- Beli pulsa elektrik. Belinya dimana ?. Tentu saja di tempat yang menjual pulsa murah donk pastinya. Karena sebagai mahasiswa rantau harus memegang teguh asas hemat hemat dan hemat.
- Baterai hp harus full
- Air mineral
- Camilan
- Uang pas
- Minyak kayu putih
- Jaket dan lain sebagainya.
Kehabisan Pulsa Disaat Yang Tidak Tepat
'Songo' Strategi Sosialisasi Perbankan Syariah
- Islam masuk ke negeri ini lewat jalur perdagangan. Jadi jika dianalogikan, mensosialisasikan perbankan syariah bisa dilakukan di area-area perdagangan salah satunya seperti pasar.
- Sunan Kalijaga adalah salah satu Wali yang menyebarkan Islam dengan cara yang unik dan berhasil menarik perhatian masyarakat setempat. Yakni dengan menampilkan seni wayang. Jika dianalogikan, mensosialisasikan perbankan syariah bisa dilakukan dengan mengadakan kegiatan yang disukai masyarakat, seperti mengadakan expo, atau konser musik Islam yang didalamnya diselipkan tentang perbankan syariah, hijab fashion show, dan lain sebagainya.
- Para Wali menyebarkan Islam dengan cara yang halus. Tidak semerta merta menghilangkan adat istiadat yang dianut masyarakat setempat tapi lebih kepada mengarahkan ke maksud yang lebih baik. Hal inilah yang dilakukan oleh Sunan Gresik. Sebelum menyiarkan agama Islam , beliau mendekati penduduk setempat untuk mengenal adat istiadatnya terlebih dahulu. Dan juga seperti yang dilakukan oleh Sunan Kudus. Beliau membuat masjid yang berarsitektur hindu dan Islam . Jika dianalogikan lagi, perbankan syariah tidak melakukan paksaan atau intervensi misal kepada seorang muslim atau kelompok muslim untuk beralih ke bank syariah. Melainkan perbankan syariah harus lebih mengerti lalu berusaha menyediakan keinginan atau kebutuhan mereka yang tentu saja sesuai dengan hukum syariah yang berlaku.
- Para Wali juga menyebarkan Islam dengan cara meminta izin untuk mengenalkan Islam kepada pemimpin daerah setempat sekaligus mengajak mereka untuk memeluk Islam. Seperti yang dilakukan Raden Rahmat atau Sunan Ampel ketika berdakwah kepada Adipati Aria Damar dari Palembang dan Sunan Kalijaga yann mengajak Adipati Pandanaran di Semarang. Hal ini juga bisa diadopsi oleh langkah sosialisasi perbankan syariah. Jadi untuk melakukan kegiatan sosialisasi di suatu daerah atau lembaga, terlebih dahulu tentu saja harus meminta izin kepada kepala daerah atau pimpinan lembaga tersebut, meminta dukungan bahkan mengajak beliau sebagai tim suskes sosialisasi perbankan syariah hingga menjadi nasabah perbankan syariah. Sekali mendayung, 2 pulau terlampaui.
- Selain strategi yang telah disebutkan di atas, Para Wali juga menyebarkan Islam dengan cara membantu penduduk sekitar. Salah satunya seperti yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim, yang membantu masyarakat yang dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Jadi untuk menarik simpati masyarakat indonesia, perbankan syariah bisa memulainya dengan cara yang sama, membantu masyarakat. Seperti mengadakan bazar, atau sembako murah, memberkan bantuan kepada anak yatim piatu dan lain sebagainya.
- Para Wali juga menyebarkan Islam dengan mempererat hubungan kekerabatan lewat jalur pernikahan. Seperti Maulana Malik Ibrahim yang menikah dengan putri adipati Tuban bernama Arya Teja dan Sunan Kalijaga yang menikah dengan Ratu Kano Kediri binti Raja Kediri. Jika dianalogikan, perbankan syariah bisa meminang Universitas Islam, Pondok Pesantren, Asosiasi Islam, paguyuban pengajian ibu-ibu, untuk bekerja sama dengan perbankan syariah.
- Membantu melawan musuh. Seperti yang dilakukan Ja'far Sodiq atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kudus. Beliau berhasil membantu kerajaan Demak melawan Majapahit. Atas jasa beliau tersebut beliau diizinkan untuk melakukan apapun di Demak. Bahkan beliau juga diangkat sebagai panglima D dan orang kepercayaan Kerajaan Demak. Jika dianalogikan lagi, perbankan syariah bisa membantu melawan musuh bersama negeri ini yakni kemiskinan, atau pengangguran. Caranya bisa dengan memberikan pinjaman bagi para pelaku ukm yang mana jika ukm-ukm tersebut berhasil berkembang dengan baik maka akan membuka lapangan-lapangan kerja baru.
- Tak segan berbagi ilmu. Para Wali sangat suka berbagi ilmu, baik ilmu agama, ilmu cocok tanam, dan ilmu ilmu lainnya. Tak peduli jarak, bahaya, dan menipisnya perbekalan, mereka tetap menuju tempat tujuan untuk berbagi ilmu. Jika dianalogikan, untuk mengembangkan perbankan syariah, tidak hanya melakukan sosialisasi saja melainkan juga memberikan edukasi, pendidikan kepada masyarakat negeri ini tentang perbankan syariah.
- Berusaha untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Begitulah para Wali , meskipun ilmu mereka tentang agama sudah sangat tinggi, tapi mereka tetap melakukan diskusi saling sharing dengan Wali yang lain. Tak hanya itu saja, mereka bahkan semakin menambah perbuatan baik yang mereka lakukan hingga maut menjemput mereka. Jika dianalogikan lagi, produk bank syariah memang sudah sangat baik karena sudah sesuai dengan syariah Islam . Tapi, perbankan syariah jangan mudah berpuas diri. Perbankan syariah tetap berusaha untuk menjadi lebih baik. Meningkatkan kualitas pelayanan dan produk perbankan syariah sendiri.
Belek di Mata Si Kecil
Alhamdulillah, 12 November 2012 pukul 06.55 Wib, penantian panjang bertemu si kecil tuntaslah sudah. Ternyata e ternyata, tak seperti hasil prediksi usg dokter, 10 hari menjelang persalinan, yang menyatakan berat badan si kecil 3 kg lebih sedikit. Faktanya si kecil lahir dengan berat badan 4 kg pas. Alhamdulillah. Sehat.
Setelah 3 hari di rumah sakit, aku beserta ken akhirnya diperbolehkan untuk diangkut *barang kaleeee, alias diboyong pulang ke rumah. Seneng donk ?. Seneng banget.
2 hari di rumah, ken baik baik saja. 3 hari kemudian, aku mendapati mata ken panen 'ketek' / kotoran mata. Saat itu aku dan suami belum terlalu khawatir. Kami bergantian membersihkan kotoran mata ken.
Namun, semakin bertambah hari, belek di mata ken tak kunjung pergi. Akhirnya aku memutuskan untuk membawa si ken ke dokter anak.
Sambil dokter memeriksa si ken, aku menyempatkan diri untuk bertanya kepada dokter. Salah satunya adalah alat yang digunakan untuk membersihkan belek di mata ken. Kata dokter, pakai tisu atau handuk yang lembut saja. Diusap pelan. Jangan sekali kali pakai tisue basah karena bahaya untuk mata si kecil.
Begitu mendengar kata tisue basah, tiba tiba ada petir yang menyambar, JEDIEEEERR. Setelah disambar petir aku teringat bahwa mata si ken pernah diusap pakai tisue basah oleh seseorang. Aku pikir dia sudah berpengalaman, jadi aku tak protes dengan apa yg dia lakukan. Dan ternyata.....aaakkkkk.
Tapi untung deh, si ken segera dibawa ke dokter, jadi tahu deh tindakan seharusnya yang dilakukan saat si kecil banjir belek di matanya.
Setelah mendapat obat tetes mata yang bernama Statrol, dengan aturan pakai 1 tetes di masing masing mata tiap pagi dan sore, kami langsung meluncur ke rumah, setelah mbayar dong tentunya.
Pengobatan dimulai dan alhamdulillah nggak berlangsung lama, karena 2 hari kemudian sepasang mata si kecil nampak berkilauan. Jernih. Tak ada belek dimana mana. Alhamdulillah.
***
Pelajaran dari kejadian ini adalah
1. Jangan membersihkan belek yang bernaung..*halah..di mata si kecil dengan tisu basah meskipun tisu basah tersebut khusus untuk bayi.
2. Dahulukan untuk konsultasi ke ahli. Bukan ke seseorang yang berpengalaman. Karena pengalaman atau sesuatu yang dialami seseorang belum tentu sama dengan yg dialami orang lain.