Wednesday, August 31, 2016

Antar Si Kecil Menuju Masa Depan Gemilang dengan Mempersiapkan Dana Pendidikan Untuknya

Ternyata, seperti ini ya yang dirasa oleh orangtua. Selalu  saja ada keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati. Terutama untuk masa depannya nanti. Pasti akan ada rasa bahagia yang menyeruak di dada saat melihat si kecil berhasil meraih apa yang ia cita-citakan. Apalagi saat bisa menyaksikan si kecil mulai menapaki masa depannya dengan gemilang dan penuh suka cita. Itu pasti menjadi moment yang paling bahagia bukan ?.

Memang, untuk saat ini, si ken belum paham dengan makna cita-cita. Namun ia telah menunjukkan beberapa bakat yang ia miliki. Salah satunya yaitu menggambar.
Perahu mobil

Aneka macam kendaraan

Bunga-bunga dimana-mana

Oleh sebab itulah, aku dan suami sangat ingin bisa mendukung dan mengantarkan si kecil menuju masa depan gemilang dengan cara mempersiapkan dana pendidikan untuknya.

Si Kecil Ken sedang menata kota mini miliknya
Jika membicarakan soal mempersiapkan dana pendidikan untuk si kecil, maka kita harus menjadikan kondisi ekonomi sebagai acuan saat mengkalkulasi dana pendidikan yang harus kita siapkan nanti. Sekarang hingga kondisi ekonomi ke depan nanti.

Kondisi ekonomi Indonesia
Kondisi ekonomi Indonesia saat ini tumbuh sekitar 6 %. Dan pemerintah meyakini bahwa kondisi ini akan terus berlanjut atau ekonomi Indoensia akan terus mengalami pertumbuhan. Target Indonesia sendiri adalah menjadi salah satu dari 20 negara yang berpengaruh di dunia di bidang ekonomi.

Namun, sejauh ini, pertumbuhan ekonomi tidak berdampak secara langsung terhadap biaya pendidikan. Faktanya sebesar apapun pertumbuhan ekonomi, biaya pendidikan terus saja meningkat dari tahun ke tahun. Terutama biaya untuk perguruan tinggi.

Biaya pendidikan yang terus merangkak naik
Berdasarkan data BPS tahun 2014. Rata-rata kenaikan biaya pendidikan sekitar 10% per tahun. Sementara menurut hasil survey yang dilakukan ZAP Finance, kenaikan tersebut berkisar antara 7%-15% per tahun.

Jujur, fakta ini tentu saja sangat membuat kami khawatir. Khawatir kami tidak mampu mengantarkan si kecil untuk menggapai masa depan yang gemilang. Jadi untuk mencegah hal tersebut terjadi, kami pun segera mencari informasi tentang bagaimana cara atau langkah-langkah yang harus kami ambil dalam mempersiapkan dana pendidikan untuk si kecil nanti.

Langkah-langkah untuk mempersiapkan dana pendidikan dari Pakar Perencana Keuangan.
Aku dan suami sepakat untuk menggunakan atau menerapkan langkah-langkah mempersiapkan dana pendidikan untuk si kecil dari Prita Hapsari Ghozie, Seorang Pakar Perencana Keuangan dari ZAP Finance. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Langkah pertama :
Diskusikan pendidikan anak sejak anak masih dalam kandungan.
Lakukan survey dengan mendatangi sekolah-sekolah yang ada atau bisa datang ke pameran pendidikan yang mulai banyak diselenggarakan.
Langkah kedua :
Berdasarkan pilihan favorit orangtua dan anak
Lakukan riset kebutuhan biaya pendidikan tahun ini
Langkah ketiga :
Sesuaikan kebutuhan dana yang dihitung
Silahkan periksa tabungan atau investasi yang sudah disiapkan
Langkah keempat :
Periksa apakah keuangan keluarga sudah terlindungi

Untuk point pertama, bisa dibilang aku telat lah yah. Sebab aku baru mulai mendiskusikan ini dengan suami saat si kecil berusia 2 tahun dan mulai menunjukkan kecerdasan dominannya. Lalu hasil diskusi aku dengan suami adalah merumuskan kriteria sekolah dasar untuk si kecil ken yakni sebuah sekolah yang didalamnya menanamkan nilai-nilai religius, juga mengedepankan multiple intelligence siswa, tenaga pendidik yang profesional, serta aman. Selanjutnya kami pun melakukan survey, lalu memilah dan memilih sekolah yang sesuai dengan kriteria yang kami buat dan sesuai dengan karakter si kecil ken.

Alhamdulillah, suami pun sudah menemukan sekolah dasar yang memenuhi kriteria yang kami buat. Setelah itu kami pun segera mengkalkulasi dana pendidikan untuk si kecil ken nanti. Tentu saja dengan menggunakan perhitungan yang tepat dan akurat.

Menghitung biaya pendidikan dengan mudah dan memberikan hasil yang tepat
Untuk menghitung dana pendidikan agi si kecil, aku akan menggunakan sebuah alat hitung yang akurat juga tepat dan yang paling utama adalah, alat hitung ini sudah dilengkapi dengan kondisi ekonomi atau rata-rata kenaikan biaya pendidikan per tahun. Alat hitung ini bernama Kalkulator Financial atau Kalkulator Dana Pendidikan

Bagaimana cara mendapatkannya ? Gampang. Tinggal meluncur ke url di bawah ini,
http://www.bekalmasadepan.com/articles/mempersiapkan-masa-depan-pendidikan-anak .

Nah selesai download, aku pun segera memakai kalkulator tersebut serta menggunakan informasi biaya pendidikan di sekolah dasar favorit kami (juga favorit ken nanti, insyaAllah) dan hasilnya sebagai berikut :


Biaya pendidikan yang harus disiapkan untuk si kecil
Hasil di atas menunjukkan berapa banyak dana pendidikan sekolah dasar yang harus aku siapkan untuk si kecil ken nanti. Dan ternyata, banyak ya. Hahayyy. Tabungan baru segitu. Investasi ? Belum punya. Dan sekarang harus punya. Lalu ? Ada cara lain lagi nggak ?.

Sebenarnya, ada cara lain koq untuk mendapatkan dana pendidikan bagi si kecil. Yakni dengan mengikuti Program Bekal Masa Depan Morinaga Chil Go di www.BekalMasaDepan.com . Program Bekal Masa Depan yang digagas oleh Morinaga Chil Go yang merupakan salah satu produk unggulan KALBE Nutritional ini mengajak para orangtua yang memiliki anak berusia 1-12 tahun untuk berbagi ide dalam menstimulasi Multiple Intelligence si kecil. Selain mengajak berbagi ide, program ini juga memberikan peluang untuk mendapatkan dana pendidikan sebesar 500 juta rupiah. Duuhhh. Mantab kan ? Iya donk ya.


Cara ikutnya juga gampang. Kalian bisa lihat langkah-langkahnya di bawah ini :


Nah, gimana ? Kalian jadi pengen ikut juga kan ? Sippp. Ikut daah. Mudah-mudahan jadi rejeki kita yah. Amin.   




Monday, August 29, 2016

Terima Emak Apa Adanya

Dear Ken
Anak muma tersayang.

Sudah hampir 5 tahun yak kebersamaan kita. Dari dalam perut sampai sekarang. Alhamdulillah. Semoga Allah memanjangkan serta memberikan usia yang berkah buat kita sekeluarga ya nak. Amin. Amin banget Ya Allah. Plis plis plis. Kabulin Ngge. Amin.
*Emak mulai lebay*
Hehe


Dear Ken
Anak muma tersayang

Dulu nak, waktu muma masih gadis kinyis-kinyis. Di dalam hati muma sudah terpatri sebuah keinginan untuk menjadi SuperMom, ibu yang serba bisa, yang jago masak, yang ngamalin betul ilmu parenting, yang nggak percaya sama mitos-mitosan dan 'kata orang tua dulu', yang lembut, yang anggun, yang sempurna lah yah. Kalau diibaratkan seperti ibu peri gitu. Haha. Ya gitu deh. Dan itu muma praktekin betul loh waktu muma baru jadi ibuk. Ya jadi ibuk kamu.

Dear Ken 
Anak muma tersayang

Lambat laun ken, keinginan muma untuk jadi ibu yang sempurna, perlahan mulai goyah. Idealisme pun juga ikut maju mundur kena. Karena apa ? muma mulai lelah.
*Emak macam apa ini*
Lelah fisik tak masalah. Yang jadi masalah adalah saat jiwa mulai kelelahan.

Dear Ken
Anak muma tersayang

Mungkin nanti ken paham, apa yang muma maksud ya. Bahwa memiliki idealisme sih oke-oke aja. Asal jangan sampai menjadi pribadi yang kaku. Nah muma dulu sempat seperti itu. Kaku. Bagi muma apa yang muma lakukan bener dan nggak boleh dibantah. Contohnya seperti soal popok. Kamu dulu nggak pakai pospak loh ken. Karna apa ? ya karena idealismenya muma, demi menjaga kulitmu, menjaga lingkungan, menjaga pengeluaran. Waktu itu, ayah mu memberi saran ke muma. Sarannya seperti ini nih :"Pagi sampek sore, nggak apa2 pakek popin, malemnya pakek in pospak aja, biar ndak capek, biar bisa istirahat". 

Dan bagaimana tanggapan muma :"Nggak koq, aku nggak capek". Tentunya disertai dengan perasaan gerundel.


Noh bisa begitu coba jawaban muma. Tanpa berusaha memahami maksud ayahmu terlebih dahulu. Dan ini tidak terjadi satu dua kali saja. Nah kalau sudah begitu, jadi kaku begitu, siapa korbannya cobak. Ya perasaan muma sendiri kan. Juga ayahmu (mungkin). Dan mungkin bisa jadi kamu merasakannya juga.

Bayangkan coba, muma jadi seperti ini saat kamu beranjak remaja hingga dewasa nanti. Nggak boleh ini, nggak boleh itu, harus begini, harus begitu, dan itu semua harus kamu turuti karena muma merasa muma tahu yang terbaik untukmu. Tuh bayangin cobak. Pasti nggak enak kan?.

Jadi yaaaa muma memutuskan untuk menghentikan keinginan muma untuk menjadi SuperMom. Dan memilih menjadi superman..halah..maksudnya memilih menjadi seorang ibu. Iya. Just Mom.

Dear Ken
Anak muma tersayang


Maafin muma ya nak, karena muma kadang bangun kesiangan. Jadi hanya bisa nyiapin sarapan yang begitu aja.

Maafin muma ya nak, karena muma kadang suka bertingkah alay. Ikut kamu main. Heboh sendiri waktu main ayunan dan lain-lain.

Maafin muma ya nak, karena kadang suka jorok, ngentut pas nemenin kamu main, pas kamu tidur, bahkan bajumu pernah kenak iler muma. Maafin ya, nggak tahan dan nggak sengaja. Muma juga maafin kamu koq yang kadang (nggak sengaja) kentut di depan muma. Kita piss ya nak.

Maafin muma lagi ya nak, karena muma nggak pinter masak. Jadi menu masakan sama camilannya cuma itu lagi itu lagi.

Maafin muma banget ya nak, karena muma kadang suka ngragas, alias ikut ngicipin makananmu, bahkan pernah ngabisin juga ding. Duh maafin ya.

Maafin muma banget nget nget ya nak, karena kadang muma berubah jadi makjontor alias mecucu bin cemberut bin pasang wajah jelek di depan kamu. Terutama kalau muma sedang pms. Maafin ya nak.

Dan maaf maaf maaf, atas khilaf yang tidak sengaja muma lakukan. Maaffff banget.

Dear Ken
Anak muma tersayang

Yang pasti, muma akan selalu berusaha memberikan dan melakukan yang terbaik untukmu nak. Pasti. Bukan dengan menjadi SuperMom. Bukan begitu lagi. Melainkan menjadi ibu. Ibu yang memiliki tak hingga stok kehangatan, ibu yang bisa diajak seru-seruan (asal jangan yang bikin jantungan), ibu yang bisa diajak bertukar pikiran, ibu yang bisa menjadi teman, sahabat, bahkan mungkin bisa menjadi partner bisnis. Bisa jadi kan ? kali aja nanti muma jago masak. aminin yak.

Jadi, terima muma apa adanya ya ken ? Ah muma tau deh jawabannya. Pasti iya kan ? Sipppp. Makasih ya nak.

Nah sebagai tanda terima kasih muma, muma kirimin deh, 1000 cinta buatmu. *eyak* .
♥♥♥........1000 x
:D
***

Tulisan ini dibuat untuk menanggapi tulisan Mak Noni Rosliyani (Grup 4 - KEB Collaborative) dengan Tema Menjadi Ibu yang Tidak Sempurna. Tulisan mak Noni bisa dibaca di sini ya, Belajar Menjadi Tidak sempurna.