga, ASUS E202 memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu. Mengapa begitu ? Karena USB dapat dicolok ke berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya. Kemudian, ASUS E202 mempunyai kecepatan transfer USB 3.1 yang lebih cepat 11x dibandingkan USB 3.0.

Bonusnya nih, selain membuat daya tahan baterai lama, rendahnya tingkat TDP membuat ASUS E202 tidak menghasilkan panas yang tinggi. Sehingga tidak perlu menggunakan pendinginan berbasis kipas. Jadi bisa dibilang ASUS E202 ini tidak mengeluarkan suara saat dipakai. Alias tidak berisik.


● Aku membutuhkan notebook yang Desain Trendy dan Bergaya.

Buat apa ? Ya menunjang penampilan aku donk ya. Biar kelihatan lebih trendy dan gaya, gitu.  Karena apa ? Sebagai seorang pendidik, juga ibu, penampilan itu juga penting dan harus diperhatikan. Sebab, terkadang, penampilanlah yang dapat menarik perhatian anak maupun siswa. Jadi aku butuhlah yang namanya penunjang penampilan yang bikin aku terlihat lebih gaya dan trendy. Dan menurutku, produk yang bisa membuat penampilanku seperti itu adalah dengan membawa atau memakai notebook ASUS E202.

Tren saat ini adalah tren desain minimalis. ASUS E202 juga didesain seperti ini. Bodi ASUS E202 dibentuk sehingga lebih kecil dari kertas A4. Kemudian, untuk desain cover ASUS E202 menggunakan gaya painting yang membuatnya terlihat begitu manis. Selain itu juga notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan DOS ini, tersedia dalam 4 pilihan warna yakni Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge.

● Aku butuh notebook yang Harganya Terjangkau.

Meskipun aku butuh notebook untuk mengasah kreativitas aku, namun aku juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga. Oleh sebab itu, aku ingin notebook dengan harga yang terjangkau saja tapiiiiiii punya nilai plus-plus yang banyak. Hahay. Maklumlah yah, namanya juga mamak-mamak. *uhuy. Dan kriteria ini dimiliki notebook ASUS E202. Yup, notebook ASUS E202 dibandrol dengan harga tiga jutaan saja.



Nah, itulah alasanku mantab memilih notebook ASUS E202 sebagai teman belajar, dan teman untuk mengasah kreativitas dimanapun aku berada. Yang dilengkapi dengan daya tahan baterai hingga 8 jam. Alamaaakk.

Dengan memakai ASUS E202 untuk mengasah kreativitas, aku optimis, bahwa aku bisa menjadi ibu yang makin kreatif, bahkan jauh lebih kreatif dari sebelumnya. Bukan hanya kreatif dalam membuat mainan saja. Melainkan juga kreatif  dalam hal teknologi. Selain itu juga, orangtua, terutama ibu, juga diharuskan untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman. Agar dapat mendidik si kecil sesuai dengan zamannya namun tetap memperhatikan nilai-nilai yang sudah ada. Ah, rasa-rasanya, aku makin ingin segera memiliki notebook ASUS E202 deh. Kudu makin semangat nabung nih kaya'nya. Iya donk ya. Iyaaaaahhh.

Nah kalau kalian gimana nih Mamis. Mau juga kan menjadi seorang ibu yang kreatif. Yuk ah kita mulai dari sekarang yuk, belajar, melatih, dan mengasah kreativitas kita menggunakan notebook ASUS E202. Yihaaaaa.
***
Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com



Referensi :
http://m.republika.co.id/berita/trendtek/elektronika/16/11/23/oh34ed359-asus-e202-notebook-mungil-penuh-warna-dengan-baterai-8-

Tahapan Membuat Mainan dari Barang Bekas yang Bermanfaat dan Aman bagi Si Kecil

Hai Mamis,

Ibu mana sih yang nggak jatuh cinta sama senyum dan tawa si kecil ? Semuanya suka, semua ibu jatuh cinta dengan senyum tawa putra putrinya. Termasuk Aku. Yup. Seperti itu.

Bagiku, senyum dan tawa si kecil ken adalah candu. Iya, candu banget. Sebab itulah aku, berusaha untuk membuat si kecil ken selalu  tersenyum dan tertawa. Dan caraku untuk mewujudkan itu  adalah, tentu, dengan membuat aneka macam mainan untuknya.

Namun, seiring berlarinya waktu. Aku tidak lagi membuat mainan hanya karena untuk menghadirkan senyum dan tawa si kecil. Melainkan ada satu hal. Iya ada hal lain yang membuatku semakin bersemangat membuatkan si kecil mainan. Yakni, karena ada banyak manfaat yang bisa si kecil dapatkan dari aktivitas bermain itu sendiri. 


Tahapan Membuat Mainan 

dari Barang Bekas untuk Si Kecil

  • Persiapan : Ide Mainan yang Bermanfaat untuk Si Kecil

Ada beberapa hal yang aku lakukan sebelum membuat mainan untuk si kecil :

Pertama : membaca tentang dunia anak. Salah satunya tentang kecerdasan majemuk anak.

Namun untuk ini, aku tak hanya membacanya saja, melainkan juga mengikuti tes online sederhana untuk mengetahui setiap tingkat kecerdasan majemuk si kecil. Dan berikut hasil tesnya :

Kedua : memilih kecerdasan mana yang perlu atau yang ingin aku stimulus.

Berdasarkan hasil tersebut, maka ada beberapa kecerdasan yang harus distimulus donk ya. Misalnya, kecerdasan yang ingin aku stimulus adalah kecerdasan linguistik (komunikasi) dan kecerdasan interpersonal (sosial).

Ketiga : mencari ide mainan yang sesuai dengan poin kedua

Berburu ide mainan yang dapat membantu untuk menstimulus linguistik si kecil. Misalnya, membuat trek balapan mobil.

Dengan panggung ini, aku bisa memancing atau menstimulus si kecil untuk membuat cerita versinya sendiri. Menanyakan berbagai macam hal. Menambah kosa katanya juga menstimulus sisi sosialnya. 

Keempat : menyiapkan bahan untuk membuat mainan.

Sebagian besar nih ya, mainan yang aku buat, terdiri dari barang bekas. Seperti kardus bekas susu formula, botol plastik bekas kemasan bedak, botol air mineral, hingga kertas-kertas yang tak terpakai. Jadi bisa dibilang mainan yang aku buat aman karena berasal dari limbah rumah tangga sendiri. Akan tetapi, meskipun begitu, aku tetap harus memastikan bahwa barang bekas yang akan aku jadikan mainan, benar-benar AMAN untuk si kecil.

  • Kriteria Barang Bekas yang Aman untuk Bahan Membuat Mainan


Soal AMAN, aku punya kriteria sendiri nih untuk barang bekas yang akan aku jadikan sebagai bahan membuat mainan. 

Pertama, harus bersih. 
Kedua, tidak ada bagian yang tajam. 

Kalau sudah lulus ini, baru deh aku mulai membuat mainan.

  • Cara Membuat Mainan Track Balapan Mobil
Bahan :
1 kardus bekas air siap minum/mie instas. 
4 kardus susu formula
Isolasi
Double tip
Gunting

Cara membuat :
Gunting kardus bekas air mineral kemasan gelas lalu dibentuk memanjang. 
Bungkus sisi kardus air mineral yg sudah digunting tadi dengan isolasi/lakban. Agar terhindar dari pinggiran kardus yang tajam.
Gunting bagian atas kardus sufor. Lalu bagi dua tepat di bagian cover dan belakang. Yang digunting jangan di bagian samping.

Letakkan di atas kardus bekas air mineral kemasan gelas lalu direkatkan dengan duble tip. Dan jadilah seperti ini. 
TARAAAAAA.................



Cara bermain :
Karena mainan ini untuk menstimulus linguistik dan interpersonal si kecil. Jadi yaaaa, cara bermainnya tidak hanya balapan dua mobil saja. Melainkan juga bisa ditambahkan dengan menambah kosa kata si kecil, membuatnya lebih komunikatif, dan mau main bersama.



  • Agar Si Kecil Nyaman Saat Bermain.

Setelah aku selesai membuat mainan, selanjutnya adalah.........main-main donk yak. Bukaaannnn. Belum sampai situ. Ada yang harus dipastikan lagi. Yakni soal NYAMAN.

Menghadirkan rasa nyaman saat bermain juga penting loh. Karena apa ? Dengan rasa nyaman saat bermain, maka tentu  si kecil akan lebih happy dan antusias saat bermain. Selain itu juga, maksud dan tujuan dari kegiatan bermain tersebut dapat tercapai. Lalu si kecil pun dengan mudah memetik manfaat dari aktivitas bermain itu sendiri.

Nah untuk menghadirkan rasa nyaman saat bermain, terutama saat bermain di dalam rumah, ada beberapa hal yang aku lakukan :
  1. Memastikan lokasi bermain jauh atau tidak ada sesuatu yang berbahaya misal listrik. 
  2. Menciptakan ruangan yang sejuk alias tidak panas. Dengan cara menyalakan kipas angin atau membuka pintu jendela agar sirkulasi udara terasa lebih baik.
  3. Dan memastikan kondisi si kecil dalam keadaan prima. Tidak nampak ngantuk, lelah apalagi sakit.
***
Eh ngomong-ngomong soal sakit nih, aku paling takut loh kalau si kecil sakit. Terutama demam. Parno gitu. Sebab si kecil pernah mengalami step yang diawali dengan demam tinggi. Jadi, agar hal itu tidak terulang lagi, maka aku selalu menyiapkan obat penurun panas, termometer,  perlengkapan untuk mengompres, alkohol 75 % hingga bawang merah.

Untuk obat penurun panas, aku memilih Tempra Syrup Paracetamol dengan rasa kesukaan si kecil, rasa anggur.

Mengapa Tempra Syrup ?

  • Karena Tempra Syrup adalah obat untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri untuk anak usia 1- 6 tahun. Dan usia si kecil ken berada dalam rentang itu.
"Ada apa aja ya Mah, di Tempra Syrup ini ?".

  • Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol. Yang mana fungsi dari paracetamol disini adalah sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak. Jadi bisa dibilang, antipiretika mengirimkan sinyal ke pengaturan suhu di otak untuk menurunkan suhu panas tubuh. 
  • Selanjutnya yaitu, di dalam kandungan tersebut juga terdapat analgetika yang berfungsi meningkatkan ambang rasa sakit. Jadi, dengan adanya analgetika ini, rasa nyeri yang dirasakan si kecil saat demam akan sedikit berkurang.
  • Tempra Syrup memiliki varian rasa yang disukai anak-anak.
Yummyyyy

  • Tempra Syrup mudah didapatkan.

Beli di apotek dekat rumah

  • Diproduksi oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Di bawah pengawasan Thaiso Pharmaceutical Co., Ltd. Tokyo Jepang.
Kalau ada Tempra Syrup di rumah. Perasaan aku lebih tenang. Sedia payung sebelum si kecil sakit demam. Begitu.

Nah itu tadi soal obat penurun panas yang aku siapkan di rumah yakni Tempra Syrup. Sekarang, kembali ke laptop. Yihaaa,

***

Jadi seperti itulah tahapan membuat mainan untuk si kecil, dari menentukan ide, hingga memilih bahan. Serta bagaimana membuat aktivitas bermain menjadi nyaman untuk si kecil.

Panjang ya prosesnya ? Lumayan, nggak bikin sampai lu manyun koq *hahay. Tapi, nggak apa-apalah yah. Kan demi anak juga tho, demi senyum merekah di wajahnya, demi manfaat yg bisa si kecil rasakan dari aktivitas bermain, demi si kecil bisa bermain dengan AMAN dan NYAMAN.

Alhamdulillah nih, meskipun terbuat dari barang bekas, selama ini, si kecil nampak enjoy dan happy-happy saja saat memainkan mainan yang aku buat. Alhamdulillah.

~***~

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Dampak Buruk Gadget Smartphone Murah Pada Anak

Di jaman serba modern seperti saat ini, teknologi sudah menjadi bagian dari hidup kita yang tidak dapat terpisahkan. Teknologi sudah merambah ke segala sektor kehidupan mulai dari aktivitas harian seperti mencuci baju dan memasak hingga ke sektor yang tinggi seperti komunikasi dan juga bisnis.

Dalam hal komunikasi, peran teknologi sudah tidak bisa diragukan lagi perkembangannya. Jarak dan waktu sudah bukan menjadi rintangan untuk dapat berkomunikasi, bahkan bertatap muka. Hal ini bisa dilakukan bahkan hanya dengan smartphone murah  yang beredar di pasaran.

Meskipun teknologi memberikan berbagai macam kemudahan bagi penggunanya, namun bukan berarti fenomena ini tidak memiliki dampak negatif bagi kehidupan terutama bagi para remaja dan juga anak-anak.

Kini banyak remaja, bahkan anak kecil yang memiliki gadget pribadi dan penggunaannya di luar pengawasan kita, para orang tua. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat dunia maya adalah dunia yang belum begitu bisa dipahami fungsi dan pemanfaatannya bagi umur mereka. Untuk itu berikut ini ada beberapa efek buruk media sosial bagi perkembangan anak-anak:


1.Tidak mengenal waktu dan kecanduan
Anak-anak atau remaja, bahkan orang dewasa yang asyik berkutat dengan gadget ditangannya, sangat susah untuk lepas darinya mengingat teknologi pada gadget yang mampu membius penggunanya dengan jutaan aplikasi yang menarik. Banyaknya game, media sosial dan hiburan lainnya membuat pengguna cenderung kecanduan. Tiada hari tanpa membuka gadget, itulah yang kini tengah terjadi di kalangan masyarakat. Jika sudah begitu, pasti pengguna akan lupa waktu sehingga kewajiban banyak yang lalai dan ditinggalkan.

2.Tidak peduli sekitarnya
Ketika sudah merasakan senangnya dalam berselancar di media sosial atau bermain games, para pengguna seringkali lupa diri dan hanya terfokus pada gadget yang Ia miliki. Mereka cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan hanya peduli pada satu hal yaitu gadget yang mereka miliki. Berbagai aplikasi menari yang ditawarkan kini bahkan sudah bisa diakses di tablet atau smartphone murah yang beredar di pasaran.

3.Kurangnya sosialisasi
Jika diperhatikan lagi, kini banyak sekali remaja dan anak-anak yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan menatap layar gadget seharian, dibanding melakukan aktivitas bersama teman-temannya. Hal ini tentu saja berdampak buruk dengan psikologis mereka karena jika hal ini terus menerus terjadi, mereka akan kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Tidak hanya saat umur mereka muda, namun bisa juga terbawa hingga tua nantinya. Mereka akan lebih suka berbaur dengan teman khayalan mereka di online sehingga membuat pergaulan sangat sempit.

sumber : oto-didak13.com

4.Menghamburkan uang
Bagi pecandu games online atau media sosial, mereka tentu harus bermodal demi bisa terus mengakses internet. Mereka tak akan sungkan untuk menghamburkan uang demi bisa memenuhi kuota data internetnya. Hal ini akan bisa berakibat pada buruknya mereka dalam mengatur keuangan pribadi sejak dini.

5.Masa belajar yang kacau
Jika kecanduan gadget tidak segera ditangani oleh orang tua, maka anak-anak cenderung akan lebih suka menghabiskan waktu untuk menatap layar gadget daripada belajar. Tentu saja hal ini bisa membahayakan bagi masa belajar anak Kita.

Itulah beberapa dampak buruk akan fenomena gadget di dunia ini. Sebaiknya ajarkan Ia untuk menggunakan gadget nya dengan lebih bijaksana. Jangan memberikan smartphone murah pada anak terlalu dini karena akan rawan terjadi dampak-dampak buruk tersebut.

"Kenapa, Mah ? Kenapa ?"

Alhamdulillah, aku sampai dalam tahap ini. Tahap dimana si ken mulai menanyakan segala hal yang tidak boleh ia lakukan.

Yup. Kalau aku perhatikan nih, sejak si ken usia 4 tahun, perkembangannya meningkat drastis banget. Terutama dalam segi linguistiknya. Seneng. Seneng banget. Secara dulu si ken pernah dianggap bisu sama beberapa orang hanya karena si ken, usia 2 tahun, masih bubbling dan tidak seperti anak-anak seusianya yang sudah pandai bicara.

Perkembangan linguistik si ken, 4 tahun 7 bulan, ini berupa ia mulai pandai mengungkapkan perasaannya, pendapatnya, mulai belajar membuat cerita sendiri saat bermain, dan yang paling utama adalah ia semakin suka bertanya. Terutama menanyakan alasan mengapa ia tidak boleh begini atau begitu.

Saat aku berkata seperti ini : "Ken, ayo tidur !".
Maka dengan cepat ia akan menjawab seperti ini : "Tidak mau".
"Tidur dulu" Kataku lagi.
"Kenapa, Mah ? Kenapa ?".
Dan ini akan berlanjut terus sampai ia mendapatkan penjelasan yang dapat ia pahami. Misalnya seperti 'biar tidak capek'.

Kalau si ken sudah begini, rasanya, aku pengen jejingkrakan, salto salto deh kalau perlu. Seneng banget. Tapi nggaklah yah. Cukup hati aja yang jingkrak jingkrak jedug jedug di dalam. Ekspresi yang aku tunjukkin ke si ken tentu saja, stay cool meeennn.

Selain senang dan bersyukur banget dengan peningkatan kecerdasan linguistik si ken, ada hal lain juga yang patut aku syukuri. Bahwa apa yang aku juga suami lakukan selama ini yakni memberi penjelasan ini itu kepada si ken, terutama penjelasan di setiap kata-kata "Tidak boleh, Ken" atau "Jangan Ken", mulai berbuah. Alhamdulillah.

Memang benar, apa yang dikatakan oleh temen-temen yang putra-putrinya sudah lebih dulu mencapai tahap ini, bahwa menyenangkan banget saat si kecil mulai suka menanyakan ini itu, merasa tertantang juga untuk mencari jawaban yang dapat ia pahami, sekaligus deg-deg an kalau si kecil mulai bertanya hal-hal yang 'amazing'. Alhamdulillah.

[Cerita Ramadhan] Tadarus Bikin Kenyang

Setiap kali Ramadhan datang, pasti membawa serta yang namanya kenangan. Terutama kenangan waktu kita masih bocah. Iya nggak sih ? Seperti saat pertama kali kita ikut puasa, ikut patrol sahur-sahur (bangunin org buat sahur), berburu tanda tangan imam tarawih di masjid, dan sebagainya. Ucapan-ucapan orang tua / yang lebih dewasa juga masih terpampang jelas diingatan kan ya ?. Seperti ini nih : "Nggak boleh nangis, kalau nangis puasanya batal loh" atau "Nggak boleh keramas siang-siang, nanti puasanya batal" atau ada juga yang begini nih "Nggak usah takut, setan-setannya udah diiket, jadi aman". Lah.

Nah dari sekian banyak kenangan puasa di masa kecil itu, ada satu yang paling unik yang berasal dari ucapan ibuku  yakni "Tadarus Al Quran bikin lapar jadi hilang". Anti mainstream kan ? *hahayy.

Kalimat itu keluar setiap kali aku menunjukkan gelagat "mulai lapar" ke ibuk. Gelagat itu seperti, wajah melas, ngelus-ngelus perut terus, nanyain ke ibuk maghribnya jam berapa ? Padahal aku sudah tahu kapan waktu buka puasa, hingga ngintilin ibuk di dapur. Parah yak ? *ahay. Kalau sudah begini, maka ibuk selalu bilang :"Tadarus sana gih, nanti laparnya hilang, nggak terasa lapar lagi".

Tanpa protes, aku pun menuruti perkataan ibuk. Secara, waktu ituk aku memang pengen banget menghilangkan rasa lapar yang mulai meraung-raung. Jadi setelah ibuk bilang begitu, aku pasti langsung buru-buru wudhu ambil Al Quran trus mulai tadarus.

Lalu gimana ? Rasa laparnya, benar-benar, hilang nggak setelah tadarus ?.

Ajaibnya, setelah tadarus, rasa lapar aku benar-benar hilang loh. Mungkin karena sudah tersugesti sama ucapan ibuk kali ya. Jadi yaaaaa, tadarus benar-benar bikin lapar aku hilang. Dan rasa lapar itu pun berubah, jadi k...antuk. Iya, ngantuk.

Untuk rasa kantuk yang datang saat puasa, lebih mudahlah yah ngatasinnya, kan tinggal tidur aja toh. Jadi, kalau ngantuk sudah datang, aku memilih untuk mengakhiri tadarus. Karena dipaksa lanjut juga nggak bisa, la wong melafalkan Al quran saja sudah banyak yang salah-salah. So, selanjutnya tidur donk yak. Yihaaa.

Sugesti dari ibuk, bisa dibilang ampuh dan aku pegang betul sampai SMP. Setelah itu, SMA, nggaklah yah. Tadarus bukan agar rasa lapar hilang. Tapi tadarus karna murni ibadah. *aseg. 

Ah Ibuk. Selalu ada cara untuk membuatku tetap bertahan menjalankan ibadah puasa waktu aku masih kecil dulu. Semoga aku bisa mengikuti jejakmu, Ibuk. Amin.

Nah kalau kalian gimana nih ? Punya kenangan masa kecil yang nggak terlupakan juga kan ? Khususon di moment Ramadhan ini ? Aaaahhhh,,pasti seru. Monggo di share deh kalau gitu. :)

Pengalaman Pertama Bikin Donat Rasa Endolita Tekstur Sinyorita

Jadi, sejak Ken sekolah, aku mulai rajin lagi belajar masak. Tapi kali ini, yang aku pelajari, khusus bikin cemilan, jajanan buat bekal s...