Friday, May 27, 2016

#BahagiadiRumah Itu, Saat Melihat Mereka Bahagia

Jika matahari adalah pusat tata surya. Maka ibu adalah pusat energi cahaya di rumah. Jika matahari tetap memancarkan sinarnya dalam kondisi apapun, cuaca seburuk apapun untuk menyinari tata surya. Maka ibu akan melakukan apapun demi melihat senyum bahagia anggota keluarga.

Sebagaimana matahari yang sinarnya memberi kehidupan bagi makhluk hidup di bumi. Begitu juga ibu, yang kehadirannya di rumah laksana energi cahaya. Energi cahaya yang disalurkan ibu lewat perhatian, kasih sayang, pengertian, perlindungan. Agar setiap anggota keluarga merasa hangat, merasa tenang, merasa senang dan bahagia saat berada di rumah. Tidak ada lagi kata tidak betah tinggal di rumah. Tidak ada lagi kata bosan menghabiskan waktu dan berlama-lama di rumah. Bahkan, jika terpisah jarak yang cukup jauh, maka akan selalu ada rasa rindu untuk segera pulang ke rumah. Indah bukan ?.

***

Itu adalah mimpiku. Mimpi seorang ibu yang seluruh waktunya dihabiskan di rumah. Mimpi yang tengah aku usahakan saat ini dan seterusnya. Mimpi untuk membuat anggota keluarga, suami dan si kecil ken merasa hangat, tenang, senang dan bahagia saat berada di rumah. Sebab aku percaya, bahwa rasa bahagia saat berada di rumah akan membawa dampak positif bagi suami dan si kecil ken saat mereka berada di luar rumah. Bagiku, jika Mereka Bahagia di rumah maka Aku pun akan merasa lebih bahagia dari mereka.

Untuk menghadirkan rasa bahagia di rumah, maka ada beberapa hal yang aku lakukan.

1. Memahami karakter suami dan si kecil

● Karakter suami
Salah satu karakter suami adalah suka sekali berdiskusi. Maklum saat mahasiswa, suami aktif di berbagai organisasi yang notabene selalu ada yang namanya kegiatan diskusi. Saat ini pun suami masih suka membantu salah satu organisasi buruh di sini. Tak jarang banyak teman-teman buruh yang datang ke rumah untuk sekedar berdiskusi, meminta pendapat solusi dan sebagainya. Pokoknya kalau diajak diskusi ekspresi wajahnya langsung sumringah dan nampak begitu bersemangat.

Nah demi menghadirkan ekspresi tersebut di rumah, maka aku pun tak keberatan jika teman-teman organisasinya yakni para buruh datang berdiskusi di rumah. Aku juga menyiapkan tempat yang nyaman dan bersih untuk tempat berdiskusi. Selain itu, aku juga berusaha untuk menjadi partner diskusinya di rumah. Entah itu mendiskusikan soal si kecil ken, lingkungan sekitar hingga beberapa berita terupdate. Jadi aku menyesuaikan diri juga suasana rumah dengan karakter suami.

● Karakter si kecil
Pada umumnya anak usia dini memang sangat suka bermain. Begitu juga si kecil ken. Si ken suka permainan yang melibatkan ketrampilan tangan dan kakinya. Ia nampak bersemangat dan antusias dan tidak akan cepat bosan memainkan mainan tersebut.

Untuk menghadirkan rasa semangat dan antusias ken di rumah. Maka aku selalu membuat aneka macam permainan untuk ken. Seperti membuat miniatur gedung-gedung dan pepohonan dari kardus bekas. Juga membuat perahu kincir dari botol bekas. Kemudian bermain engklek yang terbuat dari mainan bongkar pasang beberapa mainan lainnya. Yang mana cara memainkannya melibatkan kaki dan tangan.

2. Mengetahui selera setiap anggota keluarga

Ada pepatah yang mengatakan bahwa makanan adalah penghangat suasana. Maka dari itu, aku pun berusaha untuk memperhatikan dan menyiapkan makanan sesuai dengan selera rasa setiap anggota keluarga. Si kecil ken suka makanan yang rasanya manis gurih. Sementara suami suka makanan yang manis pedas.

Kadang aku dan suami memasak bersama. Bahkan kadang suami yang mengajariku masak menu masakan kesukaannya. Jujur untuk urusan dapur aku memang sedikit lemah dan masih harus lebih banyak belajar lagi.

3. Memberikan perlindungan kepada mereka

Nikmat Allah yang luar biasa adalah kesehatan. Dengan kondisi badan sehat maka bisa melakukan apapun yang ingin dilakukan. Jadi demi menjaga kesehatan suami dan si kecil ken, aku berusaha untuk memberikan asupan bergizi untuk mereka. Serta mengajak mereka untuk melakukan gaya hidup sehat.

4. Merumuskan kegiatan-kegiatan seru dan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama-sama di rumah

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama di rumah. Seperti membersihkan rumah, memasak, makan bersama, belajar bersama menonton tv dan sebagainya. Nah kegiatan-kegiatan tersebut bisa membantu mempererat hubungan antara anggota keluarga.

Aku juga melakukan kegiatan-kegiatan tersebut bersama si kecil dan suami. Hanya saja aku kemas dengan cara yang berbeda. Yakni seru dan menyenangkan. Misalnya saat kegiatan gotong royong membersihkan rumah. Si ken yang mendapat tugas merapikan mainannya, aku ajak untuk berlomba merapikan mainan. Demikian juga saat menonton tv program untuk anak-anak. Aku selalu mengajak si ken beradu akting seperti acara yang tengah kami lihat. Dan sebagainya.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut di atas yang dilakukan sehari-hari. Aku menambahkan satu kegiatan lagi dalam list daftar kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama di rumah. Yakni menggambar bersama. Menggambar adalah hobi si kecil ken. Sementara bagi aku dan suami, menggambar adalah refreshing. Nah biasanya pada saat melakukan kegiatan ini tak jarang tawa si ken membahana. Apalagi saat gambarnya mendapat pujian dari aku dan suami. Seketika itu wajahnya merona bahagia. Kami pun juga ikut tertawa donk ya. Tertawa bahagia karena melihat kemampuan menggambar si kecil ken yang luar biasa.

***

Karena aku bukan superwoman apalagi superman, jadi adakalanya aku merasa lelah. Capek. Badan linu-linu. Bahkan badmood juga kadang menghampiri. Terutama saat aku tengah datang bulan. Tapi alhamdulillah selama ini semua bisa diatasi oleh suami. Ia sudah paham betul bagaimana cara mengatasi moodku yang sedang down atau saat aku sedang lelah. Jadi lelah atau badmood tak jadi masalah bagiku untuk terus berusaha membuat mereka bahagia di rumah.

Justru yang jadi masalah adalah saat aku sedang dilanda miskin ide. Mulai dari tidak punya ide untuk bahan diskusi, ide untuk parenting, hingga miskin ide membuat menu masakan apa untuk mereka.

Ada sebuah kalimat yang cukup familiar, terutama di dunia para penulis. Yaitu kalau kehabisan ide maka solusinya adalah membaca. Jadi aku pakai cara itu deh. Membaca. Baca-baca tulisan atau artikel-artikel yang berhubungan dengan duniaku donk ya. Dunia ibu. Dunia wanita.

Nah bacaan yang pas banget buat aku nih adalah Tabloid Nova. Iya Tabloid Nova. Di Tabloid Nova ini aku menemukan apa yang aku butuhkan. Mulai dari ide untuk materi diskusi dengan suami. Seperti mendiskusikan kasus tindak kriminal yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Kemudian ide untuk menjaga kesehatan keluarga, terutama si kecil ken, yang aku dapat dari artikel : Tips mencegah diare pada anak. Sampai ide untuk membuat sajian unik dan lain dari biasanya yang aku dapat dari artikel 'Resep Membuat Onde-onde Keju Susu'. Dan lain sebagainya.

Setelah ide-ide untuk membuat suami dan si kecil ken bahagia di rumah sudah aku dapatkan. Selanjutnya adalah mencari informasi untuk aku sendiri. Selain bisa untuk aku praktekkan langsung, juga untuk menambah pengetahuanku. Ya siapa tahu apa yang aku baca bisa berguna di kemudian hari. Untukku atau untuk orang-orang sekitarku. Seperti tentang kecantikan, padu padan, griya, busana, aneka tips keuangan, dan sebagainya. Lengkap kan Tabloid Nova ? Ho oh. Lengkap kap kap. Pokoknya mah, Tabloid Nova paham banget sama dunia wanita yak. Semua yang dicari dan dibutuhkan wanita ada di Tabloid Nova.

Sebagai seorang ibu yang ingin membuat anggota keluarga bahagia di rumah, kehadiran Tabloid Nova sangat berarti untukku. Tabloid Nova membantuku untuk mewujudkan keinginan dan mimpiku itu melalui ide-ide segar serta aneka macam pengetahuan yang disajikan dengan cara yang menarik dan enak dibaca. Oleh sebab itu aku ingin mengucapkan Terima Kasih Banyak kepada Tabloid Nova yang tetap setia menemaniku juga para wanita di negeri ini selama lebih dari seperempat abad ini.

Seperempat abad lebih bukanlah waktu yang sebentar. Juga bukan sembarang usia. Ada moment-moment indah nan bahagia dan penuh makna di sana. Dalam perjalanan selama seperempat abad lebih itu juga pasti akan bertemu onak dan duri.

Tabloid Nova sudah dan mampu melewati masa-masa itu dengan baik. Seperempat abad lebih. Dan baru-baru ini, 'lebih' itu bertambah satu. Tahun lalu 27. Berarti sekarang, usia Tabloid Nova adalah 28 tahun. Luar biasa bukan ? Iyup.

Jadi nih, buat yang baru berulang tahun, aku mau ngucapin, Happy Anniversary yang ke-28 tahun untuk Tabloid Nova. Semoga semakin berjaya dan terus memberi inspirasi para wanita di negeri ini. Sukses selalu yak buat kamu, Tabloid Nova kesayanganku. Amin.

Thursday, May 26, 2016

Membuat Miniatur Gedung dari Kardus Jajan Kondangan

Semua bulan itu baik. Namun untuk melangsungkan pernikahan maka dipilihlah bulan terbaik dari yang baik. Seperti bulan syawal, dzulhijjah, rabiul awal, atau bulan rajab yang baru berakhir beberapa hari lalu. Oleh sebab itu, tak heran jika bulan-bulan tersebut banyak bertebaran undangan pernikahan di rumah. Dan tak heran juga kalau bulan-bulan itu, dompet rasanya cepet sekali menipis. Makpisss. Wkwkwkwk.

Seperti bulan rajab kemarin. Dalam satu hari, aku dan si ayah ken bisa bowo alias mendatangi 2 hingga 3 tempat resepsi pernikahan loh. Jadi abis dari sini, langsung pergi ke situ. Tanpa ganti baju dulu. Capcipcup cusss. Urusan bau keti, belakangan lah yah. Yang penting kondangan cepet selesai. Hahaha.

Pulang dari kondangan, otomatis kami membawa penghuni baru donk ke rumah. Apakah itu ? kardus jajan atau kardus suvenir. Wahahayyyyy.Pokoknya nih, kalau sudah musim nikah tiba. Nggak hanya undangan nikahan saja yang bertebaran di rumah. Tapi juga kardus-kardus kotak jajan dari kondangan juga numpuk puk di rumah.

Si ayah, yang orangnya bersihan, sudah gatel banget pengen buang tuh tumpukan kardus jajan ke tempat sampah. Tapi nggak aku bolehin donk. Karena...... eman cuy. Tuh kardus masih cakep-cakep rupanya. Mulus. Aseli. Eman kan kalau nggak dimanfaatin dulu.

Pemanfaatan paling sip dan mudah yaaaa, dijadiin mainan buat si ken. Mainan yang belum ia punya atau mainan yang belum pernah ia mainkan.  Yaitu miniatur gedung-gedung atau bangunan yang ada di kota-kota besar.

Alat bahan yang dibutuhkan untuk membuat miniatur tersebut cuma kardus sama spidol plus selotip. Dan cara membuatnya yaitu kita tinggal merapatkan tutup dengan badan kardus menggunakan isolasi. Lalu gambar kotak-kotak atau garis-garis di bagian belakang kardus. Sudah. Jadi deh.

Alhamdulillah. Ken excited banget loh lihat mainan ini. Dia pun segera menata kota kecil versinya.

Duh senengnya hatiku melihat si ken mau memainkan mainan yang aku buat. Dan lebih bahagianya lagi, isi dompet pun aman terkendali. wkwkwkwk.

Kalau begini mah, nggak usah beli lego ya ken. Nggak ada lego, kardus bekas jajan kondangan pun jadi. Hahahayyyyy.