Cara Mengarahkan Hobi Anak Agar Gemar Membaca

Eh saya baru sadar lho kalau apa yang dulu dilakukan bapak kepada saya itu merupakan cara untuk menanamkan gemar membaca sejak dini. Swear. Kalau nggak percaya, belah dada saya. Hehe.
Saat saya berusia 3 tahun bapak sering mendongeng. Yang paling sering itu dongeng tentang timun mas, pak tani dan si kancil. Kadang juga cerita tentang para nabi. Saya paling suka cerita tentang Nabi Nuh dan kapal besarnya. Nabi Sulaiman dengan keahliannya yang dapat berbicara dengan hewan dan jin serta perjuangan Nabi Muhammad Saw. Kalau sudah didongengin sama bapak, em em em...dijamin pasti nggak merem-merem. Apalagi kalau ceritanya baru. Saya tungguin dah sampai selesai. Aktivitas ini berlangsung sampai saya belajar menulis dan membaca.

Setelah mahir membaca, bapak berhenti mendongeng. Beralih kepada mendongeng untuk diri sendiri alias membaca sendiri cerita dongeng. Setelah bapak menerima gaji, biasanya beliau mengajak saya ke toko buku utk membeli majalah bobo. Atau tiba tiba sepulang sekolah beliau membawa buku bacaan untuk saya. Padahal waktu itu saya pesen pentol bakso kepada bapak. Eee malah buku yang dibawa pulang. Tapi...tak apalah. Saya tetap membaca buku tersebut selahap saya memakan pentol bakso.

Apa dampak dari hal tersebut?. 
Kalau dapat tugas mengarang, maka tulisan saya paling juara diantara teman-teman. Karena saya rajin membaca majalah bobo juga buku-buku cerita membuat kosa kata saya lebih banyak dari teman-teman.

Apa lagi ?.
Waktu itu, saya merasa imajinasi saya semakin meningkat. Kalau membaca buku cerita yang minim gambar, saya suka menggambarkan cerita tersebut ke dalam imajinasi saya. Misalkan cerita bawang merah bawang putih. Saya suka membayangkan bahwa saya adalah bawang putih, yang cantik, baik hati dan rajin. Itu mah saya banget. Beneran. Kalau nggak percaya belah lagi deh dada saya. Hihi.

Ada lagikah ?. Banyak. 
Pengetahuan bertambah. Tentu saja.
Waktu kecil, bapak paling suka mendaftarkan saya ke lomba-lomba yang diadakan oleh remaja masjid sekitar rumah. Mulai dari membaca tartil, qiro’ah, pidato, dan cerdas cermat. Yang paling berdampak langsung dengan hobi membaca saya adalah pidato dan cerdas cermat. Oleh karena saya suka membaca, naskah pidato yang segambreng begitu cepat saya baca, saya cerna, saya hafalkan, lalu saya praktekkan dengan gaya ala alm. KH. Zainuddin MZ. Alhamdulillah, beberapa kali saya menyambet peringkat pertama lomba pidato. Kemudian lomba cerdas cermat. Disamping karena sejak kecil saya sudah terbiasa mendengarkan cerita tentang para nabi dari bapak, juga sering diberikan buku-buku bacaan tentang kisah-kisah para nabi, membuat pengetahuan dan ingatan saya begitu menempel seketat kaos stritch. Nempellll banget. Hal itulah yang mengantarkan grup saya menjadi juara cerdas cermat kampung. Hadiahnya apa ?. Buku tulis beserta alat tulisnya plus uang Rp. 1000. Dulu, duit segitu bisa dapat 2 mie instan atau 40 permen.

Kemampuan menulis semakin membaik.
Majalah yang saya baca, didalamnya terdapat kolom tentang ‘sahabat pena’. Itu merupakan salah satu halaman favorit saya. Saya suka berkirim-kirim surat kepada kawan-kawan di berbagai daerah. Seingat saya yang paling sering itu kepada sahabat pena saya yang berada di Kalimantan, namanya nurul. Kenal nggak?. Saya kenal lho. Tidak berhenti di situ, hobi surat menyurat saya berlanjut kepada artis-artis cilik zaman saya. Seperti Sherina, Trio kwek kwek, Kenny. Kalau dapat surat balasan dari mereka, rasanya seneng banged. Padahal balasannya cuma sekedar foto plus tanda tangan. Udah gitu aja. Kalau sekarang, pengen foto artis, ya tinggal klak klik klak klik dapet deh.
Zaman dulu, waktu saya masih imut manis kinyis-kinyis, kalau pengen foto artis, yaaa kita harus membeli. Dulu satu foto dihargai Rp. 1.500 sampai Rp. 2.500. Tergantung dari ketenaran artis tersebut. Makanya waktu itu saya seneng banget kalau dapat foto plus tanda tangan asli dari artis idola saya. Foto milik saya beda dari foto punya teman-teman. Udah gitu nggak pakai ngeluarin duit lagi. Koq bisa?. Perangko?. Gratis. Bapak yang beli.

Begitu juga dengan berbicara. Kata-kata yang diucapkan nampak berkelas dan tentu saja masih banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh dari gemar membaca.

Begitulah. Cara bapak mengarahkan hobi saya kepada aktivitas gemar membaca yang berdampak besar dalam hidup saya sampai saat ini. Mulai membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan, melahirkan, perkembangan si kecil, parenting, financial, dan lain sebagainya. Tentunya hal itu membuat apa yang saya lakukan sehari-hari menjadi lebih terarah. Menurut saya, menjadi seorang ibu rumah tangga yang gemar membaca memiliki nilai tersendiri. Saya rasa begitu.
Okee dah, saya ucapkan terima kasih banyak untuk bapak. Juga untuk pembaca. Besar harapan saya dapat diterima diinstansi yang bapak pimpim *eapasih. Baiklah, cukup sekian ulasan tentang cara bapak saya dalam mengarahkan hobi saya untuk gemar membaca sejak dini. Semoga bermanfaat.



Menjaga Emosi

Menjaga api. Tak semudah menyalakan api.
Begitu juga dengan menjaga emosi.
Terutama untuk seorang ibu rumah tangga.
Dengan aktifitas yang sama di setiap harinya. Berinteraksi dengan orang yang sama dengan berbagai macam keinginan, sifat, dan sikap.
Lelah sudah pasti, dan bosan pasti datang. Jika begitu, me time adalah solusinya. Lalu bagaimana dengan irt yang memiliki balita dan tak berasisten rumah tangga. Tentu saja tak ada waktu khusus. Tak ada me time. Waktu luang mereka hanya pada saat si kecil tertidur.
Lalu bagaimana dengan lelah dan bosan? Jika tak tertangani tentu akan mendatangkan emosi.
Baiklah, mungkin semua itu akan terobati dengan tingkah pola si kecil.
Tiba-tiba masalah ekonomi muncul, suami yang biasanya bekerja 7 hari dalam seminggu, kini harus bekerja 5 hari saja. Karna hilangnya satu pekerjaan yang merupakan sumber utama penghasilan. Pertanyaannya, masih sanggupkah membentengi diri dari emosi?.
Hhhhhhhh.
Pertahanan saya roboh seketika. Begitu sensitif. Temperamen. Ibarat embun di tepi daun. Akan jatuh ke tanah hanya dengan hembusan angin saja. Imbas terbesar adalah, keceriaan si kecil. Matanya sembap. Sering menangis. Karena saya. Astaghfirullah.
Puncaknya, saya menangis sejadi-jadinya di atas sajadah.
Sedikit lega. Hati dan pikiran lebih terbuka. Bahwa cobaan ekonomi ini bukan apa-apa dibanding dengan ibu penjual gorengan yang menjajakan dagangan dengan berjalan kaki atau kakek tua, pedagang asongan, keliling taman kota menjajakan dagangannya dengan kakinya yang pincang. Mereka tetap berusaha.
Saat suami tiba di rmh. Maaf pun segera keluar dari mulut saya. Dan apa kata beliau: "nggak usah khawatir ma, aku pasti berusaha sekuat tenaga, cukup perhatikan anak kita dan membuat rumah kembali ceria".
Subhanallah.
Menjaga emosi amatlah susah. Oleh sebab itu, bentengilah diri dengan  ibadah. Buka hati dan pikiran. Pekalah terhadap lingkungan sekitar dan yang paling utama adalah bersyukur.Jika emosi sudah terjaga, maka kesuksesan menjadi ibu rumah tangga, berada di depan mata.

Semoga bermanfaat.

ARgaliTHa is Spektra

Semangat. PErcaya diri. Kreatif. Tegas. Ra senyum Ora Argalitha jenenge.
SPEKTRA
Itulah argalitha
Kawan dunia maya.
Kawan ngeblog

Saya memang belum pernah bertemu langsung dengan do'i. Tapi dari postingan-postingan do'i menunjukkan kalau argalitha adalah orang yang penuh semangat. Dilihat dari mana?. dari hongkong?. tentu tidak. Kejauhan.
1. Argalitha pernah menulis begini
Saya yang batal jadi warga Banyuwangi saja gak sedih. Yah...walau kemarin nyesek #JLEB pas ngeliat nilai yang jauuuuh dari target. Tapi ya sudahlah, tujuan hidup masih banyak yang harus teraih, jadi... semangaaat! Toh tahun depan saya pasti ikut lagi, haha, gak kapok.
Lalu begini
Lagi-lagi...saya ikutan, dong! Waktu ada even "Catatan Kriuk untuk si Single", saya kalah. Iyalah wong tulisannya gitu. Tapi karena saya gak kenal kata 'menyerah' dan semangat nyari gratisan sangat tinggi, jadi yaaa ikutan lagi, hehe.

Jadi ceritanya ... Minggu tenang yang seharusnya  jadwal untuk istirahat usai dinas malam 3 hari, malah saya gunakan untuk 'terbang' ke Surabaya naik bus ekonomi :p Tujuannyaaa... selfie di toko buku sama buku-bukunya Paresma. Sekalian kopdar sama rekan ngeblog: Dwi Someo. Pun jumpa sama si Ndoro Li yang seharian malah jadi ojek pribadi, hihi.


Dari dua tulisan itu saja sudah menunjukkan bahwa do'i adalah orang yang penuh semangat.

2. Semangat update blog.
tgl 5 ada, 4 ada, tgl 2 jg, 1, 30 nov, 25 nov, 23 nov, 20 nov, 8 nov, 6 nov, dst. bandingan dengan blog saya. hadeehhhhh.

Selanjutnya, do'i adalah orang yang percaya diri. Dilihat dari postingan-postingannya dan tentu saja, dari giveaway ini. Menurut saya, butuh rasa percaya diri untuk mengadakan giveaway seperti ini "Mengenal argalitha lebih dekat". duh kebayang nggak tuh, udah kayak orang terkenal aja kan do'i. Yaiyalah, daripada daku *tunjuk diri sendiri. : )

Trus, do'i adalah orang yang kreatif. Lihat dari postingan do'i yang ini
http://www.argalitha.pw/2014/12/cara-mendapatkan-novel-gratis.html.
ini
http://www.argalitha.pw/2014/12/ritual-belanja-bulanan.html
ini
http://www.argalitha.pw/2014/10/apakah-domain-pw-itu.html
dan lain sebagainya.

Trus lagi do'i adalah orang yang tegas. Saya pernah ikutan salah satu giveaway do'i ttg kehilangan. Waktu itu ada beberapa pertanyaan yang tentu saja diluar ketentuan yg berlaku. Do'i tetap menanggapi dan menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas, tegas dan tetap tersenyum. Begini komentar do'i: "Gak boleh. Kan saya pengen tahu kisah pribadi kawan semua :)" . tuh kan tetap senyum.
Dari ini juga
Dibuka sejak hari ini hingga tanggal milad saya, 25 Desember 2014 jam 10 pagi. Pengumuman pemenangnya tentu secepatnya. Saya gak suka PHP-in orang, kok. Hihi.
Keliatan kan gimana tegasnya do'i.

Terakhir, Ra senyum ora Argalitha jenenge. Why?.




Keep Smile. Syelalu. Senyum sudah jadi ciri khas do'i. Jadi kalau tidak senyum, bukan Argalitha namanya. Hehe.

Okke, sekian dulu hasil perkenalan saya dengan Argalitha, yang seorang blogger, penulis, dan juga ibu bidan. Semoga hasil perkenalan saya ini bermanfaat untuk semua, terutama untuk secret admirornya do'i *piss hehe.


Kawan Buruh


Sekilas.  Ia nampak seperti laki-laki biasa. Tak menengadahkan kepala. Tak memasukkan tangan di kantong celananya. Tak pelit sapa

Ia memang tak nampak luar biasa. Kaos oblong. Celana jins. Sandal gunung. Jerawat di pipi di dahi. Komedo di hidung. Minyak sana sini. Rambut berdiri duri. Biasa saja.

Tapi cobalah mendekat padanya. Ajak ia berbincang tentang negara. Lebih khusus tenaga kerja. Maka siap-siaplah akan terkesima padanya.

Wajahnya yang kucel. Penampilannya yang sederhana. Seketika itu akan sirna. Berganti dengan aura cemerlang yang mengitarinya.

Lalu coba lagi untuk lebih mengenalnya. Ikutlah beberapa aktifitasnya. Maka akan hadir perasaan takjub padanya.
Kawan buruh, baju merah, aksi demo


Disela-sela aktifitasnya yang sukup padat, sebagai guru, dosen, dan mahasiswa. Ia meluangkan waktu untuk berbagi ilmu. Memberikan pendidikan kepada para buruh. Tentang kewajiban mereka. Tentang hak mereka. Tentang hukum yang memayungi mereka. Tentang posisi mereka. Bahwa mereka tak aman. Kapanpun PHK bisa mendatangi mereka. Kapanpun mereka harus waspada. Siaga kantong yang paling utama. Tak boleh lengah.
Kawan buruh, kaos biru, pemateri pendidikan

Kawan buruh, kaos biru, latihan demo


Terkadang, para buruh diajak berdiskusi. Tentang suatu kasus yang tentunya berhubungan dengan mereka. Menganalisis bersama. Mencari jalan. Menemukan solusi.

Ia mengajak para buruh untuk lebih mengenal dan paham ‘gerakan’ mereka. Dengan membaca beberapa tulisan tokoh-tokoh ham. Seperti semaun, tan malaka, che guevara, dan lain sebagainya.

Atau ia juga tak segan membantu para buruh yang ingin lebih tau tentang teknologi. Smartphone. Komputer, dan lain sebagainya.

Tujuannya hanya satu. Yakni agar buruh lebih pandai. Berwawasan luas. Mampu berpikir. Sehingga tak mudah dibohongi. Susah dicurangi. Mampu membela diri. Dan yang pasti mereka bukan mesin.

Jika ada kasus PHK, jika ter-phk tak diperhatikan haknya, maka dengan sigap ia akan membantu. Memberi solusi. Menyusun strategi. Mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan. Melakukan perundingan. Bipartite. Melapor ke disnaker. Dan seterusnya.

Jika luang dengan senang hati ia akan ikut turun ke jalan. Berorasi. Menyuarakan hak buruh. Menebar semangat berjuang demi hak mereka. Ya hak mereka.

Apabila sudah mengenalnya, mengikuti aktifitasnya, lalu kemudian lihatlah. Adakah ia mendapatkan uang dari hal tersebut?. Adakah ia mendapatkan keuntungan materi?. Pernahkah melihatnya meminta fee dari apa yang ia lakukan?.
Tidak. Tentu tidak
Karena ia melakukan itu semua memang tidak mengharap materi.
Baginya, iuran para buruh lebih baik digunakan untuk operasional organisasi
Baginya, apa yang ia lakukan membuat hatinya merona bahagia. Bisa membantu sesama. Walau hanya dengan ilmu dan tenaga.
Baginya, apa yang ia lakukan adalah passionnya.
Baginya, apa yang ia lakukan adalah bukan hal yang sia-sia. Bukan hal yang buruk. Bukan hal yang dibenci Sang Pencipta.
Mungkin saat ini belum terlihat hasilnya. Tapi ia yakin, suatu saat, apa yang ia rintis bersama kawan-kawan peduli buruh, akan berbuah manis dan terasa nikmat.

Ia memang orang biasa
Ia bukan pejabat
Ia bukan tokoh politik
Ia bukan pencari muka
Ia bukan pemburu nama
Ia bukan pencari simpati

Ia menyebut dirinya sebagai kawan buruh, kawan rakyat.

Kawan buruh, orasi, hari buruh

Arti Flek di Dua Kehamilanku

“Ini saya kasih obat dulu, 2 minggu lagi mbak harus kesini, kalau ngefleknya berhenti berarti kandungan mbak bisa diselamatkan, kalau nggak berhenti ya berarti mbak harus dikuret”
Plash. Shock dengan perkataan dokter. Tak banyak kata yang terucap. Hanya termangu membisu.
“Positif thingking ma, masih ada kesempatan 2 minggu lagi” kata suami. Saya hanya mampu menganggukan kepala.
Hari-hari berikutnya, saya mencoba untuk berpositif thingking, mengikuti anjuran suami seraya tetap berusaha mempertahankan kandungan dengan konsumsi obat dari dokter, makanan sehat, serta bedrest, dan tak lupa memperbanyak waktu untuk bertemu dengan-Nya.
Namun usaha itu seakan sia-sia setiap kali melihat darah yang terpampang jelas di CD.
Ya Allah apakah sudah terlambat memperbaiki ikhtiar kami?
2 minggu berlalu, darah tetap mengalir dan saya pun harus dikuret. Rasa sakit karna dikuret bukan jadi alasan utama mengalirnya air mata begitu deras. Akan tetapi karena merasa bersalah. Tak mampu menjaga sebaik mungkin amanah dari-Nya.
Astaghfirullah.
“konsumsi ini ya mbak, biar rahimnya cepat pulih, makan makanan yang sehat, biar nanti rahimnya siap menerima janin lagi, jadi janinnya bisa berkembang dengan baik, nggak BO lagi”
Kata dokter, keluar flek terus-menerus seakan memberi sinyal bahwa kandungan tidak dalam keadaan baik. Benar, ternyata kandungan saya mengalami blighted ovum.
“biasanya 5 bulan setelah dikuret baru bisa hamil lagi”ungkap dokter
“amin, terimakasih banyak dokter, kami permisi” pamit suami saya. Sementara saya lunglai tak bertenaga.
1 bulan pertama setelah dikuret merupakan masa paling dramatis. Namun bulan berikutnya, berkat dorongan suami dan keluarga, saya mencoba bangkit. Saran dokter saya lakukan. Saya berusaha untuk mengkondisikan hati dan pikiran untuk se-rileks mungkin. Menghindari perasaan negatif. Lalu lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Segalanya.
Alhamdulillah, do’a kami diijabah. 3 bulan setelah dikuret. Saya positif.
“koq cepet mbak ? 3 bulan sudah ‘isi’ lagi ?”tanya dokter saat saya beserta suami memeriksakan kandungan.
“alhamdulillah” saya tersenyum. Suami juga.
“dijaga baik-baik mbak ya, biar nggak kayak kemarin lagi, mas nya juga, istri dan calon anaknya dijaga dengan baik” nasehat dokter. Suami saya mengangguk.
2 bulan kehamilan. Keluar flek lagi. Kali ini suami langsung mengajak saya kedokter. Dokter berkata, kandungan saya hampir ‘jatuh’ lagi. Tapi janinnya sudah berkembang dengan baik. Dokter pun memberi beberapa resep obat yang salah satunya  dimasukkan lewat vagina. Dan dokter juga meminta saya untuk sepenuhnya bedrest hingga usia kandungan 4 bulan. Jadi selama saya bedrest, suamilah yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. Love U.
Ya Allah jangan biarkan kami kehilangan calon buah hati kami lagi
Alhamdulillah, Allah mengijabah do’a kami lagi. 7 hari kemudian, darah berhenti keluar. Kami pun pergi ke dokter lagi.
2 bulan kemudian, dokter menyatakan kandungan saya sudah kuat dan janinnya berkembang dengan baik.
Trimester kedua berjalan lancar.Trimester ketiga, saya mulai dilanda kekhawatiran tak dapat melahirkan secara normal. Karena saya menderita asma. Saya pun mulai rajin berolahraga, melatih pernapasan, demi bisa melahirkan normal.
Dan ternyata memang tidak bisa melahirkan normal. Bukan karena faktor asma, melainkan badan saya lemas tak bertenaga, berat badan turun drastis, karena dilanda diare tepat 7 hari sebelum melahirkan dan alhamdulillah tgl 12 november 2012, kami bertemu dengan putra pertama kami. Ken Al-Fatih.
Ken, 2 bln






Aturan Main Iklan Rokok


Apa yang diharapkan dari aturan main iklan rokok yang dibuat pemerintah melalui Permenkes No 28 Tahun 2013. Apa?. Berharap jumlah perokok berkurang?. Atau agar rokok tak menjamah generasi muda?. Atau apa?. Semua itu tidak akan terjadi, jika aturan mainnya semudah mengedipkan mata.

Aturan main tersebut hanya berisi tentang beberapa batasan saja dan terkesan tidak memberatkan. Padahal tujuan dari aturan tersebut adalah untuk mengendalikan dampak iklan rokok terhadap generasi muda.

Beberapa aturan main iklan rokok untuk penyiaran televisi meliputi :
1. Iklan rokok di televisi hanya boleh tayang pukul 21.30 sampai 05.00.
2. Iklan juga tidak boleh menampilkan wujud rokok.
3. Mencantumkan nama produk sebagai rokok.
4. Menyarankan rokok.
5. Menggunakan kalimat menyesatkan.
6. Menampilkan anak, remaja, wanita hamil, atau tokoh kartun.
7. Iklan rokok juga harus mencantumkan 18+ sebagai usia yang pantas untuk merokok
8. dan lain sebagainya.

Bagaimana aturan main di atas?. Terkesan biasa saja kan ?. Padahal televisi merupakan sarana informasi yang paling dekat dengan masyarakat. Tua muda. Pria wanita. Tak dapat lepas dengan yang namanya televisi. Jika ingin memberikan pengaruh terhadap masyarakat, maka televisi adalah sarana yang paling pas dan sip.

Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, Hery Chariansyah, mengatakan mayoritas anak menjadi perokok lantaran terpengaruh iklan di televisi.
"Iklan rokok begitu massif melakukan promosi di media penyiaran yang bertujuan menjerat anak menjadi perokok pemula," kata Hery dalam diskusi di kantor Yayasan Kanker Indonesia, Kamis, 4 Juli 2013.

Akhir 2012 lalu, Komisi Nasional Perlindungan Anak telah melakukan penelitian dampak iklan rokok di televisi terhadap minat anak untuk merokok. Dari 10 ribu anak usia Sekolah Menengah Pertama di 10 kota ditemukan bahwa 93 persen anak mengetahui dan tertarik iklan rokok di media televisi. Sebanyak 34 persen dari 10 ribu anak mengaku merokok karena tertarik saat acara musik.
Tingginya pengaruh media televisi dan radio terhadap minat anak merokok ini, menurut Hery, harus segera dihentikan. "Membiarkan iklan rokok patut disebut tindakan menjual generasi muda pada industri rokok."

Iklan rokok dalam siaran televisi memang sudah memenuhi beberapa aturan main tersebut. Tak menampilkan wujud rokok. Tidak menyarankan merokok. Tidak menampilkan anak, remaja, dll.

Iklan rokok juga berbeda dari iklan-iklan lainnya. Iklan lain sibuk promosi produk, menunjukkan kelebihan, bisa ini, bisa itu, agar ini, agar itu. Iklan rokok hanya menyajikan kesenangan dan keseruan (iklan rokok genk ijoe), dan beberapa pesan moral (ex : iklan rokok jin, wani piro) dan lain sebagainya. Semua iklan tersebut di kemas dengan begitu aduhay.  Menghibur dan mengesankan. Berkesan dengan tulisan penutup iklan tersebut yang tak lain merupakan merk dari rokok itu sendiri. terkadang ada juga beberapa kalimat penutup yang memunculkan perspektif berbeda bagi yang membacanya. Seperti : “Pria punya selera” atau “selera Indonesia” dan lain sebagainya.

Sebenarnya tanpa iklan pun rokok tetap mengudara di langit indonesia. Toh jika pemerintah melarang iklan rokok tayang di televisi, tidak akan mengurangi popularitas dari rokok tersebut. Tetap dicari, tetap diminati. Tapi tidak mungkinlah yah pemerintah akan melakukan hal tersebut. Karena produsen rokok memiliki hak untuk promosi.

Hhhhh. Berbicara tentang rokok memang tak ada habisnya. Awet. Sebagaimana asap rokok yang menyatu di udara.  Udara pun tak akan habis. Yang habis adalah penghirupnya.

Saya sebagai salah satu gadis, ups wanita yang tidak suka dan tidak mau menjadi perokok pasif berharap semoga para perokok aktif dapat bersikap lebih bijak. Paling tidak, untuk tidak berbagi asap rokok. Tidak mengundang malaikat izrail.








Referensi :
http://www.tempo.co/read/news/2013/07/04/173493688/Mayoritas-Anak-Merokok-Karena-Terpengaruh-Iklan--


Tips Kurus Alami ala Ken

Kenal dengan ini?
SNSD
Atau ini?

Emak e ken *abaikan
Badan kurus langsing tipis bak artis-artis korea adalah idaman para gadis negeri ini. Mereka melakukan berbagai macam cara agar terlihat ramping kinyis-kinyis.  Ada yang melakukan diet ketat, makan 1 hari sekali, minum teh pelangsing dan lain sebagainya. Padahal cara instan ini belum tentu membuat badan langsung ramping. Malah kemungkinan penyakit yang akan datang menghadang.

Para dokter memang sudah sering mengatakan bahwa apabila ingin memiliki badan yang ramping maka harus dimulai dengan pola makan yang sehat dan disertai dengan olahraga teratur. Sebagaimana yang dilakukan oleh si kecil ken.

Sebelumnya, berat badan ken saat baru lahir adalah 4 kg. Kemudian dalam jangka waktu 6 bulan saja, berat badan ken bertambah 10 kg. Sehingga berat badan ken diusianya menuju 7 bulan adalah 14 kg.
Ken baru lahir

Ken 6 bulan
Banyak yang bilang si ken mengalami obesitas. Termasuk salah satu dokter yang pernah mengobati ken saat ia terserang batuk dan pilek. Oleh karena makanan yang dikonsumsi ken sudah merupakan makanan sehat, ASI, maka dokter hanya menyarankan agar ken melakukan olahraga renang.

Ken yang memang doyan main air, menerima saran dokter dengan penuh suka cita. Berkat dukungan bapaknya, juga emaknya, saya, ken mendapatkan kolam renang plastik sekaligus pelampungnya. Jadi ken bisa sering-sering berenang di rumah.


1.5 bulan kemudian, ken mulai tertarik olahraga push up. Pada awalnya ken sedikit kesusahan  dengan olahraga ini. Mengingat badannya yang subur. Berkali-kali ia nyungsep, namun sebanyak itu pula ia bangkit dan mencoba lagi. Hingga lama kelamaan ken pun mampu melakukan hal tersebut. Bahkan kemampuannya bertambah lagi menjadi bisa push up sambil jalan /merangkak.

Belajar merangkak/push up dulu

Masih endut setelah mahir merangkak

Namun sayangnya, setelah 1 bulan berlalu, olahraga ini belum memberikan hasil yang maksimal. Akhirnya ken memutuskan untuk mencoba olahraga yang lain.
Olahraga apakah yang dipilih ken?
Olahraga itu adalah........
Eng ing eng....
LARI
Lagi-lagi ken harus berusaha sekuat tenaga. Badannya yang masih ginuk-ginuk membuat olahraga ini menjadi tidak mudah bagi ken. Berkali-kali ia mencoba, maka ia akan jatuh lagi. Bangun lagi. Dan jatuh lagi. Begitu seterusnya.
Karena keinginannya yang kuat untuk menguasai olahraga ini, ken pun tak peduli dengan sakit yang ia dirasa saat jatuh atau saat ia mulai kelelahan, terlihat dari gerakannya yang nampak tak bertenaga. Hal ini membuat pencernaannya bereaksi. Ia diare. Selama kurang lebih  5 hari.
Namun saat sembuh, perlahan, ken mulai mahir berjalan. Bahkan diusianya yang menginjak 13 bulan, ken sudah pandai berlari. Terkadang ia berlari seraya melompat-lompat kecil, seperti sedang menari balet.
Ken bisa berjalan


Akhirnya kerja keras ken selama kurang lebih 6 bulan, benar-benar membuahkan hasil. Berat badannya yang semula 14 kg menjadi 10.5 kg.

Saat ini diusianya yang genap 2 tahun, ken mampu berlari kencang. Wusssssss. Nyaris tak terkejar emaknya. Untuk melatih kemampuannya ini, beberapa kali ia lomba lari dengan kucing tetangga.
Lomba lari sama kucing



Selain itu badannya yang sudah ramping membuat ia bisa melakukan beberapa atraksi berbahaya, harus dalam pengawasan emaknya.




Alhamdulillah. Dengan penuh perjuangan ken berhasil menguruskan badannya. Sebagai bonus dari jerih payahnya, ia pandai merangkak, berjalan, hingga akhirnya berlari.
Oke, cukup sekian tips kurus alami ala ken. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Cao.


Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Mengulas Berbagai Manfaat dan Penggunaan Popok Confidance

Jadi beberapa waktu yang lalu, emak curhat kalau belakangan ini beliau susah sekali berjalan terutama setelah tidur. Menurut dokter, hal in...