Wednesday, September 7, 2016

Saat Si Kecil Diberikan Kebebasan Mengeksplorasi Tembok di Rumah

Hai
Pertama kali aku memberikan si kecil ken pensil warna itu saat ia berusia, kurang lebih, 9 bulan. Dan coretan pertamanya ia goreskan di sebuah buku gambar bekas milik adek sepupunya.

ken mulai kenal coret coret sejak usia 9 bln
Setelah berusia 1 tahun, si ken tak lagi melakukan kegiatan mencoret-coret kertas karena ajakanku, melainkan ia sudah memiliki inisiatif sendiri. Bukan lagi mencoret-coret kertas. Namun ia lebih memilih untuk MENCORET CORET TEMBOK.

Wakwaw

Awalnya aku tidak mendukung hal ini. Aku lebih suka apabila si ken menggambar pada tempatnya. Seperti buku gambar atau kertas maupun kanvas. Alhasil saat si ken mulai mendekat tembok rumah dengan membawa pensil, pulpen, atau spidol, aku malah heboh sendiri sambil bilang :"Jangan nak, jangan, nanti temboknya kotor". Dan tentu saja,kejadian tersebut akan berakhir dengan drama. Si ken nangis, emaknye juga jadi mbrebes mili. Hiks.

Style ibu, beda dengan style si ayah. Yup, si ayah malah kebalikan dari aku. Ia membiarkan si kecil ken mengeksplorasi tembok di rumah. Bahkan seluruh penjuru rumah juga boleh. Jadi penanak nasi, kipas angin, lemari es, juga tak luput dari buah karya abstrak si kecil ken.

Aku sempat memperdebatkan hal ini dengan suami. Dan berjalan cukup alot ya. Karena nyambung ke visi misi dalam mendidik si kecil ken nanti. Akan tetapi setelah si ayah berkata :
"Iya, nanti aku cat temboknya, jangan khawatir".

Aku pun mundur teratur. Dan menerima gaya parenting si ayah dengan hati gerundel. Hahaha.

Seiring berjalannya waktu, *aseg*, hatiku yang gerundel dengan gaya parenting si ayah, perlahan mulai hilang dan berubah menjadi :
"Okeh coret coret saja temboknya nak, Kalau perlu sekalian lantainya deh yak, Nggak apa-apa, Bebas bereksplorasi di rumah".

Laiyooo malah berubah 180 derajat gitu yak ? Iyak, Hahahaha.

Perubahan tersebut terjadi bukan karena aku diberi 'gratifikasi' sama si ayah, berupa tambahan duit belanja, atau dibelikan ini itu. Bukan karena itu. Perubahan tersebut terjadi karena aku mulai melihat dampak positif dari pemberian kebebasan untuk si kecil ken dalam mengeksplorasi tembok rumah. Dan dampak positif tersebut antara lain :

Motorik si kecil ken benar-benar terasah dengan baik
Lenggak-lenggok, liuk-liuk, ketidakberaturan coretan-coretan si kecil, secara tidak langsung membuat gerakan tangannya menjadi tidak kaku. Dan hal ini membuat kemampuan menulisnya menjadi oye banget.


Aku tak perlu membimbing tangannya untuk menulis huruf abjad, atau angka, atau huruf hijaiyah. Aku tidak perlu melakukan itu. Karena si ken bisa melakukannya sendiri.

Bukan hanya menulis, menggambar pun demikian. Aku tak perlu membimbing tangan si kecil ken untuk membuat bentuk lingkaran, segitiga, persegi panjang, dan lain sebagainya. Karena ia sudah bisa membuatnya sendiri.

Kreativitas dan imajinasinya juga terasah
Aku dan si ayah hanya sekedar mengenalkan si kecil ken dengan huruf abjad, hijaiyah, dan angka. Dan iya, si ken pun mengenal mereka dengan baik. Ahay.


Si kecil ken bisa kenal dan hapal betul dengan huruf hijaiyah, abjad, angka, saja aku sudah seneng banget loh. Sudah alhamdulillah banget. Apalagi ia bisa mengkreasikan huruf abjad seperti di bawah ini. Duuhhhhh, super duper happy mah saya.
kreasi huruf abjad 

Kreasi huruf abjad
Perpaduan mobil dan perahu

Kemampuannya dalam menggambar juga oke punya
Aku tu bisa dibilang nggak bisa menggambar. Gambarku ya begitu-begitu aja. Jadi kalau si ken minta bikinin contoh gambar mobil, ya udah aku bikin deh gambar mobil yang tak lekang dimakan zaman, rodanya duak, bentuknya begitu. Makanya aku bersyukur banget si ken bisa lebih dari aku, Ia bisa meniru bentuk benda dan mewujudkannya ke dalam sebuah gambar.


Si kecil ken nampak happy dan bersemangat saat melakukan kegiatan menulis, maupun menggambar. 
Hampir setiap hari loh, si ken pasti melakukan aktivitas ini. Dan alhamdulillah nggak pernah bosen. Jadi ya kalau aku mau menambahkan materi belajar buat si ken, aku pakai metode ini deh, menggambar. Dan si ken pun nampak happy loh. Nggak nolak sama sekali kalau pakai metode belajar seperti ini.


Asli. Aku bener-bener nggak nyangka loh, bahwa memberikan si kecil ken kebebasan untuk mengeksplorasi tembok bisa memiliki dampak kece seperti ini.

O ya, meskipun aku dan si ayah memberikan kebebasan bagi si kecil ken untuk mengeksplorasi tembok rumah, aku dan si ayah tetap memberikan batasan kepada si kecil ken. Bahwa kegiatan mencoret coret ini hanya boleh dilakukan di tembok rumah. Alhamdulillah, si ken paham.

Kemudian soal rumah jadi nampak kotor dan malu kalau ada tamu yang datang, aku mengakalinya dengan meminta maaf kepada si tamu mengenai kondisi tembok rumahku yang alakazam dan menjamu tamu dengan baik.

Setiap hal pasti ada pro kontranya. Dan setiap pro kontra tersebut pati memiliki alasan atau pendapat masing-masing. Tapi untuk yang satu ini, mencoret-coret tembok rumah, tentu saja aku PRO meeennn :D

12 comments:

  1. kreatif...rumah saya juga temboknya udah kayak gallery mba :)

    ReplyDelete
  2. hihihi qu ga bolehin mba biarkan dy coret2 di kertas atau bukunya daripada ditembok hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp,
      aku sdh terkontaminasi gaya parenting ayah e ken mbk herva, jd okeh2 ajeh, hahaha

      Delete
  3. Aku setuju kalau membiarkan anak2 mencoret. Semua akan ada masanya juga. Ayyas udh 7 tahun akhirnya beralih coret2 d kertas manapun

    ReplyDelete
  4. anakku juga suka coret2 tembok...(awalnya aku yg ga suka mbak)..ternyata ayahnya ngebolehin ya udah gpp, toh nanti bisa dicet lagi. makanya tembok kamar tak biarin dicoret2 mereka, nanti aja dicet kalo mereka dah dewasa

    ReplyDelete
  5. Wah si Ken bisa kreatif gitu ya mbak :)

    Si Alfi mulai melukis tembok usia 2 tahunan kayaknya Mbak. Tadinya di buku sampai habis beberapa buku. Udah bikin emaknya seneng2 eh ternyata.. . Tapi dia belum tertarik buat nulis yang bener. Ya udah ga saya paksa

    ReplyDelete
  6. Ken..Ken..lanjutkan karya indahmu di tembok, Nak. Budhe juga mendukungmu...Hahaha...

    ReplyDelete
  7. Ken..Ken..lanjutkan karya indahmu di tembok, Nak. Budhe juga mendukungmu...Hahaha...

    ReplyDelete
  8. Bakat yaaaa, lukis terus yaa keeen hihii, ngerrti ya dia, coret2 drmh ken ajaaa dan
    Mamaknya baek :)
    Tadi pagi Kaina nyoret2 muka pake spidol. Udah dari lama dia pengen, yaudah dibolehin, alhasil udah tau rasanya sekarang.

    Kok aku buka lewat handphone ngga bisa ya mba, ke sini. Nanti aku coba lagi, apa salah url.

    ReplyDelete
  9. Ken sayang, kamu pintar banget deh! :*
    kalo Wahyu sukanya coret-coret lantai Mba Inda, tapi karena sering dilarang sama papanya jadilah kertas punya Omanya yang jadi korban, hehehe :D

    ReplyDelete
  10. Saya kok malah seneng kalau anak-nk corat-coret tembok, lantai bahkan anggota tubuhny sendiri hehe. Malah biasanya saya foto trus upload di medsos buat kenang2an. Tapi, kalau pas ada kertas kalau bisa dialihkan ya lbh baik dialihkan. Tp anak2ku biasany nyuekin kertasny :))

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)