Yuk, Stimulasi Literasi Anak Sejak Usia Dini Mulai dari Rumah (Bonus: Aneka Macam Permainan untuk Menstimulasi Literasi Anak)

Literasi merupakan sebuah kata yang digaungkan makin lantang beberapa tahun belakangan ini, terutama saat Kemendikbud semakin intens menggiatkan suatu gerakan yang berama Gerakan Literasi Nasional atau GLN sejak tahun 2016 lalu. Tujuan umum Gerakan Literasi Nasional adalah untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.


Definisi literasi itu sendiri dalam wikipedia adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan menurut KBBI, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Sementara itu, dalam kamus online Merriam – Webster, dijelaskan bahwa literasi adalah kemampuan atau kualitas melek aksara dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual. Berdasarkan definisi di atas, dapat dikatakan bahwa literasi adalah kemampuan dalam berbahasa yang mana di dalamnya terdapat kemampuan dasar meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang anak. Karena kemampuan-kemampuan ini merupakan modal bagi anak untuk mengembangkan dan memperkaya ilmu pengetahuan serta pemahaman mereka. Kemampuan dasar ini juga yang akan membawa anak menuju ke tingkat pendidikan berikutnya.

Lalu, setelah hal-hal dasar tersebut dikuasai, tingkat literasi selanjutnya adalah anak belajar memahami kata atau kalimat yang ia baca. Setelah berhasil melakukan ini, selanjutnya anak belajar membaca situasi kondisi. Kalaupun dalam situasi atau kondisi tersebut terdapat masalah maka anak dapat menemukan solusinya. Jadi bisa dibilang kemampuan dalam menyelesaikan masalah adalah bagian dari kemampuan literasi. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya memiliki kemampuan literasi dalam kehidupan seorang anak. Literasi dapat meningkatkan kualitas hidup anak nantinya. 

Pengaruh Orangtua dalam Kehidupan Anak


Berbicara mengenai kehidupan seorang anak, maka tak lepas dari pengaruh orangtua. Ada sifat hingga karakter orangtua yang diturunkan kepada anak. Ada begitu banyak waktu yang dilalui bersama anak bahkan semenjak anak masih di dalam kandungan. Serta ada banyak momen atau peristiwa yang terjadi dan dialami bersama anak. 

Anak mengatakan apa yang biasanya dikatakan orangtuanya. Anak melakukan apa yang biasanya dilakukan orangtuanya. Anak mencontoh orangtuanya. Hal-hal itu, secara langsung, mempengaruhi kehidupan seorang anak. Tinggal sekarang apa yang diinginkan oleh orangtua? Apakah orangtua ingin memberikan pengaruh positif atau pengaruh negatif kepada buah hati tercinta?

Orangtua Ingin yang Terbaik untuk Anak

Setiap orangtua, pasti menginginkan hal-hal yang baik terjadi pada anaknya. Setiap orangtua tentu mengharapkan hal-hal jelek yang ada dalam diri mereka tidak diadopsi, tidak terjadi, tidak dialami oleh anak. Setiap orangtua tidak ingin memberikan pengaruh negatif kepada anak. 

Saya yakin begitu. Saya pun demikian. Saya (juga suami), tentu ingin memberikan pengaruh positif dalam kehidupan anak saya. Saya ingin anak-anak saya mendapatkan bekal yang cukup sebelum ia mengarungi masa depannya kelak.

Literasi Bagian dari Kotak Bekal Masa Depan Anak

Ada banyak bekal yang harus dimiliki oleh anak. Salah satunya adalah literasi. Mengingat literasi merupakan salah satu kemampuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Oleh sebab itu, saya (yang mendapat dukungan penuh dari suami) berusaha untuk menstimulasi literasi anak saya sejak usia dini. 

Peran Orangtua dalam Literasi: Menstimulasi Literasi Anak Sejak Usia Dini 
Mulai dari Rumah

Mengapa sejak usia dini? Karena pada masa ini, orangtua masih menjadi poros utama bagi anak. Anak masih banyak menghabiskan waktu bersama orangtua. Anak belum terpapar pengaruh luar. Sehingga ini adalah masa yang tepat untuk mulai melakukan stimulasi literasi pada anak agar menjadi fondasi yang kokoh dan tak mudah roboh terutama saat ia sudah berinteraksi dengan dunia luar.

Langkah-langkah sebelum stimulasi literasi anak.




1. Teguhkan niat
Ini penting, mengingat proses stimulasi literasi ini membutuhkan waktu yang tidak cepat dan juga membutuhkan ketelatenan. 2 hal itu, seringkali gugur di tengah jalan. Karena merasa lelah, baik lelah secara raga maupun lelah jiwa.

2. Mencari tahu mengenai literasi secara jelas dan terperinci.
Hal ini juga penting untuk dilakukan. Karena kita bisa tahu langkah atau cara yang dapat dilakukan agar mencapai suatu tujuan yakni memiliki kemampuan hingga budaya literasi. Untuk usia dini sendiri ada tahapan dasar yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ranah literasi yakni menstimulasi kemampuan dasar berbahasa anak usia dini.

3. Mengetahui tipe gaya belajar anak


Cr. Hafizfunclub

Anak memiliki karakter masing-masing. Salah satunya yakni gaya belajar. Penting bagi Ibu selaku guru pertama bagi anak untuk mengetahui gaya belajar anak. Bayangkan jika tidak mengetahui tipe gaya belajar anak. Misalkan anak A memiliki tipe gaya belajar visual sedangkan ibu A menstimulasinya menggunakan media atau cara linguistik. Tentu hasil pembelajaran atau stimulasi tidak memberikan hasil yang maksimal atau mungkin membutuhkan waktu lama untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Alhamdulillah saya sudah mengetahui gaya belajar anak saya yakni gaya belajar kinestetik. Anak dengan tipe ini sulit untuk duduk diam tertib di kelas untuk memperhatikan penjelasan guru. Anak dengan tipe ini lebih suka mempelajari sesuatu hal yang melibatkan tangan dan kaki. Berdasarkan hal ini, maka cara yang digunakan untuk menstimulus literasi anak kinestetik adalah melalui metode yang melibatkan kaki juga tangan.

4. Menentukan Metode untuk Menstimulasi Literasi Anak

Selanjutnya, dalam kelas parenting di salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang pernah saya ikuti, narasumber yang juga merupakan seorang dosen UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Psikolog yang bernama Ibu Nety mengatakan bahwa anak mudah belajar saat mereka berada di dalam zona nyaman. Zona nyaman anak adalah saat ia merasa senang. 

Nah, salah satu hal yang dapat membuat anak senang adalah bermain. Bermain merupakan cara yang tepat untuk dijadikan sebagai cara atau usaha untuk menstimulasi anak. Karena dilihat juga dari teori perkembangan kognitif anak versi Jean Piaget bahwa anak usia dini masuk dalam fase praoperational thinking dan periode pemikiran intuitif. 

Pada fase praoperational thingking, anak mulai membangun konsep sederhana. Untuk membentuk konsep sederhana dibutuhkan contoh-contoh atau benda-benda konkrit yang ada di sekitar anak. Sedangkan pada fase pemikiran intuitif yakni anak-anak masih menyelesaikan masalah secara intuitif bukan berdasarkan kaidah-kaidah logika. Adapun bentuk-bentuk masalah yang biasanya diselesaikan oleh anak pada fase ini adalah masalah yang dapat dilihat oleh anak atau masalah yang konkrit.

Adapun permainan-permainan yang dapat digunakan (dan sudah saya pratekkan) untuk menstimulus literasi anak adalah sebagai berikut.

Permainan untuk Menstimulus Kemampuan Menyimak

Permainan ini lebih kepada memperkenalkan nama-nama benda atau gambar yang dilihat anak. Dalam proses perkenalan ini ada aktivitas menyimak didalamnya.

1. Flash card

2. Puzzle



Permainan untuk Menstimulasi Kemampuan Berbicara. 

Setelah menyimak, anak mulai berbicara mengenal nama-nama yang ada disekitarnya. Nah permainan ini melatih anak berbicara merangkai kata menjadi kalimat-kalimat sederhana. Sembari bermain, anak akan membangun cerita versi anak sendiri yang terkait dengan diorama yang dimainkan.

1. Bermain peran (diorama lalu lintas)



2. Diorama solar system

3. Microphone kardus




Permainan untuk Menstimulus Kemampuan Membaca

Permainan ini melatih anak mengenal pelafalan dari perpaduan huruf konsonan dan vokal serta melatih membaca sebuah kata demi kata.

1. Sim salabim jadi apa?

2. Playdough


3. Memancing kata




4. Tebak nama bola



Permainan untuk Menstimulus Kemampuan Menulis

Permainan ini guna melatih motorik halus anak sehingga tangan tidak kaku atau lancar saat menulis huruf-huruf abjad.

1. Corat coret

2. Mencari jejak di Maze



Alhamdulillah, sejauh ini, perkembangan literasi si kecil yang meliputi kemampuan menyimak, membaca, dan menulis semakin meningkat. Meskipun demikian, bukan berarti stimulasi berhenti sampai di sini. Masih ada stimulasi lanjutan. 

Stimulasi lanjutan berupa stimulasi yang bertujuan agar anak suka atau hobi membaca. Kami, ingin sekali, membangun #BudayaLiterasi di dalam keluarga kami. Kami ingin menjadikan literasi sebagai #SahabatKeluarga. Adapun beberapa bentuk stimulasi lanjutan yang saya lakukan ke anak saya adalah sebagai berikut. 

Stimulasi mengajak si kecil membaca kata yang ditemui, misal membaca nama-nama produk yang dijual di minimarket atau membaca kata-kata yang ada di iklan tv atau dimana pun tempat. 



Saya membelikan buku-buku yang sesuai dengan apa yang ia suka. Misal buku tentang luar angkasa. 


Saya juga mengajak si kecil membaca buku cerita bersama-sama. Kadang dia meminta untuk membaca buku sendiri di tempat favoritnya, tenda selimut (baca: selendang).


Kalau saya sedang bepergian bersama anak ataupun sekeluarga, saya juga menyempatkan diri untuk mengajak anak saya membaca. Tidak lama. Cukup 5 hingga 10 menit saja.

Namun saat bepergiaan, kadang-kadang saya lupa membawa buku bacaan. Apabila hal ini terjadi, maka saya tidak mau berpangku tangan begitu saja. Saya memanfaatkan gawai saya untuk mencari cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang bisa saya baca bersama anak saya.




Alhamdulillah, saya tidak perlu berselancar lama-lama di searching google. Karena saya tinggal membuka website #SahabatKeluarga milik Kemendikbud. Di website tersebut ada fitur dongeng-dongeng, cerita anak,  dan sebagainya.

Stimulasi-stimulasi di atas yang bertujuan membentuk #BudayaLiterasi dalam keluarga atau ingin menjadikan literasi sebagai #SahabatKeluarga, dapat dikatakan cukup sederhana. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan, dilakukan secara berkesinambungan dan berulang-ulang. 

Apa yang saya lakukan ini di atas berdasarkan pada teori yang diungkapkan oleh Hebb, pakar neurologi, bahwa diperlukan kontinguitas dan frekuensi dalam fase proses belajar awal yang ada pada anak usia dini. Lebih lanjut, Hebb juga mengatakan bahwa untuk membentuk suatu memori jangka panjang maka dibutuhkan pengalaman yang diulang-ulang.


Saya bersyukur, sampai pada tahap ini, suami selalu mendukung apa yang saya lakukan. Jika saya memiliki kesibukan, maka suami mau menggantikan saya untuk mengajak si kecil membaca cerita bersama. 

Saya dan suami berharap, ajakan-ajakan sederhana namun konsisten ini dapat membuat si kecil jadi terbiasa membaca hingga aktivitas membaca pun menjadi hobinya.

Jadi, seperti itulah usaha yang saya dan suami lakukan demi dapat memberikan yang terbaik untuk anak kami khususnya dalam dunia literasi anak #LiterasiKeluarga. Besar harapan bahwa apa yang kami lakukan selama ini dan masih terus berjalan sampai saat ini dan seterusnya, dapat memberikan pengaruh positif dalam dunia literasi anak kami juga dalam dunia #LiterasiKeluarga Kami. 

Akhir kata, semoga pengalaman sederhana ini dapat memberikan manfaat serta menularkan semangat untuk berusaha menstimulasi literasi anak. Karena siapa lagi yang akan melakukan hal ini, kalau bukan kita selaku orangtua mereka. Siapa lagi yang paling purna memberikan pengaruh positif kepada anak, kalau bukan kita, orangtua mereka. Jadi, kuy. Mari berusaha menstimulasi literasi anak sejak usia dini mulai dari rumah demi masa depan mereka.

***

Referensi:
gln.kemendikbud.go.id
Hergenhahn, B.R. & Olson, Matthew H. 2008. Teori Belajar (penerj: Triwibowo B.S. Jakarta: KENCANA.

Momen-momen yang Tidak Terlupakan di Acara Pernikahan



Momen pernikahan, biasanya, memahat kenangan yang begitu manis, bahagia, dan menyenangkan di ingatan. Maka tak heran, setiap kali melihat foto-foto pernikahan, hati kembali berbunga-bunga. Pun saat menghadiri atau melihat pernikahan orang saja, rasanya, turut bahagia.
Seharusnya seperti itu, bukan?

Pepotoan dulu sebelum akad

Namun, sayangnya, hal itu tidak terjadi padaku. Karena ada serpihan momen menyebalkan yang terjadi saat acara pernikahanku.


Momen yang tidak mengenakkan hati itu adalah momen dimana melihat para tamu datang sementara sajian dan souvenir sudah habis padahal durasi waktu acara resepsi belum berakhir. Kan fatal kalau seperti ini.

Bukan. Bukan karena persiapan yang belum matang. Melainkan karena ada yang memanfaatkan kesempatan (berupa lemahnya pengawasan) sebaik mungkin dengan mengambil bahan makanan dan kue-kue semaksimal mungkin. Kebetulan, aku menjumpai salah satu oknum yang mencuri kue-kue untuk souvenir. Sayangnya waktu itu aku tak bisa berbuat apa-apa. Saking shock, kaget, campur nggak nyangka karena oknum yang melakukan pencurian adalah orang yang sangat aku kenal.

Entah apa yang ada didalam pikiran oknum-oknum tersebut. Apa maksud mereka mengambil bahan-bahan makanan yang jelas-jelas digunakan untuk sajian para tamu. Dah, kalau ingat momen itu, bawaannya mangkel, kesal, sebel.

Sejak kejadian itu, tiap kali aku ketemu oknum yang mencuri tersebut, tak ada hendak hati ingin menyapa. Oknum tersebut pun demikian. Ia malah membuang muka. Dasar.


Namun, selain momen menyebalkan itu, ada momen lain. Momen yang bikin aku godeg-godeg alias geleng-geleng kepala nggak habis pikir tapi ya ada lucunya juga.

Jadi waktu aku nikah dulu itu, ternyata,  masuk musim hujan. Hujan pun sering turun bahkan kadang disertai angin dan diwarnai bledek halilintar. Tapi ya mau gimana lagi. Tanggal pernikahan sudah disepakati oleh kedua belak pihak. Jadi ya bisanya cuma berdo'a sama Allah untuk tidak mengizinkan hujan turun di tanggal pernikahan aku.

Berbagai Macam Usaha Dilakukan untuk Menghalau Derasnya Hujan 

Sembari berdo'a, ada usaha lain yang dilakukan oleh sesepuh kampungku yakni membuat sesuatu (baca: sapu lidi diletakkan terbalik lalu ada bawang merah serta cabe yang menancap di ujung ujung sapu lidi) yang bisa membuat hujan pergi.

Namun rupanya Allah berkehendak lain. Hujan tetap turun bahkan deras banget pada hari H pernikahanku. Tenda terop yang berdiri kokoh pun sepertinya tak sanggup melindungi para tamu yang duduk menikmati hidangan dibawahnya. Hembusan angin yang membawa serta air hujan, membuat beberapa baju tamu jadi basah.

Melihat kondisi ini, salah satu sesepuh di kampungku yang kebetulan jadi tamu juga menyarankan untuk melakukan suatu usaha lain yang katanya bisa berhasil membuat hujan berhenti. Usahanya adalah dengan melemparkan c**l*na d*l*mku ke atap rumah. Demi mengurangi intensitas hujan agar resepsi berjalan sukses, beberapa c**l*na d*l*mku diambil dari lemari tanpa sepengetahuanku lalu di lemparkan di atap-atap rumah. Kan wadidaw.

Sayang, usaha ini, kembali tidak berhasil.  Usut punya usut, ternyata, ada yang salah. Seharusnya c**l*na d*l*m yang dilempar ke atap adalah c**l*na d*l*m yang sudah terpakai. *muehehehe. Tapi aku yakin nggak bakal berhasil meskipun dengan cara yang benar. La wong Allah sudah berkehendak hujan ya sudah hujan. Mungkin ada ikhtiarnya tapi bukan cara-cara yang seperti aku ceritakan di atas.

Emmmm...Aku mengambil pelajaran dari momen yang membuat geleng-geleng kepala di atas. Bahwa lebih baik pernikahan dilaksanakan di sebuah gedung apalagi pas musim hujan. Trus, lebih baik juga, menggunakan atau memanfaatkan jasa-jasa yang membantu proses pernikahan. Apalagi saat ini ada banyak pilihan vendor pernikahan yang sesuai budget dan sesuai keinginan. Jadi biar vendor yang bantu nikahan. Biar tidak ada lagi kejadian pencurian bahan makanan di acara resepsi pernikahan.


Nah bagi yang mau nikah, terutama tanggal pernikahan jatuh di musim hujan, dan agar tidak mengalami hal yang sama seperti yang terjadi pada pernikahanku, saranku, lebih baik acara pernikahan kalian dilangsungkan di gedung saja. Karena asli aman dari terpaan hujan.

Oya, untuk kalian calon pengantin yang tinggal di Bekasi dan sekitarnya, aku punya rekomendasi Gedung Pernikahan di Bekasi yang berada di sekitaran Grand Galaxy Park. Namanya adalah Grand Galaxy Convention Hall merupakan Convention Hall Termewah dan Terbesar di Bekasi.


Ada banyak keunggulan yang dimiliki oleh Grand Galaxy Convention Hall antara lain sebagai berikut:

1. Grand Galaxy Convention Hall mampu menampung hingga 2500 orang.

2. Convention Hall ini memiliki desain arsitektur yang unik dengan ketinggian langit-langit hingga 7 meter.

3. Memberikan suasana elegan dan megah serta interior yang memaksimalkan sistem tata suara.

4. Grand Galaxy Convention Hall ​yang berada di bawah naungan Jakarta Event Enterprise (JEE) Ballroom Group & Exhibitor ​merupakan satu-satunya Convention Hall dengan yang dapat dibagi menjadi 3 mini hall.

5. Ballroom mewah dengan harga terjangkau dengan fasilitas yang setara hotel bintang 5.



6. GGCH menawarkan harga dan berbagai paket yang dapat menyesuaikan budget.

7. Strategis. Dapat diakses dari berbagai akses tol terdekat seperti tol dalam kota, JORR, dan becak kayu.

8. Fleksibilitas. Para klien dapat memilih dan menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

9. Praktis.Semua kebutuhan mendasar acara seperti vendor, serta perangkat acara dari awal persiapan hingga terlaksananya acara telah diakomodir oleh JEE.

10. Helpful. Setiap klien yang memakai GGCH, akan dibantu oleh tim JEE di GGCH dari awal persiapan hingga selesai acara berlangsung.

11. Ruang parkir luas.

Nah dengan begitu banyak keunggulan yang aku sebutkan di atas, rasanya, makin mantab tho untuk menjadikan
Grand Galaxy Convention Hall sebagai tempat untuk melangsungkan pernikahan. Jadi bisa dibilang juga bahwa  Grand Galaxy Convention Hall merupakan pilihan tempat terbaik untuk pernikahan, bahkan juga tempat terbaik untuk mengadakan event-event yang lain misalnya seperti peluncuran produk, pameran, konferensi, konvensi, wisuda atau pertemuan lainnya.

Jadi seperti itulah beberapa momen berkesan di pernikahanku. Semoga bisa diambil pelajaran didalamnya.

Sebagai penutup aku mau berbagi informasi nih buat teman-teman semuanya.  Taraaaaaa......


Nah, Jakarta Event Enterprise (JEE) kembali menggelar Pameran Pernikahan Terbesar dan Terlengkap di Bekasi untuk yang ke tujuh kalinya, “7th BEKASI WEDDING EXHIBITION”. Bertempat di Grand Galaxy Convention Hall pada hari

Jumat – Minggu tanggal 13-15 September 2019 pukul 10.00 – 21.00 WIB.

Tujuan diadakannya BEKASI WEDDING EXHIBITION ini adalah untuk menjembatani antara para calon pengantin dan para pelaku industri pernikahan dalam mempersiapkan penyelenggaraan acara pernikahan. Jadi bisa dibilang, di BEKASI WEDDING EXHIBITION ini, para calon pengantin dapat menemukan segala kebutuhan pernikahan seperti catering, dekorasi, entertainment, gedung pernikahan, dan lain sebagainya dalam satu tempat dengan harga terpromo hanya di “7th BEKASI WEDDING EXHIBITION”.
Dah, mantab kan?

Jomlah datang. Ada banyak kejutan juga lho di sana. Hayo, catet tanggalnya yak.


Kenali Yuk Wisata Hits di Surabaya dan Sekitarnya



Siapa yang tidak kenal dengan Kota Pahlawan Surabaya yang memiliki lagu daerahnya “rek ayo rek mlaku-mlaku nang tunjungan”? Semua orang yang lahir di tahun 50-90an pasti familiar mendengar lagu semangat tersebut. Surabaya sangat dekat hati orang zaman dahulu, maka untuk mengenang kembali kalian bisa datang ke beberapa tempat wisata Surabaya  dan sekitarnya yang semakin lengkap di tahun 2019 ini lho!

Bukit Jamur

Cr. Disbudpar

Percayakah kamu jika fenomena Bukit Jamur ini alami dan tanpa sengaja dibuat oleh pemerintah daerah setempat? Mungkin kalau kamu datang dan buktikan sendiri, kamu akan lebih percaya bahwa memang terbentuk dari pengikisan batuan dan kemudian ada faktor alam lain sehingga bukit tandus ini berubah menjadi bukit batuan dengan bentuk jamur yang unik. Kamu bisa datang ke Desa Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur setiap hari pada pukul 06.00-17.00 untuk menikmati pemandangan bukit ini. Tiket masuknya sekitar Rp. 3.000 saja, namun belum termasuk parkir kendaraan. Di atas bukit ini kamu akan menemukan banyak tempat untuk foto yang berbeda-beda.

Bukit Larangan Panceng
Cr. Jejakpiknik

Ingin melihat bukit plus pantai dari atas yang sangat memukau? Datang saja ke Bukit Larangan Panceng yang ada di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur. Untuk datang ke bukit ini kamu harus siapkan ekstra tenaga karena jalur pendakian cukup menantang. Banyak tanaman perdu dan semak ketika kamu sudah di atas, ada pula pemandangan pantai terlihat jelas dengan warna airnya yang biru. Pokoknya kamu tak akan kecewa apabila sudah mendaki bukit ini, pikiran lepas dan hati riang. Tiket masuknya gratis dan hanya membayar jasa keamanan kendaraan saja lho!

Bukit Kolam Sumenep

Cr. Atawis

Bukit kolam ini sengaja dibuat untuk menghidupkan perekonomian di daerah setempat, kolam ini dibuat diatas daerah taman yang sangat indah sekali. Dari atas inilah kamu bisa berenang atau berendam air dingin sambil melihat keindahan sekitar. Untuk menikmati keindahan Bukit Kolam Sumenep kamu bisa mendatangi Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura dan masuk ke Desa Bula’an. Hanya saja ketika kamu masuk tidak diperkenankan membawa makanan banyak dari luar.

Pantai Kahuripan

Cr. Merahputih

Ingin menikmati suasana pantai tersembunyi di Sumenep? Mampirlah ke  Pantai Kahuripan yang berlokasi di Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Untuk menikmati surganya Sumenep ini kamu harus menyeberang dahulu ke Pelabuhan Tanjung Serunggi dan menuju Pelabuhan Bringsang Giligenting. Setelah sampai di Pelabuhan Bringsang, kemudian naik motor hingga ke pantai kahuripan. Masuk ke pantai ini memang gratis namun biaya untuk menyeberang memang cukup lumayan.

Jika kamu sedang beruntung berkunjung di antara musim kemarau dan musim hujan maka akan mendapatkan keindahan pantai. Tetapi, apabila kamu datang saat musim kemarau maka pepohonan akan terlihat kering. Kondisi air pantainya yang jernih ini semakin membuat kamu enggan untuk meninggalkan tempat ini.

Noko Selayar

Cr. Disbudpar

Mendatangi Noko Selayar ini seakan kamu sedang berada di California yang jauh di sana. Noko Selayar berada di Desa Pamona, Jawa Timur. Noko Selayar ini adalah sebuah pulau kecil di tengah lautan yang bisa kamu datangi dengan menggunakan kapal penyeberangan. Untuk sampai ke pulau kecil ini kamu bisa ambil rute sidogedung batu dan kemudian bisa menyewa kapal menuju Pulau Noko Selayar.

Danau Kastoba

Cr. Kawanjelajah

Danau ini berada di atas gunung dan di tengah bukit, danau ini bukanlah danau buatan. Untuk menuju ke danau ini kamu harus mengumpulkan tenaga ekstra menaiki anak tangga yang banyak dan sisi semak belukar yang cukup banyak. Masuk ke danau ini kamu perlu membayar sekitar Rp5.000 saja. Lokasi Danau Kastoba berada di Pulau Bawean, Danau Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Nikmati tempat wisata Surabaya saat liburan tiba ya guys! Jangan lupa bawa oleh-oleh khas Surabaya dan sekitarnya juga.

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

21 Hari Kembali Muda Tanpa Ditunda Pakai Age Revival Theraskin

Mombeb, sejak aku menjadi guru, aku amat peduli dengan penampilan mulai dari wajah hingga pakaian. Sebab penampilan merupakan salah satu car...