Rasa yang Tertinggal di Ninjo Haji 2026 Jembrana

Sebelum cerita, aku mau mengucapkan Selamat Jalan kepada Calon Haji Kabupaten Jembrana Bali. Doaku semoga selamat sampai tujuan, dilancarkan dan dimudahkan dalam menjalankan ibadah haji, menjadi haji yang mabrur/mabruroh, serta selamat sampai kembali lagi ke Jembrana Bali, aaminn yaa rabbal'alamiin. 

Kemudian, aku juga mau mengucapkan Selamat kepada Bupati Jembrana, Bapak I Made Kembang Hartawan, atas gelar Duta Sahabat Haji yang diberikan oleh Kemenhaj Provinsi Bali. Pemberian gelar ini merupakan wujud terima kasih atas sumbangsih luar biasa yang diberikan oleh Bapak Bupati Jembrana kepada para Calon Haji kloter Jembrana. Suksma untuk Bapak Bupati, semoga sehat dan diberikan kekuatan sehingga dapat membawa Jembrana menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, aamiin. Demi Jembrana, Pasti Bisa.

Dear, Mombeb. 

Entah dapat hidayah dari mana, tiba-tiba saja niat untuk ikut melepas keberangkatan calon haji dari tempat tinggalku menguat hebat. Biasanya, aku enggan mengikuti kegiatan tersebut. Namun kali ini, aku begitu antusias untuk ikut padahal tak ada keluarga yang berangkat juga, tapi ah entahlah, aku sendiri kaget dengan diri sendiri. Hahahaha...

Makin aneh lagi, aku benar-benar mengikuti rangkaian acara pelepasan dari awal sampai akhir, ya sampai calon haji barangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Alhamdulillah, acara Pelepasan Jamaah Haji Kabupaten Jembrana 1447 H/2026 M yang dihadiri oleh Bupati Jembrana dan Wakil Bupati Jembrana, Kapolres Jembrana, Dandim, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali, dan sebagainya, berjalan dengan khidmat, dan penuh haru.

Hal yang tak biasa lainnya yakni aku juga tak mencari tempat nyaman untuk duduk sekadar memperhatikan lalu lalang orang melainkan memilih untuk ke lokasi acara dan memperhatikan satu persatu wajah calon haji Jembrana. Saat itu, ada rasa haru menyeruak lalu seketika tercetus keinginan yang segera kusampaikan ke Sang Maha Kaya Raya:"Ya Allah, aku bisa berhaji, bismillah"

Tak ada ragu, saat mengucapkan kalimat itu. Aku benar-benar merasa percaya diri pasti bisa berhaji. Sedikitpun tak terlintas gaji imut sebagai guru swasta taman kanak-kanak. PD aja mah. PD banget. Bismillah aja, yakin bisa.

Adapun beberapa informasi yang aku dapatkan dari acara pelepasan calon haji atau yang di daerahku disebut juga dengan ninjo haji yaitu kuota haji untuk Provinsi Bali sekitar 690-an jamaah. Masa tunggu berkisar 26 tahun. Jumlah waiting list calon jamaah haji yakni kira-kira 2400-an orang. Untuk mendapatkan nomor antrian, maka harus membayar sebesar Rp 25.000.000. 

Dear, Mombeb. 

Begitu pulang dari acara, aku dan suami pun menyusun rencana untuk mewujudkan ingin ku yang kebetulan menjadi keinginan suami juga. Kami optimis bisa berhaji, insyaAllah. 

Sebelum aku tutup cerita kali ini, boleh donk aku minta bantuan Mombeb juga pembaca lainnya. Doakan aku dan suami bisa lekas berhaji, aamiin yaa rabbal 'alamiin.
Terima kasih aku ucapkan. Doaku untukmu, semoga kebaikan dari Tuhan senantiasa mengikuti setiap langkahmu, aamiin 

Sampai jumpa di cerita lainnya
Dah, Mombeb




  

No comments:

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Postingan Populer