Monday, February 20, 2017

Cak Budi, Sosok Inspiratif yang Dibutuhkan Negeri Ini


Aku bersyukur. Sangat bersyukur. Bahwa negeri ini masih memiliki sosok-sosok yang baik hati. Salah satunya yaitu Cak Budi. 

Kalian kenal Cak Budi kan ? Kalau belum, baiklah, akan aku perkenalkan kepada kalian. Karena, aku sedikit kenal dengan Cak Budi. Tentu saja bukan kenal langsung, melainkan kenal dari stalking akun IG @cakbudi_ .

Dan dari nonton acara Kick Andy pada 26 Januari 2017 lalu. Cak Budi, juga istri, menjadi salah satu bintang tamu di acara tersebut yang mengangkat tema : "Menebar Asa Kaum Papa". 


Cak Budi adalah seorang pegiat sosial dari Malang. Meskipun kehidupan Cak Budi bersama keluarga bisa dibilang sederhana. Namun tidak menyurutkan niat Cak Budi, yang mendapatkan dukungan dari keluarga, untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Terutama lansia. 

Sumber dana yang dipakai Cak Budi untuk kegiatan sosial ini berasal dari kantongnya sendiri. Bantuan yang diberikan Cak Budi pun kadang berupa paket sembako, kadang juga berupa uang tunai. 

Kadang, Cak Budi juga mendokumentasikan kegiatan sosialnya. Tidak semua. Hanya beberapa saja. Kemudian ia posting di akun IG miliknya. Hal ini dilakukan Cak Budi bukan karena pamer. Melainkan untuk menginspirasi orang lain, menggerakkan nurani orang-orang untuk tak lupa membantu orang-orang yang tidak mampu. 

Namun, siapa sangka, dari video atau foto yang ia posting di IG nya, tentang kegiatan sosial yang ia lakukan, membuat Cak Budi dikenal banyak orang dan juga mendapat banyak dukungan dari masyarakat luas. Dukungan tersebut kadang berupa informasi tempat tinggal orang-orang yang membutuhkan bantuan atau sering juga berupa uang. 

Dengan dukungan seperti ini, Cak Budi pun mampu melebarkan rentang sayapnya. Untuk lebih banyak membantu orang-orang. Tidak hanya di daerah Jawa Timur, bantuan Cak budi juga mulai di luar Jawa Timur. Selain itu juga, bantuan Cak Budi pun semakin bervariasi. Tidak hanya berupa paket sembako, juga uang tunai, melainkan kadang juga berupa gerobak untuk jualan bahkan bahan bangunan yang digunakan untuk membedah rumah orang yang ia bantu. 

Hhhhh...Acara kick andy hari itu, meninggalkan kesan mendalam buat aku. Bahwa tidak perlu menunggu kaya, untuk bisa membantu orang lain. 


Aku sepakat dengan quote dari Cak Budi. Sepakat banget. Bahwa tak perlu menunggu bisa melakukan ini dulu, bisa mencapai ini dulu, bisa menjadi ini dulu, baru mulai membantu. Tidak perlu begitu. Karena apa ? Kelamaan cyiinn. Eman. Jika niat mulya seperti itu dibiarkan bersemayam lama di hati. Beneran. 

Aku memang tidak sekeren Cak Budi. Jauuuhhhh. Jauh banget. Tapi aku berusaha untuk bisa membantu banyak orang sesuai kemampuanku. 

Misalkan berbagi ide mainan yang aku buat dari barang bekas. 


Berbagi cara memanfaatkan kaos bekas atau kaos kegedean, daster yang bolongnya sudah tidak bisa ditolerir lagi serta celana kolor yang sudah hilang kekolorannya menjadi tas hobo, sarung bantal, juga keset tanpa perlu proses jahit menjahit. 

share tentang car mendaur ulang kaos bekas

Kadang aku juga berbagi pengalaman parenting, khususnya parenting untuk anak dengan kecerdasan kinestetik dominan. Juga berbagi pengalamam di dapur, kehidupan sehari-hari dan lain sebagainya. 

Aku berharap, apa yang aku bagi ini, bisa bermanfaat untuk orang yang membutuhkan informasi tersebut. Atau mungkin bisa menghasilkan hormon endorfin setelah membaca tulisanku. Sehingga dapat menimbulkan rasa bahagia ulala.
Bisa membuat temen-temen tertawa bahagia. Alhamdulllah

Meskipun begitu,.... aku,....tetap ingin seperti Cak Budi. Yang benar-benar bisa membantu orang lain. Memberikan dampak positif yang cukup berarti dalam kehidupan orang yang tidak mampu. Ingin. Ingin sekali seperti itu. 

Nah, untuk bisa mengikuti apa yang dilakukan Cak Budi, tidak cukup hanya bermodalkan niat saja. Namun harus memiliki 3 hal sebagai berikut

Tekad bulat
Berbagai aral melintang pernah dihadapi Cak Budi. Seperti pernah dianggap menjual kemiskinan, juga dianggap melangkahi perangkat desa. Namun hambatan tersebut sama sekali tidak menyurutkan niat dan kegiatan sosial yang dilakukan Cak Budi.

Dukungan
Cak Budi mendapat dukungan dari keluarga. Terutama istri.
Belakangan ini, dukungan terhadap Cak Budi pun semakin meluas. Banyak teman, sahabat, bahkan masyarakat luas mendukung kegiatan Cak Budi. 

Internet 4G
Internet 4G memegang peran yang penting. Tanpa internet, kegiatan sosial Cak Budi belum tentu berkembang pesat seperti sekarang ini. Dukungan yang diperoleh Cak Budi juga belum tentu bertambah drastis seperti ini. 

Menurutku, dengan adanya internet 4G ini, segala hal baik akan cepat menyebar. Sebagaimana hal baik yang dilakukan oleh Cak Budi yang mampu menginspirasi dan menggerakkan hati nurani banyak orang, siapapun itu, untuk membantu sesama. Tanpa membeda-bedakan. Tanpa pilah pilih. Semua membantu. Semua dibantu. Indah bukan ? Keberagaman bersatu untuk membantu

Sebagai penutup tulisan ini. Aku akan mengutip pesan Andi F. Noya kepada Cak Budi dalam acara Kick Andy. 
"Cak Budi, Indonesia membutuhkan orang-orang seperti Anda. Teruslah berbuat baik. Teruslah menyebar virus kebaikan. Agar semakin banyak orang yang melakukan perbuatan baik di negeri Kita tercinta ini. Salut untuk Anda". -Andi F. Noya-


Friday, February 17, 2017

Hal Lucu Waktu Pertama Kali Aku Ngeblog

Pertama kali aku ngeblog itu sekitar pertengahan tahun 2014. Berarti sudah 2 tahunan lebih. Lumayan juga yak. Tapi koq masih disini ajaaahhhh. 
Ah jgn gitu ah. 
Jadi maluk. 
*Tutup muka pakek daun maple eun tak.


Kalau ingat masa-masa itu, rasanya aku kudu ngguyu. Lucu aja.  Koq bisa-bisanya aku ngelakuin hal itu. Koq ya aku nggak tanya dulu sama mbah google. Buka-buka tutorial ngeblog gitu. Trus dipraktekkin. Kan endes jadinya.
Hahaha
Iyak.
Seharusnya gitu.


Yaaaa, duluuuuu, 938 tahun yang lalu *halah, aku pikir ngeblog itu sama seperti facebook-an. Eee ternyata nggak. Di blog banyak tool-nya. Wkwkkwkwkwk.

Nah trus hal lucu apa aja nih yang aku lakuin waktu awal ngeblog ? Nggak banyak koq. Nggak. Lebih dari tiga doank koq. Hahaha. Itu mah banyak mak. Ahay.

1. Isinya cuma tulisan aja
Iya, dulu tuh, minim banget sama yang namanya foto. Apalagi video. terlebih lagi infografis. Nggak ada. Isinya tulisan doank. Bahkan ada tulisan yang panjang banget, sepanjang tembok besar cina, nggak ada fotonya blas. Parah kan ? Mabok mabok dah yang baca. Wkwkwkwkwk.

blogpost sepanjang2 alam,
tanpa gak ada gambar.

Tapi waktu itu, blogku belum ada pengunjungnya. Jadi tidak ada korban. Buahahaha.

Aku mulai sadar pentingnya memakai foto dalam tulisan itu waktu ada yang komen begini di blog aku "Mbak, gambarnya mana ? Biar bisa diikutin langkahnya".

Komen begitu ada dipostingan tentang tutorial bikin tas hobo. Dongdong banget kan. Yang namanya tutorial ya kudu ada gambar petunjuknya. Nggak pakek kata-kata doank mak. Emangnya pengunjungnya goblin yang bisa paham dengan maksud dikau mak.
Iyak
Hahaha


2. Pasang foto dengan cara copy paste
Ini juga nggak kalah lucu. Aku pikir, blog itu seperti word gitu. Kalau nyisipin foto tinggal copy paste aja. Dan ladalah, begitu aku praktekin itu, jelas saja si gambar nggak bakal

muncul dipostingan. wkwkwkwk.
Duuuhh..paraaahhh.

3. Butuh waktu seharian buat pasang video, banner yang berkode.
Entah kenapa ya. Kalau lihat kode-kode gitu, rasanya langsung maktuing-tuing. Wkwkwkwk. Cuma berhubung syarat ikut lomba jadi ya mau nggak mau kudu dipasang kan yes.


Nah, dulu, kalau pasang video atau banner yang berkode bisa hampir seharian. Karena mahamin tutorialnya dulu. Baru dipraktekin.

4. Banyakin naruh link dalam satu postingan lomba. Biar juri kesengsem.
Aku dulu sempet berpikiran kayak gitu. Pokoknya kalau ada syarat masukin link, pasti aku taruh banyak-banyak. Hampir di semua anchor text. Satu postingan bisa sampek 10 lebih.
Noh.
Bahagia bahagia deh yang bikin lomba. 
Wkwkwkwk


Tapi alhamdulillah, pemahamanku yang sesat ini dihentikan oleh mbak Lusi Tris. Tengkiu mbak lus.
Iyup, berkat komentar mbk Lusi yang isinya begini :"Jangan banyak-banyak link-nya mak, satu sampai dua aja cukup".

Jadi itulah beberapa hal lucu yang terjadi waktu awal ngeblog. Tapi alhamdulillah, sekarang udah nggak gitu lagi. Kalau masih tetap begitu mah namanya..... 
Sungguh Terlalu. 
Ahay.


Oya, tulisan ini dalam rangka menanggapi tulisan dari Mak Hani. Kalau mau baca tulisan Mak Hani, langsung klik ini.

Ya udin segitu dulu ya teman-teman. Sampai ketemu dipostingan yang lain. Cao.