Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Beragam Jenis Model Mukena Berkualitas yang Layak untuk Dimiliki 

Sebagai manusia, tentu kesalahan tak pernah lepas dari diri kita dalam menjalani kehidupan yang fana ini. Sadarkah anda, sering kali kita abai terhadap apa yang semestinya kita lakukan, dan kita hindari. Terkadang kita menyadarinya, namun masih tetap saja melakukannya. Kita hanya memperbagus topeng dunia, yang hanya ingin terlihat indah di hadapan manusia. Namun, pernahkah kita berpikir untuk memperbagus diri serta akhlak kita di hadapan Sang Pencipta? Hal ini sangat jelas terlihat pada saat melaksanakan shalat wajib serta shalat sunnah lainnya. Berapapun jumlah uang yang harus kita keluarkan untuk mempercantik diri, dengan membeli produk kecantikan, membeli pakaian yang kita inginkan, sama sekali tak pernah merasa ragu. Semua ini dilakukan semata-mata agar terlihat lebih cantik, menarik dan lainnya hanya untuk manusia. Berbeda halnya ketika hendak melaksanakan shalat, bahkan memakai mukena pun dengan model mukena yang alakadarnya.
Berusaha untuk berpenampilan baik di hadapan manusia…

Cara Menstimulasi Kecerdasan Intrapersonal Anak

Cara Mentimulasi Kecerdasan Intrapersonal Anak Kinestetik ~ Kecerdasan intrapersonal menirut Howard Gardner adalah kemampuan dalam memahami diri sendiri. Baik itu mengetahui apa yang diinginkan atau dicita-citakan, mengetahui apa yang paling disukai serta tahu seperti apa reaksi yang harus dilakukan saat menghadapi sesuatu hal. Ciri-ciri dari anak dengan kecerdasan intrapersonal adalah memiliki keinginan yang kuat. Memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan/membuat sesuatu. Jarang mau disalahkan. Mandiri dan sebagainya. Sama dengan 7 kecerdasan lainnya, stimulasi untuk kecerdasan intrapersonal ini juga perlu dilakukan. Sebab dengan memiliki kecerdasan intrapersonal yang cukup kuat maka nantinya anak tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Ia paham dengan dirinya sendiri. Ia paham dengan kemampuannya sendiri. Dan ia paham dengan apa yang paling ia cita-citakan atau ia inginkan.Cara menstimulasi kecerdasan intrapersonal ini bisa dilakukan dengan sering mengajak si kecil …

Cara Menstimulasi Kecerdasan Interpersonal Si Kecil

Cara Menstimulasi Kecerdasan Interpersonal Anak Kinestetik ~ Ibu mana yang tidak akan terharu saat mendengar si kecil mengucapkan kalimat : "i love you mom". Atau saat si kecil mencoba menghapus air mata di pipi sang ibu yang tengah bersedih. Atau saat si kecil bergegas membantu sang ibu membersihkan rumah. Rasanya bukan hanya terharu. Bahkan lebih dari itu. Yakni rasa bahagia syukur alhamdulillah. Sebab telah dianugerahi seorang anak yang sangat memahami orangtuanya. Kemampuan seperti itu disebut Howard Gardner sebagai kecerdasan interpersonal. Yakni kemampuan memahami orang lain. Setiap anak pasti memiliki kecerdasan interpersonal ini. Yang membedakan hanya kadarnya saja. Ada yang kadar kecerdasan interpersonalnya tinggi (dominan). Namun ada juga yang sebaliknya. Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal dominan ini adalah pandai bergaul. Memiliki banyak teman. Suka berinteraksi dengan orang lain dan sebagainya. Kecerdasan interpersonal ini bisa dikatakan sanga…

Menstimulasi Kecerdasan Linguistik Anak dengan Memanfaatkan Kecerdasan Dominan Anak

Kecerdasan kinestetik merupakan suatu kemampuan dalam menyerap informasi hingga menyelesaikan masalah dengan cara menggerakkan anggota tubuh. Anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki ciri-ciri sebagai berikut : suka bereksplorasi, aktif bergerak, tidak bisa diam terlalu lama, dan mahir olah tubuh. Anak dengan kecerdasan kinestetik ini, biasanya, unggul dalam hal olah tubuh seperti olahraga. Serta unggul dalam melakukan percobaam atau praktikum.
Karena keinginannya untuk bereksplorasi amat tinggi yang mendorongnya untuk selalu aktif bergerak dan tidak ingin duduk diam terlalu lama. Maka hal ini berdampak pada kecerdasan linguistiknya. Yang mana kecerdasan linguistik ini bisa diraih oleh anak dengan cara fokus memperhatikan (ekspresi mulut) juga mendengarkan kata-kata atau suara-suara apa yang ada disekitarnya. Dengan begitu ia akan mudah meniru kosa kata yang telah ia dengar. Dan selanjutnya ia akan belajar memahami penggunaan dari kosa kata tersebut.
Meskipun demikian, kecerdasan…

Menstimulasi Kognitif Anak dengan Permainan Simsalabim Jadi Apa ?

Usia 0-6 tahun dikatakan sebagai masa golden age si kecil. Saat itu tumbuh kembang si kecil melesat begitu cepat. Imitasi yang mereka lakukan pun diibaratkan lebih canggih dari mesin foto copy tercanggih. Cepat, dan sama persis. Oleh sebab itu, para orangtua berusaha untuk tidak menyia-nyiakan masa golden age si kecil ini.Salah satu bentuk usaha orangtua adalah dengan menstimulasi kognitif si kecil. Seperti mengenal angka, huruf abjad, dan hijaiyah. Serta mencoba memberikan pemahaman jika ini maka begitu atau yang seperti ini ini ini namanya itu dan lain sebagainya. Banyak orang yang kurang setuju dengan menstimulasi unsur kognitif pada si kecil sejak usia dini. Dengan alasan belum waktunya si kecil untuk mendapatkan stimulus seperti itu. Dan lebih baik masa golden age si kecil dilalui dengan bermain. Lalu bagaimana jika seperti ini, Lebih baik masa golden age si kecil dilalui dengan bermain sambil belajar ?. Pemberian bold pada kata bermain tersebut merupakan hal yang menjadi priorit…

Kenali Gaya Belajar Anak

Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menerima, menyerap, memahami, dan mengolah informasi yang diperoleh atau disebut dengan gaya belajar. Cepat atau lambatnya seseorang dalam mengingat serta memahami informasi yang diterima tergantung pada ketepatan gaya belajar yang digunakan. Oleh sebab itu mengetahui gaya belajar amatlah, amatlah penting. Sebab selain untuk memberikan kemudahan bagi anak dalam menyerap, memahami, dan mengolah informasi yang ia terima. Juga akan memberikan kemudahan bagi orangtua ataupun guru dalam menstimulasi kecerdasan majemuk anak.Menurut Deporter, ada 3 macam gaya belajar. Pertama adalah gaya belajar auditori. Kedua adalah gaya belajar visual. Dan yang ketiga adalah gaya belajar kinestetik. Ketiga macam gaya belajar ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Pertama : Gaya Belajar AuditoriGaya belajar auditori merupakan cara seseorang menerima, memahami dan mengolah informasi dengan menggunakan indera pendengar yakni telinga. Metode ceram…

5 Alasan Tidak Mengikutkan Anak Ke Sekolah AUD

Saat ini, menyekolahkan si kecil di sekolah anak usia dini tengah menjadi tren bagi para orang tua. Hal ini tidak lagi terjadi di kota, melainkan juga di desa-desa. Pelakunya bukan lagi para ibu bekerja, melainkan juga dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Bukan hanya ekonomi menengah ke atas, akan tetapi juga dilakukan oleh hampir seluruh tingkatan kelas ekonomi. Sebab saat ini sudah ada sekolah anak usia dini yang biayanya cukup terjangkau. Kenyataan ini bisa dikatakan sebagai adanya peningkatan kesadaran para orangtua untuk memberi pendidikan kepada anak-anaknya sedini mungkin. Sebuah kenyataan yang menghembuskan angin segar di dunia pendidikan. Angin segar yang membawa rasa optimis bahwa pendidikan di negeri ini akan melesat maju. Standing applause untuk para orangtua saat ini. Sekilas memang tren ini nampak bernilai positif. Dan iya. Memang bernilai positif. Akan tetapi tidak berlaku mutlak. Maksudnya jangan jadikan menyekolahkan anak di sekolah usia dini ini menjadi satu-satunya…

Cara Agar Tangan Tidak Terasa Panas Setelah Memegang Cabe

Cabe. Menduduki urutan kedua (setelah garam) dari aneka macam bahan masakan yang wajib ada di dapurku. Makan tanpa cabe rasanya hidup ini tak berarti *halah. Makan jadi kurang greget gitu. Asli.Aku dan si ayah memang pecinta cabe. Bikin telor dadar aja pakai 3 buah cabe (pakek karet 3). Trus 10 cabe untuk bikin nasi goreng. Dan 15-20 cabe untuk bikin sambel. Tuh. Banyak kan ? Nyonyor-nyonyor dah. Berurusan dengan cabe ini, tak hanya membuat bibir jadi seperti angelina jolie. Akan tetapi juga membuat tangan panas. Kalau sudah begini aku nggak berani bersentuhan dengan si kecil menggunakan tangan yang kanan (tangan yang aku pakai ngulek plus nyolek sambel).Pernah si ayah ngasih saran untuk pakai minyak keletik (minyak goreng) untuk menghilangkan/menghindari sensasi panas setelah memegang cabe. Berhasil sih. Tapi luama. Pernah juga disuruh si ayah megang beras. Atau cuci tangan pakai sabun. Hingga cuci tangan pakai kawat cuci piring. Dan hasilnya nggak mempan cyiiinnn. Masih aja panas kr…

Cara Agar Ikhlas Menerima Cobaan

Lelah. Letih rasanya. Saat cobaan yang datang dalam hidup tak kunjung pulang lalu menghilang. Tidak sebentar. Bertahun-tahun. Keluh kesah pun makin rajin merajai hati dan pikiran. Kadang dihiasi dengan sumpah serapah dan emosi tingkat dewa. Lelah. Letih rasanya. Cobaan tak jua musnah. Belum selesai mengatasi cobaan yang ini. Cobaan lain datang lagi. Memang tak lama. Tapi silih berganti. Terus-terusan. Lelah. Letih rasanya. Menghadapi cobaan hidup yang tak kunjung pergi. Kemudian juga menghadapi cobaan hidup lain yang hanya singgah saja tapi datangnya keroyokan. Lelah. Sungguh.Dan Air mata adalah klimaks dari rasa-rasa yang terasa di jiwa. Sementara menyerahkan diri kepada-Nya adalah klimaks dari berbagai macam usaha yang telah ditempuh namun gagal. Sudah. Sampai di situ saja. Jangan berpikir aneh-aneh. Jangan melakukan sesuatu yang berbahaya. Baik untuk jiwa maupun raga. Jangan. Cukup sampai di situ. Tidak boleh lebih dari itu. Cukupkan sampai di sini.***Itu aku. Iya. Itu yang aku ala…

Mainan Untuk Si Kecil : Tidak Selalu Harus Menarik Ciamik Lucu

Mainan merupakan salah satu pendukung dalam menstimulasi si kecil. Sebab stimulasi dengan menggunakan mainan akan membuat si kecil nampak antusias dalam mengikuti tahapan stimulasi yang kita buat. Dan hasilnya bisa dibilang cukup baik. Selain itu waktu yang dihabiskan untuk menstimulasi pun tidak terlalu lama. Lebih mudah dan efektif lah ya. Oleh sebab itu, aku memasukkan mainan ke dalam list belanja bulanan *Ceileeee guayaaa. Ralat. Maksudku 3 bulanan ding.Namun, kadang, sebelum jangka waktu 3 bulan berakhir si ken nampak sedikit jenuh dengan mainan yang ia punya. Ditandaidengan tatapan nanar ke arah tumpukan mainannya. Atau tidak terlihatnya chemistry antara si ken dan mainannya. *Aih chemistry. Kadang, rasa kasihan merangsek hati saat si ken melihat rak mainan di minimarket yang tengah kami kunjungi lalu berkata : "kita api tutut mah" atau "mau boya mah" atau "yang kecil mah" dan sebagainya. Mencelos rasanya begitu melihat ekspresi sendu di wajahnya sa…

4 Alat Tempur Ibu Saat Beraktivitas di Dapur

Dapur adalah salah satu tempat dinas bagi seorang ibu. Di tempat inilah, seorang ibu menciptakan formula rasa yang sesuai dengan selera keluarga. Serta meracik asupan gizi yang diperlukan oleh orang-orang yang dicinta. Hal seperti ini bisa dibilang tidak mudah. Terlebih lagi jika selera anggota keluarga berbeda-beda. Yang satu suka ini tapi tidak suka itu. Sementara lainnya suka rasa itu namun tidak suka yang ini. Tidak mudah bukan ? Ho oh. Terutama untuk ibu macam aku ini. Yang baru memulai PDKT dengan kegiatan di dapur setelah nikah. Trus sebelum nikah ngapain aja neng ? Manjat pohon bang.Selain tidak mudah, kadang aku juga ngerasa bahwa kegiatan masak ini seperti fear factor saja. Misalnya nih saat sedang asyik-asyik goreng (sambil dangdutan) eee tiba-tiba diserang tembakan minyak panas yang ada di wajan. Sontak hal tersebut membuat aku ngacir donk. Dan mendekat lagi saat tembakan tersebut sudah reda. Hasilnya ? Wakwaw. Gosong cyin. Fear factor berikutnya adalah saat LPG bocor dan …

Cara Menjaga Pencernaan Si Kecil Tetap Sehat

Menjaga kesehatan pencernaan itu amatlah penting. Tidak boleh dinomor sekiankan. Sebab menjadi yang kedua aja sulit. Apalagi nomor sekian. #Eyak.Secara langsung kondisi pencernaan mempengaruhi daya tahan tubuh kita. Oleh sebab itu, aku, sebagai emak cihuy, berusaha untuk selalu menjaga kesehatan pencernaan si kecil ken. Biar si ken selalu kuat sehat dan kinclong *ting. Tidak gelisah seperti yang dialami si ken beberapa waktu lalu.Iya, beberapa waktu lalu si ken sempat mengalami susah buang air besar. Kira-kira sampai 4 hari-an. Lama kan ?.  Saat itu, si ken begitu gelisah. Ia juga nampak tak bersemangat. Tak banyak aktivitas yang ia lakukan. Lesu sekali. Tak tega rasanya melihat si ken yang seperti itu. Andai saja apa yang dialami si ken bisa aku ambil alih. SET.Aku pun meraba-raba. Kira-kira point mana yang luput dari perhatianku. Sehingga membuat si ken mengalami susah buang air besar seperti itu. Point-point itu sendiri merupakan Cara yang aku lakukan untuk Menjaga Pencernaan si ke…