Wednesday, August 10, 2016

Dukung Perkembangan Pariwisata di Jembrana Bali dengan Infrastruktur yang Baik

Tahun 2015 lalu, Presiden Joko Widodo membuat sebuah kebijakan untuk pariwisata Indonesia. Yakni pembebasan visa wisata bagi beberapa negara. Tujuan dari kebijakan ini sendiri adalah untuk meningkatkan devisa negara melalui pariwisata. Dan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan devisa negara.

Diolah oleh penulis
Sumber data : BPS dan Kemenpar

Salah satu tujuan wisata di Indonesia yang sangat populer di mata dunia dan telah memberikan devisa yang cukup banyak bagi negara adalah Pulau Dewata Bali.

Bali yang terkenal dengan konsep kosmologinya, Tri Hita Karana ini memiliki potensi wisata yang cukup banyak. Hampir setiap sudut pulau ini terdapat potensi wisata yang aduhai. Sayangnya, tidak semua sudut wisata yang ada di pulau dewata ini dikunjungi oleh wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara. Para wisatawan menumpuk di titik-titik tertentu. Seperti Denpasar, Gianyar, Tabanan, dan sebagainya. Sementara di Bali bagian barat, terutama Kabupaten Jembrana, hanya mendapatkan sedikit kunjungan dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Wisata di Kabupaten Jembrana : Dlod Brawa
Sumber Gambar : Pribadi
Wisata di Kabupaten Jembrana : Karang Sewu
Sumber Gambar : Pribadi

Wisata di Kabupaten Jembrana : Pantai Rening Baluk
Sumber Gambar : Pribadi
Fakta ini menunjukkan bahwa Kabupaten Jembrana belum merasakan gemiricik pendapatan di bidang pariwisata. Sehingga wajar apabila perekonomian Kabupaten Jembrana belum dapat melaju kencang seperti Denpasar, Gianyar, Tabanan, dan daerah-daerah wisata lainnya.

Sama halnya dengan daerah-daerah wisata lainnya, Kabupaten Jembrana juga memiliki potensi wisata yang tak kalah elok. Seperti Karang Sewu, Pantai Medewi, Dlod Brawa, dan lain-lain. Tak hanya memiliki potensi wisata yang elok, Jembrana juga memiliki wisata kuliner yang cukup populer yakni Ayam Betutu Gilimanuk dan aneka hidangan laut segar dan enak yang berlokasi di pesisir pantai Pebuahan.
Wisata kuliner di Jembrana : Ayam Betutu
Dokumentasi Pribadi

Wisata kuliner di Jembrana : Aneka Hidangan Laut Pebuahan
Dokumentasi Pribadi

Wisata kuliner di Jembrana : Pebuahan
Dokumentasi Pribadi

Iya, Jembrana memiliki potensi wisata juga. Hanya saja, potensi wisata di Jembrana harus menghadapi hambatan yang luar biasa. Yakni abrasi.

Data dari Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Denpasar menyatakan bahwa rata-rata penambahan abrasi yang terjadi di garis pantai selatan pulau Bali sebesar 5.98 km per tahun. Maka dampak dari abrasi ini adalah semakin sempitnya pantai-pantai di Bali. Termasuk pantai di Kabupaten Jembrana. Pernak-pernik pantai, seperti karang-karang besar, juga bisa ikut lenyap terkena abrasi. Padahal itu merupakan daya tarik bagi para wisatawan.

Baru-baru ini, tepatnya bulan Mei 2016, abrasi berhasil memporak-porandakan tempat wisata kuliner yang terletak di pesisir pantai Pebuahan. Padahal wisata kuliner ini baru saja meraih masa gemilang. Baru beberapa tahun saja.
Dokumentasi Pribadi

Pebuahan, 2015, warga membangun tanggul penahan ombak
dan pencegah abrasi
Dokumentasi Pribadi

Pebuahan, 2016, tanggul tak mampu menahan abrasi
Wisata kuliner yang aku kunjungi porak poranda
Sumber Gambar

Gedung sekolah nyaris roboh terkena abrasi
Sumber Gambar 

Nah, inilah yang menjadi penyebab lambatnya perkembangan pariwisata di Jembrana yang berdampak pada laju ekonomi Kabupaten Jembrana.

Sebagai warga Jembrana. Yang lahir dan besar di tanah ini. Aku sangat berharap masalah ini dapat segera terselesaikan. Karena hal ini bukan hanya menghambat perkembangan pariwisata di Jembrana atau mengurangi pendapatan daerah di bidang pariwisata saja. Bukan tentang itu saja. Lebih dari itu. Bahwa lumpuhnya wisata kuliner ini berdampak langsung terhadap ekonomi warga sekitar. Inilah yang perlu dikhawatirkan. Mengapa demikian ?.

Sebelum daerah Pebuahan ini menjadi lokasi wisata kuliner, ekonomi masyarakat di daerah ini, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, bisa dibilang cukup memprihatinkan. Banyak warga yang kurang mampu. Bahkan dulunya, daerah Pebuahan ini dianggap sebagai daerah yang kumuh. Namun semenjak daerah ini menjadi lokasi wisata kuliner, perlahan kehidupan ekonomi masyarakat sekitar mulai membaik.

Maka dari itu, abrasi ini harus segera diatasi dengan cara :
1. Membuat pemecah ombak. Sehingga ombak tidak akan menghempas pantai begitu kuat.
2. Membangun tanggul penahan ombak.
Sebenarnya, warga sekitar lokasi wisata kuliner sudah membuat penahan ombak yang terbuat dari tumpukan-tumpukan batu. Namun ternyata, penahan ombak buatan warga tersebut tidak mampu menahan terjangan abrasi. Oleh sebab itu diperlukan penahan ombak yang kuat dan kokoh serta mampu menahan terjangan abrasi.

Berangkat dari pengalaman warga tersebut, maka sudah seharusnya masalah abrasi ini ditangani oleh ahlinya yakni BALITBANG PUPR. BALITBANG PUPR lah yang tahu pasti bagaimana cara membuat pemecah ombak atau membangun tanggul penahan ombak yang kuat, kokoh, dan mampu mencegah terjadinya abrasi kembali.

Aku berharap, BALITBANG PUPR bersama pihak-pihak terkait, dapat membantu memulihkan tempat wisata kuliner yang terkena abrasi. Setelah itu, mungkin bisa membantu ke lokasi wisata lain di Jembrana yang juga memiliki peluang besar terkena abrasi.

Jika masalah abrasi ini sudah tertangani, maka Kabupaten Jembrana dapat dengan leluasa mengembangkan dan memaksimalkan potensi wisata yang ada. Tanpa dibayangi oleh terjangan abrasi lagi. Selanjutnya, apabila pariwisata sudah mulai menggeliat, maka akan memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian warga sekitar. Bahkan mungkin bisa segera membebaskan mereka dari masalah kemiskinan. Bonusnya adalah pendapatan daerah pun akan meningkat. Amin.

Jadi, kunci kesuksesan pariwisata di Kabupaten Jembrana, tanah kelahiranku ini, adalah didirakannya infrastruktur berupa tanggul penahan ombak atau pemecah ombak. Tanpa infrastruktur tersebut, pariwisata di Kabupaten Jembrana Bali tidak dapat berkembang secara maksimal dan melesat maju.

***

Referensi :
http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=110&id=2854
http://lipsus.kompas.com/jalanjalan/read/2010/07/02/04022266/Abrasi.Makin.Mengancam.Bali

8 comments:

  1. betul ya mbak Infrastruktur itu penting tuk memudahkan wisatawan datang. Se[erti wisata aior terjun hampir kebanyakan akses kesana masih jelek bikin malas kalau gak punya jiwa [petualang

    ReplyDelete
  2. Infrastruktur memang memainkan peran penting juga ya mba. Apalagi di kawasan pariwisata yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Sukses mba Inda :)

    ReplyDelete
  3. Memang penting banget ya. Semoga infrastruktur sebelum pemilu tahun2 mendatang sudah diperbaiki...biasanya kalau mau pemilu kan banyak perbaikan2 ya

    ReplyDelete
  4. Semoga tulisan ini dibaca pihak2 terkait ya mba dan ada solusi yg nyata utk Jembrana

    ReplyDelete
  5. Sebenarnya potensi pariwisatanya bagus juga ya Mbak Inda.Meskipun saya jyga baru dengar dan belum familiar dengan pariwisata di Jembrana.Semoga terfasilitasi dengan infrastruktur yang bagus ya mBak.

    ReplyDelete
  6. menarik destinasi wisata di jembrana,
    kulinernya juga bikin penasaran

    ReplyDelete
  7. wah, asli Jembrana mbak? Asik, kalo mau kesana, ada mbak :) Aku pernah denger soal Jembrana ini pas ada buku yg diterbitkan NGO gitu mbak, utk anak2.. smg segera diperhatikan ya..sukses lombanya mbak^^

    ReplyDelete
  8. Aku juga dari daerah pesisir, mba. Banyak pantai yang bisa dijadikan lokasi wisata. Tapi ya kurang digarap dengan maksimal.
    Termasuk masalah abrasi. Lihatnya juga ngeri. Kurang diperhatikan.

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)