Skip to main content

Bingung Memilih Sekolah untuk Si Kecil


Gambar Air plane versi si ken.

Beberapa waktu yang lalu, salah satu blogger kece yang femes dengan nama Emak Gaoel share di akun fbnya tentang pertanyaan yang diajukan putrinya, si Manis Nana, ke Mak Gaoel. Kira-kira seperti ini nih. 

Jadi Nana nanyak "Kenapa aku nggak sekolah disitu aja ? Sepertinya seru". 
Sekolah yang dimaksud Nana adalah sekolah dasar dengan fasilitas nggak kukuh kerennya. Biaya sekolah di sana pun nggak kalah keren, keren jumlahnya alias mehong booo'. Emak gaoel pun menjawab pertanyaan Nana dengan bijak dan tentu jawaban tersebut sudah didasari dengan alasan yang bijak juga menurut aku siihh.  

Share cerita Mak Gaoel tersebut berhasil menarik tanggapan banyak teman-teman fb Mak Gaoel. Sementara aku cuma ikutan nyimak nyekrol nyekrol nyerap pengalaman para mama-mama oye. Tapi, dari sekian jawaban tersebut, aku paling terpana dengan sebuah jawaban yang kiranya seperti ini : "Saya dan suami memilih menyekolahkan anak-anak kami di tempat yang fasilitasnya oke dan yang pasti hal tersebut diikuti oleh harga yang oke juga. Karena pilihan ini, sampai anak-anak sudah besar gini, kami baru memiliki rumah". 
We o we.

Tanggapan tersebut asli bikin aku mikir parah. Bisa nggak ya aku berkorban kayak gitu demi mengusahakan pendidikan yang terbaik buat si ken atau anak-anak ku kelak ? Berani nggak ya ? Ah rasanya nggak berani menanggung resiko seperti itu. Resiko tak kunjung mapan karena mbelani biaya sekolah buat anak-anak. 

Sudah. Pikiran tentang hal ini aku berhentikan sampai di kalimat terakhir itu. Karena apa ? Aku mulai terbawa perasaan cyiinn. Wkwkwkwk. 

Namun rupanya, Allah berkehendak lain nih. Akhirnya aku dihadapkan dengan momen dimana aku (sama suami juga) harus milih nyekolahin si ken di sekolah yang mbois dengan kualitas yang oye atau yang standart aja ?. 

Pertimbanganku, di satu sisi, aku penasaran dengan bakal seperti apa nih perkembangan si ken kalau ia berada atau sekolah di lingkungan yang stimulusnya oke punya. Soalnya Hebb, pakar neurologi, bilang bahwa lingkungan berpengaruh banget dengan kemampuan anak. Nah yang jadi pertimbangan aku selanjutnya adalah, si ken kayaknya suka banget sama sekolah yang oye ini nih. Bahkan waktu aku ajak survey si ken malah nggak mau pulang. Kalau sekolah-sekolah yang lainnya mah, waktu aku ajak pulang dia langsung ngekor. Dah, kalau gini mah, kalau si ken kelihatan suka gini, aku optimis si ken bakal betah. Karena beberapa kali aku nyobak in si ken ke beberapa sekolah dan berakhir dengan mogok alias nggak mau balik sekolah lagi. Salah aku sih, waktu itu, si ken memang nggak nunjukin ketertarikan tapi aku masukin aja gitu tanpa tanya-tanya pendapat dia atau ekspresi dia. Pikirku, si ken bakal adaptasi lama-lama dan nerima tapi nyatanya bocah malah mogok. Kalaupun masuk sekolah cuma mau ikut bentar doank abis itu ngajak pulang. Hiks. Oya aku mulai ngerasa perlu buat nyekolahin si ken setelah bertahun-tahun kekeuh pengin nerapin homeschooling aja ke si ken karena aku, belakangan ini, cukup kewalahan nih dampingin, bimbing, ngajarin si ken di rumah. Aktivitas aku udah nggak kayak waktu homeschooling-in si ken dulu yang ngurus rumah sama sesekali ngeblog. Sekarang, udah kebagi-bagi, buat kuliah plus nyari duit buat biaya kuliah juga. Jadi ya begitulah. Fadet sekarang mah. Hampir setiap hari kerja lembur bagai quda. Ramayana oh ramayan *lah. 

Lalu, di sisi lain, aku juga mikir banget soal biaya. Karena apa ? La biaya buat kuliah aku ini aja udah berhasil bikin aku sama suami menggos menggos ngos-ngosan. Eeee masa' mau ditambahin sama berburu buat biaya sekolah si ken di sekolah yang mihilnya masyaAllah bagi aku (juga suami). 

Nah....
Bingung dah. 
Milih yang mana ? Di sisi pertama atau pilihan di sisi yang kedua ?


Menurut Kamu gimana ? Mohon bantuannya yak. Matur nuwun. 

Comments

  1. Emang harga dan kualitas itu suka bikin dilematis. Dikasih yang bagus nyiksa kocek, dikasih yang biasa nyiksa anak.

    Anak saya masih PAUD, jadi mungkin belum sekompleks cerita Bundanya Ken.

    Tapi kalau kami, mungkin kami akan milih kualitas yang terbaik yang kami mampu jangkau. Walaupun nggak yang terbaik, tapi at least cukup baik untuk tumbuh kembang Fabio.

    Soal biaya yang bikin ngos-ngosan, mungkin bila dengan sumber yang sekarang agak ngos-ngosan bisa dipertimbangin cari sumber lain.

    Insya Allah kalau buat anak itu ada aja jalan rejekinya.

    ReplyDelete
  2. semangat mak ken insyaAloh kasi jalan keluarnya kalau aku pribadi sih saat ini fokus pendidikan yg menurutku kualitasnya baik apalagi masa2 kecil gini pondasi banget emang sih mihilnya ga ampun2 tp demi anak qu lembur bagai kuda wkwk

    ReplyDelete
  3. Yapp... waktu belajar sosiologi anak dulu, faktor lingkungan berperan penting dalam tumbuh kembang Anang hehe

    ReplyDelete
  4. Saya sendiri juga sedang galau memilih sekolah untuk anak, pas sedang survey ketemu sekolah yg cocok, eh ternyata butuh guru juga. Ya jadinya ikut ngajar di sana

    ReplyDelete
  5. Semoga dapat keputusan terbaik ya mbak buat Ken. Semoga lancar-lancar rezekinya.... Aamiin... Saya setuju lingkungan itu berpengaruh banget buat perkembangan anak.

    ReplyDelete
  6. kalo aku kebetulan Insya Allah annaku sudah mulai masuk TK. Ada sekolah TK di desa saya yang kebetulan di bawah naungan Yayasan Al-Ma'arif dan pengurusnya kebanyakan saudara saya termasuk Bapak saya. Tapi untuk kualitas banyak yang bilang kurang begitu wow, sedangkan ada tetangga yang kebetulan sudah jadi teman istri saya ngajak untuk disekolahin ke TK di luar desa yg kualitasnya bagus. Akhirnya setelah saya pikir2 saya pilih TK yg di desa saya saja, karena sekolah endi ae itu sama yang penting kita memasrahkan sepenuhnya ke gurunya dan kita percayakan kepada gurunya. Karena kebanyakan orang banyak yg tdk percaya guru sekolah dg kualitas yg biasa2 saja dan bahkan ada yg menganggap gurunya kurang berkompeten. Kalau saya sih tetap percaya saja sama guru yg di sekolah biasa2 saja. kok rodok mbulet y suwi2, hehe maklum bukan blogger. Intinya prinsipku yg penting percaya sama gurunya, jangan ragu sama gurunya, baik itu di sekolah yg wow ataupun yg kurang wow. Karena keberkahan ilmu itu paling penting yg bisa berdampak kpd akhlak anak daripada sekolah yg wow, pendidikan wow, fasilitas wow, tapi ilmunya tdk berkah sehingga lahirlah bocah2 yg kebanyakan micin. Mekaten saking kulo. :-)

    Salam KOPLER selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *tambahan Yu Pit
      yang penting dipasrahno ke gurunya kyk wktu Yu Pit mondok dulu, sama Ortumu lha Yu Pit itu dipasrahkan sowan ke Kyai/Bu Nyai kan? :-)
      Sing lebih sip y diistikharai.

      Salam KOPLER selalu.

      Delete
  7. Jangan terburu2 saat mengambil keputusan, mb. Dipikirin masak2. Yaah saya juga pernah ngerasain gitu. Semangat ya mb :)

    ReplyDelete
  8. Semoga diberi kelancaran rezeki dan kemudahan mencari sekolah buat Ken. Karena sekolah yang baik itu penting buat pendidikan anak. Plus lingkungan yang baik pula.
    Semangat mba.

    ReplyDelete
  9. Memang semua kembali lagi pada target dan plan keuangan Mba Inda dan suami ya. Kadar income dan payment tiap suami istri kan beda2. Tiap ortu tentunya pingin menyekolahkan anak2nya yang terbaik, bahkan ditambah dengan pendidikan informal plus mengasah bakat. Menyekolahkan anak2 di sekolah negeri pun juga nggak ada yang salah, karena sekeren-kerennya sekolah adalah "sekolah" di rumah dengan Ayah-Ibunya yang menjadi guru kehidupannya, eh ciehhh, hahaha...

    ReplyDelete
  10. Biasanya SDIT walaupun mahal tapi sesuai kualitasnya dengan bayarannya. Emang mahal sih. Apalagi daftar ulang tiap tahun yg tidak sedikit buat 2 bocah. Tapi kemampuan mengaji mereka bikin kami bangga.

    ReplyDelete
  11. Kalau menurut saya, pendidikan anak memang sangat penting namun tetap prioritaskan pada kemampuan kita secara ekonomi. Berkorban itu bagus tapi memaksakan diri tentu tak baik. Usul saya, cari lagi sekolah lain yang mutunya masih oke dengan harga yang bisa dikompromi. Tak harus ikut selera pasar ke sekolah yang sudah kondang begitu WOW tapi akhirnya menyiksa kita.

    Kami pribadi akhirnya memasukkan si sulung ke SD Negeri dekat rumah dengan alasan lebih dekat dan lebih terjangkau. Katanya sih esde unggulan namun selama setahun ini belum kelihatan di mana keunggulan mereka. Jadi di rumah tetap kami tambah, terutama untuk ngaji kami kirim ke rumah tahfidz dan ikutkan latihan beladiri.

    ReplyDelete
  12. Menurut pendapatku, jika sedari kecil sudah ketahuan bakat yang dimiliki seorang anak...paling bagus disekolahkan yang sesuai kemampuan bakat yang dia punyai.
    Dari kecil sudah terasah bakatnya, bukan ngga mungkin besarnya nanti jadi orang sukses.

    ReplyDelete

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Popular posts from this blog

Cara Menghaluskan Daging Tanpa Mesin

Idul Adha. Daging dimana-mana. Bingung mau dimasak apa. Akhirnya dibikin bakso saja.
Yup, meluncurlah kami, daku dan suami, ke pasar, bukan hendaak berkeliling keliling pasar, tp hendak menggiling daging kurban jadi adonan. Di rumah, tinggal dibentuk bulat bulat plus bikin kuaahnya saja.

Tiba di tempat giling daging. Beugghhh. Harum semerbak nan memblenek. Yah namanya jg tempat penggilingan daging. Jadi ya gitu ituh.

Kami memilih tempat yang sudah direkomendasikan tukang bakso langganan kami. Di tempat itu, kita bisa request mau adonan yg begini atau yg begitu. Kami sih memilih yg begini aja. Kan buat dikonsumsi keluarga.

Kami harus mengantri, karena banyak yg seperti kami. Bingung mau dimasak apa lagi tuh daging sapi.
Masa menunggu, membuat daku bergumam: "koq gitu?".
Kenapa ?.
Kebersihan tempat bisa dikatakan lumayan lah daripada sebelah2nya. Yg bikin perasaan jadi gimanaaa gitu, karenaaaaaa. Yg handle adonan itu lohhh, laki laki berkaos singlet. Kalau ada yg netes dari ce…

4 Merek Panci Presto Terbaik

Satu atau dua hari sebelum lebaran biasanya para ibu rumah tangga, seperti kita-kita nih, sudah mulai mempersiapkan beraneka macam hidangan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat donk ya. Nah untuk menghasilkan opor ayam yang empuk, kita pasti membutuhkan yang namanya panci pressure cooker (presto). Dengan menggunakan panci presto ketika merebus ayam, daging akan cepat matang dan empuk dalam waktu yang singkat. Selain itu penggunaan gas juga akan lebih hemat dan makanan akan menjadi lebih sehat karena gizi yang terkandung dalam ayam akan tetap terjaga. Berikut adalah daftar empat merek panci presto terbaik yang bisa kita dapatkan di online shop banyak diskon MatahariMall.
1. Airlux Panci Presto PC7216 Panci presto berkapasitas 16 liter ini bisa memasak makanan 3-10 kali lebih cepat daripada panci yang biasa kita gunakan. Panci ini dilengkapi dengan safety valve dan safety cover lock yakni lubang pembuangan uap atau udara yang berfungsi sebagai pengaman pada saat panci presto diguna…

Pengalamanku Menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Bulan Ramadhan selalu jatuh di musim kemarau. Dimana matahari benderang sepanjang haru. Hawa panas yang dibawa serta oleh matahari, mampu menerebos benteng-benteng pertahanan (rumah) manusia. Semilir angin yang tercipta dari kipas-kipas rotan yang digerakkan oleh tangan, naik dan turun, tak mampu mengusir hawa panas yang datang. Bahkan kipas bertenaga mesin pun tak daapt mengusirnya. Suasana seperti ini, tak ayal, mampu membuat membuat stok cairan tubuh seseorang yang sedang berpuasa menjadi semakin cepat berkurang. Sedikit demi sedikit.
Hilangnya cairan tubuh ini tentu saja berdampak pada kesehatan. Terutama bagi orang yang sedang berpuasa. Karena cairan yang hilang tidak dapat segera diganti.
Nah salah satu tanda bahwa dehidrasi tengah menghampiri kita adalah dapat dilihat atau dirasakan secara langsung dari kondisi kulit kita masinng-masing. Misalnya untuk jenis kulit kering ditandai dengan kulit terasa kakum bahkan mudah terkelupas dan bers…